Kamis, 09 Maret 2017

Kendalikan Inflasi TPID Akan Lakukan Operasi Pasar

Tim Pengendali Inflasi  Daerah ( TPID ) dibawah pimpinan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara  Edwin Silangen SE MS dengan Tim Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rudy Mokoginta, Kepala Bulog Sulut Taufan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jenny Karouw, Deputi Direktur Buwono Budisantoro ,Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Fransiskus Manumpil  dan kepala Statistik Sulut Edy langsung sigap   turun  untuk melakukan Sidak ( inspeksi mendadak ) melihat langsung  komoditi  Cabai ( Rica )  dan Tomat di Pasar Bersehati Manado dengan harga yang melambung tinggi, kamis.(09/03) kemarin

Kami melakukan Sidak pasar melihat langsung kalau memang harga Rica melambung tinggi , kata Rudy Mokoginta

Dengan dilakukan Sidak untuk memantau harga rica dan tomat  yang saat ini cukup memberatkan masyarakat.  ," ungkapnya.

Menurut Pak Haris salah satu pedagang pengumpul di pasar bersehati kami beli  rica dari petani di Gorontalo dan Bolsel dengan  harga Rp 100 ribu sampai 105 ribu dan dijual kepada masyarakat sebesar Rp 120 ribu perkilo.

Khusus kebutuhan Pasar Bersehati perhari sebanyak 3 sampai 5 ton dan Tomat 8 ( delapan) sampai dengan 10 ( sepuluh ) ton ini  juga di pasarkan sampai  ke Sangihe, Talaud dan Sitaro, kata Haris

Kami beli rica dari Gorontalo dan Bolsel karena  bisa tahan sampai 5 (lima)  sampai 6 (enam) hari kalau yang  dari Minahasa dan Tomohon hanya bertahan 2 (dua) hari sudah mulai busuk dan untuk tomat diambil dari palu dan Langowan, katanya

Kadis Perindak Jenny Karouw menambahkan yang penting komoditi ini ada di pasaran penyebaranya merata sampai antar pulau karena rica sangat penting dan memiliki kontribusi penting untuk inflasi.
Selama ini pasokan  rica di Sulut berasal dari  Bolaang Mangondow Selatan dan Gorontalo dan sebagian Minahasa naiknya harga di Manado, karena sebagian komoditas tersebut dijual ke Jawa maupun Kalimantan. "Namun kami telah meminta kepada distributor sebelum dijual keluar Sulut harus penuhi terlebih dahulu stok yang ada," katanya.

Kepala Biro Perekonomian dan SDA Fransiskus Manumpil menambahkan sesuai dengan himbauan bapak Gubernur diharapkan kepada masyarakat untuk menanam  Bawang , rica tomat ( Barito) di pakarangan agar keperluan dapur masyarakat  bisa di penuhi.
Dan Sidak ini akan terus dilakukan untuk memantau harga  kebutuhan pokok masyarakat ,.selain di Pasar Bersehati pihaknya akan melakukan Sidak di berbagai kabupaten/kota jika di daerah tersebut harga satu di antara bumbu dapur tersebut melonjak naik. "Kami siap melakukan .sidak diberbagai tempat untuk memantau harga rica dan kebutuhan pokok lainnya," ungkap Manumpil

Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Sulut, Buwono.Budisantoro mengungkapkan akan terus meningkatkan peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga harga komoditas strategis dapat terkendali dengan baik.
( DWM )
( Humas Pemprov Sulut )

Promosi Pariwisata, Sulut Manfaatkan Medsos

Promosi pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) melalui berbagai media sosial (medsos) dapat mendorong industri pariwisata Sulut memasuki strategi pemasaran wisata secara digital.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terus memaksimalkan pemanfaatan medsos untuk mempromosikan pariwisata secara lebih luas. Hal itu terungkap dalam  Kegiatan Pengembangan Pariwisata Sulawesi utara mengenai sosialisasi Facebook yang diadakan Dinas Pariwisata di Hotel Mercure, Kamis (9/3/2017) siang.

Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw mengatakan, pihaknya memaksimalkan peran medsos seperti facebook untuk memperbarui informasi-informasi pariwisata. "Sulut harus mengenalkan keunggulan yang berbeda dari daerah lain. Hal ini yang akan disebarluaskan melalui media sosial," katanya.

Steven menilai selain memiliki nilai jual di bidang kuliner, budaya dan peninggalan sejarah, Sulut memiliki keunggulan dalam pemandangan alam seperti di objek wisata Danau Tondano, Gunung Lokon dan lainnya.

Promosi keunggulan wisata Sulut itu akan diikuti dengan pembenahan infrastruktur pendukung serta sumber daya manusia yang terlibat interaksi langsung dengan para wisatawan seperti pengelola objek wisata.

"Pemerintah berkomitmen pembenahan terus dilakukan untuk pengembangan pariwisata dan kenyamanan pengunjung. Pariwisata itu yang penting bagaimana membuat tamu yang berkunjung betah dan datang berulang kali," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang mengatakan pengembangan pariwisata melalui promosi untuk menarik minat wisatawan akan terus dilakukan karena menjadi bagian penting sekarang ini. "Apalagi tujuan wisata di daerah sangat banyak, jadi butuh sosialisasi maksimal," katanya.

Diketahui, Sulut meraih catatan impresif atau mengesankan di sektor pariwisata pada penghujung 2016 lalu. Sepanjang 2016, jumlah kunjungan turis asing mencapai 48.288 orang. Sementara itu, kunjungan turis domestik sepanjang tahun lalu tercatat 1,48 juta atau tumbuh 38,64%.

Tercatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Sulut melalui Bandara Sam Ratulangi pada November hingga Desember 2016 tercatat 4.270 orang. Jumlah ini meningkat 229,22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.428 orang.

Hal itu menyusul dibukanya penerbangan langsung dari sejumlah kota di Tiongkok ke Manado sejak awal Juli 2016. Rute penerbangan potensial ini kemudian mendorong peningkatan jumlah wisman ke Indonesia melalui Manado.

Data menyebutkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui Manado hingga November 2016 mencapai 36.804 orang dan pada Desember 2016 lebih dari 40.000 orang.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Sulut Johny Lieke dan pelaku pariwisata lainnya. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Promosi Pariwisata, Sulut Manfaatkan Medsos

Promosi pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) melalui berbagai media sosial (medsos) dapat mendorong industri pariwisata Sulut memasuki strategi pemasaran wisata secara digital.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terus memaksimalkan pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan pariwisata secara lebih luas. Hal itu terungkap dalam  Kegiatan Pengembangan Pariwisata Sulawesi utara mengenai sosialisasi Facebook yang diadakan Dinas Pariwisata di Hotel Mercure, Kamis (9/3/2017) siang.

Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw mengatakan, pihaknya memaksimalkan peran medsos seperti facebook untuk memperbarui informasi-informasi pariwisata. "Sulut harus mengenalkan keunggulan yang berbeda dari daerah lain. Hal ini yang akan disebarluaskan melalui media sosial," katanya.

Steven menilai selain memiliki nilai jual di bidang kuliner, budaya dan peninggalan sejarah, Sulut memiliki keunggulan dalam pemandangan alam seperti di objek wisata Danau Tondano, Danau Lokon dan lainnya.

Promosi keunggulan wisata Sulut itu akan diikuti dengan pembenahan infrastruktur pendukung serta sumber daya manusia yang terlibat interaksi langsung dengan para wisatawan seperti pengelola objek wisata.

"Pemerintah berkomitmen pembenahan terus dilakukan untuk pengembangan pariwisata dan kenyamanan pengunjung. Pariwisata itu yang penting bagaimana membuat tamu yang berkunjung betah dan datang berulang kali," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang mengatakan pengembangan pariwisata melalui promosi untuk menarik minat wisatawan akan terus dilakukan karena menjadi bagian penting sekarang ini. "Apalagi tujuan wisata di daerah sangat banyak, jadi butuh sosialisasi maksimal," katanya.

Diketahui, Sulut meraih catatan impresif atau mengesankan di sektor pariwisata pada penghujung 2016 lalu. Tercatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Sulut melalui Bandara Sam Ratulangi pada November hingga Desember 2016 tercatat 4.270 orang. Jumlah ini meningkat 229,22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.428 orang.

Hal itu menyusul dibukanya penerbangan langsung dari sejumlah kota di Tiongkok ke Manado sejak awal Juli 2016. Rute penerbangan potensial ini kemudian mendorong peningkatan jumlah wisman ke Indonesia melalui Manado.

Data menyebutkan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia melalui Manado hingga November 2016 mencapai 36.804 orang dan pada Desember 2016 lebih dari 40.000 orang.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) Sulut Johny Lieke dan pelaku pariwisata lainnya. (Ber'S) (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 08 Maret 2017

YJI Support Anak KK Penderita Sakit Jantung berobat ke Jakarta

    Beberapa agenda dan program  penting dan strategis dari Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Sulut dibahas pada rapat rutin yang digelar di Gedung PIKAT Manado Rabu (08/03) kemarin petang. Salah satu yang menjadi pokok pembahasan soal rencana pemberian bantuan pada anak penderita jantung. "Ada anak penderita jantung di Kota Kotamobagu (KK) yang akan dibantu oleh yayasan kami untuk berobat di Jakarta dalam waktu dekat ini," ungkap Ketua YJI Sulut dr Kartika Devi Tanos MARS usai memimpin rapat kemarin.
Lanjut istri tercinta Wagub Drs Steven OE Kandouw, pada rapat ini juga membahas agenda setahun YJI Sulut. "Termasuk rencana pelaksanaan studi penelitian tentang penderita jantung koroner dan deteksi dini,  di Sulut, yang selama ini belum pernah dilakukan," terang dokter Devi. "Sementara, kegiatan yang terdekat  adalah pada pertengahan Maret ini akan dilaksanakan sosialisasi senam jantung sehat bersama di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM,red) Unsrat," tutup Plt Karo Kesra Pemprov Sulut ini.
Dekan FKM Unsrat Prof dr Grace Kandou menambahkan kegiatan dalam rangkaian Dies Natalis FKM Unsrat ini sekaligus akan dilaksanakan peresmian gedung dan senam sehat. "Untuk senam jantung sehat akan menjadi kegiatan rutin setiap pekan," kata Profesor Grace yang juga pengurus YJI Sulut itu. (hms/irs)

Selain KEK Bitung, Sulut tatap KEK Pariwisata Minut.


Sulawesi Utara akan miliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)Area Pariwisata Beragam di Kabupaten Minahasa Utara Ujar Wagub Drs Steven OE Kandouw saat memimpin Rapat bersama Sekprov Sulut Edwin Silangen MM, dan Minahasa Permai Resort Development (MPRD) selaku jajaran Managemen Pengembang.Di Ruang Rapat F.J. Tumbelaka Kantor Gubernur Rabu (08/03) kemarin.

Dalam pertemuan ini, MPRD yang bekerja sama dengan Sintesa Group memaparkan rencananya untuk mengembangkan Pariwisata daerah, yang terlebih dahulu telah memiliki lahan dan akan menanggung biaya pembangunan area yang berlokasi Di Pantai/Tanjung Pulisan, memiliki area lahan berkisar 900 hektar, Sintesa Group akan membangun sejumlah fasilitas seperti :  Hotel, Resort, Commercial area, Watersports, Private Villa, Danau buatan dan wahana game Water.Termasuk  Kawasan Marina dan Dermaga tempat berlabuhnya Cruise Ship/Kapal Pesiar yang diyakini akan menarik wisatawan, Dan menjadi pesona wisata Baru.

Wagub mengatakan dalam hal ini bahwa Pemprov Sulut menyambut baik rencana investasi Dan Kerjasama dengan MPRD serta sintesa Group. "Dengan perencanaan yang baik, ini akan diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata" Ujar Kandouw.
Bahkan Kandouw mengatakan, bahwa sebelumnya hal ini telah didukung oleh President Jokowi, sehingga tentunya Pemprov akan langsung action dalam merealisasikan hal ini. Ujar Kandouw.

"Dampak ekonomi tidak usah diragukan lagi, PAD daerah, Lapangan Kerja, Dan daya tarik wisata Marina tentu  akan memberikan kontribusi positif bagi laju pertumbuhan ekonomi." Ujar Wagub. 

Rencana Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata ini juga tentu harus bekerjasama dan sinergi dengan kabupaten, agar bisa lebih cepat dan optimal, Imbuh Kandouw.
Senada dengan itu, Bupati Minahasa Utara Vonny Anneke Panambunan yang turut hadir pada rapat kali ini mengatakan bahwa Pemkab Minut setuju  Dan mendukung penuh realisasi
MPRD Minahasa Permai Resort Development. "Kami setuju, Dan support 100 persen" Ujar Vonny.

Lebih lanjut Kandouw langsung menunjuk Asisten II Rudy Mokoginta untuk mengkordinir Gugus Tugas(Task Force)  yang akan memfasilitasi administrasi antara Pemprov Dan investor. " Bukan hanya Itu saja, status tanah akan langsung kita cek, Dan jalan menuju likupang akan segera dibangun sesuai dengan keinginan Pak Gubernur, jalan dengan luas 30m Dan waktu tempuh hanya 30menit dari Bandara Sam Ratulangi Manado. Ini bentuk komitmen kami, majukan pariwisata dengan membuka akses." Ujar Kandouw.
Menutup sambutanya, Kandouw mengaharapkan seluruh SKPD ikut berperan aktif Dan menjemput bola, agar Rencana ini dapat berjalan dengan optimal, Tutup Kandouw.(DyrP)
(Humas Pemprov Sulut)

Dondokambey Marathon Promosi Sulut ke Manca Negara

   Di sela-sela agenda kerja Gubernur Olly Dondokambey SE di Ibukota Jakarta, berkesempatan memenuhi undangan Breakfast/sarapan pagi di salah satu Hotel berbintang di Kawasan Senayan-Jakarta, sekaligus memanfatkan moment tersebut untuk bertukar informasi seputar Provinsi Sulut dengan Wakil Presiden Negara Republik Seychelles Mr Vincent Meriton didampingi MenkumHam RI Yasona Laoly dan Duta Besar RI di Seychelles Nico Barito, Rabu pagi, 08/03/17.
   Suasana hangat dan penuh keakraban tercipta manakalah Gubernur Sulut, sebagaimana dikutip Kabag Humas Pemprov Sulut Roy RL Saroinsong SH,  memaparkan peluang Investasi dan potensi Kepawisataan  Bumi Nyiur Melambai Sulut yang saat ini gencar dan intens oleh pihak Pemprov Sulut untuk menjadikan sebagai salah satu Prime Mover atau Penggerak Utama dan salah satu Sektor Unggulan,  untuk nantinya dapat menjalin kerjasama dengan Wapres Republik Seychelles yang merupakan sebuah Negara Kepulauan di Samudera Hindia yang mencakup 115 Pulau, dan berada di sebelah Timur daratan Afrika, sebelah Timur Laut Madagaskar.
  Seperti diketahui Negara Republik Seychelles merupakan salah satu tujuan Destinasi Wisata dan mengandalkan Sektor Pariwisata dan Kelautan dan uniknya para pekerja asal Indonesia banyak bekerja di  bidang Perhotelan di Negara tersebut.
   Dikesempatan yang sama pula Gubernur Olly Dondokambey SE berkenan mendampingi Presiden RI Ke-5 DR (HC) Hj Megawati Soekarno Putri, di kediaman pribadi  Jalan Teuku Umar-Menteng Jakarta, dalam kunjungan dan lawatan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma. Yang juga turut dihadiri  Calon Gubernur/Wagub DKI Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.(R2LS)
  Demikian Kabag Humas Pemprov Sulut selaku Juru Bicara memberitakan.

Perjuangkan Hak Kaum Perempuan, Adriana Dondokambey Pimpin KPP Sulut

Srikandi PDI Perjuangan Adriana Dondokambey dipercaya pimpin Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Sulawesi Utara. Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulut ini dilantik menjadi Ketua KPP Sulut oleh Ketua Presidium Nasional KPP RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas di Gedung DPRD Sulut, Rabu (8/3/2017) siang.

Gusti Kanjeng Ratu Hemas yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini saat pelantikan berharap KPP dapat berperan aktif menyuarakan kepentingan perempuan di segala bidang serta memperjuangkan hak-haknya, mengingat perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan daerah dan nasional.

"Saya mengharapkan kepengurusan Kaukus Perempuan Parlemen dapat bersatu dan bergandengan tangan untuk melaksanakan program kerja terutama memperjuangkan hak-hak kaum perempuan," harapnya.

Gubernur Olly Dondokambey, SE yang diwakili Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS mendukung kepengurusan KPP Sulut yang baru. Gubernur meminta KPP Sulut peka terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat. "Bangun kerjasama yang kuat antar pengurus dan tetap bepedoman pada kepentingan masyarakat luas," paparnya.

Olly juga menyebutkan tingginya tingkat partisipasi perempuan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah di Sulut "Tercatat eselon II sebanyak 21 persen, eselon III sebanyak 36 persen dan eselon IV sebanyak 44 persen," katanya.

Senada dengan itu, Ketua KPP Sulut yang baru Adriana Dondokambey menegaskan akan memperjuangkan dan melindungi hak-hak kaum perempuan di Sulut

"Kami akan berusaha memperjuangkan harapan dan keinginan semua pihak, terutama melindungi hak-hak kaum perempuan di Sulut," katanya.

Adapun pengurus KPP Sulut diantaranya Netty Agnes Pantouw (Partai Demokrat) dan Inggrid Sondakh (Partai Golkar).

Pelantikan Ketua KPP Sulut turut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan jajaran muspida lainnya. (Ber'S) (Humas Pemprov Sulut)