Kamis, 22 September 2016

Gubernur: Kerja Keras Kita Mendapat Pengakuan Luar Negeri

Gubernur Sulawesi Utara menyatakan, berbagai keberhasilan yang dicapai oleh pemerintah Provinsi Sulut seperti di bukanya penerbangan langsung dari Tiongkok ke Manado tidak hanya mendapat pengakuan dari dalam negeri saja akan tetapi datang juga dari luar negeri. Pernyataan orang nomor satu di Sulut itu di sampaikan pada pembukaan pameran pembangunan dan promosi hasil-hasil produk daerah, yang berlangsung di Kaiwatu Manado, Kamis (22/09) sore kemarin.
Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari hasil kerja keras dan kerjasama yang baik antara pemerintah provinsi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-sulut. " keberhasilan itu semua karena kerja kita semua, karena torang samua adalah Ciptaan Tuhan", ujar Dondokambey sembari berharap mudah-mudahan kerjasama yang ada ini bisa berjalan terus untuk menuju sulut Hebat, katanya.
Olly juga menyebutkan, dengan di bukanya jalur penerbangan langsung dari Tiongkok ke Manado sedikitnya sudah 18 ribu lebih turis Tiongkok melakukan perjalanan wisata di daerah ini. hadirnya ribuan wisatawan dari Tiongkok ini, telah memberi dampag positif terhadap peningkatan perekonomian daerah ini. Bagian lain Olly juga berterima kasih kepada panitia penyelenggaran dan pemerintah kabupaten/kota, walaupun dengan dana terbatas tapi kita bisa melaksanakan pameran pembangunan ini sebagai sarana hiburan bagi masyarakat yang dilaksanakan setiap kali memperingati HUT Provinsi Sulut. Kedepan Olly berjanji pameran pembangunan dan promosi hasil-hasil produk daerah akan di buat lebih baik dan semenarik mungkin.
Olly juga menyinggung masalah keamanan dan kenyamanan di sulut, agar dapat kita jaga bersama. Jangan cuma karena ulah dari satu dua orang sehingga bisa menggangu kunjungan para wisatawan. Diharapkan peran toko agama, tokoh masyarakat dan kalangan pers dapat memberikan yang terbaik untuk provinsi ini. "Mari kita buktikan bahwa Bumi Nyiur Melambai merupakan daerah teraman bagi siapa saja yang datang di sulut rermasuk para wisatawan, tegas politisi senior ini.
Sementara Ketua Umum Panitia Drs Jhon Palandung MSi melaporkan pameran pembangunan dan promosi hasil-hasil produk daerah  diikuti 25 stand SKPD Provinsi, 15 stand pemerintah kabupaten/kota, 4 stand instansi vertikal, 4 stand unsur TNI/Polri serta stand BUMN/Perbankan, seluruhnya berjumlah 48 stand, jelas Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi ini sembari menambahkan, pameran ini akang berlangsung hingga 28 September 2016 mendatang. Diketahui dalam pembukaan pameran tersebut dihibur pula oleh penyanyi kondang asal sulut Obby Mesakh. Turut hadir Wagub Sulut Drs Steven Kandouw, Ketua TP PKK Sulut Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw Tanos, unsur forkopimda sulut, Bupati/Walikota serta pejabat teras pemprov, Manado dan Minut.(Humas Pemprov  sulut).

Mengenang Broer Tumbelaka Gubernur Pertama

Frits Johanes Tumbelaka atau yang biasa dipanggil Broer Tumbelaka adalah anak bungsu dari keluarga Dokter Tumbelaka-Sinyal yang berdarah campuran dari Minsel dan Romboken, Minahasa. Lahir di Sumatera Barat dan besar di Jawa Timur. Terlahir dari ayah seorang Pejabat Kepala Kesehatan Jawa Timur di zaman Belanda, Broer Tumbelaka berkarir sebagai Tentara di Komando Divisi (Sekarang Kodam) Brawijaya di Jawa Tiimur. Broer Tumbelaka berkiprah di Tanah Leluhurnya berawal dari keprihatinan sang ayah terkait pergolakan Permesta, berangkat dari hal itu Broer yang telah menanggalkan seragam militernya menemui koleganya, Panglima Divisi (Sekarang Pangdam) Brawijaya, Kolonel Soerahman pada tahun Oktober 1959 dengan alasan Pasukan Brawijawa yang bertugas di Manado dan sekitarnya. Pertemuan 2 sahabat ini membawa Broer pada 5 Januari 1960 berangkat ke Manado dengan misi sangat rahasia, penyelesaian pergolakan Permesta. Setelah melakukan orientasi lapangan dan pengenalan Tanah Leluhur (sebelumnya Broer Tumbelaka belum pernah ke Manado), pada 15 Maret 1960 jam 16.35 di Desa Matungkas (sekarang Minut) untuk pertama kalinya Broer bertemu sahabatnya di Militer yang telah menjadi Tokoh Besar Permesta, Daniel Julius Simba, Putra Tomohon kelahiran Jawa Tengah. Hasil pertemuan dilaporkan kepada Palima Divisi Brawijaya, Kol. Soerahman dan selanjutnya dilaporkan kepada Orang Nomer 1 TNI AD, Jenderal AH. Nasution di Jakarta. Setelah pertemuan (perundingan) tersebut, tidak lama kemudian, sekitar bulan Mei 1960, lahirlah Provinsi Sulawesi Utara Tengah (Sulutteng). Pada 25 Mei secara tak terduga Broer Tumbelaka dilantik menjadi Wakil Gubernur Sulutteng dan AA Baramuli sebagai Gubernur. Tugas khusus Wakil Gubernur adalah Pemulihan Keamanan. Setelah itu Broer Tumbelaka berunding dengan pihak Permesta sebagai Wakil Gubernur utusan Pemerintah Pusat (sebelumnya sebagai pribadi, utusan khusus). Setelah 9 kali perundingan di wilayah yang di kuasai Permesta, pada 4 April 1961 di antara Lopana dan Malenos (sekarang Minsel) Broer berhasil mempertemukan Pangdam XIII/Merdeka Brigjend Soenandar Pridjosoedarmo dengan tokoh besar Permesta, DJ Somba dalam suatu upacara meliter, Permesta Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi. Selanjutnya Broer mempertemukan Jenderal paling senior dari TNI AD, Mayjend. Hidayat (didampingi Brigjend Ahmad Jani) dengan tokoh besar Permesta AE Kawilarang. Pada puncaknya Broer berhasil meyakinkan Jenderal AH. Nasution untuk ke Manado dan menerima pasukan Permesta di Papakelan Minahasa dimana sebelumnya dibuat pertemuan dengan AE. Kawilarang di Tomohon. Setelah penyelesaian Permesta yang diikuti turun gunungnya sekitar 26.000 personil dengan sekitar 7000 pucuk senjata, pemerintahan perlahan menjadi normal. Pada tahun 1962, secara mendadak Broer Tumbelaka dipanggil ke Jakarta untuk menjadi Penjabat Gubernur Sulutteng mengantikan AA Baramuli, timbang-terima ini dilakukan di Jalarta. Pada tahun 1963, Broer Tumbelaka diangkat menjadi Gubernur Sulutteng merangkap Ketua DPRD Sulutteng, pada masa ini Broer melakukan tindakan penyelesaian Darul Islam (DI) yang berada di wilayah Sulawesi Tengah, lalu mendirikan Universitas Tadulako di Palu. Pada masa itu Broer menggenjot pembangunan pelabuhan Bitung serta membuat jalan tembus langsung ke Bitung. Dalam rangka mempererat persaudaraan, Broer membuat Pesta Olah Raga Sulutteng di Tahuna (dulu Sangihe Talaud – Satal) dengan Bupati Satal, Hari Soetojo. Pada masa itu Broer banyak melakukan perjalanan ke pelosok daerah dan salah satu yang paling berat adalah perjalanan ke desa pedalaman di wilayah Sulawesi Tengah dengan berjalan kaki dan naik kuda selama lebih 6 jam, saat itu Broer selaku Gubernur didampingi oleh salah satu asisten khususnya, Drs. Abdulah Mokoginta (kemudian beliau menjadi Wagub Sulut). Ketika itu Broer selaku Gubernur Sulutteng merangkap Ketua DPRD Sulutteng bersama para tokoh terus berupaya melahirkan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut, dulu Sultara). Tanda-tanda lahirnya provinsi baru telah terlihat dengan ditulisnya Kantor Gubernur Sulawesi Utara pada saat Upacara HUT Proklamasi 17 Agustus 1964 atau 5 minggu sebelum turunnya UU No. 13 tahun 1964 pada 23 Sepember 1964 yang diperingati sebagai Hari Lahir Provinsi Sulawesi Utara. Bersamaan dengan itu, FJ Tumbelaka atau Broer Tumbelaka diangkat oleh Presiden Soekarno sebagai Gubernur Sulawesi Utara (Sultara, sekarang Sulut) merangkap Ketua DPRD Sultara. Memimpin provinsi baru yakni Sulawesi Utara, Broer Tumbelaka sangat banyak mendapat serangan dari unsur-unsur PKI yang sejak awal tidak suka dengan Broer karena menyelesaikan pergolakan Permesta dan pemberontakan Darul Islam yang mana karena penyelesaian tersebut berpengaruh kepada konstelasi nasional. Ditengah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara tersebut tiba tiba Broer melayangkan surat permohonan berhenti dari jabatan dengan alasan kesehatan. Setelah itu Pangdam Soenandar Pridjosoedarmo menjadi Penjabat Gubernur Sulut, saat itu banyak tokoh meminta Broer kembali menjadi Gubernur, namun ditolak oleh Broer dan akhirnya ditunjuklah Abdulah Amu sebagai Penjabat Gubernur. Pada saat itu kembali Broer diminta untuk kembali menduduki posisi Gubernur dan untuk kedua kali Broer menolak. Setelah 2 kali posisi Gubernur dijabat oleh Penjabat, akhirnya Sulut mempunyai Gubernur Definitif, yaitu HV Worang (Humas pemprov Sulu).

Palandung Irup Gladi Bersih Peringatan HUT Provinsi

Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi dalam pelaksanaan gladi bersih upacara peringatan HUT ke-52 Provinsi Sulut, bertindak selaku Inspektur upacara sedangkan Karo Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong. MSi bertindak selaku pemimpin upacara.
Gladi bersih yang berlangsung di halaman kantor Gubernur Sulut, Kamis (22/09) pagi kemarin. Kumendong mengatakan, untuk upacara peringatan HUT ke-52 Provinsi Sulut, Jumat (23/09) hari ini, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE akan bertindak selaku pembina upacara. Para mantan Gubernur dan Wagub Sulut juga akan hadir dalam pelaksanaan upacara nanti, diantarnya SH Sarundajang, DR Sumarsono MDM, DR Djouhari Kansil MPd  serta keluarga para mantan Gubernur dan Wagub Sulut lainny. (Humas pemprov sulut).

Rabu, 21 September 2016

Palandung Pameran Pembangunan Berlangsung Hari ini

Warga masyarakat Sulawesi Utara yang ingin melihat secara langsung pameran pembangunan dan hasil-hasil produk daerah provinsi Sulawesi Utara, harus sedikit bersabar. Rencananya akan dibuka Rabu (21/09) kemarin, namun ditunda pelaksanaannya pada Kamis (22/09) hari ini. Hal itu dikarenakan persiapan Pameran masih sementara dilakukan oleh Panitia HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-52 bekerjasama dengan SKPD dan Pemerintah Kabupaten dan Kota. “Pameran pembangunan akan dibuka pada Kamis hari ini pukul 16.00 Wita di Kaiwatu Manado. Persiapan pameran terus dimantapkan,”ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Dra Jhon Palandung MSi selaku Ketua Umum Panitia HUT ke-52 Privinsi Sulut. Palandung menjelaskan Pameran hingga 1 minggu kedepan. “Sejak tanggal 22 September sampai 28 september nanti dan saat pembukaan pameran akan dimeriahkan oleh artis ibukota yaitu Obbie Mesakh,” ucap Palandung yang ikut didampingi Kepala Biro Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong MSi yang juga selaku Sekretaris Umum Panitia ini. Rencananya, Pameran pembangunan akan dibuka oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. (Humas pemprov sulut).

Wagub Kembali Lakukan Upacara Siarah dan Tabur Bunga di Makam Worang dan Rantung

Wakil Gubernur Sawesi Utara Drs Steven Kandouw yang didampingi Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sulut dr Kartika Devi Kandouw Tanos kembali melakukan upacara siarah dan penaburan bunga di pusara mantan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Hein  Victor Worang di desa Tontalete Kec. Kema Kabupaten Minahasa Utara dan pusara mantan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Cornelis Jhon Rantung di TMP Kairagi Manado.
Upacara siarah dan tabur bunga di pusara dua mantan Gubernur Sulut itu berlangsung pada Rabu (21/09) pagi hingga siang kemarin.
Wagub Kandouw mengakui bila perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh para mantan Gubernur dan Wakil
Gubernur sulut menjadi motivasi dirinya bersama Gubernur Olly Dondokambey untuk memimpin sulut lebih baik lagi kedepan menuju sulut hebat demi mensejahterakan masyarakat di segala bidang.
Oleh karenanya dalam kepemimpinan hingga 5 tahun kedepan sangat membutuhkan dukungan penuh dari seluruh komponen masyarakat di daerah ini. Sementara pelaksanaan siarah dan tabur bunga di pusara mantan Gubernur Sulut AA Baramuli, mantan Gubernur Sulut FJ Tumbelaka, mantan Gubernur Willy Lasut dan pusara mantan Gubernur Sulut GH Mantik  di TMP Kalibata Jakarta juga berlangsung Rabu kemarin yang dilakukan oleh seluruh pejabat Eselon III jajaran Badan Penghubung Pemprov Sulut di Jakarta, yakni Freddy Tamarindang, Dano Warouw dan Weldy Poli, jelas Kadis Sosial Provinsi Sulut dr Liestje G Punuh MKes selaku penanggungjawab siarah dan tabur bunga. (Humas pemprov sulut).


Selasa, 20 September 2016

Wagub Anjangsana Panti Sosial

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw di sela-sela melakukan siarah dan tabur bunga di makam para mantan Gubernur dan Wagub Sulut melakukan anjangsana di Panti Sosial Tresna Wreda Ina I Sahati di Kelurahan Tounkuramber Kec, Tondano Barat Kabupaten Minahasa.  Anjangsana dalam rangka memperingati HUT ke-52 Provinsi Sulut ini, Wagub telah menyerahkan bantuan sosial berupa bahan makanan dan lauk pauk, selimut, matras dan terpal yang diterima pengurus panti Ibu Ros Patinama Tanos. Selain itu Wagub menjanjikan untuk renovasi bangunan panti Pemprov Sulut akan membatu 500 Juta, sedangkan untuk pengantian atap bangunan bantuannya nanti melalui Pemkab Minahasa, terang Kandouw.
Kandouw menyebutkan rasa syukurnya disaat kita akan memperingati HUT ke-52 Provinsi Sulut pada 23 September 2015 mendatang, Pemerintah Provinsi boleh bersama-sama dengan para oma-oma lanjut usia (lansia) penghuni panti sosial disini. Kagitan ini merupakan wujud perhatian pemerintah  sebagai wujud dari salah satu program pemerintahan Jokowi yaitu Nawa Cita di mana negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat, ujar Ketua lansia Sulut ini. Sementara Pengurus Panti Ibu Ros Patinama Tanos menyebutkan penguni panti berjumlah 30 orang semuanya lansia. Turut hadir Wakil Bupati Mimahasa Ivan Sarundajang, Sekab Jeffy Korengkeng serta sejumlah pejabat Eselon Dua lingkup Pemprov dan Pemkab Minahasa. (Humas Pemprov Sulut).

Wagub Pimpin Upacara Siarah dan Tabur Bunga di Makam Sam Ratulangie

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven Kandouw memimpin upacara siarah dan tabur bunga di makam mantan Gubernur Sulawesi pertama sekigus Pahlawan Nasional DR GSSJ Ratulangie di Kelurahan Wawalintouan Kecamatan Tondano Barat Kabupaten Minahasa, Selasa (20/09) pagi kemarin. Selanjutnya Wagub yang turut didampingi Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang dan Sekda Minahasa Jeffry Korengkeng SH MSi,  Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov. Sulut Drs Jhon Palandung MSi selaku Ketua Umum Panitia Pelaksana Peringatan HUT ke-52 Provinsi Sulut , Karo Pemerintahan dan Humas yang juga selaku Sekretaris Umum Panitia serta sejumlah Pejabat Eselon Dua lingkup Pemprov berturut-turut melakukan upacara siarah di makam mantan  Gubernur Sulut periode 2000-2005 Drs AJ Sondakh di Bukit Kasih Kanonang, siarah di makam mantan Wagub Sulut periode 2000-2005 dan 2005-2010 Freddy Harry Sualang di desa Leilem Minahasa serta makam mantan Wagub Sulut Drs H Ahmad Nadjamuddin di pekuburan Islam Tuminting Manado.
Wagub mengatakan, upacara siarah di makam para mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara dilaksanakan setiap tahun menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Sulut. Untuk peringatan Hari Ulang Tahun ke-52 Provinsi Sulut tahun 2016 merupakan yang pertama kali dilakukan sejak dilantik Presiden RI Joko Widodo menjadi Wagub Sulut berpasangan dengan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE pada Tanggal 12 Pebruari 2016 lalu di Istana Kepresidenan Jakarta. Sedangkan maksud dari ziarah tersebut dikatakan Kandouw, selain untuk menghormati jasa para mantan gubernur dan wakil gubernur juga sebagai sarana bagi kita para penerus dapat mengenang kembali dan meneladani semangat perjuangan serta kepemimpinan mereka dalam membangun daerah ini. Sementara Kadis Sosial Provinsi Sulut dr Liesje GL Punuh MKes menambahkan, upacara siarah akan di lanjutkan pada Rabu (21/09) hari ini-red di makam mantan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) HV Worang Desa Tontalete Minut dan mantan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) CJ Rantung di TMP Kairagi Manado. (Humas Pemprov Sulut

Makam Sam Ratulangie

 
Makam Drs AJ Sondakh
Makam Freddy H Sualang
Makam Ahmad Nadjamuddin