Minggu, 12 Mei 2019

Gubernur Olly Temui Gubernur Ganjar Bahas Penyelenggaraan Konas FK PKB PGI

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang juga Ketua Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (FK PKB PGI) bersama pengurus PGI melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Puri Gedeh Semarang, Minggu (12/5/2019) siang.

Kegiatan audiensi ini, sekaligus kesempatan silaturahmi dan diskusi Gubernur Olly dan pengurus PGI dengan Gubernur Ganjar terkait rencana kegiatan Konsultasi Nasional (Konas) ke-13 FK PKB PGI yang akan digelar di Kota Solo pada September 2019 mendatang.

Rencana pelaksanaan Konas FK PKB PGI di Solo mendapat perhatian Gubernur Ganjar. Orang nomor satu di Jawa Tengah ini menyatakan dukungan dari pemerintah daerah demi suksesnya kegiatan yang diikuti pengurus Pria Kaum Bapa dari Gereja-gereja seluruh Indonesia itu.

Sebelum audiensi, Gubernur Olly mengikuti ibadah yang dirangkaikan dengan pelantikan panitia Konas ke-13 FK PKB PGI di GPIB Immanuel Semarang.

Pada kesempatan itu, Olly meminta seluruh panitia pelaksana Konas untuk selalu menjalin koordinasi serta komunikasi yang baik satu dengan lainnya, dan yang paling penting, senantiasa libatkan Tuhan dalam setiap proses kerja yang dijalankan.

"Karena tanpa campur tangan Tuhan, mustahil bagi kita untuk dapat mensukseskan rangkaian kegiatan nantinya," ungkap Olly. (Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Olly Dondokambey Optimis Konas FK PKB PGI Berlangsung Sukses

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang juga Ketua Forum Komunikasi Pria Kaum Bapa Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia (FK PKB PGI) mengikuti ibadah yang dirangkaikan dengan pelantikan Panitia Pelaksana Konsultasi Nasional (Konas) ke-13 FK PKB PGI di GPIB Immanuel Semarang, Jawa Tengah, Minggu (12/5/2019) pagi.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengapresiasi seluruh panitia pelaksana Konas FK PKB-PGI yang baru saja dilantik.

Olly berharap kesuksesan dari kegiatan Konas yang bakal digelar di Kota Solo pada September 2019 nanti, akan sangat menunjang upaya serta pelayanan Pria Kaum Bapa lingkup Gereja-gereja di Indonesia.

"Seluruh panitia pelaksana harus memahami  bahwa tugas yang diemban adalah kepercayaan yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya," kata Olly.

Selain itu, Olly juga meminta seluruh panitia pelaksana Konas untuk selalu menjalin koordinasi serta komunikasi yang baik satu dengan lainnya, dan yang paling penting, senantiasa libatkan Tuhan dalam setiap proses kerja yang dijalankan.

"Karena tanpa campur tangan Tuhan, mustahil bagi kita untuk dapat mensukseskan rangkaian kegiatan nantinya," ungkap Olly.

Lebih jauh, masih dalam sambutan, Olly mengajak seluruh Pria Kaum Bapa turut mendukung pembangunan sumber daya manusia yang diprogramkan Presiden RI Joko Widodo baik dalam lingkup berjemaat maupun keluarga, utamanya dalam mengarahkan generasi muda gereja untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, yang nantinya dapat membawa Indonesia menjadi negara maju.

Untuk diketahui, susunan panitia pelaksana Konas FK PKB PGI diantaranya Menkumham RI Yasonna H Laoly sebagai Ketua Panitia Pengarah, Gubernur Olly Dondokambey sebagai penanggungjawab dan Ketua Panitia Pelaksana dijabat Apeles Kawengian.

Adapun ibadah dan pelantikan Panitia Pelaksana Konsultasi Nasional ke-13 FK PKB PGI turut dihadiri para pengurus PGI dan Ketua Umum Majelis Sinode GPIB, Pdt. Kariso Rumambi. (Humas Pemprov Sulut)

Jumat, 10 Mei 2019

Gesa Pembangunan Infrastruktur, Gubernur Olly Usulkan Proyek Baru ke Menteri PPN

Pembangunan infrastruktur yang sudah nampak di Sulawesi Utara seperti Jalan Tol Manado-Bitung menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakatnya. Tak berhenti di satu tempat, Gubernur Olly Dondokambey kini terus menggesa pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Bumi Nyiur Melambai.

Untuk itu, Gubernur Olly menemui Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (10/5/2019) siang.

Fokus dari agenda itu adalah penyampaian rencana pembangunan infrastruktur di Sulut kepada pihak Bappenas.

"Hari ini saya mengajukan usulan pembangunan di beberapa wilayah Sulawesi Utara kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Bambang Brodjonegoro," kata Olly.

Olly menyebut proyek infrastruktur yang diusulkan tersebut berupa pembangunan jalan dan jembatan di Kota Manado, Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Minahasa Utara.

"Pembangunan Jalan Lingkar Pulau Karakelang, Jalan Lingkar Pulau Salibabu dan Jembatan Pulau Salibabu-Karakelang," ucap Olly.

"Kemudian Pembangunan Jalan Manado Outer Ring Road III, pembangunan Fly Over Boulevard 2 dan Pembangunan Ruas Jalan Bandara-Likupang," sambung Gubernur Sulut.

Karenanya, untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur tersebut, Olly mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mendukung pelaksanaan program pembangunan yang dikerjakan di Sulut.

Untuk diketahui Jembatan yang menghubungkan Pulau Karakelang dan Pulau Salibabu dan jalan lingkarnya memiliki nilai strategis yang mendukung pengembangan potensi sumber daya alam yang dimiliki Talaud. 

Sedangkan Jalan Manado Outer Ring Road ( MORR ) III sepanjang 11,4 km dan Pembangunan Fly Over Bolevard 2 sepanjang 1,3 km di Manado berperan penting dalam menguraikan kemacetan di Kota Manado yang sudah sangat tinggi.

Adapun pembangunan Ruas Jalan Raya Bandara - Likupang sepanjang 31,55 km, Kabupaten Minahasa Utara untuk mendukung akses destinasi wisata di kawasan Likupang dalam rangka pengembangan sektor pariwisata sebagai Prime Mover pembangunan Sulawesi Utara. 

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekdaprov Edwin Silangen dan jajaran kementerian PPN/Bappenas. (Humas Pemprov Sulut)

Kamis, 09 Mei 2019

Sulut Magnet Investasi Perikanan, Wagub Kandouw MoU dengan Forever Ocean Corporation

Sulawesi Utara kembali menarik minat investor luar negeri untuk menanamkan modalnya. Kali ini Forever Ocean Corporation perusahaan perikanan Amerika yang bergerak di bidang budidaya ikan lepas pantai bakal berinvestasi senilai hampir 1 Triliun rupiah di sektor perikanan dan kelautan Sulut.

Hal itu terungkap dalam penandatanganan MoU atau nota kesepahaman oleh Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw mewakili Gubernur Olly Dondokambey dengan President Of Forever Oceans Corporation Jason Heckathorn sambil disaksikan Wakil Duta Besar Amerika untuk Indonesia Heather Variava di Kantor Konsulat Kedutaan Besar Amerika di Jakarta, Kamis (9/5/2019) siang.

"Kita siap mendukung kerja sama di bidang perikanan kelautan dengan Forever Ocean Corporation," kata Kandouw usai penandatangan MoU.

Wagub Kandouw menuturkan, Forever Ocean Corporation nantinya akan membangun fasilitas pabrik, laboratorium, dan teknologi budi daya ikan lepas pantai pertama di Indonesia yang berdampak pada meningkatnya produksi perikanan kualitas ekspor.

Dipilihnya Sulut sebagai lokasi budidaya perikanan karena belum tercemarnya laut Sulut. Rencananya laut Likupang Minahasa Utara dan perairan Manado akan menjadi lokasi budidaya ikan lepas pantai tersebut.

"Perusahaan ini terkenal karena environment friendly," ucap Kandouw.

Lebih jauh, Kandouw mengapresiasi perhatian dari pemerintah Amerika Serikat karena memilih Sulut menjadi tempat investasi di bidang Perikanan dan kelautan. Dia juga menjelaskan iklim investasi di Sulut yang sangat kondusif didukung keramahan masyarakatnya sangat menarik bagi semua investor.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Amerika untuk Indonesia Heather Variava menyambut baik investasi tersebut. Variava berharap kerjasama ini akan berlanjut di sektor lainnya seperti perdagangan dan pariwisata.

Penandatanganan MoU turut dihadiri Asisten 2 Rudi Mokoginta, Kadis Perikanan dan kelautan Sulut Ronald Sorongan, Kadis Penanaman Modal dan PTSP Frangky Manumpil, dan Staf khusus Gubernur Bidang Investasi dan Penanaman Modal Fabian Pascoal. (Humas Pemprov Sulut)

Dibuka Presiden Jokowi, Wagub Kandouw Hadiri Musrenbangnas 2019

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (9/5/2019) pagi.

Presiden RI Joko Widodo membuka langsung acara yang bertujuan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020. Adapun tema RKP 2020 yaitu Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Berkualitas.

Dalam arahannya, Presiden Jokowi menyampaikan peluang Indonesia menjadi negara terkuat dalam bidang ekonomi dengan didukung dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) atau yang dikenal dengan Visi Indonesia 2045. Visi tersebut telah disusun Bappenas atas dasar gagasan Presiden Jokowi yang dikenal dengan nama Impian Indonesia 2045.

“Kita memiliki peluang besar untuk menjadi negara terkuat ke-4 dan ke-5 di dunia pada 2045, tapi untuk mencapai itu tidak akan mudah karena banyak tantangan yang harus diselesaikan,” kata Jokowi.

Tantangan pertama yang harus diselesaikan adalah pemerataan infrastruktur. Faktor ini merupakan modal dasar dalam mengakselerasi perekonomian nasional. Perlu ada sinergi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Dengan demikian, konektivitas wilayah dapat dicapai secara komprensif.

“Setelah dibangun jalan tol, pelabuhan dan bandara maka segera provinsi dan kabupaten koneksikan dengan titik-titik produksi di daerah masing-masing,” paparnya.

Tantangan kedua adalah melaksanakan reformasi struktural dan birokrasi. Aspek ini merupakan kunci untuk mengakselerasi kegiatan investasi dan ekspor. Perizinan yang tidak berbelit dan birokrasi yang fleksibel menjadi arah kebijakan ke depannya.

Struktur birokrasi yang semakin sederhana dinilai akan membuat fleksibilitas dalam memutuskan kebijakan. Oleh karena itu, pola lama dan terjebak dalam rutinitas penggunaan anggaran tidak tidak bisa diteruskan oleh aparatur negara.

“Problem kita di defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan artinya kita butuh ekspor dan investasi yang berorientasi ekspor dan subtitusi impor. Perizinan yang berbelit-belit baik di pusat dan daerah belum ada penyelesaian yang drastis. Ini yang akan segera kita mulai,” paparnya.

Tantangan ketiga adalah tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia. Aspek ini tidak kalah krusial karena struktur dari angkatan kerja masih didominasi tenaga kerja dengan pendidikan rendah.

“Data terakhir 51% angkatan kerja itu lulusan SD. Ini persoalan kita bagaimana harus diselesaikan dengan peningkatan keterampilan. Soal SDM butuh jutaan tenaga kerja yang harus ditingkatkan kemampuannya dan harus dilakukan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Wagub Kandouw mengapresiasi pelaksanaan Musrenbangnas 2019. Menurutnya, perencanaan pembangunan yang baik akan menentukan keberhasilan pembangunan di Sulawesi Utara.

Tambah Kandouw, sudah menjadi kewajiban pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Sulut untuk melaksanakan sebaik mungkin di setiap aspeknya dengan memperkuat sinkronisasi dan sinergitas kebijakan perencanaan pembangunan.

"Harus ada sinkronisasi kebijakan perencanaan mulai pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional," beber Kandouw.

Pembukaan Musrenbangnas 2019 turut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja lainnya, pimpinan DPR dan MPR dan kepala daerah seluruh Indonesia. (Humas Pemprov Sulut)

Rabu, 08 Mei 2019

Kunjungi Dubes RI di Spanyol, Gubernur Olly Promosikan Sulut

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey didampingi istri tercinta Ketua TP PKK Sulut Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Spanyol, Senin (6/5/2019)

Kunjungan ini diterima Duta Besar (Dubes) Hermono dan sejumlah pejabat KBRI.

Kunjungan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Pada kesempatan tersebut Gubernur Olly menyampaikan kemajuan pembangunan Sulut di berbagai bidang sekaligus mempromosikan pariwisata Sulut kepada jajaran KBRI Spanyol.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang digelar KBRI Spanyol yang diikuti Dubes Hermono dan Gubernur Olly beserta seluruh tamu undangan.

Adapun pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey dan Sekdaprov Edwin Silangen. (Humas Pemprov Sulut)


Gubernur Olly Temui Direktur Eksekutif UNWTO Bahas Soal Asistensi Pariwisata Sulut

Pariwisata Sulawesi Utara bakal berkelas dunia. Gubernur Olly Dondokambey bertemu dengan Direktur Eksekutif United Nation World Tourism Organization (UNWTO) Zhu Shanzong di Spanyol, Rabu (8/5/2019).

Pada kesempatan tersebut, UNWTO menawarkan asistensi sustainable tourism development di Sulut melalui observer UNWTO.

UNWTO merupakan salah satu badan PBB yang menangani masalah pariwisata dunia yang berada di Madrid, Spanyol. Dibentuk pada tahun 1998, UNWTO kini telah menaungi 158 negara sebagai anggotanya.

Kesempatan baik itu diapresiasi Gubernur Olly. Pasalnya dengan asistensi UNWTO tentunya semakin mendorong perkembangan pariwisata Sulut.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata RI menobatkan Sulut sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisatanya hingga 600% dalam empat tahun terakhir.

Wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Sulut, pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000.

Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (Wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen

Selain itu, Sulut tahun ini memiliki 3 event pariwisata unggulan berkelas internasional yang masuk dalam 100 Wonderful Event 2019.

Ketiga event tersebut yaitu Festival Bunaken 26-29 Juli 2019, Festival Pesona Selat Lembeh 6-10 Oktober 2019, dan Tomohon International Flower Festival 17-12 Agustus 2019.

Adapun pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Sekdaprov Edwin Silangen, jajaran UNWTO dan Kedutaan Besar Indonesia di Spanyol. (Humas Pemprov Sulut)