Senin, 12 September 2016

Kumendong Jawara Eksekutif Tenis Meja Sulut Hebat

Manado-  DR Jemmy Kumendong MSi berhasil menjadi jawara dalam kategori eksekutif Kejuaraan tenis meja Sulut Hebat memperebutkan piala Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Drs Steven Kandouw yang berlangsung tanggal 9-10 September di gedung sport centre kantor Gubernur Sulut.

Kumendong yang kesehariannya menjabat Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut berhasil menjadi juara pertama setelah mengalahkan pemain kuat lainnya difinal, Arthur Kotambunan BSc (Politisi) dengan skor akhir 4-1. Pertandingan berlangsung alot dimana kedua pemain senior ini saling adu strategi dan melancarkan serangan untuk meraih poin demi poin. Pada akhirnya pertandingan dimenangkan Kumendong yang berhak menyandang juara kelas
Eksekutif tenis meja Sulut Hebat. Sebelumnya Kumendong secara berturut turut mengalahkan Jackson Ruaw 3-0 dan Joppy Kumurur 3-0. Sementara untuk juara tiga bersama disabet oleh DR Stanley Lombogia (Akademisi Unsrat) dan Joppy Kumurur (pengusaha).

Pada kategori eksekutif ini diikuti oleh para pemain dengan latar belakang kalangan pejabat, TNI, Polri, intelektual dan profesional. Tercatat sejumlah personal yang ikut bertanding diantaranya Sekkot Tomohon, DR Arnold Poli, Kaban Perpustakaan Drs Max Gagola, Jackson Ruaw, Paul Sualang, Billy Kaloh dan lainnya serta Drs Marhaen Roy Tumiwa yang melakukan eksebisi dengan para atlit tenis meja senior dan junior Sulut.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw saat membuka kegiatan secara resmi mengapresiasi positif kegiatan olahraga tenis meja Sulut Hebat sebagai launching perdana dalam rangkaian kegiatan olahraga memperingati HUT Provinsi Sulut ke-52. "Saya mengapresiasi kegiatan ini, dimana pemerintah Sulut juga berupaya memajukan olahraga Sulut termasuk tenis meja untuk menghasilkan atlit-atlit handal berprestasi yang bisa mengharumkan nama daerah. Disamping itu dengan semangat olahraga kita yakini didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat," urai Wagub.

Sementara itu ketua panitia pelaksana, Marcel Sendoh SH, mengungkapkan kegiatan tenis meja Sulut Hebat ini merupakan komitmen dan kepedulian Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Drs Steven Kandouw terhadap olahraga di daerah ini. "Pak Gubernur dan Wagub yakin melalui kegiatan olahraga tenis meja yang merakyat dapat diaplikasikan sebagai faktor penunjang program ODSK bagi rakyat Sulut," ujar Sendoh. Pada kejuaraan ini juga dilombakan kategori beregu putra yang diikuti 16 perkumpulan tenis meja dari sembilan kabupaten/kota di Sulut, perorangan putra, dan junior putra serta junior putri. Berikut nama-nama juara beregu, juara pertama JSK Table Tennis, juara kedua PTM Berkat Abadi dan juara ketiga bersama JP 1 dan JP 2 Manado.Untuk kategori perorangan putra, juara pertama Ishak Zaman (Manado/tim PON Sulut), juara kedua Jack Rompas dan juara tiga bersama Audy Sanggor (PTM JP 1) Manado dan Boy Buang Wagiu (Smakor Tompaso). Pada kategori putra junior, juara satu Aldo Tangkilisan dari Tondano, juara kedua Johanes Kotambunan dan tiga bersama Filly Sampel (Tanawangko) dan Sofcar (Manado). Sedangkan kategori junior putri juara satu Jade Mumbunan (Minut), juara dua Stela Ruitan (Bitung) dan tiga bersama Siti Rahma (Manado) dan Marshanda (Manado). (Humas pemprov sulut).

Diserahkan Gubernur Sapi Jokowi Jadi Hewan Kurban Masjid A Yanni

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE telah menyerahkan satu ekor sapi bantuan  Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi  hewan kurban bagi umat Islam di Masjid Raya Ahmad Yani Manado.
Hewan kurban  bantuan Jokowi tersebut langsung di terima Ketua PHBI Provinsi Sulut Ismail Moo di halaman masjid A Yani, pada acara silahturahmi setelah umat Islam selesai melaksanakan Sholat Idul Adha 1437 H tahun 2016, senin (12/09) pagi kemarin.
Usai dari Masjid A Yani, Gubernur dan rombongan selanjutnya menuju Masjid Agung Awwal Fathul Mubien Kampung Islam Manado untuk menyerahkan sapi bantuan dari Gubernur Olly Dondokambey kepada jamaah Masjid tersebut. Sekaligus ikut menyaksikan langsung penyembelihan hewan kurban bantuan Jokowi dan Dondokambey didua lokasi Masjid itu.
Gubernur mengatakan, momentum Idul Adha ini, mari kita jadikan sebagai wahana dalam mengintrospeksi kekurangan-kekurangan dimasa silam dengan cara meningkatkan, Iman dan Taqwa serta menjaga silahturahmi dan menciptakan kondisi yang kondusif baik dalam diri sen
diri, keluarga, lingkungan maupun masyarakat. Saya memeberi penghargaan yang tinggi disertai ucapan terima kasih kepada para pemuka agama dan tokoh masyarakat serta seluruh umat Islam di daerah ini, yang telah memberikan kontribusi positif, terhadap penciptaan kehidupan yang rukun dan damai, dan senantiasa mendukung berbagai program kerja pemerintah, demi terwujudkan Sulawesi Utara berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya, sembari menambahkan kiranya makna ibadah  Idul Adha akan membawa ketentraman jemaat dalam menjaga dan merawat keutuhan negara dan Provinsi Sulut khususnya Kota Manado. ujarnya. Karo Kesra dr Bahagia Mokoagouw melalui Kabag Faslilitas Sosial dan Keagamaan Olga Saisab SSos menyatakan, sapi bantuan Presiden Jokowi  memiliki berat kurang lebih 800 kg, sedangkan sapi bantuan Gubernur Sulut seberat 650 kg.
Sementara Ketua PHBI Sulut Ismail Moo menyebutkan,  hewan kurban untuk Kota Manado dan sekitarnya berjumlah 638 ekor sapi dan kambing 51 ekor. Untuk Masjid A Yani sapi 31 ekor serta kambing 6 ekor. Jelas Moo. Turut Hadir Unsur Forkopimda Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut H Soleman Awad, Sekretaris FKUB Sulut Amin Lasena, Asisten Pemerintahan dan Kesra Jhon Palandung, Kaban Kesbang Pol Edwin Silangen serta Karo Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong MSi. (Humas pemprov sulut).

Minggu, 11 September 2016

Gubernur Ajak Pendeta GMIM Topang Program OD-SK

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mengajak Pendeta, Pelsus dan Jemaat GMIM dapat menopang program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OS-SK) yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi. Ajakan Gubernur tersebut disampaikan pada Ibadah  Syukur HUT ke-29 Jemaat GMIM Viadolorosa Kairagi Dua Manado, Minggu (11/09).
Program pemerintah ini, tidak akan berjalan lancar bila tidak di topang oleh para Pelayan dan Jemaat GMIM. Topangan program OD-SK tersebut dapat dilakukan dalam setiap aras pelayanan yang ada, baik Ibadah di gereja-gereja maupun di tingkat wilayah serta pelayanan di setiap kolom yang ada. Menurut Dondokambey 60 persen masyarakat Sulut merupakan warga GMIM, oleh karena itu saya berharap GMIM ikut berkontribusi  pada upaya pengentasan kemiskinan ini yang dikemas melalui program OD-SK. Kontribusi dalam program ini juga merupakan cerminan manisfestasi iman percaya kepada Tuhan, terangnya.
Gubernur mengakui sampai saat ini masih, ada ribuan penduduk miskin yang tersebar didaerah ini, dari 24 kriteria penduduk miskin, lebih dari setengah indikatornya dapat kita lihat dari rumah tempat tinggal mereka, sebut Dondokambey.
Sementara terkait dengan banyaknya kunjungan wisatawan dari Tiongkok yang datang di Manado, Gubernur juga berharap kiranya warga Manado dapat menyambutnya dengan penuh keramah tamaan, buktikan bahwa masyarakat kita welcome dengan siapa saja yang datang untuk menikmati keindahan dan panorama alam yang eksotis serta kemajemukan budaya kita, tandasnya. Turut hadir para pejabat teras pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut).

Jumat, 09 September 2016

Kumendong Libas Wolayan

Kepala Biro Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong MSi dalam keikutsertaan di kejuaraan tenis meja Sulut Hebat memperebutkan piala Gubernur dan Wagub Sulut, yang baru saja di buka oleh Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw di lapangan tenes indor kompleks kantor gubernur Sulut, Jumat (09/09) siang kemarin berhasil melibas lawan tangguh utusan Kabupaten Minahasa Joudy Wolayan yang juga bendahara PTMSI Minahasa dengan skor telak 3:0. Kumendong yang mengunakan kaos warna merah cekana pendek hitam yang turun di kelas tungal Eksekutif menyatakan, keikutsertaan dalam kejuaraan ini sekaligus refresing. Namun sebelumnya Ia telah mempersiapkan diri, karena olah raga tenis meja merupakan hobby saya sejak lama. Dirumah hampir setiap minggu saya bermain olah raga pimpong bersama anak-anak saya Andre, Anggito dan
Jeremia untuk mengisi waktu luang yang ada, sebut Kumendong yang juga selaku pembina PTMSI Sulut ini. (Humas pemprov Sulut).

Dipimpin Wagub Ribuan ASN Bersihkan Lokasi Pameran Kaiwatu




Dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw ribuan ASN lingkup Pemprov Sulut melakukan pembersihan lokasi penyelenggaraan pameran pembangunan dan promosi produk-produk daerah di Kaiwatu Manado. Pembersihan yang ikut melibatkan alat berat seperti eskavator, personil Brimob dan Pol PP Provinsi Sulut itu, berjalan lancar.
Wagub mengatakan, lokasi pameran pembangunan merupakan tanah milik pemprov Sulut. Jangan sekali-kali ada orang yang mengaku-ngaku bahwa tanah tersebut milik mereka baik itu datang dari masyarakat  maupun dari aparat sekalipun. Karena tanah tersebut memang milik pemprov Sulut sejak dulu.
Karena itu Kandouw minta adanya pengertian warga untuk tidak menggangu persiapan pelaksanaan pameran ini. Karena kegiatan ini sudah menjadi iven tahunan dalam setiap menjelang peringatan ulang tahun Provinsi.  Dia juga menyebutkan, pelaksanaan pameran itu selain untuk mempromosikan produk-produk unggulan hasil daerah ini tapi juga akan memberikan hiburan segar pada masyarakat, sembari menambahkan lewat ajang pameran pembangunan ini setidaknya akan menopang sektor pariwisata daerah ini, karena sampai hari ini ada ribuan turis dari Tiongkok sedang melakukan perjalanan wisata di daerah ini untuk menikmati eksotisme beragam panorama alam dan budaya Bumi Nyiur Melambai,  ujarnya. (Humas Pemprov Sulut).

Wagub Buka Kejuaraan Tenis Meja Sulut Hebat




Dalam rangka ikut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Provinsi Sulut tahun 2016 ini, maka Panitia HUT Provinsi menggelar Kejuaraan Tenis Meja Sulut Hebat dalam rangka memperebutkan Piala Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Piala Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw.
Kejuaran yang berlangsung di lapangan tenes indor kompleks kantor gubernur Sulut itu, telah dibuka oleh Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw, Jumat (09/09) pagi kemarin, yang ditandai dengan pemukulan bola pertama oleh Wagub Sulut.
Kandouw memberi apresiasi kepada panitia penyelenggaran, karena saya bisa membuka (Lounching) kejuaraan ini dalam rangka ikut memeriahkan peringatan HUT ke-52 Provinsi Sulut. Karena itu Kandouw berpesan kepada para atlet-atlet tenes meja yang ikut mengambil bagian dalam kejuaran ini dapat berkompetisi dengan baik serta mampu menjunjung tinggi sportifitas olah raga. Karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat (Mensano in Korporesano). Karena lewat olahraga dapat membentuk karakter serta mental yang baik pula, kata Kandouw.
Karo Pemerintahan dan Humas Dr Jemmy Kumendong MSi selaku Sekretaris Kejuaraan Tenis Meja Sulut Hebat melaporkan, kejuaraan ini diikut 258 peserta yang berasal dari sembilan kabupaten/kota minus tiga kabupaten di kepualauan. Kejuaraan ini akan berlangsung selama dua hari dan bagi pemenang selain mendapatkan trophy tapi juga akan menerima uang pembinaan dari Pantia penyelenggara. Kumendong mendambahkan Ketua Panitia kejuaraan Tenis Meja Sulut hebat di ketaui oleh Kadis Nakertrans Sulut Marsel Sendoh SH. Sementara Bendaraha Rolf Lumintang wartawan Hr. Metro Manado menambahkan kejuaraan ini mengunakan sistem gugur dengan kategori kelas eksekutif perorangan dan beregu serta pemula. (Humas Pemprov Sulut).
  




Presiden, Dirjen Otda dan OD-SK Bantu Hewan Kurban Bagi Kaum Duafa.



 
Seperti biasanya setiap menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha bagi kaum duafa di Provinsi Sulawesi Utara menerima bantuan hewan kurban dari pemerintah. Untuk Hari Raya Idul Adha 1437 H tahun 2016 ini bantuan hewan kurban berupa sapi datang dari Presiden RI Joko Widodo dan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri yang juga mantan Pj. Gubernur Sulut DR Sonny Sumarsono MDM bersama Ibu Tri Rahayu Sumarsono serta dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur (Wagub) Drs Steven Kandouw masing-masing memberikan bantuan 1 ekor sapi.
Bantuan hewan kurban dari Presiden, Dirjen Otda maupun dari Gubernur dan Wagub secara simbolis telah diserahkan oleh Wagub Kandouw di halaman belakang kantor gubernur kepada masing-masing perwakilan Imam masjid di Kota Manado.
Kandaou mengajak, marilah kita jadikan budaya  membantu kaum duafa (orang miskin) untuk menjadi pola hidup kita sehari-hari, sembari memberi alasan bahwa orang miskin disekitar kita  masih sangat banyak dan mereka itu sangat membutuhkan uluran tangan kita untuk membantunya. Oleh karena itu lewat momentum Hari Raya kurban  kali ini seyogianya menyadarkan kita untuk mengaktualisasikan Iman kita, jangan nanti tiba hari raya baru kita memberikannya. Tapi pola ini kalau boleh setiap saat dan setiap waktu kita memberikannya, terang orang nomor dua di Sulut ini. Dan bagi saya pribadi dan pemerintah momentum ini kiranya dapat dijadikan sebagai bahan introspeksi karena disekeliling kita diakuinya ada ribuan orang susah yang menanti bantuan seperti ini, karena dengan membantu orang miskin sejalan dengan perintah agama, ujarnya.
Kesempatan itu Kandouw juga ikut mengingatkan, kepada pengurus masjid agar bantuan hewan kurban ini supaya di salurkan benar-benar kepada para kaum duafa, dan jangan diberikan kepada orang-orang tertentu yang tidak berhak menerimanya.
Karo Kesra Setda Provinsi Dr Bahagia Mokoagouw melaporkan, bantuan hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1437 H tahun 2016 ini berjumlah 10 ekor merupakan bantuan dari Pemprov Sulut di tambah dua ekor dari Presiden Jokowi dan Dirjen Otda bersama Ibu Tri Rahayu Sumarsono sehingga jumlah seluruhnya 12 ekor. Bantuan tersebut akan disalurkan di beberapa Masjid  di Kota Manado yakni Masjid Raya Achmad Yani bantuan sapi dari Presiden, Masjid RA Kartini bumi beringin bantuan dari Dirjen Otda serta bantuan Gubernur dan Wagub Sulut akan diberikan di 10 Masjid di Kota Manado. (Humas Pemprov Sulut).     
Penyerahan sapi bantuan Presiden
Penyarahan sapi bantuan Dirjen Otda
Penyerahan sapi bantuan Gubernur Sulut