Jumat, 02 Maret 2018

Deklarasi Ormas Waraney Tanah Toar Lumimuut, Gubernur Olly Ajak Pelihara Nilai-Nilai Luhur Adat & Budaya

Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam perilaku seni, adat-istiadat dan budaya di tengah-tengah masyarakat Sulawesi Utara sangatlah penting dan strategis untuk terus dipelihara dan dikembangkan.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili Kepala Badan Kesbangpol Drs Mecky Onibala M.Si pada Upacara Deklarasi Organisasi Adat dan Budaya Waraney Tanah Toar Lumimuut di Lapangan Kantor Gubernur, Jumat (2/3/2018) siang.

"Upaya ini mampu memberikan identitas, jati diri pedoman, arah dan dasar bagi kita semua dalam mengisi pembangunan daerah dan bangsa untuk mencapai kesejahteraan bersama," ungkapnya.

Menurut Gubernur Olly, kemampuan masyarakat Sulut dalam menjaga dan mempertahankan nilai adat dan budaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah derasnya arus perubahan menandakan karakter, identitas dan jati diri yang tangguh.

"Kita adalah prajurit pemberani yang memiliki karakter, identitas dan jati diri yang kuat dan tidak pernah mundur dalam menghadapi setiap tantangan dan permasalahan yang datang," tandasnya.

Oleh karena itu, lanjut Gubernur Olly, Pemprov Sulut akan menopang tujuan serta harapan dari segenap komponen Ormas Adat Waraney Tanah Toar Lumimuut dalam bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat untuk memberikan karya terbaik bagi pembangunan seni adat istiadat dan budaya di Bumi Nyiur Melambai.

"Marilah kita menjadi agen-agen perubahan, prajurit pengawal pembangunan, karena kedepan kita harus terus memantapkan langkah dalam melanjutkan pembangunan daerah dilintas sektor dan dimensi terlebih dalam mengimbangi beragam tantangan yang semakin kompleks dan dinamis," paparnya.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Gubernur Olly mengajak segenap pengurus dan anggota Ormas Adat Waraney Tanah Toar Lumimuut, untuk terus menjadi garda terdepan dalam mempraktekan nilai budaya baku kase inga, baku-baku jaga, baku-baku bantu (gotong-royong).

"Marilah kita berkonstribusi positif dalam meningkatkan kerukunan di tengah-tengah pluralisme (etnis, religi budaya dan adat-istiadat) yang ada demi terwujudnya sulawesi utara berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya," imbuhnya.

Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Forkopimda, Kepala Biro Infrastruktur yang juga Ketua LSM PPI Pakasaan Passo Indonesia Jemmy Ringkuangan AP, M.Si Tonaas, Panglima Besar Waraney Tanah Toar Lumimuut Audy Jimmy Malonda, Staf khusus Gubernur Sulut Bidang Budaya Trully Wungow M.Pd dan Ketua Pelaksana Chris Lengkong.

Cinta Budaya, ASN Disbud Gunakan Pakaian Adat

Seluruh ASN Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menggunakan pakaian adat dari tiga etnis Minahasa, Sangihe, dan Bolaang Mongondow pada upacara di Kantor Dinas Kebudayaan, Kamis (1/3/2018) pagi.

Gagasan inovatif Kepala Dinas Bpk. Fery R.J. Sangian, S.Sos. MAP ini direspons positif seluruh pegawai Dinas Kebudayaan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pelestarian sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap budaya daerah.

Penggunaan pakaian adat daerah ini dilaksanakan setiap hari kamis di minggu pertama bulan berjalan. Ini merupakan langkah positif dalam rangka menumbuh kembangkan kembali cinta terhadap budaya bangsa khususnya budaya daerah Provinsi Sulawesi Utara yang sudah mulai dilupakan.

Di zaman yang serba modern ini, kebudayaan daerah hampir dilupakan untuk itu sebagai instansi yang menangani kebudayaan maka perlu diambil sebuah terobasan positif untuk ikut melestarikan dan menunjukkan keanekaragaman budaya salah satunya dengan penggunaan pakaian adat dan atributnya dikalangan ASN Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Persiapan Perayaan Paskah Asia Terus Dimatangkan

Semakin dekatnya pelaksanaan Kegiatan Asian Ecumenical Youth Assembly (AEYA)/Pertemuan Pemuda Ekumenis se Asia dan Asia Easter Celebration (AEC)/Perayaan Paskah Asia yang akan digelar dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung tanggal 6 s.d. 13 April 2018 di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa ini membuat panitia terus melakukan persiapan agar hajatan internasional yang melibatkan 100 denominasi dan 17 negara itu berjalan lancar.

Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen SE, M.Si selaku pengarah panitia memimpin rapat persiapan yang digelar di Ruang F.J. Tumbelaka, Jumat (2/3/2018) pagi. Silangen optimis Pemprov Sulut dan seluruh pemangku kepentingan mampu bekerjasama menyukseskan agenda yang memiliki tema internasional “Lord, Send Your Light And Truth To Lead Us” (Tuhan, kirimkan cahaya dan kebenaran-Mu untuk mempimpin kami) dan tema Pemprov Sulut "Torang Samua Ciptaan Tuhan"

"Saya atas nama Bapak Gubernur sangat mengapresiasi acara ini. Apalagi nantinya melibatkan seluruh denominasi gereja di Asia," katanya.

Lanjut Silangen, panitia juga akan mempersiapkan tenaga ahli bahasa karena kegiatan tersebut bakal diikuti ratusan pemuda dari 17 Negara Asia, antara lain : Indonesia, Malaysia, Hongkong, Kamboja, Myanmar, Bhutan, Jepang, Srilanka, Bangladesh, Korea, Australia, India, Pakistan, Filipina, Nepal, Taiwan dan New Zealand.

"Kami masih menunggu konfirmasi kedatangan perserta dari luar negeri. Kami juga mempersiapkan tenaga ahli bahasa, local stewards dan lainnya," ungkapnya.

Lebih jauh, Silangen juga mengajak seluruh peserta rapat untuk memanfaatkan media sosial agar agenda internasional itu dapat diketahui seluruh masyarakat.

"Marilah kita gunakan media sosial untuk menginformasikan kegiatan ini ke seluruh masyarakat," bebernya.

Diketahui, latar belakang pelaksanaan Asian Ecumenical Youth Assembly (AEYA) dan Asia Easter Celebration (AEC) adalah untuk menyikapi isu dunia saat ini di kalangan kaum muda terutama pada tahun ini yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana masyarakat yang saat ini kita jalani mendorong banyak anak muda untuk melampaui batas fisik dan mental mereka.

Hal itu disebabkan oleh banyak sekali isu-isu yang mengancam cara berfikir dan bertindak dari para kaum muda terutama kaum muda Asia. Salah satu upaya yang dapat meminimalisir hal tersebut adalah dengan memperkuat dan memperkokoh keimanan dan ketaqwaan daripada kaum muda tersebut. Oleh karena itu gereja-gereja di Asia harus maju untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan isu-isu kunci dan masalah yang dihadapi oleh kaum muda dan isu-isu tersebut harus menjadi prioritas gereja-gereja di Asia.

Adapun terpilihnya Sulawesi Utara sebagai tuan rumah diawali dengan pertemuan Sekretaris Jenderal CCA Mathews George Chunakara dengan Gubernur Olly Dondokambey, SE pada Perayaan Paskah Nasional, bulan April Tahun 2017 di Sulut. Selanjutnya pertemuan antara Sekretaris Jenderal CCA dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw pada bulan Oktober 2017 di Yangon, Myanmar serta surat dari Sekretaris Jenderal CCA Mathews George Chunakara tanggal 15 Januari 2018 tentang Permohonan Permintaan Kesediaan Pemprov Sulut sebagai tuan rumah.

Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama dengan tuan rumah  yakni Pemerintah Republik Indonesia, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), dan tuan rumah setempat Pemprov Sulut dan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).

Rapat itu turut dihadiri Ketua Pelaksana Harian, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang, Wakil Ketua Umum, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos, MARS, Sekretaris Pdt. Liesye Makisanti, S.Th, M.Si dan para pejabat Pemprov Sulut.

Peringati HPSN, OD-SK Ajak Masyarakat  Peduli Sampah dan Kebersihan



Pemerintah Provinsi Sulut melalui Gubernur dan Wakil Gubernur (OD-SK) mengajak warga bumi nyiur melambai Sulawesi Utara untuk tetap peduli sampah dan kebersihan,  baik sampah organik maupun non organik.

Ajakan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Olly Dondokambey melalui Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat menghadiri Deklarasi Sulut mendukung indonesia "Bebas Sampah 2025", Jumat (2/3/2018) pagi tadi di Pantai Kawasan Mega Mas Manado.

"Hari Peduli Sampah 2018 harus didukung penuh, karena program ini merupakan salah satu program nasional. Dan hari ini pemerintah provinsi merespon kegiatan ini. Karena sampai saat ini fakta mengatakan bahwa pola berpikir mindset untuk kesadaran membersihkan sampah belum ada dalam masyarakat kita. Jadi, kalau ada orang yang menyebutkan acara ini hanya sebagai ceremonial saya tidak setuju. Acara seperti ini harus tetap digaung-gaung kan dan dimanfaatkan sebagai momentum kita bersama untuk sadar bahayanya sampah," tegas Steven Kandouw 

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Sulut Marly Gumalag mengatakan terkait  HPSN 2018 ini merupakan program pemerintah pusat yakni Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS).

"Hari ini Puncak HPSN yang dirangkaikan dengan TBBS tapi bukan saat ini saja, namun akan berkelanjut. Saat ini kami melakukan sosialisasi pengelolaan sampah dalam rangka menunjang program pemerintah pusat menuju bebas Indonesia 2025," kata Gumalag.

Selain itu kata Gumalag, kami akan turun untuk melakukan sosialisasi pengelolaan sampah di sekolah-sekolah dan masyarakat serta instansi-instasi.

"Kami akan sosialisasi ke kapal-kapal antar pulau, pesawat, dan daerah-daerah pilkada agar masyarakat peduli dan sadar akan sampah. Jadi Bersih-bersih sampah bukan hanya berhenti saat ini namun akan berkelanjutan sepanjang tahun," tuturnya, sembari ia mengimbau kepada masyarakat Sulawesi Utara bahwa sampah itu jangan menjadi musuh kita tetapi menjadi teman kita, harus dikelola, kita kurangi sampah kemudian kita manfaatkan yang masih bisa digunakan jangan langsung dibuang.

Turut hadir dalam Deklarasi Sulut mendukung indonesia "Bebas Sampah 2025", Sekprov Sulut Edwin Silangen, Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr Kartika Devi Tanos, Forkopimda Sulut, sejumlah Pejaba Eselon II dilingkup Pemprov Sulut, Pemkot Manado serta stakeholder yang membidangi Lingkungan Hidup.



Kamis, 01 Maret 2018

Sejak Dipegang Gubernur Olly, Kunjungan Wisman Ke Sulut Melonjak 321 Persen

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE berhasil mengubah provinsi berjuluk 'Bumi Nyiur Melambai' itu menjadi daerah wisata diminati di Indonesia.

Terbukti dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga akhir tahun 2017 meningkat sangat drastis hingga 321 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada tahun 2015 yakni sebanyak 27.059 orang wisman.

Dibukanya penerbangan langsung dari beberapa kota besar di Cina ke Sulawesi Utara melalui lobi Gubernur Olly ke pemerintah pusat dan China adalah salah satu kunci dibalik keberhasilan itu.

"Kunjungan wisman pada tahun 2016 mencapai 48.288 orang atau melonjak drastis jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada tahun 2015 yakni 27.059 orang wisatawan dan terus meningkat pesat hingga 86.976 orang wisatawan di tahun 2017," ungkap Olly dalam materi presentasi pada kunjungan kerja Komisi X DPR RI yang digelar di Ruang C.J. Rantung, Kamis (1/3/2018) pagi.

Selain itu, peningkatan jumlah kunjungan wisman juga diikuti meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan nusantara dari 1.484.402 orang di tahun 2016 meningkat menjadi 1.698.523 orang di tahun 2017.

Menurut Olly, pihaknya bersyukur dengan peningkatan kunjungan wisatawan itu. Sebab, sambungnya, semakin meningkatnya kunjungan wisatawan, maka sangat berdampak pula bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulut.

Lanjut Olly, dirinya menyadari kunjungan wisatawan ke Sulut harus diimbangi dengan pelayanan prima kepada para wisatawan seperti wisman dari China. Hal itu dapat dicapai dengan baiknya penguasaan budaya dan bahasa.

Oleh karena itu, di hadapan Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI Ferdiansyah, SE, MM bersama anggota DPR RI lainnya, Gubernur Olly menyebutkan Pemprov Sulut telah berupaya meningkatkan kualitas SDM Pariwisata dengan mengutus ratusan pelajar Sulut ke China untuk mempelajari bahasa dan budaya China.

"Kami telah mengirim ratusan orang ke China untuk belajar bahasa dan pariwisata. Saat ini ada sekitar 200 orang yang sedang belajar di China," ungkapnya.

Selain menyampaikan perkembangan pariwisata di Sulut, Gubernur Olly juga menerangkan upaya pihaknya untuk memajukan dunia pendidikan Sulut. Misalnya dengan meningkatkan jumlah pendapatan guru honorer SMA/SMK yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Sulut hingga menyamai nilai Upah Minimum Provinsi (UMP).

Diketahui, sesuai amanat UU 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah seluruh kepala sekolah SMA dan SMK yang sebelumnya berada dibawah naungan pemerintah kabupaten dan kota kini dalam naungan Pemprov Sulut

"SMK dan SMA sejak 2017 dibawah kendali pemerintah provinsi. Awalnya, kami mendapatkan kendala utama yaitu banyaknya guru yang honorer dengan pendapatan yang berbeda-beda. Untuk mengatasi itu seluruh guru honorer kami samakan standar pendapatannya menjadi sama dengan ump," tandas Olly lalu disambut tepuk tangan peserta pertemuan yang memadati ruangan.

Lebih jauh, orang nomor satu di Sulut itu memaparkan tentang perkembangan di bidang budaya dan olahraga Sulut.

"Kami sudah menyiapkan peraturan daerah tentang kebudayaan sehingga kebudayaan dapat semakin menunjang pariwisata Sulut. Terkait olahraga, kami sudah mengaktifkan kembali pekan olah raga provinsi (Porprov) untuk meningkatkan prestasi olahraga Sulut," katanya.

Tidak hanya itu, tambah Olly, seluruh pemerintah kabupaten dan kota peserta Porprov juga menerima hadiah miliaran rupiah.

"Kami juga menyiapkan bonus sebesar Rp. 10 miliar untuk juara pertama. Sedangkan juara dua mendapatkan Rp.5 miliar dan juara tiga memperoleh Rp. 2 miliar. Adapun peserta lainnya memperoleh Rp 1 miliar. Ini semua digunakan untuk pembangunan sarana dan parasarana olahraga," imbuhnya.

Ditempat yang sama, Ketua Tim Kunjungan Kerja yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah, SE, MM menjelaskan kedatangan DPR RI kali ini merupakan rangkaian kunjungan kerja ketiga setelah sebelumnya menyambangi Provinsi Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan. "Kami ingin melihat situasi di daerah menjadi masukan," bebernya.

Ia juga mengapresiasi seluruh penjelasan Gubernur Olly. Olly dinilai sukses menjalankan program-programnya. Oleh karena itu, Ferdiansyah berkomitmen mendukung seluruh program Pemprov Sulut terkait pariwisata, pendidikan dan budaya.

"Dari kunjungan ini, nanti akan ada bahan masukan terkait penganggaran melalui APBN," paparnya.

Pertemuan itu turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan para pejabat Pemprov Sulut. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 28 Februari 2018

Disaksikan Wagub Kandouw Pengurus Percasi Sulut Dilantik GM Utut Adianto


Pelantikan Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sulawesi Utara masa bakti 2017 - 2018 digelar di Hotel Peninsula Manado, rabu (28/02/2018) kemarin

Kegiatan dihadiri oleh langsung Ketua Umum PB Percasi, Drs. GM Utut Adianto, Sekretaris Jenderal (Sekjen), Henry Hendratno, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, Ketua DPRD Sulut Andre Angouw, Ketua Harian KONI Kolonel Infantri Theo Kawatu, Kadispora Marchel Sendoh, Ketua DPRD Kota Manado Nortje Van Bone.

Sekretaris Jenderal (Sekjen), Henry Hendratno, membacakan nama - nama pengurus percasi sulut berdasarkan SK No 1/SKEP/PB - PERCASI/KU/I/2018 dan SK KONI Pusat nomor 58 tahun 2017 tanggal 22 Agustus 2017. Dilanjutkan dengan pengukuhan skaligus pelantikan pengurus oleh Ketua Umum PB Percasi, Drs. GM Utut Adianto.

Dalam kesempatan tersebut Utut Aduanto  mengingatkan kepada pengurus yang baru saja dilantik agar terus gelorakan catur di sulut dan harus mampu menciptakan master - master yang baru dan mampu bawa nama sulut baik ditingkat nasional hingga internasional.

"Tidak ada kerja yang sia - sia. Tanpa ketekunan anda tidak akan menjadi master yang hebat, tanpa keyakinan anda hanya akan menjadi penggembira. Untuk itu lakukanlah segala sesuatu dengan sungguh - sungguh sehingga sulut akan membawa nama harum indonesia," kata Utut. Sembari mengucapkan selamat bekerja kepada pengurus percasi yang baru.

Usai itu, Utut menyerahkan bantuan kepada Pengurus Kuda Api Cess Club, Benteng Sakobar Cess Club, Lighting Power Club masing - masing Rp. 10.000.000,-.

Dikesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sulut Steven O.E Kandouw memberikan apresiasi kepada Ketum Percasi GM Utut Adianto karena bersedia meluangkan waktu hadir bersama - sama untuk melantik pengurus percasi sulut. Dan untuk pengurus yang baru saja dilantik agar dapat bekerja semaksimal mungkin sehingga dapat menciptakan pecatur sulut yang handal.

"Yang dapat memajukan dunia olahraga adalah pengurus dan masyarakat di masing - masing cabor. pemerintah hanya sebagai suplementer dan komplimenter, paradigmanya keliru jika pemerintah yang harus penetrasi, masyarakatlah yang berperan langsung", kata Kandouw.
Saya sampaikan pengurus harus benar - benar mencintai olahraga itu sendiri sehingga dia bisa berbaur bersama atlit dan mampu menciptakan prestasi yang mengharumkan nama sulut, setelah itu baru diurus pendanaannya, l
" Tapi dengan Ketua Oercasi Sulut yang baru, tidak diragukan lagi masalah pendaan dan pasti pada PON depan nanti, catur bisa menyumbangkan emas," harap Kandouw.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan eksebisi 8 pecatur pemula vs Master Utut Adianto, secara simultan , dalam eksebisi tersebut secara mengejutkan GM Utut dikalahkan oleh pecatur muda Sulut Maria Angkouw.

Selasa, 27 Februari 2018

Wagub Kandouw Launching Of Event North Sulawesi 2018




Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey melalui Wakil Gubernur Steven Kandouw
meluncurkan Calender of Event (CoE) North Sulawesi 2018 bertempat di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Selasa (27/2/2018) pagi kemarin

Langkah ini dinilai bagus karena bagian dari persiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menyambut pariwisata 2018.

Dalam CoE North Sulawesi itu, terdapat empat even utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yakni Celebrate Of The Sea, Festival Bunaken, Pemilihan Nyong Noni Sulut, Festival Natal/Chistmas Festival serta  Ratusan lebih event lainnya yang ada di Kabupaten/Kota siap digelar pada tahun 2018 berjalan ini.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut Daniel Mewengkang dalam laporan mengatakan pelaksanaan program pemerintah Sulut Dinas Pariwisata 2018, untuk promosikan, sinkronisasi sektor pariwisata, dan meningkatkan kedatangan turis, hasil yang diharapkan menetapkan Event of Calender dimaksud.

"Saya berharap dengan diluncurkan Calender of Event Sulut 2018 ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah Sulut," ungkapnya.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dalam sambutannya mengatakan Pariwisata Sulut tahun 2016, 2017 hingga tahun 2018 berjalan ini
secara sensasional kita mengalami kenaikan hampir 700 persen kunjungan turis asing yang masuk daerah Sulawesi Utara.

"Apakah hal ini sudah memuaskan kita semua atau sudah cukup. Kenaikan 1000 persen dari tahun 2015 sampai saat ini secara nominal mungkin tahun ini kita bisa capai 125 ribuan. Dari segi prosentase tingkat nasional kita yang paling tinggi, tapi dari segi nominal dari 16 juta turis yang datang ke Indonesia dengan capaian 120 ribu itu belum sampai satu persen," bebernya.

"Untuk itu saya (Wagub) melalui pak Gubernur Olly Dondokambey meminta kepada pemerintah Kabupaten/Kota agar rajin-rajinlah mempromosikan daerahnya untuk kemajuan pariwisata Sulut. Mudah-mudahan dengan diluncurkan Calender of Event 2018 Pariwisata Sulut mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal yang datang berkunjung ke daerah bumi nyiur melambai Sulawesi Utara," tandasnya.

Tak lupa juga Wagub Sulut mengingatkan kepada Kabupaten Kota agar tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulut agar tidak bentrok jadwal kegiatannya.

"Agar pelaksanaan seluruh kegiatan terorganisir sesuai harapan yang ada," harapnya.

Perlu diketahui terhitung mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 15 Februari 2018, jumlah turis asing yang mengunjungi daerah sulawesi utara sudah mencapai 14.578 orang.

Turut hadir dalam Launching tersebut Pjs Walikota Kotamobagu Muh. Ruddy Mokoginta, Wakil Walikota Manado, Mor Bastiaan, Wakil Bupati Boltim Drs Rusdi Gumalangit, Sekda Minahasa Jefri Korengkeng SH MSi, Sekda Sangihe Edwin Roring,,Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang, Kepala Dinas Kabupaten /Kota Se Sulut dan Stakehoder Pariwisata.

Ini Agenda Pariwisata  Sepanjang Tahun 2018
1. Bulan Maret Celebrate of the sea Festival Teluk Tomini Bolsel.
2. Bulan April pelaksanaan Paskah se Asia.
3.Bulan Mei Festival Danau Cinta Pulau Makalehi Sitaro , Pesona Kotamobagu, Festival Pesona Batu Pinagut di Bolmut.
4. Bulan Juni Festival Kentang di Minsel.
5 .Bulan Juli Festival Bunaken, Festival Teluk Amurang, Festival Pulau Sara'a di Talaud.
6. Bulan Agustus Pemilihan Nyong dan Noni Sulut, Manado Fiesta, Tomohon International Flower Festival.
7. September Festival Pesona Sangihe.
8. Bulan Oktober Pesona Selat Lembeh, Festival Danau Tondano, Festival Bentenan Lakban, Mitra.
9.Bulan November Festival Pantai Paal dan Budaya Klabat, serta Festival Danau Moat Boltim.