Selasa, 15 Mei 2018

Gubernur Olly Ikuti R20 Austrian World Summit

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE mengikuti agenda R20 Austrian World Summit di Kota Wina, Selasa (15/5/2018) siang.

Olly yang mengenakan setelan jas berdasi merah terlihat serius menyimak sambutan pembuka dari Kanselir Austria Sebastian Kurz yang juga pemimpin termuda di dunia dalam acara yang membahas perubahan dan upaya perlindungan iklim dunia itu.

Terungkap bahwa selama satu dekade terakhir, kawasan, negara bagian, dan kota di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa kontribusi dan kepemimpinan mereka sangat penting untuk mempercepat transisi menuju masa depan rendah karbon yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, menurut Kurz, R20 Austrian World Summit merupakan prakarsa jangka panjang untuk menciptakan platform jaringan yang akan membantu daerah, negara bagian dan kota menerapkan tujuan pembangunan berkelanjutan PBB dan memenuhi target perlindungan iklim global yang digariskan dalam Perjanjian Paris.

Adapun sejumlah pembicara penting dalam pertemuan yang diikuti lebih dari 700 peserta dari 50 negara itu yakni Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Austria Alexander Van der Bellen dan Chairman of R20; Regions of Climate Action Arnold Schwarzenegger.

Menariknya, pada kesempatan itu Schwarzenegger menerangkan pentingnya inisiatif perubahan iklim R20 untuk mewujudkan proyek-proyek perlindungan iklim seefektif mungkin.

Lanjut Schwarzenegger, R20 memiliki kemitraan yang kuat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa, lembaga pembiayaan internasional (Bank Dunia, Bank Investasi Eropa, dll.) Dan dengan jaringan wilayah seperti C40 (Kelompok Kepemimpinan Iklim Kota) dan ICLEI (Pemerintah Lokal untuk Keberlanjutan). 

Diketahui, R20 Austria & EU , yang didirikan oleh Monika Langthaler pada tahun 2014, adalah hub R20 lokal di Austria. Asosiasi ini adalah mitra internasional, yang aktif di semua jaringan R20 dan inisiatif seputar isu-isu perlindungan iklim dan "brainbows - perusahaan informasi" adalah badan penyelenggara dari Austrian World Summit.

R20 Austrian World Summit turut dihadiri Ketua TP PKK Sulut Ir. Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan Anggota DPRD Rocky Wowor, Bart Senduk, Kepala Dinas Penanaman Modal & PTSP Hendry Kaitjili, Kepala Biro Umum dan Protokol Clay June Dondokambey, S.STP, MAP dan Rio Alexander Dondokambey. (Humas Pemprov Sulut)

Wagub Kandouw: Pasokan, Harga dan Kualitas Pangan Harus Dijamin Aman Jelang Ramadhan 2018




Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Pangan Daerah (DPD) terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pangan Kabupaten dan Kota guna menjamin ketersediaan, pasokan, harga dan kualitas Pangan jelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2018.

"Untuk itu, ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dan dijamin aman terkait Pangan yaitu Ketersediaan Pangan, Harga Pangan dan Kualitas Pangan itu sendiri," tandas Wagub Kandouw saat membuka Rakor Pengamanan Stabilitas Pasokan, Ketersediaan dan Harga Pangan jelang Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini yang digelar Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulut di ruang FJ Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut, Selasa (15/5/2018) kemarin.

Menurut Wagub Kandouw, ketiga hal ini sangat terkait dan bersangkutan langsung dengan masyarakat selaku konsumen.

Pasokan dan ketersediaan bahan pangan merupakan hal yang penting, baik pasokan dari dalam daerah maupun dari luar daerah, termasuk bahan import dari luar negeri. Bahkan instansi di daerah diharapkan terus memantau ketersediaan bahan pangan pada Sentra produksi di daerah.

Demikian halnya dengan harga pangan, yang seharusnya sesuai dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah ataupun harga pasar yang berlaku, dan bukan berasal dari permainan pelaku pasar atau pedagang demi keuntungan sendiri.

Selain itu, kualitas bahan pangan harus senantiasa dijaga dan dipelihara guna mendapatkan kepercayaan konsumen terhadap bahan pangan yang dibutuhkan.

"Jadi kita harus saling bersinergi, Pemprov Sulut dan instansi terkait di Kabupaten dan Kota, termasuk melakukan check on the spot terkait Ketersediaan, Pasokan, Harga dan Kualitas Pangan di daerah, termasuk di wilayah pelosok dan kepulauan," kata Wagub Kandouw seraya mengapresiasi dilakukannya Rakor Pangan Kabupaten dan Kota se-Sulut menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2018.

"Saya memberikan apresiasi kepada segenap jajaran Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, yang telah menyelenggarakan kegiatan strategis dan bernilai penting dalam rangka pengamanan stabilisasi pasokan, ketersediaan dan harga pangan pokok di daerah ini serta atas kuatnya tekad dan komitmen dalam menjaga stabilitas pasokan, ketersediaan dan harga pangan pokok strategis," tandas Wagub Kandouw.

Dia beralasan, persaingan global saat ini, masyarakat dihadapkan pada permasalahan dan tantangan yang besar dalam pembangunan yang bersumber pada potensi sumber daya pertanian. 

Permasalahan dan tantangan itu antara lain kapasitas Sumber Daya Alam (SDA) yang semakin terbatas, adanya kompetisi pemanfaatan komoditas pangan sebagai sumber pangan, pakan dan energi, serta perubahan iklim global yang berdampak besar terhadap produksi komoditas pangan.

Peningkatan pertumbuhan penduduk, yang saat ini mencapai 1,15 % per tahun, dan adanya fenomena peningkatan proporsi penduduk kelas menengah justru semakin mendorong permintaan.

Perilaku para pedagang terhadap distribusi pangan, ikut mengeruk profit diatas wajar, serta kelangkaan pangan akibat panjangnya rantai pemasaran yang kemudian berujung pada terjadinya gejolak harga pangan yang akan berdampak Iangsung terhadap masyarakat selaku konsumen.

Untuk itulah Pemerintah harus  menjamin penyediaan bahan pangan dalam jumlah yang cukup, kelancaran distribusi dan harga yang stabil agar masyarakat bisa mengakses pangan bermutu dengan harga terjangkau serta aman dikonsumsi, terlebih menjelang hari-hari besar keagamaan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan agar harga bahan pokok bisa terkendali oleh Pemerintah, antara Iain diperlukan informasi data stok/ketersediaan, pasokan dan harga pangan untuk dinformasikan ke publik dan berkoordinasi dengan instansi terkait dan pelaku usaha.

Hal yang perlu diperhatikan menjelang Hari Raya Idul Fitri dan pada kondisi tertentu ketika terjadi kenaikan harga untuk beberapa komoditi yang memberi kontribusi terhadap inflasi dan menghindari tindakan para pelaku usaha untuk melakukan penimbunan, antara Iain optimalisasi peran SATGAS PANGAN DAERAH sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, pawl 68 ayat 1, Terkait dengan kebijakan ketahanan pangan secara nasional maupun daerah, maka dibutuhkan peran Dewan Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk membantu Gubernur dan Bupati/Walikota.

Rakor Pengamanan Stabilitas Pasokan, Ketersediaan dan Harga Pangan jelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2018 didahului laporan dari Kadis Pangan Daerah Provinsi Sulut Ir Sandra Moniaga MSi dan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Pemprov Sulut, Kepala Dinas Pangan Daerah Kabupaten dan Kota se-Sulut, Bulog Divre Sulut, Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Karo Ekonomi dan SDA Setda Pemprov Sulut, Dewan Ketahanan Pangan Daerah, Pelaku Usaha dan undangan lainnya..



.

Senin, 14 Mei 2018

Antisipasi Teror Bom, Gubernur Olly Minta Masyarakat Aktifkan Poskamling

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk mencegah aksi teror bom yang menyasar rumah-rumah ibadah dan fasilitas umum.

Surat tersebut diteken oleh Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw pada Senin, 14 Mei 2018 yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota se Sulut.

SE bernomor 300/2827/Sekr.Ro.Pemhumas yang dibacakan Wagub Kandouw pada jumpa pers Senin (14/5/2018) sore itu meminta setiap Bupati dan Walikota agar meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah masing masing.

"Perketat pengawasan dan penjagaan di tempat-tempat umum, perkantoran/fasilitas pemerintah dan pusat-pusat keramaian sesuai dengan Standar Operasional Prosedur," ujarnya.

Selain itu, Wagub Kandouw mengimbau Bupati dan Walikota meningkatkan peran aktif warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) dan melakukan ronda malam secara kontinu.

"Jemaat dan warga masyarakat sekitar agar dapat meningkatkan pengamanan di rumah-rumah ibadah terutama saat umat sedang melaksanakan peribadatan, dan dapat melibatkan aparat keamanan serta wajibkan tamu yang menginap 1 x 24 jam di lingkungan masing-masing untuk melaporkan diri pada pemerintah setempat," paparnya.

Lebih jauh, Wagub Kandouw mengingatkan Bupati dan Walikota untuk mengawasi pengguna media sosial yang menyebarkan paham radikalisme dan jika didapati ada yang terindikasi paham radikalisme agar dapat melaporkannya pada pihak yang berwenang.

Diketahui, seluruh tindakan antisipasi tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Sulut.

"Demikian Surat Edaran ini untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya," pungkas Wagub Kandouw yang didampingi Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut, SE, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Edison Humiang dan Kepala Biro Pemerintahan Dan Humas DR. Jemmy Kumendong. (Humas Pemprov Sulut)


Minggu, 13 Mei 2018

OD-SK Berbelasungkawa Kepada Korban Bom Surabaya

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE menyatakan ikut berlangsungkawa kepada korban bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.

“Saya mengutuk keras tindakan terorisme di Surabaya. Saya mengucapkan turut berbela sungkawa dan berdukacita yang sedalam dalamnya. Semoga para korban yang meninggal dunia diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa dan semoga lekas diberi kesembuhan bagi korban yang sedang dalam perawatan," katanya.

Menurut Olly, teroris adalah musuh semua elemen masyarakat. Dirinya berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas tragedi bom meledak di Surabaya.

“Teroris adalah musuh kita bersama dan musuh semua umat beragama. Tiada satu ajaran agama apapun yang membenarkan tindakan kekerasan. Saya optimis pihak kepolisian mampu mengusut tuntas dalang dari semua ini," tandasnya.

Olly juga meminta masyarakat Sulut tidak menyebar gambar atau video korban kejadian ledakan bom di Surabaya. Agar, masyarakat tidak jadi bagian target penyebaran gambar teror.

“Jangan sampai kita terperangkap tujuan teroris, jangan sebarkan gambar dan video korban bom di media sosial, sebab tujuan para teroris adalah untuk membuat kita ketakutan semua,” ungkapnya.

Lebih jauh, Olly mengimbau masyarakat Sulut tetap waspada dan meningkatkan keamanan lingkungan untuk mencegah terjadinya aksi teroris di Bumi Nyiur Melambai.

Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw. Dirinya meminta masyarakat Sulut tidak mudah terprovokasi pihak lain yang ingin mengganggu kerukunan masyarakat Sulut yang terjalin erat hingga saat ini.

"Saya mengutuk kejadian bom bunuh diri di Surabaya. Masyarakat Sulut harus tetap solid ,kompak dan tidak mudah terprovokasi. Tetap pertahankan Sulut sebagai provinsi paling toleran dan tingginya toleransi di Sulut menjadi inspirasi buat republik ini," imbuhnya.

Sebelumnya, bom meledak di tiga gereja di Surabaya pada Minggu pagi. Korban tewas terus bertambah menjadi 13 orang dan melukai 43 orang lainnya.

Bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

Selang sekitar lima menit, bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno. Kemudian disusul bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro. (Humas Pemprov Sulut)

Hebat! Gubernur Olly Kembali Raih Rekor MURI

Lagi-lagi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Setelah mencetak rekor sebagai kepala daerah pertama yang mengajar melalui siaran langsung kepada siswa pada Rabu (2/5/2018) lalu, kini Olly meraih penghargaan MURI kategori penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja sosial lintas agama terbanyak.

Untuk diketahui, pemberian perlindungan bagi 35.000 pekerja sosial lintas agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha dan Konghucu yang ada di Sulut merupakan yang pertama kali di Indonesia bahkan di dunia.

Piagam rekor MURI tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Eksekutif MURI, Osmar Semesta Susilo kepada Olly di Manado, Jumat (11/5/2018) siang.

Gubernur Olly mengapresiasi penghargaan tersebut. Dirinya menegaskan pemerintah harus hadir untuk mendukung program perlindungan yang mengedepankan jaminan sosial masyarakat.

"Saya bersyukur karena kerjasama Pemprov Sulut dengan BPJS sehingga bisa terlaksana kegiatan ini. Pemerintah harus ada di tengah-tengah masyarakat dan ini merupakan kemajuan bagi tokoh agama dalam rangka mengikuti program pemerintah dalam hal asuransi," katanya.

Menurut Olly, pemberian perlindungan kepada para pekerja sosial lintas agama adalah langkah tepat. Pasalnya, para pekerja sosial lintas agama dan tokoh agama merupakan komponen penting bagi keberlanjutan dan kesuksesan pelaksanaan program pembangunan daerah dan bangsa.

"Tokoh agama dan para pekerja sosial lintas agama harus diberikan jaminan perlindungan dalam menjalankan fungsi dan tanggungjawabnya, ditengah berbagai tantangan dan resiko yang dihadapi, sehingga akan semakin meningkatkan kesejahteraan dan mengakselerasi kinerja yang diemban," ujarnya.

Olly meyakini, lewat berbagai terobosan yang dilakukannya saat ini akan memberikan dampak positif bagi peran dan kontribusi seluruh tokoh agama dan pekerja sosial lintas agama dalam percepatan pembangunan masyarakat, daerah dan bangsa yang semakin maju, unggul dan hebat kedepan.

Lebih jauh, Gubernur Olly mengajak BPJS Ketenagakerjaan untuk berinvestasi di Sulut dengan sebagian dana pengelolaan yang dimilikinya. Diketahui BPJS Ketenagakerjaan saat ini memiliki aset Dana Jaminan Sosial (DJS) senilai Rp. 326 triliun yang diperoleh dari premi seluruh peserta BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia.

Olly menyatakan banyak sektor yang bisa diinvestasikan di Sulut, antara lain infrastruktur maupun pembangunan hotel untuk mendukung pariwisata.

"Investasi banyak, misal ada infrastruktur, pembangunan hotel, sarana dan prasarana lainnya. BPJS Ketenagakerjaan juga bisa menginvestasikan dananya di bank Sulut sehingga bisa dimanfaatkan para pengusaha," ucap Olly.

Sebelumnya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto menyatakan, pemberian perlindungan kepada 35 ribu Pekerja Sosial Lintas Agama ini sejalan dengan Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan toleransi tertinggi di Indonesia.

“Sulawesi Utara merupakan Provinsi dengan tingkat toleransi antar-pemeluk agama tertinggi, sangat tepat kiranya para pekerja mulia ini mendapatkan perlindungan dalam mengemban misi kemanusiaan dari BPJS Ketenagakerjaan," tandasnya.

Agus juga menyebutkan besarnya perhatian Gubernur Olly sehingga pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dapat direalisasikan kepada para pekerja sosial lintas agama di Sulut.

"Ini atas persetujuan bapak Gubernur Sulawesi Utara. Tentu ini upaya baik dalam rangka membangun kohesi sosial kita dan memperkokoh persatuan kita," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Agus juga menyatakan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk mendorong dan membangun perekonomian nasional dengan menginvestasikan aset dana jaminan sosial yang jumlahnya saat ini mencapai Rp. 326 triliun.

"Kami dalam mengelola BPJS Ketenagakerjaan ada dua tugas mengelolanya yaitu mengelola dana kepesertaan serta mengelola dananya agar bisa mendorong perekonomian nasional. Makanya kita siap bersinergi dengan Pemprov Sulut misalnya dengan membangun taman kota di Manado supaya masyarakat Sulut ini lebih memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan," ujarnya.

Adapun kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Forkopimda, Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Wakil Ketua TP-PKK Sulut dr. Kartika Devi Kandouw Tanos, MARS, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sulut Asri Basir dan para pejabat Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Wagub Kandouw Canangkan Logo Hapsa Dan POR P/KB Sinode GMIM



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw   yang juga sebagai Ketua Umum Panitia Hapsa dan POR P/KB mencanangkan dan melaunching Logo  Pelaksana Hari Persatuan ( Hapsa ) dan Pekan Olah Raga ( POR ) Pria /Kaum Bapa Sinode GMIM di Kakas Raya Tahun 2018   sabtu  ( 12/5/ ) kemarin
Pertama bersyukur kedua bersyukur dan ketiga bersyukur karena kerja buat Tuhan Roh kudus pasti campur tangan karena P/KB GMIM adalah satu komponen  pembangunan bangsa , sehubungan dengan itu  patut di apresiasi dan diucapkan terima kasih kepada segenap pihak  yang telah memprakarsai kegiatan ini.
 
" Sebab dengan anggaran sebesar ini kalau kekuatan manusia pasti tidak akan dapat tapi dengan kekuatan Roh Kudus  kita semua tidak usah takut sebanyak apapun  pasti akan dapat" Kata Kandouw.
Hapsa dan POR PKB sendiri merupakan wahana penguatan iman percaya dan kebersamaan segenap anggota PKB GMIM juga menjadi salah satu faktor penentu dalam kesinambungan pelayanan.
"Untuk itu pelaksanaanya di setiap tahun secara progresif harus di tingkatkan , bahkan manfaatnya harus terus diperluas demi kemajuan bersama" ujar Kandouw.

Semangat panitia sangat luar biasa saya senang sekali apalagi panitia lokal fokus apa yang akan dikerjakan pasti semuanya tuntas.
" Fokus saja  yang menjadi tugas tanggung jawab  masing -masing apa yang dikerjakan pasti berjalan dengan baik" tegas Kandouw.
Saya mengajak kepada seluruh panitia pelaksana  untuk bekerja sama dan  memberi diri bagi suksesnya.kegiatan ini demi kemuliaan Tuhan
" Kepada kita semua khusus kepada Komisi terus topang dalam doa karena tinggal dua minggu lagi  pelaksanaan kegiatan,  mudah -mudahan doa akan selalu mengundang Roh Kudus  hadir bersama.-sama dengan kami panitia untuk mempersiapkan ini dengan baik", harap Kandouw.
Semoga tuntunan dan penyertaan Tuhan senantiasa mengiringi setiap karya dan kerja kita membangun gereja , daerah dan bangsa tercinta, tutup Wagub Kandouw
 




Wagub Kandouw : Jaga Kerukunan Terutama Iman Dan Taqwa Kepada Tuhan



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven.O.E Kandouw memberikan materi sinergitas antara pemerintah dan GMIM di Kegiatan Pembekalan Perbendaharaan Sinode GMIM Wilayah Mandolang , Tanawangko dan Sea jumat  (11/5/2018 ) kemarin.


Menurut  Wagub Kandouw Pemerintah Sulut sangat memerlukan bantuan seluruh komponen masyarakat terutama GMIM menjaga stabilitas keamanan dan menjaga kerukunan antar umat beragama.
" GMIM harus senantiasa merapatkan barisan, saling bersinergi dan saling bahu membahu dengan pemerintah daerah dalam mengoptimlkan setiap sumber daya, potensi dan talenta yang dimiliki untuk membangun dan memberdayakan masyarakat, kata Kandouw.

Dan ikut mendorong jemaat untuk berani berwira usaha di berbagai sektor,  disamping peningkatan finansial secara pribadi , juga akan membuka lapangan pekerjaan.
" Serta membangun masyarakat  yang cerdas secara spritual emosional, sosial., intelektual" ujar Kandouw.

Lanjutnya,  GMIM harus.mendorong generas muda gereja untuk mengejar pendidikan setinggi mungkin.
"Agar memanfaatkan alokasi beasiswa yang disediakan pemerintah", harap Kandouw.
Lebih jauh Kandouw mengatakan agar jemaat berpola hidup sehat sederhana dan mencintai lingkungan.
" Teruslah jaga kebersamaan kedamaian  demi stabilitas , harmonisasi  kehidupan bermasyarakat  sebagai syarat mutlak pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan dan  kerukunan  terutama iman dan taqwa kepada Tuhan", tutup.Wagub Kandouw