Selasa, 25 Juli 2017

Serbuan Turis China, Geliat Pesona Wisata Sulut kian Menjanjikan

   Minat dan hasrat untuk mengunjungi daerah Sulawesi Utara untuk Wisatawan dan Turis China berlibur ke Manado selang Bulan Juni--Juli, tercatat ada 19 (sembilan belas) Charter Flight per Minggu. Kabag Humas Pemprov Sulut Roy RL Saroinsong SH, sebagaimana mengutip Release dari Kementerian Pariwisata RI, Selasa (25/07/2017) menyatakan pada periode high season per Minggu yang terbang dari China  ke Manado (Sulut) dengan 19 charter flight dengan tingkat ketersedian Seat Pesawat mencapai 200--212 kursi penumpang.
    Lebih jauh dijelaskan Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Manca Negara Kemenpar RI, I Gede Pitana, ujar Kabag Roy Saroinsong,  bahwa selama kurun waktu dari 1 Juli 2016--Juli 2017 tercatat ada  47.794 Wisatawan Tiongkok dari beberapa Kota diantaranya; Guangzhou, Changsa, Wuhan, Sanghai, Shenzen, Chongqing, Chengdu dan Kunming,  yang berkunjung ke Sulawesi Utara.  Deputi I Gede  Pitana juga menambahkan, oleh pihak Maskapai Penerbangan Lion Air menambah tiga route ke Tiongkok masing-masing ke Kota; Changsa, Shenzen, Sanghai guna melengkapi route Guangzhou yang rutin saat ini, dimana pada periode April--Juni, justru Low Season, yang hanya 13 Flight per Minggu.        
      Lanjut I Gede Pitana, Optimisme dengan penambahan jadwal penerbangan itu, oleh target  Kemenpar RI akan menembus angka 130.000 turis China hingga Desember 2017 mendatang,  dan Manado punya objek wisata bahari dan Taman Laut Bunaken yang sudah mendunia, "Kalau objek wisata pegunungan di China justru jauh lebih bagus, karena itu tiap kali  satu Rombongan datang ke Manado, pasti trip schedule pertamanya adalah Bunaken" Katanya.
   Sementara itu, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menilai realita tersebut akan memberi semangat menjadikan Kota Manado (Sulawesi Utara) sebagai HUB Pariwisata dari pasar Pasifik seperti; China, Hongkong, Macau, Taiwan, Jepang dan Korea Selatan. Menpar bersama Gubernur Sulut juga berencana meningkatkan fasilitas pariwisata lain seperti memperbaiki akses transportasi laut dari dan ke Manado dan sarana pendukung lainnya.
"Ini  adalah bagian dari CEO Commitment, atau keseriusan Gubernur Olly Dondokambey bersama jajarannya. Kalau pimpinan daerahnya serius,  pasti akan tercapai target kunjungan tersebut, begitupun sebaliknya" Tandas Menteri Arief Yahya.
   Sebagaimana diketahui, lanjut Kabag Humas Pemprov Roy RL Saroinsong, pasca Pertemuan Meeting International Conference Tourism Invesment(MICTI) yang digelar barusan di Manado, oleh Investor China juga serius akan menanamkan Modal ke Sulawesi Utara, semisal Industri Kelapa, Sektor Perikanan, serta juga yang tak kalah menariknya adalah minat ber investasi di KEK-Bitung.
  Adapun modal utama dan mendasar sehingga geliat sektor Pariwisata dan Iklim Investasi di Jazirah paling Utara di Pulau Sulawesi ini yang menjadi pertimbangan, dikarenakan Faktor Keamanan dan Stabilitas Daerah tetap terpelihara dan dinamis bagi Masyarakat Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara.
Demikian Kabag Humas Pemprov Sulut selaku Juru Bicara Memberitakan. (Er2L).
  
 

Senin, 24 Juli 2017

Kabar Gembira, Gubernur Olly Teken SK CPNS GGD Sulut

Kabar gembira bagi para Guru Garis Depan (GGD) Sulawesi Utara yang telah sabar menanti Surat Keputusan (SK) Nomor Induk Pegawai Calon Pegawai Negeri Sipil (NIP CPNS).

Pasalnya, Gubernur Olly Dondokambey, SE selaku pejabat pembina kepegawaian pemerintah provinsi telah menandatangani SK NIP CPNS GGD Sulut Angkatan II di Jakarta, Senin (24/7/2017) malam.

Penandatangan ini untuk menindaklanjuti tahapan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang telah menetapkan SK dan NIP CPNS bagi 3.490 GGD se-Indonesia yang terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Agustus 2017. 

Penetapan ini masuk dalam proses tahap II dari total kelulusan 6.296 GGD tahun 2016. Adapun pada tahap I Penetapan SK CPNS GGF 2016 telah dilakukan untuk 2.806 GGD.

Adapun, perekrutan GGD itu merupakan bagian pelaksanaan Program Prioritas sesuai dengan Nawa Cita ketiga Presiden Joko Widodo yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Wagub Kandouw Harap RUU Minol Tak Hambat Pariwisata Sulut

Rancangan Undang-Undang (RUU) Minuman Beralkohol (Minol) yang termasuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata di Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur, Drs. Steven O.E Kandouw dalam pertemuan dengan Badan Legislasi DPR RI dalam rangka penyerapan aspirasi untuk Penyusunan Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2018 yang dilaksanakan di Ruang C.J. Rantung, Senin (24/7/2017) siang.

"RUU Minuman Beralkohol sebaiknya dinamis. Di Sulut ada 40 ribu petani aren yang kemudian diproduksi menjadi minuman beralkohol yaitu cap tikus," katanya.

Oleh karenanya, Kandouw meminta agar Badan Legislasi DPR RI menyusun RUU Minuman Beralkohol dengan memperhatikan perbedaan pandangan di setiap daerah. Terutama daerah yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

"Alangkah baiknya larangan minuman beralkohol jangan digeneralisir. Apalagi Sulut banyak dikunjungi wisatawan dari Cina dan negara lainnya yang tentunya memiliki kebudayaan yang berbeda-beda," ujarnya.

Disamping itu, Kandouw juga menyebutkan pentingnya penyusunan RUU Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepulauan. Hal itu disebabkan tata kelola di daerah kelautan berbeda dengan daratan. Potensi lautan di daerah kepulauan sangat tinggi, namun jika salah dalam mengelolanya maka daerah itu akan rugi besar.

"RUU ini sangat penting bagi percepatan pembangunan di provinsi Kepulauan seperti Sulut. Nantinya penanganan potensi di kepulauan bisa dioptimalkan," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Badan Legislasi DPR RI, Dr. Supratman Atgas menjelaskan bahwa semua RUU yang dihasilkan oleh Badan Legislasi DPR telah melalui proses panjang yang juga menyertakan berbagai perbedaan yang terdapat dalam setiap provinsi.

"Kita menciptakan RUU yang menggambarkan keragaman daerah di Indonesia. Termasuk RUU minuman beralkohol. Bisa saja ada pengecualian untuk daerah-daerah tertentu misalnya daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing," tandasnya.

Supratman juga menyampaikan harapan adanya masukan dari setiap daerah yang dikujungi Oleh Badan Legislasi DPR RI.

"Kita berharap dalam rangka penyusunan Prolegnas ada usulan berharga dari setiap daerah yang dikunjungi. Karena masih jarangnya usulan dari daerah tentang RUU yang masuk Prolegnas. Misalnya tentang perlindungan nilai budaya atau RUU tentang peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan RUU lainnya," bebernya.

Diketahui, Prolegnas adalah instrumen perencanaan program pembentukan Undang-Undang yang disusun secara terencana, terpadu, dan sistematis untuk periode 2015-2019 yang disusun oleh DPR dan Pemerintah.

Penyusunan Prolegnas di lingkungan DPR dilakukan dengan mempertimbangkan usulan dari fraksi, komisi, anggota DPR, DPD, dan/atau masyarakat.

Pada awalnya total RUU yang masuk dalam Prolegnas periode 2015-2019 berjumlah 159 RUU.Namun jumlah itu direvisi menjadi 160 RUU karena adanya penambahan RUU Kewirausahaan yg diusulkan oleh DPR

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Anggota Badan Legislasi DPR RI, perwakilan dari instansi terkait dan jajaran Forkopimda Sulut. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Minggu, 23 Juli 2017

Olly Ingatkan Pentingnya Semangat Melayani

Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE menghadiri ibadah syukur HUT ke-100 GMIM Ranoiapo di Minahasa Selatan, Minggu, (23/7/2017) siang.

Dalam sambutannya, Olly berharap dengan bertambahnya usia yang mencapai satu abad itu dapat memotivasi jemaat untuk terus mengevaluasi perjalanan pelayanan kehidupan berjemaat selama ini.

"Semangat untuk terus melayani dan berbagi kasih dengan sesama dapat terus mengalir baik dalam kehidupan berjemaat maupun bermasyarakat," katanya.

Gubernur Olly juga mengingatkan jemaat GMIM Kalvari Ranoiapo untuk selalu dapat bersinergi dengan pemerintah dalam memerangi berbagai permasalahan di tengah masyarakat.

"Jemaat dapat memaknai momentum ini untuk mensinergikan langkah dan mendukung program pemerintah dalam memerangi kemiskinan, pengangguran, narkoba dan tindak kekerasan dengan meningkatkan fungsi kontrol sosial di masyarakat dan tidak bersikap saling apatis namun saling mengingatkan satu sama lain," ujarnya.

Lebih jauh, Olly juga menghimbau seluruh jemaat mampu menerapkan kehidupan yang bertoleransi.

"Karena jemaat sekalian merupakan sesama anggota dalam suatu kesatuan yang saling membutuhkan, dalam artian menghargai perbedaan pendapat, perbedaan profesi maupun perbedaan suku, agama dan ras," imbuhnya.

Adapun kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulut, Ir. Rita Tamuntuan, Wakil Bupati Minahasa Selatan, Frangky Wongkar, SH dan Kepala Biro Umum, Clay June Dondokambey, S.STP, M.AP (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Buka Jambore BKPRMI, Wagub Kandouw : Sulut adalah Tamansari Kerukunan di Indonesia



Wakil Gubernur Sulawes Utara Steven O.E Kandouw didampingi Bupati Bolsel Herson Mayulu dan Wakil Bupati Iskandar Kamaru bersama Ketua DPRD Bolsel H Abdi Van Gobel membuka Jambore Badan Kontak Remaja Masjid Republik Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara, digelar di Desa Pinolosian Kecamatan Pinolosian Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan jumat ( 21/07/2017l ) kemarin.

Penyelenggaraan yang terlaksana berkat kerja sama antara Panitia Pelaksana dan Pemkab Bolsel, menghadirkan berbagai utusan BKPRMI se Wilayah Sulawesi Utara. Ketua Panitia Pelaksana Fijay Bumulo mengatakan terlaksananya kegiatan ini berkat kerja sama yang baik dengan pemerintah kabupaten. Tak hanya iti saja, bantuan juga diberikan oleh Pemerintah Provinsi  Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Stevem Kamdouw.

Peserta yang ikut dalam jambore ini, berjumlah 1080 orang dari berbagai daerah termasuk lokal Bolsel. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten dan Provinsi sangat membantu terlaksananya kegiatan ini.

Dalam sambutan pembukaannya Wagub Steven Kandouw 
mengatakan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan kegiatan jambore BKPRMI, kiranya dapat membawa makna yang baik bagi para pesertanya,. “Kegiatan seperti ini selain menjadi ajang silahturahmi , juga saling mengingatkan mana yang positif dan negatif, bapak gubernur sangat   mendukung kegiatan -kegiatan yang bermakna religius seperti ini," kata wagub.

Saya berharap, usai pelaksanaan ini, generasi remaja masjid bisa menimbulkan kegiatan-kegiatan positif di daerah masing-masing perbanyak kegiatan seperti ini dan jangan mudah terprovokasi,  saling mengingatkan untuk menjaga keamanan dan kedamaian daerah karena sulawesi utara adalah tamansari kerukunan di indonesia.

Wagub Kandouw juga mengingatkan bahaya narkotika karena itu ibarat gunung es kelihatan sedikkt tapj penyebarannya sangat cepat dan jauhi paham - paham  radikalisme, fundalmentalisme serta pergaulan  bebas  karena.dapat merusak masa depan anak bangsa ,  tegasnya.
Saya harap remaja masjid harus menjaga ukhuwah serta cinta akan daerah dan  bangsa. Semoga tidak terlambat  atas nama bapak gubernur mengucapkan  minal aidin wal-faizin mohon maaf lahir dan bathin, tutup Wagub Stevem Kandouw.
( Humas Pemprov Sulut )






  

Gubernur Olly Ajak Masyarakat Jaga Terus Kerukunan

Fungsi pengawasan dan pembinaan serta kontrol sosial di masyarakat harus selalu ditingkatkan agar stabilitas keamanan Sulawesi Utara tetap terkendali.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam peletakan batu pertama gedung gereja di sektor pelayanan Sendangan yang dirangkaikan dengan pentahbisan gedung serbaguna sidang di Gereja KGPM Sentrum Kawangkoan, Minggu (23/7/2017) siang.

"Pengawasan dan pembinaan ini dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar hingga satuan masyarakat yang lebih luas. Jaga terus harmonisasi kehidupan yang rukun dan damai," katanya.

Menurut Olly, jika keadaan rukun dan damai itu terus dipelihara maka akan memberikan pengaruh positif bagi percepatan pembangunan Sulut.

"Saya optimis, apabila semuanya dapat dilaksanakan secara efektif, maka kita aman mampu memberikan kontribusi maksimal bagi percepatan roda pembangunan daerah, demi terwujudnya Sulawesi Utara yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya," paparnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Olly memberikan apresiasi atas pembangunan gedung gereja dan pentahbisan gedung serbaguna yang dilaksanakan bersamaan dengan hari pengucapan syukur bagi masyarakat Minahasa.

"Atas nama Pemerintah Provinsi, masyarakat Sulut serta selaku pribadi dan keluarga, saya mengucapkan selamat berpengucapan syukur kepada seluruh masyarakat Minahasa, sekaligus selamat atas komitmen dimulainya pembangunan gereja dan ditahbiskannya gedung serbaguna kepada seluruh komponen jemaat Sidang Sentrum Kawangkoan," imbuhnya.

Adapun pada ibadah, Firman yang disampaikan oleh Ketua Majelis Gembala KGPM, Gbl. Tedius K. Batasina, S.Th bersumber dari Mazmur 100 ayat 1-5 tentang nyanyian sebagai sarana komunikasi dengan Tuhan yang disertai dengan pengakuan iman.

Adapun kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulut, Ir. Rita Tamuntuan, Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM, Gbl. Fetrisia Alling, M.Th, Kepala Biro Umum, Clay June Dondokambey, S.STP, M.AP, dan Ketua Pimpinan Majelis Sidang KGPM Sentrum Kawangkoan Gbl. Joyke Rambitan, S.Th (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Wagub : Prioritas Pembangunan Daerah Perbatasan





Prioritas pembangunan Sulawesi Utara mulai tergambarkan dengan baik. Melalui program Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, membangun daerah dari pinggiran, sebagaimana penjabaran program Presiden Joko Widodo, pembangunan prioritas daerah perbatasan.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw kemarin saat menghadiri HUT Kabupaten Bolsel ke-9, dimana prioritas program kerja membangun daerah perbatasan.

Steven Kandouw mengaku sangat ironis saat memasuki pintu gerbang Sulut, pembangunan wilayahnya tidak optimal. “Melalui programnya  pak presiden, yaitu membangun dari pinggiran, Sulut akan memulai dari daerah kabupaten perbatasan,” kata Steven.

untuk merealisasikannya, Pemerintah Provinsi akan menganggarkan lebih besar untuk wilayah perbatasannya. Salah satu kabupaten perbatasan yakni Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. “Jangan merasa kecil hati bagi kabupaten-kabupaten lainnya. Program Pemerintah Provinsi ini dilakukan untuk pembangunan Sulut lebih hebat lagi. Sangat tidak nampak pembangunan apabila, pinggiran perbatasan tidak dibenahi dengan baik. Termasuk Bolsel ini, daerah perbatasan Sulut dengan Provinsi Gorontalo,” terang Wagub.

Wagub juga menambahkan, program tersebut dilakukan tanpa harus mengesampingkan daerah kabupaten/kota non perbatasan. “Bukan berarti daerah-daerah lainnya tidak dianggarkan, tapi lebih besar anggarannya di daerah perbatasan,” ucap Steven Kandohw

Disamping itu , ada tiga usulan pembangunan Bandar Udara (Bandara) di Sulawesi Utara (Sulut) yang diterima oleh Gubernur Olly Dondokambey Ketiga Bandara ini terdiri dari Bandara Marore, Bandara Kabupaten Bolsel  dan Bandara Kabupaten Bolmong. tiga usulan tersebut, dikeluarkan rekomendasi untuk pengusulan ke Pemerintah Pusat.
Gubernur Olly Dondokambey telah mengeluarkan rekomendasi untuk ketiganya. “Yang belum terlalu prioritas, Bandar Udara marore. Sudah diusulkan dan rekomendasinya juga sudah dikeluarkan. Menjadi prioritas usulan Bandara di Bolaang Mongondow Raya, yakni Bolsel dan Bolmong,” kata Steven Kandouw

Wagub menilai, dari skala prioritas dengan penghitungan jarak tempuh dengan Pemerintah Provinsi, Bandara untuk Kabupaten Bolsel lebih layak. “Saya berangkat dari Manado menuju Bolsel, sengaja perintahkan sama sopir Kilometernya dikasih nol agar bisa diketahui berapa jauh jarak tempuh yang harus kita lalui. Ternyata kurang lebih kita menempuhnya dengan jarak 250 kilometer dengan waktu empat jam lebih,  ujar  Steven Kandouw

Namun katanya tidak menutup kemungkinan, Kabupaten Bolmong juga bisa memperolehnya. Alasannya rekomendasi dikeluarkan keseluruhan oleh Gubernur. “Kalau di Bolmong, sudah menetapkannya dalam APBD untuk pembebasan lahan, jelas Steven.

Lanjut Wagub, Untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), belum ada pembebasan lahan untuk pembuatan bandara. “Silahkan Pak Bupati, percepat apa yang menjadi usulan tersebut. lahannya harus jelas. Tidak ada masalah lagi di wilayah, karena itu adalah salah satu ketentuannya,” ungkap Wagub.

Hal lainnya yang menjadi pertimbangan Pemerintah Provinsi Sulut dengan keberadaan bandara di Bolaang Mongondow Raya, ketersediaan fasilitas kesehatan yang masih belum optimal. Dimana Rumah Sakit rujukan belum ada. “Setiap tahunnya, jumlah orang meninggal di Ambulance saat dirujuk di rumah sakit mengalami peningkatan. Solusi pembangunan Sulut, BMR harus punya rumah sakit rujukan yang menjadi acuan dari Lima Kabupaten/Kota. Lebih optimal lagi punya bandara. Misalnya di Bolsel, pasiennya gawat, harus dilarikan ke RS Kandou Manado, menempuh perjalanan Lima Jam paling lambat. Pasien paling gawat, tentunya belum sampai sudah meningggal duluan. Rumah Sakit rujukan dan Bandara, bisa menunjang kebutuhan masyarakat,” tutup Wagub Steven Kandouw