Dalam rangka memenuhi Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Keamanan Laut RI (Bakamla RI) yang profesional di bidang keamanan dan keselamatan laut, maka mulai Tahun 2016 Bakamla akan melakukan penerimaan calon taruna akademi keamanan dan keselamatan laut (AKKL). Hal itu disampaikan Kepala Kanreg XI BKN Provinsi Sulut melalui, Karo Pemerintahan dan Humas Setda Provinsi Dr Jemmy Kumendong MSI di Kantor Gubernur baru-baru ini.
Menurut Kumendong, proses seleksi di jadwalkan akan di mulai pada bulan Mei 2016 di Empat kota besar yaitu Jakarta, Batam, Manado dan Ambon.
Salah satu proses seleksi yang harus dilakukan oleh calon taruna AKKL, Kumendong menyebutkan, adalah melalui tes kompetensi dasar (TKD) dengan sistem computer asisted (CAT), sembari menambahkan bagi generasi muda Sulut yang ingin mengabdikan dirinya di Bakamlah, Kumendong mengajak silahkan menghubungi Kantor Bakamla Manado bilangan lampu merah Teling Manado atau melalui sdr Triwibawa Adisanjoyo dengan Nomor HP 08129400439 untuk koordinasi lebih lanjut. (Humas Pemprov Sulut).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Kamis, 31 Maret 2016
Bakamla Buka Penerimaan Calon Taruna AKKL
Gubernur OD, Marathon Sambangi WNI Kawanua Korban Abu Sayaf
Komitmen dan upaya Pemerintah Provinsi Sulut sebagai wujud simpati atas musibah yang menimpa 10 Warga Negara Indonesia yang di sandera oleh Kelompok Radikal Moro Filipina Selatan Abu Sayaf. Termasuk diantaranya 3 Warga Kawanua Asal Sulut, oleh Gubernur Olly Dondokambey SE, secara marathon melakukan pertemuan dengan pihak Keluarga Korban, semisal di Bilangan Jakarta Utara, Kamis pagi, (31/03), setelah sehari sebelumnya, Olly dan Steven bersama unsur Forkopimda Sulut menyambangi salah satu rumah Keluarga Korban di Kelurahan Sasaran Tondano-Minahasa.
Gubernu, dalam pertemuan dan silaturahmi dengan Keluarga Korban Penyanderaan Kapal Laut di Perairan Filipina oleh Kelompok Ekstrim Abu Sayaf, yakni Alvian Elvis Repi, di kediaman Keluarga Kawasan Tanjung Priuk, diterima kerabat Korban yakni Syane Repi yang didampingi Isteri Youla Lasut (28 Thn), dan dua Anaknya masing-masing Viola Repi (2 thn), Zefanya Repi (3 Thn), secara spontan Gubernur Olly Dondokambey memberikan support dan ber empati atas kejadian dimaksud untuk kiranya keluarga tetap tabah dan berserah kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas musibah ini sembari menunggu langkah dan upaya Pemerintah RI dan Pemprov Sulut dalam mengsikapinya.
Di sela-aela kunjungan Gubernur, menyempatkan diri memberikan Donasi dan Bantuan kepada Pihak Keluarga Repi, sebagai ungkapan tali kasih, setelah sebelumnya Gubernur, di dampingi Kejati Sulut Muh Teuku Syahrizal, SH, berkesempatan ber tatap muka dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi, di Kantor Kemenlu di Jakarta, dalam mendiskusikan isu-isu strategi serta upaya sinergitas antara Pemprov Sulut dengan Kementerian.Turut serta dalam pertemuan dan tatap muka diantaranya Kaban Penghubung Dr F Rotinsulu, Karo Umum Pemprov Sulut, Jemmy Ringkuangan, AP,Msi, Karo Pemerintahan dan Humas Pemprov Sulut, Dr Jemmy Kumendong,Msi, Kabag Humas dan Protokol Pemprov Sulut, Drs Roy RL Saroinsong,SH,
Demikian Humas Pemprov Sulut Memberitakan.
Rabu, 30 Maret 2016
OD-SK Kunjungi Keluarga Julian Philip
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw didampingi unsur Forkopimda Sulut mengunjungi keluarga Julian Philip korban penyanderaan oleh kelompok teroris Abu Sayyaf di perairan Filipina, Rabu (30/3) Sasaran Tondano Utara Kabupaten Minahasa.
Dalam Pertemuan Gubernur memberikan dukungan secara moril, Pada kesempatan tersebut Gubernur juga menyerahkan bantuan sejumlah uang kepada keluarga korban Julian Philip.
Gubernur mengatakan dirinya akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar ke 10 WNI yang disandera oleh kelompok garis keras Abu Sayyaf segera dibebaskan.
"Besok saya akan ke Jakarta menemui Menteri luar Negeri untuk mengetahui perkembangannya. Pihak kami akan berupaya yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini, karena salah satu korban warga Sulawesi Utara,'' kata Dondokambey.
Lanjut Gubernur
untuk menangani kasus ini, Gubernur terus berkoordinasi dengan menteri luar negeri Republik Indonesia serta berbagai pihak terkait di Indonesia dan Filipina, termasuk di antaranya langsung berkomunikasi dengan Menlu Filipina.
Gubernur juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan terus bekerja keras dan berkoordinasi untuk menyelamatkan 10 WNI yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf tersebut.
Diketahui 10 ABK WNI disandera kelompok tersebut diketahui saat seseorang yang mengaku anggota kelompok ekstremis Abu Sayyaf menelepon pihak perusahaan pemilik kapal dan meminta uang tebusan.
Gubernur : Jangan Salahkan Provinsi Jika Kab/Kota Tidak Mau Kerjasama
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE mewarning para Bupati/Walikota yang tidak mau bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi terutama dalam mensinkronkan Program Pembangunan Daerah. Penegasan ini disampaikan Gubernur saat melantik Maxmillian Lomban dan Maurits Mantiri (Mama) selaku Walikota dan Wakil Walikota Bitung periode 2016-2021 di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado, Rabu (30/03).
Selasa, 29 Maret 2016
Pemprov Miliki Kepres Bandara Samrat Bebas Visa Kunjungan
Visi Misi Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE untuk memajukan sektor Pawirisata di Bumi Nyiur Melambai dengan mendatangkan turis dari luar negeri kini mulai membuahkan hasil. Hal itu terbukti dengan diterbitkannya Keputusan Presiden RI terkait dengan bandara Internasional Sam Ratulangi bebas visa kunjungan. Hal itu dikatakan Kapal kantor imigrasi Manado Montano Rengkung usai di terima Gubernur di ruang kerja Gubernur, Selasa (29/03) kepada awak media liputan Pemprov Sulut.
"Kepres Nomor 21 Tahun 2016 yang ditandatangani langsung Presiden Joko Widodo telah ditandatangani pada 2 Maret 2016 lalu," ujarnya.
Sambil menunggu Peraturan Menkumham, maka Dirjen Imigrasi Ronny Sompie pada tanggal 19 Maret 2016 telah menerbitkan surat sebagai petunjuk pelaksanaannya.
Untuk itu secara efektif mulai 22 Maret 2016 lalu mulai diberlakukannya bebas visa kunjungan melalui Bandara kebanggaan warga Nyiur melambai ini, terang Rengkung, sembari menambahkan semua ini, berkat kerja keras dari orang nomor satu di Sulut ini. (Humas Pemprov Sulut).
Calon Investor Australia Lirik Pariwisata Sulut
Dubes Korsel Gagalkan Kunjungan Olly ke Korut
Duta Besar Korea Selatan (Korsel) Taiyoung Cho menggagalkan rencana kunjungan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Ibu Megawati Soekarno Putri berkunjung ke Korea Utara (Korut).
Padahal dalam waktu dekat orang nomor satu di Sulut ini bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati sudah bersiap-siap menuju Pyong Yang karena ada undangan khusus dari Presiden Korut sekaligus pemimpin tertinggi Kim Jong Un untuk menghadiri suatu acara penting di sana.
Permintaan Cho itu disampaikan langsung kepada Gubernur, di ruker Gubernur, Selasa (28/03) kemarin.
“Cho memintakan kiranya Ibu Mega dan Pak Olly membatalkan kunjungan ke Korut. Alasannya tujuan mengundang Indonesia berkunjung di negeri komunis itu agar Indonesia tidak memprotes uji coba nuklir yang mereka lakukan salama ini,” ujar Cho yang fasih melantunkan tembang rohani Yesus Sayang Pada Ku.
Kepada Gubernur Cho juga menjelaskan bagaimana kondisi Korut yang sudah empat kali melakukan uji coba nuklir dengan daya jelajah hingga 13 ribu km dan bisa sampai ke Amerika Serikat, sehingga membuat keteggangan di semenajung Korea. Mereka (Korut) usai melakukan uji coba nuklir secara langsung telah mengancam negaranya termasuk Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia, ujarnya.
Cho menyebutkan, selama ini negaranya telah berupaya untuk menghentikan uji coba nuklir itu, tapi mereka hanya mengabaikannya, demikian pula dengan China yang merupakan sekutu Korut, telah menghentikan pembelian batu bara dari sana.
"Dubes China sudah mengutarakan dua bulan lalu bahwa China sudah tidak lagi mensuport Korut, karena diduga pembelian batubara dengan menggunakan dolar itu, di pakai oleh Korut untuk membangun nuklir di Negara yang dipimpin Kim Jong Un itu.
Gubernur mengatakan, saya dan Ibu Mega dalam waktu dekat ini merencanakan akan berkunjung ke Pyong Yang atas undanga Presiden Korut, karena hubungan keluraga Presiden Korut dengan Ibu Mega sangat dekat, namun karena ada permintaan Dubes Korsel terpaksa akan saya sampaikan informasi ini kepada Ibu Mega di Jakarta waktu dekat ini. Olly menyebutkan, tiga tahun lalu Saya dan Ibu Mega pernah kunjungi lokasi nuklir di Korut, itu pun atas permintaan Presiden Amerika Serikat dan Presiden Korsel. Tujuannya untuk meminta kesediaan pemerintah Korut menghentikan uji coba nuklir yang dilakukan itu. Bahkan hasil kunjungan dari Korut kami juga laporkan kepada Presiden Korsel di Seoul.
Olly mengungkapkan Dubes Korsel juga sempat menanyakan apakah Pemprov Sulut ada kerjasama dengan Korut, saya jawab tidak ada kerjasama, sembari menambahkan tujuan kedatang Dubes ke manado dalam rangka menjajaki kerja sama dengan pemerintah daerah, makanya selama berada di Sulut Cho telah melakukan pertemuan dengan Kadin, Gubernur dan Kapolda. Turut hadir Wagub Drs Steven Kandouw, Sekprov Ir Siswa R Mokodongan, Asisten Ekbang Drs Sanny Parengkuan MAP dan Kadis Budpar Ir HTR Korah MSi. (Humas Pemprov Sulut).