Sabtu, 22 April 2017

Gubernur Olly : STQ Mampu Perkuat Iman dan Taqwa Umat Muslim di Sulut

Pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan umat muslim di Sulawesi Utara.

Hal itu dikatakan Gubernur Olly Dondokambey, SE saat membuka kegiatan STQ XXIV Tingkat Provinsi Sulut di Asrama Haji Tuminting Manado, Jumat (21/4/2017) malam.

"STQ Tingkat Provinsi ini menjadi sarana untuk memperkuat jalinan silaturahmi, persaudaraan serta iman dan taqwa diantara umat muslim yang ada di Sulawesi Utara," katanya.

Pentingnya jalinan persaudaraan yang rukun itu dikatakan Gubernur Olly, karena mampu mempengaruhi pembangunan daerah. "Ini adalah garansi dalam dinamika kehidupan bermasyarakat serta mempengaruhi pelaksanaan pembangunan. Tanpa kehidupan yang rukun dan damai, visi pembangunan akan mustahil dicapai secara optimal," tegasnya.

Lebih lanjut, Olly berharap kegiatan seleksi yang bertema Tingkatkan Implementasi Nilai-Nilai Al-Qur'an Dalam Membangun Kebersamaan Untuk Sulut Hebat itu juga dapat meningkatkan pola pikir dan membudayakan kebiasaan umat muslim Sulut untuk gemar membaca Al-Qur'an. "Umat muslim di Sulut dapat lebih gemar membaca Al-Qur'an serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya," imbuhnya.

Hal senada disampaikan ketua panitia seleksi yang juga anggota DPRD Sulut H. Ayub Ali Albugis, SE. Albugis berharap STQ berdampak pada meningkatnya semangat warga muslim di Sulut membaca Al-Qur'an. "Ini sebagai motivasi untuk membaca Al-Qur'an bagi seluruh masyarakat muslim di Sulut," tegasnya.

Terkait jumlah peserta dan pendamping dalam kegiatan STQ, Albugis menyebut jumlah keduanya mencapai ratusan orang. "Total semuanya ada 127 orang. Terdiri dari 97 peserta dan 30 pendamping," tandasnya.

Menariknya, acara STQ itu juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Sulut periode 2016-2021 oleh Gubernur Olly. Adapun yang dilantik sebagai Ketua LPTQ Sulut adalah Bupati Bolaang Mongondow Selatan H. Herson Mayulu, SIP.

Adapun kegiatan STQ turut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Wakapolda Brigjen Pol. Drs. Refdi Andri, MSi, Sekdaprov Edwin H. Silangen, SE, M.Si, Asisten II Rudi Mokoginta, SE, M.TP, Kepala Biro Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik dr Bahagia Mokoagow, Plt Karo Umum Clay June Dondokambey, S.STP, Kepala Kantor Wilayah Agama Sulut Drs. H. Suleman, M.Pd, dan pejabat lainnya. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Membuka Acara Paskah Nasional 2017.


Selamat Paskah bagi kita sekalian yang merayakannya, semoga makna paskah dapat membangkitkan semangat kita kembali untuk hidup dalam cinta kasih dan perdamaian dengan semua orang, guna memampukan kita memberikan karya terbaik di berbagai aspek kehidupan dalam membangun daerah dan bangsa tercinta.
Hal ini dikatakan Gubernur Sulawesi Utara  Olly Dondokambey SE  pada acara Pembukaan Paskah  Nasional 2017 di Grand Kawanua International City Jumat ( 21/04/) kemarin.


" Selamat datang kepada peserta dari dalam maupun luar negeri yang sudah menempuh perjalanan yang panjang  sehingga dapat kita dipertemukan di Bumi   Nyiur Melambai Provinsi Sulut ini"
Lebih lanjut Gubernur mengatakan Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi kepulauan di Indonesia yang terdiri 287 pulau 59 yang berpenghuni dan 228 belum berpenghuni dan secara geografis berada di kawasan perbatasan negara di mana 2 pulau yakni Miangas dan Marore berhadapan langsung dengan negara Filipina.
Masyarakat Sulut saat ini berjumlah kurang lebih 2,6 juta jiwa yang tersebar di 15 daerah otonom dan memiliki latar belakang puluhan etnis dan sub etnis serta beragam agama dan budaya, berdasarkan data BPS tahun 2016 penduduk yang beragama Islam berjumlah 797, 2 ribu jiwa Kristen Protestan 1,7 juta jiwa , Katolik 167, ribu jiwa, Hindu 26, 2 ribu jiwa, Budha 24,7 ribu jiwa dan khonghucu 718 jiwa, dengan jumlah Mesjid 1.107 unit, Gereja sebanyak 4.760 unit, Pura 31 unit, Vihara 31 unit, dan Litang 3 unit, jelas Gubernur.
Dengan karekteristik dan letak geografis serta keberagaman demikian masyarakat Sulut mampu hidup harmonis karena terikat tali persaudaraan yang rukun dan potensi kekayaan alam di dikaruniakan Tuhan. Hal ini mampu tercipta karena masyarakat di daerah ini hidup diatas falsafah Si Tou Timou Tumou Tou artinya Manusia Hidup  Memanusiakan Manusia lain, kata Gubernur.
Terkait dengan itulah, dipilih dan ditetapkannya daerah  yang kami cintai ini sebagai tuan rumah Paskah Nasional dan Pekan Kerukunan 2017 dengan berbagai kegiatannya, semakin menegaskan eksistensi daerah ini sebagai barometer kerukunan umat beragama , serta sebagai daerah yang senantiasa siap menopang program pembangunan bangsa, dengan event nasional ini akan membuat sulawesi utara makin dikenal dan juga akan memberikan dampak positif bagi pembangunan utamanya sektor pariwisata.
Untuk itu  mari kita sukseskan momentum ini dengan bersama -sama berperan aktif sesuai dengan tanggung jawab yang diemban sebagaimana tema yang diusung , serta semangat dan semboyan masyarakat Sulawesi Utara " Torang  Samua Ciptaan Tuhan", tutup Gubernur


Selanjutnya Ketua  Umum Panitia Paskah Nasional  2017 Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw mengatakan perayaan paskah semoga dapat mempersatukan kita dari semua perbedaan.

Ketua Umum Lembaga Paskah Nasional Pdt Dr Shephard Supit S,Th mengatakan sudah 13 kali saya mengikuti paskah Nasional baru sekarang ini diadakan perjamuan bersama ini merupakan langkah maju untuk menuju persatuan.

Ketua Umum Gereja Persekutuan Gereja Indonesia Pdt Dr Henriette T.H Lebang - Hutabarat , STh yang menjadi khadim dalam khotbahnya mengatakan kita harus saling mengampuni sebagaimana Kristus lakukan kepada semua orang.
Dengan Roh Allah,  kasih dan keadilan akan bertemu.
Turut hadir  Dewan Gereja Sedunia  WCC Staff Member Pdt Dr Ester Pujo Widiasih, Ketua TP-PKK Sulut Rita Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP-PKK Sulut  Devi Kandouw - Tanos,  Forkopimda Sulut, Sekretaris Daerah Edwin Silangen, Para Delegasi dari Luar Negeri, Pejabat di lingkup Pemprov Sulut Para Bupati/Walikota , Pelayan Tuhan,Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.
( Humas Pemprov Sulut

Kamis, 20 April 2017

30 Menit Presentasi Proyek Perubahan Diklat PIM IV, Mario Wuisan Sebut Pentingnya Pola Produksi Berita Pemprov Sulut

Begitu banyak peristiwa yang terjadi dalam seharinya, namun tidak mungkin semua peristiwa tersebut dapat diberitakan. Hal itu pula yang mendasari Kepala Sub Bagian Publikasi Mario Wuisan, S.Sos membuat laporan rancangan proyek perubahan diklat PIM IV dengan judul Optimalisasi Pola Produksi Berita Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam ujian yang digelar di Gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan, Kamis (20/4/2017) siang, Mario dapat memaparkan laporan secara meyakinkan selama 30 menit dihadapan Dr. Fernandus Taroh, Msi selaku penguji laporan.

Mario mengatakan bahwa optimalnya pola produksi berita di lingkungan Pemprov. Sulut erat kaitannya dengan penulisan berita yang nantinya diolah oleh tim redaksi bagian komunikasi publik. "Pola produksi berita akan maksimal jika informasi di Pemprov Sulut dapat diolah oleh bagian komunikasi publik," tegasnya.

Lebih lanjut, Mario menyentil tentang peranan dapur redaksi untuk mengelola setiap informasi yang didapatkan sebelum disajikan dalam bentuk berita dan dibaca masyarakat Sulut. "Dalam dapur redaksi berita nantinya akan ditentukan informasi apa yang dibutuhkan masyarakat," imbuhnya.

Meskipun demikian, Mario yang dibimbing pelatih Rheinhard Parengkuan, SH, MH ini menjelaskan pentingnya keputusan rapat tim redaksi sebelum berita diterbitkan sehingga tepat sasaran. "Ini sedikit banyak ditentukan oleh apa yang disebut dengan kebijakan redaksional (satu dengan yang lainnya berbeda). Setiap berita yang ditayangkan merupakan hasil dari keputusan rapat redaksi," ungkap pria kelahiran Maumbi ini. 

Adapun proyek perubahan adalah salah satu kegiatan pembelajaran pada diklat kepemimpinan pola baru untuk mewujudkan dan menerapkan kompetensi kepemimpinan yang telah dimiliki sesuai tingkat eseloneringnya.

Proyek perubahan adalah kegiatan pembelajaran dimana sebagian besar waktunya non klasikal untuk melakukan terobosan/inovasi di lingkungan instansinya guna meningkatkan kinerja organisasi. Kompetensi yang ingin dibangun pada diklat kepemimpinan TK. IV pola baru adalah membentuk sosok pemimpin operasional yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam menyusun perencanaan kegiatan instansi sesuai dengan tanggungjawabnya. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Pola Pemberitaan Humas Pemprov lebih dioptimalkan

Tuntutan perkembangan jaman terhadap kecepatan arus informasi menuntut pihak pemerintah Provinsi Sulut untuk bergerak cepat dalam menginformasikan segala pencapaian kinerja yang dikerjakan.

Menunjang hal tersebut bagian publikasi, pengumpulan dan penyaringan informasi pada biro Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik akan melakukan optimalisasi pola penulisan berita pemprov Sulut. Rencana optimalisasi pemberitaan ini dirancang oleh Kepala Sub Bagian Publikasi Mario Wuisan S.Sos dalam rancangan proyek perubahan diklat PIM IV yang dipresentasikan Kamis (20/4).

Adapun tujuan proyek ini dilaksanakan agar setiap produksi berita terpola dengan baik,  Penyampaian berita kepada masyarakat lebih efektif, efisien, dan profesional, berita pemprov yang dihasilkan memenuhi kaidah jurnalistik. Menunjang hal tersebut  maka dibentuklah Tim Redaksi Bagian Komunikasi Publik pemprov Sulut. Tim Redaksi Perlu diperlengkapi melalui pelatihan jurnalistik agar lebih paham dalam menulis setiap berita kegiatan Pemprov Sulut.

Penguji : DR. Fernandus Taroh, Msi

Coach : Rheinhard Parengkuan, SH, MH

 

Dukung Implementasi Nawacita di Sulut, Gubernur Olly : Optimalkan Penggunaan Dana Desa

Manfaat dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat penting untuk membangun desa di Sulawesi Utara. Apalagi hal itu untuk mewujudkan pencapaian sembilan agenda prioritas dari Presiden RI Joko Widodo yang lebih dikenal dengan nawacita.

Hal itu dikatakan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Plh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Daerah (DPM-DD) Drs. Roy H. Mewoh, DEA dalam kegiatan Rapat Pelaksanaan Survei Eksternal Wilayah III dan Sosialisasi Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 22 Tahun 2016 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa di Manado, Kamis (20/4/2017) siang.

"Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa adalah bagian dari nawacita," tegasnya.

Program nawacita itu dijelaskan gubernur dapat diimplementasikan dengan berbagai upaya strategis, salah satunya melalui pengalokasian dan penyaluran dana desa untuk 74.093 desa di Indonesia termasuk 1.508 desa yang ada di Sulut.

Diketahui, anggaran dana desa di Sulut di 2017 ini sebesar Rp. 1,161 triliun. Karena itu menurut Gubernur Olly harus dikelola seoptimal mungkin sesuai prioritas kebutuhan serta aturan yang berlaku.

"Agar penggunaan dana desa dapat optimal diperlukan pemahaman secara menyeluruh terkait aspek-aspek penting penggunaan dana desa, utamanya ketentuan atau aturan yang mengikat," ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Olly menjelaskan empat tujuan penggunaan dana desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu.

"Penggunaan dana desa bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan desa, memajukan perekonomian desa, mengatasi kesenjangan pembangunan antar desa serta memperkuat masyarakat desa sebagai subjek pembangunan," paparnya.

Di tempat yang sama Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi, Ph.D menjelaskan bahwa pembangunan keunggulan desa dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan dana desa.

"Dana desa harus diarahkan untuk membangun keunggulan desa. Kita dorong setiap desa harus punya keunggulan komparatif yang berbeda dengan desa lainnya," kata dia.

Dengan keunggulan tersebut, desa-desa akan memiliki daya tawar tersendiri. Hal itu menjadi prioritas yang harus dikawal. Selain itu, kata dia, program perekonomian desa harus dapat dilembagakan. Oleh karena itu, pihaknya mendorong pendirian BUMDes di masing-masing desa. "Gagasan ini harus dikawal untuk peningkatan perekonomian desa," ungkap dia.

Hal senada dikatakan Inspektur Jenderal Kemendes PDTT Drs. Sugito, M.Si. Sugito mengimbau seluruh kepala dan aparat desa untuk melakukan perencanaan penggunaan dana desa secara matang dan melibatkan warga. Dengan begitu, penggunaan dana desa dapat dioptimalkan untuk pengembangan desa.

"Dana desa ini aman, tapi harus jelas perencanaannya. Jangan sampai menimbulkan masalah hukum. Harus direncanakan dulu bersama warga desa," katanya.

Kegiatan itu turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Drs. H. Muklis, M.Si, para kepala desa dan camat dari kabupaten dan kota di Sulut. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 19 April 2017

Sekprov Silangen Mengajak Ibu Dharma Wanita Mendukung Tugas -Tugas Suami Sebagai ASN.



Peristiwa  bagi kita selaku umat yang percaya tentunya mempunyai makna yang sangat mendalam. Melalui paskah kita diajak untuk merefleksi dan merenungkan tentang arti sebuah pengorbanan Sang Juru Selamat dalam menebus umatnya di kayu salib serta makna kemenangan Sang Juru Selamat atas maut melalui kebangkitanNya dari antara orang mati.
Hal ini disampaikan Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen SE MS dalam acara ibadah paskah oikumene pengurus dan anggota Dharma Wanita  Persatuan ( DWP ) di aula Dharma Wanita Persatuan  di Bumi Beringin Manado Rabu ( 19/04/2017) kemarin.

Melalui penyaliban , kebangkitan serta kemenangan atas maut, Tuhan Yesus Kristus telah membuktikan keteguhan komitmen Allah terhadap keselamatan umat manusia.
Karena itu , maknailah pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, untuk meningkatkan etos kerja dalam mengemban tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita di berbagai bidang kehidupan, yang diikuti dengan semangat baru , motivasi baru dan oemberian diri dari tugas-tugas yang kita emban.
Saya mengajak segenap pengurus dan anggota Dharma Wanita untuk mau dan mampu meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki  dalam  menghadapi tuntutan dan tantangan serta dinamika perubahan dalam berbagai aspek kehidupan melalui pembinaan mental dan spritual anggota, agar menjadi manusia yang bertagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berkepribadian , serta berbudi pekerti yang luhur.

" kepada para ibu Dharma Wanita kiranya selalu mendukung pekerjaan suami  dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)".

Selain itu melalui momentum paskah ini segenap pengurus Dharma Wanita semakin meningkatkan pembinaan terhadap anggota dalam memperkukuh  rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan.dan pengetahuan , menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak serta meningkatkan kepedulian sosial ditengah masyarakat.
Untuk itu Saya atas nama Bapak Gubernur, Wakil Gubernur mengucapkan selamat Paskah Kepada kita sekalian , semoga Tuhan Yesus sang sumber berkat senantiasa memberkati kita dalam segala tugas dan pelayanan kita, tutup Silangen

Ibadah dipimpin oleh Pdt Talita Doodoh STh   dalam khotbahnya mengatakan , suasana Paskah ini mari kita menjadi wanita -wanita yang bangkit didalam Dia karena hati yang gembira adalah obat yang manjur untuk menjalani kehidupan ini.

Ucapan terima kasih oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulut Dra Ivonne Silangen - Lombok.
Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Mieke Pangkong, Kepala Biro Umum Clay Dondokambey, dan tamu undangan lainnya.


Polda & Pemprov Sulut Rapat Bersama Bahas Persiapan Keamanan Paskah Nasional

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulut dan sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi terkait persiapan kemananan paskah nasional di Aula Tribrata, Rabu (19/4/2017) siang.
  
Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Sulut Brigjen Pol. Drs. Refdi Andri, MSi mengatakan rapat koordinasi dilakukan untuk mematangkan rencana pengamanan sejumlah lokasi yang dipakai sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan paskah nasional dan pekan kerukunan yang berada di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa itu.

"Ada jaminan Sulawesi Utara itu aman mantap terkendali sebelum pelaksanaan paskah nasional, saat pelaksanaaan dan sesudahnya," tegasnya.

Wakapolda memastikan semua jajaran kepolisian hingga di wilayah tingkat terkecil bakal disiagakan. "Semua teknis pengamanan dimaksimalkan. Dari polsek hingga polres semuanya siap," imbuhnya.

Terkait pengamanan rute pawai yang digelar saat paskah nasional nanti, Brigjen Pol. Drs. Refdi Andri, MSi berharap rute yang disiapkan nantinya tidak menyulitkan masyarakat.

"Pengamanan rute menjadi perhatian. Masyarakat disekitar rute juga harus tahu maket rutenya. Jadi masyarakat yang ingin mengikuti ataupun tidak mengikuti kegiatan paskah nasional dapat terbantu untuk melewati jalan yang tepat," paparnya.

Diketahui, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dikabarkan bakal datang juga pada kegiatan paskah nasional tersebut. Hal itu juga menjadi perhatian pihak Polda Sulut. "Deteksi kami tajam. Polda Sulut pasti mengoptimalkan semua yang ada," katanya.

Hal senada disampaikan Sekdaprov Edwin Silangen, SE, M.Si. Sekdaprov mengatakan pemerintah daerah terus menyiapkan segala hal terkait pelaksanaan paskah nasional termasuk data registrasi peserta baik dari dalam maupun luar negeri yang diperlukan Polda Sulut untuk mempermudah pengamanan peserta. "Tempat registrasi peserta dari dalam dan luar negeri ada di beberapa tempat. Semuanya akan terdata dengan baik," ujarnya.

Selain itu, Sekdaprov juga memastikan pemerintah daerah akan memaksimalkan waktu persiapan menjelang pelaksanaan paskah nasional. "Kami juga akan melaksanakan lagi rapat internal agar semuanya berjalan lancar," imbuhnya.

Di tempat yang sama Pemerintah Kabupaten Minahasa yang diwakili Sekretaris Kabupaten Jeffry Korengkeng memastikan kesiapan Minahasa sebagai tuan rumah kegiatan religi itu. "Kami siap melaksanakan paskah nasional," tegasnya.

Adapun paskah nasional di Sulut ini sekaligus bertepatan dengan peringatan 500 tahun reformasi gereja. Hal ini juga menimbulkan harapan dapat dihasilkannya pemikiran dan kesadaran baru tentang misi gereja di Indonesia bahkan di dunia.

Semangat dan reformasi itu telah mencetuskan pemikiran kreatif ke dalam sejarah peradaban barat dan berakibat besar dalam pembaruan dunia yang sangat relevan dengan kehidupan yang berlaku baik dalam perubahan politik, sosial, ekonomi dan gerejawi.

Rapat tersebut turut dihadiri Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol. Drs. Kristino, Plt Karo Umum Clay June Dondokambey, S.STP, Kepala Biro Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik dr Bahagia Mokoagow, Kaban Kesbangpol  Evans Steven Liow, S.Sos, Kasat Pol PP  Dr. Edison Humiang, M.Si dan sejumlah pejabat lainnya. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)