Minggu, 14 Maret 2021

Gubernur Olly dan Ibu Rita Hayati Ibadah Minggu Sengsara IV, Bahas Pengkhianatan Yudas

 

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama istri yang juga Ketua TP PKK Sulut Rita Dondokambey-Tamuntuan mengikuti ibadah minggu sengsara IV di kediamannya di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara, Minggu (14/3/2021).

Dalam ibadah yang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ini turut dihadiri seluruh Pendeta wilayah Kalawat I dan II.

Nampak Gubernur Olly dan Ibu Rita beserta seluruh jemaat menghayati jalannya ibadah dan khotbah yang disampaikan Pdt Ferry Umpung bertema Akulah Dia yang bersumber dari Yohanes 18 : 1 - 11 tentang pengkhianatan Yudas yang berujung dengan penangkapan Yesus, yaitu :

18:1 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 18:2 Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. 18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata. 18:4 Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: "Siapakah yang kamu cari?" 18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret. " Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. 18:6 Ketika Ia berkata kepada mereka: "Akulah Dia," mundurlah mereka dan jatuh ke tanah. 18:7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret." 18:8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi." 18:9 Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa." 18:10 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. 18:11 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"

Sabtu, 13 Maret 2021

Wagub Kandouw Sampaikan Proficiat dan Harap MUI Sulut Terus Dukung Pembangunan Daerah

 

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw menghadiri kegiatan Pengukuhan dan Ta’aruf Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Masa Khidmat 2020-2025 yang dilaksanakan di Manado, Sabtu (13/3/2021).

Dalam acara ini KH Abdul Wahab Abdul Gafur LC dikukuhkan kembali memimpin MUI Sulut hingga tahun 2025 mendatang bersama jajaran pengurus lainnya.

Nampak hadir dalam pengukuhan diantaranya Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi di Dewan Pimpinan MUI, KH Masduki Baidlowi, perwakilan Kemenag, Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana dan perwakilan Forkopimda Sulut.

Pada kesempatan itu, Wagub Kandouw mengucapkan selamat kepada pengurus MUI Sulut yang baru dikukuhkan sekaligus memberi apresiasi atas kiprah MUI mewarnai pembangunan di Sulut.

"Salut, proficiat kepada MUI Sulut yang hari ini dikukuhkan atas nama Pemerintah Provinsi Sulut Bapak Gubernur dan rakyat dari Tontulow sampai Pinogoluman mengucapkan banyak selamat kepada MUI Sulawesi Utara. Sulut dijuluki adalah salah satu laboratorium kurukunan ini berkat andil dari MUI Sulut," kata Kandouw.

Menurutnya, MUI Sulut banyak sekali memberikan masukan pencerahan dan arahan konstruktif kepada pemerintah dalam membangun umat.

"Mudah mudahan harapan kita apa yang telah dilakukan selama akan terus di gaung gaungkan dilaksanakan MUI Sulut. Menjadi komitmen bapak Gubernur dan Pemprov Sulut tetap menjaga memfasilitasi keberadaan umat supaya Sulut ini harus di bangun oleh manusia yang berakhlak beriman dan taqwa kepada Tuhan," terangnya.

Selama ini, kata Kandouw, MUI turut membina keharmonisan dan toleransi umat beragama di Bumi Nyiur Melambai.

"Peran MUI luar biasa. Kiranya tetap memberi kontribusi dalam upaya menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan umat beragama di Sulut. Semoga kebersamaan ini terus berlangsung  kerjasama kita semakin besar silahturahmi jangan putus putus semua tokoh agama harus dan masyarakat harus kita libatkan untuk membangun daerah," tandasnya seraya mengingatkan semua pihak untuk tetap menjaga protokol kesehatan dalam memerangi Covid 19 di Sulut.

Sebelumnya, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi di Dewan Pimpinan MUI, KH Masduki Baidlowi mengukuhkan Abdul Wahab dan jajaran sebagai Pengurus MUI Sulut.

Masduki mengatakan, MUI harus menjadi pelopor, perajut hubungan antara umat dan negara.

"Mari kita perkuat hubungan dan rasa kecintaan kepada agama. Begitu pula rasa yang sama kepada negara Indonesia. Dua hal itu, agama dan negara selalu beriringan," pesan Masduki.

Dia juga mengatakan, MUI menjadi garda terdepan menjaga Indonesia dari ancaman intoleransi dan radikalisme.

"Mari kita jaga Indonesia. Sebagai organisasi besar, MUI dituntut perannya," bebernya.

Sementara itu, Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana berharap pengurus MUI Sulut yang baru dikukuhkan mampu memberikan yang terbaik kepada umat dan mampu mewujudkan kerukunan antar umat beragama.

"Polda Sulut sangat mengharapkan kerja sama MUI Sulut agar turut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas melalui dakwah dan ceramah mewujudkan kamtibmas yang aman dan damai," ungkapnya.

Ketua MUI Sulut, KH Abdul Wahab Abdul Gafur LC mewakili jajaran pengurus berterima kasih atas amanah dan dukungan yang diberikan kepada MUI Sulut.

Katanya, MUI Sulut harus berperan menjaga suasana rukun dan damai di Bumi Nyiur Melambai.

"MUI selama ini harmonis dengan pemerintah. Begitu juga, MUI wajib menjaga hubungan antarumat beragama di Sulut," ujarnya.

Sebagai organisasi yang mewadahi seluruh elemen organisasi Muslim, MUI dituntut memberi solusi bagi setiap persoalan yang hadir di tengah umat.

"MUI itu sebagai Khadimul Ummah, MUI pelayanan umat," kuncinya.

Jumat, 12 Maret 2021

Usai Jalan Sehat, Sekdaprov Silangen Pimpin Rapat Bahas Hal Penting Ini

 

Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen bersama para pejabat di lingkungan Pemprov Sulut melakukan olahraga jalan sehat di kawasan Kantor Gubernur, Jumat (12/3/2021).

Usai olahraga, Sekdaprov Silangen memimpin rapat koordinasi di area kantin yang diikuti sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD).

Diketahui, rapat yang berlangsung penuh kekeluargaan ini membahas beberapa hal penting diantaranya tentang kuesioner Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), evaluasi pembangunan anjungan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pembiayaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan rencana pembukaan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulut.

Silangen menerangkan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut arahan dari Bapak Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw.

Menurutnya, selain target yang sudah ditetapkan dalam RPJMD 2015-2021 dan sekarang sedang menyusun RPJMD 2021-2026, tetapi ada beberapa kegiatan pemerintahan yang prioritas harus ditindaklanjuti.

"Pertama berkaitan dengan audit terinci BPK yang telah dimulai sejak beberapa hari yang lalu dan diikuti langsung oleh Bapak Wakil Gubernur, agar supaya dimintakan kepada kita semua pejabat struktural untuk memberi perhatian terutama terhadap dokumen-dokumen prioritas yang diminta, karena saya menerima surat yang harus segera ditindak lanjuti oleh beberapa perangkat daerah, surat ini yang berkaitan dengan (PEN) Pemulihan Ekonomi Nasional," kata Silangen.

"Kedua mengenai kuesioner BPK yang sudah dibuat nanti ada beberapa catatan yang akan ditambahkan oleh Biro Organisasi yang berkaitan dengan hubungan kerja organisasi perangkat daerah yang melaksanakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," sambungnya.

Adapun pembahasan ketiga menyangkut rencana pembukaan operasional Rumah Sakit Umum Daerah.

"Untuk teknisnya dimintakan kepada Asisten, Kadis Kesehatan dan Kepala Rumah Sakit agar supaya dapat mempersiapkan kapan jadwal operasional sesuai dengan arahan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sehingga secara teknis sarana dan prasarana serta sumber daya tenaga medis sudah tersedia pada saat operasional rumah sakit, karena ini merupakan rumah sakit umum daerah yang hebat dari sisi sarana pembangunannya yang sudah representatif, tentu diikuti dengan kualitas pelayanan yang baik juga," paparnya.

Terkait pembangunan anjungan TMII dan penyusunan RPMJD periode kedua ODSK, Silangen memastikan terus dikerjakan hingga kini.

"Berkaitan pembangunan TMII, sedang dipersiapkan data-datanya secara teknis yang kemudian akan kita laporkan kepada Bapak Gubernur. Mengenai penyusunan RPJMD periode kedua Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur sementara proses dan sudah on the track," kuncinya.

Wagub Kandouw Bersama Istri Terima Vaksin Sinovac Tahap 2, Ingatkan Disiplin Prokes

 

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw bersama istri yang juga Wakil Ketua TP PKK Sulut Kartika Devi Kandouw-Tanos menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac tahap kedua di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Jumat (12/3/2021).

Sebelum disuntik, Wagub Kandouw dan istri terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan verifikasi data, serta pengecekan kesehatan, antara lain suhu tubuh dan pengukuran tekanan darah kemudian menuju meja berikutnya dimana proses penyuntikan dilakukan.

Usai penyuntikan, keduanya mengikuti proses observasi kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) selama 30 menit.

Usai divaksin, baik Kandouw maupun istri mengaku tidak merasakan gejala apapun.

“Tidak terasa apa-apa setelah divaksinasi,” katanya.

Diketahui, penyuntikan vaksin juga diberikan kepada seluruh pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemprov Sulut beserta istri/suami.

Lanjut Kandouw, setelah vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan pelayanan publik selesai, akan dijadwalkan vaksinasi untuk masyarakat umum.

“Jatah vaksinasi untuk masyarakat luas, sedang dipersiapkan. Sesuai informasi vaksin akan tiba dalam waktu dekat ini. Berapa besarannya akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” terangnya.

Lebih jauh, Kandouw mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan meski telah mendapatkan vaksinasi.

“Perlu diingatkan kembali tentang pentingnya disiplin terhadap protokol kesehatan. Yakni, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta menghindari kerumunan,” kuncinya.

Rabu, 10 Maret 2021

Wagub Kandouw Minta Perangkat Daerah Fokus Hadapi Pemeriksaan Terinci BPK Terkait LKPD TA 2020

 

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw mengikuti acara Entry Meeting Pemeriksaan Terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2020 pada Provinsi/Kabupaten/Kota Se-Sulut dan pemeriksaan Kinerja Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penggunaan Tenaga kerja setempat dalam pekerjaan infrastruktur jalan tahun anggaran 2020 pada Pemprov Sulut dan instansi terkait lainnya yang dilaksanakan secara virtual di Kantor Gubernur, Rabu (10/3/2021).

Pada kesempatan itu Wagub Kandouw mengatakan setelah beberapa hari yang lalu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota telah menyerahkan LKPD, tiba saatnya BPK RI perwakilan Sulut melakukan implementasi, mengklarifikasi menelusuri lebih lanjut LKPD yang sudah disampaikan pemda.

"Untuk itu atas nama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tentu saja kita dengan tangan terbuka akan menerima Tim pemeriksa dari BPK Perwakilan Sulut, semoga selama proses pemeriksaan ini kerja sama akan terjalin dengan baik" katanya.

Kandouw menyampaikan pesan dari Gubernur Olly Dondokambey agar seluruh perangkat daerah siap dan fokus memperhatikan pemeriksaan dari BPK agar berjalan lancar.

"Secara khusus Pak Gubernur telah menyampaikan kepada segenap perangkat daerah yang ada di pemerintah provinsi agar supaya dalam konteks pemeriksaan ini supaya dapat berkonsentrasi penuh dalam menghadapi permintaan yang diminta oleh tim pemeriksa BPK Perwakilan Sulut, mudah-mudahan dan itu wajib hukumnya seluruh perangkat daerah memberi perhatian terhadap pemeriksaan ini," ujarnya.

"Secara khusus juga kami senang ditingkat provinsi ada audit kinerja berdasarkan Long Form Audit Report (LFAR), pemeriksaan LFAR ini dilaksanakan pada entitas pemerintah provinsi dengan pertimbangan pemerintah provinsi dengan pertimbangan pemerintah provinsi merupakan wakil pemerintah pusat didaerah, yang memiliki peran untuk melakukan pembinaan terhadap pemerintah kabupaten/kota diwilayahnya," lanjutnya.

Lebih jauh, Wagub Kandouw juga berharap apa yang dilakukan Pemprov Sulut dalam membina dan memberikan arahan terkait audit BPK dapat diiikuti oleh pemerintah kabupaten/kota.

"Untuk itu atas nama Gubernur kami di pemerintah provinsi yang mudah-mudahan diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota dalam pemeriksaan LKPD TA 2020 ini harus lebih bagus dari tahun sebelumnya, ini jadi keinginan bersama, jadi harapan bersama agar supaya nanti opini setelah tanggal 18 april nanti akan ada peningkatan," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Sulut Karyadi mengatakan tujuan pemeriksaan LKPD TA 2020 adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau basis akuntansi komprehensif.

Pemprov Sulut Apresiasi Pencanangan Pembangunan Zona Integritas BBPOM Manado

 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw mendukung penuh Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado.

Hal itu disampaikan Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut Edison Humiang yang mewakili Wakil Gubernur Sulut dalam Acara Pertemuan Tata Hubungan Kerja Pengawasan Obat Dan Makanan di Wilayah Provinsi Sulut yang digelar di Manado, Rabu (10/3/2021).

Kegiatan yang diselenggarakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado ini dirangkaikan dengan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas BBPOM Manado, serta Pemusnahan Produk Hasil Pengawasan Obat dan Makanan.

"Diyakini, dengan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Balai Besar POM Manado, akan membangkitkan semangat, motivasi sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang prima di Sulawesi Utara," kata Asisten 1 Humiang  saat menyampaikan sambutan Wakil Gubernur Sulut dalam kegiatan tersebut.

Disamping itu, Asisten 1 menerangkan bahwa tujuan adanya atau dilaksanakannya pengawasan obat dan makanan adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat; menjaga keunggulan daya saing obat dan makanan dengan jaminan; menjaga secara utuh keamanan obat dan makanan; serta memastikan kemanfaatan atau khasiat dan mutunya sesuai standar internasional. Selain itu, untuk mewujudkan perekonomian nasional yang kuat.

"Masyarakat sebagai konsumen, memang sebagian besar tidak mengetahui keamanan obat dan mutu makanan, sehingga kemudian senantiasa menuntut setiap Produsen atau Pelaku Usaha memiliki tanggung jawab terhadap obat atau makanan yang diproduksi, utamanya Pemerintah yang memiliki kewajiban dalam mengawasi dan mengendalikan keamanan, kemanfaatkan serta mutu obat dan makanan yang beredar," terangnya.

Karenanya, tambah dia, pelaksanaan rangkaian acara ini merupakan suatu upaya strategis dalam memaksimalkan dan memperkuat mata rantai kinerja organisasi pemerintahan, khususnya dalam meningkatkan efektivitas di bidang pengawasan obat dan makanan, dengan tujuan operasional pemerintahan dapat semakin maksimal serta mampu mengawal masyarakat, khususnya generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga tumbuh dan berkembang sebagai generasi bangsa yang berdaya saing tinggi.

Selain itu juga, sebagai upaya dalam memantapkan jejaring kerja dengan koordinasi secara vertikal maupun horisontal, serta dalam membangun sinergitas yang terpadu.

"Oleh karena itu, saya mengharapkan pertemuan ini dapat dimanfaatkan sebagai wahana untuk menjalin komunikasi yang intensif, sehingga pada akhirnya akan menghasilkan output dan outcome yang optimum, sebagaimana telah ditetapkan," ujarnya.

"Lewat kegiatan ini juga, saya mengharapkan agar kedepannya konsistensi tekad dan komitmen kita akan tetap terpelihara, saling mendukung, saling bersinergi dalam mengawasi obat dan makanan, bekerja bersama menjamin keamanan dan kesehatan di tengah-tengah masyarakat Indonesia, serta bersama bekerja membentuk SDM yang unggul dan memperkuat perekonomian nasional, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat yang setinggi-tingginya," tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, perwakilan Forkopimda Sulut dan Kepala BBPOM Manado Sandra Linthin.

Sinergi Tanggulangi Bencana, Sulut Raih Penghargaan dari BNPB

 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw meraih penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai pemerintah daerah dengan kinerja dan sinergitas penanggulangan bencana terbaik di Indonesia.

Selain Sulut, provinsi lainnya yang menerima penghargaan tersebut diantaranya Papua Barat dan Sumatera Barat.

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo pada penutupan Rakornas penanggulangan bencana tahun 2021 di Jakarta Rabu (10/3/2021).

Acara ini dihadiri secara virtual oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut Edison Humiang dan Kepala BPBD Sulut.

Ada beberapa kategori lainnya yang turut mendapatkan penghargaan. Ada kategori dunia usaha, media, perseorangan dan organisasi kemasyarakatan, serta perguruan tinggi.

Rakornas Penanggulangan Bencana 2021 ini mengangkat tema "Tangguh Menghadapi Bencana". Rapat ditutup Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Muhadjir mengatakan, bencana alam bukan baru terjadi beberapa tahun belakangan ini. Kejadian serupa sudah sering terjadi sejak zaman dahulu.

Namun yang menarik, kata Muhadjir, adalah bagaimana nenek moyang kita menghadapi bencana kala itu. Dia mengusulkan agar BNPB merekonstruksi bagaimana orang-orang dahulu melakukan mitigasi bencana.

Kepala BNPB, Doni Monardo mengulangi beberapa penekanan Presiden RI Joko Widodo tentang pentingnya mitigasi dan pencegahan bencana.

Pemerintah daerah diminta agar dalam mengambil setiap kebijakan selalu sensitif terhadap kerawanan bencana.

"Bencana bukan semata musibah, tetapi harus dicegah. Petaka bagi mereka, dosa bagi kita yang telah abai dan lalai," beberapa pesan bersajak Doni Monardo.