Rabu, 14 Agustus 2013

MRP Akui SHS Adalah Sosok Pemimpin Masyarakat Majemuk

Sebanyak 14 orang anggota Majelis Rakyat Papua  (MRP) dipimpin Ketua Pokja Keagamaan Pdt Samuel Karubaba Waromi SH yang bertindak selaku pimpinan rombongan melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang di Kantor Gubernur, Rabu (14/8) kemarin.
 Kedatangan lembaga adat setara DPRD ini, untuk melakukan dialog keagamaan bersama Pemprov dan BKSAUA Sulut, sebab MRP menilai daerah sulut telah menjadi laboratorium kerukunan di tanah air, ujar Pdt Waromi, sembari menyebutkan, penting bagi kami melakukan dialog ini, karena sudah menjadi kerinduan sesama anak bangsa yang ingin mendengar langsung berbagai arahan dan masukan dari Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang yang kami akui sebagai salah satu pemimpin daerah yang memiliki segudang pengalaman birokrat, sekaligus telah menjadi sosok pemimpin masyarakat majemuk. sebab dibawah kepemimpinan beliau sulut telah menjadi daerah teraman di Indonesia.
Alasan inilah sehingga kami ingin melakukan dialog keagamaan disini, karena kami diberi kewenangan oleh masyarakat papua untuk memupuk keberagaman budaya sekaligus menjaga kerukunan dan keamanan di tanah papua yang didiami 255 suku yang terbagi kedalam 7 wilayah adat, walaupun beda tapi satu dalam kultur, jelas Waromi.
Kesempatan itu Sarundajang menjelaskan, potensi sulut terutama perikanan dan pertambangan yang memiliki kesamaan dengan papua termasuk kerukunan di sulut. Sesungguhnya, sulut dan papua adalah satu, kita hanya dipisahkan oleh sejarah, karena 40 tahun lalu banyak guru-guru asal  minahasa dikirim untuk mengajar di  tanah papua yang dikenal sebagai tanah damai dan merupakan bagian integral dari NKRI.
Dikatakannya, bangsa Indonesia  kaya akan potensi keberagaman agama, suku serta adat istiadat, didalamnya termasuk sulut dan papua dan ini harus disyukuri sebagai karunia dari Tuhan, tinggal bagaimana kita  dikelola itu dengan baik sehingga bisa tercipta suasana rukun dan damai. Contohnya  kerukunan disulut memiliki banyak jawaban “mengapa sulut rukun” ini bukan semu tetapi tulus karena didukung oleh seluruh komponen masyarakat yang didalamnya ada BKSAUA yang sudah ada sejak Tahun 1965 serta FKUB. BKSAUA memiliki jaringan hingga kedesa-desa, Mereka inilah yang membantu pemerintah daerah menjadi peredam terjadinya gejolak sosial, ujar Gubernur dua periode hasil pilihan rakyat.     
Karena itu mantan Irjen Depdagri, memberi suport kepada MRP untuk terus bekerja keras, saya akan bersama kalian dalam mencari formula terbaik demi kepentingan rakyat papua, sembari menyebutkan, sebenarnya saya berutang kepada rakyat papua, karena tahun lalu pernah diundang ke sorong, tapi karena kesibukan yang tak bisa ditinggalkan sehingga dibatalkan. Namun lewat kesempatan ini sebelum berakhir masa jabatan  pasti akan datang kesana, sebab bagi saya papua tidak asing lagi, karena pernah dipercayakan pemerintah pusat  untuk menyelesaikan tapal batas antar negara yaitu  Indonesia dan PNG di Fanimo, dan waktu itu berhasil menetapkan batas kedua negara, ujar DR HC Kepemimpinan Masyarakat Majemuk yang diberikan Universitas Negeri  Ibrahim maulana Malik Malang.   

Turut Hadir Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen, Inspektur Mecky M Onibala, Karo Kesra Dr. Bahagia R Mokoagow, Karo Organisasi Jemmy Ringkuangan serta presidium BKSAUA. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).    




Selasa, 13 Agustus 2013

Pemprov Bakal Jemput Kedatangan Rombongan KSD

Rencana kedatangan ratusan rombongan Kawanua Se Dunia (KSD) pulang kampung (pulkam) dalam rangka ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-68 dan rangkaian peringatan HUT Provinsi ke-49 di daerah ini, akan tiba pada Rabu (21/8) nanti,  dan akan di jemput khusus oleh Pemerintah Provinsi Sulut  di Bandara Internasional  Sam Ratulangi  Manado. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Dr. Djouhari Kansil MPd saat menerima Ketua I BPP KSD Mieke Tumurang di ruang kerjanya, Selasa ( 13/8) kemarin.
Kedatangan mereka nanti sudah dikoordinasikan dengan SKPD terkait, sehingga diharapkan mulai dari kedatangan sampai dengan kegiatan kemanusiaan yang akan mereka lakukan di berbagai Kabupaten/Kota  semuanya bisa berjalan lancar, karena telah  di back up langsung oleh pemprov maupun Kab/Ko yang dikunjungi, ujarnya. Sebab kehadiran para KSD di tanah leluhur, memiliki makna patriotisme yang sangat mendalam karena bertepatan dengan peringatan HUT Kemeredekaan RI ke-68 dan rangkaian HUT Provinsi ke 49.  Mieke Tumurang yang juga selaku penanggung jawab KSD pulkam menyebutkan selama di Manado akan melaksanakan berbagai kegiatan sosial dipanti asuhan dan panti werdha di enam kab/ko hingga pelayanan kesehatan, ujar wanita kelahiran Kota Tomohon. Sebelumnya tanggal 22 Agustus akan bersih-bersih laut bunaken dan danau tondano serta akan menghadiri pertemuan kaum lansia di stadion parasamya walian tomohon, fashion show yang di akhiri Ibadah oikumene di rudis Gubernur Sulut di bumber. Isteri tercinta dari Michel Renaud, menambahkan KSD juga telah membantu pendidikan bagi siswa kurang mampu di Minahasa Bitung dan Minut, yang kami lakukan ini dalam rangka ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-68 sekaligus memeriahkan HUT Provinsi Sulut ke-49 Tahun ini sesuai visi dan misi KSD yaitu melakukan aksi sosial kemanusiaan. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen selaku Ketua Panitia HUT Kemeredekaan RI ke- 68 dan HUT Provinsi Sulut ke-49, Asisten Ekbang Sanny Parengkunan, Kepala Bappeda Roy Rorirng, Kadis Koperasi dan UKM Mourits Berhandus dan Karo Ekonomi Linda Watanian (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).    


Panpel HUT Kemerdekaan Mantapkan Kesiapan

Semakin dekatnya peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-68, Panitia pelaksana (Panpel) terus memantapkan kesiapannya. Dipimpin langsung Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen selaku Ketua Umum Panitia Pelaksana, 
Melakukan pertemuan dengan sesama anggota panitia di ruang kerja Karo Pemerintahan dan Humas, Selasa (13/8) kemarin. Pertemuan itu dimasukdan untuk pengecekan kesiapan dari setiap seksi guna lancarnya rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan tahun ini, jelas Silangen.

Silangen menyebutkan, tentatif jadwal acara peringatan ini, sudah ada tinggal pelaksanaannya yang dimulai dengan pengukuhan Paskibraka Kamis (15/8) sore diruang Mapalus, kemudian Jumat (16/8) mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI di Ruang Sidang  DPRD, dilanjutkan dengan Taptu dihalaman Mapolda dan Apel Renungan Suci di TMP Kairagi. Sabtu (17/8) Adhi Bangkit di Gubernuran Bumi Beringin, Upacara Pemberian Remisi di lapan Tuminting, kemudian Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman Kantor Gubernur, Ramah tamah dengan para Perintis Kemerdekaan (LVRI), Upacara penurunan Sang Merah Putih serta resepsi kenegaraan di rudis Gubernuran pada malam harinya. Kemarin  siang, Silangen juga telah melakukan pemeriksaan Bendera Sang Merah Putih yang akan digunakan pada Upacara Detik-Detik Proklamasi 17 Agusutus 2013 nanti. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).  


       

Senin, 12 Agustus 2013

116 Pegawai Pemprov Tidak Ikut Apel Kerja

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut, Ir Sandra Moniaga menyebutkan, sedikitnya ada 116 Pegawai yang bertugas di jajaran Pemprov Sulut tidak mengikuti apel kerja bulan Agustus, yang di pimpin Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd dihalaman Kantor Gubernur, Senin (12/8) kemarin. Ketidak hadiran 116 Pegawai tersebut Moniaga menyebutkan bukan tanpa alasan, sebab mereka itu telah mendapat tugas khusus dari pimpinan SKPD masing-masing. Lanjut dikatakannya ada 35 pegawai sementara mengikuti Diklat Kepemimpinan, kemudian isin 1 orang, alasan sakit 3 orang, cuti 1 pegawai serta dinas luar dua orang, tandas Moniaga yang didampingi Kabid Pembinaan dan Pengawasan Vecky Solang.
 Kesempatan itu, Wagub Djouhari Kansil atas nama pribadi maupun keluarga taklupa mengucapkan selamat Hari  Raya  Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriah kepada seluruh rekan-rekan pegawai yang beragama Islam, Minal Aidin Walfaidzin Mohon Maaf Lagir dan Bathin.        
Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, kita senantiasa diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, karena pelayanan publik merupakan barometer trnasparansi dan akuntabilitas. Aktualisasinya, maka kepada kita semua harus senantiasa menghadirkan pelayanan yang responsif, cepat tepat dan adil serta tidak berbelit-belit kepada masyarakat. Sementara sebagai arsitek pemerintahan dan pembangunan, maka Kansil minta untuk senantiasa memposisikan diri sebagai aparatur yang memiliki inovasi tinggi serta  bermoral yang baik, katanya. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov)



   

Kansil hadiri pelantikan Rektor De La Salle Manado

Perguruan tinggi merupakan lembaga institusi pendidikan tinggi yang bersifat kompleks dan unik karena sebagai organisasi yang didalamnya terdapat berbagai dimensi yang saling berkaitan dan saling menentukan  serta mempunyai karakter tersendiri dimana terjadi proses belajar mengajar dan tempat terselenggaranya pembudayaan kehidupan umat manusia. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sulut DR. Djouhari Kansil, MPd saat menghadiri pelantikan Rektor Unika De La Salle Manado (12/8) di ruang serba guna.
Kansil mengatakan bahwa Rektor adalah seseorang yang menentukan titik pusat dan irama suatu perguruan tinggi sehingga keberhasilan perguruan tinggi adalah keberhasilan seorang rektor dalam memimpin, mengatur dan menjalankan organisasi karena rektor berperan sebagai kekuatan sentral yang menjadi penggerak perguruan tinggi.
“Ditengah-tengah tekad dan komitmen Pemprov Sulut untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sulawesi utara didalamnya termasuk Unika De La Salle Manado untuk senantiasa bersinergi, mendukung dan mensukseskan setiap kebijakan dan program pemerintah provinsi sebagai subangsih pemantapan eksistensi sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan asia pasifik” Harap Kansil.

Sebelumnya dilakukan pelantikan Rektor Unika De La Salle Manado periode 2013 – 2017, Revi R. H. M. Tanod, SS, SE, MA oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Katolik De La Salle Manado Pastor Benny Salombre, Pr yang disaksikan oleh pastor Joseph Suatan, Pr. . (Jubir Pemprov Sulut, Judhistira Siwu, SE,MSi)



Wagub: Soal Tindaklanjut Temuan Inspektorat Masih Ada SKPD Belum Tuntas

Dari hasil evaluasi rapat pimpinan (Rapim) terkait dengan tindaklanjut hasil temuan Inspektorat untuk TA 2012/2013, ternyata sampai saat ini masih ada beberapa SKPD yang belum menindaklanjutinya. Hal itu sangat disayangkan oleh Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, pada saat memimpin rapim  evaluasi  temuan Inspektorat tersebut di kantor Gubernur, Senin (12/8) kemarin. Didampingi Inspektur Provinsi Drs. Mecky M Onibala MSi dan Asisten Administrasi Umum Nixon Watung SH, Kansil menyatakan, ini semua akibat dari tidak mau dengar serta  kurangnya tanggungjawab  Kepala SKPD atas arahan pimpinan, sehingga temuan yang semestinya segera  ditindaklanjuti tapi belum dilakukan, padahal ini merupakan perintah dari Pak Gubernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang, karena beliau  terus menerus mengecek kepada saya maupun kepada Pak Inspektur apakah semuanya  sudah tuntas diselesaikan atau belum.
Terkesan banyak alasan yang berbelit-belit, maka Kansil memberi deat line untuk batas pemasukan laporan administrasinya ke Inspektorat Provinsi paling lambat Pukul 15:00 kemarin. "Kalian saya kasih waktu sampai jam 3 sore ini (kemarin) untuk segera masukan laporan ke Inspektorat, karena pada malam harinya akan segera disampaikan kepada Pak Gubernur", jika sampai pagi harinya (hari ini)  di cek kembali masih ada SKPD kumabal, maka akan mendapat teguran dari pimpinan,  kata putra terbaik nusa utara.
Onibala sendiri juga meminta perhatian seriuas dari rekan-rekan kepala SKPD, karena ini sudah menjadi  komitmen kita bersama, untuk memajukan daerah ini. hendaklah kiranya kita mau peduli dengan harapan pimpinan. Karena itu mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra lebih lanjut mengatakan pemprov akan terus melakukan evaluasi kinerja pimpinan SKPD terkait dengan tugas-tugas bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan daerah. Kita juga tetap bertekad untuk tahun depan WTP tetap dipertahankan, karena sampai saat ini pemprov telah tiga kali meraih predikan ini dari BPK-RI, sembari berharap kabupaten/kota dapat belajar dari pemprov soal pengelolaan keuangan termasuk seluruh kepala Inspektorat di kab/ko, karena BPK-RI telah mewarning tahun depan enam kab/ko di sulut harus meraih predikat WTP, jika gagal maka pemprov dianggap lalai melakukan pembinaan, kunci mantan penjabat Bupati Minsel. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).


                

Kawanua Sedunia Warnai HUT RI dan HUT Prov Sulut

 Reuni Kawanua Sedunia Pulang Kampung (Pulkam) akan mewarnai peringatan   HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68 dan HUT ke-49 Provinsi Sulut Tahun 2013.  Kehadiran  ratusan kawanua  sedunia pulkam yang dipimpin penanggung jawab Ibu Mieke Tumurang kali ini, sudah dimasukan dalam tentatif acara Panitia, ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Edwin Silangen MS selaku Ketua Umum Panitia HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-68 dan HUT ke-49 Provinsi Sulut Tahun 2013, usai apel kerja bulan Agustus di halaman kantor Gubernur, Senin (12/8) kemarin.
Silangen mengatakan, mereka akan tiba di daerah ini, pada tanggal 21 Agustus 2013. Selama lima hari berada di tanah leluhur, nantinya mereka akan menggelar berbagai kegiatan sosial berupa penghijauan di seputaran danau tondano, kunjungan ke panti asuhan dan panti werdha serta pelayanan kesehatan di minahasa, tomohon, bitung, minut serta mitra dan minsel. Selain itu para kawanua sedunia akan menghadiri perayaan lansia Sinode GMIM yang akan digelar di lapangan parasamya tomohon serta acara fashion. Sedangkan puncak acara nanti akan dilaksanakan di kediaman Gubernur Sulut Dr.Sinyo Harry Sarundajang di bumi beringin manado dalam bentuk Ibadah Oikumene, jelas mantan Kadispenda Sulut ini. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).