Selasa, 21 November 2017

Percepat Proyek Infrastruktur di Sulut, Gubernur Olly Tugaskan Tim Ke Beijing

Sejumlah mega proyek di Indonesia telah ditawarkan Presiden RI Joko Widodo kepada Presiden RRT Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di Great Hall of the People Beijing pada Mei lalu. Sulawesi Utara menjadi salah satu lokasi mega proyek yang ditawarkan Jokowi kepada Tiongkok yang dikenal dengan Belt Road Initiative itu.

Keseriusan Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia dibuktikan dengan kedatangan delegasi Indonesia ke Beijing, Senin (20/11/2017) untuk memenuhi undangan CDB (China Development Bank) Bank Pembangunan China untuk mengikuti pertemuan tingkat tinggi antar kedua negara.

Tim Indonesia juga melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur Olly Dondokambey, SE menugaskan Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sulut Ir Royke Roring, M.Si, Karo Ekonomi & SDA Franky Manumpil dan Direktur PDPS Vonny Paat untuk mengikuti pertemuan di Beijing.

Tim yang ditugaskan Olly itu, selain untuk mengikuti pembahasan Tingkat Tinggi RRT-RI di Beijing juga menindaklanjuti usulan proyek prioritas Belt Road Initiative yang sebelumnya telah dibahas bersama dengan kementerian terkait beberapa waktu lalu.

Sejumlah proyek yang diusulkan pada pertemuan itu diantaranya Lembeh Internasional Airport yang terintegrasi dengan Lembeh Bridge dan KEK Bitung serta Proyek Pengembangan Pariwisata Kawasan Likupang.

Sejumlah hal penting lainnya yang dibahas pada pertemuan itu diantaranya tentang percepatan implementasi pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui program GMF (Global Maritime Fulcrum) dan BRI (Belt Road Initiative).

Selain itu, beberapa agenda lainnya yang ikut dibahas yaitu mengenai prospek kerjasama bidang ekonomi dan perdagangan, pembangunan infrastruktur serta bidang keuangan termasuk pertemuan kerjasama investasi.

Semua proyek yang ditaksir bernilai triliunan rupiah itu terus disiapkan dokumen pelengkapnya oleh Pemprov Sulut agar pada pengerjaannya dapat berjalan lancar.

Jika sudah dilaksanakan, pembangunan infrastruktur itu diyakini Olly mampu menciptakan momentum pembangunan Sulut yang lebih baik sekaligus mewujudkan Sulut yang berdikari dalam ekonomi.

Gubernur Olly juga mengapresiasi dukungan dari semua pihak. Sehingga investasi di Sulut semakin terlihat progresnya. Sulut memang strategis karena terhubung langsung dengan Tiongkok melalui Laut Cina Selatan.

Diketahui, High Level Meeting RRY dan RI itu turut dihadiri CEO dari CDB, para tenaga ahli, pejabat pemerintah RRT. Sedangkan Delegasi RI terdiri dari para deputi kementerian terkait yakni : Kemenko Maritim, BKPM, Bappenas, Perhubungan, Kementerian Perdagangan dan Perindustrian, Gubernur Bali, Gubernur Kalimantan Utara, Dubes Indonesia untuk Tiongkok dan GM BUMN ; Pelindo dan Angkasa Pura. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Pemprov Sulut Matangkan Strategi Destinasi Branding Pariwisata

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki destinasi pariwisata beragam dan sebagian telah dikenal luas bahkan telah mampu menarik minat wisatawan mancanegara untuk melakukan perjalanan wisata ke beberapa daerah di Indonesia termasuk Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang pada penyusunan strategi destinasi branding untuk Manado yang dilaksanakan di Manado, Selasa (21/11/2017) pagi.

"Hal ini tidak terlepas dari upaya-upaya promotif dan preventif. Bahkan Indonesia dipilih Dive Magazine, majalah selam terkemuka di dunia sebagai destinasi selam terbaik dunia Tahun 2017," katanya.

Disamping itu, menurut Gubernur Olly, pemerintah telah meluncurkan branding pariwisata untuk menggalakkan kembali sektor pariwisata Sulut guna mengembalikan eksistensi sektor pariwisata sebagai salah satu leading sector pembangunan daerah.

"Seperti meluncurkan brand pariwisata North Sula We See untuk merupakan ajakan kepada masyarakat di seluruh penjuru dunia untuk melihat potensi dan keindahan alam Sulut yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Sulut," katanya.

Terkait brand pariwisata itu, diharapkan Olly dapat mentransformasikan potensi pariwisata Sulut menjadi kekuatan pembangunan di daerah.

"Ini untuk mengangkat daya saing daerah serta tentunya kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," ungkapnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Gubernur Olly berharap pertemuan itu dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan melahirkan strategi branding untuk Destinasi Manado.

"Yang utamanya mampu menjadi media promosi dan informasi bagi masyarakat luas akan potensi dan daya tarik wisata di Sulawesi Utara.

Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan dari dinas pariwisata kabupaten dan kota di Sulut. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Sulut Siapkan Rencana Kontijensi Pandemi Influenza

Influenza masih merupakan ancaman bagi manusia karena dapat menimbulkan pandemi influenza.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan dr. Debby Kalalo yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Steven P. Dandel, MPA pada pertemuan lintas sektor dan lintas program penyusunan renkon pandemi influenza yang dilaksanakan di Manado, Selasa (21/11/2017) siang.

"Influenza adalah penyakit yang disebabkan oleh virus jenis RNA dari golongan orthomyxovire yang sangat mudah bermutasi," katanya.

Kalalo melanjutkan, pandemi influenza pertamakali terjadi pada tahun 1918 yang disebabkan oleh virus influenza subtipe H1N1. Kejadian itu menyebabkan kematian 40-50 juta orang.

"Pandemi influenza pada masa sekarang telah menjadi virus influenza musiman. Penyebaran penyakit ini melalui udara sehingga mudah menyebar," ujarnya.

Diketahui virus influenza lainnya yang menjadi perhatian dunia adalah penularan flu burung dari unggas ke manusia yang disebabkan oleh virus subtipe H5N1. Virus ini pertamakali terjadi di Hongkong pada tahun 1996 dengan jumlah 18,6 kasus meninggal dunia.

Oleh karena itu, kata Kalalo, organisasi kesehatan dunia WHO telah mengeluarkan pedoman manajemen resiko pandemi. Pedoman resiko fase pandemi ini ditentukan berdasarkan penilaian resiko terhadap sitiasi global dengan mempertimbangkan data virologi, epidemiologi dan data klinis.

Terkait peningkatan kesiapsiagaan pandemi, Sulut melakukan penguatan implementasi IHR 2005. Hal itu mecakup di Sulut penguatan kapasitas inti di pintu masuk negara, bandara, pelabuhan laut dan pos lintas batas darat negara.

"Mengingat Sulut sangat berdekatan dengan begara tetangga antara lain Filipina, Malaysia serta mobilisasi yang cukup tinggi dan tingkat perindukkan hewan yang sangat dominan," imbuhnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Kalalo mengajak seluruh dinas kesehatan di kabupaten dan kota serta lintas sektor agar selalu berkoordinasi menghadapi hal itu.

"Kita harus selalu menyusun rencana kontijensi sebagai bentuk upaya preventif, antisipatif dalam menghadapi kemungkinan kejadian pandemic influenza di Indonesia, lebih khususnya di Sulawesi Utara," imbuhnya.

Adapun pertemuan itu dikuti perwakilan dari dinas kesehatan kabupaten dan kota serta instansi terkait lainnya.

Senin, 20 November 2017

Olly : GMIM Berperan Penting Dalam Pembangunan Sulut

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE mengatakan suksesnya pelaksanaan berbagai program Pemprov Sulut sangat ditentukan oleh kontribusi semua pihak, termasuk GMIM.

"Melalui kesempatan ini saya ingin mengajak GMIM untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi dengan senantiasa merapatkan barisan, saling bersinergi dan saling bahu membahu dengan pemerintah
daerah dalam mengoptimalkan setiap sumber daya, potensi dan talenta yang dimiliki untuk membangun dan memberdayakan masyarakat," kata Olly saat menyampaikan materi pada Katekisasi Calon Pelayan Khusus (Pelsus) GMIM Tahap II yang dilaksanakan di Auditorium Mapalus, Senin (20/11/2017) sore.

Menurut Olly, implementasinya dapat dimulai dengan langkah
kecil namun memiliki manfaat besar dan konstruktif.

"Dengan mengarahkan jemaat/warga GMIM untuk terus meningkatkan produktifitas dan kapasitas diri, memanfaatkan
setiap jengkal tanah dengan tanaman dan ternak produktif, menjauhkan diri dari konsumsi miras, penyalahgunaan narkoba, pornografi, pergaulan bebas dan berbagai ekses negatif lainnya serta mencintai dan melestarikan lingkungan," ujarnya.

Disamping itu Olly juga berharap GMIM ikut mendorong jemaat untuk berani berwirausaha, khususnya di sektor UMKM dan IKM, karena disamping untuk peningkatan finansial secara pribadi, juga akan membuka lapangan pekerjaan.

Gubernur Olly melanjutkan, GMIM juga berperan membangun masyarakat yang cerdas secara
spiritual, emosional, sosial, dan intelektual. Hal itu diharapkan mampu mendorong generasi muda gereja untuk mengejar pendidikan setinggi mungkin, antara lain dengan memanfaatkan alokasi beasiswa yang telah disediakan pemerintah.

Lebih jauh, masih dalam materinya, Olly optimis GMIM mampu membawa jemaat untuk senantiasa hidup rukun dan damai, demi stabilitas dan harmonisasi
kehidupan bermasyarakat.

"Ini sebagai syarat mutlak pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," bebernya.

Terkait pelaksanaan katekisasi tahap II Gelombang IV itu diikuti sekitar 650 peserta calon Syamas dan calon Penatua yang berasal dari wilayah Maesa, Manado Timur III, Sentrum, Mapanget, Sario, Tomohon II, Maesa, Manado Tenggara dan Manado selatan.

Pada katekisasi, seluruh calon pelayan khusus akan diperlengkapi dengan materi dan informasi penting lainnya agar pemahaman tentang dasar, makna, tujuan, tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan khusus dapat dihayati dengan benar.

Disamping itu, katekisasi bertujuan agar para pelayan khusus memiliki kekuatan, ketaatan dan komitmen pelayanan yang tahan uji, menjadi perlengkapan demi kematangan pribadi dan pertumbuhan gereja.

Adapun kegiatan itu turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Oikumene pdt Hein Arina, APP Dr. Arthur Rumengan dan ratusan peserta katekisasi. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Wagub Kandouw Paparkan Perencanaan Sistem Energy Terpadu Daerah Terpencil Kepulauan Pada Acara 4th APEC EWG Di Welington New Zealand




Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven OE Kandouw menjadi Pembicara tamu (Guest Speaker) pada acara 4th APEC Energy Working Group (EWG/Kelompok Kerja Energy) di Welington New Zealand, Senin (20/11) pagi Waktu Indonesia Tengah.

Wagub Kandouw memaparkan tentang kemajuan perencanaan sistem energi terpadu untuk pemerataan energi berkelanjutan bagi masyarakat terpencil kepulauan utara Provinsi Sulawesi Utara.

Seperti diketahui, Kelompok Kerja Energi (EWG) berusaha untuk mencapai tujuan APEC lebih lanjut dalam memfasilitasi perdagangan dan investasi energi di wilayah APEC dan memastikan bahwa energi berkontribusi pada peningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan masyarakat APEC.

Memang EWG bertemu secara resmi dua kali setahun untuk mengadakan dialog mengenai isu-isu energi utama yang mempengaruhi kawasan APEC, berbagi informasi mengenai perkembangan sektor energi yang penting, dan untuk meninjau kemajuan proyek dan inisiatif saat ini yang dirancang untuk mencapai tujuan dan sasaran EWG.

Selandia Baru menjadi tuan rumah pertemuan ke-54 Kelompok Kerja Energi APEC (EWG), yang diselenggarakan di Wellington antara 20 – 24 November 2017. Sebagai perwakilan APEC EWG Selandia Baru, MBIE adalah badan penyelenggara untuk pertemuan ini. Tugas Hosting berputar di antara ekonomi anggota, Selandia Baru diharapkan menjadi tuan rumah pertemuan APEC EWG kira-kira setiap sepuluh tahun sekali. 

Optimalkan Pembangunan, Gubernur Olly Ajak Pemkab Minut Perkuat Sinergi

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menghadiri rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Minahasa Utara dalam rangka HUT Minut ke-14 yang digelar di Gedung DPRD Minut, Senin (20/11/2017) siang.

Dalam sambutannya, Gubernur Olly mengajak Pemkab Minut dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus memperkuat sinergitas dengan Pemprov Sulut dalam memaksimalkan jalannya pembangunan di Minut.

"Agar optimalnya rintisan karya yang sedang diupayakan di Kabupaten Minahasa Utara ini, saya mengajak pemerintah dan segenap stakeholder pembangunan terkait untuk terus mensinergikan langkah dengan Pemerintah Provinsi, dan Pusat," ujar Olly.

Menurut Olly, implementasi dari sinergitas itu dapat dilakukan dengan mendukung pencapaian Program Prioritas Nasional yang ada di Minut.

"Marilah kita dukung pembangunan yang sedang dikerjakan di Minut seperti bendungan kuwil dan jalan tol Manado-Bitung serta Program Prioritas Provinsi seperti pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata likupang, pembangunan TPA regional dan pembangunan di sektor Pertanian," ungkapnya.

Terkait pembangunan TPA, Olly memastikan teknologi canggih ramah lingkungan yang yelah digunakan di negara-negara maju bakal diterapkan sehingga TPA yang dibangun jauh dari kesan kumuh.

"Kami telah survei hingga di negara lain yang memiliki TPA yang modern. Jadi nantinya TPA yang didirikan tidak ada kesan kumuh. Bahkan tidak merusak lingkungan sekitar TPA," bebernya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Olly mengimbau seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat Minut untuk ikut mendukung realisasi dari seluruh proses pembangunan di Minut dengan terus menjaga kerukunan dan keamanan.

"Jagalah stabilitas keamanan daerah, tingkatkan harmonisasi kehidupan sosial masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menopang optimalnya pembangunan di sektor pariwisata dan pertanian kedepan," imbuhnya.

Di tempat yang sama, Bupati Minut Vonny Panambunan mengajak warganya untuk selalu bersyukur atas pertambahan usia Kabupaten Minahasa Utara. Dirinya optimis pembangunan di Minut dengan dukungan Pemprov Sulut akan lebih maju dan hasilnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Minut.

"Patutlah kita mengucap syukur di HUT Minahasa Utara ke-14 ini. Kami juga berterimakasih atas perhatian Gubernur Olly Dondokambey, SE atas pembangunan di Kabupaten Minahasa Utara," kata Vonny.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Minut Berty Kapojos, S.Sos. Selain mengapresiasi perhatian dari Pemprov Sulut atas Minut, dia juga optimis melalui pertambahan usia tersebut akan memperkuat kerjasama pemerintah dan masyarakat dalam membangun Minut.

"Melalui pertambahan usia ini akan mewujudkan Minahasa Utara Kerja Bersama," tandasnya.

Pertemuan itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Bupati Minut Ir. Jopi Lengkong, jajaran Forkopimda dan jajaran Pemkab Minut. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Olly : Pemprov Sulut Lakukan Intervensi Kebijakan Demi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan



Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE yang diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulut Jemmy Lampus membuka kegiatan Forum Diskusi Kajian Aktual Daya Dukung Kebijakan Kabupaten/kota dalam Program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) di Hotel Grand Puri Manado, senin (20/17) kemarin.

Sambutan Gubernur yang dibacakan Lampus mengatakan,  angka kemiskinan provinsi sulawesi utara tahun 2016 menurut BPS Sulut berada di angka 8,20% atau turun sebesar 0,78% jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang berada pada angka 8,98% sedangkan angka pengangguran tahun 2015 sebesar 9,01% mampu ditekan hingga 6,20% ditahun 2016.

"Meskipun terjadi penurunan, upaya untuk menanggulangi kemiskinan harus terus kita maksimalkan melalui peningkatan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplikasi dengan melibatkan semua stakeholders yang terkait" katanya

Pemerintah Provinsi Sulut melakukan progres positif untuk percepatan penanggulangan kemiskinan yaitu Intervensi Kebijakan diantaranya pemberian beasiswa miskin dan miskin berprestasi, bantuan Jaminan Kesehatan untuk penduduk miskin serta pembangunan dan rehabikitasi RTLH.

"Semua upaya ini berjalan beriringan dengan Strategi Penanggulangan kemiskinan daerah (SPKD) operasi daerah selesaikan kemiskinan (ODSK)", ujarnya..

Saya mengajak kepada semua jajaran pemerintah yang ada disetiap Kabupaten/Kota, untuk dapat mendukung dan bersinergritas dengan Pemerintah Provinsi Sulut untuk merealisasikan berbagai hal Positif dalam penanggulangan kemiskinan guna Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Politik, dan 
Berkepribadian dalam Budaya, tutupnya.