Senin, 19 Februari 2018

Diterima Wagub Kandouw , Dubes Rusia Undang Pemprov Sulut Ikut Festival Indonesia Di Moskow



Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mulai banyak dilirik oleh beberapa pihak. Kali ini Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Rusia kemarin Senin (19/2) mengunjungi Sulut dan melihat potensi yang ada di bumi nyiur melambai tersebut. Dubes RI untuk Rusia Wahid Supriyadi  mengatakan, kunjungan yang dilakukan hari ini adalah memenuhi janjinya.

"Jadi sebelum saya kembali ke Rusia, saya berjanji untuk mengunjungi Manado, Tomohon dan Bitung. Karena saya melihat peluang yang sangat besar ada di Sulut. Apalagi saat di Rusia, saya mendapatkan bahwa perdagangan antara Rusia dan Indonesia meningkat hingga 40 persen," ucapnya.

Dirinya juga mengatakan, eksport ke Rusia juga adalah produk yang unggulan. Seperti bahan dasar kosmetik serta rempah rempah. Apalagi menurutnya Sulut menjadi produsen hasil perkebunan Pala terbesar di Indonesia.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw yang secara langsung menerima Dubes tersebut, menyambut baik dengan niat baik Dubes Wahid Supriyadi untuk membantu kerja sama antara Sulut dan Rusia dibeberapa sektor. Dirinya juga langsung memerintahkan kepala dinas yang terkait untuk berkoordinasi dengan Kabuapaten /Kota untuk ikut berpartisipasi di Festival sekaligus untuk mempromosikan Sulut di Moskow.

"Jadi kita akan bawa produk unggulan dari Sulut untuk ikut dalam festival seperti Cengkeh Pala Ikan Tuna dan lain lain, yang menjadi hasil unggulan kita," sebutnya.


Minggu, 18 Februari 2018

Wagub Kandouw Hadiri Pelantikan Gembala GKMI Pusat Langowan



Wakil Gubernur Steven O.E Kandouw menghadiri Pelantikan Gembala Gereja Kristen Maranatha Indonesia Pusat Pdt Ny  Honeke D Runtuwarou -Suwuh SE S.Th di Gereja Pusat Langowan  minggu  (18 /02/2018 ) kemarin.
Dalam sambutan Wagub Kandouw mengatakan pertama bersyukur kedua bersyukur dan ketiga bersyukur karena kita boleh beribadah dan memuji Tuhan.
Mewakili Bapak Gubernur  dan Jajaran Pemerintah Provinsi Sulut 15 Kabupaten /Kota dari Miangas sampai Tontulow Pinagoluman mengucapkan selamat dan salam kepada Gereja Kristen Maranatha Indonesia.
" Terima kasih sekali  kami merasakan peran serta gereja sebagai komponen masyarakat yang sangat kondusif buat daerah terutama Sulawesi Utara", kata Kandouw.

Lanjutnya, tahun lalu sulut mendapat predikat nomor 3 dari 35 provinsi menjadi provinsi paling berbahagia dan peringkat satu paling toleran di Indonesia.
" Jadi GKMI jangan kita hanya mantap institusi , mantap gedungnya,  SDM, .programnya., strukturnya.tapi keropos substansial ", ujar Kandohw.

Lebih lanjut Kandouw katakan , dari segi fisik dan aset mungkin kita besar tapi apakah betul GKMI sudah mendatangkan sukacita, kedamaian sejahtera, kasih ,harapan  kepada jemaat dan  mengajarkan tentang kerja keras dan kesempatan yang sama untuk hidup serta mengajarkan kepada jemaat untuk meleo leosan masawa sawangan dan malinga lingaan  kata orang Tondano  ( baku- baku bae ,baku- baku sayang, baku- baku kase inga ).

" Sekali saya ingatkan jangan hanya mantap institusi tidak mantap substansi" harap Wagub Kandouw.

Wagub Kandouw juga mengingatkan kepada pejabat atau siapa saja yang berkuasa  untuk hati -hati pada Power Syndrom karena lebih bahaya dari Post Power Syndrom.
" Saya ingatkan  orang yang ada kuasa , jabatan apa saja jangan sampai mendapat power syndrome kalau post power syndrome hanya dia yang alami tapi power syndrome seluruh orang disekitar kita  dapat,  karena dikala berkuasa ada jabatan kita salah gunakan kekuasaan,  tegas Wagub Kandouw.
Wagub Kandouw juga meminta kepada Jemaat Gereja Kristen Maranatha Indonesia untuk menjadi berkat kepada semua orang, tutupnya


Dalam kesempatan tersebut atas nama Pemerintah Provinsi Sulut, Bapak Gubernur, Wagub Kandouw memberikan sumbangan untuk pembangunan Gereja sebesar 30 juta rupiah



Turut hadir  Mantan Bupati Minsel Ramoy Luntungan , pejabat eselon 2 dilingkup Pemprov Sulut dan tamu undangan.

Hadiri HUT Ke-31Jemaat GMIM Zaitun Sumalangka, Wagub Kandouw : Jadi Apa Saja Dalam Masyarakat Harus Hidup Kudus


Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw bersama Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS menghadiri HUT Ke -31 Jemaat GMIM Zaitun Sumalangka Wilayah Tondano V  Kecamatan Tondano Utara  Kabupaten Minahasa minggu ( 18/02/2018 ) Kemarin.
Dalam sambutan Kandouw mengatakan tiada kata selain berbahagia,  bersyukur, puji Tuhan karena bisa  beribadah, memuji Tuhan bersama-sama, katanya

Menurut Kandouw 31 Tahun  mustinya secara iman harus matang , ada yang bilang  jemaat GMIM Zaitun  juga sudah matang secara  institusi, gerejanya bagus kalau dinominalkan  bisa diatas  1 milyar, ujarnya

Lanjutnya, mantap institusi tapi jangan keropos substantial,  mantap struktur jangan lupa substantial, mantap program jangan lupa substansial. 

"Maksudnya jangan cuma gerejanya bagus strukturalnya lengkap tapi tidak mendatangkan kedamaian ,sukacita, harapan dan etika protestan kerja keras ,gotong royong  hemat semua punya kesempatan itu nilai -nilai protestan, tegasnya.

Lebih jauh kandouw mengatakan kalau konsekuen protestan yang dibawah oleh Riedel dan Schwarz adalah Calvinis yang Puritan atau yang kudus.

"Oleh karena itu ,menjadi apa saja dalam masyarakat harus hidup kudus, baik jadi pegawai, petani pedagang, pendeta  apa saja harus kudus jangan curang dalam kehidupan bermasyarakat, harap Kandouw.


Ibadah syukur ini bertindak sebagai Khadim Bupati Minahasa Jantje W Sajow yang mengambil dari pembacaan Alkitab  2 Timotius pasal 2 ayat 1 sampai 13 . Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Steven Kandouw  atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara  dan pribadi memberikan sumbangan  untuk pembangunan gedung serbaguna Jemaat GMIM Zaitun Sumalangka sebesar 50 juta rupiah .

Turut Hadir Pejabat Eselon 2 dilingkup Pemprov Sulut  dan  Kabupaten Minahasa , Anggota DPRD Minahasa  dan Tamu Undangan.

Gubernur Olly Ajak Warga Lestarikan Adat Tulude

Upacara adat tulude yang kaya akan nilai-nilai religius dan persaudaraan ini merupakan kebudayaan yang harus dilestarikan sebagai aset daerah dan sumberdaya pembangunan Sulawesi Utara kedepan.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang pada acara adat tulude Forum Keluarga Besar Nusa Utara Kelurahan Pandu di Kompleks Kantor Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Manado, Sabtu (17/2/2018) sore.

"Selaku Pemerintah Provinsi, tentunya saya merasa bersyukur dan bangga melihat kentalnya nilai budaya yang terus tertanam dan terus dilestarikan oleh Forum Keluarga Besar Nusa Utara Kelurahan Pandu ini," katanya.

Lanjut Gubernur Olly, tanpa mengabaikan makna filosofis dasarnya, Tulude yang berasal dari kata Menuludĕ bermakna melepas tahun yang lama dan menerima tahun yang baru, yang berintikan Ungkapan Syukur kepada Tuhan, atas segala berkat, limpahan kasih, anugerah dan karunia yang telah diberikan selama satu tahun.

"Ini sekaligus merupakan momentum doa dan permohonan kepada Tuhan untuk tetap menyertai, menuntun dan memberkati perjalanan Keluarga Besar Nusa Utara Kelurahan Pandu dalam menyusuri tahun 2018, sebagai tahun berkat Tuhan," paparnya.

Oleh karena itu, orang nomor satu di bumi nyiur melambai itu optimis moment itu akan semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa, dan bahkan menggelorakan semangat untuk terus memacu percepatan pembangunan daerah.

"Marilah kita selalu mendukung dalam mempromosikan budaya-budaya lokal. Budaya yang kita miliki sangat unik, sangat variatif, sehingga saya yakin mampu menarik minat para wisatawan untuk melihat dan mengenal lebih dekat," ungkapnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Gubernur Olly berharap agar Keluarga Besar Nusa Utara Kelurahan Pandu dapat terus mendukung berbagai program kerja pemerintah daerah yang sedang dan akan dilaksanakan.

"Jadilah mitra kerja aktif pemerintah dalam mensolusikan berbagai permasalahan dewasa ini, disamping terus menjadi pelopor pemersatu bangsa, menjaga harmonisasi kehidupan yang rukun dan damai, menjadi kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat, bijak dan cerdas dalam menyikapi berbagai isu-isu yang dapat memecah kesatuan bangsa," imbuhnya.

Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Forkopimda dan para pejabat Pemkot Manado. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Sabtu, 17 Februari 2018

Resmikan Aula GMIM Imanuel Paslaten, Gubernur Olly Apresiasi Semangat Gotong Royong Jemaat

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menghadiri ibadah syukur peletakan batu pertama, peresmian dan pentahbisan gedung aula, serah terima Ketua BPMJ serta Ketua BPMW Jemaat GMIM Imanuel Paslaten Wilayah Remboken, Minahasa, Sabtu (17/2/2018) pagi.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di bumi nyiur melambai itu mengapresiasi kebersamaan seluruh jemaat GMIM Imanuel Paslaten, yang secara bergotong royong telah menyelesaikan pembangunan sarana prasarana pelayanan itu.

"Melalui momentum ibadah syukur ini, kita dapat menyaksikan jawaban atas keterpanggilan, kebersamaan dan kesatuan seluruh jemaat GMIM Imanuel Paslaten," katanya.

Menurut Olly, upaya membangun gedung pastori, kantor dan aula jemaat sebagai sarana
prasarana penunjang pelayanan para hamba Tuhan dan jemaat GMIM Imanuel Paslaten merupakan sebuah tugas dan tanggung
jawab mulia yang dipercayakan Tuhan Yesus Kristus

"Ini karena komitmen iman dari jemaat untuk mewujudkannya. Dimana setelah melalui proses yang panjang dalam pembangunan, saat ini kita boleh bersuka cita sekaligus bersyukur atas pentahbisan gedung aula yang representatif ini," ujarnya.

Lanjut Olly, terkait serah terima pelayanan Ketua BPMJ GMIM Imanuel Paslaten dan Ketua BPMW Remboken dari Pdt. Ronny Abraham Leonard Legi, S.Th kr Pdt. Julius Haries Tumiwan, S.Th serta penerimaan Pdt. Vonny Vanda Narbet Pajow, S.Th sebagai pendeta di Jemaat GMIM Imanuel Paslaten merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi, guna menjawab kebutuhan pelayanan yang berdasarkan tata gereja.

"Laksanakanlah tugas dan tanggung jawab di tempat pelayanannya masing-masing sebagai hamba Tuhan, senantiasa mengandalkan Tuhan serta memiliki kesabaran dan ketabahan dalam mengemban tugas mulia ini," harap Olly.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Gubernur Olly mengimbau seluruh jemaat GMIM Imanuel Paslaten, agar terus senantiasa mendoakan dan memberikan kontribusi aktif terhadap berbagai program dan kegiatan Pemerintah Daerah.

"Khususnya dalam menjaga kehidupan yang rukun dan damai dilingkungan kita masing-masing sebagai wujud pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila serta tetap menjadi masyarakat yang senantiasa hidup Berdamai Dengan Tuhan, Berdamai Dengan Sesama, Berdamai Dengan Diri Sendiri dan Berdamai Dengan Lingkungan, karena Torang Samua Ciptaan Tuhan," imbuhnya.

Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua BPMS GMIM Pdt. Hein Arina, Ketua Komisi Pembangunan, Drs. Ernest Tulangkow dan para pejabat Pemprov Sulut. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Kamis, 15 Februari 2018

Wakili Gubernur, Kumendong Apresiasi Eksistensi Masyarakat Desa Liwutung Dalam Pembangunan Sulut

Eksistensi Desa Liwutung di usia 184 tahun memberi makna tersendiri dalam menopang pertumbuhan dan perkembangan Kabupaten Minahasa Tenggara, bahkan Provinsi Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Dr. Jemmy Kumendong, M.Si pada Ibadah Syukur HUT Ke-184 Desa Liwutung, Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara, Kamis (15/2/2018) siang.

"Banyak kontribusi positif dan pengabdian yang dibaktikan oleh komponen masyarakat dalam mengisi ruang pembangunan di daerah ini, secara khusus dalam percepatan pembangunan di Minahasa Tenggara yang semakin maju, mandiri, dinamis, sejahtera dan hebat," ungkapnya.

Lanjut Kumendong, kebersamaan masyarakat Desa Liwutung menjadi kunci utama diraihnya berbagai capaian positif selama ini.

"Seluruh elemen masyarakat desa Liwutung senantiasa menjunjung tinggi kebersamaan, kekompakan yang terbingkai dalam ikatan kekeluargaan dan semangat membangun yang tinggi," bebernya.

Oleh karena itu, Kumendong mengingatkan pentingnya fungsi pengawasan dan pembinaan serta kontrol sosial di masyarakat. Hal itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar, hingga satuan masyarakat yang lebih luas.

"Jaga terus harmonisasi kehidupan yang rukun dan damai, sebagai suatu sumbangsih terkendalinya stabilitas keamanan daerah," katanya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Kumendong mengajak masyarakat Desa Liwutung untuk mendukung suksesnya pembangunan sektor pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan ketahanan pangan.

"Marilah kita memanfaatkan lahan tidur bahkan pekarangan rumah menjadi lahan produktif, mengoptimalkan tugas dan fungsi kelompok tani, meningkatan kemampuan sumberdaya petani, meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian serta menjaga kelestarian lingkungan," imbuhnya.

Di tempat yang sama Plt Bupati Mitra Ronald Kandoli mengapresiasi perhatian Pemprov Sulut terhadap pembangunan Mitra.

Adapun pertemuan itu turut di hadiri oleh Plh. Sekdakab Mitra Robby Ngongoloy, Anggota DPRD Kab Mitra Vocke Ompi, Camat Pasan Martinus Ratulangi dan Hukum Tua Desa Liwutung Meidy Dewiyanti Ompi Moeksim.

Wagub Kandouw : Jangan Abaikan Koordinasi

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw mengingatkan dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) kabupaten/kota untuk selalu berkoordinasi dengan Disperindag Provinsi.

Hal itu disampaikannya saat membuka rapat koordinasi dan konsultasi antara Disperindag Provinsi dengan Disperindag Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara yang dilaksanakan di Manado, Kamis (15/2/2018) pagi.

"Koordinasi itu sangat penting. Jangan diabaikan. Tanpa adanya koordinasi maka pembangunan di daerah tidak akan berjalan baik," katanya.

Menurut Kandouw, rendahnya fiskal di kabupaten/kota membuat pemerintah kabupaten/kota tidak mampu membiayai pembangunan daerahnya sendiri. Padahal dengan ruang fiskal yang lebih leluasa membuat pemerintah sanggup melaksanakan program pembangunan di segala bidang.

"Kabupaten dan kota di Sulut sebagian termasuk daerah fiskal rendah artinya tidak bisa membiayai daerahnya sendiri. Kecuali provinsi karena PAD nya lebih dari satu triliun rupiah. Karena itu kabupaten dan kota harus selalu berkoordinasi," tandasnya.

Lanjut Kandouw, tidak adanya koordinasi yang dilakukan pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dapat berujung sanksi seperti kejadian di Kabupaten Kepulauan Talaud.

"Kasus di Talaud jadi role model nasional. Itu terjadi karena tidak adanya koordinasi. Padahal undang-undang yang memerintahkan koordinasi itu wajib dilakukan," bebernya.

Disamping itu, dalam arahannya, Kandouw juga menyinggung peranan Disperindag terhadap pesatnya pertumbuhan pariwisata Sulut yang dikunjungi ratusan ribu wisatawan asing.

Kedatangan wisatawan ke Sulut yang selalu membeli kerajinan tangan dan makanan ringan untuk dibawa sebagai buah tangan ke tempat asalnya adalah kesempatan baik yang harus dimanfaatkan optimal.

"Pariwisata Sulut sedang booming. Industri rumah tangga yang memproduksi makanan dan cindera mata kelabakan memenuhi banyaknya permintaan. Kebutuhan ini harus dipenuhi,"

Di tempat yang sama Kadisperindag Sulut Jenny karouw yang diwakili Sekretaris Disperindag Abdullah Mokoginta menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan itu.

"Kegiatan ini untuk mensinergikan program dan kegiatan pengembangan industri dan perdagangan di masing-masing daerah serta sebagai sarana untuk memperoleh data dan informasi baik berupa program maupun kebijakan pengembangan industri dan perdagangan," urainya.

Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan dari dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten dan kota se Sulawei Utara. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)