Senin, 11 November 2013

Biro Kesra Gelar rakor Tenaga Kerja

Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulut, senin (11/11) kemarin menggelar Rakor Fasilitasi Pelaksanaan Kegiatan Ketenaga Kerjaan, di rupat Ex WOC. Kegiatan yang diikuti Bappeda, Disnakertrans, Dinsos Sulut, dan Kabag Kesra kabupaten/kota se- Sulut telah dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Sanny Parengkuan.
Menurut Parengkuan, pembangunan ketenagakerjaan didalamnya termasuk perlindungan terhadap tenaga kerja menjamin kesamaan kesempatanserta perlakuan tanpa diskriminasi dalam memperoleh pekerjaan serta dalam bekerja, menjamin hak-hak pekerja dan mengembangkan kualitas serta produkstivitas dengan tetap memperhatikan perkembangan dan kemajuan dunia usaha.
Namun demikian diketahui bersama, bahwa perkembangannya di negara kita diberbagai sektor, termasuk di sektor ketenagakerjaan, menunjukan dinamika yang lebih baik, maju dan berkelanjutanuntuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Hal itu terjadi salah satu faktor karena kualifikasi kompetensi pencari kerja (pencaker)  pada umumnya belum sesuai dengan persyaratan kerja (Job Requirement) yang ditentukan oleh pasar, jelas parengkuan, sembari menyebutkan, salah satu faktor penyebab yaitu para pencaker kita belum memiliki pengetahuan dan keterampilan kerja.
 Karena itulah kegiatan ini kiranya dapat mengevaluasi sejauhmana capaian kinerja kita di bidang ketenaga kerjaan di sulut, tandas Parengkuan. Kabag Tenaga Kerja dan Penanggulangan Kemiskinan Drs. Novi Kainde MSi mengatakan, tujuan kegiatan selain untuk sinkronisasi kebijakan program dan kegiatan ketenagakerjaan, juga  mengevaluasi pencapaian target kinerja pembangunan ketenagakerjaan tahun 2013 sekaligus menetapkan langkah-langkah pencapaian target kinerja pembangunan ketenagakerjaan di tahun 2014 provinsi dan kabupaten/kota. Turut hadir Karo Kesra Dr. Bahagia R Mokoagow M.Kes MARS. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).        

Precylia Gagola Siswa faforit Lomba Bacirita Tingkat Nasional

Pricylia Gagola siswi SD Kristen Ebenhaezar 2 Manado yang menjadi utusan sulut dalam lomba bacirita tingkat nasional Tahun 2013 di Jakarta baru lalu, berhasil keluar sebagai juara faforit tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional pada akhir Oktober 2013. Kegiatan itu dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda dan hari pahlawan 10 Nopember 2013. Sedangkan tujuan dari kegiatan itu untuk mengembangkan budaya baca sejak usia dini.
 Pada upacara bendera memperingati Hari Pahlawan tingkat povinsi sulut tahun ini di halaman kantor Gubernur sulut, Precylia menjadi salah satu penerima hadiah berupa tropy dari Kepala Perpustakaan Nasional yang diserahkan langsung  Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry sarundajang. Hadiah tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi salah satu siswi berprestasi dari bungsu Kepala Badan Perpustakaan Provinsi Sulut Maxi Gagola SH MH.
Diketahui Precylia Gagola pada pelaksanaan pameran pembangunan di kaiwatu baru lalu berhasil meraih juara 1 lomba bacirita tingkat provinsi sulut, ujar Kasubag Penerangan dan Publikasi Biro Pemerintahan dan Humas AY Rambing S.Sos (Kabag humas judisthira Siwu selaku jubir pemprov).

Penyerahan Bansos Mewarnai Peringatan hari Pahlawan

Peringatan Hari Pahlawan tingkat Provinsi Sulut Tahun 2013, senin (11/11) kemarin, di halaman kantor gubernur, di warnai dengan penyerahan dana bantuan sosial  (bansos) oleh Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang selaku Inspektur upacara kepada para kaum lansia, siswa kurang mampu serta warga penerima dana bantuan bencana alam.

 Penyerahan bansos tersebut ikut didampingi Kadis Sosial AG Kawatu, SE MSi dan Kepala Kantor Pos Manado Purgiyantoro selaku lembaga penyaluran dana bansos dari Kemensos RI kepada 7 penerima bantuan usaha ekonomi produktif (UEP masing-masing sebesar Rp. 1500.000, sepuluh anak-anak penerima bantuan pemenuhan kebutuhan dasar anak dalam bentuk tabungan masing-masing Rp 1 juta, dua anak penyandang disabilitas masing-masing menerima kursi roda, serta tiga orang penerima bansos bencana alam dari Rp. 3 Juta sampai Rp.15 Juta.
Mensos DR. Salim Segaf Al Jufri, MA dalam sambutan tertulis yang di bacakan Gubernur Sarundajang mengajak, kiranya semangat kepahlawanan dan kejuangan yang di presentasikan dalam bentuk cintai tanah air, pantang menyerah, peduli dan berbagi serta toleransi kiranya menjadi sumber motivasi kita semua untuk mengatasi berbagai tantangan dalam menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi, ujarnya.

Turut hadir wagub Dr. Djouhari Kansil MPd, Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan, unsur Forkopimda Sulut serta pejabat Eselon IV,III dan II di lingkungan pemprov sulut. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).







Wagub dan Empat Pejabat Eselon II Terima SKKP

Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd menerima Surat Keputusan Kenaikan Pangkat (SKKP) sebagai pembina utama golongan ruang  VI/e dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhayono bersama empat pejabat utama pemprov sulut masing-masing Kadis PU Ir. Jullesses Eddy Kenap MM sebagai pembina utama madya golongan ruang IVc. Sedangkan Kepala BKD Ir. Sandra Tine Patricia Moniaga MSi, Kepala BPKBMD Praseno Hadi Ak, MM serta Kasat Pol. PP Edwin Roring SE ME menerima kenaikan pangkat sebagai pembina utama muda golongan ruang VI/b.
Penyerahan SKKP tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, pada upacara peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2013, di halaman kantor gubernur, Senin (11/11) kemarin.
Gubernur Sarundajang memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Wagub Djoiuhari Kansil bersama empat pejabat utama pemprov sulut yang telah menerima SKKP dari Presiden RI. Kiranya dengan adanya kenaikan pangkat ini, akan lebih memotivasi kinerja saudara-saudara dalam upaya membangun daerah bumi nyur melambai yang kita cintai ini, ujar Sarundajang.
Diketahui kenaikan pangakat pembina utama VI/e  yang diterima oleh  Wagub Djouhari Kansil merupakan  pangkat tertinggi dari karier seorang PNS, karena itu sebagai Ketua Korpri Sulut bersama seluruh jajaran birokrat pemprov mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat oleh Pak Wagub, tambah Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan. (Kabag Humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).   




        


Minggu, 10 November 2013

Sarundajang Tabur Bunga di pusara CJ Rantung

Minggu (10/11) kemarin, Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang  bertindak selaku Inspektur Upacara Siara Nasional dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Tahun 2013 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kairagi Manado. Bertindak selaku Komandan Upacara Mayor Laut Nur Subagyo. Upacara yang diikuti peleton dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, FKPPI, Pramuka dan unsur Korpri tersebut dihadiri pula Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Dan lantamal VIII Manado, Kasrem, Mewakili Danlanudsri, Kejati, KPT, Perwira TNI dan Pejabat Eselon II di lingkungan Pemprov Sulut.
Usai upacara Gubernur Sinyo Sarundajang dan Wagub Djouhari Kansil bersama unsur Forkopimda dan pejabat teras lainnya melakukan tabur bunga di makam pusara mantan Gubernur Sulut Cornelis Jhon Rantung serta penaburan bunga di pusara para pahlawan yang telah gugur demi mempertahankan keutuhan NKRI, jelas Kadis Sosial Provinsi Aseano G Kawatu SE MSi. Mantan Kadispenda juga menambahkan untuk peringatan hari pahlawan tingkat perovinsi sulut akan digelar di halaman Kantor Gubernur Sulut pada pukul 8:00 Wita senin besok. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).





   

Kamis, 07 November 2013

Gubernur Wajib Membina Kabupaten/Kota

Peran dan posisi Gubernur dalam implementasi tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan di daerah sangat penting dan strategis dalam menentukan efektifitas, efisiensi serta berkelanjutan proses pembangunan antar daerah kabupaten/kota, provinsi dan nasional dalam kerangka keutuhan NKRI, hal itu di katakan Kadis Perindag Sulut Ir. Olvi Ateng MSi ketika menyampaikan sambutan Sekprov Sulut Ir. siswa R Mokodongan, pada rapat konsinyasi dalam rangka peningkatan peran gubernur terhadap kabupaten/kota di kawasan ekonomi, industri dan perdagangan di hotel arya duta manado, Kamis (7/11) kemarin. Kegiatan yang  yang berlangsung selama dua hari itu, diikuti pejabat terkait dari kab/ko. Menurut Ateng, gubernur memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan dan integritas bangsa dalam nuansa otonomi daerah, termasuk didalamnya peran gubernur terhadap kab/ko di kawasan ekonomi, industri dan perdangan, ujarnya. Olvie Ateng menambahkan dalam konteks inilah maka pelaksanaan kegiatan ini merupakan momentum yang tepat untuk semakin meningkatkan koordinasi dan sinergitas dalam pembangunan daerah terutama bagi kab/ko  dimaksud. karena itu dia juga berharap agar pserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesungguhan sampai selesai acara. Kabag Pemerintahan Lucky aju mengataakan, tujuan kegiatan itu adalah untuk membina, mengawasi, monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pengelolaan kawasan ekonomi, industri dan perdagangan. pesertanya Ketua Bappeda, Kadis Perindag, kabag Ekonomi serta kepala BP Kapet, tambah Taju. hadir Kasubid Hendri Pertanahan Ditjen PUM, Kasi Wil I Kawasan ekonomi Khusus Industri Perdangan Bebas Ditjen PUM sekaligus sebagai pembicara dan Kasubag Dekon dan TP Boslar Sanger SE. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).


        

Masyarakat Wajib Melaporkan data Kependudukan

UU No. 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan (adminduk) mewajibkan setiap peristiwa kependudukan dan peristiwa penting memerlukan bukti yang sah untuk dilakukan pengadministrasian dan pencatatan, hal itu disampaikan kabag Pemerintahan Drs. Lucky Taju MSi saat membacakan sambutan tertulis Karo Pemerintahan dan Humas Setda Prov. Sulut Dr. Noudy  RP. Tendean SIP MSi pada acara peningkatan  peran serta lembaga non pemerintah dalam rangka mewujudkan tertib adminduk di pro. Sulut.
Kegiatan yang berlangsung dihotel aryaduta manado, Kamis (7/11) kemarin diikuti para tokoh agama, PKK, Dharma Wanita, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), PGRI, LSM  dan mitra kerja pemerintah yang mendukung penyelenggaraan adminduk, menurut Taju terkelolanya tertib andminduk yang baik diperlukan adanya kesadaran masyarakat termasuk WNI yang berdomisili di luar  negeri untuk melaporkan diri atas beberadaannya maupun perubahan-perubahan atau peristiwa penting terkait dengan masalah pencatatan sipil seperti pencatatan lahir mati, perkawinan, pengangkatan anak, pengakuan anak dan pengesahan anak, perubahan nama dan perubahan status kewarga negaraan serta pencatatan perubahan peristiwa penting lainnya kepada pemerintah setempat untuk di catat. Pencatatan ini penting karena selain untuk memberi perlindungan, pengakuan serta penentuan status hukum pribadi juga untuk data dan dokumen kependudukan secara nasuional, jelas kabag paling senior di biro pemerintahan dan humas. Turut hadir Kasubid penyerasian kebijakan dengan lembaga non pemerintah ditjen Dukcapil Kemendagri, DiniAnggraeni SE MSi  sekaligus sebagai pembicara, Kasubag Dukcapil Nita tarumingkeng SSTP dan Kasubag Dekonsentrasi dan TP Boslar Sanger SE. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).