Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar pameran Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke-20 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta yang turut diikuti Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sulawesi Utara.
Saat mengunjungi Pameran, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyempatkan diri untuk berkunjung sekaligus memberikan apresiasi terhadap BLH Sulut.
“Ibu Menteri mengunjungi stand pameran Sulut serta memberikan apresiasi terhadap bahan yang dipamerkan berupa sampah plastik yang jadi souvenir dan gerakan bersih Kuala (GBK) serta gerakan peduli lingkungan yang kami lakukan,” ucap Kepala BLH Sulut, Roy Mewoh, ketika dikonfirmasi wartawan via telepon dari Jakarta, kemarin.
Lanjutnya, Menteri LHK menitip pesan agar Pemprov Sulut melalui badan lingkungan hidup lebih memperhatikan pengelolaan lingkungan hidup dengan melibatkan semua elemen masyrakat.
“Harapan ibu Menteri sementara kami lakukan dan pasti akan ditingkatkan,” tandas Mewoh.
Diketahui, pameran ini merupakan rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia, yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Pekan lingkungan hidup yang dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla ini mengusung tema: ‘Selamatkan Tumbuhan dan Satwa Liar untuk Kehidupan’. (Humas Pemprov Sulut).
Visi OD-SK : Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Budaya.".
Jumat, 10 Juni 2016
Menteri LHK Apresiasi Program GBK
Gubernur: Bandiklat Terdepan di Intim
Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE menyatakan, kedepan Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Provinsi Sulut bakal menjadi yang terdepan di kawasan Indonesia Timur (Intim).
"Karena itu Diklat Provinsi akan dibuat Grand Design agar lembaga ini benar-benar menjadi tempat pembentukan kader birokrat yang handal, mempunyai jiwa Korsa dan disiplin yang tinggi," ujar Gubernur beluma lama ini.
Sejalan dengan itu, Kaban Diklat Dr. Noudi Tendean SIP MSi menegaskan Bandiklat harus menjadi institusi terdepan dalam pengembangan SDM aparatur.
“Apa yang sudah diungkapkan Pak Gubernur, sementara ditindaklanjuti,” ungkap Tendean di Bandiklat Provinsi, di Watutumou Minahasa Utara.
Menurutnya, tahun 2017 nanti, gedung Bandiklat akan dibangun lebih representatif, serta akan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap.
“Gedung induk sebagai pusat kegiatan administrasi, ruang belajar, ruang seminar, asrama, dan sarana olahraga yang lebih representatif pula, sehinga peserta selama mengikuti diklat akan merasa aman dan nyaman seperti berada di rumah sendiri, termasuk pula bisa merangsang daerah lain untuk mengikuti Diklat di sini,” terang. Tendean.
Diketahui, saat ini Bandiklat sementara melakukan pembangunan Auditorium yang nantinya diperuntukan untuk masyrakat Sulawesi Utara.
“Auditorium ini mudah-mudahan bisa selesai pada tahun depan sehinggantinya bisa dipakai untuk kepentingan umum seperti Convention Center yang berkapasitas 1500 orang,” tambah Sekretaris Frangky Tintingon didampingi Kasubag Umum. (Humas Pemprov Sulut)
Kamis, 09 Juni 2016
Konsumsi Beras Warga Sulut Turun
Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Sulut mengungkap, tingkat ketergantungan masyarakat Sulut terhadap beras turun.
Hal itu ditandai oleh kebutuhan konsumsi beras tahun 2010 sebesar 113 kilogram pertahun, pada tahun 2014 turun menjadi 107 kilogram pertahun dan pada tahun 2015 turun lagi menjadi 106 kilogram pertahun.
Penurunan tingkat ketergantungan masyarakat Sulut terhadap konsumsi beras itu, menandakan keberhasilan BKP Sulut dalam menjalankan agenda program Diversifikasi Pangan.
“Ya, ada penurunan angka ketergantungan. Sekarang konsumsi pangan tidak hanya mengandalkan beras, akan tetapi sudah ada yang beralih ke pangan lain, seperti jagung, ubi dan terigu,” ungkap Kepala BKP Sulut, Ir Jemmy Kuhu, baru-baru ini di kantor BKP Sulut jalan Martadinata Manado.
Menurut Kuhu, program diversifikasi pangan di Sulut dikemas dalam program bertajuk Gentanasi (Gerakan sehari tanpa nasi). “Program ini bisa dikata berhasil menurunkan ketergantungan masyarakat Sulut akan beras berkat sosialisasi yang gencar dilakukan BKP,” ungkap Kuhu.
Selain program Gentanasi, menurut Kuhu, menurunnya konsumsi nasi (beras) di Sulut karena masyarakat mulai menyadari pentingnya gaya hidup sehat. “Banyak masyarakat yang telah merubah pola makan mereka. Di mana masyarakat telah mengurangi konsumsi karbohidrat mereka. Kita lihat banyak orang yang melaksanakan program diet dengan mengurangi makan nasi terutama pada malam hari,” kata Kuhu.
Kuhu menambahkan, strategi keberhasilan program BKP lainnya adalah pengolahan bahan pangan berkarbohidrat non beras menjadi aneka makanan yang menarik.
Wagub Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven Kandouw Kamis (9/6) di sela rutinitas agenda kerja berkesempatan melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata,Jakarta. Sebagaimana diketahui Mendiang DR H Taufiq Kiemas, Mantan Ketua MPR RI yang juga pernah menjabat Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI-P dan Suami Ketua Umum DPP PDI-P, Mantan Presiden RI KE-5 Hj Megawati Soekarno Putri.
Ziarah dan Nyekar ke Makam Tokoh Nasional Aktivis GMNI ini, dilakukan untuk memperingati 3 tahun meninggalnya Beliau. Pada kesempatan itu Wagub melakukan tabur bunga dan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa dan karya dari Almarhum.
Almarhum H Taufiq Kiemas yang juga dikenal sebagai salah satu pemrakarsa Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yakni : ~ Pancasila sebagai Dasar Negara dan Landasan Ideologi Negara, ~ UUD Negara RI tahun 1945 dan Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, ~ NKRI sebagai Bentuk Negara serta Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
Sementara itu Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven OE Kandouw, dalam keterangan sebagai mana di kutip Juru Bicara Pemprov Sulut, Roy RL Saroinsong, SH juga selaku Kabag Protokol yang turut mendampingi pada beberapa Agenda Kerja Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw di Ibukota Negara, Jakarta, secara khusus mengutarakan bahwa maksud dan tujuan Wagub Steven OE Kandouw, melakukan ritual Ziarah ke Makam Tokoh Nasional ini, adalah sebagai bagian dari Ketelaudanan Nasional dalam wujud rasa penghormatan kepada jasa dan karya Beliau semasa hidup dalam menegakkan Tonggak Demokrasi serta kehidupan Berbangsa dan Bernegara, maupun juga dalam konteks menggelorakan Semangat Kebangsaan, Akan rasa Kebangkitan Nasionalitas kepada generasi penerus Bangsa, yang dirasa kondisi saat ini, sendi sendi Integritas Bangsa, mulai tergerus oleh paham Idiologi serta arus globalisasi yang dapat menimbulkan disintegrasi maupun lunturnya identitas Bangsa yang sangat menjunjung rasa Nasionalisme, Ke Bhinekaan, maupun Keberagaman dalam Ke Esaan sebagai Bangsa yang besar dalam pergaulan Internasional, Regional, maupun antar sesama Anak Bangsa, Pungkas Mantan Ketua DPRD Sulut.
Demikian Humas Pemprov Sulut memberitakan
Biro Perekonomian Gelar Rapat Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Biro Perekonomian Setdaprov. Sulut menggelar Rapat Evaluasi mengenai penyaluran pupuk bersubsidi kab/kota se Sulawesi Utara di Ruang Mapaluse Kantor Gubernur Kamis (09/06) Kemarin. MPR dan Duta Wisata Sulut Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR-RI) bekerjasama dengan Duta Wisata Sulut, Kamis (09/06), di ruang rapat CJ Rantung kantor Gubernur Sulut, menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan serta Sosialisasi Sadar Wisata Nasional kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pendidik serta pengiat dan pemerhati wiasata di daerah ini.
Kegiatan yang di buka Staf ahli Gubernur bidang Hukum dan Politik Drs Star Wowor MSi itu, mengungkapkan 4 pilar memberi makna membangun. Pancasila itu abadi dan UUD 1945 selalu lestari, Bahasa Indonesia adalah harga mati dan Bhineka Tunggal Ika adalah satu kesatuan dalam bangsa ini. Oleh karena itu 4 Pilar itu menjadi suport bagi suatu kegiatan kebangsaan yang mempunyai kontribusi bagi bangsa ini, ujar Wowor.
Sementara itu Wakil Ketua MPR-RI EE Mangindaan yang menjadi Key Note Speaker dalam sosialisasi tersebut menyebutkan, 4 pilar kebangsaan wajib di sosialisasikan secara terus menerus kepada seluruh lapisan masyarakat, karena merupakan warisan dari pendiri negeri ini.
"4 pilar adalah warisan dari para pendiri negara kita, yang wajib di sosialisasikan kepada masyarakat", jelas mantan Gubernur Sulut periode 1995-2000 ini.
Mangindaan juga mengungkapkan mengapa 4 pilar kebangsaan harus di sosialisasikan, karena saat ini pemahaman masyarakat terhadap wawasan kebangsaan mulai bergeser dari arti dan makna yang sesungguhnya, antara lain adanya pandangan fundamentalis yang berlebihan, liberalisem yang menuju kapitalisem serta rendahnya pemahaman agama itu sendiri, kunci Mangindaan.
Turut memberikam materi dua Anggota DPD-RI dapil Sulut Ir Marhani Pua dan Ir Stevan Ban Liow.Turut hadir Kadis Budpar Sulut Ir Happy TR Korah MSi, Ketua Umum Duta Wisata Sulut Jerry Tawaluyan dan Sekretaris Duta Wisata Sulut Soraya Togas.(Humas Pemprov Sulut).
Biro Perekonomian Gelar Rapat Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Biro Perekonomian Setdaprov. Sulut menggelar Rapat Evaluasi mengenai penyaluran pupuk bersubsidi kab/kota se Sulawesi Utara di Ruang Mapaluse Kantor Gubernur Kamis (09/06) Kemarin.
Dalam kegiatan ini, Sekertaris Daerah melalui Karo Perekonomian Jane Mendur SE mengatakan, bahwa rapat ini diharapkan mampu memberi output bagi ketersediaan pupuk bersubsidi pemerintah yang merata bagi petani di Sulawesi Utara.
lagi, ungkap Mendur, sektor pertanian telah banyak memberi sumbangsih yang berarti bagi perekonomian sulut, sehingga harus diberi stimulan dan difasilitasi dalam bentuk ketersediaanya pupuk bersubsidi ini, jelasnya.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan SKPD terkait, pemprov maupun Kabupaten/Kota, pihak pengelola Pupuk Kaltim, Pupuk Indonesia, Dan Petrokimia Gresik.
(Humas Pemprov Sulut).