Jumat, 07 Oktober 2016

Ibu Rita dan Ibu Kartika Lepas Road Show Rima Melatih dan Widya Wati Cs

Ketua Umum Panitia Apresiasi Film Indonesia (AFI) Ir Rita Maya Dondokambey bersama Wakil Ketua Umum AFI dr Kartika Devi Tanos MARS, melepas Road Show artis Ibu Kota antara lain seperti Rima Melatih, Widya Watti, Marini, Popy Syarief, Kiniaryosi, dan Karina Salim yangcakam menghadiri mal penganugerahan AFI yang akan berlangsung di Manado Sabtu (08/10) hari ini.
Kegiatan yang dilepas dari Jembatan Soekarno, Jumat (07/10) sore kemarin, berlangsung meriah iring-iringan kendaraan terbuka yang membawa para artis Ibu Kota ini sepnjang jalan yang di lalui mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Rombongan tersebut, melewati Polresta Manado, masuk sero poin, melewati jalan Sam Ratulangi, masuk Sario terus menuju Bahu dan masuk sepanjang jalan Boulevard serta finais di restoran pirates, Usai makan malam para tim Juri dan Panitia langsung melakukan konfrensi Pers dippim Ketua Um AFI Dani Damarah. Fanny Lego selaku Panitia pelaksana menyebutkan acara ini sangat di tungguh-tunggu oleh warga Manado. Dan ini menjadi sejarah bagi kita di Provinsi Sulut, karena di Indonesia Timur baru Sulut yang di percayakancoleh pengurus AFI untuk menyelenggarakan acara ini. Hal yang sama juga di ungkapkan Kadis Budpar Ir HTR Korah dalam acara malam penganugerahan AFI nanti, juga di hari yang sama di Mantos sejak siang hingga malam hari nanti ada pagelaran kesenian dengan menampil artis Ruth Sahanaya Cs. Sedangkan Kadis Diknas AG Kawatu SE MSi  menyebutkan dalam penganugerahan AFI akan di hadiri Mendikbud Muhadjir Effendy,(Humas Pemprov Sulut).

Putri Pariwisata HarusPrioritas Promosikan Sulut


Putri Pariwisata Indonesia tahun 2016 Lois Merry Tangel diharapkan dapat secara konsisten memprosikan potensi pariwisata sulut di kancah nasional maupun internasional. Hal tersebut disampaian Wakil ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut Dr. Kartika Devi Kandouw Tanos saat melakukan tatap muka bersama Lois Tangel yang digelar Jumat (7/10).
Pemerintah dan Masyarakat Sulut bangga atas prestasi yang telah diraih Lois sebagai putri pariwisata indonesia, mendapatkan prestasi tersebut bukanhal yang mudah, untuk itu diharapkan semua pihak dapat mendukung dan Lois juga tetap konsisten menjaga kepercayaan yang telah diterima dengan terus berkarya membanggakan warga nyiur melambai.(humas provinsi sulut)

Panitia Pusat Dan Lokal Matangkan Persiiapkan Kunjungan Presiden Jokowi Di Sulut

Rapat koordinasi panitia pusat dan daerah dalam rangka peringatan bulan Pengurangan Resiko Bencana ( PRB ) Nasional dan Asean Ministerial Meeting On Disaster Management ( AMMDM ) serta Asean Comite On Disaster Meeting ( ACDM ) tahun 2016 , dilaksanakan Jumat  ( 7/10 ) kemarin .
Rapat ini di wakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat provinsi Sulawesi Utara Drs John Heit Palandung M.Si sebagai pimpinan rapat  dihadiri oleh Kepala Pusdklat Penanggulan Bencana RI Dr Bagus Tjhajono M.PH , direktur Pengurangan Resiko Bencana Lilik Kurniawan,ST.MS.i Kepala Biro Umum BNPB RI Tavip Rahoro ,SE. MM  kaban BPBD Sulawesi Utara Ir Noldy Liow dan para panitia kabupaten/ kota  di Sulawesi Utara dan di gelar di Aula C J Rantung Kantor Gubernur Sulawesi Utara.
Kepala Pusdiklat Penanggulangan Pencana RI Dr Bagus Tjhajono M.P.H mengatakan ini adalah rapat koordinasi terakhir untuk kesiapan  acara puncak yang rencananya akan dilaksanakan di manado tanggal 11 s/d 14 oktober 2016 akan di buka oleh Presiden Jokowi,  dan akan dihadiri 10 pejabat setingkat menteri dan delegasisi total 50 orang dari negara -negara  Asean dan negara peninjau dari Amerika,Australia,Jepang dan New Zealand dan untuk peserta pengalaman tahun lalu sekitar 3000 orang mungkin di Manado akan lebih.
Lanjut Bagus untuk kegiatan acara tersebut adalah  seminar, kajian -kajian tentang resiko penanggulan bencana ada gelar relawan dan rally dari manado ke tondano bersih -bersih sungai pantai ,penanaman terumbu karang ,penanaman mangrove dan pameran semua yang berhubungan resiko bencana serta ada penghargaan bagi institusi atau individu yang berkontribusi tinggi tentang penanggulangan bencana.
Target utama adalah dalam kegiatan ini adalah penanggulan  dan pencegahan resiko bencana, ini perlu di galakan karena indonesia adalah negara rawan bencana apalagi di Manado Sulut rawan bencana , tanah longsor, banjir dan kalau masyarakatnya tahu dan ada budaya bahayanya resiko bencana maka itu akan menggurangi resiko terkena bencana.
Apalagi Manado Sulut ini sekarang banyak di kunjungi oleh wisatawan (turis) ,  oleh karena itu turis akan senang dan merasa aman serta nyaman  bahwa kota  yang di kunjunginya siap akan bencana.' kata Bagus". (Humas pemprov sulut).

Gubernur Suport Komnas PA Basmi Kekerasan Terhadap Anak

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA), Aris Merdeka Sirait dalam kunjungan kerja selama tiga hari di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ada beberapa agenda penting termasuk melakukan pertemuan bersama Gubernur Sulut, Olly Dondokambey A
SE untuk menggerakkan hati masyarakat dalam kerangka memutus mata rantai kekerasan/kejahatan seksual lebih khusus kepada anak di Provinsi Sulut. "Fakta menunjukkan dari segala bentuk kekerasan terhadap anak, 52 persennya adalah kejahatan seksual terhadap anak, sehingga Sulut masuk urutan ke-9 dari 34 Provinsi di Indonesia. Bentuk kekerasannya tinggi, baik dilakukan oleh orang tua, guru, teman sebaya sendiri bahkan disinyalir salah satu oknum pejabat (Pemkot Manado). Hari ini (Kamis kemarin) kami sudah datangi 3 korban," terang Sirait kepada wartawan disalah satu rumah kopi di Manado, Kamis (06/10) sore tadi. Dikatakannya pula kedatangan tim Komnas PA itu juga dikarenakan akumulasi data yang diterima sehingga harus mendorong pihaknya bertemu dengan Gubernur dan Wakil Gubernur (Steven Kandouw) dengan jajaran Pemprov Sulut. "Kami sudah lakukan pertemuan dengan pak Gubernur dan mendapat persetujuan untuk membentuk 'Gerakan Perlindungan Sekampung' atau desa untuk membentuk tim reaksi PA ditingkat desa yang anggaranya menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) itu ada dalam undang-undang pedesaan," ungkapnya, sembari menambahkan siang tadi dirinya bersama tim sudah bertemu dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) untuk membuat kerjasama dan membuat sistem pendataan dan sitem PA di Sulut. Senada itu, Kepala BP3A Provinsi Sulut, Erny Tumundo mengatakan bahwa kunjungan dari Komnas PA (Aris Merdeka Sirait) telah melakukan pertemuan dengan lembaga pemerhati anak di daerah ini (Manado), dimana selaku pemerintah tentu memberikan apresiasi ketika diusulkan untuk membentuk kelompok perlindungan anak sekampung dengan mengintegrasikan program yg ada melalui Dana Desa (DD). "Sebenarnya rencana beliau ini sudah dilakukan dibeberapa daerah di Sulut seperti yaitu di Kota Manado, Bitung, Kabupaten Minut dan Kota Tomohon, yang sudah membentuk kelompok PA berbasis lembaga agama kelompok Dasa Wisma dan sekolah-sekolah," terang Erny. Dalam pertemuan bersama itu juga menurutnya BP3A Sulut sudah disampaikan program-program yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah provinsi termasuk Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 28 Tahun 2016 tentang perlindungan anak yang holistik dan integratif di Provinsi Sulut. "Kami juga mendengarkan data yang beliau (Aris M Sirait) sampaikan yang bersumber dari Kementerian sosial oleh karena itu Pemprov Sulut melalui BP3A mengajak kepada semua lembaga pemerhati anak untuk sepakat sumber data kekerasan terhadap perempuan dan anak itu harus satu pintu. Dimana kami juga akan mengadakan pelatihan-pelatihan bagi teman-teman badan BP3A di Kabupaten Kota tentang data (elektronik) e-kekerasan pada hari Senin (10/10) dan selanjutnya untuk LSM pada hari Selasa (11/10) pekan depan," jelasnya sembari mendambahkan nantinya data tersebut akan diinput By Name By Addres (nama dan tempat tinggal) sehingga tidak akan ada duplikasi data dan akan benar-benar valid. (Humas Pemprov Sulut).

Kamis, 06 Oktober 2016

Manado Dibanjiri Ratusan Artis Nasional

Manado Dibanjiri Ratusan Artis Nasional
Penyelenggaraan iven spektakuler Apresiasi Film Indonesia (AFI) telah didepan mata. Panitia Lokal yang dinahkodai oleh Ketua Ir. Rita Dondokambey Tamuntuan dan Wakil Ketua Kartika Devi Kandouw Tanos menyatakan kesiapan iven ini.
"Sulut siap menyambut ratusan artis nasional yang akan berpartisipasi dalam iven AFI" tegas Ketua Panitia Lokal Rita Dondokambey Tamuntuan.
"Manado bakal menjadi ibukota film Indonesia Oktober ini karena ratusan artis papan atas serta sineas bakal membanjiri kota tinutuan untuk menghadiri malam penganugerahan Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016 pada 8 Oktober 2016" lanjutnya
Sementara itu Ketua Harian AFI 2016 Fanny Legoh mengatakan bahwa para artis tersebut sudah mengkonfirmasikan kehadiran mereka pada panitia. Dibeber Fanny, sejumlah artis akan tiba sebelum hari H dan akan terlibat pada sejumlah kegiatan pra AFI, antaranya mengunjungi sekolah - sekolah.

Dikatakan Fanny, panitia sudah siap untuk menghelat acara itu. "Semua sudah siap, dari penginapan, transportasi hingga tempat penyelenggaraan kegiatan," kata dia.
Iven AFI di Sulut juga menjadi asa untuk membangkitkan potensi perfilman Sulut.
Dikatakan Legoh, potensi perfilman Manado sangat besar. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya artis nasional berdarah Manado.
Ternyata setelah dicek, banyak artis yang ternyata berdarah Sulut, ada yang ibunya berdarah Manado atau ayahnya," kata dia.
Untuk menggarap potensi tersebut, Legoh berencana membentuk badan perfilman daerah. "Dengan badan ini potensi perfilman daerah akan tergarap maksimal, visinya adalah dari Manado ke Jakarta," ujar dia.
Dikatakan Legoh, selama ini, warga Manado harus hijrah ke Jakarta untuk bisa berkiprah di dunia perfilman.
Dengan adanya badan tersebut, maka warga Sulut yang berpotensi bisa sekolah akting di Manado. Legoh mengakui, badan itu masih merupakan usulan. "Nanti akan kita bicarakan dengan pak Gub," kata dia
Sementara itu Wagub Sulut Steven Kandouw mengatakan, AFI bakal memberi dampak luar biasa bagi pariwisata Sulut. Dikatakan Kandouw, dampak jangka pendeknya, Manado akan jadi perhatian dan didatangi banyak orang.
"Manado jadi pusat perhatian," kata dia.
Sementara, jangka panjangnya, objek wisata Sulut bakal lebih dikenal. Kandouw menyatakan, banyak film akan syuting di Manado dengan digelarnya AFI di Sulut.
Pasti spot - spot menarik Sulut akan menyebar ke seluruh dunia lewat film tersebut," kata dia.
Dikatakan Kandouw, Sulut siap menyelenggarakan hajatan akbar tersebut
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut selaku Sekretaris Panitia Lokal AFI menyatakan bahwa pastinya pergelaran Apresiasi Film Indonesia (AFI) di Manado, akan memberi kejutan bagi masyarakat Sulawesi Utara. Baru pertama dalam sejarah, puluhan artis ibukota akan berkumpul di Bumi Nyiur Melambai ini.
Masyarakat pun bisa bertemu langsung dengan sekitar 40 artis nasional.
Lanjut Kawatu, bahwa sudah ada rundown acara, yang disesuaikan dengan kebijakan panitia pusat, diana tanggal 7 Oktober nanti akan ada pawai sekitar 30 40 artis ibukota. Yang juga didampingi Nyong Noni Sulut dan artis lokal. Pawai ini akan dimulai di Jembatan Soekarno dan finish di Marina Plaza.
"Pawai akan memakan waktu 1,5 jam. Setelah itu para artis akan konferensi pers dengan para wartawan,"
Selanjutnya pada 8 Oktober 2016 pagi pukul 09.00 Wita, para artis akan mengunjungi SMA N 1 Manado dan SMK N 1 Manado. Setelah dari situ, akan ada meet and greet di Mantos, sebagai pusat kegiatan outdoor AFI.
"Masyarakat bisa bertemu langsung dengan para artis di Mantos. Sangat menarik, akan ada lorong waktu tentang film Indonesia. Di Mantos sampai siang," tuturnya.
Lanjut Kawatu, setelah itu para artis kembali ke hotel untuk persiapan puncak acara. Malam puncak akan disiarkan langsung di Tv nasional, juga dari Malaysia dan Singapura. Akan dihadiri Mendiknas, Gubernur Sulut, Bupati dan Wali Kota se-Sulut dan Puan Maharani.
"Pada 9 Oktober pagi, para artis akan ke Bunaken hingga pukul 12 siang. Lalu diundang pak Wenny Lumentut ke Bukit Tetempangan. Lalu mereka belanja belanja dan jam 8 malam kembali ke Jakarta," ungkapnya.
Diketahui artis yang akan datang yakni, Rima Melati, Nini Eklaron, Marimo Sadri, Fauzi Badila, Kinaryosih, Steven Wiliam, Ruth Sahanaya, Gio Idol, Mongol Stress dan masih banyak lagi artis yang lainnya.(Humas pemprov sulut).

Rakornas Peran dan Fungsi FKUB se Indonesia dihadiri Wagub Steven OE Kandouw"

"

Mencermati kondisi Bangsa Indonesia dalam keberagaman dan Toleransi Umat Beragama serta Nilai Keagamaan yang saat ini sering terjadi inharmonisasi, oleh Kementerian Dalam Negeri RI dan Kementerian Agama menggelar Rakornas bertajuk "Peningkatan Peran dan Fungsi FKUB Dalam Menjaga Harmoni Kebangsaan dalam Bingkai NKRI" Kamis Pagi, 06/10. Di ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri Jakarta Pusat yang dihadiri  Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw, Kaban Kesbangpol Sulut Edwin Silangen, SE MSi dan  seluruh Wakil Gubernur se Indonesia, Kaban KesbangPol, Kakanwil Kemenag, FKUB Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia.

  Mendagri Tjahjo Kumolo dalam arahan pada Rakernas bertema " Arah Kebijakan Pemerintah dalam Memelihara Kerukunan Umat Beragama"  menyatakan bahwa isu dan permasalahan utama Bangsa Indonesia diantaranya : Kesenjangan, Korupsi, Terorisme, Narkoba. "Selain itu permasalahan yang terkait dengan Pendirian Rumah Ibadat, munculnya gangguan keamanan, Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, sebagai akibat konflik sosial bernuansa agama yang melibatkan kelompok masyarakat, aliran keagamaan, aliran kepercayaan dan Ormas Keagamaan" Tandas Mendagri Tjahjo Kumolo yang turut di dampingi Dirjen Politik dan PUM Kemendagri.

   Sementara itu Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saiffudin,  dalam materi : Peningkatan Wawasan Multikultural untuk Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama" secara lugas mengurai tentang Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama (PBM) No 9 dan 8 Tahun 2006 pasal 11 ayat 2 dimana Peran dan Fungsi Wakil Gubernur yakni  diantaranya Membantu Kepala Daerah dalam merumuskan kebijakan pemulihan Kerukunan Umat Beragama serta Memfasilitasi hubungan kerja FKUB dengan Pemda dan hubungan antar sesama instansi pemerintah di daerah dalam pemulihan kerukunan Umat Beragama. "Disamping itu pula sebagai Bangsa yang religius, nilai agama sebagai perekat yang merajut dan merangkai kemajemukan bangsa Indonesia" Ujar Menteri Agama.

   Ketua Komisi VIII DPR RI, yang salah satunya membidangi soal Keagamaan, Ali Taher, turut memberikan materi dan ceramah pada Rakernas ini, secara gamblang menguraikan bahwa Anggaran APBN untuk keberadaan FKUB telah diproyeksikan sejumlah 111 Miliard.
    Pada Rakernas ini turut dibekali materi dari Menko Polhukam RI, Kapolri serta Wagub Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua FKUB Jawa Barat, yang secara serius turut serta Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw dan Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat.
Demikian Kabag Humas Pemprov Sulut memberitakan.

Kandouw Hadiri Rakornas FKUB

Mencermati kondisi Bangsa Indonesia dalam keberagaman dan Toleransi Umat Beragama serta Nilai Keagamaan yang saat ini sering terjadi disharmonisasi, oleh Kementerian Dalam Negeri RI dan Kementerian Agama menggelar Rakornas bertajuk "Peningkatan Peran dan Fungsi FKUB Dalam Menjaga Harmoni Kebangsaan dalam Bingkai NKRI" Kamis Pagi, 06/10. Di ruang Sasana Bhakti Praja Kemendagri Jakarta Pusat yang dihadiri  Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw, Kaban Kesbangpol Sulut Edwin Silangen, SE MSi dan  seluruh Wakil Gubernur se Indonesia, Kaban KesbangPol, Kakanwil Kemenag, FKUB Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia.

  Mendagri Tjahjo Kumolo dalam arahan pada Rakernas bertema " Arah Kebijakan Pemerintah dalam Memelihara Kerukunan Umat Beragama"  menyatakan bahwa isu dan permasalahan utama Bangsa Indonesia diantaranya : Kesenjangan, Korupsi, Terorisme, Narkoba. "Selain itu permasalahan yang terkait dengan Pendirian Rumah Ibadat, munculnya gangguan keamanan, Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, sebagai akibat konflik sosial bernuansa agama yang melibatkan kelompok masyarakat, aliran keagamaan, aliran kepercayaan dan Ormas Keagamaan" Tandas Mendagri Tjahjo Kumolo yang turut di dampingi Dirjen Politik dan PUM Kemendagri.

   Sementara itu Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saiffudin,  dalam materi : Peningkatan Wawasan Multikultural untuk Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama" secara lugas mengurai tentang Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama (PBM) No 9 dan 8 Tahun 2006 pasal 11 ayat 2 dimana Peran dan Fungsi Wakil Gubernur yakni  diantaranya Membantu Kepala Daerah dalam merumuskan kebijakan pemulihan Kerukunan Umat Beragama serta Memfasilitasi hubungan kerja FKUB dengan Pemda dan hubungan antar sesama instansi pemerintah di daerah dalam pemulihan kerukunan Umat Beragama. "Disamping itu pula sebagai Bangsa yang religius, nilai agama sebagai perekat yang merajut dan merangkai kemajemukan bangsa Indonesia" Ujar Menteri Agama.

   Ketua Komisi VIII DPR RI, yang salah satunya membidangi soal Keagamaan, Ali Taher, turut memberikan materi dan ceramah pada Rakernas ini, secara gamblang menguraikan bahwa Anggaran APBN untuk keberadaan FKUB telah diproyeksikan sejumlah 111 Miliard.
    Pada Rakernas ini turut dibekali materi dari Menko Polhukam RI, Kapolri serta Wagub Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua FKUB Jawa Barat, yang secara serius dan intens turut serta Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw dan Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat, Kaban Kesbangpol Prov Sulut, Edwin Silangen SE, MSi yang duduk bersanding diforum Rakernas.


Demikian Kabag Humas Pemprov Sulut memberitakan.