Selasa, 20 Desember 2016

Gubernur Kukuhkan TPAKD Sulut

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melantik dan mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) satgas waspada investasi daerah.

Pelantikan tim TPAKD tersebut digelar di Hotel Sintesa Peninsula Selasa (20/12).

Dalam Sambutan Gubernur mengatakan kehadiran tim ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi sektor keuangan daerah guna menopang pembangunan daerah.

Pelantikan dan pengukuhan tim percepatan akses keuangan daerah (TPAKD) satgas waspada investasi daerah. Disamping itu tim ini dapat membantu perbankan daerah untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat.

Tugas dari tim ini juga nantinya akan mengidentifikasi permasalahan terkait kondisi literasi dan inklusi di daerah serta mensinergikan program akselerasi akses keuangan termasuk pemberdayaan masyarakat di daerah.

Salah satu tantangan utama perekonomian Indonesia saat ini adalah memerangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan masyarakat. Gubernur juga mengajak seluruh elemen di daerah, dari pemerintah daerah, industri keuangan daerah, dan instansi terkait lainnya, berkolaborasi untuk mencari terobosan dalam membuka akses keuangan yang lebih efektif.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua OJK RI Muliaman Hadad, Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven Kandouw, para perwakilan perbankan Sulut.(humas pemprov sulut)

Kodam XIII Merdeka di Resmikan.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE bersama Wakil Gubernur Sulut Drs Steven O.E Kandouw menghadiri Peresmian Kodam XIII Merdeka dan penyerahan Pataka Jaya Sakti kepada  Pangdam Mayjen TN Ganip Warsito SE MM,I tempat  lapangan Makodam Teling selasa (20/12) kemarin .

Dalam sambutan Gubernur mengatakan banyak selamat atas diresmikan Kodam XIII Merdeka dan selamat bertugas dan berkarya kepada Pangdam  Mayor Jendral TNI Ganip Warsito SE.MM yamg.membawahi Sulawesi Utara,.Tengah dan Gorontalo dengan harapan akan semakin memantapkan gerak dan laju pembangunan daerah dan bangsa tercinta.

Hari ini sejarah terukir di Nyiur Melambai seiring  dengan diaktifkannya kembali Kodam XIII Merdeka yang pernah berdiri pada tahun 1957 dan dinonaktifkan kembali pada tanggal 12 februari 1985 melalui SK No : Skep/131/11/1985 tentang liquidasi kodam dan Kodam XIV Hasanudin menjadi Kodam VII Wirabuana.


Ditegaskan Gubernur  diaktifkan Kodam ini utamanya untuk menjaga kedaulatan Negara dari ancaman masuknya pengaruh ideologi asing, terjadinya kegiatan kejahatan lintas negara ( trans nasional crimes), ilegal fishing, perdagangan manusia ( woman and child trades traffiking), imigran gelap ( illegal immigrants), penyeludupan manusia ( people smugging), peredaran narkotika pintu masuk teroris dan perompakan serta ancaman stabilitas nasional lainnya.

Dengan kehadiran Kodam ini semakin memantapkan langkah pemerintah daerah mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang di kawasan indonesia timur karena dengan adanya Kodam ini akan diikuti dengan distribusi personil dan peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana termasuk Alutsista ( alat utama sistem senjata) akan semakin meneguhkan stabilitas keamanan daerah.


Kiranya kodam XIII Merdeka dibawah kepemimpinan Pangdam Mayjen TNI Ganip Warsito SE MM dapat bersinergi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Sulut demi capain pembagunan yang semakin progresif dari waktu ke waktu.

Akhirnya  selamat bertugas dan bergabung menjadi bagian dari masyarakat Bumi Nyiur Melambai tutup Gubernur.


Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono meresmikan Kodam XIII Merdeka

Dihadiri PangKostrad Letjen TNI Eddy Rahmayadi, Komandan Kodiklat AD Letjen TNI Agus Kriswanto, Sesepuh TNI AD diantaranya Wakil Ketua MPR RI, Letjen (Purn) EE Mangindaan, Mantan Pangdam Cenderawasi Mayjen (Purn) Albert Ingkiriwang,  Para Perwira Tinggi Mabes AD, Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti. Para Jenderal TNI asal Kawanua-Sulut, Pejabat Tinggi di lingkup TNI / Polri,  Forkopimda Sulut, Bupati/ Walikota se Sulut , pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat. ( Humas Pemprov Sulut).

DWP Sulut Gelar Pap Smear Gratis

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulut di bawah Kepemimpinan Dra Ivone Silangen-Lombok menggelar pemeriksaan Pap Smear Gratis bagi Anggota DWP Sulut dan ASN Perempuan di Lingkungan Pemprov Sulut. Hal ini disampaikan Lombok saat sosialisasi pemeriksaan Pap Smear Gratis di Ruang CJ. Rantung, Selasa (20/12).
Acara ini terselenggara atas kerja sama DWP Sulut dan BPJS Kesehatan Sulut. Adapun pemeriksaan akan dilaksanakan mulai hari ini hingga kamis 22 Desember 2016.
Sementara itu terkait pelaksanaan kegiatan ini Lombok mengharapkan agar seluruh anggota DWP Prov Sulut dan Perempuan di Lingkungan Pemprov Sulut memanfaatkan momen langka seperti ini dengan sabaik-baiknya "Mari kita tumbuhkan kesadaran diri terhadap pentingnya kesehatan tubuh kita, tak perlu ragu melakulan pap smear" tandasnya.

Senin, 19 Desember 2016

Pemprov Matangkan Persiapan Natal Nasional.

Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Edwin H Silangen SE MS memimpin rapat persiapkan Natal Nasional yang akan dilaksanakan di gedung Wale NeTou  Tondano tanggal 27 desember 2016 bertempat di Ruang rapat Tumbelaka senin (19/12) kemarin.

Gerak cepat langsung dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mempersiapkan Acara Natal  dan rencana  kedatangan bapak Presiden RI Ir Joko Widodo.

Silangen mengatakan agar pemerintah kabupaten /kota serta masyarakat untuk ikut serta mensukseskan iven Nasional ini , diharapkan untuk menjaga stabilitas keamanan dan menjaga kekompakan demi sukses acara ini

Yang hadir dalam rapat para Asisten dan Pejabat Eselon 2 dilingkup Pemprov Sulut dan Asisten 1  Pemerintah Kabupaten Minahasa  ( Humas Pemprov Sulut)

Ratusan Lansia Terima Bantuan UEP

Ratusan  lanjut usia (Lansia) belum lama ini menerima bantuan UEP dengan total Rp 150 juta.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Sulawesi Utara, dr Lisye Grace Punuh MKes ketika  memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di aula Dinsos Sulut.
Dijelaskan Punuh bahwa ratusan  lansia yang tersebar di kabupaten / kota menerima bantuan dana melalui lembaga kesejahteraan sosial lanjut usia.
Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Utara ini menguraikan bahwa program bantuan tersebut untuk meringankan beban para fakir miskin dan kelanjutannya untuk bisa memberikan manfaat agar mengangkat perekonomian.
Dan seiring dengan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan  (ODSK), Punuh menandaskan bahwa dengan memberikan bantuan diharapkan ada penguatan modal usaha untuk kegiatan usaha ekonomi produktif yang berdampak pada kemampuan meningkatkan ketersediaan pangan bagi rumah tangga rawan pangan/miskin sebagai kelompok sasaran/binaan pedesaan dan perkotaan.

Sulut Hebat, Rp. 20000 Resmi Beredar Bergambar GSSJ Sam Ratulangi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 (sebelas) pecahan uang Rupiah Desain Baru Tahun Emisi (TE) 2016, di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (19/12) pagi. Peresmian ini sekaligus menandai mulai berlakunya sebelas pecahan uang tersebut di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, mencintai rupiah adalah salah satu wujud kecintaan kita kepada kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia. “Setiap lembar rupiah adalah wujud kedaulatan kita sebagai negara, bahwa kita tidak bertransaksi dengan mata uang negara lain. Setiap lembar rupiah adalah bukti kemandirian Indonesia, kemandirian ekonomi kita di tengah ekonomi dunia,” ujarnya.

Mengenai ditampilkannya gambar pahlawan nasional, tari nusantara, dan pemandangan alam Indonesia dalam setiap lembar rupiah, menurut Presiden, hal itu sebagai wujud kecintaan budaya dan karakteristik bangsa Indonesia.

Karena itu, Presiden Jokowi mengajak setiap insan di tanah air untuk terus mencintai rupiah dengan cara-cara yang nyata. Selalu menggunakan rupiah untuk setiap transaksi keuangan di dalam negeri, dan menyimpan tabungan dalam bentuk rupiah.

“Saya rasa penting, saya sampaikan bahwa kalau kita cinta rupiah, maka kita tidak membuat dan menyebar gosip-gosip aneh dan kabar-kabar bohong tentang rupiah. Karena menghina rupiah sama saja dengan menghina Indonesia. Ingat bahwa rupiah tidak akan diganti dan tidak akan tergantikan,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menginstruksikan agar unsur pengaman pada uang rupiah perlu terus diperkuat untuk menghindari pemalsuan. Ia meminta agar teknologi pengamanan yang digunakan negara, jangan sampai kalah dengan para pemalsu rupiah.

“Saya juga minta diperhatikan benar-benar tentang ketersediaan rupiah di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di daerah-daerah terdepan, di daerah-daerah terpencil, di beranda Indonesia. Gencarkanlah ketersediaan dan semangat penggunaan rupiah di seluruh daerah,” seru Presiden.

Presiden juga menekankan, bahwa karena rupiah itu adalah ciri khas, identitas Indonesia, maka ia mengajak semua warga Indonesia untuk menjaga martabat dan kedaulatan rupiah negara di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di seluruh dunia.

Sementara Itu Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw yang mengikuti acara tersebut menyatakan rasa bangga dan terima kasih kepada Presiden RI, karena gambar salah satu pahlawan Sulawesi Utara DR GSSJ Samratulangi hadir menghiasi uang Rp. 20000. Hal itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap jasa Samratulangi dalam membangun Sulut serta Indonesia, semua masyarakat harus bersyukur pahlawan Sulut mendapat penghargaan dari pemerintah.(humas provinsi sulut)

Serahkan Penghargaan Kepegawaian Silangen Harapkan SKPD Terus Berinovasi Tingkatkan Pelayanan

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Edwin H Silangen SE MS mengaharapkan Badan Kepegawaian Daerah baik di Provinsi Maupun Kabupaten Kota untuk meningkatkan pelayanan. Harapan ini disampaikan Silangen saat menyerahkan Penghargaan Kepegawaian Award Tahun 2016 di ruang CJ Rantung, Senin(19/12).
Lebih lanjut dikatakan Silangen agenda strategis dengan aroma kompetisi seperti ini merupakan stimulan yang sangat efektif dan tepat sasaran bagi setiap SKPD dan BKD Kabupaten/Kota, untuk dapat meningkatkan kualitas kerja dan pelayanannya melalui inovasi-inovasi layanan kepegawaian yang konstruktif, sehingga secara akumulatif tidak saja berimbas pada berubahnya budaya dan sistem kerja ke arah yang semakin baik namun akan bermuara pada pencapaian derajat kesejahtraan daerah yang setinggi-tingginya.
Selain itu Silangen juga menyampaikan bagi SKPD dan Kabupaten/kota yang belum mampu menorehkan hasil terbaik hendaknya terus bekerja keras, jadikan kegagalan sebagai pelecut untuk prestasi di tahun-tahun yang akan datang, serta terus hasilkan inovasi layanan yang lebih baik lagi bagi kemajuan kita bersama.
Adapun Pemenang penghargaan Kepegawaian Award berturut-turut terbaik I, II dan III adalah,  Kategori Pengembangan Kompetensi Aparatur Kab. Bolmut, Kab. Minahasa dan Kab. Bolmong dan untuk SKPD Pemprov Dinas Kesehatan, BPK & BMD dan RSJ Prof DR VL Ratumbuysang. Kategori pelayanan kenaikan pangkat Kab. Bolmong, Kota Kotamobagu dan Kota Bitung, SKPD Pemprov Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Kehutanan dan Dinaa Kesehatan. Kategori Pelayanan Pensiun Kota Manado, Kab. Minahasa dan Kab Bolsel, SKPD Pemprov Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan dan Dinas Kehutanan. Kategori Pembinaan Disiplin Aparatur, Kota Bitung, Kab. Minsel, Kab. Bolsel, SKPD Pemprov Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi, Badan Ketahanan Pangan dan Biro Hukum Setda Prov. Sulut. Kategori Badan Kepegawaian Daerah Terbaik Kota Tomohon, Kab. Kep. Talaud dan Kab. Boltim. dan Kategori Pengelolaan Kepegawaian Terbaik SKPD Pemprov Sulut Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan dan Dinas Pendapatan Daerah.
(Humas Pemprov Sulut)