Rabu, 03 Februari 2016

Palandung : Tulude Eratkan Kebersamaan warga Nusa Utara


Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. John H. Palandung M.Si mengatakan bahwa budaya Adat Tulude adalah ikatan yang mempererat kebersamaan dan persatuan warga Nusa Utara, Hal ini disampaikan Palandung saat mewakili Gubernur Sulawesi Utara dalam gelar Budaya Adat Tulude di Siau, Sitaro Rabu (3/2) kemarin.

Palandung mengatakan bahwa Makna Tulude bukan hanya melepas tahun yang lama dan menerima Tahun yang baru, melainkan Tulude juga adalah wahana  yang mengandung motivasi dan semangat segenap warga Nusa Utara, serta sebagai warna yang menghiasi Kebhinekaan NKRI. "Tulude adalah aset budaya daerah yang merupakan budaya Nasional" Jelas Palandung.

Palandung menambahkan, budaya yang Tercipta dari nilai religius dan kultural ini sangat khas dan sudah mulai dikenal di mata dunia sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asing, bahkan wisatawan pun ikut berbaur dalam kebersamaan warga Siau, Tambahnya.

Menutup sambutanya, Palandung mengharapkan agar kedepanya, budaya adat Tulude dapat dikembangkan sesuai dengan kearifan lokal yang ada, sembari mengapresiasi antusiasme warga yang terlibat dalam Gelar adat ini.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Forkopimda Sulut, Kapolda Wilmar Marpaung, Danrem 131/ Santiago Sulaeman Agusto S.IP, Kakanwil Menkumham Dr. Sudirman Hury S.H M.Sc, Bupati Sitaro Tony Supit SE, MM. 
(Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Resmikan Berbagai Proyek di di HUT Sangihe

Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono MDM, saat menghadiri  Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka memperingati HUT ke-591 Kabupaten Kepulauan Sangihe di Tahuna, Rabu [03/01] kemarin telah melakukan peresmian berbagai proyek fisik di daerah itu, serta penyerahan sejumlah bantuan bagi warga komunitas adat terpencil [KAT] hasil binaan Dinsos Sulut selama dua tahun.
Gubernur mengatakan, patut diakui dalam rentang waktu yang sangat panjang kabupaten ini telah menunjukan progres positif dalam setiap dimensi pembangunan yang dilaksanakan serta telah senantiasamerefleksikan beragam kebehasilan secara signifikan dalam perjalanan penyelenggaraan pemerintajan, pembangunan dan kemasyarakatan.

mengajak, melalui momentum ulang tahun kali ini

mengatakan, sebagai daerah kepulauan kabupaten Sangihe kaya akan sumber daya alam yang dimilikinya seperti di sektor perikanan dan kelautan

Oleh karena itu, kiranya segenap jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat memberi dukungan yang paripurna, sehingga Sulawesi Utara akan mampu mewujudkan impian dan harapan dalam menjadi salah satu daerah pariwisata yang kompetitif serta mampu mendorong terwujudnya visi sulawesi utara menjadi pintu gerbang Indonesia ke Asia Timur dan Pasifik
Sementara itu Kadis Sosial dr Lisye G Punuh MKes,
Menyebutkan, bantuan KAT yang diserahkan Gubernur, untuk dua lokasi yaitu desa dalako bembanehe dan taleko batusaiki untuk 66 kk sasaran, desa batuwingkung dengan 52 KK ,jenis bantuan rumah sederhana, jaminan hidup, peralatan rumah tangga, peralatan kerja, bibit tanaman dan genzet dengan jumlah anggaran senilai 3,42 Milyar lebih, kemudian bantuan beraa CBP tiga ton yang diserahkan kepada bupati sangihe serta bantuan rumah sederhana 10 unit ini diserahkan untuk desa Kauhis dengan total anggaran Rp. 213.400.000,- tandas Mantan Kadis Kesehatan Prov. Sulut. (Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Irup Upacara Peringatan HUT ke-591 Kab Sangihe

Penjabat Gunernur Sulut Dr Soni Sumarsono MDM bertindak, selaku Inspektur Upacara, peringatan  HUT ke- 591 Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu [03/02] kemarin berlangsung di lapangan Santiago Kelurajan Tona Dua, Lec Tahuna Timur
Gubernur mengatakan, Kanipaten ini memiliki sejuta potensi yang dapat di kembangkan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat, baik disektor perikanan dan kelautan senahai sektor unggulan daerah, maupun sektor strategis lainnya, seperti pertanian, perkebunan, ekoni dan pariwisata.
Salah satu potensi unggulan juga yang harus terus di optimalkan adalah kearifan lokal selaligus warisan sejarah budaya bangsa yang dimiliki lanupatem ini, ujar Sumarsono.
Sumarsono menyebutkan, berbagai keunggulan ini, tentunya menjadi daya dorong percepatan pembangunan daerah jika dapat di maksimalkan dan di kelola dengan baik. Apalagi, daerah ini di tunjang dengan geoposisi sebagai kawasan perbatasan negara, sehingga menjadikan daerah ini sebahai garda terdepan penjaga kedaulatan, cermin jati diri dan kemajuan bangsa, serta merupakan Security Belt yang menjadi benteng agar tetap tegaknya NKRI, tegas Dirjen Otda Kemendagri ini, sembari menambahkan kesemuanya ini menjadi poin pentong sekaligus nargaining kabupaten Sangihe dalam pentas nasional maupun dalam aras global, sehinggamutlak unti terus nekerja keras, bekerja tuntas guna membawa perubahan demi perubahan.
Olehnya Pemprov Sulut juga ikut memberikan perhatian dan kepedulian terhadappemnanguman di Sangihe. Berbagai upaya telah dilakukan, antara lain melalui perjuangan agar pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus terhadap pemnangunan deng pendekatan pembangunan yang bertimluh padamasyarakat kepulauan. Hadir dalam upacara unsur forkopimda Sulut, Bupati Sangihe HR Makagansa, Wabup Yabes Gaghana, dan pejabat teras Provinsi dam Kab. Sangihe. [Humas Pemprov Sulut].



Selasa, 02 Februari 2016

Gubernur Launching GSM di Sangihe

Gubernur Sulawesi Utara Dr. Soni Sumarsono MDM mencanangkan Gerakan Sulut Menanam, dalam kunjungan kerjanya, Selasa (2/2) di bukit Pusunge, Sangihe.

Sumarsono mengatakan, Gerakan Sulut Menanam di Sangihe ini merupakan bagian dari 1 juta Pohon di Sulawesi Utara, sebagai semangat untuk mempertahankan status Sulawesi Utara sebagai Tanah Nyiur Melambai.
"Sangihe adalah salah satu daerah pinggiran yang menjadi fokus pembangunan, sebagai Implementasi program presiden Jokowi Nawa Cita" jelas Sumarsono.

Gubernur juga menambahkan potensi daerah Sangihe di bidang pariwisata sangatlah besar, untuk itu harus di manfaatkan sebaik baiknya, dengan adanya Mari Jo Ka Manado, Gubernur Mengharapkan ini juga dapat mendorong sektor pariwisata dan perekonomian di Sangihe.

Menutup sambutanya, Sumarsono menitipkan agar Kabupaten Sangihe mampu menjaga keasrian alam, sebagai unggulan dan pesona eksotisme khas daerah Kepulauan, Tutup Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri. (Humas Pemprov Sulut)

GUBERNUR RESMIKAN PROYEK AIR BERSIH REGION TIMUR

Naha-Tahuna, (2/2) - Penjabat Gubernur Sulawesi Utara Soni Sumarsono meresmikan proyek pengadaan penyediaan air bersih region timur Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Desa Naha, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa.
    "Hal ini merupakan perwujudan dari amanah Presiden RI Joko Widodo yang membangun Indonesia dari daerah pinggiran melalui berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat," kata Sumarsono di Naha, Tahuna.
    Dia menambahkan, pembangunan daerah perbatasan melalui kementerian terkait adalah bagian dari komitmen pemerintah yang berkeinginan menciptakan wilayah ini sebagai beranda terdepan Indonesia.
    Termasuk juga di dalamnya melakukan berbagai agenda di bidang kemaritiman dalam mendukung poros maritim sebagai bagian program strategis nasinal.
    Daerah perbatasan mendapat penekanan kebijakan secara nasional, dan program pengadaan penyediaan air bersih merupakan momentum tepat bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe, katanya.
    "Ada banyak program pemerintah yang diarahkan untuk daerah perbatasan tinggal bagaimana sekarang ini pemerintah kabupaten menangkap peluang-peluang itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
    Proyek pengadaan penyediaan air bersih ini dilaksanakan di tiga tempat yaitu Desa Naha, Kecamatan Tabukan Utara berupa bantuan penyediaan sarana air bersih "reosmosis sea water", sementara Desa Kalurae, Kecamatan Tabukan Utara dan Desa Salurang, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah kebagian proyek "ultra filtration pump".
     "Tim yang disediakan hendaknya mengelola, memelihara serta menjamin kesinambungan fasilitas. Satuan kerja perangkat kerja terkait hendaknya ikut mengawasi dan menjamin pemanfaatannya untuk masyarakat," ujar Dirjen Otda Kementerian Dalam Negeri ini. (Humas Pemprov Sulut

Gubernur canangkan Bebu jadi Kampung KB

Penjabat Gubernur Sulut Dr. Soni Sumarsono MDM mencanangkan kampung Bebu Kec. Tamako jadi Kampung Keluarga Berencana (KB) tingkat Kabupaten Sangihe, Selasa (02/02), kemarin.
Pencanangan yang berlangsung di GMIST Eben Haezer Bebu, turut di hadiri Bupati Sangihe HR Makagansa, Wabup Jabes Ghagana, asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Prov Sulut Jhon Palandung, Kaban Perpustakaan Sulut Max Gagola, SH, MH, Kasat Pol PP Sulut Drs Maksi Lukas serta pejabat pemkab lainnya.
Pentingnya pembentukan Kampung KB karena kita banyak memiliki berbagai kekayaan, termasuk kekayaan penduduk yang banyak sehingga menjadi beban negara apabila jumlah penduduk tersebut tidak dikendalikan, ujar Sumarsono.
Karena itu Sumarsono menyebutkan  pemerintahan Presiden Jokowi saat ini sedang giat-giatnya membentuk kampung KB di berbagai daerah di tanah air agar manfaat program KB dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat terutama yang berada di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal dan terpencil di tanah air, guna mengendalikan pertumbuhan jumlah penduduk tersebut.
"Walaupun jumlah penduduk banyak, namun berkualitas rendah dalam artian tidak produktif, malas dan perpendidikan rendah ikut pula menjadi neban negara," katanya.
Karena itu Sumarsono mengajak warga agar keluarga tidak perlu banyak anak, dua anak cukup, sehingga program pemerontaj ini alam berhasil, tandasnya.
Bupati Makagansa, mendukung program nasional ini, agar pengendalian penduduk di Sangihe bisa berjalan dengan baik,
Bupati mengatakan, saat ini  penduduk Sangihe berjumlah135 tibu jiwa. Dengan adanya program ini kiranya penduduk sangihe kedepan semakin berkualitas, ujarnya
Kepala BKKBN Provinsi Sulut, Drs Nerius Auparay MSi, dengan hadirnya kampung KBakan membero manfaat yang besar bagi rakyat, karena semua program dari setiap sektor yang ada akam teromtegrasi di dalamnya.
Karena itu saya mohon dukungan pemkan sangihe beserta seluruh SKPD terkait untuk bekerja sama dengan perwakilan BKKBN Sulut guna melaksanakan program KKBPK di desa-desa, dusun dan kampung kampung terutama di wilayah terpencil. [Humas pemprov Sulut].

Sumarsono Himbau ASN Waspada Radikalisme

Penjabat Gubernur Dr Soni Sumarsono menginstruksikan Kepada Seluruh ASN di Sangihe sigap mengahadapi paham radikalisme yang muncul. hal ini disampaiakan pada rapat kerja Gubernur Sulut bersama jajaran pemkab kepulauan sangihe Selasa (02/02) di pendopo santiago.
Sumarsono mengatakan Paham Radikalisme bukan lagi sebuah potensi ancaman, melainkan sudah menjadi tindakan nyata yang mengancam NKRI. Untuk itu Sumarsono menginstruksikan tiga hal untuk mengantisipasi ancaman radikalisme, pertama mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), kedua aktifkan kembali budaya penduduk melapor kepada kepala kampung 1 x 24 jam dan ketiga membentuk forum Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dibawah koordinasi pemerintah kabupaten.

Sumarsono menambahkan dari hasil penyidikan pihak berwajib. hampir semua pelaku teroris pernah singgah di sulawei utara dan wilayah kepulayan merupakan jalur transit dari ke daerah-daerah rawan konflik di filipina dan poso.