Senin, 17 Februari 2020

Gubernur Olly : K3 Unggul, Indonesia Maju! Salam K3!



Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menjadi inspektur Upacara Apel Korpri yang dirangkaikan dengan pencanangan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2020 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur, Senin (17/2/2020).

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly saat membacakan sambutan Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah yang mengajak semua pemangku kepentingan menjadikan peringatan ini sebagai momentum untuk memperkuat pelaksanaan K3 secara nasional sebagai elemen penting dalam melakukan reformasi ketenagakerjaan.

"Komitmen ini dilakukan dalam kerangka membangun SDM unggul untuk mencapai Indonesia Maju. K3 Unggul, Indonesia Maju! Salam K3!," ucap Olly.


Lanjut Olly, peringatan Hari K3 Nasional Tahun 2020 merupakan momentum yang strategis dan bersejarah mengingat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja telah mencapai usia 50 tahun.

"Pada usia setengah abad Undang-Undang ini menghadapi tantangan-tantangan baru dalam dunia ketenagakerjaan. Salah satu diantaranya adalah revolusi industri," ujar Olly.

"Dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan adanya inovasi, otomatisasi, super computer, artificial intelligence dan fleksibiltas pola kerja yang telah membawa perubahan ekonomi berbasis digital," sambungnya.



Dalam kegiatan yang mengangkat tema “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Era Revolusi lndustri 4.0 Berbasis Teknologi lnformasi” sebagai tema pokok Bulan K3 Tahun 2020 ini, Olly menjelaskan, penerapan K3 pada revolusi industri 4.0 masih menghadapi banyak tantangan, salah satunya adalah kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam menghadapi digitalisasi.

"Perubahan tersebut akan menimbulkan hilangnya beberapa jenis pekerjaan dan memunculkan jenis-jenis pekerjaan baru dengan pendekatan digital dan IT. Fenomena ini dapat berdampak pada timbulnya jenis potensi bahaya baru. Oleh karena itu diperlukan strategi pengendalian yang lebih efektif, efisien serta inovatif dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja," ungkap Olly.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja pada Agustus 2019 sebanyak 133.56 juta orang, mengalami penurunan 2.62 juta orang dibandingkan Februari 2019.

Penduduk bekerja sebanyak 126,51 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 57,5 persen adalah lulusan SD dan SMP. Hal tersebut berpotensi terhadap rendahnya kesadaran pentingnya perilaku selamat dalam bekerja.

Sementara itu terkait keselamatan kerja berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2018 telah terjadi 157.313 kasus kecelakaan kerja dan sepanjang Januari hingga September 2019 terdapat 130.923 kasus.

"Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan kasus kecelakaan kerja sebesar 26.40%," tutup Olly.

Usai menyampaikan sambutan, Gubernur Olly menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah bupati dan walikota atas keberhasilan mereka dalam membina program K3 tahun 2019 di daerahnya masing-masing.

Kegiatan ini turut dihadiri, jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen Edwin Silangen, perwakilan serikat pekerja dan para ASN di lingkup Pemprov Sulut.

Sabtu, 03 Agustus 2019

Bikin Bangga, Ray Dondokambey Ikut Pecahkan Rekor Dunia Selam



Rasa bangga terpancar dari wajah Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey usai menyaksikan putra bungsunya Samuel Ray Christopher Dondokambey mengikuti pemecahan rekor dunia (Guinness World Records). Yakni, rekor penyelaman massal terbanyak di Pantai Manado, Kawasan Mega Mas, Sabtu (3/8/2019).

Ray bersama lebih dari 3100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri ikut ambil bagian pada hajatan spektakuler dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-74.

Sebagai informasi, kegiatan yang dimulai tanggal 1 hingga 3 Agustus 2019 ini digagas organisasi Wanita Selam Indonesia (WASI) dibawah komando Tri Tito Karnavian.

Event ini juga berhasil memecahkan dua rekor dunia lainnya pada kategori : rangkaian penyelam terpanjang di bawah air, dan pembentangan bendera terbesar di bawah air.

Butuh waktu setahun untuk akhirnya memilih Manado sebagai lokasi pemecahan rekor. Rentang waktu itu juga digunakan WASI untuk memastikan kelayakan tempat, kordinasi keselamatan, hingga aksi penyelaman. Apalagi, untuk memecahkan ketiga rekor ini, dibutuhkan banyak penyelam yang diambil dari berbagai daerah, bahkan dari luar Indonesia.

Pemecahan rekor ini akan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara maritim, karena telah mampu mengukir rekor kelautan melebihi negara lain. Secara khusus kegiatan ini diadakan sebagai bentuk dukungan pariwisata serta upaya mendorong masyarakat aktif menjaga kelestarian laut Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Olly mengapresiasi kegiatan pemecahan rekor dunia selam yang dihadiri langsung Kapolri Tito Karnavian, Ketua WASI Tri Tito Karnavian dan seluruh Kapolda di-Indonesia.

Menurut Olly, ajang tersebut berdampak positif bagi sektor pariwisata Sulut.

"Kegiatan penyelaman di Sulut ini betul-betul membawa dampak yang sangat positif bagi perkembangan pariwisata yang menjadi salah satu target dari Pemprov Sulut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," kata Olly.

Olly menuturkan bahwa sejak tahun 2016 pertumbuhan ekonomi di Sulut sebagian besar ditopang dari pariwisata.

"Tadinya pertumbuhan ekonomi ditopang oleh kelapa, cengkih, pala dan perikanan. Tapi ini sudah terbalik, 60 persen pertumbuhan ekonomi di Sulut dari sektor pariwisata," ujar Olly.

"Dan kegiatan ini betul-betul membawa nama harum Sulut di mata dunia karena kehadiran para penyelam dari mancanegara yang datang ke Sulut pasti akan membawa kebahagiaan juga bagi masyarakat sulut," sambung Olly.

Lebih jauh, Olly berharap WASI dapat menyelenggarakan kembali kegiatan selam di Sulut.

"Kami harapkan mudah-mudahan agenda dari WASI yang dipimpin oleh Ibu Tito bisa menjadi agenda rutin dalam kegiatan penyelaman di Sulut," imbuh Olly. (Humas Pemprov Sulut)


Kamis, 18 Juli 2019

Pemprov Sulut Ingatkan Pentingnya Gizi Seimbang



Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Sulut Debie Kalalo menghadiri pertemuan koordinasi lintas sektor terkait gizi seimbang yang dilaksanakan di Manado, Kamis (18/7/2019).

Kadis Kesehatan saat membacakan sambutan Gubernur Sulut mengatakan bahwa kesehatan merupakan hak setiap warga negara dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan berdasarkan prinsip-prinsip nondiskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan.

"Untuk membentuk sumber daya manusia yang sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial sebagai modal untuk mencapai tujuan pembangunan nasional dan daerah," kata Kalalo.

Kalalo menuturkan, seluruh stakeholder pembangunan bidang kesehatan telah diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat.

Tambah dia, hal ini diwujudkan melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan.

"Meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, meningkatnya pengendalian penyakit, meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil dan perbatasan, meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal dan kualitas pengelolaan sistem jaminan sosial nasional kesehatan, terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin serta meningkatkan responsivitas sistem kesehatan," ungkap Kalalo.

Lebih jauh, Kadinkes Sulut mengajak semua pihak untuk senantiasa terus berupaya mengkoordinasikan, mengintegrasikan dan mensinkronkan berbagai program dan kegiatan kesehatan masyarakat yang telah dan akan dilaksanakan diwilayahnya masing-masing.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Ketahanan Gizi, KIA dan Kesling Kemenko PMK Meida Octarina dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Pemprov Sulut Gelar Rapat Persiapan HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan HUT Provinsi Sulut ke-55



Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat persiapan dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan HUT Provinsi Sulut ke-55 di Ruang C.J. Rantung Kantor Gubernur, Kamis (18/7/2019).

Rapat tersebut dipimpin Ketua Panitia yaitu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut Edison Humiang didampingi Sekretaris Umum Panitia yang juga Kepala Biro Pemerintahan Jemmy Kumendong.

Pada kesempatan itu Humiang meminta seluruh panitia dapat melaksanakan tugasnya secara optimal.

Ketua Panitia juga mengajak semua pihak termasuk jajaran TNI, Polri, BUMN, instansi vertikal dan Perangkat Daerah Pemprov Sulut ikut mensukseskan acara tersebut.


Diketahui, rapat tersebut juga membahas tentang rangkaian kegiatan untuk menyemarakan peringatan HUT RI dan HUT Provinsi Sulut, penentuan lokasi yang akan dijadikan lokasi upacara, serta peserta yang nantinya akan hadir dalam kegiatan tersebut.

Terkait lokasi pelaksanaan upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74 rencananya akan dilaksanakan di Lapangan Robert Wolter Monginsidi.

Senin, 24 Juni 2019

Catat, PT Djarum Siap Beli 'Emas Cokelat' Petani Sulut



PT Djarum Kudus siap membeli cengkih petani Sulawesi Utara hasil panen raya tahun ini dengan harga layak.

Per kilogram cengkeh dengan kadar air 13 persen akan dibeli PT Djarum seharga Rp. 85 ribu.

Kepastian ini disampaikan langsung perwakilan PT Djarum dihadapan Sekdaprov Edwin Silangen dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerjanya, Senin (24/6/2019) sore.

Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini turut dihadiri Kadis Perindustrian dan Perdagangan Jenny Karouw dan Karo Protokol dan Humas Dantje Lantang dan perwakilan PT Gudang Garam.

Kesediaan PT Djarum menyerap sebagian besar komoditi yang sering disebut 'emas cokelat' ini dengan harga layak menjadi kabar baik bagi petani di Sulut. Dengan hitungan tersebut diharapkan petani bisa memperoleh untung yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Adapun kedatangan PT. Djarum dan pabrikan lainnya merupakan upaya Gubernur Olly Dondokambey untuk mengintervensi harga cengkeh yang saat ini melemah.

Melemahnya harga jual cengkeh merupakan pengaruh dari hukum pasar. Artinya, saat produksi meningkat dan permintaan menurun, harganya pun terdampak ikut melemah.

Saat ini kebutuhan cengkeh secara nasional ada sebanyak 120.000 ton. Sedangkan luasan lahan cengkeh yang ada di Sulut sekira 50.000 hektare.

Jadi, produksi cengkeh Sulut dengan luas lahan cengkeh tersebut diperkirakan hampir mencukupi sebagian kebutuhan cengkeh nasional sebanyak 120.000 ton. Artinya, saat ini produksi melebihi kebutuhan di dalam daerah. (Humas Pemprov Sulut)




Pemprov Sulut Siap Gelar OSN SMA 2019



Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap menggelar ivent Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA 2019 di Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Tomohon mulai tanggal 30 Juni hingga 6 Juli 2019.


OSN SMA 2019 akan diikuti 1073 siswa serta pendamping, juri dan panitia pusat.

Adapun peserta utusan sulut sebanyak 26 siswa. Kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy di Grand Kawanua Convention Center pada tanggal 1 Juli 2019. 


Hal itu terungkap dalam rapat persiapan OSN SMA 2019 yang dipimpin Sekdaprov Edwin Silangen di ruang kerjanya, Senin (24/6/2019)


"Segala persiapan harus dilakukan dengan baik, semua teknis pelaksanaan harus di perhatikan untuk mensukseskan OSN ini," kata Silangen.


Lanjut Silangen, citra Sulut sebagai tuan rumah yang baik harus dijaga. Tambah Silangen, dalam OSN SMA 2019 juga rencananya akan dilakukan teleconference Mendikbud RI dan Gubernur Olly Dondokambey dengan murid yang ada di Yogyakarta. 


Diketahui, OSN akan melombakan 9 mata pelajaran yaitu kimia, geografi, informatika, biologi, ekonomi, kebumian, fisika, matematika, astronomi. 


Adapun lokasi pelaksanaan OSN di SMA Eben Haezar Manado, SMA N 1 Manado, SMA N 9 Manado, SMA Rex Mundi Manado, SMA St. Nikolaus Tomohon, SMA MIS Kolongan, SMK N 1 Manado dan SMK N 2 Manado.


Rapat persiapan pelaksanaan OSN 2019 turut dihadiri Kadisdikda Sulut Grace Punuh , Kepala Inspektorat Sulut Praseno Hadi, Karo Protokol dan Humas  Sulut Dantje Lantang dan perwakilan dari instansi terkait lainnya. (Humas Pemprov Sulut)









Sekdaprov Silangen Optimis Festival Bunaken Mampu Pikat Wisatawan ke Sulut



Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mematangkan kesiapan ivent pariwisata berkelas internasional yaitu Festival Bunaken yang bakal digelar mulai tanggal 17 hingga 20 Juli 2019 di Kota Manado.

Festival Bunaken sendiri telah dipilih Kementerian Pariwisata RI menjadi salah satu dari 100 Wonderful of Event 2019.

Hal itu terungkap dalam rapat persiapan Festival Bunaken yang dipimpin Sekdaprov Edwin Silangen di ruang kerjanya, Senin (24/6/2019) pagi.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kadis Pariwisata Daniel Mewengkang, Kadis Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Daerah Jeti Pulu, Karo Protokol dan Humas Dantje Lantang, Karo Umum Clay June Dondokambey serta perwakilan Event Organizer Festival Bunaken.

Pada kesempatan itu, Sekdaprov Silangen mengaku optimis Festival Bunaken dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke Sulut untuk menyaksikan berbagai atraksi yang ditampilkan selama berlangsungnya ivent tersebut.

"Atraksi yang ditampikan di Festival Bunaken akan membuat semakin banyak orang mengenal Sulawesi Utara dan spending waktu lebih banyak di Sulawesi Utara," kata Silangen.

Silangen menyebut rangkaian kegiatan yang digelar saat Festival Bunaken yaitu food festival, permainan, pertunjukan musik, liveaboard Bunaken Sail trip, kompetisi Underwater Photography dan triathlon.

Selain itu, tambah Silangen, Festival Bunaken juga akan menggelar mane'e dan turnamen mancing, coastal cleanup bersih-bersih pantai dan bawah laut, turnamen mancing.

Adapun pada acara puncak Festival Bunaken akan dilaksanakan pengumuman kompetisi dan penyerahan hadiah, karnaval budaya, pertunjukan musik dan acara penutupan.

Diketahui, sektor pariwisata Sulut memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 6 kali lipat atau 600 persen dalam empat tahun terakhir hingga diganjar penghargaan The Rising Destination Of The Year 2019 oleh Kemenpar RI.

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut, utamanya ke Manado pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000.

Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta meningkat dua kali lipatnya atau 200 persen menjadi 4 juta wisnus. (Humas Pemprov Sulut)