Sabtu, 16 Juli 2016

Sumarsono Silahturahmi Dengan Pemprov

Dirjen Otonomi Derah (Otda) Kemendagri DR Soni Sumarsono, melakukan Silahturahmi sekaligus Halal Bi Halal dengan jajaran Pemprov Sulut di Wisata Bahari Manado, Sabtu (16/07) lalu.
Kedatangan mantan Penjabat Gubernur Sulut di daerah ini, lebih bersifat pribadi karena akan menjadi saksi pelaksanaan pencatatan sipil dan resepsi pekawinan anak dari Bapak Ferry Rende (mantan staf khusus) bidang komunikasi publik di saat Sumarsono menjabat Pj. Gubernur Sulut.
Sumarsono disambut serta dijamu langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi, Karo Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong MSi, dan Karo SDA DR Frangky Manumpil, wartawan JIPS serta Plh Bupati Bolmong Drs Ashari Sugeha beserta jajarannya, serta mantan Wakil Bupati Bolmong Yanny Tuuk yang kebetulan bersamaan jam untuk makan siang bersama di rumah makan wisata bahari ini.
Sumarsono mengatakan, yang utama dalam pertemuan ini adalah silahturami dan halal bi halal karena saat ini masih dalam suasana bulan syawal (idul fitri-red) dengan jajaran pemprov sulut. Selain itu, bersamaan berkahirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Bolmong, serta jajarannya yang hadir di rumah makan wisata bahari saat ini.
"Akhirnya saya bisa ke Manado, walaupun semua daerah semasa saya menjabat Pj. Gubernur Sulut lalu, tinggal Kabupaten Bolmong yang belum kesampaian di kunjunginya. Tapi syukur Alhamdulillah kita masih bisa dipertemukan dalam suasana silahturahmi ini, baik dengan jajaran Pemprov Sulut maupun pemkab Bolmong, tapi juga dengan para rekan-rekan wartawan liputan Pemprov yang tergabung dalam wadah JIPS Sulut, ungkap Sumarsono.
Dirinya tetap merasakan rasa silaturahmi karena walaupun dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Pj Gubernur namun tetap akan dipertemukan dengan dirinya yang masih menjabat sebagai Ditjen OTDA, di Jakarta.

“Yang jelas Sulut ini tidak lepas dari tupoksi saya juga Dirjen OTDA. Kelak nanti juga untuk BMR akan menjadi daerah otonomi sendiri walaupun terpisah secara administrasi nantinya, dan itu saya akan tetap kawal,” katanya. (Humas Pemprov Sulut).

Sugeha Resmi Plh Bupati Bolmong

Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Drs Ashari Sugeha mulai hari Sabtu 16 Juli 2016 lalu, resmi menjabat sebagai Pelaksana tugas sehari hari (Plh) Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) setelah Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw menyerahkannya  Surat Kawat Gubernur bernomor 100/2149/Sekr-Ro. Pemhumas tertanggal 13 Juli 2016 Perihal penunjukan Pelaksana tugas sehari-hari Bupati Bolmong kepada yang bersangkutan di ruang rapat Wagub.
Jabatan baru Sugeha tersebut akan berakhir sampai dengan pelantikan Penjabat (Pj) Bupati Bolmong yang akan di gelar di Aula Mapalus Kantor Gubernur pada Rabu (20/07) pekan depan.
Wagub mengatakan, guna menghindari terjadinya kekosongan pimpinan daerah sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatan Bupati Salihi Mokodongan dan Wakil Bupati Yanny Tuuk, maka Pemprov Sulut membuat kawat menunjuk saudara Sekretaris daerah untuk melaksanakan tugas sehari-sehari sebagai Bupati Bolmong, terutama dalam rangka mempersiapkan sebaik mungkin pelantikan Penjabat Bupati Bolmong.
Walaupun tugas yang diemban saudara hanya singkat yaitu hanya 4 hari kedepan,  akan tapi saudara berkewajiban melaporkan kepada Gubernur setiap perkembangan yang terjadi terkait  dengan jalannya  roda pemerintahan yang terjadi di wilayah saudara, ujarnya, sembari memintakan kepada  para Kepala SKPD Bolmong yang ikut menyaksikan penyerahan kawat Gubernur tersebut, untuk terus bejerjasama dengap Plh Bupati.

"Saya percaya dengan banyaknya Kepala SKPD yang hadir dalam acara ini, pertanda kita tetap solid dan kompak, marena itu jaga kondisi ini sampai dengan dilantiknya Pj. Bupati Bolmong nanti, tandas mantan Ketua Deprov Sulut ini.
Menanggapi arahan Wagub Sulut ini, Sugega menyatakan. Amanah yang di berikan pimpinan ini akan selalu di jaga dengan baik, sampai batas waktu yang diberikan. Dengan hadirnya sejumlalh kepala SKPD serta pejabat Eselon III saat ini menandakan bahwa jalannya roda pemerintahan di Bolmong selama ini tetap kekompakan dan kerjasama terus msntap. Prinsip saya mencintai pekerjaan adalah sesuatu hal mutlak, karena sekali lagi ini merupakan amanah, tegasnya.
Penyerahan kawat Gunernur itu turut disaksikan Karo Pemerintahan dan Humas DRJemmy Kumendong MSi dan para Asisten Pemkab Bolmong.
Usai acara penyerahan kawat Gubernur, maka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulut Drs Jhon Palandung MSi ditempat yang sama langsung memimpin rapat persiapan pelantikan Pj. Bupati Bolmong yang turut pula di hadiri Sugeha dan Kumendong (Humas Pemprov Sulut).

Jumat, 15 Juli 2016

dr Devi di Uji Oleh Wagub


,




Kepala Balai UPTD Sistem Informasi Data dan Surveilance Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr Devi Kartika Kandouw Tanos yang merupakan salah satu dari 33 peserta Diklat PIM III yang menjadi peserta Pameran/expo seminar laporan proyek perubahan Diklat PIM III lingkup Pemprov Sulut Tahun 2016 ini, mendapat ujian wawancara dari Wagub Sulut Drs Steven Kandouw yang dipercayakan sebagai penguji kehormatan, di Ruang Mapalus Kantor Gubernur, Jumat (15/07) kemarin.
dr Devi sapaan akrab dari Isteri Wagub Sulut ini, tidak merasa canggung saat suami tercinta melontarkan beberapa pertanyaan terkait dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang diemban saat ini, dengan lugas dijawab oleh dr Devi, sembari memegang alat laser ditangannya di jelaskan poin-perpoin lewat data yang terterah di bener yang di pamerkan. Justeru sebaliknya Wagub terdiam sejenak  serius mendengarkan penjelasan singkat dari Isteri tersayangnya itu karena penjelasan yang disampaikan walaupun hanya singkat waktunya tapi begitu meyakinkan.
Sebelumnya Wagub telah mewawancarai sekaligus memberikan penilaian terhadap Empat peserta terhadulu yakni kepada Drs Dammy Tendean, Pieter Toat SE, Dra Leylani Makalew serta Jendry Sualang. Kemudian berlanjut ke peserta lain seperti Wanda Musu
SE ME, Frits Melope , Drs Jhon Tumilantou, dr Debby Kalalo, frangky Tambuwun SH, Jois Singal SH, Drs Flora Worotijan, Yusuf Subroto, Ronny Erungan, Herry Pohayou, Grace Sela, Ferdy Tamarindang, Jemmy Mokolensang, Nova Kumajas, Anatje Sasela, Bernes Runtuwene, Danny Rorimpandey, Jhonny Matali, dr Lydia Tulus, Dolfie Tinangon, dr Fhebe Watuseke dan dr Hendrik Tairas. Seluruh peserta ini mendapat ujian dari wagub, jelas Kaban Diklat Provinsi DR Noudy RP Tendean SIP MSi. Disamping itu peserta mendapat ujian langsung dari para widiaswara dan Pejabat Eselon III lingkup Bandiklat, Coast, dari beberapa Kepala SKPD yang ikut di dampingi mentor masing-masing peserta. (Humas Pemprov Sulut).

Berhasil Menciptakan Inovasi Baru Bandiklat Provinsi Dapat Apresiasi Wagub












Badan Diklat Provinsi Sulut mendapat apresiasi postif dari Wagub Sulut Drs Stven Kandou karena berhasil menciptakan inovasi-inovasi baru bagi peserta pendidikan dan pelatihan Kepemimpinan Tingkat III (Diklat PIM III) Angkatan I pola baru Tahun 2016.
Apresiasi tersebut diungkapkan orang nomor dua di Sulut, saat membuka pameran proyek perubahan Diklat PIM III lingkup Pemprov Sulut Tahun 2016 yang berlangsung di ruang Mapalus kantor Gubernur, Jumat (15/07) kemarin.
"Saya memberi apresiasi dan ucapan terima kasih Kepala Badan Diklat DR Noudy RP Tendean MSi, beserta seluruh jajarannya yang telah memprakarsai terlaksananya kegiatan penting dan strategis ini, ujarnya sembari menyebtukan kiranya kegiatan diklat seperti ini harus dilaksanakan secara terus menerus dalam setiap pelaksanaan Diklat PIM.
Kandou juga mengatakan, Untuk menciptakan, SDM aparatur yang memiliki kopentensi jabatan, diperlukan  peningkatan mutu profesionalisme, sikap pengabdian dan kesetiaan pada bangsa dan negara. Dalam hubungan itu dibutuhkan pembentukan karakter birokrat profesional yang memiliki inovasi-inovasi yang diharapkan mampu melakukan perubahan-petubahan ditempat kerjanya masing-masing, sembari berharap peserta Diklat untuk mampu meng-ejahwantakan sekaligus mengimplementasikan dalam jabatan masing-masing, tandas mantan Ketua Deprov Sulut ini.
Sementara itu Kaban Diklat Provinsi Noudy Tendean menyebutkan,  melalui Diklat PIM III pola baru ini, diharapkan 33 peserta Diklat PIM kali ini akan semakin mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam pengembangan kinerja organisasi melalui proyek perubahan ini.
Diklat PIM kali ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan (Leadership)  birokrasi di sektor publik dalam memimpin proses perubahan di instansinya dalam mempercepat visi pembangunan daerah yakni terwujudnya Sulut berdikari dalam ekonomi,  berdaulat dalam pemerintahan dan politik serta berkepribadian dalam kebudayaan, tambah mantan Kepala BKD Sulut ini. 
Ketua Angkatan Jendry Sualang SPd MPd atasnama peserta tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pa Wagub Sulut yang telah membuka pameran/expo seminar laporan proyek perubahan Diklat PIM III di lingkungan Pemprov Sulut. (Humas pemprov Sulut).

Kamis, 14 Juli 2016

Wagub Ganti Slogan Torang Samua Basudara Dengan Torang Samua Ciptaan Tuhan

Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw menyatakan permohonan maafnya kepada mantan Gubernur EE Mangindaan, karena pihaknya akan mengganti slogan “Torang Samua Basudara” dengan “Torang Samua Ciptaan Tuhan”.

“Maaf kepada pak Mangindaan karena slogan, ”torang samua basudara” kami ganti dengan “torang samua ciptaan Tuhan,”. Alasannya, kalu torang samua ciptaan Tuhan, tentunya juga torang samua basudara,”terang Wagub Kandouw yang disambut applaus ratusan undangan diakhir sambutannya dalam rapat paripurna dewan Kota Manado dalam rangka peringatan HUT ke 393 Kota Manado di ruang Serbaguna Pemkot Manado, Kamis (14/07/2016).

Penggantian slogan ini juga dikatakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE saat safari Ramadhan waktu lalu di Kabupaten Bolaang Mongondouw Utara (Bolmut). Dimana dalam kesempatan itu juga gubernur ikut mensosialisasikan pemakaian Peci ala Imam Bonjol. 

Disisi lain, mensyukuri HUT ke 393 Kota Manado tersebut Wagub Kandouw menyebutkan, tidak ada kata lain, selain bersyukur, bersyukur dan bersyukur.

Dikatakannya, roda perekonomian Sulut terpusat di Kota Manado. Dari 15 Kabupaten Kota se Sulut, Kota Manado berhasil menyumbangkan 25 persen PDRB ke Pemprov Sulut. “Kalau Manado susah, maka Sulut juga susah. Kalau Manado mundur, maka Sulut juga mundur. Tapi kalau Manado maju, maka Sulut juga maju,”ingatnya dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua Dewan Kota dan dihadiri Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, Bupati Walikota se Sulut serta Forkompimda Sulut, BKSAUA, FKUB, juga Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Devi Kandouw Tanos.

Selain itu jelas Wagub Kandouw, Kota Manado merupakan pusat pembangunan, show windows dan icon Sulawesi Utara.”Untuk itu, maaf buat Bupati dan Walikota yang lain, karena segala amunisi pembangunan akan diarahkan ke Kota Manado dan tidak ada lagi pembagian merata. Makanya kami berharap PDRB Kota Manado harus naik sampai 3 kali lipat dari sekarang,”pesannya.

Sebelumnya, Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut dalam sambutannya atas nama masyarakat dan Pemkot Manado menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemprov Sulut, dalam hal ini Gubernur Olly Dondokambey Se dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK), dalam membantu dan menunjang pembangunan Kota Manado Cerdas menuju Sulut Hebat.

“Saya juga tugas dari Pak Gubernur dan Pak Wagub untuk melanjutkan pembangunan lokasi Pacuan Kuda di Kecamatan Mapanget,”terangnya.

Walikota GSVL juga menyatakan terima kasih pada pasangan ODSK yang berhasil membuka penerbangan langsung Manado-Tiongkok dengan tujuan 7 kota penting di China, termasuk perjuangan pak gubernur dalam membebaskanVisa masuk ke Kota Manado. (Humas pemprov sulut).

Wagub: Manado Icon Kemajuan Sulut




Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw menyatakan kota Manado merupakan icon kemajuan provinsi Sulawesi Utara. Hal tersebut disampaikan Wagub dalam sambutan pada rapat paripurna istimewa Hut kota Manado ke 393 yang diselenggarakan Kamis (14/7) bertempat di ruang serba guna kantor Walikota Manado.
Melalui usia yang sangat dewasa ini kota Manado yang juga merupakan ibu kota provinsi menjadi Contoh kemajuan sulut, menjadi lambang kebersamaan untuk bangsa Indonesia.
Untuk itu wagub mengajak pemerintah kota Manado untuk lebih bersinergis dengan pemerintah provinsi demi kemajuan bersama, Manado akan di bangun bersama sebagai icon Sulut. Banyak program pembangunan akan di arahkan ke kota Manado agar manado lebih baik dan terkenal di mata dunia.
Disamping itu, Upaya dan kerja keras Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE bersama Wagub Drs Steven Kandouw dalam menunjang industry pariwisata Indonesia Hebat menjadi perhatian serius pemerintah pusat. , upaya tersebut akan dihargai dengan penghargaan pariwisata dari pemerintah pusat.
“Kabar baik bagi kita semua, karena dalam waktu dekat ini juga, Kota Manado dalam hal ini, Walikota Manado dan Wakil Walikota Manado akan mendapatkan penghargaan yang sama dari pemerintah pusat, ungkap Wagub Sulut Drs Steven Kandouw saat memberikan sambutan sidang paripurna Dewan Kota Manado dalam rangka HUT ke 393 Kota Manado di ruang serbaguna Pemkot Manado, Kamis (14/07/2016).
Diketahui, upaya dan ide brilliant Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dalam memajukan pariwisata Sulut yang berhasil melobi dan mendatangkan ribuan turis asal Tiongkok-China menjadi satu prestasi dan catatan khusus bagi pemerintah pusat.
Karenanya menurut Wagub Sulut, meski Kota Manado tidak masuk dalam 10 kota destinasi, namun luar biasanya Kota Manado oleh pemerintah pusat dan berkat perjuangan gubernur Sulut, untuk masuk Manado bebas visa.”Bebas visa masuk Manado sudah berlaku sejak tanggal 4 Juli 2016 lalu yang ditindaklanjuti dengan penerbangan langsung Manado ke 7 Kota di Tiongkok,”terangnya.
Nah, untuk merespon dan mengantisipasi membludaknya kunjungan turis asing serta kesemrawutan arus lalulintas, jelas Wagub Sulut ke depan akan dibangun Fly Over dari Kairagi ke pusat Kota, berikut percepatan pembangunan Ringroad 3 dari Winangun –Malalayang, setelah ringroad 2 selesai.
Ditekankan Wagub Kandouw, ke depan anggaran pembangunan akan dipusatkan di Kota Manado. Karenanya dirinya atas nama gubernur Sulut dan Pemprov menyatakan permohonan bagi Kabupaten kota lainnya, tanpa mengesampingkan pembangunan kemasyarakatan di daerah masing-masing.
“Pak gubernur berpesan tidak ada tawar menawar lagi. Kita harus bekerjasama dan bersinergi bangun Kota Manado. Tekad kita sudah bulat dan ini menjadi kewajiban dan keharusan. Warna dasi kita boleh beda, tapi tekad membangun Kota Manado sudah bulat. Bersama –sama Pemprov Pemkot bangun Kota Manado,”tekan Wagub Kandouw yang disambut applaus ratusan undangan. (Humas pemprov Sulut).

BKPM Sosialisasi Peraturan Penanaman Modal

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Sulut, menggelar sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal, di ruang Mapaluse Kantor Gubernur, Kamis (14/07) kemarin, dibuka Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Sanny Parengkuan MAP.
Parengkuan mengatakan,  kemampuan serta kompetensi aparatur yang bertanggungjawab di bidang penanaman modal menjadi sangat penting dan menentukan kenyamanan para investor untuk berinvestasi di daerah ini. Maka bangunlah budaya hukum yang baik untuk memperkuat penanaman modal agar tercipta layanan iklim investasi yang efisien dan efektif dengan melakukan proses perizinan yang sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP), serta menghindari manipulasi dan kamuflase dalam penerbitan ijin, ujar Parengkuan.
Sementara Kepala BKPM Dra Lynda Watania MSi
Menyebutkan, sejalan dengan itu, terkait peraturan di bidang penananaman modal, maka pemerintah telah menerbitkan UU No 25 Tahun 2008 Tentang penanaman modal, UU No.97 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu, serta sebagai pedoman lainnya serti peraturan daerah, peraturan kepala daerah, guna mewujudkan pelayanan yang mampu memenuhi kebutuhan yang berkualitas, baik dari aspek kepastian, muatan dan hirarki, serta mampu mendorong percepatan pembangunan daerah dan bangsa, jelas mantan Karo Pemhumas sembari  mengharapkan, agar peserta mampu memahami aturan atau ketentuan yang berlaku sehingga dapat menerapkan pelayanan publik yang baik, cepat. Tepat, akurat, transparan dan akuntabel demi kenyamanan para investor lokal maupun luar negeri dalam berinvestasi di Sulut.
Sekretaris BKPM Drs Jacson Ruaw MSi, mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini, guna memberikan panduan dan pemahaman tentang berbagai peraturan penanaan modal dan PTSP. Terjalinnya komunikasi antar pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, intansi terkait serta pengembangan kebijakan bidang penanaman modal dan PTSP. Serta untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama di bidang penanaman modal dengan instansi pemerintah dan dunia usaha. Sedangkan pesertanya selain BKPM/PTSP provinsi dan kabupaten/kota, serta instansi terkait pemprov seperti Bappeda, Disbudpar, Dispertanak, DKP, Disbun, ESDM, Dishubkominfo, disperindag, Dishut, Diskop dan UMKM, Disnakertrans, Dinkes, Biro Hukum, Biro Ekonomi, Biro SDA dan KPPT, tambah mantan Kabag Humas Pemprov Sulut ini.(Humas Prmprov Sulut).