Kamis, 16 Juni 2016

Kandouw Sampaikan Rancangan Awal RPJMD 2016-2021

 


Wagub Sulut Drs Steven Kandouw mengatakan, subtansi  rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) sangat vital dalam menjamin terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Karenanya, penyusunan harus dilaksanakan seoptimal mungkin, sinergis dengan berbagai dokumen perencanaan lainya, memperhatikan potensi, serta isu strategis pembangunan daerah, dan sesuai dengan tahapan serta tatacara sebagaimana diatur dalam PP No. 8 tahun 2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan , pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah dan Permendagri Nomor 54 tahun 2010 tentang pelaksanaan PP No. 8 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Hal itu dikatakan Wagub Sulut Drs Steven Kandouw dihadapan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulut dalam rangka penyampaian rancangan awal RPJMD Provinsi Sulut tahun 2016-2021, Kamis (16/06) kemarin.
Secara Umum Wagub menyebutkan RPJMD Sulut 2016-2021 merupakan penjabaran dan perencanaan pencapaian visi-misi saya dan Bapak Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang memuat tujuan dan sasaran serta strategi, arah kebijakan pembangunan dan keuangan daerah, serta program perangkat daerah dan lintas perangkat daerah yang akan dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat Sulut 5 tahun kedepan.
Secara garis besar Wagub juga sampaikan beberapa substansi penting yang terkandung dalam RPJMD ini, untuk kemudian dapat diberi tanggapan guna penetapan persetujuan bersama, yakni permasalahan dan isu strategis pembangunan daerah, visi RPJMD 2016-2021 dan, Misi Pembangunan 2016-2021. (Humas Pemprov Sulut).

Pemprov Kembali Raih WTP

Untuk yang ke- 5 kalinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Pemprov Sulut Tahun Anggaran (TA) 2015 lalu dari BPK RI.
Penyampaian Opini WTP ini di lakukan Anggota VI BPK RI Prof Dr Bahrullah Akbar MBA CMPM di sela-sela Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulut, Kamis (16/06) kemarin, yang di tandai dengan penyerahan satu paket buku LHP BPK RI dan Piagam Pengharggaan Opini WTP TA 2015 yang di terima  Wagub Sulut Drs Steven Kandouw mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE.
Saat menyampaikan sambutan Wagub pertama-tama  tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran SKPD yang sudah bekerja keras, berusaha memperbaiki laporan awal pemeriksaan BPK.
"Saya selama ini terus mewanti-wanti Kepala SKPD untuk memacu perbaikan laporan keuangan yang pada akhirnya bisa kembali meraih predikat Opini WTP. Namun demikiaan orang nomor dua di Sulut ini mengingatkan agar kita tidak cepat merasa puas diri, karena ini merupakan awal manis di pemerintahan saya dan Pak Olly (ODSK), yang baru empat bulan lebih menahkoday perhahu Nyiur Melambai ini.
Mantan Ketua DPRD sulut ini juga menyebutkan dalam pemberian opini WTP kali ini tidak terdapat kerugian material, namun sebaliknya pengelolaan dan penatausahaan aset tetap belum memadai sehingga menjadi catatan yang di berikan BPK RI agar Pemprov segera menindaklanjuti selama 60 hari kedepan.
Wagub mengakui kelemahan kita dalam pengelolaan aset tetap belum mantap, sekaligus meminta DPRD Sulut segera membentuk Pansus aset, terang salah satu putra terbaik Tondano Minahasa ini, sembari mengimbau agar DPRD Sulut juga mengikuti pembekalan-pembekalan keuangan, agar kedepan bisa memahami proses pengelolaan keuangan pemerintah daerah, kuncinya.
Sebelumnya Bahrullah Akbar menyatakan dari laporan hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI telah memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan Pemprov Sulut Tahun 2015 dengan memperhatikan kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah (SAP), kecukupan  pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan efektifitas sistem pengendalian intern. laporan keuangan Tahun 2015 tersebut telah disusun berdasarkan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual.
BPK telah memeriksa laporan keuangan Pemprov Sulut TA 2015 yang meliputi pendapatan dengan realisasi sebesar Rp.2,52 triliun dari anggaran sebesar Rp.2,64 triliun, belanja dan transfer dengan realisasi sebesar Rp.2,69 triliun dari anggaran sebesar Rp.2,90 triliun, trotal aktiva dan pasiva sebesar Rp.4,82 riliun, jelas Akbar.
Sementara berdasarkan laporan realisasi anggaran TA 2015 Akbar menyebutkan, bahwa Anggaran belanja dibiayai dari pendapatan transfer sebesar Rp. 1,55 T atau 58,75% dan Pendapatan Asli Daerah senilai Rp. 1,08 T atau 41,25 %; Pendapatan Daerah TA 2015 mengalami kenaikan senilai 8,91 % dibandingkan dengan TA 2014; 3) Belanja TA 2015 mengalami kenaikan senilai 7,92% dibandingkan dengan TA 2014. Kenaikan belanja tersebut terjadi pada belanja pegawai sebesar 5,06%, belanja barang turun sebesar 8,48%, belanja subsidi naik sebesar 18,43%, belanja hibah naik sebesar 86,10%, belanja bantuan sosial turun sebesar 97,56%, belanja bantuan keuangan turun sebesar 85,94%, belanja tak terduga naik sebesar 72,94%, dan transfer naik sebesar 7,16% dibandingkan TA 2014, terang akbar.
Akbar juga menambahkan, bahwa hasil pemantauan pelaksanaan tindak lanjut atas rekomendasi hasil peneriksaan BPK RI pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sampai dengan tanggal 4 Desember 2015, menunjukan bahwa dari 489 temuan dengan total 1.115 rekomendasi senilai Rp. 51,60 M : Sebanyak 697 rekomendasi senilai Rp. 34,58 M (62,51%) ditindak lanjuti telah sesuai dengan rekomendasi; sebanyak 392 rekomendasi senilai Rp. 16,79 M (35,16%) ditindaklanjuti belum sesuai dengan rekomendasi; sebanyak 26 rekomendasi senilai Rp. 232,67 juta (2,33%) belum ditindaklanjuti; tidak ada rekomendasi yang diajukan sebagai rekomendasi yang tidak dapat ditindaklanjuti. (Humas Pemprov Sulut).














Rabu, 15 Juni 2016

Pasar Murah TPP-PKK Sulut di Serbu Warga





Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Utara dipimpin langsung Ketua TP PKK Sulut ibu Rita Maya Dondokbey Tamuntuan serta Wakil Ketua TP PKK Sulut Ibu Dr Kartika Devi Kandouw Tanos menggelar pasar murah di Kelurahan Singgkil II Kec, Singkil Manado (15/06).
Kegiatan pasar murah tersebut langsung di serbu warga yang antusias berbelanja, bahan kebutuhan pokok seperti gula pasir, telur, terigu dan mentega, dan sudah sejak tadi pagi terjadi kerumun warga terutama ibu-ibu yang datang belanja sembako yang sengaja kami menjual dibawah harga pasaran, ujar First Lady Sulut ini.
Kami juga mendapat berbagai masukan warga, mereka juga berharap pemerintah lebih intens menggelar pasar murah seperti ini agar beban masyarakat bisa rerbantu terutama dalam menghadapi lebaran nanti, terang ibu Rita yang ikut didampingi dr Devi.
Ibu Rita berharap melalui pasar murah ini kiranya bisa membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang kurang mampu. Sebab kita semua tahu bahwa setiap bulan Ramadhan apa lagi menjelang lebaran atau Idul-Fitri harga bahan kebutuhan pokok terus mengalami lonjakan harga, sembari menyebutkan, pasar murah merupakan upaya strategis dan partisipasi aktif PKK bersama Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan derajad ekonomi masyarakat, pungkasnya.

Ibu Devi menambahkan, Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan silaturrahmi antara TP-PKK Sulut dengan masyarakat dan membantu warga untuk membeli kebutuhan Sembako dengan harga terjangkau, diharapkan bahan kebutuhan pokok yang dijual dengan harga murah ini akan jadi penyeimbang pengendalian kenaikan harga kebutuhan pokok yang cukup signifikan secara umum dipasaran.
Kesempatan ini baik Ibu Rita maupun Ibu Devi tah menyerahkan sembako gratis kepada 5 keluarga kurang mampu. (Humas Pemprov Sulut)

Pejabat Pemprov Bahas Program Pengetasan Kemiskinan ODSK

Gubernur Sulut Olly Domdokambey SE bersama Wagub Drs Steven Kandouw menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sulutgo di Hotel Ibis Manado, Rabu (15/06), di hari yang sama para Kepala SKPD terkait dengan program pengentasan kemiskinan menghadiri Rakor Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang merupakan program prioritas ODSK di Swisbell Hotel Maleosan Manado.
Kegiatan yang di gelar Bappeda Sulut itu telah di buka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs Sanny Parengkuan MAP serta di hadiri Kadis Kehutanan Ir Herry Rotinsulu, Kadis Diknas Aseano G Kawatu MSi, Kadis Sosial Dr Lisye G Punu MKes, Kadis Kesehatan Dr Jemmy Lampus,
Kaban Ketahanan Pangan Ir Jemmy Kuhu, Kepala Bakorlu Ir Jefry Senduk, Kaban  BKPM Dra Lynda Watania MSi, Kaban Pemberdayaan Perempuan dan Anak Ir Ernny Tumundo, serta Staf Ahli Gubernur.
Wagub Sulut Drs Steven Kandouw selaku Ketua Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Daerah dalam sambutan tertulis yang di sampaikan Parengkuan menyebutkan tujuan utama diselenggarakan agenda ini, ialah untuk memantapkan penyusunan dokumen stategis penanggulangan kemiskinan daerah operasi daerah selesaikan kemiskinan (SPKD-ODSK) Provinsi Sulut Tahun 2016-2021. Jumlah penduduk miskin di Sulut pada Tahun 2015 lalu mencapai 217 ribu jiwa lebih, yang bertambah sekitar 8,61 ribu jiwa dibanding dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2015 yang berjumlah 208,54 ribu. Persentase penduduk miskin di Sulut pada bulan September 2015  sebesar 8,98 persen, naik 33 persen dibandingkan kondisi Maret 2015 sebesar 8,65 persen.
Kecenderungan peningkatan jumlah dan persentase penduduk miskin Sulut, terindikasi terjadi di daerah perdesaan di banding perkotaan. Perdesaan 12,10 persen sedangkan di daerah perkotaan sebesar 5,26 persen.
Ini menunjukan bahwa masalah kemiskinan di Sulut masih dominan merupakan fenomena perdesaan , ujar Kandouw seperti di tuturkam Parengkuaan.
Kepala Bappeda Sulut Ir Roy O Roring MSi menambakan,
komitmen Gubernur dan Wagub Sulut penurunan jumlah angka kemiskinan di Sulut hingga Tahun 2021 mendatang ditargetkan bisa mencapai 40 persen, ujar Kandouw sebagaimana di tuturkan Parengkuan. (Humas Pemprov Sulut).

Gubernur Pimpin RUPS BSGO




Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE memimpin langsung pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Sahan (RUPS) Bank Sulut dan Gorontalo (BSGO) Tahun buku 2015 di Hotel Ibis Manado, Rabu (15/06).
Dalam pelaksanaan RUPS yang dihadiri Gubernur Gorontalo Rusly Habibie dan para Bupati/Walikota se-Sulutgo selaku anggota pemegang saham tersebut Dondokambey ikut di dampingi Wagub Drs Steven Kandouw dan Komisaris Utama (Komut) Drs Robby Mamuaya.
Gubernur menegaskan, komite remunerasi akan kombinasi menjaring kembali  orang-orang yang akan menempati posisi di komisaris maupin direksi. Karena persyaratan sudah sesuai prosedur standar dari OJK dan itu berlaku secara nasioanl.
Sementara terkait dengan perombakan direksi semuanya tergantung pada persyaratan yang tadi saya sebutkan. dan akan dilaksanakan seleksi terbuka serta akan diumumkan di media massa selama dua minggu, semuanya berpeluang untuk masuk dalam direksi, terang Dondokambey sembari menyebutkan perpanjangan masa jabatan direksi saat ini sampai tanggal 10 Agustus. Untuk kriteria calon harus berintegritas, loyalitas dan tidak bermasalah.
Sementara terkait dengan target KUR, penggunaan KUR di Sulut Gubernur menilai belum maksimal sehingga tidak berpengaruh dengan pemotongan KUR di Sulut.
Hasil keputusan rapat diserahkan kepada pemegang saham pengendali yang berarti Gubernur. Olly juga menyebutkan, tadi diperdebatkan bahwa di Sulut baru Kab. Mitra yang full dananya dikelola BSG, kab/kota yang lain masih diserahkan kebeberapa bank lain dan itu sudah dibicarakan. Diupayakan semua kab/kota harus full dikelola BSG. (Humas Pemprov Sulut).

Selasa, 14 Juni 2016

SMP Katolik Santa Theresya Gelar Pelepasan Lulusan

SMP Katolik Santa Theresya Tanawangko Minahasa, Selasa (14/06) kemarin,  gelar pelepasan lulusan siswa yang telah lulus ujian Nasional baru lalu.
Pelepasan lulusan 38 siswa  ini, dipimpin Pastor Ronny Singal Pr selaku Koordinator Yayasan Persekolahan Katolik Ke-Uskupan Manado, hal itu di sampaikan Kasubag Pengumpulan dan penyaringan Informasi (PPI) Biro Pemerintahan dan Humas Devries Walangitan S.Sos selaku orang tua murid dari siswa Julio Walangitan
Pastor Ronny mengatakan, kelulusan ini bukanlah akhir sari proses pebelajaran,vkaren masij memerlukan perjuangan yang panjang menempuh pendidikan lanjutan atas.
Pastor juga dalam sambutannya menekankan pada pendidikan moral dengan adanya tren degradasi moral, yang merupakan dampag dari kemajuan tehnologi serta arus jaman.
Karena itu kearifan lokal seperti budi pekerti dapat di gelorakan kembali, baik siswa itu sendiri, para  pendidik termasuk orang tua siswa, ujar Pastor Ronny sebagaimana di sampaikan Walangitan. (Humas Pemprov Sulut).

ASN Sulut Wajib Lakukan Donor Darah




Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Provinsi Sulawesi Utara harus mau berbagi bersama dengan masyarakat yang membutuhkan bantuan dengan mendonorkan darahnya guna membantu sesama umat manusia.
Ajakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven Kandouw dalam acara Peringatan  hari Donor Darah se Dunia yang siselenggarakan Selasa (14/6) kemarin, bertempat di Manado Town Square Manado.
Kandouw yang juga merupakan Ketua PMI Sulut ini menyatakan, daerah kita saat ini memerlukan kurang lebih 2000 kantong darah perbulan dan jika di bagi kurang lebih 60 kantong darah per  hari untuk semua golongan darah guna menunjang permintaan darah masyarakat yang membutuhkannya di kantor PMI Sulut.
Pekerjaan ini memang terlihat sulit, namun jika semua pihak bahu membahu bersama memberikan bantuan, Wagub optimis kebutuhan darah bisa terpenuhi. Untuk itu wagub mengajak kepada para ASN  Bupati Walikota se sulut untuk mengeluarkan ajakan donor darah bersama, selain bisa membantu donor darah juga baik untuk kesehatan, jika para ASN se sulut mau memberikan bantuan darahnya kebutuhan stok darah bisa terpenuhi. Wagub juga menyatakan pekerjaan PMI bukan hanya terkait bantuan darah saja, namun PMI Sulut ada untuk membantu sesama yang mengalami musibah.
Pada kesempatan tersebut Wagub memberikan penghargaan kepada para pendonor darah di Sulut yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 100,75,50 dan 25 kali. Wagub juga melantik tim giat donor darah PMI Sulut.
Setelah itu Wagub melakukan launcing website PMI Sulut, dimana masyarakat Sulut dapat mengakses web tersebut untuk mengtahui stok darah yang ada serta mendapatkan informasi terkait PMI Sulut.(humas provinsi sulut)