Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Jumat, 22 Januari 2016
Sumarsono dan Ibu Tri Rachayu Lakukan Pemeriksaan Darah.
Kamis, 21 Januari 2016
Guberur Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrim.
Gubernur Ikut Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Cetak Sawah
Dr Soni Sumarsono MDM ikut pula menandatangani Perjanjian Kerja Sama Cetak Sawah dengan tujuh Kebupaten Kota bersama Unsur TNI.
Koperasi dan UMKM Ikut Berkontribusi PE Sulut
Dicanangkan Gubernur Desa Kima Bajo Jadi Kampung KB
Rabu, 20 Januari 2016
Pemprov Targetkan 2016 Cetak Sawah 3000 Ha
Untuk tahun 2016 sasaran produksi padi sulawesi utara sekitar 697.000 ribu ton gabah kering giling. Ini merupakan langka untuk mencapai produksi padi, salah satunya kita harus cetak sawah, tahun kemarin kita sudah cetak sawah sekitar 1.880 hektar. Dan 2016 ini kita akan cetak sawah sekitar 3.000 hektar ini langka yang diambil pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dalam rangka mencapai sasaran produksi dimasing- masing daerah.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulawesi Utara, Johanis Panelewen Rabu (20/1) siang tadi.
Lanjut ia mengatakan pada tahun ini juga petani bakal menerima bantuan berubah traktor, bantuan benih dan bantuan pupuk.
"Bulan Januari ini kita akan menyelesaikan CPCL kelompok tani. Dan saya berharap kepada kabupaten/Kota agar segera menyiapkan calon petani dan penerima bantuan," ungkapnya.
Ia menambahkan adapun bantuan ke kelompok tani untuk tahun 2016 ini sangat berbeda dengan tahun lalu 2015, calon petani dan penerima bantuan saat ini harus sesuai RKA.
"Sekarang lagi sedang dilakukan inventarisasi CPCL serta finalisasi untuk bulan januari berjalan ini. Dan kegiatan ini akan segera dilakukan," tandas panelewen. (Humas Pemprov Sulut)
Mokodongan Minta Kabupaten/Kota Lunasi Tunggakan Raskin
Sekretaris Provinsi Sulut Ir Siswa R Mokodongan, saat membuka rapat evaluasi rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Tahun 2015, yang diikuti para Bupati/Walikota se-Sulut, Selasa lalu di Graha HV Worang, menegaskan agar pemerintah Kabupaten/Kota yang belum melunasi tunggakan pembayaran beras miskin (Raskin) di Bulog Divre Sulut, supaya segera di lunasi.
Sebelumnya Penjabat Gubernur Sulut Dr. Sumarsono MDM dalam Rakor Evaluasi dan Percepatan Program Raskin Provinsi Sulut yang digelar Bulog Divre Sulut akhir Tahun 2015 lalu juga telah meminta Pemerintah Kabupaten/Kota segera melunasi piutang beras raskin ke Bulog Divre Sulut.
"Beras raskin bukan gratis, karena itu bagi kabupaten/kota yang masih ada piutang segera dilunasi ke Bulog," tegas Sumarsono.
Karena filosofi raskin bukan sebagai upaya final penanggulangan kemiskinan melainkan sebuah chras program pemerintah mengisi gap untuk mengurangi kesenjangan sosial.