Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE mengakui kebijakan pembangunan daerah saat ini memang diarahkan pada peningkatan iklim investasi dan perdagangan serta produktifitas UMKM. Hal itu dikatakannya saat membuka pertemuan bisnis dan kunjungan kerja dalam rangka promosi peningkatan penetrasi pasar produk unggulan sulut ke kawasan Eropa Timur dan Tengah. Di Hotel Aston Manado, Kamis (02/06) kemarin.
Dia mengatakan, keberadaan infrastruktur penujang seperti Bandara Internasional Sam Ratulangi dan pelabuhan HUP PORT Bitung serta infrastruktur dasar lainnya turut menunjang keunggulan daerah, terlebih dengan telah ditetapkannya KEK Bitung, dengan berbagai keunggulan kompleksnya di masa mendatang.
Penetapan KEK Bitung membuka ladang baru bagi para pelaku ekomomi untuk berinvestasi dan memicu pengembangan bisnis mulai dari level pengusaha besar sampai pada pengusaha kecil dan mikro yang menopang ekonomi rumah tangga rakyat banyak.
Sementara terkait dengan pertumbuhan perekonomian daerah Olly sampaikan bahwa pada triwulan I Tahun 2016 ini, perekonomian sulut tumbuh sebesar 5,96 persen. Sedangkan untuk capaian kinerja ekspor sulut tumbuh dengan volume sebesar 360.727.197,34 (Kg), dengan nilai mencapai 219.146.904,12 (USD), angka ini mengalami peningkatan sebesar 1,13 persen di bading triwulan 1 Tahun 2015 lalu, terangnya.
Olly juga menyebutkan, sejak Tahun 2015 ada 31 jenis komoditi yang telah di ekspor ke 64 negara. Komoditi utama ekspor sulut antara lain minyak kelapa kasar, minyak goreng kelapa, tepung kelapa, bungkil, kopra, karbon aktif, ikan beku, ikan kaleng, ikan kayu, pala dan cengkih, kayu manis serta rumah panggung. Untuk negara tujuan ekspor ke kawasan eropa tengah dan timur; komoditi biji pala dan bunga pala (rusia), komoditi tepung kelapa dengan negara tujuan rusia, slovenia, polandia, repulik ceko, kroasia, latvia, ukrania dan armenia.
Pada bulan Maret 2016 koditi lemak dan minyak hewan/nabati masih tetap merupakan komoditi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap total nilai eskpor sulut yakni sebesar 58,60 persen atau senilai US$ 47,66 juta. Secara kumulatif sepanjang Tahun 2016 hingga bulan Maret komoditi lemak dan minyak hewan/nabati juga masih tetap merupakan kontributor terbesar yang memberi andil 66,28 persen terhadap total nilai ekpor sulut, dengan nilai sebesar US$ 163,15 juta, sedangkan negara tujuan ekspor terbesar sulut bulan Maret 2016 adalah singapura dengan nilai US$ 14,43 juta atau 17,74 persen dari total nilai ekspor, di susul brasil dengan nilai US$ 13,69 juta atau 16,83 persen dari total nilai eskpor.
Secara kumulatif dari bulan Januari hingga Maret 2016 Negara tujuan ekspor terbesar adalah amerika serikat dengan nilai mencapai US$ 53,45 juta, di susul belanda dan singapura dengan nilai ekspor masing-masing sebesar US$ 45,35 juta dan US$ 31,65 juta, tandas Olly. (Humas Pemprov Sulut).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Kamis, 02 Juni 2016
Olly Akui Keijakan Pembangunan Daerah Pada Peningkatan Investasi
Gubernur Kukuhkan Ibu Rita Jadi Bunda Paud
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE mengukuhkan Ibu Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan sebagai Bunda Paud Provinsi Sulawesi Utara, serta melantik Badan Akreditasi Paud dan Pendidikan Non Formal (PNF) di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Kamis (02/07) kemarin.
Pengukuhan tersebut di tandai dengan penyematan selendang Bunda Paud oleh Gubernur Sulut.
Dalam kesempatan itu Gubernur telah menyampaikan beberapa hal terkait dengan kehadiran Bunda Pud, Badan Akreditasi Paud dan PNF merupakan tugas yang sangat mulia, karena anak usia dini yang di didik merupakan generasi masa depan bangsa. Karena itu tugas ini harus dilaksanakan dengan ikhlas yang diiringi dengan komitmen tinggi. Disamping itu Bunda Paud dan Badan Akreditasi Paud dan PNF harus mampu memahami Visi dan Misi kemendikbud terkait arah pembangunan di bidang pendidikan anak usia dini, serta Bunda Paud dengan segera membangun konsolidasi sampai dengan jajaran Paud tingkat Desa/Kelurahan. Selanjutnya suami tercinta dari First Lady Sulut ini mengintatkan kepada Buda Paud baik di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga Desa/Kelurahan juga harus mampu memperhatikan berbagai aspek dalam pembangunan pendidikan anak usia dini diantaranya aspek ketersediaan layanan Paud sesuai dengan kebutuhan jumlah anak didik baik dari aspek prasarana, pendidik maupun peserta didik, ujarnya. Sebelumnya Bunda Paud Sulut Ibu Rita Dondokambey Tamuntuan mengatakan, keberdaan dan peran Bunda Paud merupakan tokoh sentral dalam gerakan nasional Paud diwilayahnya, dengan memberikan sumbangan pemikiran, sosialisasi dan penggerakan pelaksanaan Paud sangatlah penting dan strategis, sekaligus akan memberikan pengaruh yang positif dalam upaya untuk memperluas layanan pendidikan anak usia dini (Paud), dalam rangka akses layanan Paud, peran aktif Bunda Paud di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan sanpai ke pelosok Desa dan Kelurahan, perlu secara terus menerus dan berkomitmen untuk mendukung dan membangun kepeduluan kepada Paud, pintahnya.
Kadis Diknas Sulut AG Kawatu SE MSi menambahkan usia pengukuhan dan pelantikan Gubernur telah menyerahkan trophy dan bingkisan bagi SMA pemenang gerak jalan 4 pilar kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang di gelar di lapanfan Koni Sario Manado pada Rabu lalu.
Juara 1 SMA N 1 Airmadidi, Juara 2 SMK Kristen 1 Tomohon, Juara 3 SMK N 2 Bitung. Harapan 1 SMA N 4 Manado, Harapan 2 SMA N 2 Manado serta harapan 3 SMA N 7 Manado. Kawatu menambahkan pelantikan Badan Akreditasi Paud Provinsi dan PNF berdasarkan Keputusan Gubernur Sulut No. 152 Tahun 2016 (Humas Pemprov Sulut).
Wagub : Momentum BBGRM Upaya Memerangi Kemiskinan
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw menegaskan momentum Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) menjadi upaya untuk memerangi kemiskinan di Sulawesi Utara. Penegasan Kandouw ini disampaikan pada puncak pelaksanaan BBGRM XIII Tingkat Provinsi Sulut di Boroko, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Kamis (02/05).
Dikatakan Kandouw, tidak usah malu mengakui angka kemiskinan di Sulut cukup besar, sebaliknya ini harus menjadi motivasi bagi kita untuk menuntaskan kemiskinan di daerah kita. " butuh kerja sama dari setiap elemen masyarakat, apapun caranya, apapun upaya yang akan di jalankan", ujar mantan Ketua DPRD Sulut ini.
Selain itu Wagub Kandouw juga mengatakan kegiatan BBGRM merupakan saat yang tepat untuk menggerakan masyarakat berperan aktif dalam proses pembangunan.
Pemerintah daerah boleh memasang target tapi semua kembali lagi tergantung pada masyarakat, tandas Kandouw.
Pada kesempatan tersebut Wagub juga membagikan sejumlah bantuan pertanian bagi masyarakat. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil ketua TP PKK Sulut dr. Kartika Devi Kandouw Tanos, Bupati Bolmut, Bolmong, Wakil Bupati Sitaro, perwakilan Forkopimda Sulut, pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulut.
(Humas Pemprov Sulut)
Rabu, 01 Juni 2016
OD-SK Dorong rs. Ratumbuisang Miliki Sistem Pelayanan Terbaik
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw mendorong rumah sakit daerah Ratumbuisang untuk menjadi rumah sakit yang memiliki sistem pelayanan terbaik bagi para pasien dan pekerja.
Hal tersebut disampaikan Wagub Rabu (1/6) saat melaksanakan pertemuan dengan tim yang akan membuat sistem aplikasi rumah sakit terpadu untuk menunjang pelayanan di rumah sakit Ratumbuisang untuk billing sistem dan bisnis intelegen.
Wagub mensupport penuh langkah rumah sakit Ratumbuisang yang berencana menerapkan sistem ini dalam operasional agar masyarakat dapat mengetahui penyakit apa dan biaya perawatan pasien.
Kepala Bagian Umum Rumah Sakit Ratumbuisang Vanda Jocom S.Sos,Msi mengatakan program ini akan dijalankan segera mungkin untuk membantu masyarakat agar lebih mudah mendapatkan pelayanan di rumah sakit, rumah sakit Ratumbuisang akan menjadi rumah sakit pertama yang menjalankan proyek ini sekaligus menjadi percontohan. Nantinya juga jika sistem ini berjalan akan terkonek dengan comand center pemprov sulut agar semua aktivitas rumah sakit dapat terpantau oleh masyarakat dan pemerintah.(humas provinsi sulut)
Gubernur Irup Peringatan Hari Lahir Pancasila
Gunbenur Sulut Olly Domdokambey SE bertindak selaku Inspektur Upacara peringatan hari lahirnya Pancasila yang berlangsung di lapangan Koni Sario Manado, Rabu (01/06) kemarin, bertindak selaku Komandan Upacara Kabid Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik Diknas Sulut Drs Jendry Sualang MAP
Dalam sambutannya Gubernur mengajak, mari kita jadikan momentum peringatan hari lahirnya Pancasila yang ke-71 Tahun saat ini, untuk memperbaharui komitmen bersama, baik Pemerintah, unsur TNI, Polri, Ormas, Organisasi Kepemudaan, terlebih para Mahasiswa dan adik-adik Siswa yang merupakan generasi penerus cita-cita bangsa Indonesia, dalam melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpa darah Indonesia, untuk memajukan kesejahteraan umum. Mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertipan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Disamping itu Gubernur juga minta agar kita semakin memahami makna dan membuktikan "Bhineka Tunggal Ika" bukan hanya slogan semata, akan tetapi merupakan tonggak kita semua (tonggak Bangsa Indonesia), dalam menjalani serta memaknai hidup dan kehidupan, tegas politisi Partai PDI perjuangan ini.
Sebab dengan memahami makna nilai-nilai sejarah dari Pancasila, maka sebagai komponen bangsa Indonesia, sudah sepatutnya kita mewarisi semangat dan pemikiran Bung Karno dalam menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam 5 sila dalam Pancasila, dimana salah satunya dapat dilakukan dengan memperingati serta memaknai hari lahir Pancasila sebagai momentum untuk bersatu padu bergandengan tangan, bergotong royong dalam mewujudkan janji-janji kemerdekaan guna membumikan Pancasila di bumi pertiwi yang kita cintai ini, tandas mantan anggota DPR-RI dari Fraksi PDIP ini. (Humas pemprov Sulut).
Gubernur Jamin Ketersediaan Beras Bulong Aman dan Stabil
Gubenur Sulut Olly Dondokambey SE menjamin ketersediaan stok beras bulog di daerah ini tetap aman dan stabil, hal itu di katakanya usai menerima Kepala Divre Bulog Sulut-Gorontalo Sabaruddin Amirullah di ruang kerja Gubernur, Rabu (01/06) kemarin.
Dalam pertemuan itu Sabarudin telah melaporkan kegiatan Bulog Divre Sulutgo.
Mulai dari penyaluran beras miskin (raskin), operasi pasar menghadapi lebaran termasuk ketersediaan beras bagi warga yang mengalami bencana alam sampai dengan ketersediaan beras bagi warga yang bermukim di daerah kepulauan, jelas Dondokambey.
Sementara itu Sabaruddin mengatakan, kami saat ini secara rutin sedang melakukan penyaluran raskin tiap bulan bagi rumah tanggah sasaran (RTS) 161.089 RTS masing-masing menerima 15 Kg/bulan atau total 2.416.335 Kg, dan ini semua berjalan lancar.
Selain itu Bulog juga sementara melakukan operasi pasar untuk stabilitasi harga untuk saat ini di 15 Kabupaten/Kota se-Sulut total 347.583 Kg. Kemudian yang dilaporkan juga tentang cadangan beras pemerintah (CBP) untuk bencana alam san rawan pangan masing-masing Kabupaten/Kota 100 ton/tahun. Untuk kewenangan Gubernur 200 ton/tahun, beras tersebut telah tersedia di gudang-gudang Bulog se-Sulut termasuk di tiga gudang Bulog yang ada di 3 Kabupaten Kepulauan yakni Talaud di Lirung, Sangihe di Tahuna serta Sitaro di Ulu Siau, terang Amrullah sembari menyebutkan, beras-beras tersebut dapat di ambil di gudang-gudang terdekat dicsebutkanv di atas tadi dari bencana atau rawan pangan dari jatah se Provinsi Sulut stoknya ada sekitar 1700 ton/tahun, telah di realisasikan 140 ton atau masih tersisa 1560 ton.
Sementara terkait dengan adanya kelangkaan ketersediaan beras yang terjadi di pulau-pulau terluar di Talaud seperti pulau Marampit dan pulau Karatung, menurut Sabaruddin pihaknya sudah mengantisipasinya sesuai dengan jadwal pelayaran kapal yang akan membawah beras Bulog teraebut di pulau-pulau terluar ini, sembaru menambahkan, untuk dana raskin di Provinsi Sulut totalnya sebesar Rp. 16 M sedangkan untuk 3 Kabupaten di Kepulauan nilainya berjumlah Rp. 2,2 M, tandas Sabaruddin.
Tekait dengan masih adanya tunggakan Kabupaten/Kota yang belum melunasi piutung raskin ke Bulog Gubernur berjanji akan memanggil kepala daerah yang bersangkutan untuk segara melunasinya. Program nasional ini jangan sampai terhambat, cuma gara-gara kurangnya perhatian dari kepala daerah yang bersangkutan, tegas Dondokambey. Turut hadir Sekprov Ir Siswa R Mokodongan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs Sanny Parengkuan MAP, Kaban Kesbang Pol Edwin Silangen SE MS dan Karo Pereknomian Jane Mendur SE. (Humas Pemprov Sulut).
Kemlu Promosikan Potensi Ekonomi Sulut
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam waktu dekat akan mempromosikan berbagai potensi produk unggulan Sulut ke Eropa Timur dan Eropa Tengah, hal itu dikatakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, usai menerima Direktur Eropa Timur dan Eropa Tengah Kemlu RI Witjaksono Adji yang didampingi mantan Dubes RI untuk Kroasia yang kini sebagai fungsional diplomat utama Kemlu RI Agus Sarjana di ruang kerja Gubernur, Rabu (01/06) kemarin.
Mereka melihat potensi ekonomi di sulut seperti perikanan dan kelautan, pertanian, perkebunan serta pariwisata, yang menjadi produk unggulan daerah ini sangat banyak di daerah ini, untuk itu mereka ingin mempromosikan kepada para pelaku usaha yang ada di kawasan eropa timur dan tengah ini, jelas Dondokambey.
Untuk maksud tersebut Gubernur menyebutkan, Kamis (02/06) hari ini di Hotel Aston Manado, mereka akan menggelar temu bisnis dengan para pelaku usaha dan eksportir pala di Sulut. Dan saya nantinya akan membuka acara tersebut, katanya.
Untuk itu Gubernur berjanji akan mengundang seluruh pelaku useaha, ekprotir pala termasuk PT Pelindo 4 untuk menghadiri pertemuan penting di maksud, sembari menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kemlu RI untuk melakukan promosi berbagai produk unggulan Sulut ini.
Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs Sanny Parengkuan MAP dan Karo Perekonomian Jane Mendur SE. (Humas Pemprov Sulut).