Pemerintah Provinsi Sulut mendapatkan apresiasi dan pujian dari Komisi IV DPR RI terkait penyampaian data kehutanan.
hal tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen, SE,MS Kamis (3/10).
"Pemerintah Provinsi diwakili Wakil Gubernur Djouhari Kansil, diberikan apresiasi seusai memaparkan materi hearing dengan komisi IV," ujar Silangen.
Bahan pemaparan Sulut sangat lengkap sesuai dengan koordinat luas hutan, sehingga akan dijadikan contoh bagi kementrian kehutanan dan provinsi lainya dalam pengajuan konvensi hutan
Dalam waktu dekat ini Komisi IV DPR RI akan langsung turun ke Sulut untuk meninjau data yang diberikan.
Diketahui Pemprov Sulut mengajukan rencana pola ruang kawasan hutan lindung yang meliputi Bolmong raya seluas 95.088,56 ha, Minahasa 10.252 ha, Minsel dan Mitra 22. 664 ha, Minut 17.396ha, Sangihe dan Sitaro 13.750 ha, Talaud 10.199 ha, Bitung 5.977 ha, MAnado 1.202 ha dan Tomohon seluas 585 ha.
para pejabat yang turut hadir mendampingi Wagub dalam pemaparan tersebut Wawali Bitung, Bupati Mitra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sanny Parengkuan,serta bebeapa anggota DPRD Sulut.
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Kamis, 03 Oktober 2013
Silangen: Pameran ditutup Hari Ini
Pameran pembangunan yang berlangsung selama dua Minggu sejak 21 September s/d 4 Oktober 2013 di lokasi Pameran Kaiwatu Manado, dipastikan akan ditutup Jumat (4/10) nanti.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE,MS selaku Ketua panitia HUT Provinsi Sulut ke 49.
"Penutupan pameran yang sebelumnya dijadwalkan senin 30 september lalu, namun ditunda hingga sabtu mendatang," kata Silangen.
penutupan dipastikan dengan adanya surat Gubernur dengan nomor 005/38404/Sek-Ro.Pemhumas. Pada penutupan nanti akan diumumkan pemenang stand terbaik.
Memang diakui ajang pameran pembangunan ini telah menjadi salah satu sarana hiburan rakyat, karena terbukti setiap tahun selalu ada penundaan penutupan”, tambah Silangen yang juga pernah menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum, sembari mengatakan pameran pembangunan ini, tidak hanya menyajikan hiburan saja melainkan ikut menampilkan hasil-hasil capaian pembangunan yang disajikan oleh peserta pameran, mulai dari stan pemerintah kabupaten/kota, unsur TNI/Polri, SKPD, Organisasi Wanita, perbankan maupun stand dari kalangan swasta.(Kabag Humas Judhistira siwu, SE,Msi selaku Jubir Pemprov)
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE,MS selaku Ketua panitia HUT Provinsi Sulut ke 49.
"Penutupan pameran yang sebelumnya dijadwalkan senin 30 september lalu, namun ditunda hingga sabtu mendatang," kata Silangen.
penutupan dipastikan dengan adanya surat Gubernur dengan nomor 005/38404/Sek-Ro.Pemhumas. Pada penutupan nanti akan diumumkan pemenang stand terbaik.
Memang diakui ajang pameran pembangunan ini telah menjadi salah satu sarana hiburan rakyat, karena terbukti setiap tahun selalu ada penundaan penutupan”, tambah Silangen yang juga pernah menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum, sembari mengatakan pameran pembangunan ini, tidak hanya menyajikan hiburan saja melainkan ikut menampilkan hasil-hasil capaian pembangunan yang disajikan oleh peserta pameran, mulai dari stan pemerintah kabupaten/kota, unsur TNI/Polri, SKPD, Organisasi Wanita, perbankan maupun stand dari kalangan swasta.(Kabag Humas Judhistira siwu, SE,Msi selaku Jubir Pemprov)
Rabu, 02 Oktober 2013
KPK Gelar Semiloka Pencegahan korupsi di Sulut
Dalam upaya pencegahan korupsi dengan mewujudkan tata kelola
pemerintahan yang baik di Sulawesi Utara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
bekerjasama dengan badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan
Sulut menyelenggarakan semiloka pencegahan korupsi terkait upaya peningkatan
akuntabilitas pelayanan publik, pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja
(APBD) Sulut.
Kegiatan tersebut digelar Rabu (2/10) bertempat di ruang
huyula kantor Gubernur Sulut di hadiri oleh gubernur Sulut DR. S.H Sarundajang,
Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono, Deputi bidan Polsoskam BPKP Binsa
Simajuntak Bupati/Walikota dan pejabat di jajaran Pemprov Sulut.
Pada kegiatan tersebut difokuskan pada upaya perbaikan
pelayanan publi dan pengelolaan APBD yang transparan dan akuntabel. “Pelayanan
publik yang baik merupakan elemen vital dalam pemberantasan korupsi,”ujar Giri
Suprapdiono.
Pada semiloka itu dipaparkan rencana aksi hasil kegiatan
koordinasi dan supervisi pencegahan tahun 2012 dan hasil pengamatan perubahan
APBD yang dilaksanakan pada tahun 2013 serta hasil pengamatan pada sektor
pertambangan dan sektor pendapatan di Sulut.
Pada kesempatan itu KPK dan BPKP juga mendorong partisipasi
masyarakat untuk memberi masukan dan mengawal implementasi rencana aksi yang
disampaikan oeh pemerintah.
Gubernur Sulut dalam sambutanya menyambut baik pelaksanaan
kegiatan tersebut, dimana kegiatan itu dapat mendorong pemerintah khususnya
Kabupaten Kota untuk legih giat lagi berusaha meraih predikat WTP. “Saya
mengaharapkan daerah yang belum mendapatkan WTP bisa lebih serius dalam
pengelolaan keuangan, ujar Sarundajang.(Kabag Humas Judhistira Siwu, SE,Msi
selaku jubir Pemprov)
APCG dipastikan berlangsung 8 Oktober 2013
Pemerintah Provinsi Sulut telah siap menggelar Perhelatan 3rd Asian Pasific Coir Game (APCG) yang akan berlangsung di Provinsi Sulawesi Utara pada pertengahan bulan Oktober 2013 mendatang.
Perhelatan besar tersebut rencananya akan dilaksanakan 8 sampai 18 Oktober mendatang di kota Manado. Sulut sendiri dipilih sebagai tempat pelaksanaan untuk mencoba mengangkat seni sebagai satu kekuatan dan keunikan Sulut sebagai daerah yang masyarakatnya sangat piawai dalam paduan suara dan beberapa kali mengukir prestasi di kompetisi internasional.
Sebelum pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan sosialisasi yang digelar Rabu (2/10) bertempat di hotel Swiss Bell Manado.
Sosialisasi tersebut ikuti oleh sejumlah pihak terkait. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Sulut mewakili Pemerintah Provinsi Sulut menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Mewakili Gubernur Sulut kami menyambut baik kegiatan ini, karena dapat membuka wawasan dunia internasional terhadap Indonesia, khususnya Sulut sehingga daerah ini menjadi destinasi wisata, Untuk itu, masyarakat diminta mendukung bersama suksesnya penyelengagraan kegiatan tersebut,” kata Kadishub Sulut Drs. J Oroh.
Dalam acara yang rencananya akan di hadiri kurang lebih 5000 peserta dengan masing-masing keberagaman yang mampu menyatu dalam harmonisasi seni sebagai bahasa global, dapat menjadikan Slut sebagai duta seni budaya daerah sehingga mampu mengangkat citra daerah sebagai barometer paduan suara Indonesia.
Rencananya, lokasi kegiatan di Empat tempat yaitu di Gereja Sentrum Manado, Gereja Tiberias Gedung Joang, Hotel Peninsula dan di GKIC. Dalam lomba tersebut ada 15 kategori yang akan diikuti oleh Choir anak-anak, pemuda remaja, WKI dan PKB. Selama berlangsungnya kegiatan tersebut juga akan diadakan Workshop dengan pembicara dari luar negeri.(Kabag Humas Judhistira Siwu, SE,Msi )
Senin, 30 September 2013
Kansil: Unima Turut Menyiapkan SDM Berkualitas
Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd mengakui, selama
ini Universitas Negeri Manado (Unima) telah banyak membantu pemerintah provinsi sulut dalam memajukan daerah sulawesi utara, terutama dalam upaya menyiapkan sumber
daya manusia (SDM) yang lebih berkualitas. Penegasan itu disampaikan Wagub saat
memberikan sambutan pada Upacara Wisuda Magister, Sarjana, Diploma serta
Penerimaan Dosen yang telah menyelesaikan studi program Doktor dan pelantikan
program pendidikan profesi guru, yang digelar di Hotel Sutan Raja Watutumou,
Senin (30/9) kemarin.
Karena itu sebagai
Ketua Alumni IKIP dan Unima, Saya memberikan
apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas karya dan pengabdian dalam
mencerdaskan bangsa. Kiranya kedepan, Unima akan semakin mewarnai dengan
prestasi, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di Provinsi Sulut. Apalagi kedepan Sulut akan menjadi salah satu pintu gerbang di kawasan asia pasifik, kemudian kota bitung khususnya Tanjung merah yang nantinya akan ditetapkan menjadi kawasan
ekonomi khusus (KEK) oleh pemerintah pusat. Guna menyambut semua itu, maka SDM kita harus dipersiapkan secara matang mulai sekarang ini, ujar Kansil.
Kepada para wisudawan/i Kansil turut mengingatkan, setelah kembali kemasyarakat kiranya
kalian mampu mengimplementasikan
tridharma perguruan, senantiasa bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya mendukung
setiap program pembangunan di daerah serta berani menjadi Job Creator.
Rektor Unima Prof. Dr. Ph. E.A.Tuerah M.Si DEA menyebutkan,
wisudawan kali ini berjumlah 833 mahasiswa, sedangkan program pasca sarjana
(S2) berjumlah 33 mahasiswa salah satunya Inggrid Kansil ST MAP yang merupakan putri tercinta dari Pak Wagub Sulut, jelas Tuerah yang merupakan sahabat karib dari Dr. Djouhari Kansil MPd.
Hadir dalam acara
tersebut Ibu Mieke Kansil Tatengkeng dan sejumlah orang tua wisudawan/i. (Kabag
humas Judhistira Siwu selaku jubir pemprov).
Diundang Gus Solah di Ponpes Tebuireng Jombang, SHS Sharing Dengan Para Santri
Tokoh nasional sekaligus pentolan
Nahdatul Ulama K.H. Salahudin Wahid selaku pemimpin Pondok Pesanteren Tebuireng
Jombang, Jawa Timur mengundang DR. S.H.
Sarundajang dan beberapa tokoh lainnya yaitu Rektor Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim Malang Prof.DR. Imam Suprayogo, dan DR. H. Mohammad
Atamimi dalam acara diskusi lintas agama yang digelar di gedung KH. Yusuf
Hasyim Ponpes Tebuireng, Minggu (29/9).
Diskusi tersebut selain dihadiri
ratusan santri dari pondok pesantren Tebuireng juga dari Forum Kerukunan Umat
Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang serta masyarakat umum.
Topik yang diangkat dalam
diskusi itu adalah mengenai kepemimpinan yang diterapkan SHS ketika menjadi juru damai di
Maluku dan Maluku Utara saat terjadi konflik horisontal pada waktu itu.
Gus Solah panggilan akrab
K.H. Salahudin Wahid dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut mengatakan
bahwa apa yang dilakukan Sarundajang pada saat itu bisa dijadikan 'role case'
(contoh kasus) dalam bagaimana strategi meredam konflik dan bagaimana memimpin masyarakat
yang majemuk. Adik Kandung Presiden ke-4 RI KH. Andurrahman Wahid juga
mengungkapkan kegembiraannya dan menyambut dengan hangat kehadiran Sarundajang dalam
diskusi tersebut. "Bangsa kita terbentuk dengan latar belakang berbagai
perbedaan, termasuk juga perbedaan agama, tapi perbedaan tersebut harus dilihat
sebagai kekayaan yang dimiliki bangsa ini dan tidak dimiliki bangsa lain. Kita
harus menerima itu dan hidup dalam kondisi itu dengan damai dan rukun. Itulah
juga yang diajarkan para pendiri NU sejak dahulu kala", tukas Gus Solah. Ia
juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan Sarundajang di Maluku dan Maluku
Utara pada waktu itu adalah suatu pekerjaan mulia dan patut dicontohi
calon-calon pemimpin dimasa yang akan datang. Gus Solah sempat juga menyinggung
soal diikutsertakannya SHS sebagai peserta konvensi Calon Presiden RI 2014-2019
Partai Demokrat dengan mengatakan dengan masuknya Sarundajang dalam bursa calon
presiden memberikan tanda-tanda positif terhadap kehidupan keberagaman dan
kemajemukan yang ada di negara ini yang dimulai dari proses melahirkan kepemimpinan
nasional.
Selanjutnya secara
berturut-turut DR. H. Mohhammad Atamimi dan DR. S.H. Sarundajang membagi
pengalaman tentang penyelesaian konflik Maluku dan Maluku Utara. Atamimi yang
pada waktu itu adalah Panglima laskar jihad di Ambon mengungkap tentang langkah
Penjabat Gubernur dan penguasa darurat sipil disana yang pada waktu itu
dipercayakan kepada Sarundajang menyelesaikan pertikaian adalah dengan 'lidah
dan hati'. "Pendekatan beliau adalah dengan menciptakan dialog dan hati
nurani, dan itulah yang mendamaikan kami", jelas Atamimi yang saat ini
menjabat sebagai Direktur Wakaf Kementerian Agama RI. Sedangkan SHS mengurai
tentang langkah-langkah yang ditempuhnya dalam menunaikan tugas yang penuh
resiko tersebut. "Apa yang saya buat di daerah-daerah yang bertikai itu
adalah amanah dari Allah SWT, dan saya percaya tidak ada agama apapun yang mengajarkan
untuk saling membunuh dan berkeyakinan
pada waktu itu bahwa menjalankan amanah itu tidak dapat diselesaikan dengan
senjata, oleh karena itu apa yang saya lakukan itu hanya dengan dialog dan
merangkul pihak-pihak yang bertikai dengan pendekatan hati nurani, tukas
Sarundajang membenarkan apa yang disampaikan Atamimi.
Terakhir yang memberikan
sambutan adalah Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. DR. Imam
Suprayogo. Imam menjelaskan alasan kenapa sampai pihak UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa (HC) kepada
Sarundajang yang notabene orang pertama non-muslim yang diberi gelar oleh institusi
tersebut. "Kami memberi gelar ini bagi orang yang berprestasi. Mendamaikan
dua daerah kerusuhan saat itu adalah prestasi yang luar biasa dan kami nilai
layak dianigerahkan gelar ini agama apapin beliau", terang Imam.
Diakhir diskusi SHS menerima
cinderamata berupa buku tentang Pondok Pesantren Tebuireng yang diserahkan langsung
oleh Gus Solah. Sarundajang pun membalas dengan memberikan sumbangan pribadi
juga dalam bentuk buku-buku untuk kebutihan belajar para santri di ponpes yang
adalah salah satu yang terbesar di Indonesia. Mengakhiri kunjungannya, SHS
melakukan ziarah ke makam Gus Dur dan pendiri ponpes tersebut yang lokasinya terletak
dalam kompleks pondok pesantren.
(Juru Bicara Pemprov Sulut Judhistira Siwu, SE, MSi)
Minggu, 29 September 2013
Sarundajang Buka Kejuaraan Gateball Gubernur Cup
membuka Kejuaraan Terbuka Gateball Nasional dalam rangka
memperebutkan, piala Gubernur Sulawesi Utara. Kejuaraan Gubernur Sulut Dr.
Sinyo Harry Sarundajang, Sabtu (28/9) pagi yang berlangsung di halaman Kantor
Gubernur Sulut itu, menurut Ketua Pengprov Pergatsi Sulut Ir. Ony Wenur diikuti
sekitar 52 peserta yang berasal dari 15 Provinsi maupun dari Sulawesi Utara. Namun
Sebelumnya Wenur menyebutkan, kejuaraan terbuka ini telah didahului dengan Prakualifikasi
sehari sebelum pembukaan yaitu pada Jumat(27/9) dan saat pembukaan tersisa
tinggal 23 tim. Sementara menyangkut hadiah uang tunai bagi Juara I 15 Juta, II 10 Juta, dan III 5 Juta, masing-masing mendapat dana pembinaan dari Gubernur Sarundajang sebesar Rp. 5 juta rupiah, sehingga untuk Juara I menjadi 20 Juta, Juara II 15 Juta dan Juara III 10 Juta, tambah Wenur.
“Terpaksa kami melakukan
prakulifikasi kepada para peserta yang mengikuti pertandingan ini, alasannya
karena pesertanya membludak sementara waktu pelaksanaan hanya sehari”. Tambah Wenur.
Gubernur Sarundajang mengatakan, sebagai olahraga yang masih seumur
jagung ternyata perkembangan olahraga ini sangat pesat. Dibuktikan dengan
semakin banyak pengemar baik pria maupun wanita, orang yang sudah lanjut usia
hingga anak-anak kecil.
Masuknya olahraga Gatebal dalam naungan organisasi KONI,
menjadikan olahraga ini berpeluang untuk dipertandingkan dalam Pekan Olah raga
Nasional (PON), sehingga memotivasi semua daerah menjadikan Gateball sebagai
andalan mendulang medali. Khusus sulut yang baru mengenal olahraga ini dua
tahun terakhir ini. ternyata sudah menunjukan prestasi yang membanggakan
seperti menjadi Juara III kejuaraan terbuka nasional yang berlangsung di DKI
Jakarta, Juara III di kejuaraan terbuka Sulteng serta Juara II kejuaraan terbuka
nasional di NTB dan dua minggu yang lalu tim sulut sukes menjuarai kejuaraan
terbuka nasional di Makasal sulsel, ujar Sarundajang sembari menyebutkan, nanti
pada bulan Nopember 2013 mendatang sulut akan menjadi tuan rumah Kejuaraan
Terbuka Nasional memperebutkan Pila Presiden SBY.
Untuk itu Capres dari partai
Demokrat ini, berharap semua SKPD di tingkat provinsi untuk menggalakan
olahraga Gateball di masing-masing SKPD.
Wagub Tutup Kejuaraan Gatebal
Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd akhirnya menutup
kejuaraan terbuka nasional Gateball memperebutkan Piala Gubernur Sulut, pada
sore harinya. Diketahui kejuaraan tersebut telah dibuka Gubernur Sarundajang
pada pagi harinya. Kansil berharap kiranya melalui kejuaraan ini akan memupuk rasa persaudaraan,
penjalin persatuan dan kesatuan diantara kita sebagai warga negara Indonesia. “Marilah
kita terus mengembangkan dan memasyarakatkan olahraga yang sangat praktis dan
familiar ini”, kata mantan Kadis Diknas Sulut ini, sembari berharap, lewat
kejuaraan ini pula semoga boleh menghasilkan bibit-bibit altet yang lebih
profesional, sehingga nantinya mampu mewakili sulut diajang kejuaraan nasional
maupun internasional.
Turut hadir Wagub Dr.
Djouhari Kansil MPd, Kaban Diklat Kejagung Ondal siahaan (Mantan Kejati Sulut),
Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MSi, selaku Ketua Panitia HUT
Provinsi Tahun ini, Asisten Ekbang Sanny parengkuan, Kaban Kesbang Gun Lapadengan
SH serta Kadis PU Sulut Ir. Eddy Kenap MSi (Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir
pemprov).
Ketua Bidang Pengembngan Pengurus Pergatsi Pusat Puji Samedi menyerahkan stik kepada Gubernur dan Wagub saat upacara pembembukaan
Gubernur Sarundajang melepas balon sebagai tanda di mulainya Kejuaraan Terbuka nasional Gateball
Gubernur Sarundajang an Wagub memukul bola pertama sebagai tanda dimulainya kejuaraan gateball tersebut
Wagub Djouhari Kansil saat menyerahkan hadiah bagi pemenang Kejuaraan Nasional Gatebal
Langganan:
Postingan (Atom)