Sabtu, 10 November 2018

Wagub Kandouw : Jangan Lupakan Jasa Para Pahlawan

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs. Steven O.E. Kandouw memimpin upacara ziarah dalam rangka Hari Pahlawan 10 November 2018, bertempat di Taman Makam Pahlawan Kairagi Manado, Sabtu (10/11/2018) pagi.

Kegiatan ziarah ditandai dengan pelaksanaan mengheningkan cipta kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga serta tabur bunga di Pusara Para Pahlawan.

Usai pelaksanaan ziarah tersebut, Wagub Kandouw mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban demi kemerdekaan bangsa ini.

"Republik ini ada dan berdiri karena pengorbanan tenaga, materi, darah bahkan jiwa oleh banyak orang. Ini harus diingat betul jangan sampai bangsa ini melupakan jasa para pahlawan terutama generasi muda," kata Kandouw.

Lanjut Kandouw, pentingnya mengingat jasa pahlawan juga telah diingatkan Presiden RI pertama Ir. Soekarno. Kandouw menuturkan saat ini kita dapat menikmati hasil perjuangan para pahlawan serta bersyukur dengan melanjutkan dan mengisi pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Bangsa Indonesia.

"Pesan Soekarno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat jasa para pahlawannya. Ini harus kita ingat. Melalui momentum hari pahlawan ini, kita semua harus mengingat jasa-jasa para pahlawan," beber Kandouw.

Upacara ziarah turut dihadiri jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Jumat, 09 November 2018

Sulut Siap Jadi Tuan Rumah Pameran Kain Daerah 2018

Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut matangkan persiapan even nasional Pameran Bersama Kain Daerah 2018 dengan menggelar rapat koordinasi bersama pihak terkait di Swissbel Hotel Manado, Jumat (9/11/18).

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut Ferry R.J Sangian saat membuka rakor tersebut mengungkapkan bahwa pameran ini
menjadi bagian perwujudan visi Gubernur Olly Dondokambey dalam mengupayakan Sulut menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia, serta untuk memperkenalkan produk lokal unggulan Bumi Nyiur Melambai terutama kain daerah seperti kain tradisional Bentenan, Pinawetengan, dan Koffo.

"Disamping itu pameran ini digelar sebagai bentuk upaya pelestarian budaya lokal yang sasarannya untuk memotivasi seluruh masyarakat Indonesia, terlebih generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai kain daerah," imbuh Sangian.

Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Museum ini akan melibatkan pengrajin, produsen, dan penggiat kain tenun tradisional khas daerah baik swasta maupun instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Even pameran kain daerah skala nasional yang pertama kali digelar di Sulut ini akan memamerkan kain tenun tradisional seperti batik, songket dan sebagainya yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia ditambah 15 Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara.

Even akan berlangsung tanggal 26 sampai 30 November 2018 di Atrium Mantos 3. Nantinya akan ditampilkan proses pembuatan kain tenun batik, fashion show dan informasi edukatif mengenai sejarah dan nilai-nilai kearifan lokal pada kain tenun tersebut.

Nampak pula hadir dalam rakor tersebut para narasumber diantaranya Sekretaris Asosiasi Museum Daerah (AMIDA) Dra.Ivonne Silangen Lombok, Kadis Perindag sekaligus Sekretaris Dekranasda Sulut Ir.Jenny Karouw, Creative Director COFO Indonesia Sam Pantouw, jajaran pejabat Dinas Kebudayaan Prov Sulut dan turut diikuti para Kadis dan perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten/kota dan penggiat batik se Sulawesi Utara.

Lepas Calon Mahasiswa ke Taiwan, Wagub Kandouw : Pulang Harus Bawa Gelar!

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Drs. Steven O.E. Kandouw melepas 21 calon mahasiswa dari seputar lingkar tambang di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung untuk kuliah di Universitas Shoufu Taiwan. Menariknya, para calon mahasiswa ini tak perlu mengeluarkan biaya pribadi hingga jutaan rupiah karena mendapatkan beasiswa penuh dari PT. MSM, PT. TTN dan PT. Archi Indonesia.

"Saya minta adik-adik untuk total dalam menempuh pendidikan, Belajarlah dengan penuh konsentrasi. Jangan main-main dan pulang ke Sulawesi Utara harus dengan gelar dan hasil yang memuaskan," kata Kandouw di Ruang WOC Kantor Gubernur, Jumat (9/11/2018) pagi.

Kandouw menuturkan, para calon mahasiswa ini telah mendapatkan kesempatan luar biasa yang tidak bisa diraih semua orang. Karenanya Kandouw mengingatkan kepada para calon mahasiswa untuk selalu bersyukur karena berhasil terpilih setelah melalui ketatnya proses seleksi.

"Bersyukurlah kepada Tuhan atas kesempatan kuliah beasiswa ini. Karena apa yang adik-adik dapatkan ini telah ditanggung semuanya. Jadilah kebanggaan orang tua," beber Kandouw.

Lebih lanjut, Kandouw mengapresiasi pihak perusahaan tambang yang telah memberikan beasiswa internasional ini sekaligus berharap hal serupa dapat dilakukan oleh perusahaan lainnya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada PT. MSM dan PT Archi Indonesia atas beasiswa ini. Saya harap perusahaan lainnya juga dapat melakukan hal yang serupa ntuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Utara," ungkap Kandouw.

Sebelumnya, Kasubdit Hubungan Komersial Mineral ESDM Hardinur mengatakan pemberian beasiswa kepada masyarakat merupakan salah satu kewajiban perusahaan tambang untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat di sekitar tambang.

"Pemberian beasiswa untuk meningkatkan kualitas masyarakat di sekitar tambang khususnya di bidang pendidikan," kata Hardinur.

Sementara, CSR Manager Community Management Yustinus Hari Setiawan menerangkan program beasiswa telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di seputar lingkar tambang. Lanjut Setiawan, seluruh calon mahasiswa ini akan mengikuti perkuliahan selama empat tahun di Taiwan.

"Nilai TOEFL mereka di atas 450. Mereka juga mengikuti pelatihan bahasa mandarin. Kami ingin semua fokus,” tuturnya.

Pertemuan itu turut dihadiri Anggota DPR RI Bara Hasibuan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, Kadisdikda Grace Punuh dan jajaran PT. MSM, PT. TTN dan PT. Archi Indonesia. (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 07 November 2018

Gubernur Olly Dampingi Megawati Jadi Pembicara di The KOR-ASIA Forum 2018 Seoul

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey kembali dipercaya mengikuti pertemuan tingkat internasional. Kali ini Olly mendampingi Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarno Putri pada ajang The KOR-ASIA Forum 2018 yang digelar di Hanra Hall, Seoul Dragon City Hotel, Yongsan-gu, Korea Selatan, Rabu (07/11/2018).

Forum yang menampilkan serangkaian pembicaraan dan diskusi panel tentang Korea dan ASEAN, Pertumbuhan dan Kemakmuran serta Asia Utara : Tantangan Baru Jalan Menuju Masa Depan ini dibuka oleh Perdana Menteri Korea Selatan, Lee Nak-yeon.

Gubernur Olly menerangkan, The KOR-ASIA Forum 2018 mengusung tema “Peace on the Korean Peninsula, Asia’s Opportunity Progress" atau Perdamaian di Semenanjung Korea dan Peluang Asia untuk Kemajuan.

Megawati didaulat menjadi salah satu pembicara pada forum ini dalam kapasitasnya sebagai mantan Presiden Republik Indonesia. Megawati dinilai selama ini aktif mendorong perdamaian di Semenanjung Korea.

Dalam forum tersebut dibagi ke dalam dua fokus pembahasan diskusi panel yaitu untuk hubungan Korea dan ASEAN dengan tema “Mutual Growth and Prosperity” serta pembahasan untuk kawasan Asia Utara dengan tema “New Challenges Road to the Future”.

Forum ini turut dihadiri sejumlah perwakilan dari partai politik di Korea Selatan seperti Partai Liberty Korea, Demokrat, Barenmirae, Partai Perdamaian) serta para pakar dan akademisi yang terkenal pada bidangnya masing-masing.

The KOR-ASIA Forum 2018 juga menampilkan sejumlah pembicara internasional lainnya, yaitu Lee Hyuk (Sekretaris Jenderal Pusat ASEAN-Korea), Moon Hee-sang (Ketua Majelis Nasional Republik Korea), Lee Nak- Yeon (Perdana Menteri Republik Korea), Punsalmaagiyn Ochirbat (Mantan Presiden Mongolia), Le Luong Minh (Mantan Sekretaris Jenderal ASEAN), Jeong Se-hyun (Ketua Forum Perdamaian Korea) dan Kim Hyun-chul (Ketua Komite Kepresidenan pada Kebijakan Selatan Baru). (Humas Pemprov Sulut)

Selasa, 06 November 2018

Sekprov pimpin rapat persiapan pelaksanaan "festival desember" 2018

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Edwin Silangen SE MS, Memimpin rapat koordinasi persiapan pelaksanaan "festival desember 2018" di ruang WOC kantor Gubernur, selasa(06/11/2018)siang.

Pada kesempatan tersebut Sekprov, menyampaikan atas nama Gubernur dan Wakil Gubernur  sulawesi utara, memberikan apresiasi kepada panitia "festival desember 2018" yang telah mempersiapkan kegiatan ini dan berharap agar supaya pelaksanaan kegiatan tahun ini akan semakin lebih baik dari tahun yang sebelumnya.

Kegiatan"Festival desember" adalah merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi setiap tahunnya dalam rangka menyambut hari raya Natal," jelas Sekprov

Adapun rangkaian kegiatan "festival desember 2018" antara lain:

1. pembukaan festival Natal
2. rekor muri " malam kudus"
3. ibadah natal oikumene
4. Lomba vokal group
5. pohon natal dan ornamen natal
6. Lomba kampung natal
7. Lomba fashion on the street     (penampilan batik se-sulut)
8. lomba paduan suara
9. Kampung kuliner
10. Malam tahun baru

Rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan selama satu bulan penuh mulai tanggal 1- 31 desember.
Lebih jauh Sekprov Silangen, berharap kepada panitia dan seluruh instansi pemerintah agar supaya dapat mempublikasikan kegiatan ini kepada masyarakat, serta mengajak kepada semua pihak untuk mensukseskannya.

Rapat tersebut di hadiri oleh perwakilan Forkopimda Sulut,perwakilan dari denominasi gereja dimanado, Pejabat eselon II, pelaku usaha dan pihak hotel.(humas pemprov sulut)

Berhasil Bina Ormas Sulut, Gubernur Olly Terima Penghargaan dari Mendagri RI

Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Selasa (6/11/2018), menggelar acara Forum Komunikasi Koordinasi Nasional dan Regional antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Organisasi Masyarakat.

Dalam acara itu, Kemendagri juga memberikan penghargaan kepada ormas-ormas yang dinilai memberikan dampak positif dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional, dalam berbagai kategori.

Soedarmo Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) mengatakan, penganugerahan itu merupakan apresiasi pemerintah kepada ormas-ormas yang memiliki sumbangsih besar dalam pencapaian tujuan pembangunan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

"Tujuan dari penghargaan terhadap Ormas adalah menumbuhkan keinginan untuk memberikan sumbangsih yang lebih besar bagi kesatuan dan persatuan bangsa, menumbuhkan rasa cinta tanah air, terwujudnya hubungan kemitraan antara pemerintah dengan masyarakat dan meningkatnya partisipasi dan keberdayaan ormas," kata Soedarmo dalam sambutannya di Hotel Redtop, Jakarta Pusat.

Penghargaan diberikan langsung oleh Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Untuk kategori Pemda Pembina Ormas Terbaik, penghargaan tingkat Provinsi diberikan kepada Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara. Tingkat Kabupaten; Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pasuruan, dan tingkat Kota; Kepala Badan Kesbangpol Kota Pasuruan.

Diketahui pemberian penghargaan pembina Ornas Terbaik Tingkat Provinsi se Indonesia oleh Mendagri kepada Gubernur Sulut Bapak Olly Dondokambey, SE diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Sulut Bapak Drs Meiki M Onibala, MSi.

"Luar biasa berkat Tuhan untuk Pemda Sulut di bawah kepemimpinan bapak Gubernur dan bapak Wagub Sulut serta pak Sekprov sulut. Pemda Sulut mendapat penghargaan Pembina Ormas terbaik Se Indonesia yang diberikan oleh Mendagri," ungkap Onibala.(humas provinsi sulut)

Tim Ekspedisi APPSI Gali Potensi Unggulan Sulawesi Utara

Tim Ekspedisi Jalur Darat Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengunjungi Sulawesi Utara. Ekspedisi ke 22 dari 34 provinsi yang bakal disambangi ini untuk menggali berbagai potensi komoditas unggulan dan pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.

Ketua Tim Ekpedisi, Kiagus Firdaus mengatakan, melalui ekspedisi ini akan dibuat tabulasi supply-demand berbagai komoditas. Tabulasi ini menjadi pedoman sinergi kerja sama perdagangan antar daerah.

“Tim ini diharapkan bisa mengupas atau mengeksplorasi apa yang dimiliki Sulawesi Utara agar terekspos ke daerah lain seperti potensi pariwisata,” kata Kiagus di Ruang F.J. Tumbelaka, Selasa (6/11/2018) pagi.

Kiagus menuturkan, sejumlah keunggulan Sulut baru diketahuinya setelah menyambangi Sulut. Misalnya, kemajuan sektor pariwisata Sulut usai dibukanya rute penerbangan internasional langsung dari Manado ke sejumlah Kota di China (PP), yakni: Makau, Guangzhou, Changsa, Hongkong, Wuhan, Chengdu, Nanchang, dan Hangzhou.

"Kota-kota di Cina sudah connecting langsung dengan Sulawesi Utara sehingga meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Sulawesi Utara. Keunggulan ini nantinya akan APPSI formulasikan dalam buku e-katalog yang bisa dimanfaatkan seluruh pemerintah daerah," ungkap Kiagus.

Lebih lanjut, Kiagus menerangkan besarnya dukungan pemerintah pusat terhadap Tim Ekspedisi APPSI ke seluruh Indonesia.

"Ketika APPSI melaksanakan misi ini selalu mendapatkan arahan dari pusat. Ekspedisi ini akan memberikan kontribusi besar kepada setiap provinsi," ucap Kiagus.

Sebelumnya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang saat membacakan sambutan Gubernur Olly Dondokambey, SE memaparkan potensi Sulut kepada Tim Ekspedisi APPSI. Humiang menyebutkan strategisnya posisi geografis Sulut yang terletak di bibir pasifik.

"Sulut berada di jalur perdagangan dunia dan pusat distribusi barang dan jasa serta sangat prospektif untuk perdagangan regional maupun internasional," kata Humiang.

Selan itu, lanjut Humiang, jumlah penduduk yang mencapai 2,6 Juta Jiwa dapat hidup rukun dan damai dalam kemajemukan baik dari sisi etnis, religi, budaya dan adat istiadat.

"Realitas keberagaman ini disyukuri sebagai anugerah, sehingga masyarakat dapat hidup dalam suasana persaudaraan, rukun dan damai," beber Humiang.

Lebih lanjut, Humiang memaparkan kemajuan sektor pariwisata Sulut yang ditunjang segenap pihak, baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Kabupaten/Kota yang senantiasa bergandengan tangan, bahu-membahu, berjuang dan bekerjasama satu sama lain, meningkatkan infrastruktur, memacu aliran investasi, menggalakkan kesadaran masyarakat secara luas, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memacu produktivitas masyarakat untuk berani berwirausaha, khususnya di sektor penunjang pariwisata.

"Seperti souvenir dan kuliner, menjaga stabilitas keamanan daerah, serta mensukseskan brand pariwisata sebagaimana telah ditetapkan, seperti “North Sula We See” yang merupakan ajakan kepada masyarakat di seluruh penjuru dunia untuk melihat potensi, keindahan alam serta keberagaman adat-istiadat, seni dan budaya Sulawesi Utara yang tersebar 11 Kabupaten dan 4 Kota," imbuh Humiang.

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas, Jemmy Kumendong dan seluruh Tim Ekspedisi Jalur Darat APPSI. (Humas Pemprov Sulut)