Rabu, 06 Januari 2016

Hari Ini Arpol Pimpin Sehari Kota Tomohon

Mulai hari ini Kamis [07/01] Sekretaris Daerah Kota [Sekdakot] Tomohon Drs Arnold Poli MPd [Arpol], bakal memimpin sehari Kota Tomohon, hal itu ditegaskan Sekprov Ir Siswa R Mokodongan kepada Wartawan usai menghadiri peluncuran penandatanganan kontrak kegiatan Tahun Anggaran 2016 Kementerian PU dan Perumahan Rakyat dan Teleconference di BPJN 11 Manado.
Penunjukan terhadap Poli ini karena masa jabatan Walikota Tomohon Ir Jimmy F Eman  akan berakhir hari ini juga.
Guna menghindari terjadinya kekosongan Pimpinan Daerah, maka Sekprov Sulut Ir Siswa R Mokodongan diruang kerjanya Kamis pagi ini akan menyerahkan Surat Keputusan Gubernur tentang penunjukan terhadap Poli sebagai Pelaksana Harian [Plh] Walikota Tomohon.
Penegasan ini disampaikan Mokodongan kepada  wartawan Rabu [06/01] kemarin.
Sedangkan untuk pelantikan Penjabat Walikota Tomohon, Mokodongan menyebutkan jika tidak ada aral melintang  akan dilaksanakan pada esok harinya Jumat [08/01]. [Humas Pemprov Sulut].

Selasa, 05 Januari 2016

Semburan Uap Panas di Tondangow Hanya Fenomena Alam








Kekhawatiran masyarakat terkait semburan lumpur di kawasan sumur produksi kluster LHD24 Dusun Tondangow  tidak perlu di takutkan secara berlebihan, pasalnya semburan tersebut hanya merupakan uap panas bersuhu 40 s/d 60 derajat Celsius tidak beracun yang bercampur tanah sehinggah terlihat seperti lumpur panas namun ternyata tidak membahayakan.
Berdasarkan pentauan langsung sejumlah Wartawan Pos Pemprov Sulut bersama Kepala Biro SDA Setda Provinsi Sulut DR Frangky Manumpil, Spi Selasa siang (5/1) kemarin, kondisi lapangan lokasi semburan tidak membahayakan masyarakat sekitar, pihak Pertamina juga telah membersihkan tanah yang tercampur dengan uap air yang keluar dari dalam tanah aliran semburan uap panas tidak dialirkan ke sungai namun telah dialirkan kedalam kolam penampungan milik perusahaan.
Menurut penjelasan Humas PGE Bagus Dimas Wibisono terkait kejadian ini bahwa pihak pertamina sejak tanggal 31 Desember 2015 lalu hingga saat telah melakukan penanganan dan investigasi. “Pihak pertamina telah memeriksa hingga zona reservoir, apabila memang cashing bor  bermasalah tidak mungkin mencapai kedalaman (1600 meter) pengecekan dalam waktu 3 hari,” ujarnya. Namun pihaknya akan terus mencari penyebabnya kenapa sumur ini bisa membias sehingga mengeluarkan uap air di beberapa titik sekitar sumur.
Factor lain keluarnya uap air karena meletusnya gunung soputan kemarin mungkin juga berdampak pada semburan sumur di Tondangow, akibat pengaruh kerak bumi yang bergeser.
Menjawab ketakutan masyarakat seperti di Lapindo Sidoarjo, pihak pertamina menyatakan formasi batuan di daerah sumur sangat berbeda dengan di Sidoarjo. Lumpur yang keluar itu merupakan tanah yang terkena uap air sehingga saat tercampur menjadi seperti lumpur, namun bukan lumpur panas yang ujungnya akan mengeras seperti di Sidoarjo.
Selain itu Bagus menjelaskan jika memang bermasalah sumur HD24 merupakan sumur cadangan  yang menyuplai daya listrik 10 sampai 15 MW akan ditutup oleh pihak pertamina, dan diharapkan uap air tidak akan keluar lagi, namun apabila sumur telah ditutup tapi masih ada manifestasi uap air dari dalam tanah, dapat disimpulkan ini merupakan gejala alami, bukan akibat aktifitas PGE di Tondangou,” jelas Bagus.
Setelah melaksanakan investigasi selama 30 hari kedepan, pihak pertamina akan menyampaikan hasilnya kepada masyarakat.
Camat Tomohon Selatan JR Mampouw didampingin Lurah Tondangow  Tamboto Kaligis juga mengatakan fenomena keluarnya uap air dari tanah ini tidak perlu ditakuti, mereka menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan isu bahwa kejadian ini akan menyerupai Lumpur Lapindo Sidoarjo.
“Kejadian ini biasa terjadi, lokasi sumur itu merupakan lokasi gunung berapi, sejak dulu sering terjadi kejadian seperti itu diperkebunan warga, untuk itu warga jangan kawatir,” jelas Kaligis. (Humas Pemprov Sulut).

Senin, 04 Januari 2016

Info Terkini, Semburan Tondangou Bukan Lumpur

Di lolasi panas bumi [pabum] Lahendong, Sulawesi Utara telah terjadi semburan uap air di sekitar lokasi sumur produksi kluster LHD-24 di dusun Tondangow. Peristiwa tersebut diawali dengan pemunculan uap pada berapa titik kecil pada akhir November 2015, yang berlanjut dengan semburan, yang pada saat ini berjumlah 5 titik.  Terhembus kabar bahwa peristiwa tersebut adalah semburan lumpur panas “Lapindo” yang disertai gas beracun. Berdasarkan pengamatan tim Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan kajian yang telah dilakukan oleh operator lapangan panas bumi Lahendong (PT. Pertamina Geothermal Energi), peristiwa tersebut adalah semburan uap air pabum.

Dari hasil pengamatan tim geologi UGM pada tanggal 30 Desember 2015, lumpur yang terlontar pada titik-titik semburan berupa tanah permukaan yang terlarutkan oleh uap air, dengan ciri warna seperti tanah-tanah di daerah yang tidak mengalami semburan uap. Berdasarkan analisis batuan bawah permukaan yang berasal dari sebagian besar sumur-sumur pemboran panas bumi di Lahendong oleh ahli-ahli geologi Universitas Gadjah Mada jauh sebelum semburan uap terjadi diketahui bahwa batuan reservoar sistem panas bumi Lahendong  berupa batuan produk gunung api masa lampau yang bersifat solid. Berdasarkan pemantauan kadar gas-gas di lokasi semburan oleh PT. PGE hingga saat keterangan ini diturunkan tidak ditemukan gas-gas berbahaya baik dari segi jenis dan kadarnya.

Peristiwa semburan uap ini, seperti halnya dengan fenomena pemunculan matair panas, dikategorikan sebagai manifestasi panas bumi, atau tanda adanya potensi panas bumi bertemperatur tinggi. Asal-usul manifestasi semburan ini perlu diselidiki dengan seksama sehingga dapat ditentukan cara-cara penanganannya secara tepat sasaran. Ada dua kemungkinan penyebab, yakni: 1) dinamika alamiah sistem panas bumi Lahendong, atau 2) adanya kerusakan konstruksi sumur yang berada di dekat lokasi semburan. Pada saat ini operator tengah berkonsentrasi meneliti kemungkinan penyebab yang ke dua, dengan meneliti kondisi selubung sumur (casing). Bila ditemukan kebocoran maka sumur yang bersangkutan akan di sumbat. Namun apabila ternyata semburan merupakan bagian dari dinamika alamiah sistem panas bumi Lahendong maka manusialah yang harus menyesuaikan diri, dengan mengatur kembali penggunaan lahan dan aktivitasnya di daerah tersebut, seperti halnya yang harus di lakukan di daerah-daerah berpotensi bahaya geologi yang lainnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah membentuk tim pemantauan dan penanganan semburan uap di lapangan panas bumi Lahendong yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Dr. Soni Sumarsono, di mana kondisi dan status penanganan terkini akan selalu dilaporkan kepada masyarakat. Anggota dari unsur Pemerintah Daerah adalah Ir. Marly Gumalag, M.Si. (Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut), Ir. Roy Mewoh (Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulut), Dr. Franky Manumpil (Kepala Biro Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Provinsi Sulut), Berthy Mendur dan Feri Rende (staf khusus  Gubernur Sulut). Dari operator lapangan adalah Ir. Salvius Patangke, DipGeothermTech (General Manager PT. PGE AGH Lahendong), Ir. Ahmad Yani (Manager Teknik PT. PGE AGH Lahendong) beserta staf lapangan. Dua orang ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada,yakni Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D. (ahli geologi panas bumi/Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi UGM) dan Dr. I Wayan Warmada, S.T. (ahli geologi bahan galian) termasuk dalam tim ini. Gubernur Sulut beserta jajarannya telah memeriksa lokasi pada tanggal 1 Januari 2016.

Kondisi penanganan terkini (4 Januari 2016) adalah bahwa sumur panas bumi LHD-24 tengah didinginkan untuk memungkinkan investigasi kondisi selubung sumur. Zona pengamanan lokasi semburan telah diperluas untuk kelancaran operasional dan pergerakan alat berat, serta untuk keamanan pekerja dan pengunjung. Dinding-dinding pengaman juga sedang dipasang.  Lumpur disalurkan ke kolam penampung (balong). Bronjong ijuk sudah mulai dipasang untuk menyaring lumpur yang melimpas secara alamiah dari titik semburan ke sungai terdekat.

Selama ini panas bumi telah memasok hampir 40% kebutuhan listrik di Sulawesi Utara. Kesuksesan penanganan semburan uap akan sangat berarti bagi ketahanan energi di wilayah ini. Kerjasama yang baik dari seluruh pemangku kepentingan panas bumi Pemerintah, operator lapangan, masyarakat, dan akademisi) merupakan kunci penting. Terkait dengan peristiwa ini masyarakat dihimbau untuk tetap waspada namun tenang sambil turut membantu memantau situasi di lapangan, dan selalu berkoordinasi dengan aparat yang berwenang dalam melakukan aktivitasnya, sehingga pihak-pihak yang ditugaskan melakukan penanganan di lapangan dapat berkonsentasi bekerja.[Humas Pemprov Sulut].

 

Ribuan PNS Pemprov Ikut Apel Perdana Tahun 2016

Pasca libur Tahun Baru, ribuan Aparatur Sipil Negara [ASN] lingkup Pemprov Sulut mengikuti apel perdana Tahun 2016 yang di gelar Pemprov di halaman Kantor Gubernur, Senin pagi [04/01].
Bertindak selaku Inspektur Upacara Sekprov Sulut Ir Siswa R Mokodongan sedangkan Komandan Upacara Kabid Keamanan dan Kerawanan Pangan BKP Provinsi Sulut Ir Elano Ratag MSi.
Melalui kesempatan itu Mokodongan mengajak, seluruh ASN lingkup Pemprov mengawali Tahun 2016 ini dengan gebrakan semangat baru dalam bekerja dengan menjadikan realitas kinerja dan pengalaman di sepanjang Tahin 2015 lalu dengan beragam dinamika dan dimensinya, sebagai titik tolak untuk melakukan langkah kerja dan karya nyata yang semakin baik.
Pada tataran implementasinya, Mokodongan minta dalam minggu berjalan ini, untuk segera menuntaskan kesiapan administrasi penyelenggaraan pemerintahan sepanjang Tahun 2016, sambil memperhatikan ketentuan yang berlaku, tanpa mengabaikan kebijakan dan program kerja strategis lainnya.
Mokodongan berharap, dalam triwulan pertama SKPD atau unit kerja memberikan sumbangsi pencapaian prestasi bagi daerah, namun harus realistis benar-benar menyentuh kebutuhan dan sejalan dengan Visi pembangunan daerah.
Juga dalam rentan triwulan kedua sampai dengan triwilan ketiga kedepan, Mokongan harapkan kinerja ASN lingkup Pemprov mampu memperlihatkan optimalisasi di berbagai sektor utamanya penyerapan anggaran maupun capaian pendapatan daerah. Sehingga secara akumulatif yang pada akhirnya Tahun 2016 nantinya kita mampu menuai prestasi kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Mokodongan juga menginformasikan, untuk tunjangan kinerja daerah [TKD] 2016 tidak ada kenaikan artinya masih sama seperti Tahun 2015 lalu, tandasnya. [Humas pemprov Sulut].

Minggu, 03 Januari 2016

Berita Foto


Gubernur Kapolda Dan Lantal masing2 bersama Ibu silahturahmi Tahun Baru di rumah Kediamanan Pj Walikota Manado Ir Roy O Roring MSi di Desa Leilem Minahasa.


 Gubernur bersama Kapolda, Dan lantamal, KPT Manado Maing-masing bersama Ibu, Silahturahmi Tahun Baru di Rumah Kediaman Mantan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang di Kinali kawangkoan Minahasa.  

Gubernur Bersama Ibu DraTri Rachayu Sumarsono melakukan silahtuerahmi di rumah kediaman Nehemia Lawalata di Desa Woloan Kota Tomohon, Lawalata adalah sahabat dekat Dr Sonny Sumarsono di GMNI.

Gubernur Minta Maaf Listrik Masih Padam





Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM saat menyampaikan sambutan Tahun Baru, Jumat Siang (01/01) di GMIM Imanuel Leilem Minahasa, tak lupa menyampaikan permintaan maaf dari pemerintah Provinsi Sulut kepada jemaat karena hingga memasuki tahun baru ini listrik di sulut masih terus terjadi pemadaman secara bergilir dari PLN.
"Sebagai Penjabat Gubernur Sulut saya berkewajiban menyampaikan hal ini, kepada masyarakat karena sampai hari ini listrik di Sulut masih saja terjadi pemadaman," katanya.
Saya hampir setiap hari mendapat komplain dari warga terkait dengan listrik namun demikian Pemprov Sulut bersama GM PLN Sultenggo Baringin Nababan terus berupaya mengatasi krisis listrik di Sulut ini
salah satunya mampu mendatangkan Kapal Listrik dari Turki yang disewakan Pemerintah Indonesia. 
Namun demikian hadirnya kapal listrik ini di sulut, ternyata tidak langsung membuat listrik kita aman akan tetapi membutuhkan suatu proses, ujar Sumarsono, sembari berkata hal ini terjadi, di karenakan kapal pembangkit listrik (Marine Vessel Power Plan) Zeynep Zultan yang nantinya akan mensuplay listrik sebanyak 120 Mega Watt (MW), masih belum dapat beroperasi meski telah tiba di amurang sejak tanggal 23 Desember 2015 lalu. Dimana Tim Tehnis dari Turki baru tiba pada Rabu (30/12) dan kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak PLN seputar kesiapan operasi kapal pembangkit ini dan diperkirakan kapal baru dapat beroperasi sekitar 10 hari sejak kapal berada di posisi akhir.
Untuk menentukan posisi akhir kapal tersebut, Tim dari Turki membutuhkan waktu dua hari untuk survey, ujar Sumarsono. 
Karena itu Pemerintah Daerah bersama seluruh unsur Fortkompimda Sulut terus memberikan dukungan penuh kepada PLN, karena kami bersama dengan masyarakat sangat berharap agar pembangkit listrik yang ada di atas kapal segera beroperasi, karena ini merupakan kepentingan kita bersama agar deficit listrik segera berakhir, paparnya.
Selain itu Gubernur juga minta Warga Leilem untuk tetap mewaspadi dengan peristiwa semburan air yang terjadi di lokasi Perusahaan Pertamina Geotermal Energi, karena desa leilem dianggap sangat dekat dengan sumur-sumur dari perusahaan pembangkit listrik di daerah ini.

Di akhir sambutannya Gubernur atas nama keluarga dan pemerintah tak lupa menyampaikan Happy New Year 2016 kepada Jemaat Imanuel Leilem. Kiranya suka cita dan kedamaian menyambut tahun baru ini akan terus mewarnai dinamika perjalan kehidupan jemaat di hari ini, esok dan seterusnya. Ibadah Tahun Baru di Jemaat GMIM Leilem di Pimpin Pnt Ir Roy O Roring MSi. Usai memberikan sambutan di GMIM Leilem Gubernur bersama Isterinya Dra Tri Rachayu didampingi dua putri tercintas Listydan Wulan melakukan silahturahereja Imanuel, selanjutnya Gubernur melakukan silahturahmi di kediamanan mantan Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang di Desa Kinali Kawangkoan, dan silahturahmi ini berakhir di kediaman Nehemia Lawalata di Woloan Tamohon. Nehemia merupakan sahabat dekat dari Gubernur Sony Sumarsono di GMNI. (Humas Pemprov Sulut). 

Gubernur: Warga Tondagou Tetap Waspada





Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM mengajak warga tondangou Kota Tomohon untuk tetap mewaspadai gejala alam yang terjadi berupa semburan air di desa mereka.
Ajakan Gubernur tersebut disampaikan usai melihat langsung tiga titik semburan air yang terjadi di cluster 24 Pertamina Geotermal Energi (PGE) Lahendong yang beroperasi di wilayah sekitar desa tondangou, Jumat  pagi (01/01) lalu.
Gubernur ketika itu ikut didampingi Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung SH, Dan Lantamal VIII Manado Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, Ketua Pengadilan Tinggi Manado M Mabruk SH, Kadis ESDM Ir Marly Gumalag, Kaban PMD Dra Lynda Watania Msi serta Karo SDA Dr Frangky Manumpil yang di tuntun pihak Perusahaan.  
Mengingat tiga titik semburan ini terjadi di lahan masyarakat, maka diharapkan masyarakat dapat bersabar dan tenang mengingat perusahaan telah mengambil langkah-langkah emergensi terkait dengan limpahan air dan percikan dapat di alirkan ke rawa atau kali (sungai) yang ada, ujar Sumarsono sembari menyebutkan, walaupun tidak ada lumpur dan gas beracun, namun warga tetap waspada, ajak Sumarsono.
mudah-mudahan peristiwa ini tidak akan sampai berdampag negatif terhadap warga, sekitar, kunci Dirjen Otda Kemendagri ini.
Sementara Manajer Operasi PGE Lahendong Ahmad Yani mengatakan, peristiwa pertama terjadi pada 30 Nopember 2015 lalu kemudian kedua muncul awal Desember dan pada pertengahan Desember 2015 terjadi semburan uap air yang ketiga.
Yani menyebtukan, ini buka semburan lumpur seperti di lapindo, melainkan hanya berupa uap air dimana lumpur yang terbentuk itu merupakan tanah permukaan yang berinteraksi dengan dengan uap air tadi. Masalah ini bisa terjadi karena alami dan bisa juga berkaitan dengan sumur yang ada.  Pihaknya sementara dalam penanganan untuk memindahkan rig pemboran dari lahendong 25 atau desa leilem ke cluster 24 dimana ada sumur yang akan di observasi jika kemungkinan ada kebocoran kesing, tim kami akan langsung memperbaikannya, tegas Ahmad Yani.
Jika tidak ada indikasi kebocoran dari sumur maka PGE akan melakukan penanganan dengan metode lain yang sesuai dalam rangka meyelamatkan aset yang ada dan lingkungan sekitar, ujarnya.
Karena itu Yani kembali menegskan bahwa masyarakat perlu ketahui dari semburan uap air yang keluar ini tidak ada kandungan gas yang membahayakan warga, meskipun demikian pihak PGE dan pemerintah daerah terkait senantiasa terus melakukan monitoring secara terus menerus, tandasnya. (Humas Pemprov Sulut).