Kamis, 04 Juni 2015

Wagub Buka O2SN di SPN Karombasan






Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil MPd, Rabu (3/6) kemarin membuka pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN) tingkat SMP se Provinsi Sulut di SPN Karombasan Manado.
Kegiatan yang digelar Diknas Provinsi Sulut bekerjasama dengan Sekolah Polisi Negara (SPN) Karombasan diikuti 780 peserta yang berasal dari 15 Kabupaten/Kota se- Sulut.
Kansil mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk sikap mental generasi muda anak-anak bangsa yang ada di daerah, sehingga bisa memiliki karakter yang baik, sebagaimana program Presiden Jokowi dalam nawa cita kedelapan yang menjadikan prioritas revolusi mental di Indonesia.
Untuk pembentukan mental, disiplin kuncinya, jelas Wagub sembari menyebutkan, sama seperti adik-adik yang telah terpilih mewakili daerah untuk mengikuti olimpiade ini, jika tidak disiplin tentu tidak akan terpilih.
Karena itu selama berlangsungnya pertandingan ini, Kansil minta tiga hal yaitu bangun kebersamaan dan kekompakan diantara sesama atlit, saling menghargai serta mampu menjunjung tinggi sportivitas antara satu dengan yang lain, ujar mantan kadis Diknas Sulut.
Kadis Diknas Asiano G Kawatu MSi mengatakan, cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi, atletik, renang, bola volly (pa/pi), bulutangkis, karate, silat, catur dan tenis meja. Olimpiade ini akan berlangsung selama empat hari, tandas kandidat calon Bupati Minsel. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemporv).      

SHS: RSD Harus Tampil Terdepan






Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang mengatakan, rumah sakit daerah (RSD) harus tampil terdepan dalam menghadapi persaingan dengan rumah sakit modern.
Penegasan orang nomor satu di Sulut itu disampaikan pada acara jamuan makan malam bersama peserta Rakernas IX Asosiasi Rumah Sakit Daerah (Arsada) seluruh Indonesia di Graha Bumi Beringin Manado, Kamis malam (4/6) lalu.
Menurut SHS, jasa (pelayanan) RSD sejak dulu sangat luar biasa dan telah dirasakan oleh masyarakat. Karena disaat Indonesia sementara menata kehidupan bangsa, sejarah membuktikan RSD telah tampil terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, walaupun masih diperhadapkan dengan berbagai keterbatasan sarana prasarana dan SDM.
Karena itu saya kurang setuju munculnya banyak rumah sakit modern dewasa ini, sehingga kita meninggalkan RSD apalagi di beranguskan itu keliru, ujar Gubernur paling senior di Indonesia ini.
Guna mengatasi tantangan kedepan mestinya para Dirut RSD harus meminta dukungan Pemda. Kalian jangan merasa malu, sebaliknya berjuang sampai ke pemerintah pusat untuk minta dana subsidi. Tapi saya yakin lewat semangat  Otda akan memberi peluang yang besar bagi RSD,  tandas SHS. Turut hadir Wagub Sulut serta para pejabat Eselon II lingkup pemprov Sulut. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pem prov).

Wagub: SKPD Wajib Lakukan Reformasi Birokrasi

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr Djouhari Kansil MPd menegaskan, agar setiap instansi (SKPD) yang ada di lingkungan pemerintah Provinsi Sulut agar melaksanakan Reformasi Birokrasi dengan baik.
Penegasan tersebut disampaikan Wagub saat membuka rapat koordinasi dalam rangka monitoring dan evaluasi reformasi birokrasi pemprov sulut yang digelar Kamis (4/6) bertempat di ruang mapaluse kantor gubernur sulut.
Kansil dalam sambutan mengatakan melalui kegiatan rakor ini diharapkan agar setiap instansi yang ada di Pemprov Sulut agar menjalankan tupoksi secara profesional demi menunjang pelaksanaan reformasi birokrasi.
Dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik, diperlukan reformasi birokrasi yang bersih demi pelayanan berkompeten kepada rakyat, Reformasi birokrasi dilaksanakan pemerintah demi membangun aparatur negara yang memiliki etika serta menunjang kinerja aparatur yang efektif dan efisien. Pelaksanaan Reformasi Birokrasi harus berjalan sesuai arah yang diharapkan.
Banyak hal yang harus diperbaiki guna menunjang Reformasi Birokrasi, dalam perencaan kerja terkait reformasi birokrasi harus ada evaluasi secara berkala, agar terlihat mana yang berhasil atau belum guna menunjang pemerintahan yang bersih dan berwibawa penuh integritas.
Untuk itu melalui rakorev ini berguna mengukur pelaksanaan reformasi birokrasi secara mandiri, sejauh mana pelaksanaan reformasi birokrasi dilaksanakan di pemprov sulut. Wagub juga memberi apresiasi kepada Biro Organisasi karena Sulut menjadi provinsi yang pertama melaksanakan kegiatan ini, kegiatan ini memotivasi agar aparatur meningkatkan pelayanan publik, guna memberikan kepuasan bagi masyarakat yang dilayani pemerintah.
Kepala Biro Organisasi Setda Prov Sulut  Glady Kawatu dalam laporan mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memonitor pelaksaan reformasi birokrasi di instansi pemprov sulut, evaluasi reformasi birokrrasi pemprov tahun 2011 sampai dengan tahun 2015, serta menyusun rencana aksi perbaikan dan pencapaian revormaai birokrasi pemprov yang akan datang. Para peserta yang mengikuti adalah pejabat eselon II serta pejabat eselon III dan IV lingkup Pemprov Sulut. (Kabag humas Drs. Jahja Rondonuwu,Msi selaku jubir pemprov Sulut)

Rabu, 03 Juni 2015

Kansil Beber Peran Lansia dalam Pelayanan Gereja






Walau secara fisik banyak hal telah membatasi namun dengan berbekal pengalaman hidup masih dapat membawa orang-orang yang berusia lanjut menjadi tempat meminta nasihat dan doa restu.
Hal tersebut merupakan gambaran bagi lanjut usia ( lansia ) seperti dijabarkan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, DR Djouhari Kansil M.Pd di hadapan Jemaat Sangkundiman Germita Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud belum lama ini.
Dalam kegiatan Sinode Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA),  Kansil membeberkan perkembangan iman lansia dan perannya pada pelayanan gereja.
Menurut Kansil yang juga adalah Ketua Komisi Daerah Lansia (Komda Lansia) Sulut, orang lanjut usia dapat mewujudkan kehidupan secara intergratif dan generatif. Dan dalam praktiknya, lansia mampu memperlihatkan hidup beriman yang universal dan senantiasa dapat menempatkan diri sebagai sahabat pemberi teladan bahkan bersedia berkorban dalam segala hal bagi kemanusiaan dan kesejahteraan orang lain.
Lebih lanjut Kansil mengatakan bahwa dari iman yang universal tersebut, para lansia dapat menunjukkan gaya hidup yang misioner dan inklusif bukan egoistis atau eksklusif atau primordial dan diskriminatif.
Kansil menegaskan bahwa lansia merupakan manusia yang dapat membuktikan ketaatan dan kesetiaan hidup beriman dan rajin beribadah dalam persekutuan.
Kansil pun menghimbau agar para lanjut usia memandang usia sebagai akhir rutinitas tapi dengan berdasar pada Alkitab menjadi semakin berhikmat agar berguna bagi orang banyak yaitu bersaksi dan bercerita kepada generasi penerus(Generasi muda) segala perbuatan besar dan ajaib Tuhan bagi dunia dan manusia.
Sementara itu, dalam kegiatan tersebut telah di laksanakan kegitan bhakti sosial dari Dinas Kesehatan Provinsi  Sulut pada Senin (01/06) malam, berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian kacamatan gratis kepada para kaum lansia. (Kabag Humas, Drs. Jahja Rondonuwu, M.Si. selaku Jubir Pemprov).

Wagub: RSD Harus Robah Paradigma Pelayanan








Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil MPd, mengatakan, dalam menghadapi tuntutan pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin tinggi dewasa ini, maka rumah sakit daerah (RSD) harus mampu merubah paradigm pelayanan.
Penegasan Wagub tersebut disampaikan pada pembukaan Rakernas IX Asosiasi RSD seluruh Indonesia (Arsada), Rabu (3/6) di hotel novotel Manado kemarin.  
“Tantangan pelayanan kesehatan dewasa ini semakin tinggi, karena itu jika mau bersaing dengan rumah sakit lain, RSD dituntut harus merubah paradigma pelayanan dari berorientasi pemberi pelayanan (Provider Oriented) menjadi berorientasi pelanggan (Customer Orientet),” jelas orang nomor dua di Sulut ini.
Kesempatan itu Wagub juga tak lupa menyampaikan strategi bersaing yang dapat di tempuh RSD diantaranya mampu meningkatkan kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction) dan mengembangkan pelayanan yang ditawarkan dengan melihat tiga komponen penting dalam organisasi yaitu produktifitas, efisiensi dan kualitas.
Namun yang paling utama adalah memberikan pelayanan yang diinginkan masyarakat yaitu pelayanan RS yang professional, bermutu, ramah, santun, simpatik, komunikatif dan penuh empati, tandas salah satu putra terbaik nusa utara.
Sebelumnya Ketua Umum PP Arsada Dr Kuntjoro Adi Purjanto M.Kes  mengatakan, Rakernas ini dilaksanakan dalam rangka melakukan refolusi mental di Indonesia yang dimulai dari revolusi kesehatan.
Dengan harapan, semua stakeholder aktif dalam upaya pemahaman pengorganisasian perangkat daerah (OPD) sesuai UU No 23/2014, RSD terdorong menjalankan perubahan mind set dalam pelayanan sehingga semakin mantapnya pelayanan di era JKN, serta terhindarnya RSD dari resiko hukum, fraud dan moral hazards, tegas Kuntjoro.
Ketua Panpel, DR Dr Tubagus Abeng MKes, melaporkan rakernas ini diikuti 300 peserta yang berasa dari RSD seluruh Indonesia, Arsada pusat dan Arsada wilayah.
Usai pembukaan Wagub meresmikan pameran alat-alat kesehatan (Alkes) yang di tandai dengan penguntingan pita, serta peninjauan pameran.
 Turut hadir Dr Umar Wahid Pendiri Arsada, Dirut RSUP Prof DR RD Kandou Dr Max Rondonuwu DHSM MARS. (Kabag humas Drs Jahja Rondonuwu MSi selaku jubir Pemprov)

Senin, 01 Juni 2015

Gubernur: BGRM Sukses Mokoginta Dapat Apresiasi




Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang menyampaikan terima kasih kepada seluruh Kepala  SKPD di lingkup Pemprov Sulut atas suksesnya pelaksanaan iven nasional Bulan Bahkti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XII dan HKG PKK ke-43 yang telah berlangsung dari 26 s/d 28 Mei 2015 lalu di Kabupaten Minut Sulut. Secara khusus kepada Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Sulut Drs M Rudy Mokoginta SE MPP selaku Sekretaris Umum Panitia mendapat apresiasi khusus dari SHS, ternyata Mokoginta mampu mengkoordinir hajatan nasional ini.
Hal itu disampaikan Gubernur pada rapat kerja dengan seluruh Kepala SKPD dan Pejabat eselon III di ruang rapat CJ Rantung, Senin (1/6) kemarin.
"Pujian ini disampaikan langsung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kepada saya diselah-selah puncak acara peringatan BBGRM dan HKG PKK. Tentunya saya berkewajiban meneruskan kepada saudara-saudara, bahwa kerja keras kita semua ternyata tidaklah sia-sia, jelas SHS.  
Gubernur mengatakan, Presiden merasa senang selama dua hari berada di daerah Niur Melambai, sehingga boleh bertemu dan menyapa langsung dengan warga di Kota Manado, Minut dan Sangihe.
Sebenarnya Jokowi berkeinginan untuk berkunjung di Marore dan Miangas untuk melihat langsung kehidupan warga yang ada di perbatasan, namun karena banyaknya agenda yang sudah terjadwal di daerah lain, sehingga Jokowi mengurungkan kesempatan itu.
"Namun demikian Jokowi berjanji dikesempatan lain akan datang bertemu langsung dengan saudara-saudara kita di perbatasan", ujar SHS.
Disamping itu Gubernur juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Sulut yang telah menyambut kedatangan Jokowi di daerah, hal yang sama juga disampaikan SHS kepada seluruh jajaran TNI/Polri didaerah ini yang sukses melaksanakan tugas pengamanan dengan baik. Turut hadir Sekprov Sulut Ir Siswa R Mokodongan. (Kabag humas Drs jahja Rondonuwu MSi selaku jubir pemprov).
  

Wagub: Semangat Lahirnya Pancasila Barometer Kerukunan Bangsa





Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR Djouhari Kansil,Mpd mengatakan semangat hari lahirnya Pancasila merupakan barometer kerukunan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Wagub saat memberikan sambutan pada upacara peringatan hari lahirnya Pancasila ke 70 dirangkaikan dengan pawai Pancasila yang dilaksanakan Senin (1/6) bertemapat di lapangan koni sario.
Peringatan ini merupakan sarana untuk mengevaluasi keadaan demi menyegarkan semangat dalam membangun masa depan bangsa, sejarah telah membuktikan perjuangan Pendiri Bangsa yakni Bung Karno dalam merumuskan pancasila sebagai dasar bangsa menghasilkan rakyat Indonesia yang kuat dan bersatu menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Untuk itu, warga Sulut sebagai bagian dari NKRI memiliki peran aktif dalam membangun bangsa, Indonesia memiliki jiwa dan semangat warga bangsa yang majemuk, butuh pengabdian tanpa membedakan asal usul demi membangun daerah nyiur melambai.
Wagub berharap generasi muda sulut untuk senantiasa mengingat kembali makna dan tujuan para pejuang kemerdekaan dan menjadikan pancasila sebagai dasar dan idiologi negara. Generasi muda juga tidak lupa mengaktualisasikan nilai fundamental yang dimiliki pancasila dalam kehidupan sehari hari.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulut Drs Steven Kandow dalam refleksi pancasila mengatakan, Pancasila menjadi identitas hidup dan karakter hidup generasi masa depan Indonesia yang bermoral, memiliki semangat juang dalam upaya mencapai cita-cita bangsa yang kuat, untuk dapat hidup berdampingan damai dengan bangsa lain.
Sekretaris Umum _Panitia Jendri Sualang mengatakan kegiatan ini telah dilaksanakan serentak di tiga kota yakni DKI Jakarta, Blitar dan Sulut yang di pusatkan di Kota Manado.  Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan lomba gerak jalan Empat Pilar Kebangsaa  yang diikuti oleh 4750 peserta yanh terdiri dari sekolah SMP dan SMA dari Kabupaten Kota se Sulut, gerak jalan mengambil rute start dari lapangan koni sario dan finish di kantor Gubernur Sulut,  kampanye anti narkoba, lomba pidato, vocal group, lomba mengambar dalam rangka gebyiar generasi pancasila yang di pusatkan di Kantor Gubernur Sulut, tandas Kabid Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Kependidikan Diknas Sulut.
  Turut hadir juga dalam upacara tersebut unsur Forkopimda Sulut, Sekprov Sulut Ir Siswa R Mokodongan serta pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulut.