Perhelatan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Berkuda di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa-Tompaso Minahasa, Sabtu (23/01) lalu berlangsung sukses, karena mendapat antusias serta animo postif yang bukan saja datang dari warga Sulut, namun berbagai daerah di Sulawesi dan Jakarta.
Lomba Kuda Pacu yang dilaksanakan sebanyak Sepuluh Race itu, dimana Kuda Bombardir dengan Nomor Pelana 2, joki Riski R dengan Pemilik All Star Stable yang lari dikelas derby jarak 1600 meter berhasil menjadi Juara 1 sekaligus ikut menyabet Trophy dari Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono MDM. Di race tersebut, sebanyak Tujuh Kuda Pacu ikut berlomba dan Bombardir hanya berselih sedikit dengan Kuda Adinda di garis finis, setelah pengumuman panitia Adinda keluar sebagai Juar 2 serta Juara 3 King Kasih.
Demikian pula di Race Sepuluh yang merupakan kelas yang paling bergengsi yaitu kelas terbuka jarak 2200 meter yang memperebutkan, Trophi dari Ketua Umum Koni Sulut Olly Dondokambey SE yang juga merupakan Gubernur terpilih periode 2015-2020, diikuti Delapan Ekor Kuda berhasil keluar sebagai Juara 1 Smart Lady Nomor Pelana 6, Joki Arter Kamu dengan pemilik Daniel Waani, Juara 2 King Minahasa serta Juara 3 Garuda Bintang.
Gubernur Sulut saat menutup Kejurda tersebut, menyampaikan rasa optimismenya bahwa kuda-kuda pacu asal Sulut di PON Jawa Barat nantinya akan kembali mengharumkan nama baik Sulut.
"Saya percaya dengan pembinaan yang dilakukan Pengda Pordasi Sulut secara terencana dengan tertib ini, di bawah Ketua Umum Drs Mecky M Onibala MSi yang nota benenya adalah sebagai Kadis Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulut ini, akan tetap mempertahankan predikat Juara Umum dalam PON nanti," ujarnya.
Karena itu sambil menunggu pelaksanaan PON nanti lewat program Mari Jo Ka Manado kiranya pada bulan April bisa melaksanakan kejuaraan seperti ini, paling tidak minimal lima kali setahun di laksanakan lomba kuda pacu di Tompaso dengan maksud untuk menarik wisatawan datang kesini, jelas Sumarsono.
Ketua Umum Pengada Pordasi Sulut Mecky Onibala mengatakan, Kejurda kali ini dihadiri pula Ketua Umum Pengda Pordasi DKI Jakarta Bapak Alex Asmasubrata.
Onibala menambahkan, dikelas ekstra perdana 800 M memperebutkan Tropy Sekprov Sulut diikuti tiga kuda pacu Juara 1 Miss Jui, Miss lady dan Putri Purnama masing-masing sebagai Juara 2 dan 3, di Race kedua Kelas Perdana C/D memperebutkan, Tropy Pakasaan Stable jarak 800 M diikuti lima ekor kuda berhasil Juara 1 Meisa Juara 2 dan 3 kuda Nateta dan Bintang Ivana. di kelas A/B juga diikuti 5 ekor kuda memperebutkan Tropy Kawanua Post (Vecky Kainage) Juara 1 King Star diikuti kuda Bintang Nyong Sulut dan Putra Milani sebagai Juara 2 dan 3, di Kelas Pemula 1000 M memperebutkan Tropy Ketua Umum Pengda Pordasi DKI Jakarta diikuti 3 ekor kuda keluar sebagai Juara 1 Rokos diikuti Boult dan Pandora sebagai Juara 2 dan 3. Untuk lari jarak 1400 M memperebutkan Tropy Kajati Sulut berhasil sebagai Juara 1 Jurgen Boy, Juara 2 Royel Price dan Putra Gorontalo sebagai Juara 3, Trophy Kapolda Sulut
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Minggu, 24 Januari 2016
Kuda Bombardir Sabet trophi Sumarsono
Sabtu, 23 Januari 2016
KPU Tetapkan Olly-Steven Gubernur/Wagub Sulut Terpilih
Komisi Pemilihan Umum [KPU] Provinsi Sulut, telah menetapkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut terpilih periode 2015-2020 hasil Pilkada serentak 9 Desember 2015 lalu yaitu pasangan nomor urut 1 Olly Dondokambey SE dan Drs Steven OE Kandouw. Penetapan ini berlangsung dalam Rapat Pleno Terbuka penetapan pasangan calon [paslon] Gubernur dan Wagub terpilih, di Hotel Peninsula Manado, Sabtu [23/01].
Pleno tersebut, ditandai dengan penyerahan berita acara penetapan pasangan calon terpilih dari Ketua KPU Sulut Yessy Momongan kepada Steven Kandou.
Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM saat menyampaikan sambutannya, pertama-tama
memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat utamanya bagi warga
pemilih, didaerah ini karena telah ikut menyukseskan Pilgub 2015 dengan aman dan lancar.
"Kita baru saja selesai melaksanakan agenda penting bagi daerah sulut, yaitu Pilgub dan sudah terpilih Pak Olly Dondokambey dan Pak Steven Kandou sebagai Guberur dan Wagub Sulut periode 2015-2020, semuanya itu boleh terlaksana berkat partisipasi para warga kita yang ikut menyukseskan, "jelasnya.
Sumarsono mengatakan, dengan berlangsungnya pleno penetapan paslon ini, maka KPU Sulut sudah bisa tidur nyenyak karena pekerjaannya sudah selesai, tapi bagi saya baru akan memulaikan proses ini. Hasil pleno ini DPRD Sulut akan melaksanakan paripurna dan akan menyampaikan kepada Presiden RI melalui Kemendagri di jakarta. Di Kemendagri nanti akan menjadi tugas saya sebagai Dirjen Otonomi Daerah (Otda) akan memproses lebih lanjut berkas pengajuan dan pengesahan Gubernur dan Wagub Sulut terpilih kepada Presiden, tugas selanjutnya mempersiapkan agenda pelantikan di istana Negara.
"Mudah-mudahan proses lahirnya Keputusan Presiden ini, tidak akan memakan waktu yang terlalu lama di Kemendagri. Semakin cepat tentu akan semakin baik, sehingga proses pelantikan Gubernur dan Wagub Sulut definitif sudah bisa terlaksana," Ujarnya.
Sementara calon Wagub Sulut Steven Kandouw juga berjanji akan mengajak Paslon yang kalah dalam Pilgub untuk duduk bersama membangun Sulut, Pilgub merupakan suatu dinamika politik yang sudah kita lewati bersama dan semua ini untuk kemakmuran rakyat Sulut.
Sebelumnya Ketua KPU Sulut Yessy Momongan mengatakan, pleno hari ini dilaksanakan setelah ditetapkan Keputusan MK. Juga dalam proses jalannya sengketa perselisihan hasil pilkada Gubernur/Wagub di MK semuanya juga berjalan baik. Sembari menyampaikan terima kasih Kepada Gubernur Sumarsono karena telah memaksimalkan pelaksanaan pilkada juga Kapolda Sulut yang telah mengamankan Pilkada sehingga boleh berlangsung dengan aman dan sukses. (Humas Pemprov Sulu).
Jumat, 22 Januari 2016
Sumarsono : Jadikan PLA Sulut Terbesar di Intim
Penjabat Gubernur Sulut
Dr Soni Sumarsono MDM menegaskan kedepan Pusat Layanan Autis (PLA) yang dikelola
oleh Dinas Pendidikan Nasional Prov Sulut akan dijadikan PLA terbesar di Kawasan
Timur Indonesia (Intim). Penegasan orang nomor satu di Sulut ini disampaikan pada
perayaan Hari Ulang Tahun pertama PLA yang terletak di Jalan Babe Palar Manado
Jumat (22/01).
Gubernur beralasan,
karena sarana dan prasaran serta tenaga pendidik yang ada di PLA ini sudah
cukup memadai dengan kebutuhan yang ada, dibandingkan dengan tujuh PLA yang ada
di daerah lainnya.
“Saya melihat anak-anak
yang dididik disini sebenarnya bukan berkebutuhan khusus, akan tetapi berkemampuan
khusus, karena mereka memiliki berbagai kelebihan dan ketrampilan di bidangnya
masing-masing seperti seorang anak tadi pernah menjadi Juara II nasional lomba
nyanyi.” Ujarnya.
Sumarsono mengungkapkan
didirikannya PLA di Sulut setahun yang lalu menjadi kebanggaan dan syukur
tersendiri bagi kita semua, karena tidak saja menjadi bukti keseriusan
pemerintahan daerah dalam penanganan autisme, tetapi memang secara manfaat
benar-benar mampu memberikan input positif dalam upaya membangun bangsa
mengaokomodir, mengakui dan mengurangi jumlah autisme dan yang ada.
Sementara Kadis Diknas
Sulut Asiano G Kawatu SE MSi dalam selayang pandangnya menyatakan sampai saat
ini pencapaian PLA Sulut ada sekitar 44 anak sudah dilayani konsultasi, selain
anak-anak yang berasal dari Sulut tapi juga dari Gorontalo dan Ambon. Sedangkan
21 anak yang sedang ditangani saat ini masih dalam proses terapi, Tim PLA
Sulut Juga telah mendapat penghargaan sebagai Inspirative Group di Temu Nasional PLA 2015.
Kawatu menambahkan
tujuan didirikannya PLA ini untuk membentuk anak-anak berkebutuhan khusus yang
lebih mandiri dan dapat beradaptasi dengan lingkungan masyarakat sekitar.(Humas
Pemprov Sulut)
Ibu Sumarsono jadi Bunda Anak berkebutuhan Khusus
Ketua Tim Penggerak PKK
Provinsi Sulut Ibu Dra Tri Rachayu Sumarsono diangkat menjadi Bunda Anak
Berkebutuhan Khusus (ABK) pada kegiatan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 1
Pusat Layanan Autis (PLA) Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut yang di
gelar di Kantor PLA Jalan Babe Palar
Manado, Jumat (22/01).
Pengangkatan Bunda ABK
ini ditandai dengan pemasangan salempang yang dilakukan langsung oleh anak-anak
penyandang autis yang menjadi peserta didik di PLA ini.
Ibu Tri Rachayu sungguh
merasa terharu sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Pendidik
dan anak-anak autis yang telah mempercayakan dirinya menjadi Bunda, oleh karena
itu pengangkatan Bunda ini memiliki tanggung jawab yang besar bagi saya pribadi
untuk peningkatan dan pengembangan kualitas kegiatan belajar mengajar di PLA
ini, untuk sama-sama membimbingnya sesuai kemampuan dari anak-anak itu sendiri,
sambari menambahkan kiranya melalui kegiatan belajar mengajar yang ada bisa menambah
kecerdasan bagi anak-anak bangsa.(Humas Pemprov Sulut)
Gubernur Canangkan Sosialisasi PIN Polio
Penjabat Gubernur Sulut
Dr Soni Sumarsono MDM melakukan pencanangan Sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional
(PIN) Polio Tingkat Provinsi Sulut di Dinas Kesehatan Jumat, (22/01). Pencanangan yang dirangkaikan dengan Perayaan
Ulang Tahun ke-51 Kepala Dinas Kesehatan dr Jemmy Lampus ditandai dengan
pemberian vaksin polio oleh Gubernur dan Ketua TP-PKK Sulut Ibu Dra Tri Rachayu
Sumarsono MDM kepada 3 orang balita serta pemotongan kue ulang tahun dan
pemasangan stiker PIN polio di Kendaraan Dinas.
Sumarsono menyatakan dalam
pencapaian Tujuan Millenium Development Goals (MDGs) kesehatan merupakan salah satu unsur penting
yang tidak bisa dipisahkan dalam pencapaian tujuan tersebut. Untuk itu
pemerintah menaruh perhatian penting dalam pembangunan dan pengembangan di
bidang kesehatan, yang diantaranya melalui pelaksanaan PIN ini.
“PIN itu Cuma satu
tetes, tapi konteksnya sangat luas dalam pembangunan daerah, melalui
pelaksanaan PIN dapat meningkatkan ketahanan bagi kesehatan masyarakat.”
ujarnya
Sumarsono juga mengungkapkan
tiga hal sederhana untuk dilaksanakan dalam membangun daerah yaitu Pendidikan,
kesehatan dan berkecukupan. Pendidikan untuk menciptakan masyarakat yang
berdaya saing, Kesehatan masyarakat untuk menunjang pembangunan daerah serta
berkecukupan yang ditandai dengan daya beli masyarakat yang tinggi.
Diakhir sambutannya
Gubernur tak lupa menyampaikan selamat ulang tahun kepada dr Jemmy Lampus,
semoga panjang umur dan sehat selalu.
Sementara Kadis Kesehatan
Sulut dr Jemmy Lampus mengatakan, sasaran kegiatan PIN polio 2016 ini yaitu
seluruh anak usia 0 sampai 59 bulan tanpa melihat status imunisasinya. jumlah
sasaran untuk sulut 208.701 anak dengan target cakupan minimal 95%. (Humas
Pemprov Sulut)
Sumarsono dan Ibu Tri Rachayu Lakukan Pemeriksaan Darah.
Penjabat Gubenur Sulut
Dr Soni Sumarsono MDM dan Ibu Ketua Tim Penggerak PPK Provinsi Sulut Dra Tri
Rachayu Sumarsono bersama para pejabat Eselon II lingkup Pemprov Sulut Jumat pagi
(22/01) melakukan pemeriksaan darah di Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.
Pengambilan sampel darah
tersebut dilakukan para dokter yang bertugas di UPTD BPPK dan mendapat
pengawasan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dr Jemmy Lampus
dan Ketua DWP Dinkes dr Joy Ch. Lampus Lengkey SpA.
Gubernur mengakui,
pemeriksaan darah ini merupakan instruksinya kepada semua jajaran pejabat di
lingkup Pemprov Sulut, dengan maksud untuk menjaga kesehatan kita bersama dari
berbagai factor resiko penyakit yang tidak menular .
“Cek-up laboratorium
ini dimaksudkan agar para pejabat kita bisa terhindar dari segala factor resiko
penyakit,” ujarnya.
Pencegahan penyakit
tidak menulat dapat kita lakukan dengan mudah dan murah yaitu dengan menerapkan
perilaku CERDIK: Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin
aktivitas fisik, Diet sehat kalori seimbang, Istirahat yang cukup dan
Kendalikan stess, tandas Gubernur. ( Humas Pemprov Sulut).
Kamis, 21 Januari 2016
Guberur Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrim.
Penjabat Gubernur Sulut Dr. Soni Sumarsono MDM usai membuka Rakor Perluasan Lahan Sawah di Dispertanak Sulut, Kamis (21/01) kemarin memintakan masyarakat Sulawesi Utara mewaspadai terjadinya bencana banjir dan tanah longsor, dimana beberapa hari terakhir ini hujan deras terus mengguyur daerah Sulut. Permintaan Gubernur tersebut terkait dengan telah terjadinya peristiwa tanah longsor di beberapa tempat di daerah ini dan salah satunya kejadian di Batu Kota yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia pada kemari hari.
Kepada Instansi terkait seperti BPBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Provinsi Sulut Gubernur juga memintakan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan Pemerintrah Kabupaten Kota, BMKG serta unsur TNI/Polri jika kelak terjadi Bencana.
Sebab ketika terjadinya bencana maka negara harus hadir, dalam memberikan pertolongan kepada warga yang mengalami musibah bencana.
Secara khusus bagi warga yang tinggal di perbukitan, lereng gunung dan di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrim bisa kapan saja terjadi, tandas Sumarsono.(Humas Pemprov Sulut)
Langganan:
Postingan (Atom)