Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Selasa, 05 Agustus 2014
Perpustakaan dan Patung Babe Palar Akan di Bangun di Rurukan
Salah satu Pahlawan Nasional asal Sulut yaitu Lambertus Nikodemus Palar yang akrab disapa Babe Palar akan mendapat pengharggaan dari Bank Indonesia (BI) berupa sumbangan perpustakaan sekaligus dengan patung Babe Palar di dalamnya. Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cabang Manado Lucthor Tapiheru saat di terima Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd di ruang kerjanya, Selasa (5/8) kemarin.
Penyerahan sumbangan perpustakaan dan patung Babe Palar itu rencananya akan dilaksanakan pada Hari Kamis (11/8) mendatang di SD GMIM Rurukan Tomohon tempat dimana Pahlawan Nasional itu pernah bersekolah, yang ditandai dengan pembukaan tirai sumbangan perpustakaan dari BI yang didalamnya ada patung Babe Palar, serta peletakan batu pertama pembangunan perpustakaan, jelas Tapiheru.
Bagian lain itu Tapiheru melaporkan, pada tanggal yang sama didaerah ini akan dilaksanakan pertemuan Bank Indonesia seluruh Indonesia yang akan dihadiri Gubernur BI dan para Deputi senior, Gubernur Sulsesl selaku Ketua Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indo nesia (APPSI), Bupati Kutai selaku Ketua Asosiasi Pemerintahan Kabupaten seluruh Indonesia (APEKSI) dan Walikota Manado Vecky Lumentut selaku Ketua Asosiasi Pemerintahan Kota seluruh Indonesai (APKASI) sebagai tamu VVIP.
Tapiheru menambahkan, pertemuan BI seluruh Indonesia akan berlangsung di Aula BI Cabang Manado selain mengadakan rapat internal juga ada diskusi ekonomi bersama Gubernur, Bupati dan Walikota serta Instansi pusat.
Kansil menyambut baik sumbangan yang diberikan Bank Indonesia kepada salah satu Pahlawan Nasional kita Babe Palar, Dengan hadirnya sumbangan perpusatakaan dan patung dari Babe Palar ini, setidaknya akan memberi merangsang terhadap generasi muda sulut, terutama generasi muda yang ada di kota Tomohon untuk belajar dari sosok Babe Palar, yang pernah dipercayakan pemerinta Indonesia sebagai salah satu perwakilan tetap yang berkedudukan di badan dunia yaitu Perserikatan bangsa-Bangsa (PBB). Keteladan babe palar diakuinya memang perlu di pelajari oleh generasi muda kita saat ini, terutama mereka yang masih berstatus siswa dan mahasiswa.
Kansil juga menita agar Biro Umum dapat meembantu mengkoordinirprotokoler untukkedatangan dan kepulangan tamu. Sementara kadis Perhubungan dan Kominfo Wagub Minta,untuk mengecek kendaraan bus damri bagi peserta. Turut hadir Asisten Ekonomi Pembangunan Drs. Sanny Parengkuan, Karo Pemerintahan dan Humas Dra. Linda Watania, MSI, Karo Umum Dra. Femmy Suluh MSi serta para Kabid dan Kepala Unit BI Cabang Manado. (Kabag humas DR.Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).
.
Pemprov Kembali Gelar Baksos Kesehatan dan pasar Murah
Pemerintah Provinsi Sulut melalui Panitia Hari Kemerdekaan RI ke 69
dan menyambut Tahun Emas HUT ke-50 Provinsi Sulut kembali menggelar
kegiatan Bhakti Sosial pemeriksaan kesehatan gratis dan pasar murah di Kelurahan
Makawidey Kec. Aertembaga Kota Bitung, Selasa (5/8) kemarin.
Kegiatan yang dihadiri Wakil
Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen,
SE MS serta Asisten Ekonomi Pembangunan Drs. Sanny Parengkuan MAP, selaku Ketua
Umum Panitia berlangsung di Gedung Gereja Eklesia Makawidey
Wagub mengatakan, tujuan utama dari
pelaksanaan kegiatan baksos ini dalam rangka membantu masyrakat kurang mampun
untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis serta untuk memenuhi
kebutuhan pokok masyarakat dengan memperoleh sembako dengan harga murah. Mudah
mudahan dengan adanya kegiatan ini masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Kesempatan itu Kansil yang juga selaku Ketua Komda Lansia Provinsi Sulut, telah memakaikan kacamata dan menyerahkan kupon untuk belanja murah kepda dua orang lansia.
Parengkuan menyebutkan, Kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan di Kelurahan kombos Barat Manado dan Kelurahan Batuputih Kec. Ranowulu Bitung, ternyata mendapat respons positif dari seluruh lapisan masyarakat, buktinya ratusan
warga telah melakukan pemerikasaan kesehatan dan mata. Dimana para kaum lansia sangat antisias melakukan pemeriksaan mata dan langsung mendapat kecamata secara gratis dari
panitia, sembari menambahkan, pengobatan gratis ini akan dilanjutkan Rabu (6/8) hari ini di Desa Toliang kakas Minahasa. Sementara tenaga medis berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, khusus untuk pemeriksaan mata bagi para
lansia dipimpin dr. Telma Ingkiriwang dari UPTD Balai Mata sedangkan untuk
pemeriksaan kesehatan secara umum dipimpin oleh Kepala Balai Pelayanan dan Penunjang
Kesehatan dr. Hendrik Tairas dan Kepala Seksi Wabah dan Bencana dr. Christofel
Ririmasi. (Kabag humas DR. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).
4 Daerah Belum Masukan Berkas Anggota DPRD Baru
Empat Kabupten Kota di Sulut yakni
Minahasa, Bolaang Mongondow, Minahasa Utara dan Kota Tomohon belum memasukan kelengkapan administrasi pengusulan pengresmian
calon anggota DPRD Provinsi/ Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara. Hal ini dapat berakibat pada keterlambatan pemberkasan Calon DPRD Kabupaten Kota tersebut.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan
Humas Setda Prov. Sulut Dra. Lynda Watania, MM,MSi, Selasa (5/8).
“Sampai saat ini pihak Pemprov
Sulut masih menunggu kelengkapan berkas dari calon anggota DPRD Kabupaten kota
yang belum melengkapi,” ujar Watania.
Lebih lanjut dijelaskan kepada
calon anggota dewan yang diusung oleh mesing-masing partai politik agar
mengikuti dasar hukum dari mekanisme pengusulan, peresmian, anggota DPRD Kabupaten
Kota sesuai dengan Undang-Undang nomor 27 tahun 2009 tentang MPR,DPR,DPD dan
DPRD, PP nomor 16 tahun 2010 tentang pedoman penyusunan peraturan DPRD tentang
tata tertib DPRD, Peraturan KPU nomor 13 tahun 2013 tentang perubahan peraturan
KPU nomor 07 tahun 2013 tentang pencalonan anggota DPR,DPRD provinsi dan
Kabupaten Kota.
Adapun kelengkapan administrasi
perorangan calon anggota DPRD yang dimaksudkan diantaranya KTP, surat
pernyataan model BB, foto copy Ijasah, surat pernytaan tidak pernah dijatuhi
pidana penjara, surat keterangan sehat jasmani dan beberapa kelengkapan
lainnya.
“Walaupun calon anggota DPRD
telah diusulkan oleh Komisi Pemilihan Umum namun jika masih didapati ada berkas
persyaratan yang belum lengkap sesuai aturan yang berlaku, maka pihak Pemprov
tidak bisa memproses lebih lanjut berkas yang bersangkutan,” ujar Watania.
Mengingat jadwal pelantikan
angota DPRD semakin dekat dihimbau kepada calon anggota DPRD dari keempat
daerah tersebut untk segera mungkin berkoordinasi dengan Biro Pemerintahan dan
Humas untuk memasukan kelengkapan berkas selambatnya minggu ke tiga bulan
Agustus. Jika sampai batas akhir waktu pemasukan berkas belum dipenuhi, terancam calon anggota DPRD yang diusulkan tidak bisa dilantik menjadi anggota DPRD masa bhakti 2014-2019. (Kabag Humas DR Jemmy Kumendong, Msi, selaku jubir Pemprov Sulut)
SHS: Tuntaskan Pembebasan Lahan Jalan Tol Manado Bitung
Demikian penegasan
Gubernur Sulawesi Utara ketika membahas tentang progres jalan Tol Manado Bitung
dalam rapat koordinasi Pembebasan Lahan Jalan Tol di Ruang Rapat WOC pada Senin
4 Agustus 2014.
Dalam Rapat
Koordinasi tersebut Gubernur didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR
Djouhari Kansil, MPD, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Ir Siswa Rahmat
Mokodongan, Kepala Bappeda Ir. Roy O. Roring, Msi dan Kepala Dinas PU Ir. J E
Kenap, Msi.
Sedangkan undangan
yang hadir adalah Walikota Bitung Hanny Sondakh dan jajarannya, Bupati Minahasa
Utara Drs Sompie Singal dan jajarannya, Kepala BPJN XI Manado Ir. Jonny Wenur
dan dari Badan Pertanahan Nasional Sulawesi Utara.
Dalam pengarahannya
Sarundajang menegaskan agar pembebasan lahan jalan untuk segera diselesaikan dan
jika timbul permasalahan berkaiatan dengan pemilik lahan untuk segera
ditindaklanjuti dan dicarikan jalan keluar tanpa merugikan pihak lainnya. Atas
permintaan Bupati Minahasa Utara juga Gubernur juga membagi tugas dan
kewenangan pembeyaran jalan lahan jalan tol antara Pemerintah Provinsi dan
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Gubernur menyadari bahwa pembebasan lahan
ini bukanlah pekerjaan mudah namun perlu upaya dan kerja keras terutama dari
Panitia Pembebasan Lahan yang telah ditunjuk agar apa yang dimanatkan rakyat
dapat terlaksana dengan baik, jangan sampai terjadi penyelewengan dan
permainan-permainan yang berakibat terhambatnya pekerjaan ini, yang pada
akhirnya juga dapat mengakibatkan terjadinya kasus yang melibatkan aparat
hukum.
Gubernur menyatakan
bahwa Pemerintah Pusat membantu sebesar 150 Milyar untuk pembebasan lahan ini,
namun tetaplah harus didukung dengan pendanaan dari kabupaten kota.
Senada dengan hal
tersebut Walikota Bitung menyarankan agar dibuatkan perencanaan yang matang dan
tahapan kerja yang jelas agar pekerjaan ini dapat segera dijalankan mengingat
waktu untuk tahun ini yang telah memasuki Bulan Agustus dimana masa pelaksanaan
pekerjaan tidak lama lagi.
Dalam kesempatan
tersebut juga Gubernur menanyakan kepada Kepala BPJN XI Manado Ir Johny Wenur
kapan pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Manado dan Tomohon yang
pada saat ini telah mendapatkan sorotan keras dari masyarakat sebagai akibat
lambatnya pembangunan jembatan tersebut dan kondisi jembatan bailey yang telah
mulai rusak.
Menurut Wenur
sebenarnya pembangunan jembatan tersebut telah direncanakan pada tahun 2014
ini, namun karena terjadi pemotongan anggaran yang cukup besar di Balai yang
dia pimpim sekitar 800 milyar sebagai akibat dari penghematan besar-besaran
oleh pemerintah pada tahun 2014 ini, maka jembatan tersebut akan diprioritaskan
dibangun pada tahun anggaran 2015. (DR. Jemmy Kumendong, Msi, Kabag Humas
selaku Jubir Pemprov).
Senin, 04 Agustus 2014
Gubernur Sulut Terima Tim APERC dan LCMT dari Jepang
Gubernur Sulawesi Utara DR. Sinyo Harry Sarundajang ditengah kesibukannya
menerima Tim Asia Pasific Energy Research Centre (APERC) bersama Tim Low Carbon
Model Town (LCMT) dari Jepang pada Senin 4 Agustus 2014 di ruang kerjanya di
Kantor Gubernur Sulut Jl. 17 Agustus Manado. Dalam kesempatan tersebut Gubernur
Sulut didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR Djouhari Kansil, MPd,
Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Ir Siswa Rahmat Mokodongan, Asisten 1 Edwin
Silangen SE, MS, Asisten 2 Drs Sanny Parengkuan, MAP, Asisten 3 Nikson Watung
SH dan Kepala Bappeda Sulut Ir. Roy O Ring, MSi.
Sedangkan Tim APERC dan LCMT yg
terdiri dari Gita (Staf kementerian ESDM), Chrisnawan (Senior Research APERC),
Kazutomo Irie (GM.APERC), Masato Takahashi (Manager Urban Hitachi Project)
Takashi Otsuki (Researcher APERC) direncanakan akan melakukan penilaian
terhadap Kota Bitung sebagai Model Kota Rendah Emisi khususnya pada kawasan
greenfield (kawasan yang akan dibangun).
Dalam pertemuan tersebut Sarundajang menyampaikan apresiasi terhadap Tim
APERC dan LCMT yang bersedia melakukan kunjungan dan penilaian langsung terhadap
Kota Bitung, sambil menjelaskan bahwa sebagai Kota yang memiliki pelabuhan
alam, Kota Bitung adalah Kota Pelabuhan yang memiliki keunggulan tersendiri
untuk di jadikan hub port (pelabuhan internasional), karena dijadikan sebagai
pelabuhan transit sebelum kapal berlayar ke lautan Pasifik, namun tentunya hal
tersebut akan berakibat pada dinamika pembangunan yang cepat dari Kota ini
sehingga ketika Kota ini maju pesat dalam segala aspek pembangunan dan industri
maka sewajarnya jika ia perlu memperhatikan aspek-aspek pengelolaan lingkungan
dalam pembangunan tersebut. Oleh karena itu penilaian yang dilakukan oleh TIM
APERC dan LCMT adalah suatu hal yang amat positif untuk mengingatkan pemerintah
daerah untuk tidak mengabaikan faktor lingkungan dalam dinamika pembangunannya.
Sementara itu Kepala Bappeda Kota Bitung Audy Pangemanan AP, MSi yang
mendampingi Walikota Bitung Hanny Sondakh dalam kesempatan tersebut menjelaskan
bahwa jika hasil kunjungan berjalan dengan baik dan mendapatkan nilai yang
tinggi, maka Kota Bitung – Sulawesi Utara akan mewakili Indonesia di tingkat
internasional sebagai model kota rendah emisi, khususnya pada kawasan greenfield
(kawasan yang akan dibangun), dan ini menjadi kesempatan yang baik bagi Kota
Bitung untuk mempromosikan diri sebagai kota industri yang ramah lingkungan
serta nantinya akan mampu menunjang perwujudan Sulawesi Utara sebagai Pintu Gerbang
Asia Pasifik. (DR. Jemmy Kumendong, MSi, Kabag Humas selaku Jubir Pemprov).
Wagub Pimpin Apel Kerja Pegawai Pemprov
Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Senin (4/8)
kemarin bertindak selaku Inspektur Upacara pada apel perdana pegawai di jajaran
Pemprov Sulut. Apel perdana yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulut
itu, diikuti para Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepela Biro, Pejabat
Eselon III dan Pejabat Eselon Empat. Bertindak selaku Komandan Upacara
Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Frangky Tintingon SSTP MSi.
Dalam sambutannya Wagub mengatakan, pelaksanaan apel kerja di
setiap awal bulan bagi segenap pegawai jajaran Pemprov Sulut perlu dimaknai
secara mendalam, sebagai suatu bentuk tanggungjawab yang harus dipenuhi oleh
segenap jajaran aparatur mulai dari unsur pimpinansampai dengan unsur staf yang
ada. Dimana dalam apel kerja seperti ini, sangat tepat dan strategis bagi unsur
pimpinan untuk memberikan motivasi, pembinaan, konsolidasi , koordinasi dan
strategis berbagai target pencapaian dalam bentuk arahan dan harapan yang harus
mampu diaplikasikan dan aktualisasikan oleh segenap unsur staf selaku pelaksana
teknis.
Kansil juga menyebutkan, kita baru saja selesai melaksanakan
liburan panjang, yang berkaitan dengan saudara-saudara kita umat Muslim merayakan hari raya Idulfitri 1435 Hijriah, sekaligus kita sudah melaksanakan silahturahmi untuk saling maaf-memaafkan, maka saat ini saya berharap agar saudara sudah siap untuk
kembali melaksanakan tugas sesuai dengan bidang kerja masing-masing. Tentunya
ada begitu banyak pekerjaan yang menumpuk dan menanti untuk segera diselesaikan,
sembari mengajak utamakan berbagai pekerjaan yang bersifat urgen tanpa
mengabaikan pekerjaan lainnya dengan tetap mengutamakan asa ketepatan,
kecepatan dan kehati-hatian.
Usai apel kerja dilanjutkan jabat-tangan bersama Wagub dengan para pejabat dan staf yang beragama Muslim.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut DR. Noudy RP Tendean SIP MSi melalui Kabid Binwas Drs. Vecky Solang MM mengatakan, pejabat Eselon dua yang mengikuti apel kerja dari jumlah 53 yang hadir 52 orang, satu orang tidak hadir yaitu Karo Perlengkapan Edwin Kindangen alasannya karena mendapat tugas luar dari pimpinan. Sementara Pejabat Eselon III dari jumlah 238 orang yang hadir apel 276 orang sedangkan pejabat Eselon IV yang berjumlah 752 yang mengikuti apel kerja hanya berjumlah 711 orang. sembari menambahkan bagi pejabat Eselon termasuk staf yang tidak hadir dengan tanpa alasan akan mendapat sangsi tegas dari pejabat yang berwenang (pimpinan) SKPD sesuai PP 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hukumannya sesuai dengan tingkatan pelanggaran yang dilakukan, jelas Solang. (Kabag humas Dr. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut DR. Noudy RP Tendean SIP MSi melalui Kabid Binwas Drs. Vecky Solang MM mengatakan, pejabat Eselon dua yang mengikuti apel kerja dari jumlah 53 yang hadir 52 orang, satu orang tidak hadir yaitu Karo Perlengkapan Edwin Kindangen alasannya karena mendapat tugas luar dari pimpinan. Sementara Pejabat Eselon III dari jumlah 238 orang yang hadir apel 276 orang sedangkan pejabat Eselon IV yang berjumlah 752 yang mengikuti apel kerja hanya berjumlah 711 orang. sembari menambahkan bagi pejabat Eselon termasuk staf yang tidak hadir dengan tanpa alasan akan mendapat sangsi tegas dari pejabat yang berwenang (pimpinan) SKPD sesuai PP 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hukumannya sesuai dengan tingkatan pelanggaran yang dilakukan, jelas Solang. (Kabag humas Dr. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).
Gubernur Tandatangani Peta Kota Tahuna
Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang bersama
Ketua DPRD Provinsi Sulut Ny. Meiva Salindeho Lintang STh, Bupati Kabupaten
Kepulauan Sangihe Drs. HR Makagansa serta Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan
Sangihe Tanao Jangkobus, melakukan penandatanganan Peta cakupan wilayah daerah
otonom baru KotaTahuna.
Penandatanganan Peta Kota Tahuna tersebut berlangsung di ruang
kerja Gubernur Sulut, Senin (4/8) kemarin, dan turut disaksikan Wakil Gubernur
Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes
Gaghana, Anggota Deprov Sulut Elisabeth Lihiang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MS, Karo Pemerintahan
dan Humas Dra. Linda D Watania MSi, Kabag
Pemerintahan Drs. Lucky Taju, Kasubag Dekonsentrasi dan TP Boslar Sanger SE,
Kasubag Pemerintahan Umum Chistian Iroth SSTP, Kasubag Otda Claudio Tamara STTP MSi, Kabag Pemerintahan Kab Sangihe Drs. Daniel Mandag ME, Ketua Komisi A DPRD Kab. Sangihe Helmut Hontong SE, serta sejumlah Anggota DPRD
Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Gubernur Sinyo Sarundajang mengatakan, sehubungan dengan adanya pemekaran
wilayah, saat ini telah diselesaikanpembuatan peta calon daerah otonom baru
Kota Tahuna sebagai salah satu syarat fisik kewilayahan dari tiga syarat
pembentukan daerah otonom baru sesuai dengan peraturan pemerintah No. 78 Tahun
2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan pengabungan daerah, Pasal 4
yang antra lain mengamanatkan bahwa pembentukan daerah kabupaten/kota harus
memenuhi syarat administratif, teknis dan fisik kewilayahan serta pada Pasal 10
yang mengamanatkan, bahwa cakupan wilayah calon daerah otonom baru digambarkan
dalam peta sesuai dengan kaidah pemetaan, jelas Sarundajang.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen menambahkan, masyarakat Sulut agar dapat memberikan dukungan terhadap berbagai proses
pembentukan daerah otonom baru di daerah ini.
Perlu dipahami bahwa pembentukan
daerah otonom baru ini bukan merupakan praktek pembagian kekuasaan namun
sejatinya merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat dan sebagai upaya mempercepat pembangunan di segala bidang guna
mewujudkan Sulut sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia
Pasifik menuju masyarakat yang semakin berbudaya berdaya saing dan sejahtera,
tandas Karo Pemerintahan dan Humas Linda Watania. (kabag humas Dr. Jemmy
Kumendong MSi selaku jubir pemprov).
Langganan:
Postingan (Atom)
