Rabu, 19 Juli 2017

Gubernur Olly Ajak Peserta BPJS Ketenagakerjaan Manfaatkan Program MLT Perumahan

Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat dimanfaatkan untuk layanan kemudahan memiliki rumah.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sulut, Ir. J.E. Kenap pada kegiatan penandatanganan perjanjian kerjasama 30 perusahaan program co-marketing BPJS Ketenagakerjaan dan sosialisasi Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan yang dilaksanakan di Manado, Rabu (19/7/2017) siang.

"Saya harap seluruh peserta dapat memahami program ini. Nantinya peserta dapat memanfaatkan fasilitas program ini melalui keikutsertaan dalam layanan kemudahan memperoleh perumahan," katanya.

Menurut Gubernur Olly, layanan MLT perumahan dari BPJS Ketenagakerjaan itu sejalan dengan program prioritas pembangunan daerah. "Ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulut, khususnya pada sektor ketenagakerjaan," ujarnya.

Disamping itu, dengan sistem penyelenggaraan yang semakin maju, Olly optimis program BPJS Ketenagakerjaan nantinya tidak hanya memberikan manfaat kepada pekerja dan pengusaha saja.

"Tetapi juga memberikan kontribusi penting bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi bangsa dan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Lebih jauh, Olly menerangkan, seluruh program yang mendukung kesejahteraan tenaga kerja itu akan menuntut pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk terus bekerja optimal.

"Menyadari besar dan mulianya tanggungjawab tersebut, BPJS Ketenagakerjaan untuk terus dapat meningkatkan kompetensi di seluruh lini pelayanan sambil mengembangkan manfaat dan program yang langsung dapat dinikmati pekerja dan keluarganya," imbuhnya.

Diketahui MLT perumahan ini terdiri dari empat jenis, yakni pinjaman uang muka perumahan (PUMP), kredit pemilikan rumah (KPR), kredit konstruksi (KK), dan pinjaman renovasi perumahan (PRP).

Fasilitas ini diperuntukkan bagi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik mereka yang masuk dalam kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ataupun kategori non-MBR.

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulut, Asri Basir, Dinas Tenaga Kerja dan perusahaan peserta program co-marketing. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Kompetisi Gelar Inovasi Pelayanan Publik di Buka Wagub Steven Kandouw




Gelar kompetisi Inovasi pelayanan publik saat ini, dipahami bersama merupakan upaya yang sangat sttategis untuk mewarnai progres penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah dengan inovasi -inovasi konstruktif, serta terobosan- terobosan kerja yang mampu menjawab kebutuhan masharakat serta dinamika perkembangan saat ini.
Hal ini dikatakan Wakil Gubermur Sulawesi Utara pada acara Pembukaan Gelar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017 di Manado Town Square II Rabu ( 19/07). Kemarin

" kegiatan inovasi ini salah satu program dari bapak Gubernur dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat" , kata Wagub.

Program ini  harus lebih lebih ditingkatkan lagi agar pelayanan kepada kepada masyarakat yang diutamakan dan  inovasi dan terobosan kepala SKPD ini merupakan penilaian untuk melakukan  penyegaran di lingkup pemprov sulut, Ujar Wagub.
Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada panitia  penyelenggara khususnya Biro Organisasi atas terlaksananya  agenda ini, kedepan kegiatan ini harus  bekerjasama dengan instansi vertikal supaya ada sinkronisasi dan pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal. Mari kita ciptakan pelayanan yang uniform cepat murah tanpa ikhtiar kita bersama semua itu tidak akan maksimal karena pelyanan kepada masyarakat itu yang paling utama, tutup Wagub Stevem Kandouw.
Sebelumnya Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian   Farly R  Kotambunan SE dalam laporanya mengatakan maksud kegiatan ini adalah mendorong unit pelayanan publik untuk mengembangkam  inovasi di bidang pelayanan yang efektif dan efisien serta  memperkenalkan inovasi pelayanan kepada masyarakat, kata Karo  Orpeg Farly Kotambunan
Dan tujuan pelaksanan kegiatan ini untuk peningkatan sumber daya aparatur  di unit pelayanan publik serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupatem /kota se Sulawesj utara semua ini atas petunjuk dari Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menuju Sulut Hebat, ujar Karo Orpeg Farly Kotambunan.
Dalam kesempatan tersebut Wagub Kandouw dan Ketua TP-PKK dr Devi Kandouw-Tanos mengunjungi stand-stand pemeran baik dari provinsi dan kabupaten/kota dan menanyakan langsung inovasi-inovasi apa yang telah dillakukan.
Turut Hadir Wakil Ketua TP-PKK dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS, Wakil Bupati Bolmong Yani Tuuk, Kepala SKPD dilingkup Pemprov Sulut dan Kabupaten / Kota.
( Humas Pemprov Sulut )

  


Wagub Kandouw Perikasa Toilet SMA di Sitaro


Revolusi toilet  dari sekolah. Mari kita buat toilet sekolah seperti di mall ini yang dicetuskan Wagub Sulut Drs Steven O.E Kandouw, yang sempat menjadi pembicaraan, setelah dikupas media cetak terkemuka nasional, betul-betul diimplementasikan dalam pelaksanaan tugasnya. Seperti saat kunjungan kerja di Siau Kabupaten Kepulauan Sitaro Selasa (18/07/2017 ). Wagub langsung action memeriksa toilet di SMA yang ada di kabupaten kepulauan itu. Efek dari revolusi toilet tersebut Mantan Ketua DPRD Sulut itu pun sampai menegur salah satu Kepala Sekolah SMA di Siau Timur, karena kekurangan air di WC yang ada di sekolah itu, dengan disaksikan langsung Bupati Sitaro Tonny Supit. Pada kenjungan ini Wagub melakukan tatap muka dengan guru serta murid di SMK 1 dan SMA Negeri 1 Siau Timur. Sekaligus memberikan bantuan, SMK 1  Siau Timur mendapat 24 unit komputer, sedangkan SMA 1  Siaudiberi bantuan Rp 250 juta yang berumber dari DAK. "Peningkatan kualitas pendidikan menjadi program pemerintah kami, dan ini sudah menjadi komitmen pak Gubernur (Olly Dondokambey,) ," tegas Wagub. "Termasuk peningkatan SDM guru terus dilakukan, dan sarana prasarana harus memadai dengan sasaran pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah," tegas Wagub, yang ikut didampingi Assiten I John Palandung pada kunjungan kali ini. Bupati Tonny Supit mengapresiasi bantuan yang diberikan pemerintah provinsi. "Kami juga memprogramkan terus memperbanyak lulusan sarjana warga Sitaro," tegas Supit. Kabid Pembinaan SMA Dinas Dikda Sulut Arthur Tumipa menambahkan selain dua sekolah tersebut, bantuan juga akan disalurkan Pemprov Sulut di sejumlah sekolah di Sitaro. "Bantuan berupa pembangunan penambahan kelas, yang akan diberikan," kata Tumipa.




Kunjungi SMK dan SMA di Sitaro, Wagub Kandouw : Mutu Pendidikan dan SDM Harus ditingkatkan



Komitmen akan memajukan sumber daya manusia khususnya di sektor pendidikan merupakan salah satu program OD-SK dalam upaya mencerdaskan anak bangsa di daerah Nyiur Melambai demi terwujudnya Sulut Hebat terus diperkuat
Hal ini dibuktikan  oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Sitaro Selasa ( 18/07/2017 ) kemarun. Setiba di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Wakil Gubernur Steven Kandouw langsung melakukan pemantauan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah SMK I dan SMA Negeri 1 Siau Timur Kabupaten Kepulauan Sitaro. Pantauan Wakil Gubernur Steven Kandouw didampingi Bupati Kepulauan Sitaro Tonny Supit serta Asisten 1 Setdaprov Jhon Palandung, langsung bertatap muka dengan para Guru dan siswa- siswi di kedua sekolah tersebut Pada kesempatan itu, Gubernur Olly Dondokambey melalui Wakil Gubernur Steven Kandouw menyerahkan bantuan berupa 24 unit komputer kepada SMK 1 Siau Timur dan SMA N 1 Siau Timur mendapat dana DAK sekitar 250 juta. Wagub Steven Kandouw menegaskan SMA sederajat  yang ada di wilayah Sulawesi Utara waktu yang lalu sudah dilimpahkan menjadi kewenangan dan tanggungjawab pemerintah provinsi Sulut. "Untuk itu, sarana dan prasarana serta infrastruktur sekolah semua menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi melalui Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut," tegas Wagub Kandouw. Namun kata dia,  pemerintah daerah juga tidak lepas tangan untuk memajukan pendidikan, kita semua harus bekerja sama baik dari pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/Kota dan lapisan masyarakat serta orang tua ikut bertanggunjawab terhadap keberadaan SMA sederajat dan SLB. Bapak Gubernur Olly Dondokambey dalam  setiap kesempatanya selalu berpesan bahwa dari Miangas hingga Pinogaluman uniform dan mutu pendidikan di Sulut harus sama. "  karena itu mulai dari sekarang kita sudah punya roadmap bagaimana meningkatkan pendidikan  terutama SMA/SMK/SLB ini di  sulawesi utara dan bisa  diatas dibandingkan provinsi-provinsi yang lain di Indonesia. Infrastruktur nanti, atas nama pak Gubernur Olly, saya janji akan disempurnakan dan ditingkatkan serta SDM tenaga pendidik Guru kedepan bersama pemerintah pusat akan kita tingkatkan kualitasnya khususnya didaerah kepulauan," kata Wagub Kandouw.
Dan  Saya ( Wagub ),  ingatkan kepada adik-adik sekalian untuk meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Tuhan,  jauhilah narkoba, seks bebas, terorisme dan pergaulan bebas lainnya, perkuat wawasan kebangsaan kita   Pancasila, UUD Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika adalah harga mati untuk itu yang ada di otak kita  harus ada Empat pilar kebangsaan dari konsepsi kenegaraan indonesia ini juga harus dipahami sebagai sebuah prasyarat yang mutlak dipenuhi agar bangsa ini bisa berdiri kokoh dan meraih kemajuaan di berbagai bidang  khususnya pendidikan berlandaskan karakter kepribadian bangsa indonesia, tutup Wagub Steven O.E Kandouw

Turut hadir, Bupati Kepulauan Sitaro Tonny Supit, Asisten 1 Setdaprov Sulut Jhon Palandung, Kabid Pembinaan Dikda Sulut Arthur Tumipa, Kadikda Sitaro serta para Guru dan Murid.
( Humas Pemprov Sulut )


Selasa, 18 Juli 2017

Gubernur Olly Tegaskan Pentingnya Peranan Litbang Dalam Pembangunan Sulut

Kemajuan Sulawesi Utara di berbagai bidang dapat dicapai jika melibatkan proses penelitian dan pengembangan (litbang) didalamnya.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang dibacakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), dr. Jemmy J.R. Lampus, M.Kes dalam Rapat Forum Komunikasi Penelitian dan Pengembangan Daerah yang dilaksanakan di Hotel Sahid Kawanua Manado, Selasa (18/7/2017) siang.

"Untuk menjadi maju, kita dituntut dan diharuskan agar meningkatkan program research and development, karena dari sinilah kemajuan itu berawal," katanya.

Menurut Olly, kemajuan itulah yang nantinya meningkatkan daya saing dengan negara lain.

"Penelitian, pengembangan,dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mempercepat pencapaian tujuan negara, serta meningkatkan daya saing dan kemandirian dalam memperjuangkan kepentingan negara dalam pergaulan internasional," ujarnya.

Oleh karenanya, Gubernur Olly meminta instansi Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah mampu menjalankan tugas-tugas kelitbangan utama.

"Penelitian, pengkajian, pengembangan, perekayasaan, penerapan, pengoperasian dan evaluasi kebijakan," imbunya.

Lebih jauh, masih dalam sambutannya, Olly optimis peranan kelitbangan dalam penvapaian program prioritas daerah bakal semakin optimal jika semua prosedur dijalankan sebagaimana mestinya.

"Saya menyakini bahwa dengan melakukan upaya dan langkah-langkah tersebut Peranan dan Kedudukan Kelitbangan, akan menjadi solusi bagi setiap tantangan dan permasalahan yang kita hadapi dalam merealisasikan program prioritas daerah. Badan Litbang harus menjadi motor dalam memberikan jalan keluar bagi setiap kebuntuan pembangunan daerah," paparnya.

Adapun pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan dari instansi terkait. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Hotel Kurang, Kandouw Sebut Homestay Jadi Solusi

Sebagai wilayah yang bertumbuh pesat dunia wisatanya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bakal mengembangkan Homestay atau rumah singgah milik penduduk yang disewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur, Drs. Steven O.E. Kandouw dalam Forum Koordinasi Lintas Sektor Pariwisata yang dilaksanakan di Hotel Swissbell Manado, Selasa (18/7/2017) pagi.

"Homestay harus mulai kita fikirkan sekarang. Apalagi membangun hotel dengan kapasitas ratusan kamar tidak bisa dalam waktu singkat," katanya.

Kandouw menegaskan homestay itu nantinya harus memenuhi syarat untuk memperoleh sertifikat kelayakan yang menjadi acuan wisatawan sebelum memilih penginapan.

"Nantinya homestay yang layak diberikan sertifikat. Jika hotel penuh maka turis yang menginap akan dilimpahkan ke homestay," tandasnya.

Untuk mencapai rencana itu, Wagub Kandouw meminta seluruh pihak terkait termasuk pemerintah kabupaten dan kota di Sulut dapat membahasnya bersama.

"Kita harus duduk bersama dengan stakeholder pariwisata untuk membahas regulasi homestay. Karena ini akan menunjang pariwisata Sulut untuk mengantisipasi pertambahan kunjungan wisatawan," imbuhnya.

Lebih jauh, Kandouw menerangkan potensi homestay dalam menunjang pertumbuhan wisata seperti yang terjadi di Sumatera Barat.

"Di Kota Bukit Tinggi, homestay yang tadinya hanya berjumlah tujuh kamar sekarang sudah bertambah jadi 500 kamar. Artinya ada 500 keluarga yang memiliki penghasilan tambahan. Ini tentunya meningkatkan perekonomian keluarga juga," bebernya.

Bahkan dikatakan Kandouw, sebagian besar wisatawan yang menginap di Bukit Tinggi bersal dari kalangan berkantong tebal.

"Di Bukit Tinggi, yang menginap di homestay malah banyak yang dari kalangan high end," ucapnya.

Adapun dalam pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Daniel Mewengkang, perwakilan dari dinas pariwisata kabupaten dan kota, Kantor Imigrasi dan PT. Angkasa Pura. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Kandouw Optimis Kunjungan Wisman Ke Sulut Bakal Terus Meningkat

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Sulawesi Utara diyakini akan terus meningkat.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur, Drs. Steven O.E. Kandouw dalam Forum Koordinasi Lintas Sektor Pariwisata yang dilaksanakan di Hotel Swissbell Manado, Selasa (18/7/2017) pagi.

"Pertemuan kita kali ini harus memperbincangkan bukan hanya tentang mempertahankan tetapi bagaimana menambah kunjungan wisatawan internasional ke Sulut," katanya.

Menurut Wagub Kandouw, saat ini pertumbuhan pariwisata Sulut bertumbuh pesat. Hal itu ditandai dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan pada tahun ini.

"Secara de facto selalu digembor-gemborkan pariwisata Sulut mengalami kenaikan tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), kunjungan turis di Bulan Juni tahun ini meningkat 300 persen dibandingkan dengan Juni tahun lalu," katanya.

Keadaan itu, dikatakan Kandouw, menjadi peringatan agar semua pihak terus melakukan evaluasi berkelanjutan.

"Peningkatan kunjungan wisatawan itu menjadi perhatian serius bagi kita. Apakah ini bisa ditingkatkan? Ada tiga kemungkinan, bisa bertambah, tetap atau malah berkurang," ujarnya.

Dengan evaluasi secara teratur, Kandouw yakin jumlah penerbangan pesawat yang selama ini yang membawa turis dari berbagai negara tidak akan berkurang namun sebaliknya terus bertambah karena jumlah kedatangan turis yang selalu meningkat.

"Konektivitas dari negara lain ke Sulut menggunakan pesawat charter flight yang artinya itu temporer. Sedangkan yang reguler saja bisa diberhentikan rutenya. Ini dalam konteks pariwisata internasional,"

Lebih jauh, Kandouw menyebutkan bahwa semua hasil yang mengembirakan itu tidak terlepas dari peranan Gubernur Olly Dondokambey, SE yang selalu mempromosikan keunggulan pariwisata Sulut.

"Pak gubernur selalu mempromosikan wisata Sulut. Bahkan sudah ada MOU dengan negara Seychelles. Pariwisata disana sangat maju. Meskipun penduduknya hanya 100 ribu tetapi kunjungan turisnya sampai lima juta orang. Bahkan 90 persen perekonomian di sana ditunjang oleh sektor pariwisata,"

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang, perwakilan dari dinas pariwisata kabupaten dan kota, Kantor Imigrasi dan PT. Angkasa Pura. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)