Senin, 19 Juni 2017

Wagub Kandouw: Mahasiswa Adalah Tulang Punggung Pembangunan



Mahasiswa sebagai bagian dari pemuda tulang punggung dan generasi penerus pembangunan yang harus kita persiapkan sebaik mungkin agar mampu melanjutkan dab mewujudkan tujuan pembangunan bangsa dan negara.
Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw yang diwakili Assisten Pemerintahan dan Kesra  Jhon Palandung pada acara Penyerahan Beasiswa Cahaya Pintar oleh Lembaga Amal Zakat, Infaq dan Sedekah PT PLN ( Persero ) Wilayah Suluttenggo di Ruang  F.J Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut Senin (19 /06 ) Kemarin.
Untuk  mewujudkan tujuan tersebut tentu dibutuhkan peran serta dan kerja sama kita semua, stakeholder terkait baik pemerintah, perguruan tinggi, maupun badan usaha milik negara /daerah Kaloborasi yang baik dan berkelanjutan akan mampu menyiapkan generasi muda yang tangguh serta siap menghadapi tantangan pembangunan, katanya
Dalam konteks ini, saya menyambut positif dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan oleh PT PLN ( Persero ) Wilayah Suluttenggo melalui lembaga amal, zakat, infag dan sedekahh ( Lasis ) yang mampu berbagi dengan sesama yang kurang beruntung lewat pemberian beasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang berprestasi namun memiliki keterbatasan dalam membiayai biaya pendidikan,jelasnya.
Untuk itu, kepada para penerima beasiswa untuk terus giat belajar, pergunakan dan manfaatkan sebaik mungkin program ini sehingga benar-benar memberikan manfaat serta membuat perubahan yang nyata bagi masa depan mahasiswa sekalian, harapnya.
Dan saya menghimbau kepada kita semua, lebih khusus kepafa adik- adik  mahasiswa agar senantiasa terus memberikan dukungan bagi program pembangunan yang sedang dan akan dilakukan oleh pemerintah, melalui kontribusi pemikiran.ide dan gagasan guna mensolusikan berbagai hambatan dan tantangan prmbangunan daerah. Saya juga mengigatkan agar tetap bijak dalam menggunakan media sosial ( facebook, twitter,whatsapp), mari kita bersama -sama menjaga terciptanya stabilitas keamanan sehingga roda perekonomian tetap berjalan dengan baik guna terwujudnya Sulawesi Utara tang Berdikari dalam Ekonomi, Betdaulat dalam Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya, tutup Palandung.

Sebelumnya Kadiv Regional Sulawesi Dan Nusa Tenggara
Atas nama Direksi PT PLN (Persero) kami mengucapkan banyak terima kasih atas kesedian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang mendukung sejumlah Program yang dilakukan oleh PLN, baik itu terkait upaya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, maupun hingga ke sisi mendukung kegiatan pelayanan operasional kami di lapangan.
Perlu kami sampaikan sekilas mengenai Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) PLN, yang pada kesempatan kali ini menyalurkan bantuan berupa beasiswa kepada 50 mahasiswa yang ada di Sulawesi Utara dengan total nilai 300 juta rupiah. Ini merupakan program nasional dari LAZIS PLN yang menyalurkan bantuan pendidikan Beasiswa Cahaya Pintar sebesar Rp 40 miliar untuk mahasiswa dari berbagai program studi di 40 perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai penjuru Indonesia.
( Humas Pemprov Sulut )


Minggu, 18 Juni 2017

Wakili Gubernur, Senduk : Jemaat Harus Mencerminkan Prilaku Kristus




Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE  yang diwakili Kepala Badan Diklat Ir Jefry Senduk menghadiri  Hari Ulang Tahun ( HUT ) ke - 3 Jemaat GMIM Riedel Kembes dan HUT ke 186 Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen yang dilaksanakan di Gereja  GMIM Riedel Desa Kembes Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa kemarin Minggu (18/06 ) Kemarin

Sambutan Gubernur yang dibacakan  Jeffry Senduk mengatakan atas tuntunan Tuhan Yang Maha Kasih Jemaat GMIM Riedel kembes pada hari ini boleh memasuki lembaran baru di tahun yang ke- 3 dalam sejarah pelayanan untuk menunaikan tugas suci membangun. iman jemaat, mengiringi kebersamaan yang terangkai dalam momentum sukacita iman saat ini, maka atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta selaku pribadi dan keluarga saya mengucapkan selamat kepada kompenen Jemaat GMIM Riedel Kembes,  atas perayaan HUT jemaat ke-3  kiranya suka cita iman saat ini akan terus berkomitmen menjalankan kehendak Tuhan dan mempersembahkan karya pelayanan yang terbaik bagi Allah dan Jemaat.

Dalam rentang waktu tiga ( 3 ) tahun dalam pengembangan misi pelayanan bagi jemaat masih relatif singkat untuk mengukur sejauh mana keberhasilan dan kekurangannya tidak sedikit tantangan dan permasalahan yang di temui, karena semua ini memberikan pemahaman iman kepada kita, bahwah Tuhan memberikan tantangan bagi jemaat untuk proses pendewasaan iman jemaat. Keberhasilan tugas pelayanan bukan diukur megahnya rumah ibadah ataupun banyaknya jemaat beribadah, tetapi prilaku anggota jemaat yang mencerminkan perilaku Kristus.

Karena itu perayaan HUT jemaat bukanlah ajang untuk berpesta pora, sehingga hanya menjadi perayaan seremonial yang berlalu tanpa makna, melainkan pesta iman untuk melakukan evaluasi dan revitalisasi terhadap eksistensi gereja sebagai persekutuan yang hidup.
Dalam konteks ini, sangatlah penting bagi para hamba Tuhan dan jemaat untuk merenungkan kembali sejauh mana jemaat mampu mengaktualisasi tugas- tugas pelayanan yang diemban dalam rangka membangun kualitas iman jemaat.

Dalam kaitan dengan percepatan pembangunan daerah, maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara senantiasa mengharapkan dukungan doa dan partisipasi aktif seluruh anak bangsa khusus jemaat GMIM Riedel Kembes dalam mensukseskan berbagai kebijakan dan program pemerintah daerah yang sementara berjalan khususnya dalam mensolusikan berbagai permasalahan pembangunan seperti kemiskinan pengangguran dan ketahanan pangan serta kesehatan dan pendidikan.

Penghargaan yang tulus disertai ucapan terima kasih kepada segenap jemaat GMIM Riedel kembes yang telah turut menciptakan suasana aman dan damai sehingga pemerintah dapat melaksanakan pembangunan di berbagai bidang serta menjaga kekompakan kebersamaan persatuan dan kesatuan dalam berjemaat maupun bermasyarakat akan mewarnai kehidupan kita sekalian untuk mewujudkan sulawesi utara yang berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, serta berkepribadian dalam budaya, tutup Senduk

Dalam acara HUT ke 3 jemaat GMIM Riedel kembes di mulai dengan lbadah yang di pimpin oleh  Pnt DR Olgah Sajow- singkoh M.Hum yang mengutip kitab Lukas 2 : 41-52 tentang Yesus pada umur 12 tahun dalam bait Allah.
Pnt Singkoh mengatakan gereja merupakan kumpulan orang-orang percaya serta gereja yang besar adalah gereja yang selalu menginjil, juga Alkitab harus di baca dan di mengerti serta pahami.

Acara ini dihadiri oleh Camat Tombulu Sonny Saina SH, Kapolsek Tombulu Iptu Joppy Runtu, Hukum Tua Kembes I Audy Kindangen ,  Jetua BPMJ Pdt. Telma Tampinongkol - Lumansik S.Th , serta Ketua Panitia Richard Walujan.
( Humas Pemprov Sulut )


Jumat, 16 Juni 2017

Wagub Kandouw Hadir di Rakor Penyerahan Hasil Seleksi Kompetensi Guru Garis Depan.


Wakil Gubernur  Steven O.E Kandouw menghadiri rapat Koordinasi  dalam rangka Penyerahan  Penetapan Kebutuhan Formasi dan Hasil seleksi Kompetensi Dasar Guru Garis Depan ( GGD ) 2016 bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya  jalan Jenderal Sudirman Kav 86 Jakarta Pusat  Jumat ( 16/06 ) Kemarin.

Kegiatan Ini dalam rangka implementasi Nawa Cita ke-3 Presiden Joko Widodo yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam Kerangka Kesatuan Republik Indonesia.


Dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melalui  surat  nomor B/2637/07/2016 tanggal 28 juli 2016 tentang Formasi Guru Gariis Depan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan  telah menyetujui  penambahan kebutuhan pegawai aparatur sipil negara du bidang pendidikan melalui pengadaan CPNS GGD.


Untuk diketahui CPNS GGD atau CPNS Guru Garis Depan adalah merupakan calon pegawai negeri sipil yang proses penerimaannya menggunakan alokasi formasi CPNS daerah, akan tetapi proses seleksinya dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Rangkaian proses penerimaan CPNS GGD, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, seleksi tes kompetensi bidang hingga proses pengumuman kelulusan dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan dan kebudayaan  bukan  dari Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten.

Alokasi formasi CPNS GGD ditetapkan oleh kementerian PAN RB setelah sebelumnya pemerintah daerah/kabupaten mengajukan kekurangan guru dan tenaga pengajar di daerahnya masing masing, terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Dan tentu saja proses pengajuan haruslah melewati beberapa fase dan salah satu fase terpenting adalah analisa jabatan. Analisa jabatan itu sendiri bisa disebut sebagai suatu proses kegiatan pengumpulan, penilaian dan penyusunan berbagai informasi secara sistematis yang berkaitan dengan jabatan dengan tujuan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Para guru GGD tersebut akan mendapat gaji pokok dari Pemda dan mendapat tunjangan khusus dari pemerintah pusat. Mereka terhitung PNS pusat yang dipermanenkan di daerah. Para guru tersebut akan mengabdi di tempat daerah 3T secara permanen.

Kehadiran guru GGD di daerah 3T diharapkan dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat sekitar, terutama murid dan masyarakat lingkungan sekolah. Pasalnya, menjadi guru di daerah terpencil tentu bukan hanya sebagai pengajar tetapi harus dapat menjadi inspirasi dan teladan. Maka sangat dibutuhkan sikap loyalitas untuk dapat ditiru.

Program guru garis depan atau GGD hanya bisa diikuti oleh sarjana yang pernah ikut dalam program SM3T, hal tersebut merupakan ketetapan pemerintah, karena program GGD adalah program yang terintegrasi dengan program SM3T jadi bisa dipastikan bahwa tidak semua pihak bisa mendaftar menjadi guru garis depan (GGD), melainkan hanya orang tertentu yang memenuhi kualifikasi dan syarat yang telah ditetapkan pemerintah yang bisa mendaftar menjadi guru GGD.
Kegiatan ini direncanakan berlangsung dari tanggal 16 s/d 17 Juni 2017.



OD-SK Siap Dongkrak SDM Pariwisata Sulut

Keindahan alam Sulawesi Utara menjadi alasan dipilihnya provinsi berjulukan Bumi Nyiur Melambai itu  oleh Kementerian Pariwisata RI sebagai kawasan wisata unggulan di Indonesia.

Keunggulan itu terus mendorong Pemprov. Sulut yang dipimpin pasangan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw atau duet OD-SK itu untuk mempercepat peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata untuk mencetak tenaga profesional dalam pengembangan potensi pariwisata di Sulut.

Hal itu disampaikan Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dalam kegiatan pengembangan kompetensi SDM Bidang Kepariwisataan di Hotel Peninsula Manado, Jumat (16/6/2017) siang.

"Kita harus mempersiapkan SDM di bidang pariwisata. Provinsi Sulawesi Utara adalah satu dari sepuluh destinasi wisata unggulan di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata," kata Silangen dihadapan ratusan peserta.

Menurutnya, keunggulan itu harus diimbangi dengan kesiapan SDM pariwisata. Itu adalah final dan tidak dapat ditawar lagi untuk melayani sebaik mungkin para wisatawan yang berkunjung ke Sulut.

"SDM adalah ujung tombak. Bagaimana bisa meningkatkan pariwisata jika SDM tidak siap? Bukan tidak mungkin turis akan jenuh. Kualitas SDM sangat penting sehingga mampu sepenuh hati melayani wisatawan dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki," tandasnya.

Karena itu, ditambahkan Silangen, pihak Pemprov. Sulut akan terus memberikan pelatihan kepada pelaku pariwisata demi terwujudnya kualitas SDM pariwisata yang memuaskan.

"Ada standar dalam menyambut turis. Bapak gubernur telah mengeluarkan kebijakan untuk memberikan pelatihan dan kursus bahasa kepada pelaku usaha pariwisata, aparat kepolisian dan lainnya," ucapnya.

Silangen juga menyebutkan potensi pariwisata di Sulut tidak dapat dikerjakan sendiri oleh pemerintah daerah sehingga harus melibatkan semua pelaku pariwisata lainnya.

"Ini berat jika hanya dijalankan pemerintah. Saya harap semua pelaku pariwisata dapat bekerja sama sehingga dapat mendatangkan lebih banyak turis ke Sulut dan tentunya pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik," tegasnya.

Terkait meningkatnya pertumbuhan ekonomi Sulut, dikatakan Silangen tidak terlepas dari peranan Gubernur Olly yang berjasa membuka penerbangan langsung dari Tiongkok ke Sulut pada tahun 2016.

"Sejak tahun lalu bapak gubernur membuka penerbangan langsung dari Tiongkok yang membuat pertumbuhan ekonomi sulut berada di angka 5,6 persen pada tahun lalu. Apalagi dengan rencana menambah penerbangan lagi dari berbagai negara lainnya seperti Korea Selatan tentunya pertumbuhan ekonomi akan lebih baik lagi dari sekarang," imbuhnya.

Meskipun kunjungan wisatawan menunjukkan hasil memuaskan, hal itu ditegaskan Sekdaprov perlu diimbangi dengan pembenahan fasilitas pariwisata hingga sesuai standar.

"Banyak turis yang datang ke Sulut. Karena itu destinasi wisata di 15 kabupaten dan kota yang ada akan dilakukan pembenahan sehingga semuanya sesuai standar," jelas Silangen.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang optimis kegiatan pengembangan kompetensi SDM kepariwisataan tersebut dapat meningkatkan kemampuan seluruh peserta dari berbagai profesi itu.

"Kegiatan ini pasti mempengaruhi semua lini di bidang kepariwisataan. Baik yang bekerja sebagai sopir, pemandu wisata dan lainnya akan ditingkatkan kemampuannya dalam melayani wisatawan. Ada beberapa level atau tingkatan dalam pengembangan kompetensi ini. Nantinya kegiatan serupa akan diselenggarakan lagi," ujarnya.

Diketahui, tren kunjungan wisatawan asing ke Sulawesi Utara menunjukkan angka menanjak dalam tiga bulan pertama 2017. Selama kuartal I/2017, kunjungan wisatawan asing ke Bumi Nyiur Melambai mencapai 17.941 turis.

Bahkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan asing selama kuartal I/2017 melesat hingga lima kali lipat dari posisi kuartal I/2016 yang hanya mencapai 3.467 turis.

Berdasarkan asal negaranya, turis yang melawat ke Sulawesi Utara didominasi dari China. Sejak awal tahun, turis asal Negeri Tirai Bambu selalu menempati urutan pertama asal negara yang berkunjung ke Sulut.

Adapun, di Maret 2017, jumlah turis China yang melancong mencapai 3.889 turis atau 75,54 persen. Sejak tahun lalu Bandara Sam Ratulangi di Manado sudah menerapkan kebijakan bebas visa untuk 169 negara.

Di sisi lain, peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Sulawesi Utara berbanding lurus terhadap kinerja perhotelan. Tingkat penghunian kamar atau okupansi hotel di Maret 2017 naik 11,43 poin secara bulanan menjadi 68,16 persen. Secara tahunan, okupansi per Maret 2017 juga lebih tinggi dibandingkan dengan posisi Maret 2016 sebesar 65,58 persen. 

Adapun kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Kementerian Pariwisata RI Gusti Ngurah Putra P, SE, CHT , para pemandu wisata dan tenaga kerja hotel dan restoran di Sulut. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Kamis, 15 Juni 2017

Pemprov Sulut Dukung Program KSWP

Administrasi pajak merupakan kunci keberhasilan dalam suatu kebijakan pajak.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Asisten II Bidang Perkonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, SE, M.TP dalam bimbingan teknis kerjasama implementasi Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP) di ruangan  F.J Tumbelaka, Kamis (15/6/2017) pagi.

"Reformasi administrasi perpajakan harus senantiasa dilakukan secara berkesinambungan agar fungsi pelayanan dapat diberikan otimal kepada masyarakat," katanya.

Dengan sistem administrasi perpajakan yang baik, menurut Gubernur Olly akan mampu mengoptimalkan realisasi penerimaan perpajakan dan meningkatkan kepatuhan pajak yang semakin efektif dan efisien.

"Salah satunya modernisasi administrasi pelayanan pajak melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk didalamnya Konfirmasi Status Wajib Pajak (KSWP)," ujarnya.

Diketahui KSWP adalah aplikasi berbasis web yang dijalankan untuk memastikan bahwa pemohon izin seperti IMB, Tanda Daftar Perusahaan dan sebagainya telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan telah menyampaikan SPT Tahunan selama dua tahun berturut-turut.

Lebih jauh, Gubernur Olly masih dalam sambutannya berharap bimbingan teknis KSWP dapat menyamakan persepsi masyarakat terkait pemberlakukan KSWP pada layanan publik. Disamping itu diharapkannya seluruh peserta dapat memahami seluruh informasi penting yang disampaikan penyaji materi.

"Saya menghimbau seluruh peserta dapat fokus dan perhatian penuh terhadap setiap substansi materi yang disampaikan untuk memperkuat administrasi perpajakan serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak," imbuhnya.

Adapun bimbingan teknis tersebut turut dihadiri F.N. Rumondor dari Bidang P2 Kanwil Ditjen Pajak Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara dan peserta dari instansi terkait. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 14 Juni 2017

Mewakili Gubernur, Farly Kotambunan Buka Pendampingan Penguatan SAKIP



Berdasarkan peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 penganti Instruksi Presiden Nomor  1999 yang mengatur tentang akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemeruntah ( SAKIP ) adalah rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas  alat dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuhan, pengumpulan data, pengklasifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada insransi pemerintah dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja pemerintah.

Hal ini dikatakan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Biro Organisasi  Farly Kotambunan SE saat membuka kegiatan SAKIP  bagi Kabupaten/Kota di Wilayah Sulut yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Manado Rabu ( 14/06 ) Kemarin.
Dari pemahaman tersebut tentunya kita sepakati bahwa SAKIP memiliki implementasi yang sangat besar terhadap gerak roda pemerintahan dan pembangunan  di daerah, katanya.
Namun disadari bahwa di lingkungan Pemerintah kualitas yang di hasilkan dari SAKIP masih perlu untuk dioptimalkan katena lemahnya perencanaan , pemahaman terhadap indikator kinerja dan indikator kinerja utama belum maksimal, konsistensi perangkat daerah untuk memperbaiki hasil evaluasi yang masih rendah, kutangnya kualitas sumber daya pengelolah dan sebagainya, lanjutnya.

Menyikapi hal itu pemerintah provinsi sulut  kemudian berencana membentuk tim khusus yang terdiri dari beberapa perangkat daerah terkait, untuk menangani berbagai permasalahan yang masih ditemui, serta melaksanakan pelatihan bagi sumber daya pengelolah optimalnya proses akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi dari setiap instansi , jelasnya
Dalam kaitan itu maka terlaksananya kegiatan ini sanga memegang peranan penting dan strategis kemudian wajib untuk kita sukseskan bersama guna mewyjudkan paripurnanya akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi setiap instansi pemerintah serta perwujudan prinsip Good and Clean Governance, harapnya.

Oleh karena itu melalui kesempatan ini saya mengajak para peserta untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan ini.Jadikan pula agenda ini sebagai wahana saling berbagi ide dan informasi sehingga akan terjalin ttansfer knowledge yang efektif, serta mampu diaktualusasikan diberbagai hal positif demi terwujudnya penyelengaraan pemerintahan yang baik dan bersih, sehingga  manfaatnya dapat dirasakan sebesar -besarnya  oleh masyarakat secara luas, tutupnya.
  
( Humas Pemprov Sulut )

Olly : Konflik Marawi Tidak Pengaruhi Pariwisata Sulut

Konflik di Marawi Filipina Selatan yang berlangsung antara militer Filipina dengan kelompok yang berafiliasi ke ISIS tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Sulawesi Utara. Secara geografi, wilayah Filipina berdekatan dengan Sulut.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam Rapat koordinasi perkembangan terorisme di Indonesia dan antisipasi dampak konflik di Marawi Filipina terhadap Indonesia yang diselenggarakan di Ruangan C.J Rantung, Rabu (14/6/2017) sore.

"Kunjungan turis ke Sulut lancar. Keamanan wilayah dapat dijaga terus hingga saat ini sehingga keinginan presiden terciptanya rasa aman di semua daerah dapat diwujudkan," katanya.

Meskipun aman, ternyata konflik Marawi sempat menimbulkan kekhawatiran juga. Menurut Olly, hal itu berakhir setelah dilakukan kunjungan langsung pada bulan mei lalu ke Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud yang juga berbatasan dengan Filipina.

"Terjadinya konflik di Marawi sempat menimbulkan kekhawatiran. Namun setelah kami memantau langsung ke daerah perbatasan beberapa waktu lalu, keamanan di sana berlangsung baik karena peranan pihak TNI dan Polri," tandasnya.

Lebih jauh, Olly mengapresiasi dipilihnya Sulut sebagai tempat pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Hal itu dapat menunjukkan kepada semua pihak bahwa kesiapan penanggulangan terorisme berlangsung optimal.

"Kegiatan ini membawa dampak yang sangat baik. Artinya kesiapan penganggulangan terorisme berjalan baik. Semoga kerjasama ini dapat berjalan baik sehingga keamanan dapat terpelihara terus " imbuhnya.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menjelaskan terjadinya perubahan ancaman terhadap keamanan negara dari invasi ke terorisme.

"Ancaman saat ini sudah berubah. Dulu ancamannya invasi dari negara lain namun sekarang ancamannya terorisme dan radikalisme. Ini harus dihadapi bersama oleh semua negara," tandasnya.

Karena berdampak buruk terhadap keamanan negara, Menkopolhukam Wiranto mengatakan terorisme sebagai musuh bersama.

"Terorisme harus dimusuhi karena dampak terhadap kehidupan negara sangat besar baik keamanan, perekonomian dan lainnya," tegasnya.

Wiranto juga menyebutkan alasan dipilihnya Manado sebagai tempat pelaksanaan rapat koordinasi adalah untuk menjalankan misi pemerintah berdasarkan UUD 1945.

"Mengapa rapat koordinasi dilaksanakan di Manado? Kita menyelenggarakan rakor karena sesuai dengan misi pemerintah sesuai pembukaan UUD 1945 alinea 3. pemerintahan yang melindungi segenap tumpah darah Indonesia," ujarnya.

Diketahui, penyerbuan kelompok Maute yang berafiliasi dengan ISIS ini membuat situasi keamanan di Marawi menjadi bertambah runyam. Penyerbuan ini juga membuat sejumlah negara Asia Tenggara khawatir. ISIS tengah membangun basis baru setelah mulai kehilangan pijakan di Irak dan Suriah.

Meskipun demikian, tren kunjungan wisatawan asing ke Sulawesi Utara menunjukkan angka menanjak dalam tiga bulan pertama 2017. Selama kuartal I/2017, kunjungan wisatawan asing ke Bumi Nyiur Melambai mencapai 17.941 turis.

Bahkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan asing selama kuartal I/2017 melesat hingga lima kali lipat dari posisi kuartal I/2016 yang hanya mencapai 3.467 turis.

Berdasarkan asal negaranya, turis yang melawat ke Sulawesi Utara didominasi dari China. Sejak awal tahun, turis asal Negeri Tirai Bambu selalu menempati urutan pertama asal negara yang berkunjung ke Sulut.

Di Maret 2017, jumlah turis China yang melancong ke Sulut mencapai 3.889 turis atau 75,54 persen. Sejak tahun lalu Bandara Sam Ratulangi di Manado sudah menerapkan kebijakan bebas visa untuk 169 negara. Selain itu, ada delapan penerbangan carter langsung dari China dan satu penerbangan regular langsung dari Singapura.

Di sisi lain, peningkatan kunjungan wisatawan asing ke Sulawesi Utara berbanding lurus terhadap kinerja perhotelan. Tingkat penghunian kamar atau okupansi hotel di Maret 2017 naik 11,43 poin secara bulanan menjadi 68,16 persen. Secara tahunan, okupansi per Maret 2017 juga lebih tinggi dibandingkan dengan posisi Maret 2016 sebesar 65,58 persen.

Adapun rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw, Sekdaprov Edwin H. Silangen, SE, MS, bupati dan walikota di Sulut dan jajaran Forkopimda. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)