Rabu, 14 Mei 2014

Rapim EPPA 17 SKPD Rapor Merah

Rapat Pimpinan Evaluasi Pengawasan Penyerapan Aanggaran (EPPA) per 30 April 2014 yang dipimpin Asisten Dua Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. Sanny Paregkuan MAP di ruang Mapaluse Kantor Gubernur, Rabu (14/5) kemarin setidaknya 17 SKPD mendapat rapor merah antara lain Dishut, Dinsos, Perindag, Sekda dan Biro Kesra. Sementara Dinas ESDM, Badan Perbatasan, Biro Hukum, Biro Ekonomi, Dipenda, Bakorlu dan Sat Pol PP masuk di 15 SKPD yang mendapat rapor biru.
Karo Pembangunan Farly Kotambunan SE menyebutkan, tiga alasan sehingga ke-17 SKPD tersebut mendapat rapor merah pertama karena terjadi pergeseran anggaran, kedua masalah tenaga operator masih kurang di SKPD, dan ketiga masih dalam proses paket-paket lelang. karena itu selesai lelangdiharapkan akhir bulan ada tandatangan kontrak secara kolektif bagi kontraktor yang menang lelang untuk tahap kedua, sehingga secara otomatis realisasi keuangan akan meningkat, jelas Kotambunan.
Karena itu Kotambunan berharap evaluasi bulan yang akan datang realisasi penyerapan anggaran akan selib baiksesuai dengan pernyataan para kepala SKPD dan Evaluasi Tim TEPPA Provinsi Sulut.
 Sanny Parengkuan juga berharap, para kepala SKPD dalam pengelolaan barang dan jasa hendaknya secara transparan, efisiensi, efektif dan akuntabel sehingga  di akhir Tahun Anggaran tidak akan terjadi penumpukan permintaan SPP, sehingga pekerjaan yang dilaksanakan dapat berlangsung sesuai rencana dan berkualitas serta bisa selesai tepat waktu.
Diingatkan pula, agar pelaksanaan rapat desk, pra rapim SKPD harus hadir dengan maksug untuk meminimalisir segala permasalahan yang dihadapi sekaligus dapat dituntaskan secepatnya dan tidak berlarut-larut, tandas mantan Kedia Perindag Sulut. (Kabag humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).


      


Muslim: Pemda Berperan Kembangkan Ekonomi Kreatif berbasis Budaya Lokal

Dinas Kebudayaan dan Pariwiata Provinsi Sulut dalam rangka menunjang iven internasioal World Coral Reef Conference, Rabu (14/5) kemarin di Hotel Lion Manado menggelar Seminar Jazz. Kegiatan yang dibuka Kadis Budpar Suprianda Ruru SH LLM, menampilkan pembicara utama Sekretaris Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Kementerian Parekraf Drs. Mumus Muslim, MM.
Muslim mengatakan, saat ini telah terjadi pergeseran era perekonomian yaitu dari era ekonomi pertanian menjadi era ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif merupakan era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide-ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.
Namun terkait dengan  ekonomi kreatif berbasis seni budaya, ruang lingkupnya meliputi perfilman, industri musik, seni rupa dan lebih khusus seni pertunjukan rakyat kontribusi ekonomi belum optimal di lihat dari aspek ekonomi, khusus untuk seni pertunjukan rakyat yang merupakan seni budaya lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat seperti seni pertunjukan sastra, teater, musik dan tari. saya mendorong pemerintah daerah sulut berperan untuk  meningkatkan peranan taman budaya sebagai dapur seni budaya lokal di daerah ini, sehingga dikemudian hari akan semakin berkembang. Muslim juga menyebutkan,  Kementerian Parekraf akan mensuport taman budaya manado melalui dana dekonsentrasi untuk mengembangkan berbagai tarian daerah seperti maengket dan musik kolintang.Bahkan Muslim berjanji tarian maengket dan musik kolintang akan diusung ke UNESCO untuk dipatenkan sebagai salah satu warisan bangsa.
Sementara Kepala Seksi Pengembangan Kreasi Seni Charles Taju SSTP MSi  menyebutkan, keunikan budaya kearifan lokal merupakan daya saing utama dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif serta memperkuat jatih diri bangsa sekaligus dapat meningkatkan rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia, jelas mantan KTU Samsat Manado sembari menambahkan kegiatan itu diikuti para seniman dan mahasiswa. (Kabag humas DR. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).




    

Gubernur Sebutkan Tiga Permasalahan Dalam Pengelolaan Sumber Daya KP

Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang menyebutkan tiga permasalahan penting terkait dengan pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan, pertama konservasi terumbu karang terus di sosialisasikan karena sudah merupakan masalah saat ini, kedua terbatasnya pemahaman masyarakat dan SDM, dan ketiga persetujuan publik untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam terus digalakan. Penegasan Gubernur Sarundajang itu disampaikan di sela  pembukaan World Ocean Bussines Forum (WOBF) di MCC Manado, Rabu (14/5) kemarin.
Karena itu untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya peraturan yang dibuat agar pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan agar lebih teratur, terintegrasi dan bertanggungjawab sehingga sumber daya ini bisa lestari dan berkelanjutan, ujar Sarundajang.  
Sarundajang mengatakan, WOPF bertujuan untuk menciptakan kerjasama pengusaha lokal maupun internasional dalam memanfaatkan kekayaan sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia, sembari berharap kiranya pertemuan ini akan memberi hasil yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia terutama bagi warga Nyiur Melambai.
Kegiatan yang dibuka oleh Deputy I Kemenko Kesra Willem Rampangiley,
  Sebelumnya Dirjen Pengelolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. Saud Hutagalung M.Si  mengungkapkan komitmen pemerintah ditujukan dengan pelaksanaan forum bisnis di berbagai kesempatan. Diantaranya pada penyelenggaraan rangkaian World Coral Reef Conference (WCRC)  di Manado dilaksanakan WOPF saat ini yang dipadukan dengan Coral Reef Exebition. “Penyelenggaraan forum ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bisnis bidang kelautan dan perikanan tentunya bisnis yang ramah lingkungan dan berkalnjutan serta mendukung upaya peningkatan ekonomi, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat”, jelas Saud.

 Deputy I Kemenko Kesra Willem Rampangiley saat membuka kegiatan tersebut menyebutkan, setidaknya 250 peserta dari 25 negara yang bersal dari unsur pemerintah, organisasi regional dan internasional, NGO pelaku bisnis serta para ilmuwan  dan akademisi. Dalam forum ini menurut mantan Dan lantamal VIII manado para pelaku bisnis akan diajak untuk berinvestasi mengelola dan memanfaatkan sumberdaya kelautan dan perikanan dengan memperhatikan prinsip pelstarian dan kesinambungan sumberdaya dan ekosistem terumbu karang, padang lamun dan mangrove. Hadir para Bupati/Walikota serta para pejabat ters pemprov Sulut. (Kabag humas DR. 
Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).           






foto-foto kegiatan WCRC










Selasa, 13 Mei 2014

SHS: SUKSES WCRC SUKSES SULUT DI MATA DUNIA


Keinginan untuk menyukseskan iven internasional World Coral Reef Conference begitu tinggi bagi Gubernur Sulawesi Utara dan panitia penyelenggara.
Sekembalinya dari Kunjungan Kenegaraan Mendampingi Presiden RI  dari Myanmar mengikuti KTT Negara ASEAN, Gubernur Sulawesi Utara DR Sinyo Harry Sarundajang langsung mengadakan Rapat terakhir dengan jajaran panitia pusat dan panitia daerah, hari Selasa 13 Mei 2014 mulai pukul 13.00 di VIP Room Pemda Bandara Samratulangi. Rapat yang diawali dengan laporan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara tentang kondisi terkini persiapan pelaksanaan WCRC serta kegiatan kegiatan dan persiapan yang telah dilakukan selama menjelang pelaksanaan WCRC.
Kemudian dilanjutkan dengan laporan dari Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Ir Ronald Sorongan MSi yang memaparkan jadwal pelaksanaan acara dan kesiapan venue tempat pelaksanaan rangkaian acara, yang menarik dalam pemaparan adalah yang akan membuka acara ini adalah Bapak Wakil Presiden RI Budiono sekaligus akan meresmikan gedung CTI.
Gubernur Sulawesi Utara DR. Sinyo Harry Sarundayang dalam pengarahannya menegaskan beberapa hal diantaranya yaitu bahwa ukuran keberhasilan pelaksanaan WCRC adalah 1). mulai dari penerimaan tamu, harus diperhatikan betul barang bawaan para tamu karena ini menyangkut bawaan terumbu karang, jangan sampai ada barang yang hilang dan harus dipermudah prosedurnya. 2). setiap peserta harus tiba pada waktu yang tepat di tempat yang tepat, oleh karena itu setiap peserta harus memegang jadwal dan agenda yang jelas serta dukungan kendaraan yang mobile. 3) sukses makanan (food security), jangan sampai penyedia katering salah menyediakan makanan dan berakibat peserta sakit, 4) keamanan, perlu koordinasi yang baik dengan pihak keamanan Polda dan Korem agar keamanan terjaga dengan baik. Sarundajang menegaskan bahwa mata dunia tertuju ke Sulawesi Utara sehingga tidak bisa tidak even ini harus sukses, yg pada gilirannya akan lebih mengharumkan nama Sulut.
Sarundajang juga menyentil pentingnya pelaksnaan even WCRC ini dimana berdasarkan para pakar, terumbu karang dapat menurunkan panas bumi, hal ini karena yang membungkus terumbu karang adalah fitoplankton yang mampu mengeluarkan zat CO2, Zat ini ternyata  mampu menurunkan suhu panas bumi (global warming), jika ditarik lebih jauh lagi,  hal ini berkaitan dengan food security, dimana global warming dapat mengakibatkan gagal panen yang berimbas pada ketersediaan pangan di dunia.
Disamping panitia daerah yang terdiri dari pejabat  daerah juga dalam rapat hadir pejabat dari Kementerian Koordinator Kesra, pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Pejabat dari Kementerian Luar Negeri. (DR. Jemmy Kumendong, MSi, Kabag Humas selaku Juru Bicara Pemprov).


Sekprov buka Rapat Evaluasi Dekonsentrasi

Dana dekonsentrasi dan pembantuan serta urusan yang bersumber dari APBN kepada daerah adalah untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah sesuai prioritas nasional bertujuan untuk membantu daerah dalam mendanai kebutuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar masyarakat dan untuk mendorong percepatan pembangunan daerah serta pencapaian sasaran prioritas nasional. Demikian dikatakan Sekrtetaris Daerah Provinsi Sulut Ir. Siswa Rahmat Mokodongan saat membuka Rapat evaluasi dana APBN triwulan I tahun anggaran 2014 (13/5) yang dilaksanakan di hotel Aston Manado.
Sekrov mengatakan bahwa Penguatan peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah adalah untuk menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan  atas perencanaan dan pembangunan nasional antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menciptakan stabilitas politik dan pemerintahan  serta mewujudkan keserasian pembangunan antar wilayah, antar daerah dan antar kawasan maka dana dokensentrasi APBN yang dialokasikan di daerah juga mencakup alokasi dana untuk meningkatkan peran kelembagaan dalam pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan program dana APBN di Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Pada kesempatan itu sekprov mengharapkan kepada instansi pengelola dana dekonsentrasi, tugas pembantuan serta urusan bersama agar dapat memanfaatkan momentum rapat evaluasi triwulan I ini sebaik mungkin dengan membagi pemikiran dalam mengidentifikasi permasahan serta hasil positif yang telah didapat selang waktu triwulan I ini. Dan rapat evaluasi ini bisa menjadi wahana saling tukar ide, pendapat dan pandangan serta saling memotifasi antar sesama pengeloala dana dekonsentrasi.
Pada kesempatan itu Kepala Bappeda dalam laporan yang dibacakan oleh sekretaris bappeda Ir. Ria Dunggio, MSi mengatakan bahwa dilaksanakannya rapat evaluasi ini adalah untuk melihat sejauh mana hasil capaian dari masing-masing pengelola dana dekonsentrasi yang ada di Sulawesi utara dan acara dilaksanakan sehari dan ikuti oleh unsure bappeda Kab/Kota Satker/SAKPD dan instansi vertical se prov. Sulut.( Kabag Humas DR. Jemmy Kumendong selaku Jubir pemprov)



Mokodongan: Wirausaha harus memiliki sifat ulet dan Pantang Menyerah

Menjadi wirausahawan yang tangguh dan sukses, tidak semudah membalikan telapak tangan. Hal itu dikatakan Seprov Sulut Ir. Siswa R Mokodongan saat membuka kegiatan pemasyarakatan pemahaman koperasi bagi seribu generasi muda dan mahasiswa kelompok perempuan calon wirausaha di Provinsi Sulut, di ruang Mapalus Kantor Gubernur, Selasa (13/5) kemarin. Kegiatan yang mengangkat tema “Spirit Of Women Entrepreneurship” itu menurut Mokodongan, seorang entrepreneur selalu harus memiliki ide, gagasan yang kreatif, berani mengambil resiko serta memiliki sifat sabar dan ulet, ujarnya sembari menyebutkan, untuk meraih kesuksesan bukanlah pekerjaan yang mudah karena harus melalui proses jatuh bangun. Tetapi sekali lagi kalian harus tetap ulet dan pantang meyerah serta terus berinovasi, tandas putra terbaik bumi totabuan.    
Sementara Deputy Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UMKM Prakoso BS mengajak peserta seribu mahasiswa dan siswa SMA sederajat untuk mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja sebagai wirausaha. “Seorang wirausaha itu harus berangkat dari hobi dan dilakukan dengan sunguh-sungguh dan fokus secara kontinu dengan pengelolaan keuangan secara disipl yang tingi, kata Prakoso seraya mengingatkan pentingnya sinergi usaha dengan mendirikan koperasi.

Kadis Koperasi dan UMKM Drs. Maurits Berhandus SH MSi, mengatakan, tujuan kegiatan itu untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan koperasi serta pertumbuhan dan pengembangan wirausaha muda potensial. 
Dalam kesempatan itu pula Sekprov telah menyerahkan modal awal bagi wirausaha pemula sebesar Rp. 25 Juta  yang diperebutkan dengan membuat proposal study kelayakan. Turut hadir para pejabat Eselon III dan IV dilingkungan Diskop dan UMKM. (Kabag humas DR. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).