Selasa, 26 Juli 2016

Pemprov Launching Kelompok Sahabat Anak

Sesuai Undang-Undang nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, mengamanatkan bahwa hak mencakup hak hidup, tumbuh berkembang dan berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan serta mendapat perlindungan dari berbagai tindak kekerasan, perdagangan anak, eksploitasi serta diskriminasi.

Pada kegiatan launching Kelompok Peduli Sahabat Anak di sekolah-sekolah tingkat Provinsi Sulut sekaligus kampanye Bersama Lindungi Anak (BERLIAN) pada Selasa (26/07) pagi tadi di Hotel Peninsula Manado, dalam sambutan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw yang disampaikan Sekertaris provinsi (Sekprov) Sulut, Siswa R Mokodongan mengatakan meskipun telah ditetapkan didalam UU kualitas hidup dan perlindungan khusus anak masih membutuhkan perhatian, khusus anak masih membutuhkan perhatian yang besar.

Disebutkannya berdasarkan data angka prevalensi kekerasan terhadap anak di sulut, sejak tahun 2013 kasus kekerasan terhadap anak tercatat sebanyak 343 kasus.

“Untuk tahun 2014 meningkat menjadi 345 kasus, tahun 2015 meningkat lagi menjadi 396 kasus ini sangat memprihatikan sehingga sangat berdampak terhadap tumbuh kembang anak,”terangnya.

Kegiatan yang dimotori oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) bersama Badan P3A Provinsi Sulut itu, oleh Kepala BP3A, Erni Tumundo mengatakan kegiatan ini nantinya untuk kelompok-kelompok akan disuport  disekolah-sekolah di Kabupaten Kota. 

“Untuk anggarannya nanti di Kabupaten Kota akan kami bekerjasama dengan BP3A di Kabupaten Kota. Yang terpenting kita bisa mengantisipasi dulu saat ini. Bukan dikatakan darurat, namun ini hanya bentuk antisipasi untuk kondisi kekerasan terhadap anak di Sulut. Kedepan akan kami pacu lagi, karena pada hari ini baru lonching,”ujar Tumundo.

Turut hadir Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Valentin Ginting, serta para anak-anak disejumlah sekolah di Sulut.(Humas Pemprov Sulut).

Sekprov: Narkoba dan HIV/AIDS telah menjadi Masalah Internasional

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut Ir Siswa R Mokodongan menyatakan, penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan bahan berbahaya lainnya (Narkoba) serta masalah HIV/AIDS dengan berbagai implikasi dan dampag negatifnya telah menjadi masalah internasional, nasional, bahkan telah menembus tatanan kehidupan masyarakat lokal di daerah termasuk Sulut. Pernyataan Sekprov tersebut disampaikan Karo Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dr Bahagia Mokoagouw saat membukan kegiatan koordinasi dan konsultasi masalah penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS di ruang Mapaluse, selasa (26/07) kemarin. Kompleksitas permasalahan ini telah
Menjadi ancaman terhadap tatanan kegidupan masyarakat, bangsa dan negara serta dapat melemahkan ketahanan nasional yang dapat menghambat jalannya pembangunan. Katanya.
Kecenderungan penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS memiliki daya adiksi (ketagihan) yang sangat berat, juga daya toleran (penyesuaian) dan habitual (kebiasaan) yang sangat tinggi. Ketiga sifat itulah yang menyebabkan pemakai narkona tidak bisa lepas dari cengkeramannya. Disisi lain, menimbulkan dampag negatif yang sangat besar, baik di bidang ekonomi, sosial budaya maupun kesehatan. Olehnya, Dalam konteks itulah, diperlukan upaya pencegahan dalam penanggulangan narkoba dan HIV/AIDS, yang bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerimtah saja, tetapi merupakan tanggungjawab kita bersama segenap lapisan masyarakat, keluarga, LSM, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga lainnya, disamping layanan pengobatan dan perawatan. Disadari bersama saat ini konsumsi narkoba cenderung menjadi gaya hidup pada sebagian orang terutama generasi muda, jelasnya. Karena itu menjadi harapan, melalui momentum ini dapat menjadi salah satu solusi alternatif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba serta masalah HIV/AIDS, dengan senantiasa mengedepankan aspek kemanusiaan, supremasi hukum, nilai-nilai moral, etika dan agama, tandas Mokodongan seperti di tuturkan Mokoagouw.
Sementara Kabag  fasilitasi Sosial dan Keagamaan Olga Saisab SSos menyebutkan, maksud dari kegiatan itu, untuk mengadakan evaluasi sejauh mana strategi penanggulangan narkoba dan HIV/ADIS di implementasikan kepada masyarakat, serta mengadakan sosialisasi kepada lembaga pemerintah dan LSM yang terkait tentang kinerja dan persoalan yang dihadapi serta langkah solusinya, sedangkan Narasumber, Kepala BNN Provinsi Sulut Kombes Pol. Drs Sumirat Dwiyanto MSi, Sekretaris KPA Sulut dr MSJ Tangel Kairupan serta Karo Kesra sendiri. Pesertanya dari SKPD terkait serta LSM peduli narkoba dan HIV/AIDS, tambah Saisab. (Humas Pemprov Sulut).

Wagub Hadiri Pembukaan Jumbara Nasional PMR ke VIII


Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw Bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK provinsi Sulut Dr. Kartika Defi Tanos menghadiri pembukaan kegiatan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat nasional ke VIII di bumi perkemahan Tonase I, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (26/7).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Lebih dari 2.500 peserta Jumbara yang terdiri dari PMR di seluruh Indonesia dan 10 perhimpunan nasional negara sahabat yang terdiri dari Vietnam, Thailand, Kamboja, Pulau Solomo, Timor Leste, Brunei Darussalam, Italia, Myanmar dan Jepang.

Dalam sambutan Wapres Jusuf Kalla berharap dengan kegiatan Jumbara ini dapat mengoptimalkan kontribusi PMR, serta umumnya PMI dalam membantu menangani masalah sosial seperti penganangan bencana, kesehatan, penyalahgunaan narkoba dan masalah sosial lainnya. Peserta juga diharapkan dapat berbagi pengalaman di daerahnya masing-masing dengan mengedepankan prinsip ikhlas membantu, serta kerja gotong-royong bersama-sama.

"Banyak masalah sosial, bencana, kesehatan, narkoba, ada masa depan yang harus kita capai, dalam Jumbara ini saya harapkan dapat dijalankan dengan gembira, prinsip membantu bersama harus dijalani, haruslah bekerja bersama sama," ungkap Wapres.

Dalam kegiatan Jumbara Nasional ini juga dilakukan tiga penandatanganan nota kesepahaman, diantaranya kerjasama PMI dengan Kemenkominfo mengenai peningkatan layanan kepalangmerahan dengan optimalisasi pamanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Kerjasama PMI dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang pembinaan dan pengembangan kegiatan kepalangmerahan di satuan pendidikan, serta kerjasamaa PMI dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) tentang penyalahgunaan narkoba dalam rangka darurat narkoba.

Wapres Jusuf Kalla juga melakukan penanaman pohon Mangrove secara simbolis di desa Maccini Baji, Kecamatan Labakka, Kabupaten Pangkeb. Sebanyak 250 anggota PMR ikut serta menanam pohon Mangrove bersama Ketua PMI sebagai bagian dari upaya pemeliharaan lingkungan dan pengurangan resiko bencana pesisir.

Selesai mengikuti pembukaan acara, Wagub Kandouw yang juga merupakan ketua PMI Sulut di dampingi ibu bersama pengurus PMI Sulut berkesempatan meninjau tenda kontingen PMR Sulut, kepada para peserta Wagub berpesan agar menjaga kesehatan selama mengikuti kegiatan, memberikan prestasi daalm setiap lomba yang diselenggarakan panitia dan tetap menjaga kebersamaan atar sesame dan rekan-rekan PMR dari daerah lainya.(Humas Provinsi Sulut)

Kemenpan RB, Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemprov

Tim evaluasi akuntabilitas kinerja dan reformasi birokrasi (RB) Kemenpan RB dipimpin Asisten Deputy (Asdep) Akuntabilitas Pengawasan dan RB Naftali Sipayung selaku supervisor tim, serta Kabid Pengawasan Agusdin Mutaqim yang juga selaku Ketua Tim Evaluasi ini, usai diterima Wagub Sulut Drs Steven Kandouw di ruang kerjanya , Senin lalu, langsung melakukan evaluasi akuntabilitas kinerja dan reformasi birokrasi bagi seluruh SKPD lingkup Pemprov Sulut serta 4 Kabupaten/Kota yakni Manado, Bitung, Minut dan Mitra sebagai lokus. Hal itu dibernarkan Karo Organisasi Setda Provinsi Sulut Farly Kotambunan SE di ruang kerjanya Selasa (26/07) kemarin.  Kotambunan mengatakan, tim yang beranggotakan 5 personil itu, intinya melihat sasaran kinerja dan RB di seluruh SKPD Pemprov Sulut apakah sudah sesuai dengan renja dan renstra serta selaras dengan visi misi Gubernur yang tertuang dalam RPJMD Sulut serta program nawa cita yang di gulirkan oleh Presiden Joko Widodo. Karena itu mantan Karo Umum Setda Provinsi Sulut ini berharap, SKPD lingkup Pemprov harus proaktif selama berlangsungnya evaluasi ini.
"Kita harus mendukung sepenuhnya penyiapan pematangan dan evaluasi ini, karena menjadi target Gubernur dan Wagub Sulut SKPD Pemprov dan 4 Kabupaten/Kota harus mendapat predikat A dalam penilaian tim dari Kemempan RB nanti, karena tahun kalu kita baru mencapai predikat B", ujar Kotambunan.
Namun saya merasa optimis lewat  kepemimpinan OD-SK bisa memperoleh nilai predikat A tersebut, asalkan seluruh SKPD Pemprov dan 4 Kabupaten/Kota siap membantu melayani tim dalam melaksanakan tugas evaluasi ini, tandas mantan Karo Pembangunan Setda Provinsi Sulut ini.
turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi dan Apsisten Administrasi Umum Ch. Talumepa SH MSi. (Humas Pemprov Sulut).

Senin, 25 Juli 2016

Wapres Harap PMR Sulut Aktif Dalam Berbagai Kegiatan Sosial

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla megharapkan para anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang ada di provinsi Sulut untuk bisa diberdayakan secara maksimal dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, untuk menumbuhkembangkan jiwa sosial rasa kebersamaan saling membantu antar sesama.

Penegasan tersebut disampaikan Wapres saat menghadiri makan malam bersama dengan para ketua Palang Merah Indonesia (PMI) se Indonesia dalam rangkaian acara Jumpa Bakti Gembira (JUMBARA)  Palang Merah Remaja Nasional ke VII yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel di kota Makassar, Senin (25/7).

Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven Kandouw yang juga merupakan ketua PMI Sulut duduk se meja dengan Wapres sambil menikmati jamuan makan malam yang sudah disiapkan panitia.

Wagub sendiri menyambut baik pesan yang disampaikan Wapres, PMR Sulut dibawah nauangan PMI harus lebih kreatif, memupuk rasa kebersamaan dimana tugas dari PMI dan PMR bukan saja hanya dalam lingkup terbatas, namun sangat luas, semua harus bisa terjun dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.(Humas Provinsi Sulut)

Rabu, Ribuan Lansia Penuhi Minut

Gubernur Lantik Wagub Jadi Ketua Komda Lansia Sulut

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey Rabu (27/7) bakal melantik Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw sebagai ketua Komisi Daerah (Komda) Lanjut Usia (Lansia) provinsi sulawesi utara. Pelantikan tersebut akan dilaksanakan pada acara peringatan hari Lanjut Usia nasional yang akan dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Utara.

Dalam rapat persiapan terakhir pelaksanaan acara yang dipimpim langsung Wagub di ruang rapatnya Senin (25/7) sejumlah persiapan akhir dibahas guna kelancaran acara nanti.

Direncanakan sekitar 2000 orang lansia se Sulut akan menghadiri acara tersebut, sejumlah kegiatan juga dipersiapkan oleh panitia pelaksana bagi para lansia, rencananya juga para lansia akan menerima sejumlah bantuan dari pemrov Sulut.

Wagub Kandow dalam arahanya mengatakan kegiatan ini harus berjalan sukses, seluruh panitia yang dipercayakan membidangi tanggungjawab masing-masing agar bekerja dengan baik. Kadis Sosial Provinsi Sulut dr Lisye G Punuh MKes, menambahkan, pihaknya telah siap melaksanakan kegiatan tersebut, sekaligus berharap, pada puncak acara nanti, lansia hadir tepat waktunya. (Humas Pemprov Sulut).

Wagub: Festival Pesona Bunaken Jadi Entry Point Pariwisata Sulut








Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw menegaskan, Festival pesona bunaken 2016 akan dijadikan entry point bagi pengembangan sektor kepariwisataan di daerah ini.
Penegasan orang nomor dua di Sulut itu disampaikan ketika membuka festival tersebut di kawasan Megamas Manado, Senin (25/07) kemarin.
Sudah lama festival bunaken tidak dilaksanakan, setau saya dulu pernah ada festival bunaken disatukan dengan festival danau tondano di jaman Gubernur EE Mangindaan, dan baru kali ini kembali dilaksanakan.
Karena itu menurut Wagub perlu digiatkan kembali karena sudah banyak wisatawan datang di Manado, apalagi waktu dekat ini bandara Internasional Sam Satulangi sudah akan dibuka selama 24 jam.
"Bapak Gubernur berkeinginan  menjadikan festival bunaken sebagai entry point pariwisata Sulut, karena sektor ini menjadi program prioritas setelah sektor pertanian, perkebunan, pendidikan dan kesehatan", ujarnya.
Sektor pariwisata perlu terus di dorong bahkan diakselerasi terus menerus karena kurangnya perhatian serius dari stakeholders di sektor ini.
Apalagi dengan terobosan yang luar biasa dilakukan orang nomor satu di Sulut dengan mendatangkan ribuan turis dari tiongkot, ke daerah Sulut, tentunya harus dijawab dengan memperbanyak kegiatan wisata. Kita pun memiliki 161 destinasi wisata seperti wisata selam, paling banyak memiliki diver maupun instruktur serta dive spot (lokasi penyelaman), tapi juga wisata religius dan wisata alam. Dari segi kultur dan SDM sulut terkenal afirmatif dengan budaya asing. Ini merupakan momentum kita, baik pengusaha angkutan, restoran, perhotelan, sovenir untuk memanfaatkan peluang yang besar ini, kesemuanya itu tentunya akan memberikan multyplier effect bagi daerah kita, jelas politisi PDIP Sulut ini.
Sementara Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulut Ir Happy Korah MSi, menyebutkan, kegiatan yang akan berlangsung hingga 29 Juli 2016 mendatang di kawasan Megamas, Mantos dan Bunaken meliputi lomba memancing, lomba perahu hias, konser musikpesona bunaken oleh Band Ungu, road show ke bunaken, lomba musik bambu dan musik kolintang. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Disbudpar Sulut dengan Kementrian Pariwisata RI. Dengan untuk pengembangan promosi melalui produk pariwisata dalam rangka peningkatan arus kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara, tandas Korah. Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Kartika Devi Tanos, unsur Forkopimda Sulut, pejabat teras Pemprov, serta Kadis Pariwisata Kabupaten/Kota. (Humas Pemprov Sulut).