Rabu, 22 Januari 2014

Disbudpar Bersihkan Gedung Pingkan Matindas

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulut dipimpin Kadis Suprianda Ruru SH L.LM bersama para pejabat Eselon III dan IV serta seluruh Staf Disbudpar, melakukan bahkti sosial (Baksos) pembersihan lumpur dan sampah di Gedung Pingkan Matindas Manado, Kompleks Koni Sario Manado.
Kegiatan yang menjadi tanggung jawab SKPD yang membidangi  Kebudayaan dan Pariwisata ini, dinilai cukup berat untuk membersihkan lapangan Gedung tempat pelaksanaan pagelaran dan pertunjukan  seni dan  budaya daerah, karena lumpurnya sangat tebal mencapai lutut orang dewasa. karena untuk membersihkannya, rencananya kami akan menggunakan alat berat seperti eskavator, jelas Suprianda Ruru, sembari menyebutkan, kami saat ini fokus pada pembersihan lumpur yang ada didalam gedung, ujar Ruru yang didamopingi  Sekretaris Disbudpar Darwin Muksin S.Sos MM dan Kasie Pengembangan Kreasi Seni Charles Taju S.STP M.Si. Mudah-mudahan tugas dan tanggung jawab kami akan selesai sesuai dengan target yang diberikan oleh pimpinan, karena gedung ini merupakan sarana vital untuk pengembangan kreativitas seni dan budaya di daerah ini, tambah Ruru. (Kabag Humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).



  

Gubernur Gelar Apel Baksos Pembersihan Kota Manado

Guabernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Rabu (22/1) kemarin menggelar Apel Bhakti Sosial (Baksos) pembersihan lumpur dan Sampah di Kota. Apel yang diikuti peleton dari Unsur TNI/Polri, Korpri, Kabupaten/Kota, PMI, Perbankan, BUMN dan Ormas Peduli lingkungan dibagi dalam tiga wilayah, untuk wilayah Utara di pimpin langsung Gubernur Sarundajang bersama Unsur Forkopimda serta SKPD di bawah Ke-Asistenan I Bidang Pemerintahan dan Kesra titik lokasi bencana Kampung Ternate, Wonasa Tanjung, Singkil, Sindulang dan Karame. Wilayah Selatan dipimpin Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd bersama Wakapolda, Kasrem, Wakajati, Wakil KPT Manado serta SKPD dibawah Keasistenan II lokasinya Karombasan, Ranotana, Pakowa , komp Jalan Kembang, Sario, Wenang, Jalan Sudirman dan Calaca,  Jalan Siswa, Pakowa, Ranotana Weru, Pal Dua, Batukota dan malalayang. Sedangkan Wilayah III di pimpin Sekprov Ir. Siswa R Mokodongan di damping SKPD dilingkungan Keasistenan III Bidang Administrasi Umum, lokasi Tikala, Tikala Baru, Taas, Paal 4, Perkamil, Denlu dan Dendal .
Sarundajang mengatakan, tujuan dari berkumpulnya berbagai unsur komponen instansi vertikal dan Korpri serta partisipasi masyarakat di tempat ini adalah untuk melakukan berbagai tindakan kemanusiaan untuk membersihkan lumpur dan sampah akibat dari gejala alam yang terjadi sehingga mengakibatkan terjadinya bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kota Manado, Rabu pekan lalu.
Sarundajang menilai bencana alam kali ini paling besar dari bencana alam tahun-tahun sebelumnya, karena hampir semua kelurahan mengalami bencana.sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, serta infrasturktur dan harta benda yang ludes terbawa banjir, sembari menyebutkan saya yakin kita semua sudah melihat bencana yang terjadi di sudut-sudut pemukiman di kota manado.
 Karena itu selama satu minggu kedepan ini Pemprov bersama unsur TNI/Polri, Korpri, Kab/Ko yang dibantu berbagai Ormas, BUMN, swasta dan kalangan perbankan akan berusaha untuk melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang merusak wajah dari Ibu Kota Provinsi Sulut ini, tandasnya. (Kabag humas Judsithira Siwu selaku jubir pemprov).













  

Foto Bakti Sosial yang dipimpin Gubernur Sulut DR. S. H. Sarundajang dan Forkopimda Sulut








Pasukan Garuda Dua Ikut Bersihkan Lumpur Kota Manado

Pasukan Garuda Dua yang dipimpin Ajudan Brigadir Herold  Montung,  bersama Driver Wagub Edwin Limbat dan Salmon Pandensolang, Pengawalan Yanny Lomban dan staf Wagub Billy Kereh SSTP, dalam rangka mengikuti rombongan Wakil Gubernur Sulut DR. Djouhari Kansil MPd untuk memantau bersih-bersih lumpur Kota Manado yang dilakukan SKPD Provinsi, juga turut ikut ambil bagian.
Kegiatan yang dimulai di Jalan Siswa samping Gereja Adven, kemudian dilanjutkan di Kelurahan Pakowa dan SDN 69 serta  salah satu rumah penduduk di Kelurahan Ranotana Weru. menurut Montung kegiatan yang kami lakukan ini tanpa diperintah oleh big bosnya, tapi merupakan spontanitas untuk membantu warga yang terkena banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi rabu lalu. Jadi selain mengawal orang nomor dua di Sulut, kami juga ikut ambil bagian agar lumpur-lumpur yang ada menjadi cepat bersih, kunci Montung. Kegiatan dari anak buah Wagub ini, mendapat apresiasi positif dari Wagub Djouhari Kansil Sendiri. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).
     






Selasa, 21 Januari 2014

Wapres Serahkan Bantuan Tanggap Darurat Rp. 200 Juta Bencana Sulut

Wakil Presiden RI Prof. DR. Boediono, dalam kunjungan kerja di daerah ini, Selasa (21/1) kemarin telah melakukan peninjauan di dua titik lokasi bencana banjr  di Kota Manado yakni di Kelurahan Dendengan Dalam dan Komo Luar. Sebelumnya Wapres Boediono telah menyerahkan bantuan tanggap darurat dari pemerintah pusat sejumlah Rp. 200 juta yang diterima Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, usai pemaparan penanganan bencana sulut dari Gubernur Sarundajang di VVIP Bandara Sam Ratulangi Manado.  Wapres mengatakan, Penanganan tanggap darurat pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor disertai angin kencang yang terjadi Rabu pekan lalu,  di Manado, Minahasa dan Tomohon yang dilakukan oleh Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang di daerah ini, di setujui Wapres, "Saya merasa sangat senang dengan penanganan tanggap darurat yang dilakukan Gubernur Sinyo Sarundajang, dengan menggunakan pola rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana banjir dan tanah longsor di sulut yang mengikuti pola rehabilitasi dan rekonstruksi korban bencana gempa bumi 2006 dan erupasi gunung merap 2010 di jogya dengan stimulus usulan  membangun perumahan bagi warga korban bencana, katanya, karena pola penanganan seperti itu sangat tepat, apalagi terkait dengan penyiapan rumah bagi korban yang mengalami kehilangan rumah, saya sangat sependapat itu. Apa lagi daerah sulut dikenal sebagai provinsi yang harmonis, karena masyarakatnya selalu hidup dalam suasana rukun dan damai, tentunya akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat, khususnya warga yang menjadi korban bencana, ujarnya sembari menyebutkan pula Pak Sarundajang  memprioritaskan untuk segera mengembalikan secepatnya para warga pengungsi ke rumah mereka masing-masing, sehingga mereka boleh kembali melakukan aktivitasnya seperti semula., katanya.
Gubernur Sarundajang menyampaikan korban menginggal mencapai 19 orang, Manado 6, Tomoho, 6, Minahasa 6 dan Minut 1 orang. Jumlah warga terdampak kurang lebih 107.000 jiwa, jumlah warga mengungsi 15 ribu. Perkiraan total kerugian mencapai Rp. 1.871 Triliun yang terdiri Infrastruktur PU (bina marga, cipta karya, SDA) Rp. 794 M, Infrastruktur Non PU (jaringan listrik, komunikasi, perumahan) Rp. 377 M, kerugian perlengkapan/alat rumah tangga Rp. 200M, kerugian kehilangan usaha (perdagangan, UMKM, dll)  Rp. 475 M, kendaraan roda Empat dan Roda Dua Rp. 25 M. Sedangkan upaya penanganan darurat yang telah dilakukan, antara lain telah melaporkan kejadian awal kepada pemerintah pusat dan BNPB, mengaktifkan dan membentuk posko penanggulangan bencana di provinsi, pos komando di kab/kota, posko-posko lapangan (posko pengungsian, posko kesehatan, dan dapur umum), serta media senter. pendataan dampag bencana (korban dan kerusakan), menyatakan status status tanggap darurat dan menentukan masa tanggap darurat selama 14 hari sejak kejadian serta mendistribusikan bantuan logistik kepada warga korban bencana, jelas Sarundajang.
Ikut mendampingi rombongan Wapres yaitu Menhub EE Mangindaan, Mensos Salim Segaf A'jufri, Wamen Kes Dr. Ali Gufron dan Wamen PU di dua titik lokasi bencana Kelurahan Dendengan Dalam dan Komo luar. Mensos juga telah menyerakan bantuan kepada Gubernur Sarundajang. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).    








Wagub Sumbar Serahkan Bantuan Bencana Sulut

Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim yang turut didampingi para Pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Masyarakat Padang Sumbar (PMPS) serta pejabat dari BPBD Sumbar, Selasa (21/1) kemarin telah menyerahkan bantuan kemanusiaan korban banjir bandang dan tanah longsor di Manado, Minahasa, dan Tomohon. Bantuan dari pemerintah dan masyarakat Minang tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd di Bandara Sam Ratulangi Manado.
Bantuan yang diberikan tersebut berupa uang tunai sejumlah Rp. 350 juta, beras15 ton, seribu karton mie instan, 600 kg obat-obatan anti biotik, diare, dan ispa serta tenaga tim dokter dari Sumbar. Wagub Kasim menyebutkan, kehadiran kami di daerah Bum Nyiur Melambai untuk menyampaikan rasa empati dan rasa keprihatinan yang sebesar-besarnya bagi saudara-saudara kita di Sulut yang terkena bencana banjir bandang dan tanah longsor. Oleh karena itu dengan semangat rasa kesetiakawanan sosial ini sehingga kami bisa datang langsung ke Manado untuk menyampaikan rasa empat kami kepada saudar-saudarkita di sulut ini. Kiranya bantuan ini akan bermanfaat untuk membantu meringankan beban penderitaan dari korban bencana ini, sembari menambahkan besok Rabu (22/1) hari ini, pihaknya bersama tim dokter yang ada akan menyerahkan langsung   bantuan berupa makanan dan obat-obatan serta pemberian pelayanan kesehatan di titik-titik lokasi bencana di Kota Manado. Sementara Wagub Djouhari Kansil atas nama Gubernur menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian bagi masyarakat Sulut yang tertimpa bencana pada Rabu pekan lalu.  Bantuan dari Sumbar ini  sangat tepat karena menjadi kebutuhan masyarakat yaitu berupa makanan dan obat-obatan. Sementara Ketua PMPS Andreas Sofiandi menyatakan, pihak bersedia untuk membantu melakukan operasi katarak dan perasi bibir sumbing kepada warga yang membutuhkan. Karena itu Ia mengajak Pemprov Sulut dapat memprogramkan kegiatan ini, dan kami siap datang untuk melayani warga. Karena menurut Andreas kegiatan operasi katarak dan bibir sumbing kami lakukan di seluruh Indonesia. turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen, Asisten II Sanni Parengkuan Ketua Bappeda Ir. Roy Roring. Sedangkan dari Sumbar, ikut hadir Ellyyusman SH MH Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Dr. Efhandy Sp.M, LA Bagioyuwono,Lauw Fandry Anwar, David, Ridwan Setiajdi, Darlis Syofyan, Johanis Juliner serta Ketua BK Minang Manado Ir. Djarmis dkk. Sementara bantuan dari Pemprov Sulsel telah diterima oleh Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd di Bandara Sam Ratulangi Manado, pada Senin lalu. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).



        

foto-foto pimpinan Astra menyerahkan bantuan bencana kepada Gubernur di Bandara Sam Ratulangi Manado