Senin, 18 Januari 2016

Kamis Pemprov dan UGM gelar Workshop Panas Bumi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) pada hari Kamis  (21/01) akan menggelar Workshop Panas Bumi. Hal itu dikatakan Karo Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut Dr. Jemmy S. Kumendong, MSi saat menerima tim dari UGM yang dipimpin Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi UGM/Ketua Tim UGM-NZAID CaRED Program di bidang panas bumi Ir. Pri Utami, MSc, PhD di ruang kerjanya Senin (18/01) kemarin.
Kumendong mengatakan kegiatan yang bertemakan "Panas Bumi Energi : untuk Sulut, untuk Negeri" akan berlangsung pada kamis 21 Januari 2016 di Ruang Rapat CJ Rantung Kantor Gubernur Sulut. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Panas Bumi di Sulawesi Utara yang telah ditanda tangani oleh Rektor UGM dan Gubernur Sulut, jelas Kumendong.
Dijelaskan pula Workshop kali ini akan menampilkan para narasumber diantaranya Wakil Rektor UGM, Peneliti Tamu dari Selandia Baru, Direktorat Panas Bumi Ditjend EBTKE, Peneliti Unsrat, Jurnalis Sains Tempo, PT. PGE dan PT. PLN Persero. Usai Workshop peserta akan mengunjungi lokasi Geothermal PT. PGE Lahendong, ujarnya.
Sedangkan pesertanya Kumendong menambahkan berjumlah 60 orang yang terdiri dari Humas Pemprov, Humas Kabupaten/Kota, Humas DPRD Provinsi dan Humas DPRD Kabupaten/Kota serta jurnalis.(Humas Pemprov Sulut).

DPRD Bolsel Konsultasikan Masalah Batas dengan Biro Pemhumas





Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bolsel Marsel Aliu, didampingi Ketua Komisi I Ruslan Paputungan dan Empat anggota Komisi I masing-masing Moh. Sukri Adam, Supatia Kobandaha, Marini Suryadi Harja dan Petru Keni melakukan konsultasi terkait masalah penyelesaian batas antara Kabupaten Bolsel dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dengan Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Dr Jemmy Kumendong MSi dan Kabag Pemerintahan Boslar Sanger SE, di ruang kerja Karo Pemerintahan dan Humas, Senin (18/01) kemarin.
Sebagaimana penjelasan Kepala Biro, bahwa penyelesaian masalah batas antara Kabupaten Bolsel dan Bolmong, sudah menyesuaikan melalui tahapan-tahapan sebagaimana tertera pada Permendagri Nomor 76 Tahun 2012, Tentang penegasan batas daerah.
Dimana dalam salah satu pasal bahwa apabila kedua bela pihak tidak ada kesepakatan bersama, maka Pemerintah Provinsi Sulut dalam hal ini Bapak Gubernur Dr Sumarsono MDM dapat memfasilitasi dan atau memutuskan untuk di usulkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk proses selanjutnya, untuk penetapan Permendagri, jelas Kumendong.
Kumendong mengatakan, dukungan kedua belah pihak sudah diteruskan ke Mendagri melalui Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Depdagri, sembari menyarankan, kiranya Komisi 1 DPRD Bolsel dapat mengkomunikasikan dengan DPRD Bolmong lewat Komisi 1 DPRD Provinsi Sulut, karena ini merupakan salah satu jalan keluar yang dianggap elegan untuk menyelesaikan masalah batas kedua daerah tersebut. 
Menanggapi pernyataan Kumendong, Ketua Komisi I DPRD Bolsel Marsel Aliu menyatakan, kami siap melaksanakan arahan tersebut, dan hendak kiranya masalah batas ini secepatnya di tuntaskan, tegas Aliu.
Sementara Kabag Pemerintahan Boslar Sanger SE, menyebutkan, sampai saat ini masih ada beberapa segmen batas  yang harus dituntaskan sebagaimana amanat dari Pak Gubernur Sumarsono yaitu batas Minahasa-Tomohon, Minahasa-Minsel, Bolmong-Kotamobagu dan batas antara Minsel dan Boltim. Turut hadir mendampingi Karo yaitu Kabag Otda Dra Leilany Makalew, Kabag Kemasyarakatan Drs G Kontul MEd, Kasub Dekon dan TP Christian Iroth SSTP, Kasubag Pemerintahan Umum Jenny Paomey SSTP, MSi,Kasubg Dukcapil Drs Tonny Panungkelan. (Humas Pemprov Sulut).
    
   
  

Gubernur : Korpri jadi pelopor pelayanan publik

Memasuki minggu ke tiga Bulan Januari 2016 ini para pegawai di Jajaran di Lingkup Pemprov Sulut menggelar Apel Korpri di Halaman Kantor Gubernur Jl. 17 Agustus (18/01).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Kepala Inpektorat Provinsi Sulut Praseno Hadi, SeAk.
Saat.membacakan sambutan tertulis Gubernur Sumarsono Praseno Hadi mengharapkan kepada segenap jajaran Korpri di Lingkungan Pemprov Sulut, agar senantiasa menerapkan Paradigma Baru Korpri di lingkup tugas yang diemban. yakni paradigma yang menitikberatkan pada peningkatan profesionalitas, pendorong peningkatan taraf hidup masyarakat, pelopor pelayanan publik, sambil terus memotivasi diri dengan menjadikan tahun 2016 ini sebagai tonggak semangat dalam meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas pelayanan sebagai abdi negara dan masyarakat.
Inspektur Provinsi Sulut ini juga meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemprov Sulut berupaya untuk menjadi aparatur yang profesional, demokratis dan negarawan dengan komitmen yang kuat dalam menghadapi segala tantangan di dunia pekerjaan.
Di akhir sambutannya Hadi mengajak Segenap ASN menumbuhkan sikap untuk melayani bukan dilayani. Mari akselerasikan pelayanan disegala bidang, sambil melakukan pembinaan dan pengawasan secara kontinyu, dan terus membangun hubungan yang harmonis, terkoordinasi, terintegrasi secara sinergis dengan semua stakeholders terkait yang muaranya diharapkan mampu mempercepat realisasi terwujudnya Sulut sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia di Kawasan Asia Pasifik. (Humas Pemprov Sulut)

Jumat, 15 Januari 2016

BKSAUA dan FKUB: Jangan Takut Dengan Teroris Namun Harus Waspada





Presidium Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Utara dalam  menyikap peristiwa bom yang terjadi di Ibu Kota Negara pada Kamis lalu, memberikan penyataan sikap sekaligus seruan bersama agar masyarakat Sulut tidak perlu takut dengan teroris namun tetap harus mewaspadainya.
Penegasan itu disampaikan Ketua Periodik Presidium BKSAUA Sulut Pdt Dr Richard Siwu Phd mewakili ke-dua forum tersebut, saat menggelar konferensi pers dengan wartawan liputan pemprov, Jumat (15/01) di kantor Gubernur Sulut kemarin.
“Terkait dengan peristiwa bom yang terjadi di Kompleks Mall Sarina Jalan MH Thamrin Jakarta Kamis 14 Januari 2016 lalu sehingga menelan korban jiwa manusia, kami menyatakan hal tersebut, adalah perbuatan yang tidak manusiawi dan berlawanan dengan nilai-nilai agama apapun, sehingga kami mengutuk perbuatan tersebut,” ujar Pendeta Siwu, sembari mengajak warga Sulut tidak perlu takut dengan teoris namun tetap harus waspada.
Kami juga menyatakan, rasa duka dan simpati yang mendalam terhadap korban yang meninggal dan yang masih dirawat dan bisa di pulihkan, mendukung semua langkah pemerintah Republik Indonesia sebagaimana telah dinyatakan oleh Presiden Jokowi pada hari kejadian sekaligus menangkap para pelaku dan mengungkap aktor di balik peristiwa itu, menolak setiap kelompok yang berkedok agama dan melakukan kekerasan yang berdampak hancurnya toleransi dan kerukunan antar umat beragama, antar kelompok masyarakat bahkan bangsa Indonesia serta menolak setiap bentuk tindakan terorisme yang berdampag kekerasan terhadap menusia keutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia, tegas Siwu.
Untuk itu kami menyerukan secara khusus kepada masyarakat Sulut agar terus memantapkan stabilitas dengan membina dan memelihara tiga kerukunan hidup baragama yaitu; Kerukunan intern umat beragama, Kerukunan antar umat beragama, Kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Tingkatkan terus kewaspadaan terhadap isu-isu negative yang sengaja di lontarkan oleh oknum atau kelompok yang ingin memecah belah kesatuan dan persatuan umat beragama di Bumi Nyiur Melambai yang kita cintai, jalin kerjasama antar umat beragama untuk mengatasi setiap hal yang dapat memicu disintegrasi bangsa Indonesia di daerah ini, Tingkatkan jalinan kerjasama antar pimpinan umat beragama dengan pemerintah untuk mengantisipasi setiap gejolak social yang dapat melemahkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam satu keterikatan Bhineka Tungal Ika, Agar setiap umat beragama di Sulut memanjatkan doa khusus di tempat ibadah masing-masing untuk keselamtan bangsa dan Negara khususnya Provinsi Sulut dari rembesan peristiwa yang telah terjadi di Provinsi DKI Jakarta, ucapnya.
Siwu menambahkan, pernyataan sikap dan seruan itu, telah ditandatangani Presidium BKSAUA dan Pengurus FKUB Sulut yaitu mewakili umat Islam KH. Abdul Wahab ABD Gafur, Lc, Ir Jemmy Lumintang MSi mewakili umat Katolik, Drs Ridwan Sofian umat Budha, DR. Drs I Dewa Ketut Anom, MSi serta mewakili umat Kristen Protestan oleh Pdt DR. Richard Siwu. Sedangkan dari Pengurus FKUB ditandatangani langsung oleh Ketua dan Sekretaris Pdt DR Nico Gara  dan Drs Amin Lasena. Hadir dalam konfrensi pers tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi, Karo Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong MSi, Kabag Agama Olga Saisab S.Sos dan Kabag Humas Roy Saroinsong SH. (Humas Pemprov Sulut).        



Kamis, 14 Januari 2016

Gubernur canangkan Kampung KB



Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sumarsono MDM mencanangkan program kampung KB di Ruang C.J Rantung Kantor Gubernur Sulawesi Utara Manado, Kamis (14/1) kemarin.
Sumarsono pada kesempatan ini menjelaskan bahwa Kampung KB adalah program prioritas pemerintah di bidang kependudukan, yang esensinya adalah peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia dan sesuai dengan agenda prioritas ke 5 dalam Nawa Cita. Jelas Sumarsono.
lebih lanjut Sumarsono juga menambahkan, bahwa kampung KB ini adalah pembangunan keluarga berencana berbasis wilayah, berarti area and problem focus strategy yang tujuanya adalah pengendalian penduduk demi pembangunan manusia berkualitas di suatu wilayah tertentu, sehingga dengan terkendalinya angka fertilitas, akan membuat program pemerintah lainya lebih tepat sasaran.
"pemerintah lewat BKKBN akan mengambil langkah strategis demi terwujudnya kampung KB ini, salah satunya adalah pelatihan bagi penyuluh KB agar dapat dengan baik melakukan penyuluhan kepada masyarakat, serta revitalisasi posyandu di Sulawesi utara." terang Dirjen Otda Kemendagri ini.
mengakhirk sambutanya, Sumarsono berharap, agar sinergitas semua pihak terkait pencangan kampung KB ini lebih baik, BKKBN, aparatur dan masyarakat kiranya dapat beriringan demi suksesnya program ini. tutup Sumarsono.
(Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Himbau Warga Sulut Waspada

  



   Terkait dengan peristiwa ledakan Bom dan aksi teror di Ibu Kota Negara Jakarta yang terjadi hari ini, Kamis (14/01) kemarin. Maka Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM mengimbau agar segenap lapisan Masyarakat dan  warga Sulut untuk tetap tenang sambil meningkatkan kewaspadaan, serta segenap unsur Aparat Keamanan baik TNI-Polri agar siap siaga dalam menyikapi ancaman dimaksud.
Himbauan tersebut disampaikan Gubernur Sumarsono di sela-sela Paripurna DPRD Provinsi Sulut yang berlangsung kemarin.
“Pihak keamanan sudah mensinyalir adanya gangguan keamanan sejak menghadapi perayaan Natal lalu dan saat ini terbukti, karena itu mari kita tingkatkan keamanan didaerah ini,” ajaknya.
Bahkan Gubernur, juga memintakan para Bupati/Walikota untuk terus meningkatkan pengamanan dan kewaspadaan di daerahnya masing-masing, diantaranya dengan mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tiap lingkungan pemukiman warga,mewaspadai Tamu atau  para Pendatang yang tingkah lakunya mencurigakan, yang patut di duga akan melakukan hal2 yang  tidak lazim, serta tetap membangun komunikasi aktif dengan Aparat Pemerintah setempat juga dengan Aparat Keamanan, guna menangkal aksi Teror maupun ancaman gangguan Stabilitas Keamanan, apa terlebih juga dengan kejadian Teror Bom yang barusan terjadi di Ibukota Negara, Jakarta.

Untuk itu Gubernur mengimbau agar semua pihak di daerah ini untuk tidak berspekulasi apapun sebelum ada penjelasan dan penyelidikan dari aparat  keamanan terkait.
Sebab aktivitas tersebut, jelas dapat menganggu ketenangan publik dan menebar terror baru pada masyarakat, yang selama ini sudah terjaga dengan baik, ujar Dirjen Otda kemendagri ini, sembari menambahkan apaun motifnya kita mengutuk perbuatan teror yang menggangu ketenangan public dan merusak fasilitas public, tegasnya.

Senada dengan Gubernur Kepala Badan Kesbang Pol Sulut Edwin Silangen SE MA, sebagaimana di kutip oleh Juru Bicara Pemprov Sulut, Roy Saroinsong, SH, Menyatakan  juga turut menghimbau agar warga Sulut tetap tenang dan waspada, sembari meningkatkan pengamanan di lingkungan tempat tinggal masing2 warga, juga mengharapkan peran masyarakat  secara manunggal dengan mewaspadai setiap pendatang baru yang patut di duga, melakukan kegiatan yang mencurigakan, serta dapat melaporkan ke pihak Pemerintah setempat, minimal, Kepala Lingkungan yang begitu memahami lingkungan para Warganya. (Humas Pemprov Sulut)

Sulut Ambil Bagian di 25 Cabor pada PON Jabar



Dipastikan dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Bandung Jawa Barat pada Bulan September 2016 nant, kontingan Sulut akan ambil bagian di 25 cabang olahraga (cabor) dari 32 cabor yang akan dipertandingkan. Demikian disampaikan Kadis Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut Drs Mecky M Onibala MSi, Kamis (14/01) kemarin di Kantor Gubernur.
“Kepastian ke-ikutsertaan 25 cabor dalam PON XIX Jabar, Onibala menyebutkan merupakan hasil dari Pra PON yang berlangsung tahun 2015 lalu, dimana 25 cabor tersebut lolos dalam ajang pra kualifikasi tersebut,” ujarnya.
Sementara cabor yang tidak mengikuti pra PON XIX Tahun 2015 sebanyak Empat cabor masing-masing tenis lapangan, balap sepeda, softball dan panahan sedangkan Dua cabor yang tidak lolos PON yaitu panjat tebing dan futsal serta satu cabor yaitu sepak bola sampai saat ini belum dilaksanakan, jelas mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sulut ini.
Gubernur sendiri menurut Onibala juga tak lupa menyampaikan ucapan selamat bagi cabor yang telas lolos PON dan terus meraih prestasi yang terbaik untuk Sulut.
Mantan Ispektur Provinsi Sulut ini, menyebutkan, pada bulan Januari ini akan dilaksanakan pencanangan pemusatan latihan daerah (Pelatda) bagi 166 atlit dan 54 pelatih yang akan mengikuti PON XIX Tahun 2016, sekaligus akan di gelar kejuaraan daerah (kejurda) berkuda se- Sulut di pacuan kuda Tompaso Minahasa yang akan memperebutkan Piala Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM dan Ketua Umum Koni Sulut Olly Dondokambey SE serta uang tunai. Perhelatan Kejurda Berkuda ini akan berlangsung  23 Januari mendatang, tambah Onibala yang juga selaku Ketua Umum Pordasi Sulut.

Diketahui 25 Cabor yang lolos PON sebagai berikut Golf, Terjun Payung, Atletik, Gantole, Bridge, Anggar, Bowling, Catur, Selam, Wushu, Berkuda, Kempo, Dansa, Billiard, Tenis Meja, Karate, Tinju, Basket, Taekwondo, Bola Voli, Balap Motor, Bulutangkis, Pencak Silat, Menembak dan Renang. (Humas Pemprov Sulut).