Peringatan dini tentang cuaca hujan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dikeluarkan BMKG Manado pada Jumat (21/10) hari ini yang berpotensi hujan berintensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di-Empat wilayah Kabupaten Kota diantaranya, Kota Manado, Tomohon, Kabupaten Minahasa (Tondano), Minahasa Selatan dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang berlangsung sejak pukul 12.30 Wita dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 14.30 Wita. Maka Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE mengimbau agar masyarakat mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang berintensitas angin kencang disertai petir yang sedang melanda daerah Sulut. Hal itu dimaksudkan guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Olly menyebutkan di musim penghujan yang masih terus melanda daerah kita telah menimbulkan banjir lokal (genangan air) di beberapa titik di dalam Kota Manado seperti depan Megamall, Kelurahan Banjer dan Ringroad 1. BMKG Manado sendiri lewat surat himbauan yang di keluarkan hari ini (Jumat kemarin-red), yang di terima Pemorov Sulut melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulut, menjadi warning bagi masyarakat Sulut, ujar Dondokambey yang saat ini sedang melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sementara Kepala BPBD Sulut, Noldy Liow mengakui bahwa memang pada beberapa hari lalu sejak tanggal 17-19 saat dirinya berada di Kepulauan Miangas Kabupaten Talaud, sudah terasa sekali cuaca angin kencang. "Saat itu perkembangan badai HAIMA karena memang berada dekat Pulau Luzon bagian Negara pesisir Singapura, dimana Jarak antara Luzon dan Miangas kurang lebih 700 mil. Sehingga secara tidak langsung wilayah Sulut turut merasakan angin kencang yang mempengaruhi juga tinggi gelombang," terang Liow. Terinformasi saat ini perkembangan badai HAIMA sudah semakin bergerak agak menjauh seperti informasi diatas, untuk hujan yang terjadi saat ini secara klimatologi wilayah Sulut sudah berada pada transisi untuk masuk ke musim hujan, katanya. (Humas pemprov Sulut).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Jumat, 21 Oktober 2016
Gubernur Himbau Warga Waspadai Cuaca Hujan
Gubernur Resmikan gedung Sinode GMIST
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE di damping Ketua TP PKK Provinsi Sulut ibu Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, Jumat (21/10) pagi kemarin, meresmikan gedung kantor Sinode GMIST Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dalam sambutan Gubernur menyatakan selamat dan berharap gedung ini dapat memberikan fungsi strategis bagi warga GMIST. Iman jemaat harus bertumbuh dengan adanya sarana baru ini. Harus di syukuri berkat Tuhan yang di terima warga GMIST.
Warga GMIST harus terus menumbuhkan iman dan kualitas pelayanan baik kedalam maupun dalam bermasyarakat. GMIST harus bantu pemerintah untuk membangun daerah, bantu pemerintah untuk selesaikan kemiskinan di daerah agar masyarakat lebih sejahtera. Mendukung program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (OD-SK). Manfaatkan sumber daya daerah dan produktif meningkatkan kualitas diri. Dismping itu generasi muda GMIST harus tampil terdepan dalam memajukan daerah, menjaga kebersamaan dengan hidup rukun dan damai.
Bupati Kepulauan sangihe Drs Hironimus R Makagansa MSi dalam sambutan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang datang meresmikan kantor sinode GMIST, serta meresmikan sejumlah kantor pemerintah.
Gedung sinode tersebut di bangun dari sumbangan jemaat dan para pemerintan yakni Bupati Kepulauan Sangihe dan Bupati Kepulauan Sitaro. Sebelum memasuki gedung dilakukan juga pengguntingan pita oleh ibu Rita Dondokambey Tamuntuan. Gubemrur juga memberikan bantuan uang tunai senilai 100 juta rupiah
Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi sulut Edwin Silangen SE MS bersama ibu Dra Ivone Silangen Lombok, Kapolda Sulut Irjen Pol. Wilmar Marpaung SH dan Wakil Bupati Sitaro Sisca Salindeho, anggota DPRD Sulut utusan Sangihe, pejabat eselon II lingkup pemprov Sulut dan Pejabat pemkab sangihe.(humas provinsi sulut)
Kamis, 20 Oktober 2016
Dondokambey Hadiri Rakor Gubernur di Istana
Usai mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bandar Udara Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaut Provinsi Sulut pada Rabu (19/10) kemarin, kini Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE menghadiri rapat koordinasi (Rakor) Gubernur se Indonesia bersama Presiden Jokowi di Istana Negara, Kamis (29/10) siang kemarin. Gubernur Olly saat mengadiri agenda nasional itu, mendengarkan langsung arahan yang di sampakan presiden terkait persoalan persoalan yang sering terjadi di masyarakat yang perlu di seriusi dan di tuntaskan yakni terkait Pungli atau pungutan liar. Dalam penyampainnya Jokowi mengatakan persoalan tersebut bukan masalah kecil besarnya namun saat ini keluhan yang sampai kepada dirinya itu memang sudah puluhan ribu banyaknya, baik yang kecil-kecil urusan Rp10 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu, bahkan ada yang urusan jutaan rupiah. “Melihat keluhan dan informasi yang diberikan kepada saya, ini persoalan yang harus kita selesaikan. Jadi bukan masalah urusan Rp10 ribu tetapi pungli telah membuat masyarakat kita susah untuk mengurus sesuatu, atau misalnya di jalan dicegat, dimintai pungutan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar. Presiden mengingatkan, masalah pungli itu pada akhirnya akan menimbulkan ekonomi biaya tinggi yang nanti akibatnya akan menurunkan daya saing ekonomi Indonesia. Diakui Presiden, bahwa pungli ini sudah bertahun-tahun, dan sudah dianggap sebuah hal yang normal, biasa, serta bangsa Indonesia permisif terhadap pungli itu. Oleh sebab itu, Presiden mengajak para Gubernur seluruh Indonesia untuk membicarakan itu langkah-langkah konkrit di daerah dalam rangka pemberantasan pungutan liar. “Tidak hanya urusan KTP, tidak hanya urusan sertifikat, tidak hanya urusan izin-izin, tidak hanya urusan yang ada di jalan raya, tidak hanya urusan yang berkaitan dengan di pelabuhan, di kantor, di instansi, bahkan di rumah sakit. Hal-hal apapun yang berkaitan dengan pungutan yang tidak resmi harus kita bersama-sama untuk mulai kurangi dan mulai hilangkan,” tegas Presiden Jokowi.
Menanggapi arahan Presiden Joko Widodo itu, Pemerintah Provinsi Sulut langsung merespon secara baik arahan Presiden Jokowi, melalui Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw mengungkapkan, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengingatkan seluruh jajaran SKPD lingkup Pemprov, utamanya SKPD yang memiliki pelayanan publik. Gubernur berpesan, supaya memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat, sejak kita dilantik harus menjadikan Good Government sebagai panglima. Semua punggutan tidak ada. "Jangan main-main dengan punggutan liar (Pungli)", tegas orang nomor dua di Sulut ini, saat Rakor bersama guru-guru SMA/SMK se-Sulut, Kamis (20/10) pagi kemarin di ruang Mapalus Kantor Gubernur.
Rakor dengan Gubernur seluruh Indonesia itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Jaksa Agung Prasetyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Humas pemprov sulut).
Kualitas Pendidikan Kalah Dengan Daerah Lain, Diknas Sulut Harus Tingkatkan SDM
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw menyayangkan kualitas pendidikan di provinsi Sulawesi Utara masih kalah dengan daerah lain.
Peryataan tersebut disampaikan Wagub dihadapan ratusan kepala sekolah, saat membuka rapat koordinasi pengelolaan pendidikan menengah kepala satuan SMA, SMK, SMLB se Sulut yang diselenggarakan Kamis (20/10) bertempat di ruang Mapalus kantor Gubernur Sulut.
Isu pendidikan di Sulut mengalami penurunan dibanding daerah lain, untuk itu Dinas Pendidikan Provinsi Sulut harus bisa melakukan penetrasi dan akselerasi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik agar dunia pendidikan lebih maju dan pendidikan Sulut bisa bersaing dengan daerah lain. Sertivikasi guru belum dapat memacu peningkatan kualitas pendidikan, untuk itu Diknas Sulut harus terus bekerja optimal mencari solusi yang tepat, karena pendidikan juga merupakan fokus pendidikan pemerintah provinsi.
Selain itu juga secara tegas Wagub mengigngatkan kepada jajaran Diknas se provinsi dan para kepala sekolah agar menghentikan segala macam pungli dalam dunia pendidikan, semua stakeholders harus menjaga integritas. Tidak ada pungutan dalam dunia pendidikan di Sulut jika di temukan akan di tindak tegas. Para pendidik marus menjaga anak didik jangan sampai putus sekolah. Diknas Harus harus mempunyai target jangan ada sekolah tutup karena kekurangan murid.
Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen, Asisten Pemerintahan dan Kesra John Palandung, Kadis Diknas Sulut A.G Kawatu.(Humas Provinsi Sulut)
Ivan Besouw Paparkan Proyek Perubahan di Bagian Humas
Bagian Humas Biro Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Sulut sebagai corong Pemerintah Provinsi Sulut, terus melakukan upaya peningkatan pelayanan informasi secara cepat, tepat dan akurat kepada masyarakat. Salah satunya pembuatan Website sebagai media informasi pemerintah yang hebat, modern, Up to Date dan akurat. Demikian disampaikan Kasubag Fasilitasi Mass Media dan Dokumentasi Biro Pemerintahan dan Humas Ivan Besouw SE MSi selaku peserta Diklat PIM IV Provinsi Sulut Tahun 2016 pada pelaksanaan Seminar akhir Diklat PIM IV Provinsi Sulut, Kamis (20/10).
"Ini merupakan proyek perubahan di Biro Pemerintahan dan Humas yang dilakukan Besouw sebagai upaya percepatan pelayanan informasi publik kepada masyarkat", katanya.
Sementara Sekretaris Badan Diklat Privinsi Sulut Frangki Tintingon AP MSi selaku penguji mendukung proyek perubahan ini, alasanya untuk peningkatan pelayanan informsi berbasi internet.
"Saat ini kita berada di jaman multi global, karena itu informasi pemerintah daerah, khususnya yang dilakukan pimpinan daerah yaitu Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekprov Sulut secepatnya di informasikan kepada masyarakat lewat Website Biro Pemerintahan dan Humas, tambah Tintingon, yang juga mantan Sespri Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang ini. Sedangkan yang menjadi Coach Joachim Elias SPd MAP Fungsional Widyaiswara Badan Diklat Provinsi serta Kasubag Penerangan dan Publikasi A.Y. Rambing, SSos bertindak sebagai Mentor. (Humas pemprov sulut).
Rabu, 19 Oktober 2016
Jokowi: Miangas Sebagai Pintu Gerbang Dalam dan Luar Negeri
Presiden RI Joko Widodo, mengatakan, Miangas kami memandang bukan lagi pulau kecil tapi sebagai pintu gerbang dalam dan luar negeri, karena pulau ini berbatasan langsung dengan negara tetangga Philipina.
Penegasan Presiden itu disampaikan saat meresmikan Bandar Udara Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud Provinsi Sulut, dan peresmian terminal penumpang Tanjung api-api tojo Una-Una dan Kasiguncu Poso di Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (18/10) siang kemarin,
"Bandar udara Miangas bukan hanya sekedar bandara penunjang namun akan menjadi bandara terdepan NKRI di bagian utara sekaligus pintu gerbang distribusi pangan dan sandang guna membuka akses perekonomian dan pariwisata di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud khususnya pulau miangas, tegas Presiden Joko Widodo.
Kesempatan Presiden Jokowi, menjelaskan konsep Nawacita yaitu membangun dari pinggiran, dimaksudkan agar pulau-pulau,
terdepan menjadi beranda terdepan Indonesia, bukan hanya sekedar halaman belakang. Karena itu pulau-pulau terdepan seperti miangas betul-betul di perhatikan pemerintah dan terus akan dibangun. "Kita membangun di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya di wilayah Jawa dan Sumatera saja, tapi kita bangun Indonesia dari depan pinggiran, dari perbatasan dan pulau terluar", ujar Presiden Jokowi.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo serta Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantio, di Bumi Nyiur Melambai di tanah Porodisa pulau Miangas. Karena selama ini baru Pak Jokowi Presiden Indonesia pertama yang berkunjung di sini. Dari 800 penduduk Miangas 90 persen memilih Bapak jadi Presiden sedangkan 10 persen pergi kelaut mencari ikan. Mudah-mudahan kunjungan bersejarah ini membawah berkat bagi rakyat demi kesejahteraan rakyat di bumi Porodisa, jelas Dondonkambey sembari menambahkan, dulu masih dijaman MPR ada wakil dari miangas yang duduk di lembaga ini.
Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melaporkan, panjang runway nandar udara miangas 1400 m x 30 m, apron 130 m x 65 m, taxiway 100 m x 18 m, strip 1.492 m x 150 m tanah dan bisa didarati pesawat jenis ATR, serta mulai minggu depan pesawat Wings Air mulai beroperasi di bandar udara miangasm. Bandar udara tanjung api-api tojo Una-una panjang runway 2110 m x 30 m, apron 200 m x 82 m, taxiway 187,5 m x 23 m, strip 2.30 m x 150 m rumput. Bandar udara kasiguncu Poso panjang runway 1850 m x 30 m, apron 86 m x 60 m, taxiway 73 m x 18 m, strip 1947 m x 60 m rumput.
Menhub menambahkan pembangunan bandar udara miangas menelan anggaran 320 M. Usai persemian Presiden bersama Ibu Negara, didamping Gubernur,
Panglima TNI, Menhub dan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip melakukan blusukan di permukiman penduduk dan pelabuhan Miangas. Diketahui kunjungan Presiden Jokowi dn Ibu Negara Iriana Joko Widodo di pulau miangas menggunakan pesawat TNI AURI jenis Foker dengan nomor A-2908, serta di sambut secara adat oleh pemtua adat talaud. (Humas pemprov sulut).
Resmikan Bandara Miangas, Presiden Jokowi : Kita Ingin Rakyat di Perbatasan Makin Bangga Jadi WNI
Yes yea Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar pulau-pulau terdepan menjadi beranda terdepan Indonesia, bukan hanya sekedar halaman belakang. Karena itu, pulau-pulau terdepan seperti Miangas betul-betul diperhatikan pemerintah, dan terus akan dibangun. “Kita membangun di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya di wilayah Jawa dan Sumatera saja. Tapi kita bangun Indonesia dari depan, pinggiran, dari perbatasan,” kata Presiden Jokowi saat untuk mevbshresmikan Bandara Miangas di Kepualauan Talaud, Terminal Penumpang Bandara Tanjung Api di Tojo Una-Una dan Terminal Penumpang Bandara Kasiguncu Poso, di Bandara Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (19/10) siang. Dengan peresmian Bandara itu, Presiden menegaskan, posisi Pulau Miangas bukan lagi sebuah pulau kecil di antara 17 ribu pulau. Tapi Miangas adalah wajah terdepan Indonesia yang strategis. Sebagai pulau yang memiliki posisi paling utara dari wilayah Indonesia, jarak dari Miangas ke Filipina hanya 48 mil laut, sedangkan ke Melonguane, Ibukota Kabupaten Kepualauan Talaud berjarak 129 mil laut dan ke Manado memiliki jarak 227 mil laut. “Kita tunjukkan ke negara tetangga kita bahwa beranda depan Indonesia itu daerah yang dirawat, dibangun dan patut kita banggakan,” ucap Presiden. Negara Hadir Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan yang dilakukan di setiap wilayah di Indonesia untuk menunjukkan negara hadir. “Negara Kesatuan Republik Indonesia hadir dalam bentuk yang paling konkret yakni menyediakan transportasi bagi warganya, menyediakan transportasi bagi penduduknya, menyediakan pelayanan publik terbaik bagi wargangwyyermya, sampai ke wilayah-wilayah yang paling jauh dari Ibu kota Negara,” ujar Presiden. Pemerintah, lanjut Presiden, bertekad akan terus membangun jalan di daerah perbatasan, pos perbatasan, termasuk pelayanan publik di wilayah terdepan akan terus diperbaiki. “Kita ingin rakyat di perbatasan, di pulau-pulau terdepan menjadi semakin bangga menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), dan menjadi semakin semangat untuk menjaga Tanah Airnya,” ucap Presiden. Bandara Miangas memiliki Landasan bandara ini sepanjang 1.400m x 30m, dengan luas gedung terminal 356m2. Semuanya sudah dibangun dengan anggaran yang mencapai lebih dari Rp. 320 Miliar. “Dengan adanya bandara, Miangas bisa terhubung lebih cepat dengan Talaud, Tahuna, Kepulauan Siau, dan Manado,” ujar Presiden. Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam kesempatan itu antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.