Senin, 04 Agustus 2014

Gubernur Sulut Terima Tim APERC dan LCMT dari Jepang

Gubernur Sulawesi Utara DR. Sinyo Harry Sarundajang ditengah kesibukannya menerima Tim Asia Pasific Energy Research Centre (APERC) bersama Tim Low Carbon Model Town (LCMT) dari Jepang pada Senin 4 Agustus 2014 di ruang kerjanya di Kantor Gubernur Sulut Jl. 17 Agustus Manado. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sulut didampingi oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara DR Djouhari Kansil, MPd, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Ir Siswa Rahmat Mokodongan, Asisten 1 Edwin Silangen SE, MS, Asisten 2 Drs Sanny Parengkuan, MAP, Asisten 3 Nikson Watung SH dan Kepala Bappeda Sulut Ir. Roy O Ring, MSi.
Sedangkan Tim APERC dan LCMT  yg terdiri dari Gita (Staf kementerian ESDM), Chrisnawan (Senior Research APERC), Kazutomo Irie (GM.APERC), Masato Takahashi (Manager Urban Hitachi Project) Takashi Otsuki (Researcher APERC) direncanakan akan melakukan penilaian terhadap Kota Bitung sebagai Model Kota Rendah Emisi khususnya pada kawasan greenfield (kawasan yang akan dibangun).
Dalam pertemuan tersebut Sarundajang menyampaikan apresiasi terhadap Tim APERC dan LCMT yang bersedia melakukan kunjungan dan penilaian langsung terhadap Kota Bitung, sambil menjelaskan bahwa sebagai Kota yang memiliki pelabuhan alam, Kota Bitung adalah Kota Pelabuhan yang memiliki keunggulan tersendiri untuk di jadikan hub port (pelabuhan internasional), karena dijadikan sebagai pelabuhan transit sebelum kapal berlayar ke lautan Pasifik, namun tentunya hal tersebut akan berakibat pada dinamika pembangunan yang cepat dari Kota ini sehingga ketika Kota ini maju pesat dalam segala aspek pembangunan dan industri maka sewajarnya jika ia perlu memperhatikan aspek-aspek pengelolaan lingkungan dalam pembangunan tersebut. Oleh karena itu penilaian yang dilakukan oleh TIM APERC dan LCMT adalah suatu hal yang amat positif untuk mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak mengabaikan faktor lingkungan dalam dinamika pembangunannya.
Sementara itu Kepala Bappeda Kota Bitung Audy Pangemanan AP, MSi yang mendampingi Walikota Bitung Hanny Sondakh dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa jika hasil kunjungan berjalan dengan baik dan mendapatkan nilai yang tinggi, maka Kota Bitung – Sulawesi Utara akan mewakili Indonesia di tingkat internasional sebagai model kota rendah emisi, khususnya pada kawasan greenfield (kawasan yang akan dibangun), dan ini menjadi kesempatan yang baik bagi Kota Bitung untuk mempromosikan diri sebagai kota industri yang ramah lingkungan serta nantinya akan mampu menunjang perwujudan Sulawesi Utara sebagai Pintu Gerbang Asia Pasifik. (DR. Jemmy Kumendong, MSi, Kabag Humas selaku Jubir Pemprov).







Wagub Pimpin Apel Kerja Pegawai Pemprov







Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Senin (4/8) kemarin bertindak selaku Inspektur Upacara pada apel perdana pegawai di jajaran Pemprov Sulut. Apel perdana yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulut itu, diikuti para Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepela Biro, Pejabat Eselon III dan Pejabat Eselon Empat. Bertindak selaku Komandan Upacara Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Frangky Tintingon SSTP MSi.
Dalam sambutannya Wagub mengatakan, pelaksanaan apel kerja di setiap awal bulan bagi segenap pegawai jajaran Pemprov Sulut perlu dimaknai secara mendalam, sebagai suatu bentuk tanggungjawab yang harus dipenuhi oleh segenap jajaran aparatur mulai dari unsur pimpinansampai dengan unsur staf yang ada. Dimana dalam apel kerja seperti ini, sangat tepat dan strategis bagi unsur pimpinan untuk memberikan motivasi, pembinaan, konsolidasi , koordinasi dan strategis berbagai target pencapaian dalam bentuk arahan dan harapan yang harus mampu diaplikasikan dan aktualisasikan oleh segenap unsur staf selaku pelaksana teknis.
Kansil juga menyebutkan, kita baru saja selesai melaksanakan liburan panjang, yang berkaitan dengan saudara-saudara kita umat Muslim merayakan hari raya Idulfitri 1435 Hijriah, sekaligus kita sudah melaksanakan silahturahmi untuk saling maaf-memaafkan,  maka saat ini saya berharap agar saudara sudah siap untuk kembali melaksanakan tugas sesuai dengan bidang kerja masing-masing. Tentunya ada begitu banyak pekerjaan yang menumpuk dan menanti untuk segera diselesaikan, sembari mengajak utamakan berbagai pekerjaan yang bersifat urgen tanpa mengabaikan pekerjaan lainnya dengan tetap mengutamakan asa ketepatan, kecepatan dan kehati-hatian. 
Usai apel kerja dilanjutkan jabat-tangan bersama Wagub dengan para pejabat dan staf yang beragama Muslim.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulut DR. Noudy RP Tendean SIP MSi melalui Kabid Binwas Drs. Vecky Solang MM mengatakan, pejabat Eselon dua yang mengikuti apel kerja dari jumlah 53 yang hadir 52 orang, satu orang tidak hadir yaitu Karo Perlengkapan Edwin Kindangen alasannya karena mendapat tugas luar dari pimpinan. Sementara Pejabat Eselon III dari jumlah 238 orang yang  hadir apel 276 orang sedangkan pejabat Eselon IV yang berjumlah 752 yang mengikuti apel kerja hanya berjumlah 711 orang. sembari menambahkan bagi pejabat Eselon termasuk staf yang tidak hadir dengan tanpa alasan akan mendapat sangsi tegas dari pejabat yang berwenang (pimpinan) SKPD sesuai PP 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hukumannya sesuai dengan tingkatan pelanggaran yang dilakukan, jelas Solang. (Kabag humas Dr. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov). 


Gubernur Tandatangani Peta Kota Tahuna







Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang bersama Ketua DPRD Provinsi Sulut Ny. Meiva Salindeho Lintang STh, Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Drs. HR Makagansa serta Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Tanao Jangkobus, melakukan penandatanganan Peta cakupan wilayah daerah otonom baru KotaTahuna.
 Penandatanganan  Peta Kota Tahuna tersebut berlangsung di ruang kerja Gubernur Sulut, Senin (4/8) kemarin, dan turut disaksikan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana, Anggota Deprov Sulut Elisabeth Lihiang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MS, Karo Pemerintahan dan Humas Dra. Linda D Watania MSi,  Kabag Pemerintahan Drs. Lucky Taju, Kasubag Dekonsentrasi dan TP Boslar Sanger SE, Kasubag Pemerintahan Umum Chistian Iroth SSTP, Kasubag Otda Claudio Tamara STTP MSi, Kabag Pemerintahan Kab Sangihe Drs. Daniel Mandag ME, Ketua Komisi A DPRD Kab. Sangihe Helmut Hontong SE,  serta sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Gubernur Sinyo Sarundajang mengatakan, sehubungan dengan adanya pemekaran wilayah, saat ini telah diselesaikanpembuatan peta calon daerah otonom baru Kota Tahuna sebagai salah satu syarat fisik kewilayahan dari tiga syarat pembentukan daerah otonom baru sesuai dengan peraturan pemerintah No. 78 Tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan pengabungan daerah, Pasal 4 yang antra lain mengamanatkan bahwa pembentukan daerah kabupaten/kota harus memenuhi syarat administratif, teknis dan fisik kewilayahan serta pada Pasal 10 yang mengamanatkan, bahwa cakupan wilayah calon daerah otonom baru digambarkan dalam peta sesuai dengan kaidah pemetaan, jelas Sarundajang.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen menambahkan, masyarakat Sulut agar dapat memberikan dukungan terhadap berbagai proses pembentukan daerah otonom baru di daerah ini. 
Perlu dipahami bahwa pembentukan daerah otonom baru ini bukan merupakan praktek pembagian kekuasaan namun sejatinya merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan sebagai upaya mempercepat pembangunan di segala bidang guna mewujudkan Sulut sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasifik menuju masyarakat yang semakin berbudaya berdaya saing dan sejahtera, tandas Karo Pemerintahan dan Humas Linda Watania. (kabag humas Dr. Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).          


Minggu, 03 Agustus 2014

GMIM SMIRNA Malalayang Rayakan HUT ke 61

GMIM Smirna Wilayah Malalayang Barat merayakan HUT Jemaat yang ke-61 dalam suatu ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt DR. A O Supit, Mantan Ketua BPS yang saat ini sebagai ketua Majelis Pertimbangan BPS pada Minggu 3 Agustus 2014.
Dalam ibadah syukur tersebut turut hadir Anggota DPR RI Olly Dondokambey, SE.
Menurut Ketua Panitia HUT Ferry Keintjem, SE, ibadah syukur saat ini adalah merupakan puncak acara setelah panitia melakukan rangkaian kegiatan yaitu lomba perahu di pantai Malalayang, Kawin Massal, Fogging/pengasapan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan nyamuk yang mengakibatkan demam berdarah serta panitia juga telah membuat gambar perencanaan Gedung Gereja GMIM SMIRNA dengan pembiayaan sekitar 5 Milyar yang direncanakan dibangun sekitar 5 tahun kedepan. Keintjem menjelaskan bahwa GMIM Smirna sebenarnya adalah merupakan Gereja yang pertama kali di temui di wilayah Malalayang ketika memasuki Kota Manado dari arah selatan sehingga memerlukan penampilan yang indah yang mempengaruhi opini masyarakat pendatang tentang Kota Manado yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.
Sedangkan Ketua BPMJ GMIM Smirna Pdt J. Nayoan Karundeng, MTh yang didampingi oleh Sekretaris Wilayah Malalayang Barat yang juga Sekretaris Jemaat GMIM Smirna Pnt DR Aswin Mondolang serta Ketua PKB Wilayah Malalayang Barat yang juga Ketua PKB GMIM Smirna Innov Walelang, S.Sos, MSi, menyatakan bahwa pelaksanaan HUT Jemaat ini sebagai upaya untuk membangun kekeluargaan dalam berjemaat melalui berbagai kegiatannya dan mengharapkan bahwa diusia yang sudah dewasa ini GMIM Smirna mampu menjadi contoh bagi jemaat yang lain baik dari segi pertumbuhan iman maupun pembangunan fisik gereja. Juga merupakan suatu kebahagiaan tersendiri karena di usianya yang ke 61 gereja ini telah dimekarkan menjadi beberapa jemaat yaitu jemaat El Manibang, Jemàat Galilea dan Jemaat Betlehem di Malalayang.
Sementara itu ketika dipercayakan untuk memberikan sambutan mewakili undangan dan  Pemerintah Olly Dondokambey. SE menekankan bahwa sebagai warga gereja kita harus selalu bersyukur karena ketika tidak bersyukur hidup seakan tidak berarti. Olly menyatakan yerima kasihnya atas dukungan warga gereja sehingga boleh terpilih lagi sebagai anggota legislatif periode 2014-2019. Olly juga menyatakan bahwa kalau dengar ia membagikan uang di gereja atau tempat ibadah lainnya, itu bukan duit pribadi tetapi dari masyarakat yang membayar pajak dan dia mengembalikannya kepada masyarakat dan dia juga memfasilitasi agar gereja2 mendapatkan bantuan dalam rangka pertumbuhan menjadi gereja yang kuat dan bertumbuh dalam iman.
Jika terdapat berita-berita yang negatif terhadap dirinya maka itu adalah bagian dari pergumulan yang harus di hadapi dan sebagai orang Kristen pergumulan yang muncul harus dihadapi bukanlah untuk dihindari.
Olly juga menyarankan agar jika membangun gereja  harus ada menara dan lonceng sebagai bagian dari fungsi gereja untuk memanggil jemàat beribadah bersama sama. Sambil berharap bahwa perjuangan untuk bantuan terhadap pembangunan rumah ibadah menjadi lebih besar pada tahun-tahun yang akan datang.
Dalam kesempatan tersebut Olly Dondokambey memberikan bantuan sebesar Rp. 20 juta yang merupakan biaya reses sebagai Anģgota DPR RI sehingga harus di tandatangani oleh penerima sebagai bagian dari pertanggungjawaban bahwa beliau melakukan reses terhadap konstituen.


Pemasangan Lilin Ulang Tahun ke 61 GMIM Smirna oleh Olly Dondokambey di dampingi Oleh Ketua Jemaat Pdt Ny. J. Nayoan Karundeng, MTh, Ketua Panitia Ferry Keintjem, SE dan Seluruh Majelis Jemaat.

SHS: Perlu Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Etos Kerja

Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang Menghadiri HUT Jemaat GMIM Baitel Kolongan yang ke 80, Pengucapan Syukur yang dirangkaikan dengan  pentahbisan Pastori 2, Kantor Wilayah Mapanget Dua serta Gedung Serba Guna pada Minggu 3 Agustus 2014.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sulawesi Utara di dampingi oleh para pejabat dilingkungan Pemprov Sulut yaitu Kadis PU, Ir Jefry E. Kenap. MSi, Kadis Sosial Drs Star Wowor, MS, Kadis Koperasi dan UMKM Ir Rene Hosang, MSi,  Kadis Kehutanan Ir. Herry Rotinsulu, Kadis Kesehatan Dr Grace Punuh, Kepala BKP Ir Sandra Moniaga, MSi, Kaban BKPMD Ir. Joy Korah, MSi dan  Karo Pembangunan Farly Kotambunan SE, Disamping itu acara tersebut juga dihadiri oleh  Bupati Minahasa Utara, Drs Singal Sompie beserta jajarannya.
Ibadah tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua BPS GMIM Pdt DR Hein Arina yang merenungkan firman Tuhan yang tetdapat dalam Kitab Perjanjian Lama Amsal 10:15-16 dan Kisah Para Rasul 16:13-18.
Gubernur Sulawesi Utara dalam sambutannya menekankan pada pentingnya etos kerja dalam bekerja di bidang pertanian agar hasil yang diperoleh dapat mensejahterakan rakyat. Menjadi tantangan yang sangat berat bagi warga Minahasa Utara karena pemuda yang mau bertani hanya sekitar 10%, dan yang lainnya lebih memilih pekerjaan lain yang tidak membutuhkan tenaga yang besar padahal di satu sisi dunia sekarang diperhadapkan pada kondisi krisis pangan sebagai akibat penanganan lingkungan yang kurang baik. Oleh Karena itu pendidikan sekarang perlu menekankan pada pembentukan karakter, karena dari pendidikan karakter yang baik akan terbentuk manusia yang mempunyai etos kerja yang baik, punya moral yang baik dan mempunyai ilmu pengetahuan yang tinggi.
Lanjut Sarundajang bahwa kita tidak perlu ragu untuk mencontoh bangsa yang lain Misalnya bangsa Korea yang karena punya keinginan untuk sejahtera mereka menunjukkan etos kerja yang sangat tinggi namun disisi lain tidak mengabaikan pendidikan karakter dan moral sehingga mampu meminimalisir penyelewengan di tempat kerja.
Sementara itu dalam Sambutan dari BPS yang dibawakan oleh Pdt Arthur Rumengan, MTh. yang juga mantan Ketua di Jemaat ini, menekankan bahwa pada saat ini GMIM memiliki 110 wilayah di 902 jemaat, dan dalam pengajarannya GMIM selalu mengajarkan tentang pemberdayaan ekonomi warga, sumber daya manusia harus diolah dengan baik, juga pembangunan fisik gereja harus sejalan dengan pertumbuhan iman warga gereja, jemaat yang sibuk beribadah dan sibuk bekerja pasti akan meminimalisir pola perilaku yang menyimpang dari firman Tuhan.
Sedàngkan prakata dari Bupati Minahasa Utara Drs Sompie Singal MBA menekankan pada pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Minahasa Utara, dimana Situasi dan kondisi stabilitas keamanan masih kondusif kerena komitmen masyarakat untuk hidup rukun dan  damai, Pemkab Minut terus melakukan terobosan misalnya program sentuh air sentuh tanah dan lain sebagainya, Pemkàb Minut juga selalu berkoordinasi terhadap berbagai program pembangunan dgn Pemprov agar terjadi sinergitas dan sinkronisasi pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan serta Komitmen Pemkab Minut utk menyukseskan program pemprov misalnya jalan tol yg menghubungkan kota Manado dan Bitung melalui Minut. (Dr Jemmy Kumendong,MSi, Kabag Humas Selaku Jubir Pemprov).

Wagub Resmikan Pastori Jemaat Genesaret Bitung













Persemian dan pentahbisan penggunaan Pastori dengan konstruksi minimalis berlantai tiga permanen, mewarnai peringatan HUT ke-10  Jemaat GMIM Genesaret Kelurahan Pateten Kota Bitung, Minggu (3/8) kemarin.
Peresmian dan pentahbisan dari rumah kediaman Ketua Jemaat Genesaret tersebut telah dilakukan oleh Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd bersama Ketua BPMW Bitung Duabelas Pdt. Raymond Kuhon MTh yang ditandai dengan penandatangan batu prasasti serta pembukaan selubung papan nama. Sedangkan pengguntingan pita dilakukan oleh Wakil Ketua TP. PKK Provinsi Sulut Ibu Mieke Kansil Tatengkeng yang juga Isteri dari Wagub Sulut.  
 Sebelumnya Wagub Djouhari Kansil bersama Wakil Walikota Bitung Max Millian Lomban telah melakukan peletakan batu pertama perluasan Gedung Taman kanak-kanak di jemaat tersebut.
Usai melakukan dua kegiatan tersebut, Djouhari Kansil yang juga dikenal selaku Pelayanan Khusus GMIM yaitu sebagai Ketua Pria Kaum Bapa (PKB) Jemaat GMIM Pniel Tuna Wawonasa dipercayakan untuk memimpin Ibadah syukur HUT ke- 10 jemaat.
Dalam khotbahnya, yang diambil dari Kitab Amsal 10:15-16 dan Kitab Kisah Rasul 16:13-16 Kansil mengatakan, dalam mengantar perjalanan hidup manusia agar bisa hidup lebih aman, damai dan tenteram ada banyak cara atau strategi yang dilakukan oleh manusia sehingga bisa meraih segala impian hidup. Apakah dengan menghalalkan segala cara, tapi juga ada yang melakukan sesuatu secara adil  dan bersandar hanya kepada Tuhan.
Ia menyebutkan, firman Tuhan ini mengajarkan kepada kita tentang tingkah laku dari sifat manusia yang harus berlaku jujur kepada sesama. Sekaligus sebagai ajakan agar jemaat bisa semakin peka dan lebih waspada dalam menghadapi tuntutan hidup saat ini, apakah kita sebagai jemaat maupun pelsus sudah melakukan sesuai dengan kehendak Tuhan ataukah sebaliknya. Karena itu melalui Kitab  Amsal memberi semangat agar jemaat untuk meningkatkan etos kerja, sebab dengan meningkatkan etos kerja akang memberikan upah yang layak sebanding yang dikerjakannya.
Bagian lain Kansil yang juga selaku Ketua PKB Wilayah Manado Wawonasa Kombos (Mawakom) menggambarkan sosok Lidia sebagai seorang perempuan yang taat kepada Allah, sementara  disisi yang lain  ada seorang hamba perempun yang mempunyai roh tenung, yang hanya mencari keuntungan dengan menghalalkan segala cara.

Karena itu belajar dari firman Tuhan ini,  Ketua PKB Gereja-Gereja Sinode AM Sulutteng mengajak empat hal kepada jemaat  antara lain yaitu hidup adalah kerja dan kerja adalah hidup, konsekwensi dengan bekerja yang jujur  maka akan mendapat upah dan penghidupan yang layak, Teladani sikap iman Lidia yang bekerja dengan tetap mengandalkan Tuhan. 
Dalam Ibadah tersebut Vocal Group Talita dipimpin Ibu Mieke Kansil Tatengkeng telah mengisi puji-pujian. Turut hadir  Sekot Bitung Edison Humiang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen SE MS, Kadis DKP Ir. Ronald Sorongan, Karo Organisasi Jemmy Ringkuangan AP MSi serta sejumlah pejabat teras pemprov. (Kabag Humas DR Jemmy Kumendong MSi selaku jubir pemprov).

Kamis, 31 Juli 2014

Gubernur Hadiri Pentahbisan Gereja St Ignatius

Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang yang didampingi oleh Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil, Kapolda Sulut Brigjen Pol. Jimmy Palmer Sinaga, Bupati Sitaro Tonny Supit, SE, Asisten Pemerintahan dan Kesra Edwin Silangen, SE, MS, Asisten Ekonomi Pembangunan Drs Sanny Parengkuan MAP, Kadis Kesehatan Dr. Grace Punuh, Kadis Perikanan dan Kelauatan Ir. Ronald Sorongan, Msi dan Kadis Perhubungan Pemprov Sulawesi Utara Joi Oroh, SH, mengadiri Pentahbisan Gedung Gereja Katolik Paroki St. Ignatius Manado pada Kamis, 31 Juli 2014.
Pelaksanaan Upacara Pemberkatan dan Pengresmian Gedung Gereja dipimpin oleh Uskup Manado Mgr. J. Suwatan yang diawali dengan Pemberkatan Dinding Bagian Luar Gedung Gereja, Penandatangan Prasasti dan Pengguntingan Pita, selanjutnya Upacara di dalam Gereja yang terdiri dari Pemberkatan Dalam Gereja, Pemberkatan Salib, Pemberkatan Gapura Patung Hati Kudus Yesus Pemberkatan Gapura Patung Bunda Maria dan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi.
Gubernur dalam sambutannya menyampaikan banyak selamat atas ditahbiskannya Gedung Gereja St Ignatius ini dan berharap semoga keberadaan gereja yang indah, megah dan mewah ini akan semakin menumbuhsuburkan iman percaya umat dalam menunaikan visi mulianya, serta akan semakin memantapkan tekad dan komitmen seluruh umat dalam kiprah, kerja dan karya pelayanan bergereja, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Sarundajang juga berharap bahwa kemegahan Gereja St Ignatius dengan arsitekturnya yang mewah dan unik dapat menjadikan Gedung Gereja ini sebagai ikon untuk Kota Manado, yang nantinya akan berimplikasi pada kunjungan wisatawan di daerah ini.
Sarundajang memberikan apresiasi kepada panitia pembangunan gedung gereja yang mampu bekerja dengan dengan baik dan mampu menyelesaikannya sehingga telah ditahbiskan, dan ia yakin bahwa para panitia adalah orang-orang yang di pilih Tuhan untuk membangun dan menyelesaikan gedung gereja ini.
Sarundajang berharap bahwa sebagai salah satu tugas utama gereja dalam menjalankan pembangunan moral bagi jemaatnya maka warga gereja sebagai warga masyarakat mampu mempunyai karakter yang kuat yang didasarkan pada iman percaya kita, manusia hidup tidak hanya berdasarkan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional, tetapi juga harus mampu mempunyai kecerdasan spiritual, dimana manusia menyadari Tuhan sebagai penciptanya, selalu berbuat baik kepada sesama, selalu menjadi contoh dan teladan di dalam berbicara, bersikap dan bertindak.
Pada bagian Akhir Sambutannya Sarundajang mengucapkan terima kasih kepada seluruh Umat katolik yang telah berpartisaspi aktif dalam menyukseskan peilu legislatif dan pemilu Presiden dan Wakil Presdien pada tanggal 9 juli yang lalu, sambil berharap bahwa perbedaan yang timbul ketika itu tidak membuat kita sebagai umat manusia untuk saling bermusuhan, karena dalam berdemokrasi, perbedaan adalah hal yang biasa, dan mari kita saling menghargai pilihan masing-masing untuk selanjutnya menatap masa depan yang penuh tantangan.
Sementara itu menurut Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja Harry Sambuaga, dalam laporannya bahwa pentahbisan Gedung Gereja  ini bertepatan dengan peringatan HUT paroki Gereja St Ignatiusyang ke 60. Oleh karena itu masih banyak hal-hal berkaitan dengan pembangunan gedung gereja yang perlu di selesaikan dan panitia berusaha agar gedung gereja ini dapat menampilkan sesuatu yang istimewa pada sisi arsitektur dan interiornya.  Pembangunan Gedung gereja ini telah memakan waktu sekitar 8 tahun dan biaya yang telah terpakai sekitar 20 Milyar yang merupakan dari sumbangan warga gereja. (DR. Jemmy Kumendong, Msi, Kabag Humas selaku Jubir Pemprov).