Rabu, 08 Agustus 2018

Wagub: TIFF Sukses Dukung Kemajuan Pariwisata Sulut

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tomohon yang telah mendukung kemajuan pariwosata Sulut dengan telah melaksanakan gelaran Tomohon International Flower Festival (TIFF) tahun 2018.

Hal tersebut disampaikan Wagub saat menghadiri pembukaan TIFF yang dilaksanakan di kota Tomohon, Rabu (8/8/2018).

Dengan dilaksanakannya TIFF, telah mendukung kemajuan pariwisata Sulut, terbukti berbagai wisatawan baik lokal maupun mancanegara hadir menyaksikan pelaksanaan TIFF. Mereka dapat menikmati keindahan kota Tomohon, sehingga saat mereka pulang ke negara masing-masing mereka dapat menceritakan pengalaman saat mengunjungi kota Tomohon, sehingga mereka bisa kembali lagi melakukan kunjungan wisata ke Sulut.

Wagub juga menantang kepada Kabupaten Kota lainnya yang ada di Sulut untuk berpacu melaksanakan kegiatan bertaraf internasional seperti yang dilakukan Pemkot Tomohon, agar setiap daerah di Sulut bisa lebih dikenal dan maju. Diakhir sambutan Wagub menyampaikan selamat menikmati gelaran TIFF bagi para tamu.

Beberapa tamu penting juga hadir  dalam TIFF yakni Pangeran dan Putri Georgia dan beberapa duta besar seperti Ceko, Georgia, Malaysia, Nepal, Pakistan, Singapura, Korea, Taiwan, Thailand, Filipina, Kazakhstan, Bhutan, Arab Saudi dan Jepang.

Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua TP PKK Sulut Ibu Rita Dondokambey Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK dr. Kartika Devi Kandouw Tanos, Ketua Dharma Wanita Persatuan Sulut Ivonne Silangen Lombok, Kabahrkan Polri Putut Eko Bayuseno, Forkopimda Sulut, Walikota dan Wakil Walikota Tomohon.(humas provinsi sulut)

Kemiskinan Menurun, Gubernur Olly Apresiasi Kinerja TPID

Perekonomian Sulawesi Utara terus mengalami perkembangan yang signifikan dan menggembirakan. Sulut juga berhasil meraih penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Terbaik Tingkat Provinsi se Kawasan Sulawesi Tahun 2018.

Hal itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey, SE dalam sambutan yang diwakili oleh Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS pada Rapat Koordinasi TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sulut di Manado, Rabu (8/8/2018) pagi.

"Hal ini tidak lain disebabkan oleh kontribusi dari berbagai stakeholder pembangunan, termasuk TPID yang terus saling bersinergi dan berupaya memberikan dampak positif bagi pembangunan Sulawesi Utara secara keseluruhan," kata Olly.

Gubernur Olly menuturkan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2018 menyebutkan jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Sulut terus menurun.

"Jumlah penduduk miskin mencapai 193,31 ribu orang (7,8 persen) berkurang 1,54 ribu orang dari kondisi September 2017 yang sebesar 194,85 ribu orang (7,9 persen). Jumlah yang terus menurun, sejak tahun 2015 sebanyak 8,2 persen dan tahun 2016 berada pada angka 8,1 persen," kata Olly.

Lanjut Gubernur Olly, ekonomi Sulut Triwulan II 2018 tumbuh 5,83 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai lapangan usaha jasa lainnya yang tumbuh 12,72 persen.

"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 11,87 persen," beber Olly.

Gubernur Olly juga mengimbau TPID Kabupaten/Kota untuk tetap menjaga dan mengatur ketersediaan pasokan kebutuhan pokok dan stabilitas harga pangan untuk kebutuhan masyarakat, khususnya saat hari raya keagamaan.

"Lewat forum ini, saya mengajak Bapak dan Ibu untuk memaksimalkannya sebagai langkah memantapkan koordinasi, seiring dengan pembentukan struktur TPID sesuai Keppres 23 Tahun 2017 bagi Kabupaten/Kota. Sekaligus untuk memperkuat sinergitas program dan kegiatan dalam rangka pengamanan pasokan kebutuhan bahan pokok dan harga pangan pokok untuk menjaga stabilitas harga di setiap wilayah, di Provinsi Sulawesi Utara," papar Olly.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Gubernur Olly mengingatkan pentingnya komunikasi efektif antar TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota, sambil terus mengajak dan mendorong masyarakat, khususnya petani untuk mengatur pola tanam Barito (Bawang, Rica, Tomat) sebagai pemicu utama inflasi, agar tersedia saat hari raya keagamaan.

Adapun rapat tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Soekowardojo, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta dan seluruh anggota TPID kabupaten dan kota se Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Jangan Salahkan BKN, Wagub : ODSK Tidak Akan Tolerir ASN Korupsi.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui BKN Regional XI Manado mengelurkan pernyataan resmi terkait penyisiran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terjerat tindak pidana korupsi. Dari hasil penyisiran tersebut diketahui sebanyak 83 ASN yang ada di Sulawesi Utara telah terjerat korupsi. Hasil penyisiran BKN ini tentunya bukan untuk mengada-ngada melainkan telah bekerja sama dengan Pengadilan Tinggi Manado dalam melakukan penyisiran oknum-oknum ASN tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Pemprov Sulut dalam hal ini Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw yang mewakili Gubernur Olly memberi pernyataan terkait temuan tersebut. Wagub Steven menegaskan bahwa Pemerintah Daerah dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur tidak akan mentolerir ASN yang terjerat masalah hukum.

"Saya dalam fungsi pengawasan sangat mewanti-wanti ASN pemprov agar jangan sampai terlibat dengan masalah hukum, dan jelas tegas pak Gubernur pun tidak akan mentolelir ASN yang terlibat korupsi," sahut Wagub Steven.

Lebih dalam lagi, Wagub mengingatkan secara tegas kepada semua ASN di kabupaten/kota yang ada dilingkup Pemerintahan Sulawesi Utara agar tidak terlibat lagi dalam kasus korupsi ini.

"Jadi terkait persoalan hukum bagi ASN itu bukan hanya ada di Pemprov Sulut namun tersebar di kabupaten kota. Saya berharap kita semua mengantisipasi sehingga bisa menghindari dari masalah hukum," akhiri Wagub

Selanjutnya terkait kasus korupsi yang menjerat 83 oknum ASN tersebut, Pemerintah Daerah telah mengeluarkan surat pemberhentian secara tidak hormat kepada ASN-ASN tersebut dan tinggal diserahkan kepada yang bersangkutan.

Ditegaskan bahwa kepemimpinan pemerintahan OD-SK tidak akan memberi kompromi kepada ASN yang ada dilingkup Sulawesi Utara yang terjerat hukum terlebih korupsi. (humas provinsi sulut)

Selasa, 07 Agustus 2018

Pemprov Siap Tindak Tegas Ormas Yang Timbulkan Ketakutan Bagi Masyarakat

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Kaban Kesbangpol Mecky Onibala hadiri kegiatan Pembahasan Isu Pembangunan Agama Dalam Rangka Penyusunan Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Hotel Aryaduta Manado, Selasa (7/8/18).

Dalam kesempatan tersebut Onibala menyatakan bahwa kerukunan beragama di Sulawesi Utara berjalan dengan amat baik.

"Kerukunan beragama di Sulut ini berlangsung dengan sangat baik, kenyataannya seperti itu. Boleh tanya dengan teman-teman disini kita semua hidup damai, Sulut daerah dengan toleransi tinggi di Indonesia, samua baku-baku bae," kata dia.

Lanjutnya, kerukunan itu juga tak lepas dari upaya Pemerintah Provinsi beserta stake holders terkait yang saling bersinergi menciptakan kondisi kondusif di Bumi Nyiur Melambai. Pemprov Sulut secara tegas akan menindak setiap bentuk aksi-aksi yang menjurus kepada perpecahan maupun tindakan intimidasi dari satu kelompok golongan kepada yang lainnya.

"Kepada ormas-ormas di Sulut kami Pemprov Sulut merangkul dan terus menekankan agar dalam proses berdemokrasi tidak melakukan tindakan anarkis. Kami akan tindak tegas ormas  yang menimbulkan ketakutan di masyarakat," demikian pernyataan Onibala.

Diketahui pertemuan yang digagas Kementerian PPN/Bappenas tersebut bertujuan mendalami isu pembangunan agama di daerah terutama untuk menggambarkan kondisi terkini, permasalahan yang dihadapi, tantangan dan isu-isu kunci untuk perencanaan pembangunan agama kedepan.

Nampak hadir dalam acara tersebut para Pejabat Kementerian Agama, Jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Sulut, Perwakilan FKUB, Lembaga Keagamaan dan Oganisasi Masyarakat Sulawesi Utara.(humas provinsi sulut)

Hadiri Program Siswa Mengenal Nusantara 2018, Wagub Steven Ingatkan Keberagaman Dan Toleransi

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw menghadiri sekaligus membuka kegiatan Program Siswa Mengenal Nusantara 2018 yang juga dirangkaikan dengan penerimaan siswa dari NTT serta pelepasan siswa dari Sulawesi Utara yang dilaksanakan di ruang Mapalus Kantor Gubernur, Selasa (7/8/2018) siang.

Nampak sebanyak 26 peserta siswa perwakilan dari Sulawesi Utara dan 25 peserta siswa perwakilan dari Nusa Tenggara Timur ikut ambil bagian dalam kegiatan yang dicanangkan oleh BUMN tersebut.

Wagub Steven dalam sambutannya menyambut baik atas kehadiran dari siswa NTT di daerah Nyiur Melambai ini, sekaligus juga mengingatkan tidak hanya kepada siswa peserta baik dari Sulut dan NTT tepai juga kepada semua hadirin akan dasar solidaritas dari bangsa Indonesia.

"Kita sudah mengetahui bahwa Indonesia ini modalnya keberagaman," sahut Wagub Steven. Sejalan dengan itu, Wagub mengapresiasi panitia penyelenggaran kegiatan tersebut (BUMN terlebih didalamnya PLN) yang telah memupuk keberagaman kepada peserta.

"Kegiatan ini memberikan satu tanda, satu petunjuk kepada kita semua bagaimana keberagaman menjadi kewajiban kita semua untuk merawatnya," lanjut orang nomor dua di Sulawesi Utata ini.

Lebih dalam lagi, Wagub Steven dalam sambutannya mempromosikan keberagaman serta kebersamaan yang menjadi ikon Sulawesi Utara di kanca Nasional.

"Sulawesi Utara ini 2,6 juta penduduknya, 15 kabupaten kota. Nasarani 2 juta, Buddah 20 ribu, Hindu 20 ribu yang Muslim 600 ribu. Saya boleh bangga sampaikan karena tahun lalu kita mendapatkan penghargaan sebagai provinsi yang paling toleran," terang Wagub.

Sejalan dengan itu, Wagub menaru harapan yang tinggi agar toleransi yang tercipta di Sulut ini dapat juga merasuki kepada siswa peserta yang nantinya akan mengikuti kegiatan di Sulut.

Nampak juga hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Regional Sulawesi Bpk Samsul Hudah, GM PLN Sulluttenggo Bpk Edison Sipahutar, Direktur Bisnis 1 PNM ibu Abianti Riana (humas provinsi sulut)

Senin, 06 Agustus 2018

Pemprov Sulut Dukung Program PKH

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulut Edison Humiang, M.Si hadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah Program Keluarga Harapan (PKH) tingkat Provinsi Sulawesi Utara, di Hotel Quality Manado. Kemarin (07/08)

Dalam sambutannya Humiang menyampaikan bahwa upaya percepatan penanggulangan kemiskinan sejak tahun 2007, pemerintah pusat telah melaksanakan program Bantuan Langsung Tunai Bersyarat (BLTB) yang dikenal dengan Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai salah satu tahapan menuju sistem perlindungan sosial.

"Program PKH ini diharapkan akan membantu penduduk termiskin, bagi setiap masyarakat yang paling membutuhkan uluran tangan dari siapapun juga". Harapnya

Lebih jauh lagi Humiang mengatakan  ada 5 komponen pencapaian tujuan pembangunan milenium  yang secara langsung didukung oleh PKH yaitu penanggulangan kemiskinan ekstrim dan kelaparan, pencapaian pendidikan dasar untuk semua, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, pengurangan angka kematian anak dan peningkatan kesehatan ibu.

" pelaksanaan PKH ini secara berkesinambungan akan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan milenium".katanya

"Mari kita maksimalkan waktu inj dengan mencurahkan ide, pemikiran, dan terobosan, sehingga kedepan kita akan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, guna membawa Sulawesi Utara semakin maju, kompetitif, unggul dan hebat".tutupnya

Turut hadir Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulut dr. Rinny Tamuntuan, koordinator Wilayah PKH, dan seluruh peserta di 15 kabupaten/kota. (Humas provinsi sulu)

SULAWESI UTARA TERBUKA BAGI INVESTOR UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI PARIWISATA DAERAH

Dalam rangka mewujudkan program OD-SK di bidang pembangunan Pariwisata, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui  Dinas Pariwisata Daerah pada hari ini Senin, 6 Agustus 2018 menjual Destinasi dan Potensi Pariwisata kepada para Alumni SMA Katolik Cenderawasih Anggkatan 1967 yang telah sukses diluar negeri seperti Perancis, Jerman dan beberapa provinsi di Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulawesi Utara Daniel Mewengkang "Provinsi Sulawesi Utara   memiliki banyak obyek wisata yang dapat memanjakan para wisatawan antara lain seperti di objek wisata Pulau Lihaga, Taman Nasional  Bunaken, Taman Hutan Raya Gunung Tumpa, Bukit Kasih Kanonang, Sumaru Endo Tondano dan Batu Dinding Kilo Tiga Amurang"

Ditambahkan  juga Daniel Mewengkang "Untuk mewujudkan Sulawesi Utara sebagai daerah  destinasi investasi pariwisata, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara  sangat terbuka bagi investor untuk membangun potensi Pariwisata yang ada"

Selanjutnya menurut koordinator Rombongan Alumni SMA Katolik Cenderawasih Makassar Angkatan 1967, Marsekal Madya ( Purn ) Bachtiar Sudarman bahwa kedatangan mereka di Provinsi Sulawesi Utara merupakan sudah menjadi agenda  tahun 2018 untuk  mengunjungi objek - objek wisata, apalagi destinasi  objek wisata di provinsi Sulawesi Utara sangat bagus dan tidak kalah bersaing dengan objek wisata yang ada di pulau bali.

"Para Alumni setelah kembali kedaerah asal seperti di perancis, jerman dan beberapa provinsi akan menjual destinasi  objek  pariwisata Sulawesi Utara sehingga nantinya berdampak positif dalam pertumbuhan perkembangan pariwisata bagi daerah" tambah Marsekal Madya (Purn) Bachtiar Sudarman.

"Bukan itu saja, kedepan kami akan membawa investor untuk   berinvestasi mengembangkan pariwisata provinsi Sulawesi Utara" tegas Marsekal Madya (Purn) Bachtiar Sudarman.

Kunjungan Alumni SMA Katolik Cenderawasih Makassar Angkatan 1967 di Provinsi Sulawesi Utara berjumlah 35 orang  dan akan juga menyaksikan Tomohon Internasional Festival Flowers pada tanggal 8 - 12 Agustus 2018.