Kamis, 12 Februari 2015

Besok Warga Sulut Pasang Bendera merah putih tanggal 14 februari 2015



Peristiwa merah putih di Manado merupakan bagian dari serangkaian peristiwa yang terjadi di Indonesia ketika pihak Sekutu berusaha untuk mengambil alih kembali kekuasaan akan Indonesia terlepas dari telah dideklarasikannya kemerdekaan oleh Soekarno dan Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945.
Peristiwa ini sendiri terjadi pada tanggal 14 Februari 1946 dan merupakan gerak militer dari pasukan KNIL kompi VII yang pada saat itu ada di bawah pimpinan Ch. Taulu, dimana mereka kemudian merebut kekuasaan di beberapa lokasi di Indonesia dengan bantuan rakyat seperti Manado, Tomohon, dan Minahasa.
Dari percobaan perebutan kekuasaan tersebut, ada sekitar 600 orang pasukan Belanda dan pejabat tinggi mereka yang berhasil ditawan. Pertempuran ini berakhir pada tanggal 16 Februari dimana mulai bertebaran sebuah selebaran berisi pernyataan perebutan kekuasaan di seluruh Manado oleh bangsa Indonesia.
Untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut, pemerintah provinsi sulut menyampaikan kepada seluruh Bupati Walikota se provinsi sulut, Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Sulut, pada kepala instansi dan masyarakat untuk memasang bendera merah putih satu tiang di kantor, sekolah dan rumah penduduk pada hari sabtu 14 februari 2015 (besok), demikian di sampaikan Sekrpov Sulut Ir Siswa R Mokodongan  melalui surat pemberitahuan yang ditujukan kepada seluruh Bupati/Walikota se-Sulut, Kepala SKPD dilingkungan Pemprov serta Kepala Instansi vertikal di Sulut . (Kabag humas Drs jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).

Wagub: Inspektur jangan Takut periksa Pejabat Eselon II





Para isnpektur yang ada di kabupaten kota se Provinsi Sulawesi utara diminta untuk tidak takut dan merasa canggung saat memeriksa kinerja para pejabat eselon II yang ada di lingkup pemerintah kabupaten kota.
Hal tersebut disampaikan Wagub  saat membuka acara sosialisasi pembentukan diklat jabatan fungsional auditor/p2up dan perhitungan angka kredit, dirangkainak dengan sosialisasi penialaian mandiri pelaksanaan reformasi birokasi serta review laporan kinerja instansi pemerintah. Kegiatan tersebut dilaksanakan kamis (12/2), bertempat di aula inspektorat provinsi sulut.
Wagub menyatakan pemeriksaan bagi kepala skpd untuk memantabkan kinerja agar lebih baik lagi, karena fungsi inspektorat yakni melakukan pengawasan internal pemerintah guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Jangan merasa canggung memeriksa kepala skpd dengan berbagai alasan, baik itu pertemanan atau alas an lainnya. Wagub berharap para pemeriksa melaksanakan tugas secara professional, jika ditemukan ada kesalahan harus disampaiakan dan dicarikan solusi bersama.
Terkait kegiatan sosialisasi ini, Wagub menyatakan kegiatan strategis tersebut merupakan langkah cerdas dan  tepat untuk menjadi media pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi dan kualitas aparatur, serta mengetahui dan memahami penilaian serta penyusunan angka kredit jabatan fungsional auditor dan pengawas sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Inspektur provinsi sulut Praseno hadi dalam laporan menyampaikan tujuan dilasakanakan acara ini juga untuk evalkuasi dan memahami pembentukan jabatan fungsional auditor, dengan peserta para inspektur kabupaten kota se sulut dan para pejabat fungsional auditor.

Rabu, 11 Februari 2015

Sulut Tuan Rumah Festival India





Provinsi Sulawesi Utara untuk yang ke-dua kalinya dipercayakan menjadi tuan rumah festival seni budaya India. Pada Tahun 2012 lalu yaitu dalam rangka kunjungan persahabatan Dubes India untuk Indonesia Gurjit Singh bersama Isteri Neeru Singh dan Konjen India di Bali Amarjet Singh ke daerah ini dimana negeri dengan julukan boliwood ini telah menggelar festival seni budaya berupa tarian klasik India yaitu tarian Kathak di hotel peninsula dan disaksikan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang. Sedangkan Tahun ini tepatnya pada 20 Pebruari mendatang di Aula Mapalus Kantor Gubernur dalam rangka menyambut perayaan ulang Tahun (Anniversari) Negara tersebut, mereka akan menggelar festival seni budaya berupa tarian rakyat Bhangra dari Punjab.
 Hal itu disampaikan Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Drs Sanny Parengkuan MAP  di sela-sela rapat persiapan menyambut kedatangan para duta seni Bombay, dengan instansi terkait, diantaranya Disbudpar, Dishub-Kominfo, Kesbangpol, Biro Hukum serta Biro Pembangunan di ruang rapat Asisten Ekbang Rabu (11/2).
Kegiatan yang bertajuk "Festival of India in Indonesia, sedikitnya akan melibatkan 20 seniman terkemuka dari negaranya Mahatma Ghandi. Karena itu Parengkuan berharap instansi terkait dapat mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya, harap mantan Kadis Perindag Sulut. 
Kadis Budpar Sulut Ir Happy TR Korah MSi mengatakan, kegiatan ini dalam rangka meningkatkan hubungan kerjasama yang selama ini sudah terjalin dengan baik antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah India. Untuk itu mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Sulut mengajak seluruh warga Nyiur Melambai  untuk dapat menyaksikan pagelaran seni budaya India yang sangat sensasional ini, karena tidak dipunggut biaya alias gratis. (Kabag humas Drs jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).

   

Wagub Buka Raker Disbun Sulut





Dalam rangka memantapkan pelaksanaan program dan pembangunan di bidang perkebunan Sulawesi Utara, Dinas Perkebunan Provinsi sulut melaksanakan rapat kerja tahun 2015 bersama seluruh dinas perkebunan Kabupaten kota se sulut.
Rapat tersebut dilaksanakan Rabu (11/2) bertempat di Aula Dinas perkebunan kalasei, dibuka oleh Wakil gubernur Sulut DR Djouhari Kansil,Mpd di damping kepala Dinas Perkebunan Adrianus Watung,SH.
Dalam sambutan arahan Wagub mengatakan perkebunan memiliki kontribusi yang signifikan untuk pembangunan Sulut dan nasional. Ini bisa dilihat dari penerimaan devisa Negara melalui perkebunan, penediaan lapangan ekrja dan kesempatan berusaha.
Khususnya di Sulut bidang perkebunan merupakan satu factor dalam strategi pembangunan daerah, melalui raker ini wagub berharap seluruh pihak terkait dapat mewujudkan visi dan misi pembangunan di  bidang perkebunan yakni terwujudnya swasembada produk perkebunan, peningkatan produktivitas perkebunan, terciptanya pusat riset perkebunan dan penguasaan teknologi bagi para pekerja.
Wagub mengingatkan tantangan pembangunan di bidang perkebunan akan lebih beratdari berbagai sector, semua pihak diharapkan bisa meningkatkan kemampuan untuk bersaing dipasar global, serta meningkatkan produksi dan produktivitas mutu tanaman perkebunana yang ada di Sulut.
Pihak dinas perkebunan sulut yang merupakan fasilitator, akselerator dan regulator dalam pembangunan perkebungan dapat menyelaraskan seluruh program yang ada bersama dengan dinas perkebunan di kabupaten kota untuk memperkuat kemampuan dalam produksi hasil perkebunan di daerah masing-masing.
Kepala Dinas Perkebunan Adrianus Watung dalam laporan menyatakan raker ini diadakan untuk mengevaluasi program dan kegiatan yang dilaksanakan dinas perkebunan tahun 2014, melakukan percepatan program dan kegiatan pembangunan perkebunan tahun 2015, serta melakukan persiapan nperancangan program untuk tahun 2016.(kabag humas Drs. Jahja Rondonusu,Msi selaku jubir pemprov sulut)

Wagub: BPBD kabupaten kota harus saling Bantu







Wakil gubernur Sulut DR Djouhari Kansil,Mpd menghimbau kepada seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD yang ada di seluruh Kabupaten kota se Sulawesi Utara, untuk saling membantu jika terjadi musibah bencana alam.
Hal tersebut disampaikan  Wagub saat membuka rapat kerja daerah penanggulangan bencana provinsi Sulut yang digelar Rabu (11/2) bertempat di gedung Bapelkes provinsi sulut. Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan  dan Kesra Drs John  Palandung, MSi, kepala BPBD Sulut Drs Noldy Liow, kepala BPBD Kabupaten Kota se sulut.
Jika terjadi bencana semua pihak diharapkan tetap bahu membahu dalam menanggulangi bencana, karena disetiap BPBD memiliki bantuan peralatan masing-masing, bantuan tersebut diharapkan bias digunakan bersama saat terjadi bencana. Peralatan penanggulangan bencana tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat untuk daerah, harus digunakan untuk kepentingan bantuan bersama.
Penanggulangan bencana tidak bisa ditangani sendiri namun merupakan tanggungjawab bersama baik pemerintah maupun masyarakat, peristiwa bencana alam seperti banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, angin puting beliung dan bencana sosial yang terjadi selama ini di sulut mendorong semua pihak untuk siap dalam menghadapi bencana. Untuk itu melalui rapat ini Wagub berharap dapat mensinkronkan upaya penanggulangan bencana bersama.
Pada kesempatan tersebut juga, Wagub memberikan sejumlah bantuan bagi BPBD kabupaten kota yakni mobil tangki air, mobil truk serba guna, mobil dapur lapangan, perahu politelin, speed  boat, dan alat komunukasi. Wagub juga melakukan launching website BPBD provinsi sulut dimana seluruh informasi mengenai BPBD Sulut dapat diakses melalui situs tersebut.(kabag humas Drs Jahja Rondunuwu,Msi selaku jubir pemprov sulut)

Selasa, 10 Februari 2015

Budaya Minahasa harus diajarkan dalam sekolah

Kebudayaan minahasa harus diajarkan dan dilestarikan sejak dini kepada setiap anak didik yang memiliki keturunan minahasa, demi mengembangkan kembali budaya minahasa yang saat ini sudah hampir ditinggalkan sebagian besar warga.
Hal tersebut diungkapkan oleh para budayawan minahasa saat melaksanakan pertemuan Tou minahasa yang digelar Selasa (10/2), bertempat diruang mapaluse kantor gubernur sulut. Hadir dalam pertemuan tersebut ketua DPRD Sulut Steven Kandow, Wabup Minahasa Ivan Sarundajang, Kepala biro organisasi Setda Prov. Sulut Jimmy Ringkuangan dan sejumlah tokoh budaya minahasa.
Budaya minahasa harus ada dalam bagian pelajaran muatan lokal dalam hal pengembangan dan pelestarian bahasa dan seni budaya, ini berguna untuk mengembangkan kembali budaya minahasa.
Tiga elemen dalam mempelajari budaya minahasa yakni mitos atau mitologi tentang cerita rakyat, regeresan atau upacara dan adat. Kebudayaan ini perlu dipelajari guna menggali kembali jati diri, nilai kultural dan kearifan lokal minahasa. Selain itu juga ada beberapa wawasan filosofis nilai budaya minahasa yakni kerja  waktu, alam, hidup dan manusia.
Dengan mempelajari budaya minahasa, warga ketrunan minahasa bisa menambah wawasan moral etik sikap terhadap sesama  kesadaran melayani sesama, dan mapalus.