Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE minta agar para atlit Pelatda PON XIX Sulut harus serius mengikuti latihan.
Permintaan itu disampaikan orang nomor satu di Sulut ini pada pencanangan pemusatan latihan daerah (Peltada) PON XIX Sulut di Auditorium Mapalus Kantor Gubernur, Senin (12/06) kemarin.
Guna mewujudkan hal itu, maka perlu dipahami kembali bahwa pelaksanaan Pelatda memegang substansi sangat penting dalam upaya kita mengukir serta mempertahankan prestasi pada pelaksanaan PON Ke-XIX Tahun 2016 di Jawa Barat. Sehingga sudah menjadi kewajiban dan tuntutan kepada kita, untuk dapat mengoptimalkan pelaksanaanya di lapangan demi mengharumkan nama daerah di ajang empat tahunan ini, tegas Dondokambey.
Gubernur juga menyampaikan beberapa harapan, mulai dari Dispora, KONI Sulut selaku stakeholder terkait, kiranya mampu menjalin sinergitas kerja yang konstruktif, jalin komunikasi dan koordinasi yang positif guna mensolusikan berbagai persoalan dilapangan dan berikan karya serta kerja terbaik dalam mempersiapkan para atlit. Kepada 157 atlit dari ke-26 cabang olahraga yang akan terjun dalam PON kali ini, saya mintakan untuk bersungguh-sungguh dalam mengikuti pemusatan latihan ini, asah dan terus optimalkan kemampuan serta bangun karakter dan mental juara, tanamkan pula disiplin dan totalitas dalam berlatih, karena tanpa itu semua pelaksanaan pelatda tidak akan memberikan hasil yang diharapkan, karena dipundak kalian sekaligus sedang di gantungkan harapan dan doa warga Nyiur Melambai, oleh karenanya kalian senantiasa motivasi diri anda bahwa latihan yang di jalani merupakan perjuangan. Kepada 47 pelatih Gubernur juga minta dapat membina para atlit dari seluruh aspek baik mental, fisik maupun strategi. Serta kontrol dan perhatikan selama aktifitas yang dijalani atlit semasa berlangsungnya Pelatda ini.
Kadispora Sulut Drs Mecky M Onibala MSI menyebutkan, Pelatda PON ini bertujuan untuk menciptakan atlit berprestasi dengan mengedepankan prinsip persahabatan dan persaudaraan sehingga akan terbawa pada ajang PON, memelihara persatuan dan kesaruan bangsa, membangun karakter bangsa, menjaring bibit altit-atlit potensial Sulut serta meningkatkan prestasi olahraga Sulut. Sedangjan sasarannya mantan Inspektur Sulut ini menambakan, terwujudnya peningkatan prestasi serta lahirnya atlit-atlit berbakat dan pitensial Sulut, kunci mantan Asisten Pemerintahan dan Keara Setda Provinsi Sulut ini.
bertindak sekaku komandan Upacara Ketua Harian KONI Sulut Kolonel Theo Kawatu. Dalam kesempatan itu Gubernur telah menyerahkan bantuan alat olahraga kepada Hukum Tua Kolongan Minut. (Humas pemprov Sulut).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Senin, 13 Juni 2016
Gubernur Minta Atlit Pelatda PON Serius
Wagub: Pembentukan OPD Merupakan Pertimbangan Nasional
Wagub Drs Steven Kandouw mengatakan, dasar utama penyusunan organisasi perangkat daerah (OPD) yakni adanya urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, yang terdiri atas urusan wajib dan pilhan. Pembentukan OPD semata-mata di dasarkan pada pertimbangan nasional untuk melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah secara efektif dan efisiensi.
Wagub menyampaikan hal itu saat membuka rapat pemetaan urusan pemerintahan dan penentuan beban kerja perangkat daerah serta
validasi data P3D, yang di gelar Biro Organisasi Setda Provinsi Sulut di ruang rapat CJ Rantung kantor Gubernur, Senin (13/06) kemarin.
Ditetapkannya UU No.23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, telah membawa perubahan signifikan terhadap pembentukan perangkat daerah, dengan prinsip tepat fungsi dan tepat ukuran (Right Sizing) berdasarkan beban kerja yang sesuai dengan kondisi nyata di daerah, dimana dampagnya adalah adanya pe ngalihan urusan di Kabupaten/Kota ke Provinsi dan Ke
Kementerian, ujar mantan Ketua Deprov Sulut ini, sembari meminta seluruh pemerintah Kabupaten/Kota di wajibkan melaksanakan penyerahan personil, prasarana, pembiayaan dan dokumentasi (P3D) sebagaimana di atur dalam Surat Edaran Mendagri No. 120/253/SJ Tanggal 16 Januari 2015 Tentang penyelenggaraan urusan pemerintah setelah ditetapkannya UU No. 23 Tahun 2014 yang mencakup penyerahan urusan pemerintah konkuren (urusan pemerintahan yang dibagi antara pemerintah pusat dan daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota), tandas Kandouw
Karo Organisasi Farly Kotambunan SE melaporkan, maksud dan tujuan kegiatan ini untuk memfasilitasi instansi urusan pemerintahan dan beban kerja perangkat daerah dan untuk memastikan penyelesaian persiapan (inventarisasi, verifikasi , validasi dan legalitas administrasi). Kotambunan juga berharap peserta yang hadir untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, dengan memberikan fokus dan perhatian penuh, serta dukungan yang optimal, sehingga pada muaranya akan dapat menopang percepatan penataan kelembagaan perangkat daerah berdasarkan UU No. 32 Tahun 2014 Tentang pemerintah daerah dan pengalihan P3D demi penerapan prinsip-prinsip organisasi yang ideal, seperti beban kerja yang seimbang, pelembagaan fungsi staff dan fungsi lini serta fungsi pendukung secara tegas, efisiensi dan efektifitas, rentang kendali serta tata kerja yang jelas.
Sementara pesertanya mantan Karo Umum ini menambahkan merupakan pejabat Eselon II, III Provinsi maupun Kabupaten/Kota se.Sulut. Turut memberikan materi Direktur Sinkroniaasi urusan pemerintahan daerah IV Drs Binar Ginting.
Palandung: Larang ASN Merokok di Kantor
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulut Drs Jhon Palandung MSi melarang ASN lingkup Pemprov Sulut merokok di ruangan kerja.
Larangan tersebut disampaikan Palandung saat memimpin Apel pagi ASN lingkup ke-Asisten Pemerintahan dan Kesra dihalaman kantor Gubernur, Senin (13/06) kemarin.
"Saya minta ASN di Keasisten Pemerintahan dan Kesra menjadi contoh bagi ASN yang ada di Pemprov untuk tidak merokok didalam ruangan kerja, karena dapat menggangu kesehatan bagi orang lain", tegas mantan Pj. Walikota Bitung ini. Apa lagi merokok di ruangan kerja ber AC itu sangat tidak nyaman bagi orang yang ada di sekitar. Apa lagi usai merokok, sisa puntung rokok hanya di buang sembarangan tempat, itu sangat jorok. Karena itu ASN di Keasistenan Pemerintahan dan Kesra selain menjadi contoh tapi juga jadi pelopor ASN tidak merokok di kantor, harapnya.
Di sisi lain Palandung juga berharap disiplin kerja dan disiplin berpakaian baju seragam dengan menggunakan atribut yang benar juga tak luput jadi sorotan salah satu putra terbaik Sitaro ini.
"Penggunaan lambang korpri, harus sama, jangan gunakan lambang korpri seperti tanda jabatan Bupati/Walikota itu tidak di benarkan, karena melaggar aturan yang ada", katanya. Turut hadir dalam Apel Karo Hukum Glady Kawatu SH, Karo Pemhumas DR jemmy Kumendong, Karo Kesra Dr Bahagia Mokoagow serta pejabat Eselom III, IV dan Staff.(Humas Pemprov).
Minggu, 12 Juni 2016
Sulut Siap jadi Tuan Rumah AFI 2016
Komitmen dan Upaya dalam memajukan Provinsi Sulawesi Utara, dalam segala bidang, terus digalakkan Kepemimpinan Duet OD-SK, termasuk dalam aspek eksistensi memajukan penyelenggaran MICE (Meeting, Incentive, Convention n Exhibition), dimana Provinsi Bumi Nyiur Melambai Sulut siap menggelar Perhelatan bertaraf Nasional yakni Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016.
Hal ini dibuktikan dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman Perjanjian Kerja Sama dan Peluncuran Kegiatan Apresiasi Film Nasional (AFI) Tahun 2016, Antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kemendikbud RI, Yang di gelar di ruang Plaza Gedung A Lt 1 Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, oleh Gubernur Olly Dondokambey SE dan Menteri Anies Baswedan, juga oleh Wagub Drs Steven OE Kandouw dan Sekjen Kemendikbud RI, Didik Suhardi, PhD. Kamis, 09/06.
Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya, mengawali dengan ucapan terima kasih atas kepercayaan untuk menjadi Tuan rumah pelaksanaan AFI 2016 di Sulawesi Utara, dimana AFI merupakan salah satu dari sebagian upaya Pemerintah untuk mendorong Insan Film Indonesia dan Komunitas Kreatif dalam menghasilkan Produk Budaya yang sesuai dengan Tatanan nilai Karakter Bangsa Indonesia "Disamping itu kami menyadari bahwa dengan ditetapkannya Sulut sebagai Tuan Rumah pelaksanaan AFI, akan memberikan dampak dan Manfaat konstruktif bagi daerah kami dalam menunjang sektor Pariwisata, Budaya dan Pendidikan, menjadikan Sulut sebagai salah satu daerah penyelengara MICE, juga meningkatkan rasa cinta masyarakat terhadap hasil karya Anak Bangsa sendiri melalui tayangan Film Nasional, juga dapat meningkatkan karakter dan prilaku Masyarakat dalam menghargai nilai budaya dan seni daerah yang tentunya mengandung unsur budaya dan kearifan lokal" Tegas Mantan Anggota DPR-RI, Tiga Periode dan Ketua Fraksi PDI-P DPR-RI.
Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan, dalam arahan di hadapan Undangan yang turut dihadiri Ketua dan Anggota Badan Perfilman Nasional, Pejabat Teras di Lingkungan Kemendikbud RI, Ketua DPRD Sulut dan Anggota DPRD Pov Sulut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sulut, Drs Jhon Palandung,MSi, dan Asisten Administrasi Umum Ch Talumepa,SH,MSi, Para Kadis dan Pejabat Struktural Pemprov Sulut, secara lugas menyatakan Apresiasi kepada Pemerintah Sulut untuk berkenan menjadi tuan rumah bagi ajang pelaksanaan AFI 2016, yang akan di gelar pada Medio Oktober 2016 di Manado.
Lebih jauh ditegaskan Mendikbud, sebagaimana dikutip Juru Bicara Pemprov Sulut, Roy RL Saroinsong, SH bahwa ajang ini akan di berikan berbagai penghargaan yang bervariasi, kepada Sineas dan Insan Film Nasional dibandingkan dengan pelaksanaan AFI pada tahun sebelumnya.
Ditegaskan pula oleh Menteri Anies Baswedan, pada saat penanda tanganan MOU,ivent ini terselenggara atas kerja sama Kemendikbud RI, dan Pemprov Sulut yang di Ketuai oleh Aktor Senior Donni Damara. Bahwa Film dapat menjadi salah satu Instrumen untuk dapat mengembalikan Rasa Percaya Diri dan Jati Diri Bangsa, sambil berharap agar para Sineas, Sutradara serta para pelaku Insan Perfilman Nasional dapat berkiprah dan berkarya dan mendapat apresiasi hingga ke Manca Negara.
Demikian Humas Pempov Sulut Memberitakan.
Sabtu, 11 Juni 2016
Gubernur: Jaga dan Lestarikan Bunaken Demi Generasi Masa Depan
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara untuk bersama menjaga dan melestarikan Taman Laut Bunaken demi generasi masa depan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri peringatan Coral Triangle Day 2016, dirangkaikan dengan acara gerakan save bunaken yang di selenggarakan Sabtu (11/6) bertempat di Pulau Bunaken. Acara tersebut mengambil tema selamatkan segi tiga terumbu karang, hentikan polusi/ limbah plastik.
Berbagai cara dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian taman laut bunaken yang merupakan primadona Sulut dimata dunia, satu diantaranya dengan tidak membuanh sampah pelastik di laut dan sungai yang bermuara di teluk manado, karena semua sampah tersebut bisa mengotori dan merusak ekositem yang ada di taman laut bunaken.
Lestarikan terumbu karang, agar dapat mendongkrak pariwisata Sulut, ini pekerjaan semua masyarakat Sulut bukan hanya pemerintah saja. Gubernur tidak berhenti mengkampanyekan gerakan pelestarian lingkungan taman laut bunaken demi nama sukawesi utara
"Bunaken merupakan icon dunia, mari bangun kesadaran untuk melestarikannya. Manfaat pelestarian itu akan berguna bagi generasi kita, untuk itu kurangi penggunaan plastik karena limbah plastik merusak kehidupan laut," kata Gubernur.
Pada kesempatan tersebut juga Gubernur secara simbolis melepas lobster dan terumbu karang yang akan di tanam di laut. Hadir dalam kegiatan tersebut pejabat Eselon II lingkup pemprov sulut, wakil walikota manado dan para pemerhati lingkungan laut.(humas provinsi sulut)
Jumat, 10 Juni 2016
Menteri LHK Apresiasi Program GBK
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar pameran Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke-20 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta yang turut diikuti Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sulawesi Utara.
Saat mengunjungi Pameran, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyempatkan diri untuk berkunjung sekaligus memberikan apresiasi terhadap BLH Sulut.
“Ibu Menteri mengunjungi stand pameran Sulut serta memberikan apresiasi terhadap bahan yang dipamerkan berupa sampah plastik yang jadi souvenir dan gerakan bersih Kuala (GBK) serta gerakan peduli lingkungan yang kami lakukan,” ucap Kepala BLH Sulut, Roy Mewoh, ketika dikonfirmasi wartawan via telepon dari Jakarta, kemarin.
Lanjutnya, Menteri LHK menitip pesan agar Pemprov Sulut melalui badan lingkungan hidup lebih memperhatikan pengelolaan lingkungan hidup dengan melibatkan semua elemen masyrakat.
“Harapan ibu Menteri sementara kami lakukan dan pasti akan ditingkatkan,” tandas Mewoh.
Diketahui, pameran ini merupakan rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia, yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Pekan lingkungan hidup yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla ini mengusung tema: ‘Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan’. (Humas Pemprov Sulut).
Gubernur: Bandiklat Terdepan di Intim
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE menyatakan, kedepan Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Provinsi Sulut bakal menjadi yang terdepan di kawasan Indonesia Timur (Intim).
"Karena itu Diklat Provinsi akan dibuat Grand Design agar lembaga ini benar-benar menjadi tempat pembentukan kader birokrat yang handal, mempunyai jiwa Korsa dan disiplin yang tinggi," ujar Gubernur beluma lama ini.
Sejalan dengan itu, Kaban Diklat Dr. Noudi Tendean SIP MSi menegaskan Bandiklat harus menjadi institusi terdepan dalam pengembangan SDM aparatur.
“Apa yang sudah diungkapkan Pak Gubernur, sementara ditindaklanjuti,” ungkap Tendean di Bandiklat Provinsi, di Watutumou Minahasa Utara.
Menurutnya, tahun 2017 nanti, gedung Bandiklat akan dibangun lebih representatif, serta akan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap.
“Gedung induk sebagai pusat kegiatan administrasi, ruang belajar, ruang seminar, asrama, dan sarana olahraga yang lebih representatif pula, sehinga peserta selama mengikuti diklat akan merasa aman dan nyaman seperti berada di rumah sendiri, termasuk pula bisa merangsang daerah lain untuk mengikuti Diklat di sini,” terang. Tendean.
Diketahui, saat ini Bandiklat sementara melakukan pembangunan Auditorium yang nantinya diperuntukan untuk masyrakat Sulawesi Utara.
“Auditorium ini mudah-mudahan bisa selesai pada tahun depan sehinggantinya bisa dipakai untuk kepentingan umum seperti Convention Center yang berkapasitas 1500 orang,” tambah Sekretaris Frangky Tintingon didampingi Kasubag Umum. (Humas Pemprov Sulut)