Rabu, 10 Februari 2016

12 Pebruari Olly-Steven Resmi Jabat Gubernur dan Wagub Sulut


Dipastikan  mulai Jumat 12 Pebruari 2016 Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Octavianus Estevanus Kandouw resmi akan menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut definitif periode Tahun 2016-2021, setelah Sekretariat Negara (Setneg) secara resmi telah mengagendakannya acara pelantikan tersebut.
Hal itu di tegaskan Karo Pemerintahan dan Humas Dr Jemmy Kumendong  MSi, di ruang kerjanya, Rabu (10/02) kemarin, kepada wartawan liputan Pemprov Sulut.
“Presiden Joko Widodo nantinya akan melantik Pak Olly dan Pak Steven sebagai Gubernur dan Wagub Sulut bersama Enam Gubernur dan Wagub lainnya di Istana Negara Jakarta, sekitar Pukul 10:00 WIB,” ujar Kumendong.
Kumendong mengatakan berdasarkan rundown acara, dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan keputusan Presiden RI oleh deputi bidang administrasi aparatur, Kementrian Setneg, pengambilan sumpah jabatan Gubernur dan wakil Gubernur masa jabatan periode tahun 2016-2021 oleh Presiden RI , Penandatangan Berita Acara pengambilan sumpah jabatan Secara berturut-turut ,  Olly Dondokambey, S.E Sebagai Gubernur Sulawesi Utara, Drs. Steven Octavianus Estefanus Kandouw Sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Utara. Prof. Dr. H. Irwan Prayitno S.Psi, M.Sc Gubernur Sumatra Barat, Drs. H. Nasrul Abit Wakil Gubernur Sumatera Barat, Sdr. H Zumi Zola Zulkifli, STP, MA Gubernur Jambi, Dr. Drs. H. Fachron Umar, M.Hum wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Muhammad Sani Gubernur Kepulauan Riau, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si Sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. H. Ridwan Mukti M.H Sebagai Gubernur Bengkulu, Dr. Rohidin Mersyah M.M sebagai Wakil Gubernur Bengkulu, Dr. Ir. H. Irianto Lambine M.M Gubernur Kalimantan Utara, H. Udin Hilanggio Wakil Gubernur Kalimantan Utara, dan H. Sahribin Noor, S.Sos, M.H  Sebagai Gubernur Kalimantan Selatan, Drs. H. Rudi Resnawan sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Selatan.

Kumendong menambahkan dilanjutkan dengan pemberian ucapan Selamat yang didahului oleh Presiden RI beserta Ibu Hj. Iriana Joko Widodo dan Wapres beserta ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla, diikuti oleh para undangan lainya, Ramah Tamah (Foto Bersama). (Humas Pemprov Sulut)

Selasa, 09 Februari 2016

Sumarsono Gelar Dialog Interaktif Dengan Praja IPDN

Tak terasa, masa menjabat Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono MDM di Bumi Nyiur Melambai tidak lama lagi. Di detik-detik terakhir ini, Sumarsono menggelar dialog interaktif kepada ratusan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulut, Selasa (9/2) kemarin.

Dalam materinya, Sumarsono menjelaskan tentang dua tanggungjawabnya sebagai Penjabat Gubernur Sulut dan Ditjen Otda Kemendagri. Menurutnya, sebagai Penjabat Gubernur Sulut ada tiga tugas khusus yang harus dikerjakan di Sulut. “Yaitu mengawal Pilkada serentak, menyelenggarakan fungsi pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Juga, menangani permasalahan strategis nasional di daerah yang sifatnya mendesak,” kata Sumarsono.

Sumarsono pun mengajukan pertanyaan, tentang contoh kepentingan strategis di daerah. Banyak yang menjawab, kepentingan strategis itu adalah masalah tapal batas di daerah, dan pembangunan KEK Bitung. Namun, ditanggapi Sumarsono itu belum terlalu tepat.

“Semua jawaban itu tidak salah. Namun, itu belum terlalu mendesak. Masalah yang mendesak yang harus secepatnya dilaksanakan seperti penanganan bencana alam. Kalau masalah-masalah seperti itu masih bisa ditunda,” tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan tugasnya sebagai Ditjen Otda Kemendagri. Dijelaskannya, Ia mempunyai tugas untuk menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan otonomi daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Seperti, perumusan kebijakan di bidang penataan daerah, otonomi khusus dan daerah istimewa, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Di akhir materi, Sumarsono mengharapkan, Praja IPDN ini harus lebih banyak belajar. Jangan jadi sama dengan mahasiswa umum lainnya. “Karena, Praja IPDN itu berbeda dengan mahasiswa umum lainnya. Bedanya di mana? Harus punya keberanian lebih. Sebab, kalian adalah calon pemimpin-pemimpin daerah. Suatu saat, kalian perlu ambil suatu keputusan sebagai seorang pemimpin. Dan itu, sangat dibutuhkan keberanian,” tandasnya. (Humas Pemprov Sulut]

Senin, 08 Februari 2016

Sumarsono Terima Kasih JIPS

Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Umarsono MDM tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan Jurnalis Independen Pemprov Sulut [JIPS] karena telah mengawal keberhasilan pelaksanaan pemerintahan, pembangunan serta pelayanan kepada masryarakat yang telah dilakukan Pemprov Sulut.
Ungkapan terima kasih Gunernur itu disampaikan pada acara kebersamaan yang di gelar JIPS di kediaman wartawan RRI Manado Roy Pesak di Desa Koka minahasa, Senin [07/02] kemarin.
"Saya perlu sampaikan ucapan terima kasih ini kepada rekan-rekan sekalian karena selama lima bulan menjabat Pj. Gubernur sulut kalian telah banyak membantu saya memberikan masukan-masukan termasuk kritik dan saran lewat tulisan saudara di media masing-masing. Dan saya melihat itu semua merupakan suatu bentuk dukungan media kepada saya," ujarnya.
Mestinya saya yang mengundangl kalian, tapi kebalikan justru saya yang di undang ketempat ini. Tapi tidak apalah saya suka acara di buat di tempat ini skalian meningkatkan rasa kebersamaan di antara kita, sebagai sesama anak bangsa.
Gubernur, juga menceritakan pengalaman pertama sejak dipercaya sebagai Pj Gubernur, Sulut, ada sejumlah aktifis di sulut, dimana mereka sebelumnya meragukan kahadiran saya sulut, apakah mampu mengimbangi kepemimpinam, mantan Gubernur Dr Sinyo H Sarundajang. Semua keraguan aktifis tadi satu kata pun saya tidak menjawab. Namun jawaban itu saya buktikan dengan kerja-kerja dan kerja. Lewat pengabdian dalam tugas sehari-hari. Dimana-mana saya datangi mulai dari pimpinan agama, kepasar, hingga ke Kabupaten/kota, saya serap semua aspirasi itu
Sehingga selang lima bulan ini saya membuat empat program proiritas pemprov Sulut yaitu gengam gerakan sulut menanam [GSM], Gerakan bersih kuala [GebeKa], gerakan Sulut Berkarya, serta program Mari Jo Ka Manado. Semua gerakan ini ternyata mendapat sambutan positif dari rakyat sulut. Karena empat program ini, semuanya itu mensupot sektor paeiwisalta Sulut agar lebih maju lagi.
Sementara Koodinator JIPS Donny Aray menilai walaupun kepemimpinan Sumarsono hanya singkat namun gebrakannya sama seperti Guberur satu periode, rakyat begitu merasakan sentuhan kepemimpimannya dan hal itu di mana-mana Sumarsono di terima rakyat, ujar wartawan Kompas TV ini.
JIPS tidak akan melupakan perjuangan Om No sapaan akrab dari Gubernur Sumarsono, kepemimpinannya akan sekalu di kenang, tandas aray.
Acara kebesamaan ini di akhiri dgn lagu kensraan yang dinyanyikan JIPS, Guberbur, Pj Walikota Manado Ir Roy O Roring, Pembina JIPS Jemmy Ringkuangan AP MSi [karo umum], Jadis Diknas Asiano G Kawatu MSi, dan Kadis Budpar Ir Happy Korah MSi. [Humas penprov Sulut].

Minggu, 07 Februari 2016

Tendean Minta Bendahara Serius Ikut Diklat.


Pendidikan dan pelatihan teknis bendahara
pengeluaran di lingkup pemerintah provinsi Sulut, diharapkan mampu
meningkatkan kualitas dan kompetensi selaku pejabat fungsional yang
ditunjuk untuk menerima, menyimpan, menyetorkan menatausahakan dan
mempertanggjawabkan keuangan pendapatan daerah dalam rangka
pelaksanaan APBD pada SKPD . Hal ini diungkapkan Kepala Badan Diklat Provinsi Sulut DR Noudy
Tendean.
Lanjut Tendean tuntutan terhadap pengelolaan keuangan daerah yang tertib, transparan dan akuntabel ini, mejadi kewajiban untuk dicermati dan direspon oleh semua aparatur sipil negara (ASN), karena pemerintah terbangun dari pilar-pilar penyangga yang kokoh sehingga mampu menghadirkan dan memberikan kepastian sisten dan mekanisme berdasarkan peraturan perundang-undangan disemua elemen pemerintah.
Dijelaskannya pula, bendahara pengeluaran merupakan kiunci sentral
dalam pengelolaan keuangan, sehingga dibutuhkan kemampuan dan profesionalisme yang tinggi. Sehinga dengan memahami tugas dan fungsinya maka bendahara pengeluaran dapatmenghilangkan ataupun meminimalisir  kesalaahn-kesalahan dalam pelaksanaan tigasnya, sehingga dapat terhindar dari masalah terjadinya kerugian keuangan negara akibat tindakan melanggar hukum ataupun  kelalaian.
Sementara itu, Dolfie Tinangon selaku panitia pelaksanan menlaporkan peserta merupakan bendahara di 40 SKPD, dimana diklat ini bertujuan meningkatkan komptensi dan ketrampilan dalam pengelolaan keuangan sehingga bisa berkomptene dalam tugasnya. (Humas pemprov Sulut).


Turis Manca Negara ikut Meriahkan Tulude tingkat Provinsi













Para turis manca negara yang berasal dari China sebanyak 30 orang dan 12 dari Chekoslavia, ikut meriahkan festival Tulude masyarakat nusa utara tingkat Provinsi Sulut, di lapangan Koni Sario Manado, Sabtu [06/02] pekan lalu.
Prosesi adat tulude yang berlangsung himat itu mengusung tema "Erat Bersatu, Berjalan dan Berkarya bersama juga di padati warga Manado dan sekitarnya.
Para turis China dan Yugoslavia ikut pula mencicipi kue tamo [kue adat nusa utara] serta mengikuti tarian ampa wayer dan tarian masamper.
Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono MDM mengatakan, Tulude sebagaimana yang kita laksanakan saat ini, yang berasal  dari kata "Menulude" dalam bahasa Sangihe, dan bermakna melepas tahun yang lama guna menerima tahun yang baru, berintikan ungkapan syukur atas berkat-berkat serta penyertaan Tuhan di tahun yang lalu, sekaligus merupakan momentum doa dan permohonana kepada Tuhan untuk tetap menyertai, menuntun dan memberkati perjalanan dalam nenapaki tahun yang baru ini.
"Kentalnya makna serta nilai-nilai yang sangat positif dari budaya tulude ini, menuntut kita  semua untuk senantiasa menjaga dan melestarikan ekdistensinya, yang tanggungjwab pelaksanaannya bukan saja menjadi tugas masyarakat nusa utara, tapi sudah merupakan tugas dan tanggunjawab masyarakat sulut secara menyeluruh sebagai satu kesatuan bahkab segenap bangsa Indonesia", kata Sumarsono.
Terkait dengan kehadiran turis manca nergara, dalam acara ini, Gubernur menyambut baik sekaligus memberi apresiasi positif kepada Ir Happy TR Korah MSi, selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulut yang telah berhasil menggelar even tahunan ini untuk yang kedua kalinya  bersama-sama dengan Forum Komunikasi Masyarakat Nusa Utara.
Untuk itu Gubernur mengajak, seluruh komponen warga Sulut, lebih khusus warga nusa utara untuk senantiasa tanpil sebagai pelopor pemersatu bangsa dengan menjaga harmonisasi kerukunan yang sudah terbina selama ini dengan sebaik-bebaiknya, pesan Dirjen Otda Kemendagri ini.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulut Drs Jhon Palandung MSi sekaku selaku Ketua Panitia, mengatakan upacara adat tulude ini, merupakan suatu warisan budaya yang penuh magna yang sarat dengan nilai nilai keimanan dan keyakinan tergadap Tuhan tang maha kuasa. Nilai-nilai inilah yang senantiasa memotivasi dab menyemangati masyarakat Sangihe, Talaud dan Sitaro dimanapun berada untuk menggelar upacara adat tulude setiap tahun.
Kadis Budpar Happy Korah, tak lupa mrnyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur bersama Ketua TP. PKK Sulut Dra Tri Rachayu Sumarsono, Kapolda Sulut Brigjen Wilmar Marpaung, Dan Lantamal VIII, Dan Lanudsri, serta psra pejabat teras pemprov dan pemkot manado. [Humas pemprov Sulut].

Jumat, 05 Februari 2016

Pra Pelantikan,Sekprov Sulut Gelar Rapat Pemantapan di Jakarta

 Pemerintah Provinsi Sulut menyatakan siap untuk menyambut diselenggarakannya acara Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE, dan Drs Steven OE Kandouw,  yang sedianya akan di gelar pada Jumat, 12/02, Pekan depan, di Istana Negara Jakarta. Dibuktikan dengan Rapat Terpadu, berlangsung Jumat siang, 05/02, di Kantor Badan Penghubung PemprovSulut, Cempaka Putih Raya-Jakarta Pusat, dipimpin Sekprov Ir SR Mokodongan, dan di hadiri Wagub terpilih Drs Steven OE Kandouw.
    Dalam rapat pemantapan dan koordinasi ini, hal hal teknis dan non teknis turut di bahas semisal, kuota yang diberikan untuk jatah undangan kepada 7 Daerah  Provinsi yang akan dilantik Gubernur dan Wagub. " tiap daerah dijatahkan kuota  hanya 22 Undangan yang bisa menghadiri Prosesi Pelantikan di ruang pelantikan Istana Negara, yakni Gub/Wagub Sulut beserta Orang tua dan Anak2, Penjabat Gubernur Sulut Forkompimda, Sekprov, Ketua KPU, Ketua Bawaslu,  Ketua Sinode GMIM yang akan menjadi Rohaniwan pada saat pengambilan Sumpah/Janji dihadapan Presiden/Wapres RI dan Kabinet Menteri" tegas Sekprov Mokodongan.
   Sedangkan agenda lainnya, urai Mokodongan, yakni usai Upacara Pelantikan, akan di gelar syukuran dan ramah tamah di salah satu Hotel di Jakarta dan sesudahnya menghadiri Pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK Prov Sulut, yang di helat di Kantor Kemendagri RI.
    Lebih jauh juga di paparkan Sekprov Ir SR Mokodongan, sebagaimana dikutip Kabag Humas Pemprov, Roy Saroinsong  SH, selaku Juru Bicara Pemprov Sulut dalam rapat tersebut, turut pula diseriusi menyangkut kesiapan agenda Serah Terima dan Pisah Sambut, Pj Gubernur Soni Sumarsono dan Gubernur/Wagub Sulut, yang akan dilangsungkan pada Senin, 15 Februari, di GKIC Convention Hall-Kairagi Manado, yang nantinya rencana dihadiri Wapres Jusuf Kalla, juga akan di hadiri oleh Mantan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarno Putri, Pimpinan MPR-RI, DPP PDI-P, dan Pimpinan Pusat Partai Politik, Pimpinan DPR/DPD RI, Ketua Komisi dan Fraksi DPR RI serta anggota DPR RI PDI-P, Pimpinan Kementerian dan Lembaga, para Menko dan Menteri, Panglima TNI, Kapolri/Wakapolri, Kasal, Dubes RI asal Kawanua, Gubernur se Sulawesi, Pejabat esselon 1 asal Sulut, Pengurus APSI, DPD PDI-P se- Indonesia, termasuk Undangan seluruh Bupati/Wkl, Walikota/Wkl, Pj Bupati, Pj Walikota se Sulut, Forkompimda Provinsi/Kab/Kota, Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD Prov/Kab/Kota, Pejabat Esselon II Prov/Kab/Kota, Pimpinan DPD/DPW Parpol se Sulut, Pimpinan DPC PDI-P ss Sulut, Kader Simpatisan dan Tim Sukses, yang total kisarannya berjumlah 3000 Undangan baik Pusat maupun Daerah.
   Terkait menyangkut kesiapan lokasi dan suksesnya perhelatan acara di Convention Hall GKIC- Kairagi Manado, oleh Sekprov Mokodongan selaku Ketua Panitia, menegaskan bahwa Pemprov akan berupaya optimal agar sukses dan  aman, " kami telah berkordinasi dengan Kapolda Sulut dan Jajaran Aparat Keamanan, agar faktor  keamanan terjamin dan sukses kegiatan perhelatannya" Ujar Sekprov Sulut.
   Turut serta pada rapat  diantaranya Asisten 1 Pemprov Drs J Palandung, MSi, Kepala Inspektorat Provinsi, Praseno Hadi, Ak,  Kaban Penghubung, Dr F Rotinsulu, Karo Umum Pemprov Jemmy Ringkuangan, AP,MSi, Karo Pemerintahan dan Humas Pemprov, Dr J Kumendong, MSi dan Kabag Humas Pemrov dan Protokol Pemprov Sulut.
   Demikian Humas Pemprov Sulut Memberitakan (Kabag Humas Roy RL Saroinsong, SH Selaku Juru Bicara).

Gubernur Dorong Minut Jadi Daerah Tujuan Wisata Agro




Penjabat Gubernur Sulut, Dr Soni Sumarsono MDM mendorong agar Kabupaten Minahasa Utara (Minut) harus menjadi daerah tujuan wisata agro. Dorong itu disampaikan Gubernur saat melakukan penanaman jagung sekaligus panen perdana jagung hibrida  milik Kelompok Tani Tontalete dan TNI di kompleks perkebunan Desa Tontalete Kec, Kema Minut, Jumat (04/02) kemarin.
Gubernur beralasan kerena di Minut tanaman apa saja yang ditanam semua bisa tumbuh, baik buah-buahan maupun tanaman keras. Ini merupakan salah satu unggulan yang harus dikembangkan oleh pemerintah daerah dalam rangka mensejahterakan rakyat di Bumi klabat.
"Untuk menjadi daerah tujuan wisata agro, Pemkab harus mampu mengembangkan semua jenis tanaman baik buah maupun tanaman keras sehingga para turis yang datang ke sulut terutama turis dari China yang doyan akan buah-buahan mau datang kesini, ujar Sumarsono.
Selain itu hanya di Minut yang saya lihat tanaman jagung ditanam di bawah pohon kelapa sebagai tanaman tumpang sari, sehingga masyarakat bisa mendapat keuntungan dua kali selain panen jagung sekaligus panen kelapa, di Kabupaten/Kota lain di Sulut yang pernah saya datangi itu tidak ada. Jika model ini dapat dikembangkan  diseluruh wilayah Sulawesi Utara maka kita bisa mengalahkan provinsi tetangga kita Gorontalo, ajaknya, sembari menyebutkan, gerakan sulut menanam (GSM) mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian karena di seluruh kabupaten/kota di Sulut telah melakukan gerakan ini, setelah daerah Sulut bebeberapa waktu yang lalu dilanda badai El Nino yang mengakibatkan terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan/lahan.
Dalam kesempatan itu Sumarsono juga tak lupa menyampaikan permohonan pamit kepada warga Minut. Saya sudah beberapa kali datang di daerah ini, dan kunjungan kerja kali ini merupakan yang terakhir kali sebagai Pj Gubernur Sulut, karena tidak lama lagi Gubernur dan Wagub definitif hasil Pilkada serentak baru lalu, sergera akan dilantik oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, tandas Dirjen Otda Kemendagri ini.
Sementara Penjabat Bupati Minut Ir Herry Rotinsulu  mengatakan, penanaman dan panen jagung di Minut merupakan upaya mendukung empat program prioritas yang digulirkan Gubernur Sulut Dr Sumarsono, salah satunya Gerakan Sulut Menanam (GSM). Pemerintah dan masyarakat kabupaten minut sangat merespons misi mulia ini. Sebab dengan adanya program GSM ini ternyata semakin memacu semangat kelompok tani untuk membuka-lahan-lahan tidur untuk di jadikan lahan produktif kembali.Kesempatan itu Gubernur dan Ketua TP PKK Sult Ibu Tri Rachayu Sumarsono dan Bupati Minut telah menyerahkan bntuan bibit pohon, bibit jagung bibit cengkih dan alat tanam padi kepada Koptan Matahari, Koptan Mitra dan Koptan Ramil. Gubernur juga menyempatkan membakar Jagung.   Turut hadir Kasrem 131 Santiago, serta perwakilan Lantamal dan Kapolda, Kepala Sekretariat Badan Koordinas Penyuluhan Pertenian, Perikanan dan Kehutanan Ir JF Senduk dan Karo Ekonomi Jane Mendur SE. (Humas Pemprov Sulut)