Kamis, 03 Oktober 2013

Data Hutan Sulut jadi Contoh Nasional

Pemerintah Provinsi Sulut mendapatkan apresiasi dan pujian dari Komisi IV DPR RI terkait penyampaian data kehutanan.
hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen, SE,MS Kamis (3/10).
"Pemerintah Provinsi diwakili Wakil Gubernur Djouhari Kansil, diberikan apresiasi seusai memaparkan materi hearing dengan komisi IV," ujar Silangen.
Bahan pemaparan Sulut sangat lengkap sesuai dengan koordinat luas hutan, sehingga akan dijadikan contoh bagi kementrian kehutanan dan provinsi lainya dalam pengajuan konvensi hutan
Dalam waktu dekat ini Komisi IV DPR RI akan langsung turun ke Sulut untuk meninjau data yang diberikan.
Diketahui Pemprov Sulut mengajukan rencana pola ruang kawasan hutan lindung yang meliputi Bolmong raya seluas 95.088,56 ha, Minahasa 10.252 ha, Minsel dan Mitra 22. 664 ha, Minut 17.396ha, Sangihe dan Sitaro 13.750 ha, Talaud 10.199 ha, Bitung 5.977 ha, MAnado 1.202 ha dan Tomohon seluas 585 ha.
para pejabat yang turut hadir mendampingi Wagub dalam pemaparan tersebut Wawali Bitung, Bupati Mitra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sanny Parengkuan,serta bebeapa anggota DPRD Sulut.

Silangen: Pameran ditutup Hari Ini

Pameran pembangunan yang berlangsung selama dua Minggu  sejak 21 September s/d 4 Oktober 2013 di lokasi Pameran Kaiwatu Manado, dipastikan akan ditutup  Jumat (4/10) nanti.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE,MS selaku Ketua panitia HUT Provinsi Sulut ke 49.
"Penutupan pameran yang sebelumnya dijadwalkan senin 30 september lalu, namun ditunda hingga sabtu mendatang," kata Silangen.
penutupan dipastikan dengan adanya surat Gubernur dengan nomor 005/38404/Sek-Ro.Pemhumas. Pada penutupan nanti akan diumumkan pemenang stand terbaik.
Memang diakui ajang pameran pembangunan ini telah menjadi salah satu sarana hiburan rakyat, karena terbukti setiap tahun selalu ada penundaan penutupan”, tambah Silangen yang juga pernah menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum, sembari mengatakan pameran pembangunan ini, tidak hanya menyajikan hiburan saja melainkan ikut menampilkan hasil-hasil capaian pembangunan yang disajikan oleh peserta pameran, mulai dari stan pemerintah kabupaten/kota, unsur TNI/Polri, SKPD, Organisasi Wanita, perbankan maupun stand dari kalangan swasta.(Kabag Humas Judhistira siwu, SE,Msi selaku Jubir Pemprov)

Rabu, 02 Oktober 2013

KPK Gelar Semiloka Pencegahan korupsi di Sulut



Dalam upaya pencegahan korupsi dengan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di Sulawesi Utara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sulut menyelenggarakan semiloka pencegahan korupsi terkait upaya peningkatan akuntabilitas pelayanan publik, pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja (APBD) Sulut.
Kegiatan tersebut digelar Rabu (2/10) bertempat di ruang huyula kantor Gubernur Sulut di hadiri oleh gubernur Sulut DR. S.H Sarundajang, Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono, Deputi bidan Polsoskam BPKP Binsa Simajuntak Bupati/Walikota dan pejabat di jajaran Pemprov Sulut.
Pada kegiatan tersebut difokuskan pada upaya perbaikan pelayanan publi dan pengelolaan APBD yang transparan dan akuntabel. “Pelayanan publik yang baik merupakan elemen vital dalam pemberantasan korupsi,”ujar Giri Suprapdiono.
Pada semiloka itu dipaparkan rencana aksi hasil kegiatan koordinasi dan supervisi pencegahan tahun 2012 dan hasil pengamatan perubahan APBD yang dilaksanakan pada tahun 2013 serta hasil pengamatan pada sektor pertambangan dan sektor pendapatan di Sulut.
Pada kesempatan itu KPK dan BPKP juga mendorong partisipasi masyarakat untuk memberi masukan dan mengawal implementasi rencana aksi yang disampaikan oeh pemerintah.
Gubernur Sulut dalam sambutanya menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut, dimana kegiatan itu dapat mendorong pemerintah khususnya Kabupaten Kota untuk legih giat lagi berusaha meraih predikat WTP. “Saya mengaharapkan daerah yang belum mendapatkan WTP bisa lebih serius dalam pengelolaan keuangan, ujar Sarundajang.(Kabag Humas Judhistira Siwu, SE,Msi selaku jubir Pemprov)


APCG dipastikan berlangsung 8 Oktober 2013



Pemerintah Provinsi Sulut telah siap menggelar Perhelatan 3rd Asian Pasific Coir Game (APCG) yang akan berlangsung di Provinsi Sulawesi Utara pada pertengahan bulan Oktober 2013 mendatang.
Perhelatan besar tersebut rencananya akan dilaksanakan 8 sampai 18 Oktober mendatang di kota Manado. Sulut sendiri dipilih sebagai tempat pelaksanaan untuk mencoba mengangkat seni sebagai satu kekuatan dan keunikan Sulut sebagai daerah yang masyarakatnya sangat piawai dalam paduan suara dan beberapa kali mengukir prestasi di kompetisi internasional.
Sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan sosialisasi yang digelar Rabu (2/10) bertempat di hotel Swiss Bell Manado.
Sosialisasi tersebut ikuti oleh sejumlah pihak terkait. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sulut mewakili Pemerintah Provinsi Sulut menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Mewakili Gubernur Sulut kami menyambut baik kegiatan ini, karena dapat membuka wawasan dunia internasional terhadap Indonesia, khususnya Sulut sehingga daerah ini menjadi destinasi wisata, Untuk itu, masyarakat diminta mendukung bersama suksesnya penyelengagraan kegiatan tersebut,” kata Kadishub Sulut Drs. J Oroh.
Dalam acara yang rencananya akan di hadiri kurang lebih 5000 peserta dengan masing-masing keberagaman yang mampu menyatu dalam harmonisasi seni sebagai bahasa global, dapat menjadikan Slut sebagai duta seni budaya daerah sehingga mampu mengangkat citra daerah sebagai barometer paduan suara Indonesia.
Rencananya, lokasi kegiatan di Empat tempat yaitu di Gereja Sentrum Manado, Gereja Tiberias Gedung Joang, Hotel Peninsula dan di GKIC. Dalam lomba tersebut ada 15 kategori yang akan diikuti oleh Choir anak-anak, pemuda remaja, WKI dan PKB. Selama berlangsungnya kegiatan tersebut juga akan diadakan Workshop dengan pembicara dari luar negeri.(Kabag Humas Judhistira Siwu,  SE,Msi )

Senin, 30 September 2013

Kansil: Unima Turut Menyiapkan SDM Berkualitas

Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd mengakui, selama ini Universitas Negeri Manado (Unima) telah banyak membantu pemerintah provinsi sulut dalam memajukan daerah sulawesi utara, terutama dalam upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih berkualitas. Penegasan itu disampaikan Wagub saat memberikan sambutan pada Upacara Wisuda Magister, Sarjana, Diploma serta Penerimaan Dosen yang telah menyelesaikan studi program Doktor dan pelantikan program pendidikan profesi guru, yang digelar di Hotel Sutan Raja Watutumou, Senin (30/9) kemarin.
 Karena itu sebagai Ketua Alumni IKIP dan Unima,  Saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas karya dan pengabdian dalam mencerdaskan bangsa. Kiranya kedepan, Unima akan semakin mewarnai dengan prestasi, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di Provinsi Sulut. Apalagi kedepan Sulut akan menjadi salah satu pintu gerbang di kawasan asia pasifik, kemudian kota bitung khususnya Tanjung merah yang nantinya akan ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) oleh pemerintah pusat. Guna  menyambut semua itu, maka SDM kita harus dipersiapkan secara matang mulai sekarang ini,  ujar Kansil.   
Kepada para wisudawan/i Kansil turut  mengingatkan, setelah kembali kemasyarakat kiranya kalian mampu  mengimplementasikan tridharma perguruan, senantiasa bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya mendukung setiap program pembangunan di daerah serta berani menjadi Job Creator.
Rektor Unima Prof. Dr. Ph. E.A.Tuerah M.Si DEA menyebutkan, wisudawan kali ini berjumlah 833 mahasiswa, sedangkan program pasca sarjana (S2) berjumlah 33 mahasiswa salah satunya Inggrid Kansil ST MAP yang merupakan putri tercinta dari Pak Wagub Sulut, jelas Tuerah yang merupakan sahabat karib dari Dr. Djouhari Kansil MPd.

 Hadir dalam acara tersebut Ibu Mieke Kansil Tatengkeng dan sejumlah orang tua wisudawan/i. (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov). 


            

Diundang Gus Solah di Ponpes Tebuireng Jombang, SHS Sharing Dengan Para Santri


Tokoh nasional sekaligus pentolan Nahdatul Ulama K.H. Salahudin Wahid selaku pemimpin Pondok Pesanteren Tebuireng Jombang, Jawa Timur  mengundang DR. S.H. Sarundajang dan beberapa tokoh lainnya yaitu Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof.DR. Imam Suprayogo, dan DR. H. Mohammad Atamimi dalam acara diskusi lintas agama yang digelar di gedung KH. Yusuf Hasyim Ponpes Tebuireng, Minggu (29/9).
Diskusi tersebut selain dihadiri ratusan santri dari pondok pesantren Tebuireng juga dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang serta masyarakat umum.
Topik yang diangkat dalam diskusi itu adalah mengenai kepemimpinan yang  diterapkan SHS ketika menjadi juru damai di Maluku dan Maluku Utara saat terjadi konflik horisontal pada waktu itu.
Gus Solah panggilan akrab K.H. Salahudin Wahid dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa apa yang dilakukan Sarundajang pada saat itu bisa dijadikan 'role case' (contoh kasus) dalam bagaimana strategi meredam konflik dan bagaimana memimpin masyarakat yang majemuk. Adik Kandung Presiden ke-4 RI KH. Andurrahman Wahid juga mengungkapkan kegembiraannya dan menyambut dengan hangat kehadiran Sarundajang dalam diskusi tersebut. "Bangsa kita terbentuk dengan latar belakang berbagai perbedaan, termasuk juga perbedaan agama, tapi perbedaan tersebut harus dilihat sebagai kekayaan yang dimiliki bangsa ini dan tidak dimiliki bangsa lain. Kita harus menerima itu dan hidup dalam kondisi itu dengan damai dan rukun. Itulah juga yang diajarkan para pendiri NU sejak dahulu kala", tukas Gus Solah. Ia juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan Sarundajang di Maluku dan Maluku Utara pada waktu itu adalah suatu pekerjaan mulia dan patut dicontohi calon-calon pemimpin dimasa yang akan datang. Gus Solah sempat juga menyinggung soal diikutsertakannya SHS sebagai peserta konvensi Calon Presiden RI 2014-2019 Partai Demokrat dengan mengatakan dengan masuknya Sarundajang dalam bursa calon presiden memberikan tanda-tanda positif terhadap kehidupan keberagaman dan kemajemukan yang ada di negara ini yang dimulai dari proses melahirkan kepemimpinan nasional.
Selanjutnya secara berturut-turut DR. H. Mohhammad Atamimi dan DR. S.H. Sarundajang membagi pengalaman tentang penyelesaian konflik Maluku dan Maluku Utara. Atamimi yang pada waktu itu adalah Panglima laskar jihad di Ambon mengungkap tentang langkah Penjabat Gubernur dan penguasa darurat sipil disana yang pada waktu itu dipercayakan kepada Sarundajang menyelesaikan pertikaian adalah dengan 'lidah dan hati'. "Pendekatan beliau adalah dengan menciptakan dialog dan hati nurani, dan itulah yang mendamaikan kami", jelas Atamimi yang saat ini menjabat sebagai Direktur Wakaf Kementerian Agama RI. Sedangkan SHS mengurai tentang langkah-langkah yang ditempuhnya dalam menunaikan tugas yang penuh resiko tersebut. "Apa yang saya buat di daerah-daerah yang bertikai itu adalah amanah dari Allah SWT, dan saya percaya tidak ada agama apapun yang mengajarkan untuk saling membunuh dan  berkeyakinan pada waktu itu bahwa menjalankan amanah itu tidak dapat diselesaikan dengan senjata, oleh karena itu apa yang saya lakukan itu hanya dengan dialog dan merangkul pihak-pihak yang bertikai  dengan pendekatan hati nurani, tukas Sarundajang membenarkan apa yang disampaikan Atamimi.
Terakhir yang memberikan sambutan adalah Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. DR. Imam Suprayogo. Imam menjelaskan alasan kenapa sampai pihak UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada Sarundajang yang notabene orang pertama  non-muslim yang diberi gelar oleh institusi tersebut. "Kami memberi gelar ini bagi orang yang berprestasi. Mendamaikan dua daerah kerusuhan saat itu adalah prestasi yang luar biasa dan kami nilai layak dianigerahkan gelar ini agama apapin beliau", terang Imam.
Diakhir diskusi SHS menerima cinderamata berupa buku tentang Pondok Pesantren Tebuireng yang diserahkan langsung oleh Gus Solah. Sarundajang pun membalas dengan memberikan sumbangan pribadi juga dalam bentuk buku-buku untuk kebutihan belajar para santri di ponpes yang adalah salah satu yang terbesar di Indonesia. Mengakhiri kunjungannya, SHS melakukan ziarah ke makam Gus Dur dan pendiri ponpes tersebut yang lokasinya terletak dalam kompleks pondok pesantren.
(Juru Bicara Pemprov Sulut Judhistira Siwu, SE, MSi)












Minggu, 29 September 2013

Sarundajang Buka Kejuaraan Gateball Gubernur Cup

membuka Kejuaraan Terbuka Gateball Nasional dalam rangka memperebutkan, piala Gubernur Sulawesi Utara. Kejuaraan Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Sabtu (28/9) pagi yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulut itu, menurut Ketua Pengprov Pergatsi Sulut Ir. Ony Wenur diikuti sekitar 52 peserta yang berasal dari 15 Provinsi maupun dari Sulawesi Utara. Namun Sebelumnya Wenur menyebutkan, kejuaraan terbuka ini telah didahului dengan Prakualifikasi sehari sebelum pembukaan yaitu pada Jumat(27/9) dan saat pembukaan tersisa tinggal 23 tim. Sementara menyangkut hadiah uang tunai bagi Juara I 15 Juta, II 10 Juta, dan III 5 Juta, masing-masing mendapat dana pembinaan dari Gubernur Sarundajang sebesar Rp. 5 juta rupiah, sehingga untuk Juara I menjadi 20 Juta, Juara II 15 Juta dan Juara III 10 Juta, tambah Wenur.  
“Terpaksa kami  melakukan prakulifikasi kepada para peserta yang mengikuti pertandingan ini, alasannya karena pesertanya membludak sementara waktu pelaksanaan hanya sehari”. Tambah Wenur.
Gubernur Sarundajang mengatakan, sebagai olahraga yang masih seumur jagung ternyata perkembangan olahraga ini sangat pesat. Dibuktikan dengan semakin banyak pengemar baik pria maupun wanita, orang yang sudah lanjut usia hingga anak-anak kecil.
Masuknya olahraga Gatebal dalam naungan organisasi KONI, menjadikan olahraga ini berpeluang untuk dipertandingkan dalam Pekan Olah raga Nasional (PON), sehingga memotivasi semua daerah menjadikan Gateball sebagai andalan mendulang medali. Khusus sulut yang baru mengenal olahraga ini dua tahun terakhir ini. ternyata sudah menunjukan prestasi yang membanggakan seperti menjadi Juara III kejuaraan terbuka nasional yang berlangsung di DKI Jakarta, Juara III di kejuaraan terbuka Sulteng serta Juara II kejuaraan terbuka nasional di NTB dan dua minggu yang lalu tim sulut sukes menjuarai kejuaraan terbuka nasional di Makasal sulsel, ujar Sarundajang sembari menyebutkan, nanti pada bulan Nopember 2013 mendatang sulut akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Terbuka Nasional memperebutkan Pila Presiden SBY.
Untuk itu  Capres dari partai Demokrat ini, berharap semua SKPD di tingkat provinsi untuk menggalakan olahraga Gateball di masing-masing SKPD.

Wagub Tutup Kejuaraan Gatebal

Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd akhirnya menutup kejuaraan terbuka nasional Gateball memperebutkan Piala Gubernur Sulut, pada sore harinya. Diketahui kejuaraan tersebut telah dibuka Gubernur Sarundajang pada pagi harinya. Kansil berharap kiranya melalui  kejuaraan ini akan memupuk rasa persaudaraan, penjalin persatuan dan kesatuan diantara kita sebagai warga negara Indonesia. “Marilah kita terus mengembangkan dan memasyarakatkan olahraga yang sangat praktis dan familiar ini”, kata mantan Kadis Diknas Sulut ini, sembari berharap, lewat kejuaraan ini pula semoga boleh menghasilkan bibit-bibit altet yang lebih profesional, sehingga nantinya mampu mewakili sulut diajang kejuaraan nasional maupun internasional.   

 Turut hadir Wagub Dr. Djouhari Kansil MPd, Kaban Diklat Kejagung Ondal siahaan (Mantan Kejati Sulut), Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MSi, selaku Ketua Panitia HUT Provinsi Tahun ini, Asisten Ekbang Sanny parengkuan, Kaban Kesbang Gun Lapadengan SH serta Kadis PU Sulut Ir. Eddy Kenap MSi  (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).

 Ketua Bidang Pengembngan Pengurus Pergatsi Pusat Puji Samedi menyerahkan stik kepada Gubernur dan Wagub saat upacara pembembukaan

 Gubernur Sarundajang melepas balon sebagai tanda di mulainya Kejuaraan Terbuka nasional Gateball
 Gubernur Sarundajang an Wagub memukul bola pertama sebagai tanda dimulainya kejuaraan gateball tersebut


 Wagub Djouhari Kansil saat menyerahkan hadiah bagi pemenang Kejuaraan Nasional Gatebal