Sabtu, 06 Maret 2021

Gercep, Geber, Gaspol Bangun Pariwisata Sulut : Menparekraf Sandiaga Suport Gubernur Olly

 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menghadiri Gala Dinner Tourism and Creative Economy Investment Forum In North Sulawesi yang dilaksanakan di Kota Manado, Sabtu (6/3/2021).

Menerapkan protokol kesehatan Covid-19 kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw dan para investor.

"Kami mengundang investor-investor untuk membantu pak Gubernur mewujudkan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan gerak cepat (gercep), gerak bersama (geber) dan gaspol," kata Menparekraf Sandiaga saat menyampaikan sambutannya.

Dalam kegiatan tersebut, Menparekraf juga mengajak kepada seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama menciptakan kawasan zona hijau di Sulut sehingga pariwisata dan perekonomian dapat meningkat.

"Mudah-mudahan kita bisa mengestablis green zone di kawasan Sulut sehingga kita bisa membuka kembali penerbangan luar negeri masuk ke wilayah Sulut," bebernya.

Sementara itu terkait dengan potensi-ptoensi pariwisata yang ada di Sulut, Sandiaga ingin agar jangan hanya terfokua pada pengembangan KEK Likupang saja tetapi dengan mengembangakan potensi kearifan lokal masyarakat Sulut.

"Dalam kita mengembangkan KEK Likupang ini kita jangan sampai hanya memikirkan untuk masyarakat yang ada di kelas menengah keatas," katanya.

"Saya ingin kita juga memberdayakan desa-desa wisata (home stay), saya ingin kearifan lokal khas Pulisan, khas Likupang," sambungnya.

Sementara itu, Gubernur Olly menyambut baik kegiatan ini dan menjelaskan bahwa Sulut terus berusahan meningkatkan roda perekonomian di tengah-tengah pandemi.

"Karena di saat pandemi, turun. Kita melakukan ekspor produk hasil-hasil perkebunan maupun perikanan kita sampai hari ini masih bisa berjalan dengan baik," jelasnya.

Oleh karena itu, Olly memberikan apresiasi kepada Menparekraf yang siap gercep, geber dan gaspol memajukan perekonomian Sulut lewat peningkatan destinasi pariwisata di Bumi Nyiur Melambai.

"Malam hari ini kami pemerintah sangat berbahagia karena keseriusan pak Sandiaga Uno," ungkap Olly.

Lebih dalam lagi ia mengajak kepada seluruh stakeholder untuk sama-sama Sulut yang hebat dan Indonesia yang maju.

"Mari sama-sama kita bangun Indonesia melalui Sulawesi Utara," kuncinya.

Jumat, 05 Maret 2021

Gubernur Olly Temui Rektor Universitas Pertahanan RI, Perkuat Kerjasama Bidang Pendidikan

 

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey terus memperkuat kerjasama di sektor pendidikan dengan Universitas Pertahanan (Unhan) RI lewat kunjungan kerja ke Kantor Unhan di Jakarta, Jumat (5/3/2021) yang diterima langsung Rektor Unhan Laksamana Madya TNI Amarulla Octavian.

Diketahui Unhan telah menjalin kerjasama dengan Pemprov Sulut tentang tridarma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian, pengembangan dan pengabdian masyarakat yang disepakati pada November 2019 lalu di Kantor Gubernur Sulut melalui penandatanganan MoU oleh Gubernur Olly dan Rektor Unhan yang ketika itu masih dijabat Letjen TNI Tri Legionosuko.

Hingga kini, Unhan terus memprogramkan kegiatan kerja sama dan sosialisasi ke berbagai instansi TNI, Pemerintah, dan BUMN. diharapkan melalui kegiatan tersebut, keberadaan Unhan akan lebih dikenal secara luas serta dapat membawa manfaat dalam menjaring para calon mahasiswa yang akan dibekali ilmu-ilmu pertahanan dan bela negara.  Mereka inilah yang nantinya akan menjadi sumber daya pertahanan sehingga diharapkan bekal ilmu pengetahuan yang didapat selama menimba ilmu di Unhan akan bermanfaat untuk instansi atau satuan.

Saat ini Unhan kembali memberi beasiswa bagi putra putri terbaik bangsa untuk Tahun Akademik 2021/2022. Beasiswa ini ditujukan untuk semua kalangan, baik itu TNI, Polri, PNS, maupun masyarakat umum.

Adapun beasiswa dari Unhan RI ini mencakup semua jenjang pendidikan. Mulai dari Program Sarjana S1, Program Magister S2, dan Program Doktoral S3. Untuk program Sarjana S1, Unhan RI akan memberikan beasiswa bagi lulusan SLTA atau sederajat jurusan IPA yang meliputi empat Fakultas.

Di antaranya Fakultas Kedokteran Militer (Prodi Pendidikan Kedokteran dan Prodi Profesi Dokter), Fakultas Farmasi Militer (Prodi Ilmu Farmasi), Fakultas MIPA Militer (Prodi Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika), serta Fakultas Teknik Militer (Prodi Teknik Informatika, Teknik Konstruksi Bangunan Militer, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin).

Lebih lanjut, persyaratan program beasiswa Sarjana S1 Unhan RI terbagi dalam dua kategori, yaitu persyaratan umum dan khusus.

Persyaratan Umum untuk Program Beasiswa S1 Unhan RI

Warga Negara Indonesia (WNI), Laki-laki dan Perempuan, sanggup memenuhi segala peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Universitas Pertahanan

Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, dan bebas narkoba

Berijazah SLTA/Setingkat jurusan IPA, lulusan Tahun 2020 atau 2021

Tidak pernah tinggal kelas selama di SLTA/Setingkat

Nilai Rapor SLTA/Setingkat semester I s.d. V (Bagi yang belum berijazah) rata-rata di atas 80 dan diprioritaskan siswa yang masuk 10 (sepuluh) besar terbaik SLTA/Setingkat pada semester

Nilai Tes IQ minimal 120

Usia maksimal 20 tahun saat masuk pendidikan (bulan Juni 2021)

Memiliki tinggi badan minimal Laki-laki 160 cm dan Perempuan 155 cm serta berat badan proporsional

Lulus seleksi administrasi, Tes Potensi Skolastik, TOEFL, Tes Psikologi, Kesehatan dan wawancara yang dilaksanakan oleh Universitas Pertahanan

Mampu mengoperasikan komputer (aplikasi office dan internet)

Bersedia ditempatkan di mana saja sebagai Kader Intelektual Bela Negara apabila sewaktu-waktu Negara membutuhkan

Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Kontrak Mahasiswa dan Surat Pernyataan

Persetujuan Orang Tua/wali, bersedia tinggal di Asrama, dan sanggup mematuhi peraturan dan ketentuan Universitas Pertahanan

Daftar konversi nilai dan Ijazah yang dilegalisir oleh Kemendikbud untuk Sekolah Setingkat SLTA Luar Negeri atau Dinas pendidikan setempat bagi Calon Mahasiswa yang berasal dari SLTA berlatar belakang International School di dalam negeri

Bersedia untuk tidak menikah dan tidak hamil selama mengikuti pendidikan

Tidak sedang menerima beasiswa lain dan tidak akan menerima beasiswa lain selama mengikuti pendidikan

Persyaratan Khusus untuk Program Beasiswa S1 Unhan RI

Fakultas Kedokteran Militer Prodi Pendidikan Kedokteran, nilai rapor terakhir mata pelajaran Biologi dan Matematika minimal 90

Fakultas Farmasi Militer Prodi Ilmu Farmasi, nilai rapor terakhir mata pelajaran Kimia dan Matematika minimal 90

Fakultas MIPA Militer

1. Prodi Biologi, nilai rapor terakhir mata pelajaran Biologi dan Matematika minimal 9
2. Prodi Kimia, nilai rapor terakhir mata pelajaran Kimia dan Matematika minimal 90
3. Prodi Matematika, nilai rapor terakhir mata pelajaran Matematika minimal 90
4. Prodi Fisika, nilai rapor terakhir mata pelajaran Fisika dan Matematika minimal 90

Fakultas Teknik Militer, nilai rapor terakhir mata pelajaran Fisika dan Matematika minimal 90

Sementara beasiswa untuk Program Magister S2 Unhan RI meliputi empat Fakultas dengan rincian sebagai berikut.
1. Fakultas Strategi Pertahanan

Prodi Strategi Perang Semesta (Terakreditasi A)

Prodi Peperangan Asimetris (Terakreditasi A)

Prodi Diplomasi Pertahanan (Terakreditasi A)

Prodi Strategi dan Kampanye Militer (Terakreditasi B)

Prodi Strategi Pertahanan Darat (Terakreditasi A

Prodi Strategi Pertahanan Laut (Terakreditasi A)

Prodi Strategi Pertahanan Udara (Terakreditasi A)

2. Fakultas Manajemen Pertahanan

Prodi Manajemen Pertahanan (Terakreditasi A)

Prodi Ekonomi Pertahanan (Terakreditasi A)

Prodi Ketahanan Energi (Terakreditasi A)

3. Fakultas Keamanan Nasional

Prodi Manajemen Bencana (Terakreditasi A)

Prodi Damai dan Resolusi Konflik (Terakreditasi A)

Prodi Keamanan Maritim (Terakreditasi A)

4. Fakultas Teknologi Pertahanan

Prodi Industri Pertahanan (Terakreditasi B)

Prodi Penginderaan

Prodi Persenjataan

Prodi Daya Gerak

Dan untuk program beasiswa Doktoral Ilmu Pertahanan atau S3 di Unhan RI terbagi dalam empat konsentrasi, yaitu Konsentrasi Strategi Pertahanan, Konsentrasi Manajemen Pertahanan, Konsentrasi Keamanan Nasional, dan Konsentrasi Teknologi Pertahanan.

Tanpa perlu ribet, seluruh proses pendaftaran beasiswa ini dapat dilakukan secara online. Jadi tunggu apa lagi, segera siapkan diri Anda dan catat tanggal pendaftaran berikut agar tak ketinggalan kesempatan untuk mendapat beasiswa dari Unhan RI.
- Program Sarjana S1, mulai 1 sampai dengan 17 Maret 2021
- Program Magister S2, mulai 1 April sampai dengan 28 Mei 2021
- Program Doktoral S3, mulai 23 Mei sampai dengan 8 Juni 2021
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program beasiswa Sarjana, Magister, dan Doktoral dari Unhan RI Anda dapat mengunjungi laman www.idu.ac.id.

Sebagai informasi, warga Sulut yang berhasil diterima menjadi mahasiswa Unhan pada penerimaan tahun sebelumnya yaitu Arcelinocent Emile Pangemanan dan Astikahilda Pangemanan.

Arcelinocent Emile Pangemanan adalah jebolan mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat, yang berhasil lulus menjadi mahasiswa S2 di Fakultas Strategi Pertahanan Unhan, dengan Program Studi Diplomasi Pertahanan.

Sedangkan Astikahilda Pangemanan, adalah jebolan Manado Internasional School. Astika berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Militer Unhan.

Wagub Kandouw Dampingi Menkes dan Menparekraf Tinjau Vaksinasi Pelaku Usaha Pariwisata

 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno meninjau pemberian vaksinasi Covid-19 bagi pelaku usaha pariwisata yang ada di Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Jumat (5/3/2021).

Didampingi Wakil Gubernur Sulut Steven O.E. Kandouw, Menkes dan Menparekraf melihat secara langsung proses pemberian vaksin Sinovac baik dari proses pendaftaran hingga pada tahap pemberian vaksin.

"Kami disini mengucapkan terima kasih kepada bapak menteri kesehatan yang memobilisasi vaksin ini terus bergerak dan hari ini pelaku pariwisata menerima vaksin di graha," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Menurut Sandiaga, karena Sulut merupakan salah satu dari destinasi super prioritas nasional maka Menkes telah menyiapkan vaksinasi bagi para pelaku usaha yang ada di Sulut.

"Sulawesi Utara ini adalah salah satu dari destinasi super prioritas oleh karena itu lebih dari tiga puluh empat juta pelaku pariwisata pak Menkes sudah membantu untuk memvaksinasi," bebernya.

Untuk itu Menparekraf mengharapkan kepada semua para pelaku usaha agar terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Sementara itu Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa ketersediaan vaksin sampai pada bulan Juni di Indonesia baru sekitar 24%.

"Bulan Januari kita ada 3 juta, bulan Februari kita masuk 7 juta, bulan Maret 11 juta sampai akhir Juni kita bisa bawah sembilan puluh juta dari kebutuhan total 363 juta," kata Menkes Budi.

"Jadi teman-teman saya perluh sampaikan sampai bulan Juni baru sekitar 24% dari kebutuhan vaksin," lanjutnya.

Berkaitan dengan hal tersebut Menkes meminta agar masyarakat untuk bersabar mengingat penyediaan vaksin ini sangat langkah dan dibutuhka oleh seluruh dunia.

Menkes juga meminta kepada seluruh masyarakat Sulut untuk tetap mempertahankan tren positif dalam penurunan Covid-19 dengan terus memperhatikan 3M dan juga mengurangi mobilitas yang tidak perlu.

"Saya titip disiplinnya dijaga selain pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, apalagi yang kendor? Jalan-jalannya kendor," ucapnya.

Sementara itu masih ditempat yang sama Wagub Kandouw menjelaskan bahwa di Sulut pemberian vaksinasi telah memasuki tahap yang kedua sesuai dengan program pemerintah pusat.

"Tahap pertama kita di Sulut 22 ribu tahapnya sudah selesai sekarang ini tahap ke dua 64 ribu," beber Kandouw.

Kandouw juga memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat yang cepat memberikan regulasinya langsung diberikan kepada para pelaku pariwisata yang ada di Sulut.

"Jadi dengan ini kita ada titik cerah bagi kita semua yang ada di Sulut untuk cepat bangkit mengatasi permasalahan karena Covid-19 ini," tutupnya.

Kamis, 04 Maret 2021

Gubernur Olly dan PGI Teken MoU Program Pengembangan Ekonomi Kolaboratif

 

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom melakukan penandatanganan MoU antara Pemprov Sulut dan PGI tentang program pengembangan ekonomi kolaboratif untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas masyarakat yang dilaksanakan di Kantor PGI, Jalan Salemba Raya Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Penandatanganan MoU berjalan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan turut dihadiri beberapa pejabat di lingkungan Pemprov Sulut dan pengurus PGI.

Diketahui, pengembangan ekonomi kolaboratif merupakan kerjasama yang dilakukan Pemprov Sulut dan PGI di tengah pandemi Covid-19 dalam rangka meningkatkan perekonomian warga gereja melalui dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah dalam berbagai sektor diantaranya sektor pertanian, perkebunan serta koperasi dan umkm.

 

Gubernur Olly Dampingi Menkes Budi Tinjau Vaksinasi Massal untuk Lansia di Kantor PGI

 

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran Kemenkes RI meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 massal untuk warga lanjut usia (lansia) yang digelar di kantor Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jalan Salemba Raya, Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Dalam peninjauan vaksinasi massal lansia, Menkes Budi didampingi Ketua Umum PGI Pdt Gomar Gultom dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang juga Ketua unsur non pendeta Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI.

Sebagai informasi, vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah memasuki tahap dua atas warga lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun hingga kelompok pelayanan publik yang ditargetkan selesai pada Mei 2021.

Sasaran vaksinasi tahap kedua sebanyak 38.513.446 orang. Rinciannya terdiri dari sekitar 21,5 juta di antaranya warga lanjut usia dan 16,9 adalah orang-orang yang bekerja di bidang pelayanan publik.

Berikut sasaran vaksinasi Covid-19 tahap kedua: Lansia, Tenaga pendidik (guru dan dosen), Pedagang pasar, Tokoh agama, Wakil rakyat, Pejabat negara, Pegawai pemerintah, Petugas keamanan, Pelayanan publik (perangkat desa, BUMN, BUMD, dan pemadam kebakaran), Petugas transportasi, Atlet, Wartawan dan pekerja media dan Sektor pariwisata (staf hotel, restoran, dan tempat wisata)

Rabu, 03 Maret 2021

Presiden Jokowi Buka Rakornas Penanggulangan Bencana 2021, Ini Pesannya

 

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut Edison Humiang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2021 secara virtual yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, Rabu (3/3/2021) siang, di Istana Negara, Jakarta.

Dalam sambutannya. Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas peran besar yang diambil oleh jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  dalam menangani bencana yang telah terjadi di Indonesia.

“Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan terima kasih, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran BNPB yang telah mendedikasikan seluruh waktunya ikut bekerja dalam menangani dan menyelesaikan krisis sekarang ini,” ujar Presiden.

Presiden mengungkapkan, pada tahun 2020 lalu, bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai bencana baik bencana alam maupun nonalam berupa pandemi COVID-19.

Dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang merupakan bencana kemanusiaan yang tidak pernah ada pembandingnya dalam sejarah ini, Presiden menegaskan, penanganan pada sisi kesehatan dan ekonomi harus diselesaikan dalam waktu yang bersamaan.

“Bukan hanya skala daerah, bukan hanya skala nasional, tetapi juga skala global, lebih dari 215 negara mengalami hal yang sama, yang mengharuskan kita bekerja cepat, harus inovatif, dan juga berkolaborasi dengan semua pihak, dengan negara lain, dengan lembaga-lembaga internasional,” ujarnya.

Pengalaman dalam menghadapi pandemi ini, imbuh Presiden, harus dijadikan momentum untuk memperkokoh ketangguhan dalam menghadapi segala bentuk bencana, terlebih Indonesia menduduki ranking tertinggi negara paling rawan bencana.

Presiden pun menekankan pentingnya aspek mitigasi atau pencegahan sebagai kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.

“Ini yang selalu saya sampaikan berulang-ulang, pencegahan, pencegahan, jangan terlambat, jangan terlambat! Ini bukan berarti aspek yang lain dalam manajemen bencana tidak kita perhatikan, bukan. Tapi juga jangan sampai kita hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi,” tegasnya.

Untuk itu, Presiden meminta jajaran terkait untuk mempersiapkan langkah antisipasi bencana secara terencana dan detail. “Kebijakan nasional dan kebijakan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan ada bencana baru kita pontang panting, ribut atau bahkan saling menyalahkan, seperti itu tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Presiden juga menegaskan agar Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020-2024 yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2020  diturunkan ke dalam kebijakan dan perencanaan, termasuk tata ruang, yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana.

“Serta, tentu saja dilanjutkan dengan audit dan pengendalian kebijakan dan tata ruang yang berjalan di lapangan, bukan di atas kertas saja. Ini yang juga sudah berulang-ulang saya sampaikan,” tandas Kepala Negara.

Dibuka Ibu Negara Iriana, Rita Tamuntuan Ikuti Rakernas Dekranas 2021

 

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Utara Ibu Rita Dondokambey-Tamuntuan mengikuti pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) secara virtual di Kantor Gubernur Sulut, Rabu (3/3/2021).

Rakernas dalam rangka memperingati HUT Dekranas ke-41 dibuka oleh Ibu Negara, Iriana Joko Widodo secara virtual dari Istana Negara, Jakarta.

Nampak hadir dalam pembukaan Rakernas diantaranya Ketua Umum Dekranas Ibu Hj. Wury Ma'ruf Amin, Wakil Ketua Dekranasda Sulut Ibu Kartika Devi Kandouw-Tanos dan seluruh pengurus Dekranasda se-Indonesia.

Dalam pengarahannya Iriana selaku Pembina Dekranas Nasional mengatakan bahwa Dekranas harus berperan aktif dalam pelaksanaan pembinaan para pengrajin di seluruh Indonesia, dengan menerapkan protokol kesehatan demi meningkatkan produktifitas di tingkat nasional.

"Saya mengajak para pengurus Dekranas nasional maupun daerah untuk selalu mendukung kerajinan nasional dan menjadikan kerajinan Indonesia menjadi tuan rumah di negara sendiri," kata Iriana.

Selain itu, para pengurus juga diimbau agar menggunakan kemajuan teknologi seperti transaksi online, untuk mendukung perekonomian di masa pandemi seperti.

"Kerajinan merupakan salah satu bagian dari kebudayaan. Di mana ada perpaduan seni dan keterampilan yang menghasilkan nilai keindahan. Indonesia ini memiliki organisasi nirlaba. Di mana pecinta dan penikmat seni berhimpun untuk memayungi dan mengembangkan produk kesenian bersama pelaku UKM yaitu Dekranas," lanjut Iriana.

Peringatan hari jadi Dekranas ke-41 mengambil tema, "Perajin Sehat, Perajin Hebat, Indonesia Maju".

Diketahui, kegiatan ini dirangkaikan dengan pelantikan Ibu Rita Dondokambey-Tamuntuan sebagai Ketua Dekranasda Sulut periode 2021-2024 dan Ketua Dekranasda di lima provinsi lainnya di Indonesia oleh Ketua Umum Dekranas Ibu Hj. Wury Ma'ruf Amin.