Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado, ikut mewujudkan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang sementara digalakan Pemerintah Provinsi Sulut guna mengentaskan kemiskinan di daerah ini, melalui Seminar Nasional dengan Tema Pembangunan Pedesaan Berkelanjutan Berbasis Peternakan di Indonesia yang berlangsung selama dua hari ini.
Kegiatan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-53 Fakultas Peternakan ini berlangsung di Aula Bank Indonesia Sulut, Kamis (11/08) kemarin.
Saat menyampaikan sambutan Gubernur berterma kasih sekaligus memberi apresiasi positif kepada Fakultas Peternakan Unsrat , karena telah ikut mewujudkan program ODSK ini melalui kegiatan seminar ini.
"Saya anggap penting, karena sejalan dengan program ODSK yang sementara digalakan oleh Pemerintah Provinsi Sulut, sembari menyebutkan salah satu agenda prioritas dalam Nawa Cita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan Indonesia, yang kemudian di implementasikan dengan berbagai upaya strategis salah satunya melalui upaya pembangunan pedesaan berkelanjutan berbasis peternakan, dan ini sangat penting untuk dikembangkan di daerah ini", ujarnya.
Dalam pemahaman tersebut maka, semakin jelas bahwa tujuan pengembangan perernakan di pedesaan dengan menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan bersifat multidimensi mewukudkan kelestarian pengembangan peternakan, baik secara ekologi, ekonomi, sosial budaya, tehnolgi, infrastruktur maupun hukum kelembagaan.
Karena itu saya percaya melalui seminar ini akan memberi dampak positif terhadap masyarakat petani peternak di pedesaan. Karena itu Gubernur mengajak Fakultas Peternakan mengembangkan ayam lokal Manado (ayam kampung) supaya dikawinkan dengan ayam bangkok, segingga bisa menghasilkan ayam manado asli dengan memiliki cita rasa berbeda dibanding dengan ayam lokal yang berasal dari daerah lain, katanya, sembari mengungkapkan pengalaman
yang sudah dilakukannya, saat turis China datang ke rumah saya di Desa Kolongan Minut, yang saya sajikan menu ikan hasil perkawinkan ayam kampung dengan ayam bangkok, digoreng sebentar kemudian di bakar sehingga bisa menjadi ayam padang rasa manado, sembari mengajak Ahli sosilog pedesaan yang juga Rektor Universitas Pajajaran Bandung Prof Dr Ganjar Kurnia DEA (keynot speak) jika ingin menikmatinya silahkan karena tersedia di restoran padang depan Kanwil BRI Manado, sembari berpromosi wisata kuliner, terangnya.
Senada dengan Gubernur Wakil Rektor Unsrat Prof DR Jimmy Posangi Phd Pk mewakil Rektor mengungkapkan pemerintah sendiri telah mengalokasikan dana desa yang bersumber dari APBN untuk dapat digunakan dengan baik demi kesejarteraan masyarakat desa.
"Dana desa tersebut jika dimanfaatkan secara benar bisa mengatasi masalah kemiskinan serta kepincangan akses atas sumber daya ekonomi yang ada", ucapnya.
Sementara Ketua Panitia DR Stanly OB Lombogia SPT MSi mengatakan. Tujuan seminar nasional ini adalah untuk memberikan kontribudi, baik berupa rekomendasi kepada pemerintah maupun stakeholders, topik-topik penelitian, hasil karya ilmu pengetahuan dan tehnogi inovasi baru, yang semuanya bagi pengembangan pembangunan berbasis peternakan di pedesaan. Seminar ini ikut menghadirkan pembicara dari kalangan eksekutif dan edukatif untuk pembanguan di Provinsi Sulut, selain Gunernur Sulut, dan dan Rektor Universitas Pajajaran Bandung tapi juga dari Kepala BI Sulut Dr Peter Jacobs.(Humas Pemprov Sulut).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Kamis, 11 Agustus 2016
Fakultas Peternakan Wujudkan Program ODSK
Rabu, 10 Agustus 2016
Gubernur Terima Medali Bintang Veteran
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, menerima Medali Bintang Veteran RI dari Dewan pimpinan pusat (DPP) Legiun Veteran RI (LVRI). Penganugerahan bintang veteran tersebut di lakukan oleh salah satu Pengurus DPP LVRI Mayjen TNI Marinir (Purn) Nono Sukarno di selah-selah Upacara peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Sulut yang berlangsung di Monumen Nasional Trikora Mandala Sakti Pulau Lembe Kota Bitung, Rabu (10/08) kemarin.
Bersama Gubernur, Walikota Bitung Max Lomban dan Bupati Minut Vonny Panambunan juga turut menerima bintang Veteran RI tersebut.
Sebelumnya Jenderal Purn Nono Sukarno menyampaikan alasan pemberian Bintang Veteran kepada Gubernur Sulut ini, karena sewaktu Pak Olly masih bertugas di DPR-RI telah berkontribusi penting dalam penyusunan UU No. 15 Tahun 2012 Tentang Veteran. Jadi Pak Gubernur kita telah berjasa bagi NKRI sehingga boleh terbentuknya UU ini, katanya.
Gubernur selaku Inspektur dalam upacara peringatan Hari Veteran Nasional kali ini tak lupa mengucapkan selamat memperingati hari veteran nasional kepada seluruh anggota LVRI di provinsi sulut, sekaligus mengucapkan terima kasih atas penganugerahan bintang kehormatan LVRI kepada saya. Bagi saya ini merupakan kepercayaan, tanggungjawab dan kebanggaan tersendiri, yang tentunya akan saya jawab dengan kontribusi optimal untuk turut memajukan LVRI, jelasnya.
Olly juga mengakui, veteran RI sangat berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI, serta ikut melaksanakan misi perdamaian dunia. Dewasa ini masih memegang peran sangat vital dalam konteks pembangunan bangsa utamanya dalam mewariskan nilai-nilai kejuangan 1945 kepada generasi penerus bangsa sebagai salah satu unsur pelaksana pembangunan nasional maupun sebagai komponen pendukung dalam rangka system pertahanan dan keamanan negara yang bersifat kerakyatan dan kemestaan, tegasnya. Turut hadir Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung SH dan unsur Forkopimda sulut lainnya. (Humas Pemprov Sulut).
Wagub: Jangan Bosan Promosikan Pariwisata Sulut
Wagub Lepas Kontingen Jamnas Pramuka Sulut
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw melepas kontingen Jambore Nasional (Jamnas) gerakan Pramuka X tahun 2016.
Turut hadir dalam acara tersebut, ketua kwartir Pramuka Sulut Vanda Sarundajang, para peserta dan pengurus pramuka Sulut.(humas provinsi sulut)
Gubernur Resmikan Ground Breaking DAS Tondano
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, melakukan peresmian pemancangan awal dimulainya pekerjaan River Improvement of Lower Reaches of Tondano River, atau proyek penyelamatan daerah aliran sungai (DAS) tondano, di jembatan Mahakam Manado, Rabu (10/08) kemarin. Peresmian ini ditandai dengan penekanan tombol sirine sebagai tanda di mulainya pemancangan tiang pancang oleh Gunernur bersama Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Perumahan Rakyat (Pera) PU Mujiadi, Walikota Manado Vecky Lumentut dan Kepala Balai Sungai Sulawesi 1 Jidon Watania. Gubernur mengatakan, daerah aluran sungai (DAS) tondano menjadi komponen penting dalam pembangunan suatu wilayah dan strategi pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang sangat di butuhkan oleh warga kota manado. Karena yang menjadi tujuan dibangunya proyek ini adalah untuk mengurangi resiko besaran banjir dan resiko kerentanan banjir di kota manado, jelas Gubernur.
Karena warga manado telah menjadi korban akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Januari Tahun 2014 lalu sekaligus ikut merusak sarana infrastuktur jalan dan jembatan serta rumah-rumah penduduk.
Beranjak dari situ kami punya komitmen kuat untuk penanganan masalah sosial bagi warga yang tinggal di bantaran sungai yang dianggap tidak sesuai dengan standard tempat tinggal, karena rawan mengalami banjir. Karena itu program penyelamatan DAS tondano ini dinilai sejalan dengan program operasi daerah selesaikan kemiskinan (ODSK) yang sedang di gulirkan pemprov sulut di seluruh kabupaten/kota se-sulut, terang Dondokambey.
"Komitmen kami bersama Walikota Manado selama tiga tahun kedepan akan menata kembali setiap bantaran sungai yang ada di Kota Manado, sehingga bisa menjadi lebih baik dari saat ini", katanya sembari mengajak warga yang terkana proyek ini kiranya mau berkomunikasi baik dengan pemkot maupun pemprov. Karena pintu pemkot dan pemprov terbuka untuk warga, pungkasnya.
Dirjen SDA Mujiadi berharap, kegiatan ini kiranya boleh berjalan lancar sesuai rencana, karena di daerah lain sudah terlaksana dan yang terakhir di provinsi sulut. Pemerintah pusat nantinya akan membantu proyek ini hingga tuntas. Ia juga menyebutkan, di Indonesia ada 22 daerah yang menjadi rawan bencana, salah satunya provinsi sulut, sembari melaporkan kepada Gubernur bahwa irigasi sangkup telah selesai di bangun dan siap diresmikan. Begitu pula dengan bendungan Kuwil dan Lolak tahun ini telah siap pembangunannya.
Sementara Kepala Balai Sungai Sulawesi 1 Jidon Watania mengungkapkan, proyek ini terbagi dalam dua segmen yaitu paket 6A dan 6B yang di biayai oleh JICA Loan No JP-551 dengan total panjang sungai tondano 7,2 Km dari jembatan Kairagi sampai jembatan Soekarno. Untuk tahun ini akan dibangun 1,7 Km dengan rincian 800 m untuk segmen II paket 6 A dan 900 m segmen III paket 6 B dengan nilai kontrak Rp. 61.260.311.540 M. Sedangkan untuk segmen III paket 6B nilai kontraknya mencapai 75.661.219.429, jelas Watania.(Humas Pemprov Sulut).
Selasa, 09 Agustus 2016
Kendaraan Hias Budpar Sulut Wakili Pemprov di TIFF
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) ikut mengambil bagian pada perayaan akbar yang digelar Pemerintah Kota Tomohon yakni Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) 2016. Pelaksaan TIFF, senin (8/8/2016) yang dihadiri langsung oleh Presiden RI ke 5, Megawati Soekarno Putri yang didampingi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Steven Kandouw. "Satu unit Kendaraan hias telah kami siapkan untuk mengikuti lomba dalam rangka memeriahkan pelaksanaan TIFF 2016," Ungkap kadisbudpar Sulut Joy Korah kepada wartawan, Senin (8/8/2016) Untuk itu dirinya berharap kendaraan hias dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara ini bisa memperoleh kemenangan dari hasil penilaian panitia lomba tersebut. "Saya optimis mudah-mudahan raih kemenangan. Hingga kini saat masih dalam penilaian oleh panitia lomba," kata dia. Korah menyebutkan, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat mensupport kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Tomohon. "Semoga iven TIFF ini bisa mengangkat perekonomian Kota Tomohon. Dan memberikan efek positif demi menunjang program pemerintah OD-SK dibidang pariwisata menuju indonesia hebat," pungkasnya. (Humas Pemprov Sulut).
Onibala: Lomba Gerak Jalan 8 km Berlangsung Jumat Ini
Kadis Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulut Drs Mecky M Onibala MSi yang juga selaku Koordinator Seksi Olahraga Panitia Pelaksana HUT Ke-71 Kemerdekaan RI dan HUT Ke-52 Provinsi Sulut menyatakan, lomba gerak jalan 8 Km untuk kelompok SD, SMP dan sederajat akan berlangsung hari Jumat (12/08) ini disatukan dengan pencanangan rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan dan HUT Provinsi Sulut yang akan dilakukan oleh Gubernur Sulut di halaman Kantor Gubernur, start dari Kantor Gubernur finis di lapangan KONI Sario Manado. Untuk lomba gerak jalan 17 Km putri dewasa (SMA/SMK, SKPD dan Dharma Wanita) direncanakan pada Sabtu (13/08) start dari Kantor Gubernur finis di lapangan KONI Sario Manado.
Sedangkan untuk lomba gerak jalan 45 Km putra dewasa (SMA/SMK, TNI/Polri dan masyarakat umum juga akan berlangsung Sabtu (13/08), dengan mengambil start Kantor Walikota Bitung finis lapangan KONI Sario Manado, ujar Onibala, sembari menambahkan untuk setiap kegiatan lomba akan dinerikan hadiah untuk Juara I, II dan III berupa tropi dan uang pembinaan.
Sementara itu untuk kegiatan lomba peraturan baris berbaris (PBB) hari ini (kemarin-red) juga telah melaksanakan teknikal Meeting di ruang Ex WOC Kantor Gubernur dipimpin Kabid Binwas Drs James Kewas MSi dan Kasubid Binwas Arthur HZ Lendeng.
Kewas mengatakan kegiatan ini akan di ikuti SKPD lingkup Pemprov dan Pemkab/Pemko se-Sulut yang dimulai dari 6, 7 September untuk babak penyisihan serta 8 September nanti merupakan babak final. Kegiatan ini akan berlangsung di halaman belalang Kantor Gubernur Sulut, tambah Lendeng.(Humas Pemprov Sulut)