Jumat, 05 Oktober 2018

Wagub Kandouw Buka Rakor Dan Sosialisasi Saber Pungli



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw  membuka Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar ( Saber Pungli )  bertempat di Swiss Belhotel Meleosan Manado jumat (5/10/18 ) pagi.
Dalam sambutan Wagub Kandouw mengatakan kewajiban kita bersama sesuai amanat pemerintah pusat bapak Presiden tentang saber pungli ini dengan adanya rakor -rakor seperti ini. Tujuan saber pungli yang paling utama adalah  prevent ( mencegah ).

" Karena walaupun  sudah ada saber pungli  masih banyak upaya upaya yang berbuntut dan bertubi - tubi tetap saja kita masih temukan oknum -oknum yang melakukan pelanggaran bahkan penyelewengan ini", kata  Wagub Kandouw.


Untuk itu mewakili Bapak Gubernur Olly Dondokambey, Pemerintah Sulut berterima kasih sekali karena  setahun belakangan ini sesuai laporan Inspektorat  masih ada  penyelewengan tapi jauh menurun.
"Apalagi setelah di tanda tangani kesepakatan antara Kapolri, Mendagri dan Jaksa Agung , satu sisi mempercepat pembangunan tentang penyerapan anggaran disisi lain sama- sama mengawasi penyelewengan-penyelewengan terutama saber pungli ini",  jelas Wagub Kandouw.
Lanjut Kandouw, di Sulut ASN yang berrmasalah dengan hukum sampai bulan lalu sekitar 138 orang  in suatu jumlah yang relatif kalau di bandingkan dengan daerah lain tentang  jumlah penduduk itu kecil tapi tetap saja  138 orang ini dari seluruh ASN di Sulut sekitar 40 ribuan adalah suatu jumlah yang tidak sedikit.
" Menurut saya ini fenomena gunung es yang tertangkap sebanyak 138  di bawah masih banyak lagi yang belum ketahuan " ungkap Wagub Kandouw.

Maka dari itu , acara ini sangat penting untuk memperkuat, memperdalam
-kesadaran, pengetahuan dan wawasan kita tentang hal-hal mana yang yang  bisa dilakukan dan bisa mencegah pelanggaran ini.
" Sebab  semakin canggih teknologi  yang ada, sekarang terkenal dengan revolusi industri generasi ke 4 , contohnya  pinjam uang  ratusan juta bisa pake Handphone tidak perlu lagi ke bank,  disisi lain modus  termasuk kejahatan pungli semakin canggih" jelas Kandouw.
Harapan saya pertemuan  diikuti dengan baik supaya betul -betul  tujuan saber pungli bisa mendapatkan output dan outcome yang optimal, supaya keinginan pemerintah pusat Bapak Presiden oleh Nawa Citanya termasuk good governance dan clean governance bisa dirasakan seluruh masyarakat di Indonesia khususnya di Sulawesi Utara,  tutup Wagub Steven Kandouw .

Setelah sambutan Wakil Gubernur Steven Kandouw memukul Gong tanda dibukanya rapat koordinasi dan sosialisasi saber pungli.

Kegiatan ini dihadiri oleh Irwasda  Polda Sulut Kombes Pol Drs Hotman Simatupang,  SH , Inspektur Daerah Provinsi Sulut Praseno Hadi, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Helda Tirajoh SH, Irdam XIII Merdeka diwakili oleh Major CPM Samsudin Usman, Asswas Kajati Sulut diwakili oleh Pemeriksa Tindak Pidana Umum Asswas Kajati Berti Wongkar SH, Kapores dan Wakapolres se Sulut, Para Ketua Pokja UPP Provinsi  Sulut, Para KA UPP Kabupaten/Kota se -Sulut.

Bakal Dihadiri Presiden Jokowi, Pemprov Sulut Matangkan BP-GNRM Dan PKN-Revmen 2018

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengadakan rapat persiapan menyambut Bulan Pemantapan Gerakan Nasional Revolusi Mental (BP-GNRM) tahun 2018 di  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jumat (5/10/2018)

Kegiatan yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Sulut, Edison Humiang yang juga didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Prov Sulut, Mecky Onibala membahas akan kesiapan panitia guna mensukseskan kegiatan tersebut.

Diagendakan, puncak kegiatan BP-GNRM akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo saat pembukaan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKN) pada Jumat (26/10). Pada rapat tersebut juga, dibahas lokasi pembukaan yang dicanangkan di Lapangan Koni Manado. Disamping itu juga, pusat kosentrasi kedatangan Presiden serta rombongan dicanangkan pada tiga tempat, yakni lapangan koni, MCC dan Mantos.

Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Indonesia tahun 2018 mengangkat tema "Revolusi Mental Untuk Indonesia Satu, Mandiri dan Melayani". Adapun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam menyemarakan gerakan revolusi mental, yakni gerakan Indonesia melayani, gerakan Indonesia bersih (9 Oktober), gerakan Indonesia tertib (18 Oktober), gerakan Indonesia Mandiri (19 Oktober) dan gerakan Indonesoa bersatu (20 Oktober).

Sementara pada acara puncak pada tangal 26-28 Oktober diagendakan acara PKN-Revmen yakni, forum dialog bela negara, forum dialog pembaruan kebangsaan, pembukaan PKN-Revmen, pemutaran film dan bedah film, seminar tentang ada dan kepercayaan, rembuk nasional (5 gerakan), pameran inovasi pelayanan publik dan inovasi kreatif anak bangsa, pementasan seni dan budaya daerah dan kontemporer serta karnaval budaya.

Nampak juga dalam rapat tersebut kehadiran dari setiap kepala SKPD yang masuk dalam susuan kepanitian. (humas provinsi sulut)

Humiang: Pentingnya Sinergritas Pemerintah Kabupaten/Kota dangan Pemprov

Gubernur Sulawesi Olly Dondokambey yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Edison Humiang, M.Si hadiri Rapat Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Oleh Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat di Daerah, di Best Western The Lagoon Hotel. Kemarin (05/10)

Dalam sambutannya Humiang menjelaskan tentang peran, kedudukan dan kewenangan gubernur tidak terlepas dari konsepsi pemerintahan secara keseluruhan, karena pemerintahan daerah merupakan sub sistem dari pemerintahan negara secara keseluruhan.

"Sebuah sistem pemerintahan hanya akan berfungsi jika sub-sub sistem terintegrasi, saling mendukung dan tidak berlawanan,". Katanya

Sistem pemerintahan negara kesatuan republik indonesia  dalam penyelenggaraan pemerintahannya menganut konsep Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat yang melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dengan asas dekonsentrasi (Local State Goverment), dan yang melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dengan asas desentralisasi (local self government). Tambahnya

Dalam praktek hubungan atar pemerintahan daerah, berkembang fenomena umum bahwa kabupaten/kota tidak memiliki keterkitan hubungan hirarkis dengan Provinsi, meskipun UU Nomor 23 Tahun 2014 telah menegaskan bahwa Gubernur adalah sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

Hal ini sebagai akibat dan kesalahan logika dalam menginterprestasikan otonomi yang menganggap bahwa keleluasan pemerintah kab/kota dengan semangat otonomi seluas-luasnya, sama dengan tidak ada hubungan hirarkis sama sekali dengan Provinsi.
Sehingga muncul perilaku yang mengacuhkan kepada Gubernur yang mengakibatkan hilangnya kewibawaan pemerintah pusat yang melekat pada Gubernur.

"Ini menggambarkan bahwa kedudukan Gubernur sangat strategis dan hubungan hirarki pemerintah dalam batas kewenangan masing-masing mutlak diperlukan," tegasnya

Terkait dengan hal ini Humiang mengajak kapada seluruh kabupaten/kota untuk terus bersinergi dengan Pemerintah provinsi dan bersama-sama mendukung program pembangunan daerah demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi utara yang sejahtera. Tutupnya

Turut hadir Kepala Biro Pemerintahan dan Humas DR. Jemmy Kumendong, M.Si dan Para Pejabat Struktural di Lingkup Pemerintahan Provinsi dan Kabupaten/kota se-sulawesi utara.

Kamis, 04 Oktober 2018

Hadiri Ibadah Pemakaman Franky Kowaas Atlit Paralayang , Wagub Kandouw : Franky, Petra Dan Gleen Adalah Pahlawan Milenial Sulut



Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menghadiri ibadah pemakaman master paralayang Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Franky Kengkang Kowaas, korban gempa Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) kamis (4/10/18 ) siang di kompleks stadion Klabat Manado.

Dalam sambutan Wagub Kandouw mengatakan secara pribadi mengenal Franky dari kecil , adiknya paling kecil Moudy teman kelas saya  semua saudara -saudaranya saya kenal.
Begitu dekat hubungan pribadi dengan Almarhum, sehingga satu hal yang sangat menyiksa  bagi saya pribadi dan Pemerintah Sulut adalah menanti-nanti kabar dari jumat sampai senin suatu kegelisahan yang tiada tara , saya katakan apa yang dialami  dirasakan istri anak-anak dan keluarga juga di hadapi oleh kita,  semua akses kamu berupaya untuk mencari kabar Franky dan teman -teman tapi 2 hari yang lalu tiba kabar yang mengguncang kita.

"Sebagai orang beriman kita percaya  rencana Tuhan pasti indah pada waktunya, manusia berusaha Tuhan yang menentukan " kata Kandouw.

Kandouw berharap iman percaya ini  harus dipegang oleh keluarga besar Kowaas -- Tagah istri dan anak anak relakan seperti kata Pendeta dalam khotbah jadikan ini sebagai momentum untuk dan semakin mempertebal iman percaya kita mempertinggi semangat.

"Jadikan ini sebagai cambuk mencari Franky -Franky, Petra-Petra dan Gleen-Gleen yang baru, bagi keluarga kalian tidak sendiri karena ada kita teman -teman dan pemerintah juga ada Tuhan yang tidak membiarkan hamba-hambanya larut  dan tidak kuat menanggung cobaan ini" ujar Kandouw.

Kandouw juga mengatakan sosok Franky Petra dan Gleen ada pahlawan-pahlawan baru bagi kita semua bagi anak muda mereka adalah inspirasi untuk berani tidak takut bahkan bagi Pemprov Sulut sangat berhutang budi karena selain atlit yang membawa nama sulut untuk tahun tahun terakhir mereka adalah pioner pioner sebab mereka juga menciptakan  suatu tujuan destinasi yang baru di sulut
"Kalau dulu orang cuma mengenal sulut dengan bunaken pantai dan lain.- lain sekarang di sulut bahkan di dunia terkenal sebagai destinasi sport tourism, turisme yang berbasis olahraga dan sudah diakui " jelas Kandouw

Untuk itu mewakili Bapak Gubernur Provinsi Sulut, rakyat Sulut dari 15 kab/kota dari Miangas sampai Tontulow Pinagoluman mengucapkan rasa berduka simpati dan empati yang paling dalam untuk keluarga, karena itu  tidak ada salahnya di tempat ini kita mendeklarasikan Franky , Petra dan Gleen  ini adalah pahlawan
Milenial  Sulawesi Utara, selamat jalan sahabatku Kengkang , tutup Wagub Kandouw





Wagub Kandouw Menghadiri HUT Ke-65 Pelprip GPdi Sulut



Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O Kandouw menghadiri Ibadah agung HUT ke-65 Pelayanan Pria Pantekosta (Pelprip) GPdI Sulut, Kamis (04/10/2018) siang bertempat di lapangan God Bless Tondano.

Wagub Kandouw mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-65 dan juga memberikan apresiasi kepada Pelprip Sulut yang sudah semakin maju dan kiranya dapat terus berkarya dalam pelayanan dalam Tuhan.

'Dengan usia 65 ini akan semakin matang ,tebal, luwes dan semakin besar api pentakosta yang ada di Pelprip", kata Kandouw.


Sebagai komponen gereja yang besar GPdi memberikan kontribusi yang luar  biasa penting  bagi  keberlangsungan pemerintahan dan kemasyarakatan di Sulut.
" Atas nama pemerintah,  bapak gubernur sangat berterima kasih atas penyertaan GPdi yang sangat kami rasakan  sepanjang ini di Sulut ", ujar Kandouw


Saya yakin  dan percaya Pelprip kali ini lebih bagus dari tahun -tahun kemarin dan tahun depan akan jauh lebih bagus dari tahun ini  terutama dari segi iman demi semakin memperbesar  api pentakosta, tutup Kandouw

Ibadah agung dipimpin oleh Pdt. M Panjaitan MTh mengambil pembacaan di dalam Mazmur 27:4.

"Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Biarlah kiranya api Roh Kudus selalu menyala menyertai dan menjadi penuntun di dalam setiap kehidupan kita," ujar  Pdt Panjaitan.

Turut hadir Bupati Minahasa Roy Roring, Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Ketua Majelis Daerah GPDI Sulut Ivonne Awuy-Lantu, Anggota DPRD Sulut Adriana Dondokambey, Forkopimda Minahasa.
.





Wakili Gubernur, Humiang Dampingi Komisi VIII DPR RI

Pemerintah Sulawesi Utara yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Edison Humiang, M.Si menerima serta mendampingi kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Kementerian Wilayah Agama Sulawesi Utara, Kamis (4/9/2018) siang.

Maksud kedatangan dari Komisi VIII DPR RI yakni membahas tentang Surat Berharga Syariah Nasional (SBSN). Disamping itu juga Ketua Komisi VIII M. Ali Taher mengajak kepada peserta agar memperhatikan prinsip prinsip dasar keagamaan Republik Indonesia.

Lanjutnya pula, Surat Berharga Syariah Negara sangatlah penting bagi kesinambungan pembangunan sebagaimana yang diterbitkan sejak tahun 2008. Dijelaskan pula, khusus di Kementerian agama pembiayaan SBSN untuk proyek di lingkungan Kementerian Agama telah dilakukan sejak tahun 2014 dengan total pembiayaan sampai tahun 2018 mencapai 6,34T.

"pembiayaan itu dilakukan untuk pembangunan asrama haji, kantor urusan agama, perguran tinggi keagamaan islam  negeri," Sahut Taher.

Harapanya agar dalam kunjungan kerja ini dapat menyerap aspirasi dan informasi dari wilayah Provinsi Sulawesi Utara yang terkait dalam pembangunan di bidang keagaman dan pendidikan keagamaan

Sejalan dengan kunjungan kerja ini, Pemerintah Sulawesi Utara dalam hal ini Asisten I Drs. Edison Humiang mengatasnamakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara menyambut baik kunjungan kerja dari Komisi VIII RI di Bumi Nyiur Melambai serta berharap adanya masukan guna perkembangan daerah Sulaweis Utara khususnya dalam bidang keagamaan.

Diketahui, kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dari peserta yang dipimpin langsung oleh ketuan Kanwil Agama Sulut DR. H. Abd. Rasyid. (humas provinsi sulut)

BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Pos Pengamatan Gunung Soputan terus memantau aktivitas vulkanik yang terjadi.

Lewat cuitannya di twitter, Kamis (4/10/2018) pagi, Sutopo mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Dalam lingkar empat kilometer dari puncak gunung tidak ada permukiman sehingga masih aman.

"Guguran lava pijar menuruni lereng Gunung Soputan di Sulawesi Utara pada 3/10/2018 pukul 23.25 WITA. Status Siaga (level 3). Tidak ada korban jiwa dan masyarakat belum perlu mengungsi. Tetap tenang. Ikuti semua rekomendasi PVMBG." ungkap Sutopo.

Menurut Sutopo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan dan Minahasa juga terus melakukan pemantauan dan membagikan masker kepada masyarakat yang terkena dampak abu letusan Gunung Soputan.

"BPBD telah membagikan masker penutup hidung dan mulut kepada masyarakat," tutur Sutopo.

Lanjut Sutopo, masyarakat harus mewaspadai potensi ancaman aliran lahar yang dapat terjadi setelah terjadinya erupsi yaitu dimana material erupsi terbawa oleh air, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan, seperti di antaranya Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang dan Londola Kelewahu.

Sementara itu, BPBD Sulut melalui Sekretarisnya Tenny Tompodung meminta masyarakat tidak terpengaruh hoax atau kabar bohong terkait meletusnya Gunung Soputan. Dia memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat oleh BPBD dapat dipercaya karena telah dikoordinasikan dengan BNPB, PVMBG dan pihak berkompeten lainnya.

"Kami berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). BPBD juga sudah membagikan masker ke masyarakat untuk mengantisipasi dampak abu dari Soputan," katanya.

Selain itu, mengenai progres pengumpulan bantuan untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Tompodung menyebut jumlah bantuan dari masyarakat Sulut serta instansi pemerintah dan swasta untuk korban bencana terus bertambah.

Hingga Kamis (4/10/2018) siang, posko bantuan yang terletak di Kantor BPBD Sulut itu telah menerima bantuan sebanyak 83 ton dengan volume sebesar 347 meter kubik.

Adapun bantuan yang terdiri dari pakaian, makanan, air mineral, peralatan mandi, susu, minyak goreng, pakaian dan bantuan lainnya itu akan disalurkan lewat jalur udara menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU.

"Rencananya, ada juga yang dikirim melalui jalur laut dari pelabuhan Bitung pada Sabtu ini," ujarnya.

Dia juga menuturkan, bantuan tahap pertama telah dikirimkan Pemprov Sulut sejak Minggu, 30 September 2018. (Humas Pemprov Sulut)