Rabu, 01 Januari 2014

Gubernur Gelar Toast Menyambut Tahun Baru

Seperti tahun-tahun sebelumnya menjelang akhir tahun, Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang melakukan toast bersama untuk menyambut tahun baru 2014 ini. lewat kemasan Acara Old And New Pemprov Sulut yangdirangkaikan dengan pencanangan Tahun Sulut Emas, peresmian BPJS dan pelauncuran program JKN itu, berlangsung Bumi Beringin Manado pukul 00:00 Wita, yang di awali dengan doa bersama dipimpin lima pimpinan agama di Sulut, berturut-turut di mulai dari unsur Katolik doa dipimpin Ps. Christian Santi, GMIM Pdt PM Tampie STh MSi, Budha Drs Ridwan Sofyan, Islam Kh. Abdul Gafur dan Hindu Alid Anom. Dilanjutkan dengan sambutan Gubernur yang turut menyampaikan berbagai capaian keberhasil sulut ditahun 2013 dan mengawali tahun 2014 dengan semangat baru, bertekad dan berkomitmen untuk berani melakukan perubahan dan pembaharuan kearah yang lebih baik, agar bisa menghasilkan terobosan strategis, kreatif, inofatif, produktif demi peningkatan kesejahteraan rakyat sulut, sembari mengajak untuk melakukan  toast bersama, dengan mengikuti ucapan saya: Selamat datang tahun  baru 2014, selamat datang tahun anugerah Tuhan, selamat datang tahun kegemilangan prestasi, hidup bangsa dan negara republik Indonesia, hidup provinsi sulut. Mari kita capai sulut sebagaqi salah satu pintu gerbang Indonesia di kawasan asia pasifik dan mari kita wujudkan masyarakat sulut yang semakin berbudaya, berdaya saing dan sejahtera, sambil berjalan untuk mengangkat toast bersama unsur forkopimda, Wagub Djouhari Kansil, Sekprov SR Mokodongan masing-masing bersama isteri. Acara toast bersama diakhiri dengan pesta kembang api yang idlakukan Gubernur bersama Ketua DPRD Sulut Pdt. Meiva Salindeho Lintang STh. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov) 










Gubernur : Luncurkan Program JKN

Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, menjelang akhir  Tahun 2013, Selasa (31/12) lalu, di Bumi Beringin Manado, menggelar acara Old And New Pemprov Sulut yang dirangkaikan dengan Pencanangan Tahun Emas Sulut, Peresmian Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenaga Kerjaan serta peluncuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Acara yang dikemas secara meriah oleh Asisten Administrasi Umum Nixon Watung SH, itu turut dihadiri unsur Forkopimda Sulut, BKSAUA dan FKUB serta para pejabat teras dilingkungan Pemprov, ditandai penekanan tombol oleh Gubernur didampingi kadis Kesehatan dr Grace Liesje Punuh M.Kes dan Kepala BPJS Kesehatan Divre 10 Suluttengo Lisa Nurena  sebagai tanda dimulainya program JKN di Provinsi Sulut.
Gubernur mengatakan, 1 Januari 2014 pukul 00.01 Wita, program JKN di daerah ini, mulai di berlakukan di daerah ini,  hal itu sesuai amant UU No. 24 Tahun 2011 sebagai implementasi dari UU No. 40 Tahun 2014 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, melalui Program JKN.
Dikatakannya, JKN merupakan bagian dari sistem jaminan sosial nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarkat, yang layak diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah.
Program ini akan diselenggarakan oleh BPJS kesehatan yang merupakan transformasi dari PT Askes (Persero) yang sesuai dengan UU No. 24 Tahun 2014, sebagai pengelola program ini kepada seluruh rakyat Indonesia, ujar Sarundajang sembari menyebutkan, peserta program jaminan kesehatan yaitu penerima bantuan iuran (PBI), dulunya peserta jamkesmas, yaitu masyarakat miskin/tidak mampu yang akan berobat masih dapat menggunakan kartu jamkesmasnya. Iuran masyarakat miskin ditanggung/ dibayar pemerintah kepada BPJS  sebesar Rp. 19.225/orang/bulan. Kartu jamkesmas pada saatnya akan diganti dengan kartu BPJS. Pekerja penerima upah. Pekerja penerima upah yaitu, peserta askes dan anggota keluarga; peserta jamsostek dan anggota keluarganya; anggota TNI Polri/PNS di lingkungan Kementerian Pertahanan/Polri dan anggota keluarganya; pada saat berobat masih dapat menggunakan kartus askes atau jamsostek. Iuran jaminan kesehatan untuk pekerja penerima upah dibayar oleh keperja (PNS,TNI Polri) dan pemberi kerja (pemerintah). Program bukan penerima upah, yaitu masyarakat yang berusaha atau bekerja atau resiko sendiri contohnya buru bangunan, sopir, nelayan dan petani; jika akan berobat maka harus mendaftarkan diri terlebih dahulu di kantor BPJS terdekat (dulunya PT Askes), dengan membayar iuran (premi) sesuai pilihan akomodasi yaitu kelas III Rp 25. 500/orang/bulan, kelas II Rp. 42.500/orang/bulan, kelas I Rp. 59.500/orang/bulan. Dan program ini akan berlangsung secara bertahap mulai  Tahun 2014, dan pada 1 Januari 2019 seluruh masyarakat Indonesia wajib menjadi peserta BPJS kesehatan.

Gubernur juga mengimbau, masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan atau belum ikut program JKN agar segera mendaftarkan diri menjadi peserta JKN di kantor BPJS terdekat, karena program nasional ini sangat bermanfaat bagi kita semua, sembari berharap agar  SKPD terkait dilingkungan pemprov sulut turut mensosialisasikan teknis program ini kepada seluruh lapisan masyarakat secara terus menerus agar masyarakat dapat memahaminya secara benar, ajak salah satu capres konvensi partai demokrat  (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).

               

Gubernur: Kehadiran OJK Perkokoh Capaian Visi Pembangunan Sulut

Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Selasa (31/12) lalu, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut,  menyaksikan penandatanganan berita acara serah terima Pengalihan Fungsi Pengaturan dan Pengawasan Bank dari Bank Indonesia ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), antara Kepala Perwakilan BI Sulut Lucthor E Tapiheru dan PLh Kepala OJK Sulut Dwi Suharyanto.
Gubernur mengatakan, UU No. 21 Tahun 2011 Tentang OJK meyebutkan fungsi utama OJK yaitu menyeleggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sekotr jasa keuangan. Dengan pengesahan UU ini, maka peran pengawasan Bank Indonesia akan diambil alih oleh OJK. Karena itu semua pelaku industri perbankan dan jasa keuangan lainnya, mau tidak mau harus menerima dan mendukung kehadiran lembaga ini, serta berharap kehadiran OJK dapat menjalankan fungsi pengawasan secara independen dan lebih baik. Karena peran lembaga ini tidak hanya mengawasi dan mengatur sektor perbankan, namun juga akan bertugas mengawasi dan mengatur industri keuangan lainnya, seperti lembaga keuangan non bank, pasar modal, asuransi, dana pensiun dan lembaga keuangan lainnya, jelas Sarundajang.
Karena itu Gubernur berharap dimasa trnasisi pengalihan fungsi, tugas dan wewenang sekotr perbankan dari BI ke OJK dapat b erjalan mulus dan tidak akan menimbulkan gangguan apapun terhadap kinerja dan operasional industri keuangan khususnya industri perbankan di daerah ini. Selain itu Ia meyakini kehadiran Ojk di daerah ini, akan memperkokoh pencapaian visi pembangunan untuk menjadikan sulut sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia di kawasan asia pasifik, menuju nasyarakat yang semkakin berbudaya, berdaya saing dan sejahtera, ujar Gubernur Sarundajang. Hadir para pimpinan perbankan di daerah ini.(Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov). 




    





Kamis, 26 Desember 2013

Mendagri Tuntaskan Tapal Batas Minahasa-Minut

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi telah mengeluarkan. Permendagri No.53 Tahun 2013 Tanggal 23 Oktober 2013 Tentang penetapan batas daerah Kab. Minahasa dan Kab. Minahasi Utara. Hal itu dikatakan Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Dr. Noudy R. P. Tendean SIP MSi kepada wartawan liputan Pemprov Sulut di kantor Gubernur, pekan lalu.
Dengan keluarnya keputusan Mendagri tersebut, dengan demikian pula batas daerah antar kedua kabupaten bertetangga ini telah selesai. Hal ini akan mempertegas tertib administrasi pemerintahan di dua kabupaten ini, karena sebelumnya telah disepakati bersama ke-dua pemerinthan ini yang telah di fasilitasi oleh pemprov sulut dan telah disetujui oleh tim penegasan batas daerah pusat, jelas Tendean yang turut didamping Kabag Pemerintahan Drs. Lucky Tajuh MSi, Kasubag Dekonsentrasi dan TP Boslar Sanger SE, Kasubag Pemerintahan Umum Christian Iroth STTP dan Kasubag Penerangan dan Publikasi AY. Rambing S.Sos.

Karo juga menambahkan, tuntasnya penyelesaian batas kedua daerah ini, sekaligus merupakan hadiah natal dari Mendagri Gamawan Fausi kepada Bupati Minahasa Drs. Jantje Sayow dan Bupati Minut Sompie Singal, ujar Doktor jebolah S3 UGM Jogya, sembari menambahkan, saat ini pemprov sulut sedang menanti keluarnya Kepmendagri untuk beberapa kabupaten/kota yang sedang bersengkatan batas antar daerah, mudah-mudahan tahun depan semuanya sudah tuntas diselesaikan, pungkas mantan Direktur IPDN Regional Sulut. (Kabag humas Judisthira Siwu, selaku jubir pemprov).  

Rabu, 25 Desember 2013

Gubernur dan Wagub Gelar Open House

Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang bersama Keluarga Sarundajang Laoh Tambuwun, Wagub Dr. Djouhari Kansil MPd bersama Keluarga Kansil Tatengkeng, menggelar open house perayaan hari natal Yesua Kristus, Rabu 25/12) di kediaman rudis masing-masing di bumi beringin manado.   Sementara dari jajaran top eksekutif di Sulawesi Utara, turut memberikan ucapan selamat Natal, yaitu dari unsur Forkopimda Sulut,  mulai dari Kapolda, Dan Rem 131 Santiago,  Dan Lantamal, Dan Lanudsri,  Kajati Sulut, KPT Manado dan Kepala BIN. Begitu pula dengan para Bupati Walikota, minus tiga Bupati di kabupaten di nusa utara hadir dan memboyong seluruh pejabat eselon dua dari kabupaten/kota. Pimpinan Perbankan, Juga termasuk pemimpin umat beragama di sulut baik yang tergabung dalam BKSAUA/ FKUB,  para pejabat intansi vertikal dan pejabat teras dilingkungan pemprov sulut, pengusah   dan masyarakat juga turut ambil bagian memberikan ucapan selamat hari natal kepada Gubernur dan Wagub. Open haouse berakhir pukul 16:00 Wita.
Gubernur Sinyo Sarundajang mengatakan, silahturahmi di hari natal sudah mejadi tradisi bagi sesama umat beragama di daerah ini. Karena perayaan hari-hari besar keagamaan merupakan salah wadah memper-erat sekaligus pemersatu hubungan antar umat beragama. Karena dengan adanya saling  kunjungan silahturahmi ini, mengambarkan betapa kuatnya pluralisme yang ada di sulut. Daerah sulut diakui sudah menjadi laboratorium kerukunan di tanah air. Saya juga bangga dengan Gubernur Provinsi Gorontalo bersama seluruh para Bupati/Walikota yang telah datang dari jauh-jauh bersilahturahmi sekaligus memberikan ucapan natal kepada kita, ujarnya sembari menambahkan Jika umat muslim merayakan Idul Fitri umat nasrani melakukan kunjungan yang sama. Karena itu diharapkan masyarakat sulut dapat menjaga bersama keamanan dan ketertiban (trantib) selama umat kristen merayakan hari natal, kunci Wagub Djouhari Kansil. (kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov)















  

Gubernur Ibadah Natal di Jemaat Eben Haezer Bumber

Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang  bersama keluarga Besar Sarundajang Laoh Tambuwun, mengikuti Ibadah Natal Yesus Kristus bersama Jemaat GMIM Eben Haezer Bumi Beringin Manado. Ibadah hari raya Natal itu di dipimpin Pdt. Marthen Karundeng STh dari BPMS Sinode GMIM.
Gubernur Sarundajang ketika  menyampaikan sambutan mengajak warga jemaat untuk menghayati makna natal Yesus Kristus dalam tindakan dan perbuatan yang dikehendaki oleh Tuhan. Seperti dalam kitab Injil Yohanes 3:16 yang mengajarkan kita tentang kasih. Karena begitu besar kasih Allah kepada dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.          
Sebab hanya oleh kasih Allah sehingga kita boleh diselamatkan. Natal adalah sebuah peristiwa kasih.  Dia mengatakan didalam kasih ada pengorbanan, baik bagi sesama maupun kepentingan kerajaan Allah, tetapi juga dengan natal itu kiranya menjadi momen bagi orang percaya untuk melakukan introspeksi  diri, untuk merubah sikap hidup yang lama menjadi yang baru. Karena Allah lewat Yesus Kristus telah rela datang kedunia untuk kita manusia, sehingga manusia tidak terjerumus kedalam kubangan dosa, ajak Gubernur, sembari menyebutkan,  walaupun kita bisa berbicara dalam berbagai bahasa, namun kalau tidak ada kasih diibartakan seperti tong kosong yang berbunyi nyaring, jelas Capres konvensi Partai Demokrat.
Sarundajang menambahkan, Yesus telah menanggung dosa kita dan Dia adalah Allah dan Raja damai, sehingga orang percaya tinggal menjalankan keselamatan yang telah dikerjakan oleh Allah sendiri. Baik pejabat pemprov maupun keluarga besar Sarundajang Laoh Tambuwun telah memberikan puji-pujian dalam ibadah natal tersebut. 
 Hadir Ketua DPRD Provinsi Sulut Pdt Meyva Salindeho Lintang bersama Suami Drs. Winsulangi Saliundeho dan keluarga (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).






Kansil Pimpin Ibadah Natal di Pniel Tuna

Seperti umat kristiani di tanah air Indonesia, dalam rangka  hari raya Natal Yesus Kristus 25 Desember 2013, menggelar Ibadah Natal bersama,  Tak terkecuali dengan jemaat GMIM Pniel Tuna Wil. Mawakom, Rabu (25/12) subuh, ratusan jemaat memadati  gedung gereja untuk mengikuti Ibadah natal dengan khusuk. Ibadah yang berlangsung pukul 05:00 Wita, dipimpin Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd yang juga selaku Penatua  Pria Kaum Bapa (PKB)  di Jemaat tersebut. 
 Firman Tuhan yang disampaikan dari Kitab Mazmur 97:1-12 dan Injil Lukas 2:1-7. Kansil mengatakan, bagi umat kristiani natal mempunyi makna yang sangat dalam, karena natal adalah bukti kasih Allah kepada manusia. Natal juga tak sekedar menggelorakan rasa suka cita karena kelahiran sang juru selamat, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri agar sikap hidup kita bisa mengikuti teladan yang diberikan oleh Yesus Kristus.
 Hampir sebulan lamanya kita melaksanakan ibadah pra natal mendengarkan Firman Tuhan Tentang Kelahiran Yesus Kristus, di Kolom, Jemaat, Wilayah maupun organisasi, tentunya  makna natal itu telah mampu diaplikasikan dalam tindakan dan perbuatan sehari-hari seperti yang dilakukan oleh Yesus Kristus yang datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
 Namun dalam kenyataannya setiap merayakan natal penonjolan sisi kemanusiaan yang lebih nampak ketimbang penonjolan dari sang pembawa kasih yang menjadi pokok dari perayaan natal itu.  Karena itu sebagai orang percaya, kembali kita diingatkan olah Allah, karena Ia maha tahu pikiran kita, dimana kita berada, bagaimana perbuatan kita, semua itu Ia tahu. Sebab bagi Allah Tidak ada yang tersembunyai.
 Karena itu Kansil mengajak jemaat, untuk menjadikan natal sebagai ajang memberi kasih sayang kepada semua orang, dengan cara rela berkorban dan saling membantu satu dengan yang lain, serta menjaukan diri dari segala perbuatan-perbuatan tercelah. Kitab Mazmur dan Injil Lukas  menggambarkan tentang kemahakuasaan dan kemuliaan Tuhan sebagai raja yang telah lahir dan yang berkuasa baik sorga  maupun di bumi, yang telah datang menyelamatkan manusia dari jurang kebinasaan, ujar Ketua PKB Wil. Mawakom  sembari menyampaikan  ucapan selamat Hari Ntala 25 Desember 2013 dan menyonsong Tahun Baru 1 Januairu 2014 kepada seluruh Jemaat GMIM Pniel Tuna, kiranya damai dan sukacita natal akan memberi kebahagian kita semua, tambah penasehat PKB Sinode GMIM. Sementara  puji-pujian Vocal Group Talita Pimpinan Ibu Mieke Kansil Tatengkeng, PKB  dan Pemuda/ Remaja Jemaat GMIM Pniel Tuna. Kesempatan itu Keluarga Kansil Tatengkeng telah memberikan diakonia kepada para janda dan duda serta anak-anak sekolah minggu. Turut hadir Ibu Mieke kansil Tatengkeng, anak-anak Inggrid dan Charles serta cucu Devon Kansil (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).