Pengendalian kuantitas penduduk perlu dilakukan untuk mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara jumlah penduduk dengan lingkungan hidup baik yang berupa daya dukung alam maupun daya tampung lingkungan serta kondisi perkembangan sosial ekonomi dan budaya. Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MS saat membuka rapat pembahasan rancangan Permendagri tentang penetapan struktur dan komposisi penduduk, pertumbuhan dan persebaran penduduk yang digelar Biro Pemerintahan dan Humas, di swiss belhotel maleosan manado, Jumat (1/11). kemarin.
Pengendalian pertumbuhan penduduk harus tita lakukan mulai saat ini, sehingga bisa menunjang pelaksanaan pembangunan nasional yang berkelanjutan.hal itu selaras dengan UU No. 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, kata Silangen sembari menyebutkan, UU ini diharapan juga mampu menjawab masalah-masalah yang lebih spesifik yang kemudian menjadi isu kependudukan seperti kemiskinan, pengangguran, kejahatan, degradasi lingkungan dan sebagainya. Melalui pertemuan ini, diharapkan peserta dapat memberikan berbagai bahan masukan demi penyempurnaan penyusunan rancangan permendagri ini, harap Silangan. Hadir Direktur Pengembangan Kewilayahan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ditjen Dukcapil Kemendagri Drs.Syabnikmat Nizam MSi, Karo Pemerintahan dan Humas. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Jumat, 01 November 2013
Nisam: Perekaman e-KTP Sulut Mencapai Target
Himbauan terus menerus
yang dilakukan pemerintah provinsi sulut agar pemerintah kabupaten/kota segera
menuntaskan perekaman e-KTP terbukti membuahkan hasil menggembirakan. Dari data
Kemendagri yang disampaikan, Direktur Pengembangan Kewilayahan Kependudukan
Ditjen kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri RI. Drs
Syabnikmat Nizam MSi, di selah-selah menyampaikan pemaparan rancangan Permendagri tentang
struktur dan komposisi penduduk, pertumbuhan dan persebaran penduduk serta
koordinasi penguasaan bahan kebijakan kesesuaian pertumbuhan penduduk, diswiss
belhotel maleosan manado, Jumat 1/11) kemarin, menyebutkan, dari data yang ada
di Ditjen Dukcapil realisasi perekaman e-KTP daerah ini realisasinya sudah 95
persen atau telah mencapai target yang diharapkan kita bersama.
Karena itu, selaku Ketua Korwil IV dimana Provinsi Gorontalo,
Sulbar, Jabar, Banten dan Provinsi Sulut yang menjadi tanggung jawab saya melakukan monitoring, tentunya merasa bangga
dengan kerja keras selama ini dari pemerintah provinsi, dan pemerintah kab/ko untuk
menyukseskan program nasional ini.
Namun demikian, karena masih ada waktu dua bulan sampai 31
Desember 2013 kiranya kegiatan perekaman e-KTP ini terus dilaksanakannya,
sembari menyebutkan, saat ini perekaman e-KTP sementara berlangsung di
SMU/sederajat di seluruh kabupaten/kota.
Nizam juga menambahkan terkait dengan server yang rusak
perbaikannya masih menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, dalam hal ini
konsorsium yang di tugaskan oleh Kemendagri sampai 5015 kontraknya, ujar mantan
anggota Komisi VII DPR-RI.
Dalam pembahasan rancangan Permendagri tersebut telah
mendapat bahan masukan dari peserta antara lain, masalah isu gender, maslah klasifikasi
kelompok usia anak yang disesuaikan dengan UU No. 23 Tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak yang menyebutkan usia anak yaitu 0-sebelum 18 tahun, hal penting lainnya menyangkut status
kependudukan bagi penduduk yang berdomisili di wilayah perbatasan serta
memperhatikan RTRW Provinsi dan Kab/Kota agar analisis kependudukan dapat
mempertimbangkan daya dukung sesuai dengan kondisi wilayah yang ada. Disisi lain
pula disanrankan menyangkut pencatatan perkawinan kiranya dapat memperhatikan
kearifan lokal yang sudah dilaksanakan selama ini melalui peran pimpinan agama
dalam proses pencatatan perkawinan, diharapkan dapat terakomidir dalam draft Permendagri
tersebut. Hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen dan Karo
Pemerintahan dan Humas DR. Noudy RP Tendean. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir
pemprov).
Kamis, 31 Oktober 2013
Sekprov: Gubernur Miliki Kewenangan Bina Kabupaten/Kota
Sekretaris Provinsi Sulut Ir. Siswa R Mokodongan menegaskan, sesuai
UU No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, dalam Pasal 38 Gubernur
memiliki tugas dan wewenang membina dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan
daerah kabupaten/kota, terkait dengan 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan.
Penegasan itu disampaikan Mokodongan, saat membuka workshop hasil
monitoring dan evaluasi terhadap urusan pemerintahan kabupaten/kota. Kegiatan
yang digelar Biro Pemerintahan dan Humas di swiss belhotel maleosan manado,
Kamis (31/10) kemarin, diikuti pejabat dari Dinas Diknas, Dinas Kesehatan,
Dinas PU dan Kabag Pemerintahan Kabupaten/Kota se-sulut.
Selain itu Gubernur, juga berwenang melakukan koordinasi
pembinaan dan pengawasan (korbinawas) terkait dengan penyelenggaraan tugas
pembantuan (TP) di daerah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk didalamnya
mengenai sistem perencanaan pembangunan nasional Pasal 32 ayat 4 UU No. 25
Tahun 2004 Gubernur memiliki fungsi dan peran mengkoordinasikan pelaksanaan
perencanaan tugas dekon dan TP yang ada di kab/ko. Karena itu dalam konteks inilah
sehingga workshop ini digelar, ujar Mokodongan sembari menyebutkan,korbinawas
itu dilaksanakan secara rutin setiap triwulan, semester, tahun dan setiap akhir masa jabatan bupati/walikota.
Karena itu diharapkan melalui kegiatan ini akan mampu
menjawab berbagai isu strategis pemerintah saat ini, antara lain percepatan
MDGs, sukses MP3Ei dan MP3KI serta berbagai program strategis lainnya, tandas
putra terbaik bumi totabuan.
Karo Pemerintahan dan Humas DR. Noudy RP Tendean mengatakan,
tujuan workshop ini dalam rangka meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pelaksanaan
program kegiatan peningkatan peran gubernur sebagaiwakil pemerintah diwilayah
provinsi dan peningkatan koordinasi terkait penyelenggaraan urusan oleh
pemerintah kab/ko. Acara turut dihadiri Kasubdit Peran Gubernur Ditjen PUM
Kemendagri serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MSI. (Kabag
humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).
Rakor Penegasan batas Berhasil Menelorkan 5 Butir Kesepakatan
Rapat koordinasi (rakor) penegasan batas daerah secara pasti
dilapangan antar provenisi dan kabupaten/kota, yang digelar Biro Pemerintahan
dan humas selama dua hari di swiss belhotel maleosan manado, Rabu (31/10)
kemarin, berhasil menelorkan lima butir kesepakatan penegasan penyelesaian
batas antar daerah.
Ke lima poin tersebut yaitu, segmen kabupaten minahasa dengan
kabupaten minsel sepakat untuk ditindaklanjuti
dengan proses penyusunan rancangan permendagri , segmen kabupaten boltim
dengan bolsel sepakat untuk di tindaklanjuti dengan proses penyusunan rancangan
permendagri, segmen boltim dengan minsel untuk ditindaklanjuti dalam pembahasan
khusus yang di fasilitasi oleh pemprov sulut pada batas danau moat (penambahan
titik kartometrik), segmen kabupaten minahasan dan kabupaten minsel a. Masih terdapat
perselisihan anata desa ranotongkor kec. tombariri timur dengan desa tangkunei kec.
Tumpaan dan desa senduk kec. Tombariri dengan desa munte kec. Tumpaan, b. Pemprov
sulut akan memfasilitasi penyelesaian perselisihan, segmen kabupaten minsel
dengan kabupaten boltim, sepakat untuk ditindaklanjuti dengan proses penyusunan rancangan
permendagri serta meminta pemprov sulut memfasilitasi konsultasi ke Ditjen PUM
Kemendagri dan Badan Informasi Geospasial.
Saya merasa bangga
atas kerja keras kita semua karena selama dua hari mengikuti rakor ini, telah mampu
memberikan sumbangan pemikiran yang konstruktif dalam upaya menyelesaikan batas
daerah yang belum tuntas di kabupaten/kota masing-masing. ujar Asisten I Bidang
Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MS saat menutup rakor tersebut. Karena apa yang telah kita lakukan ini merupakan buah dari tanggung jawab kita bersama sebagai pejabat yang menangani masalah tapal batas antar daerah ini, tandas Silangen. Rakor tersebut turut dihadiri Kasi
Batas Antar Daerah Wil. 2b Ditjen PUM
Kemendagri Wardani, Konsultan yang di tunjuk Kemendagri untuk menyelesaikan
tapal batas kabupaten/kota (lima segmen) di sulut PT. Sarana Primadana Ir.
Prihyono, AL.P, serta Kabag Pemerintahan Drs. Lucky Taju MSi, tambah Kasubag
Dekonsentrasi dan TP Boslar Sanger, SE. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku
jubir pemprov).
Bunda Deitje Sarundajang Sukses Bangun PAUD di Sulut
Perhatian Bunda Deitje Sarundajang Laoh Tambuwun bagi
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) patut di beri apresiasi. Hal itu dibuktikan
dengan terus berkembangnya satuan PAUD dan sejenisnya di Sulut.
Bukti tersebut ditunjukan dengan suksesnya pelaksanaan
kegiatan apresiasi PAUD berprestasi yang diikuti PAUD,TK, Kelompok bermain se
Sulut dilaksanakan Kamis (31/10) bertempat di Halaman Kantor Gubernur Sulut. Acara tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan
tim penggerak PKK Sulut.
Dalam sambutannya Bunda PAUD Sulut ini menyatakan rasa
terima kasihnya kepada Bunda PAUD yang ada di Kabupaten/ Kota se Sulut yang mau
bekerjasama serta pro aktif memberikan pendidikan bagi anak usia dini.
“Masa depan anak ada di tangan kita semua para Bunda dan
orang tua, saya mengharapkan para Bunda PAUD di daerah untuk meningkatkan
kualitas pendidikan bagi anak usia dini dengan melaksanakan berbagai program
pendidikan peningkatan kecerdasan anak,” ujar Bunda Deitje dalam sambutannya.
Lebih lanjut Bunda Deitje meminta kepada Pemprov Sulut untuk
tetap memperhatikan pendidikan anak usia dini agar anak lebih cerdas, karena Pendidikan
anak usia dini memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan
anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus),
sosial dan emosional. Sehingga, kelak nanti anak yang ada di Sulut bisa menjadi
pemimpin dan berpengaruh bagi nusa dan bangsa.
Turut hadir juga Dirjen PAUD non formal dan formal
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. DR. Lydia Freyani Hawadi, SH. Dirinya
juga memberi apresiasi baik bagi Sulut karena mampu menumbuh kembangkan PAUD
secara baik
“Sekitar 50 persen kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah
terjadi ketika ia berusia 4 tahun, 80 persen ketika anak berusia 8 tahun dan
mencapai titik kulminasi pada usia 18 tahun, PAUD menjadi sangat penting karena
potensi kecerdasan dan dasar-dasar perilaku seseorang terbentuk pada rentang
usia ini, untuk itu diharapkan para Bunda PAUD di Sulut untuk tetap aktif dan
semangat dalam mendidik anak di usia dini,” ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua TP. PKK Sulut
Ibu Meike Kansil Tatengkeng, Sekretaris TP PKK Sulut Ibu Ester Mokodongan
Turang, Kadis Diknas Sulut H Monareh, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Pada
kesempatan itu juga dilaksanakan sejumlah lomba yakni lomba mobil hias, lomba
busana daerah, tari daerah anak PAUD, pameran edukatif,serta mendongeng dan
mewarnai.(Kabag humas Judhistira Siwu selaku jubir Pemprov Sulut)
Rabu, 30 Oktober 2013
Sekprov : 2013 Pemprov Targetkan Tapal Batas Daerah Selesai
Pemerintah kabupaten/kota diharapkan, segera menuntaskan
penyelesaian batas antar daerah masing-masing. Hal itu ditegaskan Sekretaris
Provinsi Sulut Ir. Siswa R Mokodongan, saat membuka rakor penegasan batas
daerah secara pasti di lapangan antar provinsi dan kabupaten/kota.
Kegiatan yang digelar Biro Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi
Sulut, di swiss belhotel maleosan manado, Rabu (30/10) kemarin, diikuti para
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kabag Pemerintahan serta para Camat.
Para pejabat yang diundang untuk menghadiri hadir rakor kali ini bertujuan untuk
menyatuhkan visi, sekaligus diharapkan, di butuhkan disini adalah pejabat daerah yang
memiliki sikap negarawan. Karena permasalahan batas antar daerah, sering menjadi pelik, jika
tidak diselesaikan secara musyawarah antar kedua bela pihak. Dulu sungai dan
gunung atau tawaang dan balacai sering kita jadikan dasar untuk menentukan batas, namun itu pun sering menjadi masalah dikemudian hari dan bahkan sampai sekarang ini, ujar
Mokodongan sembari mengajak para Asisten Pemerintah dan Kesra, Kabag Pemerintahan dan Camat dapat melibatkan orang-orang tua untuk
menanyakan kepada mereka dalam menyelesaikan batas antar daerah, sehingga bisa
meminimalisir terjadinya konflik ditengah-tengah masyarakat.
Disamping itu,
penyelesaian batas antar daerah sangat menentukan perhitungan Dana
Alokasi Umum (DAU) serta akan mempengaruhi penyusunan RTRW di kabupaten/kota
yang bersangkutan, jika batas daerah tidak jelas dipastikan akan menurunkan tingkat
kepercayaan masyarakat. karena itu diharapkan kabupaten/kota segera menuntaskan batas daerah masing-masing, karena pemprov sulut menargetkan tahun 2013 ini semua batas daerah sudah tuntas, tandas putra terbaik bumi totabuan.
Karo Pemerintah dan
Humas DR. Noudy RP Tendean mengatakan, tujuan rakor tersebut dalam rangka
mempercepat penyelesaian penegasan bata daerah antar kab/ko. Sampai saat ini masih ada 18 sekmen (titik penyelesaian)
yang sementara di tuntaskan pemprov sulut yaitu 6 segmen proses permendagri, 6
segmen proses pelacakan dan pemasangan pilar, 5 segmen dalam proses survey
serta 1 segmen sudah ada permendagri. Rakor kali ini dilaksanakan dalam bentuk
diskusi panel dengan pemateri Kasubid batas antar daerah Ditjen PUM Ir. Wardani
MSi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda provinsi Sulut Edwin
Silangen, jelas mantan Direktur IPDN Regional Sulut. (kabag humas Judisthira
Siwu selaku jubir pemprov).
PKK Sulut Gelar Temu Kader Perempuan Pedesaan
TP. PKK Provinsi Sulut, Rabu (30/10) kemarin, di ruang
Mapalus, menggelar acara Temu Kader Perempuan
pedesaan. Kegiatan yang di buka Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang
turut di hadiri Inspektur Utama (irtama)
BKKBN Pusat Dra. Mieke Sangian, Ketua
TP.PKK Sulut Ibu Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun, Wakil Ketua Ibu Mieke Kansil
Tatengkeng, Ketua DWP Sulut Ibu Esther Mokodongan Turang, para Ketua TP. PKK Kab/Ko
se-Prov. Sulut serta pejabat teknis terkait pemprov sulut.
Gubernur selaku dewan
penyantun PKK Provinsi, menyampaikan apresiasi positif kepada TP.PKK Sulut, karena
kegiatan itu merupakan yang pertama kali digelar dengan melibatkan secara langsung
para kader perempuan yang ada di desa.
sebagai mitra kerja
pemerintah, saya menyambut baik kegiatan ini, karena diakuinya, PKK selama ini
telah banyak memberi kontribusi positif bagi kemajuan pembangunan daerah, melalui
implementasi berbagai kebijakan dan program strategis pemerintah, seperti
menekan laju pertumbuhan penduduk dari 15 persen sekarang tinggal 7 persen,
pencapaian sasaran-sasaran MDGs, mampu mempertahankan IPM sulut rangkin dua
setelah DKI selama lima tahun ini, serta membudayakan hidup bersih, semua itu berkat
jasa dari ibu-ibu, ujar Sarundajang.
Mieke Sangian menyebutkan, kader perempuan pedesaan sulut sangat enerjik
dan telah menjadi contoh ditingkat nasional, speeti PPLKB gaya baru, telah
diadopsi oleh provinsi jabar. Saya juga
bangga karena kegiatan ini baru sulut yang menggelarnya didaerah lain
belum ada, jelas mantan Kepala BKKBN
Provinsi Sulut, sembari meminta bupati/walikota untuk bisa merekrut menjadi PNS
kepada PPLKB yang ada didaerahnya.
Ibu Deetje Sarundajang
Laoh Tambuwun mengatakan, acara temu kader perempuan pedesaan yang digelar saat
ini, juga dirangkaikan pula dengan kegiatan kesatuan gerak PKK-KB Kesehatan tahun
2013. Sedangkan tema yang diangkat menurut isteri tercinta dari Gubernur sulut
ini yaitu, pemberdayaan masyarakat melalui gerakan PKK dalam rangka
meningkatkan kemandirian perempuan pedesaan guna peningkatan kesejahteraan
keluarga. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).
Langganan:
Postingan (Atom)

