Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang menegaskan, Pemprov Sulut akan segera memperbaiki kembali ruas jalan provinsi yang rusak di setiap Kabupaten/Kota. Penegasan orang nomor satu di sulut itu disampaikannya di hadapan para Bupati/Walikota se- sulut, pada pelaksanaan acara Rakorev 2013 di ruang Mapalus Kantor Gubernur, Rabu ( 26/3), kemarin.
Acara yang dihadiri Kejati Sulut Djungker Sianturi SH MH serta Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Sulut Irwan Ritongga sekaligus tampil sebagai pembicara pada Rakorev tersebut. Karena itu Bupati/Walikota tolong laporkan kepada Saya jalan-jalan provinsi yang ada di kabupaten/kota yang masih rusak, pemprov akan segera memperbaiki, ujar Sarundajang, sembari menyebutkan Dana pemeliharaannya sudah ada di Tahun Anggaran (TA) 2014. Namun jika sampai akhir tahun ini masih ada jalan provinsi yang belum diperbaiki, maka pemprov akan memasukannya di TA 2015, sehingga dengan demikian seluruh ruas jalan provinsi di kabupaten/kota akan segera tuntas perbaiknnya.
Bagian lain Gubernur menyebutkan, pengelolaan anggaran baik APBD maupun APBN di Kabupaten/Kota masih perlu dipacu, karena di triwulan pertama ini masih sangat rendah. Karena itu saya ajak mari kita gunakan prinsip pengelolaan keuangan secara beraturan, sehingga bisa meraih predikat WTP di masa yang akan datang. ikut hadir para Pejabat Eselon II sdilingkungan Penprov Sulut.(Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov)
.
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Rabu, 26 Maret 2014
Senin, 24 Maret 2014
Gubernur Laporkan Pajak Pribadi Secara Online
Bagi para wajib pajak di Provinsi Sulut, tak perlu repot lagi mendatangi Kantor Pelayanan
Pajak (KPP) Pratama Manado untuk
melaporkan SPT Tahunan perorangan/pribadi Tahun pajak 2013, karena mulai awal Tahun 2014 ini Ditjen
Pajak Kementerian Keuangan RI melalui
Kanwil DJP Suluttenggo dan Malut telah
memberikan kemudahan pelayanan dengan menggunakan sistem secara “Online” dengan mengisi sendiri aplikasi
formulir SPT yang bisa dilakukan kapan dan dimana saja dengan bantuan jaringan
internet. Khusus di Provinsi Sulut penggunaan sistem secara Online ini mulai
dilakukan oleh Wagub Dr. Djouhari Kansil MPd minggu lalu, disaat orang nomor
dua di sulut ini melaporkan SPT Tahunan. Kini Bapak Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry
Sarundajang melakukan hal yang sama di ruang kerjanya, Senin (24/3) kemarin,
serta ikut disaksikan para pejabat Eselon II Pemprov Sulut, jelas Kakanwil DJP
Suluttenggo Hestu Yoga Saksama yang ikut didampingi Kabid P2Humas Kanwil DJP
Suluttenggo dan malut CHP. Etwin Priyambodo OP serta Kepala KPP Pratama Manado
Hidayat Siregar.
Hestu menyebutkan, pajak yang
dibayarkan warga sulut selama tahun 2013 sebesar Rp. 2,262 trilyun atau mengalami pertumbuhan sebesar 18%
dibanding tahun sebelumnya. Dari data ABPD tahun 2013, dapat diketahui bahwa
jumlah dana perimbangan yang ditransfer oleh Pemerintah Pusat kepada
Pemerintah Provinsi dan seluruh kota/kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara dalam
bentuk DBH, DAU, dan DAK total sebesar Rp 7,94 Triliun atau sebesar 80,19% dari
pendapatan. Dengan demikian peranan pajak dari masyarakat Provinsi Sulawesi
Utara hanya sebesar 28,48% dari dana perimbangan yang diberikan oleh Kantor
Pusat. Untuk itu perlu ada peningkatan peran serta pemerintah daerah dan warga
sulut agar pajak yang disetorkan semakin
meningkat.
“Kami
menyadari peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran Wajib Pajak tidak
akan terjadi jika tidak ada upaya-upaya yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal
Pajak dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Kami juga perlu
bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk memasyarakatkan pajak ini ke seluruh
warga di kab/ko se-sulut”, kata Hestu.
Hestu menambahkan, di Tahun 2014 ini pihaknya akan menggalakan penyampaian
SPT Tahunan wajib pajak orang pribadi secara online pada wabsite kami di www.pajak.go.id. Atau sering kita sebut
dengan penyampaian SPT Tahunan melalui e-Filing, system ini memberi kemudahan,
kecepatan dan keamanan, sehingga wajib pajak diharapkan tidak lagi mengalami
kesulitan dalam negisi dan menyampaikan SPT tahunan, kuncinya.
Gubernur Sarundajang
memberi apresiasi langkah yang dilakukan Kanwil DJP Suluttenggo dan
Malut, karena menganggap upaya ini harus terus disosialisasikan kepada seluruh masyarakat, sembari meminta agar seluruh Warga maupun pejabat di lingkungan Pemrov Sulut kiranya menjadi
teladan melaporkan SPT tahunan orang/pribadi, karena sudah merupakan kewajiban
kita sebagai warga negara yang baik, harap Gubernur dua periode ini. (Kabag
humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).
Minggu, 23 Maret 2014
Lima Batas Daerah di Sulut Penyelsesiannya Tuntas Dilaksanakan
Biro Pemerintahan dan Humas yang
dipimpin DR. Noudy RP Tendean SIP MSi Patut mendapat apresisasi dan acungan
jempol, karena berkat kerja keras dan kerja tuntas, dibulan Maret 2014 ini telah
berhasil memfasilitasi penyelesaian lima
batas daerah kabupaten/kota se-sulut di
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Tendean yang ikut didampingi
Kasubag Pemerintahan Umum Christian AR Iroth SSTP dan kasubag Dekon dan TP
Boslar Sanger SE dan Kasubag Penerangan dan Publikasi AY Rambing S.Sos mengungkapkan, lima kabupaten/kota yang telah
sepakat menyelesaikan batas daerahnya yaitu Kabupaten Bolmut dengan Kabupaten
Bolsel, Kabupaten Bolmut dengan Kabupaten Bolmong, Kabupaten Minahasa dengan
Kota Manado, Kabupaten Bolmong dengan Kabupaten Minsel serta Kabupaten Boltim
dengan Kabupaten Bolmong.
Secara Umum mantan Direktur IPDN
Regional Sulut ini mengatakan, pada prinsipnya kabupaten/kota yang berbatasan
ini telah menyetujui penarikan garis batas dan sepakat melanjutkan finalisasi
Draf Permendagri untuk di proses lebih lanjut menjadi Permendagri batas daerah
yang definitif.
Khusus batas daerah Bolmong
dengan Minsel, jebolan S3 Universitas Gajah Mada Jogya menyebutkan, pada
dasarnya kedua kabupaten yang berbatasan menyetujui penarikan garis batas hasil
penegasan batas yang dilakukan Konsultan PUM Tahun 2013 dan yang telah dibahas
bersama terhadap perubahan posisi 4 pilar
ini, (PABU 07, PABU 012, PABU 013 dan BAPU 014) dimana kedua daerah akan
melakukan pengecekan lapangan yang akan dilakukan oleh pusat, provinsi dan
kedua kabupaten berbatasan, ujarnya sembari menambahkan, dari hasil pertemuan
itu telah dituangkan kedalam berita acara kesepakatan bersama yang telah di
tandatangi lima perwakilan yaitu Bolmong
ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati Yanny R Tuutk, Bolmut ditandatangi Sekda Drs. Recky Posumah
MSi, Bolsel oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Indra Damopoli ME, Minsel
oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Danny H Rindengan, Manado ditandatangani
oleh Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Joudy Senduk SE, Minahasa oleh Kabag
Administrasi Pemerintahan Umum Alexander
Mamesah STTP MSi serta Kabag Tapem Boltim Nizar Kadengkang SE. Sementara dari
Pemprov di wakili oleh Kabag Pemerintahan Drs. Lucky Taju MSi, Badan Informasi
Geospasial Agus Makmuriyanto, Dittopad Kol. CPt. Drs Murtono serta Dirjen PUM Kemendagri diwakili Kasie
Batas Antar Daerah Wil IID Drs Wardani
MAP. (Kabag humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).
Djouhari Kansil Pimpin Komsi PKB SAG Sulutteng.
Ketua Pria Kaum Bapa Jemaat GMIM
Pniel Tuna Wilayah Mawakom Pnt. Dr. Djouhari Kansil MPd akhirnya dipercayakan
untuk memimpin Komisi Pria Kaum Bapa (PKB)
Sinode Am Gereja-Gereja di
Sulawesi Bagian Utara dan Tengah
(Sulutteng) untuk masa pelayanan Tahun 2013 -2017. Pengangkatan Pimpinan dan
Anggota Departemen, Komisi, dan kelompok Kerja dalam lingkungan Sinode Am Gereja-Gereja Sulutteng, dilakukan oleh Sekjen SAG Sulutteng Pdt. Lamberti Y
Mandagi MTeol dalam suatu Ibadah di Jemaat GMIM Sentrum Manado, Minggu (23/3) kemarin.
Dalam Komisi ini Pnt. Djouhari Kansil Kansil
didampingi oleh Pnt. Drs. JWG Polii, MS sebagai Wakil Ketua dan Ass Bendahara dan
Pnt Ir. Steva B Liow sebagai Ass Bendahara, serta didampingi sembilan anggota yaitu, Ronny Lumowa S.Sos
MSi, Pnt. Hanny Limbe SH, Rommy
Kosegaran SSi, Drs. Hendrik Rondonuwu MS, Pnt. Nico Tulandi, Pnt Djendry
Sualang SPd MAP, Drs. Ratu Dareda’a, Pnt Drs. Rein Tumilaar MTeol, Pnt. Drs.
Bryan J Waleleng SH. Sementara di
Komisi WKI Ibu Dr. H Damongilala-Siwu
dipercayakan sebagai Koordinator, didampingi Wakil Ketua Pnt. Yulien
Tangkere-Papuling ME , Sekretaris Pnt. Ir. Micky J Wenur serta Ass Bendahara
Pnt. Meyta Gerungan-Walla SE MM dengan 9 anggotanya. Komisi Pemuda Koordinator
DR. Ir. Peggy mekel MA, Wakil Toar Pangkey, Sekretaris Isye A Lumi SP MSi, Ass
Bendahara Roy Kasenda SE. Komisi Remaja Koordinator Pnt. Tenny GM Assa, Wakil
Pnt RM Lumi Pd, Sekretaeris Pnt Mksi Sahensolar, Ass Bendahara Meliasa Gerungan. Komisi Anak Koordinator Pnt Prof DR. Paula Lumentut-Runtuwene,
Wakil Gbl. Vera Lyan Sihotang STh, Sekretaris Drs. A Boham MS, Ass bendahara
Pdt. Sofitje Tawaluyan, STh, serta tujuh anggota.
Sementara untuk Komisi Misi
dipercayakan kepada Pdt Teddy Kansil, MTh sebagao Koordinator didampingi 13 anggota,
demikian pula dengan Komisi Oikumene yang dipercayakan kepada Pdt PM Tampi STh
MSi sebagai koordinator didampingi 12 anggota. Sedangkan Departemen Gereja dan
masyarakat Koordinator Drs. Vicktor
Rompas MSi didampingi 12 anggota,
Departemen Pembinaan dan Pendidikan Koordinator Dr. MG Ruindungan MPd didampingi
12 Anggota.
Kansil yang harinya sebagai Wagub
Sulut mengajak semua pengurus yang baru dilantik untuk mau memberi diri dengan tulus iklas untuk
melayani umat Tuhan dengan sungguh-sungguh melayani serta mau bertindak bijaksana, tidak egois dan
tidak tinggi hati, supaya sama-sama bersikap hati menjadi seorang hamba agar supaya pelayanan yang dipercayakan kepada
kita semua dapat berjalan dengan baik, harap orang nomor dua di sulut. (Kabag
humas Judisthira Siwu selaku jubir pemprov).
Jumat, 21 Maret 2014
Bank Mega Bantu 2 Ribu Kompor Gas Untuk Warga Korban Banjir
Direksi PT Bank Mega,TBK melalui
Managing Director Max Kembuan telah memberikan bantuan kompor gas sebanyak 2
ribu unit lengkap dengan regulator yang diterima Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry
Sarundajang di Kediaman Gubernuran Bumi Beringin Manado, Jumat (21/3)
kemarin.
Kembuan mengatakan, kami
dikejutkan oleh berita bencana alam banjir bandang yang menimpa sulawesi utara,
khususnya kota manado dan beberapa daerah lainnya di sulut, pada 15 januari
2014 lalu. Atas dasar pertimbangan kemanusiaan dan didalandasi cinta kasih,
maka manajemen Bank Mega berusaha untuk membantu para korban, baik berupa dana
dan tenaga dalam kerja bhakti massal yang dipelopori oleh Pemprov, Pemkot
maupun Bank Indonesia dibeberapa lokasi bencana waktu lalu. Selin itu kami juga
turut membantu para nasabah kredit kami melalui program restrukturisasi kredit,
dimana selama 6 bulan sejak terjadinya banjir, debitur tidak perlu membayar
anggsuran dan bunga serta akan disesuaikan pembayarannya di periode berikutnya,
sesuai pengakuan dari nasabah, dan kebijakan ini sangat membantu mereka dan
meningkatkan hubungan baik dengan Bank Mega, tandas Kembuan.
Gubernur Sarundajang taklupa menyampaikan
terima kasih atas bantuan yang telah diberikan Bank Mega bagi warga korban
banjir di daerah ini. Bahkan saya juga berterima kasih karena Bank Mega tidak
memberikan bantuan dalam bentuk dana melainkan berupa bahan. Sarundajang
menambahkan, akibat bencana banjir bandang tersebut banyak rumah-rumah penduduk
yang hanyut, rusak berat dan ringan maupun kerugian harta benda lainnya
termasuk bangunan pemerintah dan infrastruktur jalan dan jembatan mengalami
kerusakan yang sangat parah, kata kandidat Capres Konvensi Partai Demokrat.
Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen MS, Asistn II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs. Sanny Parengkuan, Kadis
Sosial AG Kawatu SE Msi, Kepala BPBD Sulut Ir. Noldy Liow serta direksi PT Bank
Mega Manado.(Kabag humas Judistrhira Siwu selaku jubir pemprov).
Kamis, 20 Maret 2014
Kansil : PNS Harus Jadi Teladan Wajib Pajak
“Kami menyadari peningkatan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran Wajib
Pajak tidak akan terjadi jika tidak ada upaya-upaya yang dilakukan oleh Direktorat
Jenderal Pajak dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Kami juga perlu
bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk memasyarakatkan pajak ini kepada
seluruh rakyat di daerah masing-masing”, ujar Hestu
Dijelaskan pula bahwa kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan salah
satu langkah dari Direktorat Jenderal Pajak dan Pemerintah Provinsi Sulawesi
Utara untuk mengajak masyarakat Sulawesi Utara sadar pajak terutama dalam
menyampaikan SPT Tahunan yang menjadi kewajiban Wajib Pajak setiap tahun. Dari
segi kepatuhan di tahun 2013 lalu, baru 63,25% dari total wajib pajak wajib
lapor di Provinsi Sulawesi Utara yang
menyampaikan SPT Tahunan. Untuk itu
perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran Wajib Pajak dalam memenuhi
kewajiban perpajakannya.
Pihaknya menyadari bahwa masih banyak Wajib Pajak yang mengalami
kesulitan dalam menyampaikan SPT Tahunan setiap tahunnya, baik dalam hal cara
pengisiannya maupun penyampaiannya. Hal tersebut dialami oleh seluruh lapisan
masyarakat baik di kota maupun di pedesaan. Selain itu sudah menjadi kebiasaan
dari masyarakat untuk menyampaikan SPT Tahunan sampai dengan batas akhir
tanggal 31 Maret, hal tersebut tentunya menimbulkan terjadinya antrian pada
setiap KPP.
“Untuk itu pada tahun 2014 ini, Direktorat Jenderal Pajak menggalakkan
penyampaian SPT Tahunan Wajib Pajak
Orang Pribadi secara online pada website kami di www.pajak.go.id. atau sering
kita sebut dengan penyampaian SPT
Tahunan melalui e-Filing. System
penyampaian melalui e-Filing ini memberikan kemudahan, kecepatan dan keamanan,
sehingga kita harapkan Wajib Pajak tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengisi
dan menyampaikan SPT Tahunan” tambahnya.
Wagub Kansil pun memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh
Kanwil Dirjen Pajak tersebut dan menganggap bahwa upaya tersebut harus terus
disosialisasikan kepada masyarakat. Kansil juga meminta agar seluruh PNS di
lingkungan Pemrov Sulut agar dapat memberikan teladan terhadap kewajibannya
melaporkan SPT Tahunan tersebut melalui aplikasi tersebut. “Seluruh PNS di
Sulut seyogyanya menjadi panutan dalam hal wajib pajak dan melaporkan SPT
Tahunan ini, oleha karena itu maka melalui aplikasi ini saya meminta seluruh
PNS di jajaran Pemprov untuk menjadi yang terdepan melaporkan SPT Tahunan
apalagi dengan aplikasi ini, semuanya jadi sangat mudah dan praktis”, imbuh
Kansil. Juru Bicara Pemrov Sulut Judhistira Siwu mengatakan bahwa pada kesempatan
itu juga Wagub langsung menginstruksikan kepada Karo Pembangunan untuk
mengkoordinasikan pengisian pelaporan SPT Tahunan oleh PNS di lingkungan
pemprov. “Pak Wagub langsung menginstruksikan kepada Karo Pembangunan untuk
mengkoordinir tentang pengisian laporan SPT Tahunan bagi PNS di jajaran pemprov
mengingat batas yang sudah tinggal beberapa pekan”, kata Siwu
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Edwin Silangen,SE,MS, Asisten II
Drs. Sanny Parengkuan, MBA, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas DR. Noudy
Tendean, MSi, Karo Pembangunan Farly Kotambunan, SE, Karo Hukum Marshel
Sendouw, SH, Karo Umum Femmy Suluh, MSi dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan
Ir. Mieke Pangkong, MSi.
(Juru
Bicara Pemrov Sulut, Judhistira Siwu, SE, MSi)SHS Dinobatkan Sebagai Tokoh Nasional Otda
SHS Dinobatkan Tokoh Nasional Penguatan Otda
GUBERNUR Sulawesi Utara (Sulut) DR Sinyo Harry Sarundajang dinobatkan sebagai seorang tokoh nasional penguatan otonomi daerah. Penghargaan ini diberikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional 2014.
‘’Saya tentunya berterima kasih tidak menyangka mendapatkan perngharaan ini dari PWI Jawa Timur. Penghargaan ini tentunya memberikan motivasi bagi saya untuk lebih konsisten dalam menjalankan system pemerintahan di era otonomi daerah untuk kesejahteraan rakyat,’’ kata Sarundajang seusai menerima penghargaan tersebut di Hotel Sangrila Surabaya, tadi malam.
Sarundajang menegaskan, yang dibutuhkan sekarang adalah beberapa pemikiran yang mengarah pada revisi undang-undang nomor 32 tahun 2004, bukan menggantinya. Sebab, kata Sarundajang, pemerintahan daerah adalah keseluruhan sub sitem pemerintahan Negara yang berfungsi jika sub-siub sistemnya terintegrasi atrau saling mendukung dan tidak berlawanan.
Pasal 18 UUD 1945 dan undang-undang nomor 32 tahun 2004 mengisyaratkan penyelenggaraan pemerintahan dan system pemerintahan NKRI yang menganut konsep local state government dan local self
government.
Local state government melahirkan wilayah pemerintah pusat di daerah yang direpresentasikan dengan keberadaan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah dan instansi vertical yang melaksanakan tugas-tugas pemerintahan berdasarkan asas dekosentrasi. Sedangkan local self government melahirkan daerah otonom yang direpresentasikan kepala daerah (gubernur/bupati/ Wali kota) dan DPRD yang melaksanakan tugas pemerintahan berdasarkan asa desentralisasi.
‘’Dengan demikian Provinsi menjadi intermediate government. Provinsi menjadi penyambung dan penghubung kepentingan serta kewenangan yang bersifat nasional dan local,’’ ujar Sarundajang.
Sementara itu Ketua PWI Jawa Timur, Akhmad Munir mengatakan, PWI Jawa Timur memberikan penghargaan kepada Bapak Sinyo Harry Sarundajang dalam kategori tokoh penguatan otonomi daerah, setelah diputuskan dalam rapat pleno pengurus berdasarkan realitas empiris yang harus dihargai dan dijunjung tinggi.
Selain SHS penghargaan tersebut berlangsung juga diberikan kepada g, Panglima TNI RI Jenderal Moeldoko, Dr Surono Kepala Geologi Kementerian ESDM dan Mayjen Tni Purn Syamsul Maa’rif, Kepala BNPB diberikan penghargaan sebagai Tokoh Nasional
Menurut Munir, pertimbangan penghargaan diberikan secara konsisten dan kontinyu Bapak Sarundajang telah memperjuangkan makna pentingnya otonomi daerah dan penguatannya di masa depan dalam system pemerintahan di Indonesia. Pemikiran out of the box dan dan ide cemerlang yang mencakup aspek konten dan prosers implemenmtasi otomoni daerah layak memperoleh apresiasi tinggi.
- ‘’Ditataran praksis, Bapak Sarundajang telah bekerja keras agar ide dan cita ideal itu dapat diterapkan dalam praktek pemerintahan sehari-hari di Provinsi Sulawesi Utara. Setelah Undang-undang nomor 5 tahun 1974 dicabut dan diganti dengan undang-undang nomor 22 tahun 1999 dan disempurnakan dengan undang-undang nomor 32 tahun 2004, spirit dan gelora terus ditunjukan Bapak Sarundajang agar princip otonomi daerah secara paripurna bisa diterapkan dalam system pemerintahan di Indonesia,’’ katanya.
Menurut Munir, Sarundajang juga secara konsisten dan ajeg mendorong terus menerus penyempurnaan konten regulasi dan implementasi system pemerintahan yang bebrbasis otonomi daerah. Tak sedikit pun pemikiran dan gagarasan bersifat setback untuk mengembalikan sentralistik system pemerintahan.
(Juru Bicara Pemprov Sulut, Judhistira Siwu, SE, MSi)
Langganan:
Postingan (Atom)
