Jumat, 11 September 2015

Rangkaian foto Kunjungan Gubernur Sulut dan Forkompinda ke Pulau Miangas, Marore dan Sangihe

Foto kegiatan nusa utara

Gubernur SHS dan Forkompimda Sulut Safari di Kepulauan Nusa Utara

Sebagai wujud komitmen, serta rasa kecintaan kepada segenap warga masyarakat Kepulauan Sangihe dan Talaud,  guna menjawab akan kompleksitas permasalahan dari aspek Pemerintahan , sisi Pembangunan ataupun  lingkup Kemasyarakatan dari  segenap warga masyarakat Kepulauan yang mendiami Pulau Miangas di Kabupaten Talaud,  juga di Pulau Marore Kab. Kepulauan Sangihe. Oleh Gubernur SH Sarundajang serta Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sulut, serta segenap Kepala SKPD terkait melakukan safari kunjungan kerja, dengan menggunakan armada KRI TNI AL Oswald Siahaan, nomor lambung 354, yang merupakan satuan kapal tempur Eskorta Komando Armada Timur, bertolak dari Pelabuhan Samudera Bitung, Selasa malam, 08/09/15.
   Walau masih penat, namun tidak mengenal lelah, Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang, setelah tiba di tanah air dari kunjungan kerja lawatan ke Negara Bagian Colorado-USA, tanggal 3--6/09, saat menanda tangani MOU berupa nota kesepahaman kerja sama pengembangan program informasi data sistem bumi dan atmosfir bagi ketersediaan alat display informasi bola dunia yang pertama di Indonesia, utamanya Sulawesi Utara, bagi ketersediaan data pada dunia pendidikan, Iptek maupun riset.
    Perjalanan laut dengan menempuh waktu sekitar 19 jam, akhirnya tiba di Kepulauan Miangas,  yang di huni oleh 210 KK atau 764 jiwa, yang juga bagian dari gugusan 92 pulau terluar di Indonesia pd pukul: 14.00.Rabu, 9/9/15. Oleh Gubernur SH Sarundajang, beserta Unsur Forkompimda, diantaranya Kapolda Sulut, Brigjen Pol. Drs Wilmar Marpaung,SH,  DanLantamal VIII, Laksamana pertama TNI, Manahan Simorangkir, SE, Msc, Ka BIN Sulut, Laksamana TNI, Suwarno, SE, Kasrem 131 Santiago, Kolonel Inf Puji Cahyono, berkesempatan meninjau pembangunan Bandar Udara Miangas, dengan melihat secara dekat penyelesaian tempat pendaratan/landasan pacu run way,sepanjang 1.400 meter, yang sedianya bisa didarati pesawat sejenis Twin Otter dan ATR, serta kesiapan infrastruktur pendukung lainnya,.yang ditaksir telah mencapai 40 % tahap penyelesaiannya.
    Dikesempatan bertatap muka dengan pemerintah dan masyarakat Kepulauan Miangas, oleh Gubernur SH Sarundajang, menyimak akan keluhan serta tantangan dr segenap warga yang mendesak, diantaranya kebutuhan ketersedian BBM, yang amat dibutuhkan, baik jenis Premium maupun Minyak tanah. Dimana harga per liter menembus angka 20 ribu untuk Premium, dan 15 ribu jenis minyak tanah. Yang dikarenakan kapal angkut antar pulau type Perintis, sering kali terlambat melayani route pelayaran dari dan ke pulau tersebut. Permasalahan lainnya adalah, sarana telekomunikasi berupa jaringan internet, tidak optimal bahkan arus signal kadang kala tidak ada sama sekali, sehingga mempersulit media komunikasi, interaksi.
    Untuk itu, Gubernur SH Sarundajang, dalam dialog dan tatap muka ini, akan  memperjuangkan bagi tersedianya SPBU di Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud, yang seperti diketahui, fasilitas ini hanya terdapat di Tahuna, sementara di Kab Sitaro dan Talaud, belum tersedia. Selain itu juga, lebih jauh SH Sarundajang, mengajak kepada segenap masyarakat dan aparat pemerintah setempat agar mendukung percepatan penyelesaian Bandara, dalam memenuhi kelancaran perekonomian arus barang dan jasa, pula membuka keterisolirnya wilayah ini, yang merupakan serambi dan  garda terdepan  NKRI, dan benteng Pancasila, yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Filipina.
    Sebelum berpamitan, menuju Pulau Marore, oleh Gubernur Sulut, Dr SH Sarundajang, berkenan menyerahkan secara simbolis bantuan berupa 20 ton beras Dolog, Sembako dan Alat kesehatan serta obat2an.
     Berlayar ke Marore
     Kunjungan kerja selanjutnya rombongan Gubernur Sulut, berlayar ke Pulau Marore, dengan waktu tempuh berkisar 16 jam, dengan kondisi ombak yang agak bergolak,  tiba di Pulau Marore, pada pukul 10 pagi, Kamis, 10 September, dan langsung bertatap muka dengan masyarakat setempat. Adapun permasalahan mendasar yg dirasakan oleh warga, tak beda juga dg kondisi di Miangas, diantaranya ketersediaan BBM amat langka dan sulit mendapatkannya, dikarenakan sarana angkut Kapal Perintis yang melayani antar pulau kadang kala tak kunjung tiba. Sehingga sendi2 kehidupan serta arus perekonomian mengalami hambatan. 
    Gubernur SH Sarundajang, dalam tanggapannya, menprioritaskan akan memfasilitasi bagi penyiapan SPBU kepada pihak Pertamina, juga menekankan akan pentingnya faktor pendidikan, kesehatan, stabilitas Kamtibmas, dimana Kecamatan Marore ini dikenal sebagai Border Crossing atau Lintas Batas, dengan Negara tetangga Filipina, sehingga kesiapan Pos Penjagaan dari pihak TNI/Polri, turut mendapat perhatian dari Unsur Forkompimda Sulut.
    Acara kunjungan kerja Gubernur Sulut dan rombongan di Kec Marore ini, turut pula diserahkan bantuan beras secara simbolis sejumlah 20 ton, buku tulis, obat2an, sekaligus oleh Gubernur SH Sarundajang, dalam ungkapan hati Beliau, secara lugas menyampaikan kata2 perpisahan atas pengabdiannya serta masa jabatan dalam kepemimpinan selama 10 tahun di bumi Nyiur Melambai, dihadapan pemerintah dan masyarakat se Kecamatan Marore. 
Ibadah Syukur Akhir Jabatan SHS
   Usai pertemuan di Marore, rombongan melanjutkan pelayaran ke Kota Tahuna, yang ditempuh hampir 4 jam, dan pada pukul 16.00 Wita, merapat di Dermaga, guna menghadiri undangan Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Sangihe, yang di gelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe, dengan menggelar Ibadah Syukur Masa Akhir Jabatan Gubernur Sulut, DR SH Sarundajang, secara Oikumene. Selanjutnya pula Rombongan Gubernur, pada malam itu juga, bertolak ke Kota Bitung, dengan waktu tempuh berkisar 10 jam, guna memenuhi undangan yang sama pula pada ke esokan harinya, Jumat, 11 September.
    Demikian Humas Pemprov Sulut, memberitakan ( Kabag Humas,Roy RL Saroinsong, SH selaku Juru Bicara)

Kamis, 10 September 2015

Mokodongan: Sulut Kaya akan Potensi SDA






Sekretaris Provinsi Sulut Ir Siswa R Mokodongan menyatakan, Daerah Sulawesi Utara kaya akan potensi sumberdaya alam, terutama di sektor perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan. Pernyataan Mokodongan tersebut disampaikan pada pembukaan acara sosialisasi kesepakatan kerjasama internasional yang terkait dengan penanaman modal.
Kegiatan yang digelar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Sulut bekerjasama dengan BKPM Pusat berlangsung di ruang Mapaluse Kantor Gubernur, Kamis (10/09) kemarin.
Terkait dengan hal itu, Pemprov Sulut terus mendorong dan berupaya membangun interkoneksitas antara daerah, dalam rangka mewujudkan Provinsi Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan asia timur dan pasifik.
Alasannya, karena Sulut berada di bibir pasifik yang berhadapan dengan macan ekonomi Asia seperti Jepang, Korea Selatan (Korsel) dan China. Dimana dua Negara yang saya disebutkan tadi yaitu Korsel dan China sangat erat hubungannya karena baik China dan Korsel telah menyatakan kesiapan untuk membangun berbagai infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.
Oleh sebab itu sosialisasi ini penting, dalam uoaya meningkatkan wawasan dan pemahamantentang prinsip-prinsip kerjasama internasional di bidang penanaman modal di Indonesia pada umumnya dan secara khusus di Provinsi Sulut, yang memiliki potensi sebagai pintu masuk dan keluar perekonomian global.
Direktur Kerjasama Regional BKPM Ir. Rizar Indomo Nazaroedin MBA, menyebutkan, realisasi investasi selang Januari hingga Desember 2014 sebesar Rp.463,1 Triliun, naik Rp.64,5 Triliun atau 16 persen dari total investasi nasional Tahun 2013 sebesar Rp.398,6 Triliun. Dua pertiganya berasal dari PMA senilai total Rp.307 Triliun,  sementara sepertiga sisanya berasal dari PMDN sebesar RP.156,1 Triliun.
Sementara Investasi PMDN tahun ini menurut Nazaroedin, naik lebih tinggi dari PMA. Kenaikan investasi PMA 13 persen atau  senilai Rp.36,6 Triliun, sementara PMDN naik 21 persen sebesar Rp.27,9 Triliun. Sektor-sektor penyumbang investasi terbesar adalah industri makanan dan pertambangan masing-masing menyumbang 11 persen, listrik, gas,transportasi, pergudangan dan telekomunikasi menyumbang 10 persen serta kimia dan farmasi 8 persen, jelas Nasaroedin.
Khusus untuk Provinsi Sulut Nazaroedin menambahkan, telah memberi kontribusi cukup besar bagi realisasi investasi di Indonesia. Tercatat realisasi PMA sebesar 98,5 juta dolar dengan total proyek investasi sejumlah 69 proyek. Sedangkan realisasi investasi PMDN berasal 15 proyek dengan nilai Rp.83 milyar.               
Kepala BKPM Sulut Dra Lynda Watania MM MSi menyebutkan peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini berasal dari Kabupaten/Kota serta instansi terkait lainnya dilingkungan Pemprov Sulut. (Kabag humas Roy Saroinsong SH selaku jubir pemprov).    

Wagub : SKPD Pacu Cepat Penyerapan Anggaran

Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil mengingatkan secara tegas kepada seluruh Kepala SKPD yang ada di lingkup Pemprov Sulut untuk dapat memacu dengan cepat merealisaikan penyerapan anggaran di lingkungan kerja masing-masing, mengingat sebentar lagi akan memasuki masa kerja triwulan ke IV.

Penegasan tersebut disampaikan Wagub saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Evaluasi Pengawasan Penyerapan Anggaran (EPPA) yang diselenggarakan Kamis (10/9).

Beberapa SKPD masih sangat rendah dalam penyerapan anggaran, Wagub memeriksa satu persatu apa kendala yang dihadapai SKPD sehingga rendah dalam realisasi penyerapan anggaran. Kansil juga mengingatkan tingkatkan fungsi kontrol bagi pejabat eselon 3 terkait kelengkapan arsip dokumen, karena ada laporan dari pemeriksa baik inspektorat dan BPK masih banyak dokumen yang tidak memiliki arsip sehingga mempersulit pemeriksaan para auditor.

Wagub meminta para staf agar bekerja dengan serius dalam pengelolaan keuangan karena jika penyerapan lambat berdampak pada lambatnya pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat.  Wagub berharap di akhir kepemimpinan Gubernur Sarundajang bersama beliau, realisasi penyerapan anggaran bisa terselenggara dengan baik sesuai prosedur yang berlaku, pada saat pimpinan baru nanti juga para staf diharapkan tetap bekerja dengan semangat, tunjukan kalau para pejabat di pemprov sulut memiliki kompetensi baik dalam pengeloaan keuangan dan pemerintahan di daerah serta tetap mempertahankan prestasi yang didapat selama ini.

Anggota Asean Bahas Kerjasama Maritim di Sulut

Dalam rangka membahas isu maritim yang bersifat strategis bagi Asean dewasa ini, Dirjen Kerjasama Asean Kementrian luar negeri menyelenggarakan the 6th Asean Maritime Forum (AMF) dan the 4th Expanded Asean Maritime Forum (EAMF), di manado.

Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat senior Negara anggota Asean, sebelum melaksanakan acara mereka bertemu bersama Wakil Gubernur Sulut DR Djouhari Kansil dalan jamuan makan malam yang diselenggarakan Rabu (9/9) bertempat di Graha Bumiberingin.

Kansil menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Sulut, melalui pertemuan ini Kansil berharap dapat memberikan solusi bagi pengembangan pengaturan regional dalam perlindungan sumber daya hayati  kelautan dan pengaturan kerjasama maritim. Kansil juga memberi apreaiasi karena Manado adalah merupakan kota tempat sekretariat CTI, sehingga kunjungan ini bisa dimanfaatkan untuk lebih memajukan CTI sebagai salah satu bentuk kerjasama maritim yang maju, sekaligus mempromosikan pariwisata Sulut.

Dirjen Kerjasama Asean, I gusti agung waseka puja mengatakan, dengan dilaksanakannya kegiatan ini diharapkan negara peserta dapat meningkatkan pemahaman bersama mengenai isu maritim regional yang menjadi perhatian bersama dan mencari solusi bagi tantangan maritim di kawasan Asean.

Selasa, 08 September 2015

SHS Teken MoU Dengan NOAA

Menjelang akhir masa jabatannya sebagai Gubernur Sulawesi Utara , DR. S.H. Sarndajang melaksanakan kunjungan kerjanya di Amerika Serikat pada tanggal 3 – 6 September 2015.  Dalam kunjungannya Gubernur Sarundajang  melaksanakan penandatangangan  Nota Kesepahaman (Memorandum of Undersatanding – MoU) kerjasama pengembangan program informasi data system bumi dan atmosfir dengan Laboratorium Penellitian Sistem Bumi (Earth System Research Laboratory –ESRL), Badan Oseanografi dan Atmosfir Nasional (National Oceanography and Atmospheric Administration – NOAA) di Boulder, Colorado.

Penandatanganan MoU ini dilakukan setelah proses finalisasi pengadaan alat display informasi berupa bola dunia: S.O.S (Science on a Sphere) yang dibeli oleh pemerintah Sulawesi Utara dari NOAA telah selesai.

S.O.S adalah sebuah system display data yang berbentuk bola sebagai layarnya,  kemudian data akan diproyeksikan menggunakan  4 buah proyektor dari 4 sudut, sehingga tayangan yang dihasilkan akan terlihat nyata.

Penandatangan MoU dilakukan di atas atap bangunan fasilitas ESRL – NOAA dengan berlatarbelakang pemandangan bukit batu  di kota Boulder.

S.O.S  adalah yang pertama di Indonesia, dan merupakan tanda mata Gubernur Sarundajang untuk Masyarakat SULUT yang sangat berguna ilmu dan pengetahuan.

Karena fasilitas ini sangat terkait erat dengan dunia pendidikan, penelitian, dan teknologi, Gubernur mengajak serta Rektor Unima dan Rektor Unsrat dalam kunjungan kerja ini. Para pejabat pendamping adalah: Kepala Bappeda Royke Roring, Kepala Dinas Pendidikan Nasioanal Asiano Gamy Kawatu, Kepala Dinas pekerjaan Umum Eddy Kenap, Sekretaris Pribadi – Rollies Rondonuwu, dan Staf Khusus Gubernur bidang Komunikasi Publik. – Freddy Lengkong.

Dalam kesempatan tersebut Baik Unsrat dan Unima melaksanakan penjajakan kerjasama di bidang penelitian keatmosfiran dan oseanografi.

Delegasi Sulut yang dipimpin Gubernur Sarundajang tiba di Denver, Colorado pada tanggal 3 September 3015 di siang hari, kemudian dilanjutkan dengan acara pertemuan dengan Kawanua yang berdomisili di Colorado dan sekitarnya.. Momen ini telah lama dinantikan oleh masyarakat Sulawesi Utara mengingat dalam kunjungan-kunjugan sebelumnya, Bapak Gubernur hanya dapat berkesempatan menunjungi masyarakat Sulut yang tinggal di Los Angeles, New York dan Washington DC saja. Masyarakat sangat kagum dan memberikan penghargaan kepada Bapak Gubernur atas jasa dan pelayanannya membawa Sulawesi Utara lebih maju dan berdaya saiang tinggi. Gubernur Sarundajang menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas dukungan kawanua dalam membangun daerah tercinta tak lupa juga memohon pamit serta permohonan maaf atas kekurangan selama menjabat sebagai Gubernur.

Dalam perjalanan pulang ke Indonesia, Bapak Gubernur menyempatkan diri juga untuk bertatap muka walau hanya sejenak dengan kawanua yang berada di Los Angeles dan sekitarnya. Pertemuan ini tidak dijadwalkan mengingat sempitnya waktu, namun masyarakat yg sudah memperoleh informasi bahwa Bapak Gubernur berada di Los Angeles, dengan antusias datang bergabung  bersama di Restoran Sanamluang  saat Gubernur dan Rombongan sedang santap malam.

Pada hari Minggu, 6 September 2015 siang, Gubernur dan Rombongan  kembali ke Indonesia dan dijadwalkan tiba di Jakarta pada tanggal 7 Sept tengah malam. Setibanya di Manado tanggal 8 September, Bapak Gubernur akan melanjutkan kegiatannya mengunjungi pulau pulau terluar di bagian utara dengan menumpang kapal perang Angkatan Laut RI.