Minggu, 22 Mei 2016

Wagub Tutup Manado International Open Parachuting Championship

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw, menutup Kejuaraan Terjun Payung Manado International Open Parachuting Championship, Sabtu (21/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Marina Plaza Manado.

Dalam sambutan Wagub mengatakan  Milenium Sport merupakan parameter dari tempat pelaksanaan yakni On The Mountain, On The Air, and On The Water, dimana olahraga saat ini dilaksanakan di tiga tempat ini yaitu pegunungan, di laut, dan di udara.

Kandouw mengungkapkan pelaksanaan event internasional ini sejalan dengan keinginan Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang  ingin memajukan pariwisata yang ada di Sulut, karena dengan ivent internasional seperti ini tentunya akan mendatangkan atlit dar mancanegara yang selain mengikuti lomba, mereka juga pasti menikmati kawasan pariwisata di Sulut.

Wagub menambahkan, kedepan Pemprov Sulut akan tberkoordinasi dengan Pemkot Manado, untuk melaksanakan kegiatan milenium sport yang ujungnya nanti menjadi sport tourisme.

“sport tourisme sudah ada di agenda pemprov Sulut yang akan ditetapkan lewat APBD dan akan berkoordinasi dengan pemkot Manado. Olahraga terjun payung, paralayang, dan paramotor, tahun depan resmi kita akan sampaikan pada ketua DPRD supaya memasukannya dalam APBD,” kata Kandouw.

Wagub juga memberi apresiasi kepada PB FASI Sulut selaku pihak penyelenggara event international ini, karena sudah melaksanakan kejuaran ini di Daerah Bumi Nyiur Melambai, apresiasi juga diberikan wagub karena dalam olahraga yang beresiko ini tidak terjadi kecelakaan sedikitpun.

Turut hadir dalam penutupan kegiatan tersebut, Wakil ketua TP PKK sulut Dr. Kartika D Kandouw Tanos, Unsur Forkopimda Sulut, pejabat eselon II pemprov sulut.(humas provinsi sulut)

Jumat, 20 Mei 2016

Launching E-Perda, OD-SK Harapkan Peningkatan Efisiensi




Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE - Wakil Gubernur Sulut  Drs. Steven O.E. Kandouw mengikuti Teleconfrence Launching E-Perda yang dilaksanakn oleh Kementerian dalam negeri pada Jumat (20/05) di Ruang WOC Kantor Gubernur Kemarin. dalam teleconfrence peluncuran E-Perda ini, Dondokambey mengharapkan adanya efisiensi dalam penyusunan perda, serta biaya konsultasi yang sudah bisa online akan lebih mudah dan murah.
Dondokambey juga berterimakasih atas kepercayaan kementerian dalam negeri memilih Sulawesi Utara sebagai salah satu provinsi yang mendapat bagian dalam launching E-Perda, Sembari menghimbau seluruh Kabupaten Kota untuk menggunakan dan memanfaatkan fasilitas E-Perda ini sehingga dapat mengoptimalkan kinerja Pemerintahan lewat sarana dan prasarana elektronik, Jelas Dondokambey.
dalam Kesempatan teleconfrence launching E-Perda ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memimpin Secara langsung pelaksanaan teleconfrence ini. adapun  Provinsi yang terlibat didalamnya diantaranya Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, dan  Jawa Timur.
(Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Serahkan Buku Pahlawan Nasional Sulut Kepada Wagub dan Forkopimda








Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional  (Harkitnas) ke-108 Tahun 2016 tingkat Provinsi Sulut, di halaman Kantor Gubernur, Jumat (20/05) kemarin telah menyerahkan buku 8 Pahlawan Nasional asal Sulut kepada Wagub Drs Steven Kandouw, Unsur Forkopimda serta para tim penyusun buku tersebut.
Ke-8 Pahlawan Nasional asal Sulut tersebut yakni Dr GSSJ Ratulangi, Piere Tendean, Arie Frederik Lasut, Maria Walanda Maramis, Robert Wolter Mongisidi, Laksamana Muda John Lie, LN Palar dan Bernard Wilhem Lapian.      
Saat membacakan sambutan tertulis Menkominfo Rudiantara, Gubernur mengatakan, komitmen terhadap NKRI penting saya tegaskan kepada pada upacara ini, mengingat setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa , ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan tehnologi digital, ancaman radikalisme dan terorisme  misalnya mendapat medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya.
Selain itu lanjut Gubernur, kita juga menghadapi permasalahan ketahanan bangsa secara cultural. Munculnya kekerasan dan pornografi, misalnya terutama yang terjadi pada generasi muda adalah satu dari beberapa permasalahan cultural utama bangsa ini yang akhir-akhir ini mengemuka dan memprihatinkan, ujarnya sembari menyebutkan apalagi medium baru tehnologi ditigal berperan penting dalam penyebaran informasi, baik positif maupun negatif secara cepat dan massif.
Ol;eh sebab itu saya memandang penting Tema “Mengukir makna kebangkitan nasional dengan mewujudkan Indonesia yang bekerja nyata, mandiri dan berkarakter” yang diangkat untuk peringatan Harkitas Tahun 2016 ini.
“Dengan tema ini kita inginmenunjukan bahwa tantangan apapun yang kita hadapi saat ini harus kita jawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter, kuncinya.  (Humas Pemprov Sulut)

Kamis, 19 Mei 2016

Gubernur: ASN Harus Pahami Penyusunan MoU

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE  mengatakan bahwa pentingnya ASN memahami Tata Cara dan Prosedur Penyusunan MoU yang harus memperhatikan prinsip prinsip penyusunan kerjasama yang memiliki dasar Hukum jelas, tujuan yang jelas, serta menimalisir kerugian antar Pihak. Hal ini dikatakan Gubernur melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. John Palandung M.Si yang sekaligus Membuka secara resmi Bimtek Tata Perjanjian Kerjasama Kamis, (19/05) di Ruang Mapaluse Kantor Gubernur Kemarin.

Karo Hukum Setdaprov Sulut menambahkan bahwa bimtek ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyusunan MoU yang sesuai aturan,
Serta peningkatan Kualitas ASN Kab/kota dalam menyusun perjanjian kerjasama yang dapat memenuhi kehendak pihak pihak pelaku kesepakatan demi kesejahteraan rakyat. "ASN perlu dibekali dan disegarkan pengetahuan tentang penyusunan MoU", Imbuh Mantan Karo Organisasi ini.

Dalam kegiatan ini, Pemprov mengundang Narasumber dari Kemenkumham, Biro Hukum Kemendagri, Biro Hukum Pemprov, Serta Akademisi Unsrat untuk membekali para peserta Bimtek yang terdiri dari Kabag Hukum Kab/Kota, Kasubag dan Kasubid yang membidangi Hukum di SKPD Provinsi Sulawesi Utara.
(Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Minta Korbinawas Harus Berjalan Efektif

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE minta pelaksanaan Koordinasi, Pembinaan, dan Pengawasan (Korbinawas) penyelenggaraan pemerintahan daerah serta koordinasi penyelenggaraan pemerintahan antara Provinsi, Kabupaten/kota dengan instansi vertikal dan antar instansi vertikal di wilayah Sulawesi Utara, harus senantiasa di efektifkan dan di barengi dengan etika serta norma yang berlaku.
Permintaan Gubernur itu disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Jhon Palandung MSi dihadapan peserta Rapat pembinaan dan pengawasan penyelengaraan urusan pemerintahan oleh daerah Kabupaten/kota di Provinsi Sulut, di Swiss-Belhotel Maleosan Manado, Kamis (19/05) kemarin.
Disamping itu juga, Pemerintah Kabupaten/kota perlu untuk terus meningkatkan kapasitas kerja, tetap bersinergi secara positif dan senantiasa menjalin hubungan yang harmonis antar Kabupaten/Kota, terlebih dengan Pemerintah Provinsi dalam mengimplementasikan setiap misi pembangunan daerah, sehingga dengan demikian mampu menjamin terwujudnya Sulawesi Utara berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam pemerintahan dan politik, serta berkepribadian dalam budaya, ujar Gubernur sebagaimana di kutip Palandung, sembari menambahkan dalam konteks itulah menurut Gubernur, pelaksanaan kegiatan ini memang dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan tugas dan wewenang Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah guna mewujudkan sinergritas antara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pusat dan daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan efektifitas dan akuntabilitas pelaksanaan dana-dana APBN yang ada di wilayah Provinsi, menjadi penting untuk kita ikuti dan sukseskan bersama, tandasnya. 

Sementara ditempat yang sama  Karo Pemerintahan  dan Humas DR Jemmy Kumendong MSI saat mewakili Wagub Sulut Drs Steven Kandouw ketika membuka lokakarya peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) menyebutkan tujuan kegiatan itu untuk memberikan pemahaman substantif dan administratif agar pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi penguatan penyelenggaraan PTSP didaerah dapat berjalan optimal dan akuntabel sesuai petunjuk pelaksanaan dan ketentuan perundang-undangan. Kabag Pemerintahan Boslar Sanger SE  menyebutkan, pesertanya dari Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Bappeda, Inspektur, BPK-BMD Kabupaten/Kota dan Provinsi. Usai pembukaan dilanjutkan materi yang disampaikan Asisten Administrasi Umum Ch. Talumepa SH MSi serta Direktur Dekon, TP dan Kerjasama, DR. Rizari MBA MSi jelas Sanger. (Humas Pemprov Sulut)

Seskab Minta Wisudawan Unsrat Siap Menghadapi MEA




Sekretaris Kabinet Kerja Dr Ir Pramono Anung Wibowo MM meminta Wisudawan Universitas Sam Ratulangi mempersiapkan diri menghadapi MEA. Permintaan ini disampaikan Pramono saat Sidang Terbuka Senat Unsrat Wisuda Program Doktor, Magister, PPDS sp1 Profesi dan Sarjana di Gedung MCC Kamis (19/05).
Lebih lanjut disampaikan Pramono dengan diberlakukannya MEA akan terbuka kesempatan kerja seluas-luasnya bagi warga negara ASEAN. Setiap warga negara dapat keluar masuk dari satu negara ke negara lain untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Akan terjadi persaingan yang sangat ketat antara warga negara satu dengan warga negara yang lain. Hanya SDM yang memiliki keahlian terampillah yang nantinya akan  berlenggang kaki di pasar ASEAN sedangkan yang tidak memiliki keahlian, ia akan tersingkirkan dengan sendirinya dari kompetisi itu.
Untuk itu SDM Indonesia harus memiliki kemampuan berdaya saing yang harus terus ditingkatkan baik secara formal maupun informal. Dari kurang lebih 580juta Penduduk di ASEAN, Jumlah Penduduk Indonesia separuh dari Penduduk ASEAN, ini merupakan Peluang sekaligus tantangan bagi kita semua termasuk para wisudawan.
Tekait dengan agenda Pemerintah Pusat saat ini, Pramono menjelaskan fokus utama pembangunan saat ini ada pada deregulasi dan infrastruktur. Saat ini pemerintah pusat telah menginventarisis sekitar 3.000 perda bermasalah dan penghambat izin investasi di daerah-daerah. perda-perda tersebut sudah selesai dievaluasi, karena deregulasi diperlukan negara besar untuk bertindak cepat dan tidak terhambat oleh aturan yang dibuat sendiri. terkait pembangunan infrastrukur Pramono  menegaskan Pemerintaah saat ini bertekad kuat untuk membangun Indonesia dari pinggiran, dari perbatasan, dab dari desa. Termasuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Bitung,  Tol Manado Bitung, Bendungan Kuwil dan Bendungan Lolak, tandas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.
Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE  mengingatkan kepada para wisudawan agar tidak berpuas diri dengan prestasi yang diraih saat ini, tetapi justru menjadikan prestasi saat ini sebagai pemicu bagi pengembangan diri kedepan. Pemerintah Provinsi Sulut sudah mengalokasikan dana (beasiswa) bagi para generasi muda yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, di 50 Universitas Top Dunia.
"Banyak peluang yang terbuka di hadapan kita, tetapi semuanya memerlukan kualifikasi tertentu. Karena itu, kesiapan diri merupakan faktor penting bagi saudara-saudara untuk memasuki era persaingan yang lebih ketat. Diharapkan pula, untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah awal untuk turut ikut ambil bagian dalam pembangunan bangsa, khususnya di daerah bumi nyiur melambai Provinsi Sulawesi Utara" tandas Dondokambey.

Terjaring Tim Sidak 8 ASN Pemprov Bakal Tidak Menerima TKD

Tim Sidak Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulut yang terdiri BKD, Inspektorat, Pol PP dan Bagian Humas, dipimpin Kabid Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) BKD Sulut Drs James Kewas MSi, Kamis (19/05) kemarin melakukan inspeksi mendadak di beberapa lokasi rumah kopi, rumah makan dan Mall di Manado.
Dalam pelaksanaan sidak kali ini tim berhasil menjaring 8 ASN dari tiga SKPD lingkup Pemprov Sulut.
Kaban BKD Sulut DR Femmy M Suluh MSi melalui Kabid Binwas James Kewas mengatakan bagi ASN yang terjaring sidak di rumah-rumah kopi pada saat jam kantor sangsinya tidak akan mendapat Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) serta akan  diberikan punismen atau sangsi administrasi dalam bentuk teguran lisan maupun tertulis. Hal itu merupakan penegasan Bapak Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw selaku pembina Aparatur Sipil  Negara Pemprov Sulut, saat memimpin apel olahraga pagi dihalaman Kantor Gubernur Sulut pada Jumat pekan lalu. Kewas menambahkan, saat sidak di Mega Mall tim berhasil menjaring 2 ASN dari Pemkot Tomohon Serta 2 ASN Ahok (Pemprov DKIJakarta).

Diketahui, 8 ASN yang terjaring tim sidak yaitu 5 dari Diknas, 2 Dinas PU serta 1 ASN Dinkes Sulut. Mereka itu terjaring saat minum kopi dan makan tinutuan di rumah kopi K-8, dan rumah makan tinutuan Tante Polii Banjer.

Adapun lokasi sidak yang didatangi tim sidak mulai dari RK Billy17 Agustus, RK 17 Agustus samping RK Billy RK Rike, RK Tanjung Batu, RK Blessing Tanjung Batu, RK K8, RM Jalan Bethesda, RK BS Tikala, RM Tante Polii Banjer, RM Wayang, RK sepanjang Jarod, RM Loba Kanaka dan Mega Mall. Humas Pemprov Sulut).