Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Senin, 09 November 2015
Palandung : Tidak ada larangan bangun rumah ibadah
Sumarsono Promosi Pariwisata Sulut di TVRI Senayan Jakarta
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, sedang giat berupaya mempromosikan potensi Seni Budaya serta keunggulan destinasi dalam menggerakan sektor Pariwisata melalui gebrakan Penjabat Gubernur, Dr Soni Sumarsono, MDM, utamanya bagi pemenuhan Program Visit Sulut 2016, terobosan dan kiat digalakkan, hal ini diwujudkan semisal melalui tayangan Siaran Langsung dari Auditorium Studio TVRI Senayan Jakarta, yang bertajuk Salam Manis Bakudapa Sulawesi Utara, Mari Jo Ka Manado, pada Minggu malam, 8/11, yang berlangsung meriah dan semarak, dengan dihadiri Komunitas Warga Masyarakat Sulut di kawasan Ibukota Jakarta dan sekitarnya.
Acara ini digagas oleh Pihak TVRI, dalam menyambut ulang tahunnya yang ke-53, dimana sejak bulan September 2015, menggelar program acara Salam Manis, secara Live berdurasi 1,5 Jam, Sebulan sekali. Dalam menampilkan keberagaman Kekayaan seni, musik dan budaya masing masing Provinsi se Indonesia, sesuai dengan moto TVRI "Saluran Pemersatu Bangsa".
Olehnya, TVRI, di edisi penayangan bulan November ini, dengan di koordinir Yerry Tawaluyan dan Soraya Togas, Selaku Ketua Panitia dan Sekretaris, memberikan kesempatan bagi Komunitas Masyarakat asal Sulawesi Utara, guna mempromosikan Potensi Seni Budaya dan Pariwisata Sulut, agar supaya seluruh warga masyarakat di luar Sulut, serta seluruh Masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dapat mengetahui dan menikmati keberagaman dan pesona keindahan Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara.
Pj Gubernur Sulut, Soni Sumarsono, dalam kesempatan acara di Studio ini, Mencanangkan Tahun Kunjungan Wisata Sulawesi Utara 2016, dengan Kampanye yang mengusung Slogan Tag Line # Mari Jo Ka Manado, baik lewat Media Cetak, Elektronik maupun Media Sosial, sekaligus menggagas pembentukan Perhimpunan Duta Wisata Sulut, dengan menyematkan Pin Duta Wisata kepada setiap pihak yang hadir.
Lebih jauh Pj Gubernur Sulut dalam dialog interaktif yang di pandu Penyiar Senior TVRI, Mahgdalena Daluas dan Komedian Stand Up Mongol, menegaskan bahwa programa acara ini dipandang
sangatlah positif dan strategis, dalam menggelorakan akan semangat Kampanye " Mari Jo Ka Manado " dengaan nantinya akan memperbesar volume paket wisata, melalui kerjasama beberapa Maskapai Penerbangan dalam dan luar negeri, destinasi cita rasa kuliner, festival Seni Budaya, Olahraga, ataupun Ivent kedaerahan yang khas dan unik, .
Untuk itu, Sumarsono yang juga barusan waktu lalu mendapat anugerah Gelar Adat Minahasa selaku Tonaas Wangko Umbanua, menggugah kepada segenap komponen Masyarakat Sulut di perantuan, "saya mengajak agar senantiasa dapat berperan sebagai duta duta wisata Sulut, dalam wujud partisipasi mempromosikan Pesona Provinsi Sulut, baik Nusantara Regional, maupun Manca Negara" Tandas sosok Birokrat yang familiar dengan kaum Jurnalis ini.
Dikesempatan acara ini, turut pula diserahkan penganugerahan tanda jasa kepada Tokoh2 Seni Budaya Sulut, atas karya dan dedikasinya yang mengangkat nama Bumi Nyiur Melambai di Pentas Nasional diantaranya, Seniman Yessy Wenas(Pencipta lagu dan tari), Musisi Alfred Sundah, Pencipta lagu Sapa Suru Datang Jakarta, dan Tokoh Masyarakat Kawanua Bung Benny Tengker.
Kemeriahan acara ini didukung Artis2 berdarah Kawanua yakni Mikha Tambayong, Conny Mamahit, Jimmy Manopo Band, Deliance Band, serta pertunjukan Fashion Show Wulan Waraney Minahasa, Kabasaran Makasiow, Kolintang dan Katrili Kadoodan, Kolintang dan team Kesenian Pemkab Minahasa, Nyong Noni Sulut dan Nyong Nona Manado, Poco2 Team Toumbuluner's Club, Masamper GMIST, serta Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINGKAN) sebagai pengisi Acara, yang juga turut pula dihadiri Bupati Minahasa, Drs Jantje W Sayow, Msi, Walikota Manado, Dr Ir GSV Lumentut, Kadis Parbud Prov Sulut, Ir Happy Joy Korah, Msi.
Demikian Humas Pemprov Sulut Memberitakan (Kabag Humas,Roy RL Saroinsong, SH selaku Juru Bicara).
Sabtu, 07 November 2015
Sumarsono dikukuhkan jadi Tonaas Wangko Umbanua
Majelis Kebudayaan Adat (MKM) Minahasa, dalam rangkaian Peringatan HUT ke 587 Kabupaten Minahasa, melaksanakan Penganugerahan Gelar Adat Minahasa "TONAAS WANGKO" yang adalah Simbol Gelar Adat tertinggi di Tanah Toar Lumimuut, kepada Penjabat Gubernur Sulut, Dr Soni Sumarsono, MDM serta sejumlah Perwira Tinggi TNI dan POLRI, yang berlangsung hikmat dan Sakral, diselingi atraksi Tarian Perang Kabasaran, Maengket, dan pemukulan Tetengkoren/tambur, di Ruang Sidang DPRD Kab. Minahasa, Tondano, Sabtu, 07/11.
Prosesi pemberian gelar, diawali dengan Ritual, mengambil tempat disekitar "Meja Raragesan" (Meja Adat), yang diatasnya tersaji, Nasi Bungkus, telur ayam rebus, Saguer (Tuak), dalam kower (mangkok bambu), sirih, pinang dan kapur sebagai alat kelengkapan ungkapan syukur dan pemujaan terhadap "Opo Empung" (Tuhan Yang Maha Esa), serta dilengkapi tanaman Khas "Tawaang" yang adalah tanaman khusus orang Minahasa sebagai patokan penunjuk batas halaman rumah/kebun, juga sebagai lambang penegakkan hukum adat, serta berfungsi magis dalam menangkal bencana, karna karakteristik tanaman ini mudah tumbuh, namun kebal terhadap gejala alam.
Selanjutnya oleh Majelis Kebudayaan Minahasa (MKM), para Tetua Adat, mengatasnamakan keturunan dari Toar Lumimuut yang mendiami wilayah Minahasa Raya yang terdiri dari Sub Etnis Tonsea, Tolour, Tountemboan, Tombulu, Tonsawang, Pasan Ponosakan, Bantik. Setelah bermusyawarah dan bermufakat berdasarkan petunjuk adat budaya Minahasa dan Dotu Toar Lumimuut, menetapkan 12 Putra terbaik Negeri ini sebagai TONAAS WANGKO.
Pj Gubernur Sulut, yang dikukuhkan dengan Anugerah gelar "TONAAS WANGKO UMBANUA" dalam sambutannya oleh Sumarsono, menilai bahwa suasana bathin Masyarakat Minahasa, tercermin dari akar filosofi Ke-Maesa-an, yang menjadi landasan hidup dengan dasar persatuan dan kesatuan, juga adalah daerah yang khas dan unik serta penuh kemajemukan yang dinamis, namun patut diwaspadai akan nilai2 luhur akan luntur jika tidak dilestarikan. "pemberian gelar adat ini adalah salah satu bagian dari upaya pelestarian budaya juga sebagai wahana memupuk rasa kekeluargaan, kekerabatan, dan memberikan motivasi dlm melestarikan nilai leluhur, sebagai modal dasar pembangunan di tanah Toar Lumimuut dengan bersendikan pada kearifan lokal" Tandas Doktor Alumnus UNJ ini.
Acara pemberian gelar ini, diselingi dengan ritual adat berupa pemakaian atribut baju adat kebesaran dan tongkat komando, Minum Saguer (Tuak) sebagai simbol rasa kebersamaan antara Para Tonaas dan foto bersama. Adapun para penerima gelar adat dari Perwira Tinggi TNI/Polri yakni : Laksamana Madya TNI Desi Albert Mamahit (Kepala Badan Keamanan Laut RI) menjadi Tonaas Wangko An Tasik, Mayjen TNI Ludwig Pusung (Pangdam I Bukit Barisan), menjadi Tonaas Wangko Angkatana'an, Irjen Pol Drs Dicky Atotoy ( Wa Ir Wasum Polri) menjadi Maendo Tonaas Wangko Umbanua, Irjen Pol DR Petrus Golose (Deputi bidang Kerma Internasional BNPT) menjadi Maendo Tonaas Wangko Umbanua, Brigjen TNI Jerry Waleleng (Kabinda Sulawesi Selatan) menjadi Tonaas Wangko Ang Katana'an, Brigjen Pol Hengki Kaluara (Kapolda Gorontalo) menjadi Maendo Tonaas Wangko Umbanua, Brigjen TNI Robert RF Lumempouw (Bandep lingkungan alam Setjen Wantananas), menjadi Tonaas Wangko Ang Katana'an, Brigjen Pol Drs Wilmar Marpaung,SH (Kapolda Sulut) menjadi Tonaas Wangko Umbanua, Brigjen TNI Sulaiman Agusto, SIP, MM (Danrem 131 Santiago) menjadi Tonaas Wangko Ang Katana'an, Laksma TNI Manahan Simorangkir (Danlantamal VII) menjadi Tonaas Wangko An Tasik.
I YAYAT U SANTI,,, Sigi Wangko wia se tonaas wangko, tua um banua, wia se tonaas wangko umbanua (dalam terjemahan : Hormat setinggi tingginya kepada Tonaas wangko um banua, tonaas wangko).
Demikian Humas Pemprov Sulut memberitakan (Roy RL Saroinsong,SH, selaku Juru Bicara)
Menteri Perdagangan Pimpin Rapat Panitia Natal Nasional
Menteri Perdagangan RI, Thomas Lembong selaku Ketua Umum Panitia Natal beserta Nyonya Fransisca Lembong, dalam kunjungan kerja di daerah ini, berkesempatan memimpin Rapat Panitia Perayaan Natal Nasional 2015, beserta Pj Gubernur Sulut, Dr Soni Sumarsono, dan Jajaran Pejabat Pemprov Sulut, serta didampingi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina, Staf Ahli Menteri Sondang Anggraini, di Ruang Kerja Gubernur Sulut, berlangsung Sabtu petang, 7/11.
Dalam kesempatan rapat bersama antara Panitia Pusat dan Daerah, direncanakan Ibadah Natal Nasional tahun 2015, yang akan di hadiri Presiden RI Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, sedianya digelar di Manado Convention Center (MCC), dengan undangan kisaran 5000an, baik Tamu dari Jakarta diantaranya Para Menteri Kabinet serta Para Duta Besar Negara Sahabat, serta Umat Kristiani dan para Tokoh Agama di daerah ini.
Sementara itu, sesuai usulan dan rencana awal, ditetapkan Perayaan Natal Nasional ini, akan digelar pada tanggal 5 Desember 2015 mendatang. Untuk itu, Menteri Perdagangan RI, dalam tanggapannya, akan mensingkronkan dengan Agenda acara Presiden RI lewat koordinasi lintas sektoral terkait,demi suksesnya Agenda Nasional ini."Termasuk usulan dari daerah terkait diantaranya penyiapan menu kuliner bercita rasa lokal daerah Nyiur Melambai, perwakilan anak2 berkebutuhkan khusus, yakni Sekolah Luar Biasa/SLB, dsbnya" ujar Menteri yang berdarah Kawanua ini.
Oleh Pj Gubernur Sumarsono, dalam tanggapannya, mencermati bahwa kompisisi Kepanitiaan,baik pusat dan daerah, dapat menciptakan satu kesatuan, dalam kepanitiaan, "harus ada OC, Sterring Comitte, Tupoksi jelas, mana porsi Panitia Nasional dan Porsi Panitia Daerah, agar tidak terjadi tumpang tindih akan tugas dan kewenangannya" tegas Soni, sapaan Akrab Dirjen Otda Kemendagri ini.
Disisi lain, oleh Pj Gubernur Sulut, dalam waktu dekat ini akan menggelar rapat dgn jajaran Forkompimda Sulut, utk suksesnya persiapan acara yang di beri tema bernuansa NATALAN KERAKYATAN ini, juga nantinya, lanjut DR Sumarsono, akan menyiapkan lokasi utk dikunjungi Presiden Jokowi guna diberikan paket Natal, serta memaparkan akan kesiapan Ormas Islam GP ANSOR dalam partisipasi mengamankan perayaan Natal maupun Grup kesenian Muslim, dimana salah satu materi Perayaan Natal di daerah ini adalah Refleksi Kerukunan Lintas agama akan ditonjolkan termasuk peran Media Jurnalis lokal, baik cetak, On line/media sosial, Elektronik dalam mempublikasikan Ivent Akbar ini.
Direncanakan, Menteri Perdagangan RI, Sebelum bertolak kembali ke Ibukota Jakarta, pada Minggu, 08/11 pagi, akan menyempatkan diri mengikuti Ibadah Misa di Gereja Katholik Katedral Manado.
Demikian Humas Pemprov Sulut memberitakan (Roy RL Saroinsong, SH, selaku Juru Bicara)
Jumat, 06 November 2015
Ibu Tri Rachayu Serahkan Bantuan Pendidikan di Meras
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sulawesi Utara, Ibu. Tri Rachayu Sumarsono, Jumat (6/11) kemarin, menyerahkan bantuan alat pendidikan di Kelurahan Meras Kec, Bunaken Kota Manado.
Saat menyampaikan sambutannya, Isteri tercinta dari Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM ini mengatakan, pemberian bantuan sarana pendidikan ini merupakan rangkaian kunjungan Gubernur Soni Sumarsono pekan lalu yang melakukan bhakti sosial (bhaksos) penyaluran air bersih bersama Jurnalis Independen pemprov sulut(JIPS). Kata Rachayu kondisi geografis dan jumlah penduduk yang ada, mendorong keseriusan dan kesungguhan pemerintah provinsi Sulawesi Utara untuk memberikan dukungan keseriusan terhadap layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) guna pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Kawatu juga melaporkan kepada ketua TP PKK sulut bahwa TK PKK di kelurahan meras merupakan salah satu dari dua ribuan yang berada di sulut, Kata Kawatu yang seharusnya setiap desa dan kelurahan harus memiliki PAUD dan TK, namun diakuinya ada banyak juga yang belum layak di kategorikan sebagai TK dan PAUD, seperti TK-PKK dikelurahan meras yang masi perlu ditingkatkan lagi terlebih bangunan yang lebih layak.
Adapun Bantuan yang diberikan oleh TP-PKK bersama Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Badan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (BP3A) pemprov sulut, meliputi bantuan pendidikan berupa paket alat permainan edukatif serie I-IV bermain sambil belajar dan alat permainan luncuran untuk TK PKK Kelurahan Meras. Sedangkan untuk SD GMIM 88 diberikan bantuan buku kurikulum tingkat satuan pendidikan kelas I hingga kelas VI, satu unit timbangan digital, Microtoice, Biskuit serta Multivitamin, Lembar kain Batik Balita dan Sembako.