Jumat, 18 November 2016

Dondokambey : Hidup di Tentukan Oleh Tuhan

Keluarga besar Dondokambey - Tamuntuan khususnya Gubernur Provinsi  Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE di temani oleh istri tercinta Ir Rita Maya Dondokambey- Tamuntuan  mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa  karena pada hari ini berulang Tahun ke 55 tahun , acara syukur ini dilaksanakan di rumah kediaman pribadi Kolongan Minahasa Utara jumat (18/11) siang kemarin

Olly Dondokambey  mengatakan sangat bersyukur karena saati ini adalah  hari yang spesial bisa ditambahkan umur,  ini semua karena kasih Tuhan  kepada saya dan Keluarga.

Perjalanan hidup ini memang di tentukan oleh Tuhan,  dalam kesaksian  Olly  menceritakan bahwa tidak menyangka kalau akan kawin dengan  ibu Rita istri saya , waktu masih di manado ibu sekolah dekat rumah saya  belum saling kenal , nanti di jakarta berkenalan, cocok  dan  menikah dan di karuniai 2 orang  anak  itu semua karena perkenanan Tuhan.
Dan saya tidak pernah bercita-cita jadi gubernur tapi di percayakan  oleh partai saya harus  tunduk, perintah ketua umum  ibu Megawati  untuk jadi calon gubernur saya harus siap dan Tuhan yang berkenan kepada saya menjadi gubernur Ini semua karena perkenan Tuhan,
Tantangan dan rintangan di dunia kita serahkan semua kepada Tuhan tegas Dondokambey.
 
Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Steven Kandouw membawakan sambutan mewakili Pemprov Sulut mengatakan  kita sebagai pendamping, pembantu teman kerja pak Oly semua harus saling  membantu untuk kemajuan bersama.
Saya dan seluruh jajaran Pemprov Sulut  mengucapkan selamat Hari Ulang.Tahun ke-55  kepada bapak Gubernur  Olly Dondokambey SE kiranya selalu  diberikan berkat dan  lindungan  dari Tuhan, tutup Kandouw

Ibadah syukur ini dipimpin oleh Ketua Sinode GMIM Pdt. DR HBW Sumakul.

Yamg hadir Ketua dan Anggota DPRD Sulut, Forkopimda Sulut, Perwakilan BPK RI ,   Wakil Ketua TP PKK Dr Kartika Devi, Kandouw- Tanos MARS, Sekprov Sulut Edwin Silangen bersama Ibu , Bupati Minahasa Jantje Sajow, Walikota  Manado Vicky Lumentut, Bupati Minahasa Utara Vonny Panambunan , Direksi Bank SulutGo  Seluruh Pejabat Eselon 2  di lingkungan Provisi Sulu,  ketua DPD dan DPC PDI Perjuangan se.Sulut dan para tamu Undangan( Humas Pemprov Sulut).

Kamis, 17 November 2016

DWS Sulut Gandeng Museum Rekor MURI Dukung Christmas Event

Duta Wisata Sulut (DWS) siap mendukung pelaksanaan Christmas Event yang akan berlangsung 1 sampai 31 Desember mendatang, dengan menggandeng Museum Rekor MURI.

Hal itu di tegaskan Ketua Umum DWS Yerry Tawalujan bersama Sekum DWS Soraya Togas di Jakarta, Kamis (17/11) siang kemarin.
"kemarin kami telah bertemu dengan pihak Museum Rekor MURI, mereka mengatakan bahwa Christmas Event itu harus digaungkan secara nasional bahkan internasional", kata Ketua Gernastas ini. Tawaluyan mengungkapkan, Salah satu cara untuk mempromosikan Christmas Event ini adalah dengan Pemecahan Rekor MURI.

Rencananya Rekor MURI yang akan dipecahkan itu adalah pada event Parade Santa Claus. "Kita akan siapkan 10.000 Santa Claus yang akan berparade sepanjang 7 KM untuk memecahkan rekor Parade Santa Claus terbanyak dan terpanjang di Indonesia," terang  Tawalujan.

Ketika ditanya dari mana saja peserta yang akan terlibat, Soraya Togas mengatakan akan melibatkan sekolah-sekolah, gereja-gereja, kantor-kantor swasta dan instansi pemerintah serta komunitas untuk terlibat. "Kami harap Dinas Pendidikan, Sinode-sinode gereja, organisasi-organisasi kemasyarakatan dan kantor-kantor swasta untuk terlibat dalam Parade Santa Claus ini", jelas Soraya.

PIALA GUBERNUR DAN WALIKOTA

Untuk memeriahkan Parade Santa Claus nanti Duta Wisata Sulut akan menyiapkan Piala Gubernur dan Walikota untuk peserta parade terbaik. "Kalau perlu kita siapkan Piala Presiden untuk terbaik di Parade Santa Claus", lanjut Yerry.

Di akhir wawancara Duta Wisata Sulut mengatakan tujuan akhirnya adalah menjadikan Sulawesi Utara sebagai Destinasi Wisata Natal di Indonesia. "Kalau ingin menikmati suasana Natal, orang tidak perlu lagi ke luar negeri, datang saja ke Manado yang tidak kalah dengan Singapore di saat Natal" ujar Tawaluyan. (Humas pemprov sulut).

Pemprov Suport Pemberdayaan Praja IPDN

Pemerintah   Provinsi Sulawesi Utara bersama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)  akan melakukan kerjasama  serta akan melakukan (MOU)  dalam rangka pelaksanaan praktek kerja lapangan (PKL) dan pengabdian pada masyarakat  bagi Praja IPDN

Kepala Biro Administrasi Akademik Perencanaan dan Kerjasama IPDN  Dr  Yusharto H. MS.i mengatakan tujuan dari rapat  ini dalam rangka mempersiapan  kerangka kerjasama IPDN dan Pemerintah Provinsi Sulut agar keberadaan IPDN bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,  rapat ini berlangsung di  Badan Diklat Provinsi Sulut  kamis ( 17/11) siang kemarin.

Rencana kerjasama ini meliputi praktek lapangan bagi praja IPDN, pengembangan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, pengembangan laboratorium pendidikan dan pemerintahan melalui laboratorium desa dan kelurahan, penyedian bantuan tenaga ahli (nara sumber, dosen maupun pelatih) pada kegiatan pelatihan bimbingan teknis lokakarya atau seminar bidang kepamongprajaan, penyediaan , pengelolaan , dan pemanfaatan sarana dan saran penunjang pendidikan dan program pemprov Sulut sebagai destinasi Tourism berbagai bidang lainnya, pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan profesi kepamongparajaan dan program pasca sarjana S2 dan S3 Ilmu Pemerintahan, bidang lainnya yang relevan dengan upaya pengembangan kapasitas kelembagaan, managemen pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan .jelas Yusharto

Sulawesi utara sebagai fokus praktek lapangan penelitian. Pengabdian bersama IPDN pada tahun 2017.
Sulawesi utara sebagai fokus pengabdian masyarakat melalui pendampingan masyarakat oleh dosen IPDN.  tambah Yusharto

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Utara Dr Femmy Suluh MS.i mengatakan melalui sosialisasi beberapa program yang akan dilakukan pada intinya Pemprov mensuport dalam pemberdayaan praja termasuk program dari IPDN yang mendukung program pemerintah Sulut  karena ini berkaitan dengan Program OD-SK  dan ini akan dilaporkan kepada bapak Gubernur.

Turut hadir Kepala.Badan Diklat Prov. Sulut DR Noudy Tendean SIP , MS.i  Plt Direktur IPDN Sulut DR. Benhard Rondonuwu MS.i. (Humas Pemrov Sulut).
 

Ibu Rita Ajak Dekranasda Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat Sulut.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara Ir. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan melantik pengurus Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara di Graha Gubernuran Kamis (16/11) kemarin.

Pelantikan pengurus Dekranasda yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah Dekranasda kali ini, menjadi momentum penegasan komitmen Dekranasda Sulut.

Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan  selaku ketua mengatakan komitmen Dekranasda dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara melalui pengembangan produk kerajinan dan pengembangan usaha masyarakat di bumi nyiur melambai ini.

Fungsi Dekranasda dalam mengembangkan produk kerajinan dalam daerah seperti tenun bentenan, Mebel dari Bambu dan hasil kerajinan kelapa. Ujar Tamuntuan

Ketua TPPKK Sulut ini juga mengharapkan seluruh pengurus Dekranasda untuk bergotong royong untuk melaksanakan  kegiatan kegiatan konstruktif yang nantinya akan dirumuskan dalam Rapat Kerja Daerah seusai pelantikan ini, jelas Tamuntuan.

Dalam kesempatan ini, Sekjen Dekranas Euis Saedah menambahkan bahwa potensi kerajinan Sulawesi Utara sudah dikenal secara nasional, sehingga banyak harapan muncul bagi bumi nyiur melambai ini untuk berinovasi dalam mengembangkan potensi kerajinan yang bisa menembus pasar dunia. Ujarnya.

Saedah juga mengapresiasi Dekranasda Sulut, yang menurutnya sangat cekatan, sehingga bisa menjadi panutan Dekranasda Lainya di Seluruh indonesia. bagi Saedah, Pelantikan yang dirangkaikan dengan Rakerda kali ini adalah wujud nyara optimalisasi kinerja Dekranasda daerah, yang didalamnya mengandung semangat untuk bekerja demi kesejahteraan bangsa terkhususnya Provinsi Sulut. tutupnya.

Gubernur Sulawesi Utara melalui Sekertaris Daerah Edwin H Silangen yang membuka rakerda kali ini mengatakan bahwa pemerintah Sulut akan mendukung penuh Segala kegiatan Dekranasda yang realisasinya sangat sejalan dengan program pemerintah, utamanya ODSK Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan, di bidang pengembangan kerajinan masyarakat.

Sebagai Wadah pengembangan kerajinan daerah, dekranasda harus mampu menjadi fasilitator demi peningkatan kualitas produk kerajinan daerah, dengan pemandaatan teknologi yanv baik dan tepat guna. jelas Silangen.

Saya mengajak Dekranasda untuk bekerja sama, bersinergi dengan pemerintah, para pelaku usaha kerajinan, serta pemangku kepentingan usaha yang diharapaknya mampu membuka akses pasar yang luas bagi kerajinan Sulut demi mempercepat pembangunan daerah dan pengentasan kemiskinan, Tutup Silangen.
(Humas Pemprov Sulut)

Uji Kompetensi Jabatan Administrator dan Pengawas Berakhir

Selama sepekan berlangsungnya Assesment bagi  pejabat Eselon II dan test uji kompetensi Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas Eselon III dan IV dilingkungan Pemerintah Provinsi Sulut, yang berlangsung di Kantor BKN Regional Sulut dan di Badan Diklat Pemprov Sulut, kerjasama dengan HIMPSI dan Polda Sulut, berakhir sudah. Setelah Sekprov Sulut Edwin Silangen SE MS melalui Kepala BKD Sulut DR Femmy M Suluh MSi, membuka pelaksanaan test uji kompetensi jabatan Administrator Eselon III dan Jabatan Pengawas Eselon IV gelombang terakhir  di Bandiklat Pemprov Sulut, Kamis (17/11) kemarin.
Sulut mengatakan, test uji kompetensi gelombang terakhir ini diikuti 285 Pejabat Eselon III, IV dan Staf potensial ke job Eselon IV, rinciannya 195 Eselon III dan Eselon IV  potensial menduduki job Eselon III serta 90 Pejabat Eselon IV dan Staf potensial bakal menduduki job Eselon IV. Mereka berasal dari Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Sulut. "Dengan melibatkan pejabat dari Kabupaten/Kota dalam Asseament dan uji kompetensi ini tidak lain untuk membangun harmonisasi (hubungan) yang baik di antara sesama birokrat sehingga tidak terjadi pengkotak-kotakan", katanya.
Momentum ini merupakan kesempatan membuktikan diri bahwa kalian layak untuk dipercayakan pada jabatan-jabatan tertentu. Karena itu gunakan dengan sebaik-baiknya kepercayaan ini sembari menambahkan, dengan dilaksakan kegiatan ini, maka Pemprov telah memiliki data base potensial dan kompetensi, tandas Suluh.
adapun pejabat Kabupaten yang  mengikuti tes uji kompetensi Eselon III, Manado diantaranya Decky Karongkong, Jefry Massie, dan Jelly Songkaton, Minut Jhon Siby, Henky Rondonuwu,  Minahasa Teddy Sumual, Moudy Pangerapan, Jhon Tendean, serta pejabat dari Mitra dan Tomohon. Sedangkan dari Pemprov diantaranya Charles Taju SSTP, Valdy Tumarah SSTP, Drs Tonny Panungkelan, Dafries Walangitan SE, Ani Badar SSos, AY Rambing SSos, Caludia Kawatu SH, Syane Kapoh SH, Jaiman, serta Herry Achmad SE MSi, Gerald Rundengan SSI MPH APT dan Loura Mengko SSI, MSi (ketiganya dari Dinkes). Turut hadir Kaban Diklat DR Noudy Tendean SIP MSi, Kabid Binwas Drs James Kewas MSi dan Kabid Pengadaan dan Pengembangan  Polce Salawati SSos MSi. (Humas pemprov sulut).

Rabu, 16 November 2016

OD-SK Pilih Tenaga Muda Duduki Kabinet Baru

Resolusi besar dalam jajaran birokrasi Pemerintah Provinsi Sulut bakal dilakukan oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Hal tersebut dibuktikan dengan diikut sertakan sejumlah kader birokrat muda dalam assesment tes guna menduduki jabatan eselon II hingga IV yang telah dilaksanakan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulut 1 minggu terakhir ini.

Para birokrat muda mendapatkan tiket menduduki jabatan melalui program assesment tersebut. Seperti contohnya dalam tes assessment staf potensial untuk menduduki jabatan eselon IV yang digelar Rabu (16/11),  banyak kader muda yang diikutsertakan. 200 lebih staf mengikuti tes dan 80 persen adalah kader muda.

Kader muda ini dipilih secara profesional melalui usulan masing-masing kepala SKPD, selain pangkat yang memenuhi syarat kinerja para birokrat muda ini juga di perhitungkan sehingga mereka dapat bersaing menduduki jabatan eselon IV.

Kaban BKD Sulut DR Femmy Suluh saat melakukan pertemuan dengan para peserta mengatakan kesempatan ini harus digunakan sebaik mungkin, dengan menunjukan kualitas terbaik agar bisa dipilih menduduki jabatan dan berkarir profesional.

Ferry Teterego seorang staf biro umum yang mengikuti assessment menyampaikan terima kasihnya kepada kepala Gubernur, Wagub, Sekda dan kepala biro yang telah memberikan kesempatan baginya untuk mengikuti kegiatan assessment. Dirinya akan memberikan kinerja yang terbaik guna menjadikan dunia birokrasi sulut yang hebat.(humas provinsi sulut)

Selasa, 15 November 2016

Total Belanja RAPBD 2017 Meningkat 17 Persen

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE menyebutkan  total belanja Ranperda APBD Provinsi Sulut Tahun Anggaran (TA) 2017 Meningkat 17 persen. Hal itu di jelaskan Gubernur, pada rapat paripuna DPRD Provinsi Sulut dengan agenda penyampaian Ranperda APBD Provinsi Sulut TA 2017 yang dipimpin Ketua Deprov Sulut Andrey Angouw, Selasa (15/11) siang kemarin.
Di uraikan oleh Gubernur untuk Pendapatan Daerah (Patda) ditargetkan  sebesar Rp.3,556.372.800.000 meningkat 22 persen dibandingkan dengan patda 2016, yang diperolehnya dari pendapatan asli daerah sebesar Rp.1.076.342.496.000, dana perimbangan Rp.2.429.190.571.000 serta lain-lain patda sebesar Rp.50.839.733.000. Belanja di targetkan sebesar Rp.3,572.342.500.000 meningkat sebesar 17 persen dibanding dengan belanja tahun 2016 ini yang mencapai 3.060.766.551.091, belanja tersebut terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp.2.097.592.680.000 dan belanja langsung Rp.1.474.749.820.000. Pembiayaan daerah sebesar Rp.15.969
700.000, yang terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp.45.969.700.000 merupakan perkiraan Silpa. Pengeluaran pembiayaan Rp.30.000.000.000 untuk penyertaan modal investasi pada BUMD PT.Bank SulutGo dan PT Sulut membangun. Sementara untuk program prioritas dan kegiatan yang dilaksanakan perangkat daerah seperti urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dialokasikan anggaran sebesar Rp.826.242.400.000 guna membiayai kegiatan strategis antara lain pemeliharaan jalan dan jembatam, rehabilitasi saluran irigasi, penataan ruang, sanitasi dan persampahan. Upaya memperkuat IPM bidang pendidikan, lama sekolah, pelaksanaan paket C untuk 1000 peserta persamaan SMA/SMK, bea siswa 2000 siswa kurang mampu/miskin, program kerjasama dengan perguruan tinggi yang diperuntukan bagi peralatan laboratorium dan Data Base Centre yang nantinya dapat digunakan untuk konektivitas ujian nasional berbasis komputer sehingga banyak siswa SMA/SMK yang akan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, meningkatkan keselamatan ibu melahirkan dan anak, perbaikan gizi masyarakat serta pelayanan kesehatan didaerah terpencil, kepulauan dan peratasan serta masyarakat miskin, pemberian bantuan stimulan perumahan swadaya dan pengadaan tanah untuk indrastruktur bagi kepentingan umum, pembangunan rumah layak huni untuk 400 rumah fakir miskin dan pelaksanaan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).
Sementara urusan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dialokasikan anggaran sebesar Rp.133.711.909.000.- Alokasi anggaran ini di peruntukan  bagi kegiatan srategis diantaranya pelatihan kepada 1008 calon tenaga kerja, 415 wirausaha baru yang diikuti dengan pemberian bantuan peralatan produksi, peningkatan kualitas hidup perempuan dalam bentuk pelatihan keahlian,disertai dengan pemberian bantuan peralatan, pembangunan lumbung pangan di Marore, pengadaan kendaraan Truk Ambrol Sampah untuk penanganan sampah, kegiatan bina Desa, penyusunan DED Break Water dan Trem berbasis Rel, pemberian  bantuan angkutan mobil pick up untuk wilayah perbatasan, pembangunan Command Centre, pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu, pembangunan kebudayaan daerah.
Urusan pilihan dialokasikan anggaran sebesar Rp. 154.097.013.000 untuk membiayai kegiatan utama seperti pengadaan bibit pertanian dan peternakan, pengadaan vaksin rabies serta pembangunan sekolah pertanian, pemgadaan bibit kelapa, cengkih, pala dan kakao, pembangunan DAM untuk Daerah Aliran Sungai,pengadaan Solar Home System untuk masyarakat miskin, serta pengadaan PLTS communal dan Genset untuk daerah kepulauan, penataan dan revitalisasi kawasan pariwisata, pengadaan katinting dan motor tempel serta pemberdayaan usaha ekonomi nelayan.
Sedangkan terkait dengan urusan penunjang dialokasikan anggaran sebesar Rp. 358.698.498.000,-  untuk membiayai kegiatan strategis antara lain, pembangunan Anjungan SULUT di Taman Mini Undonesia Indah, E-Peeformance dan integrasi SIMPEG dan E-absen, pelaksanaan Assesment Aparatur Sipil Negara perencanaan pembangunan Gedung Badan Diklat, revisi perda RPJPD, RPJMD Provinsi Sulut dan Revisi RPJPD, RPJMD 15 Kab/Kota, pematangan lahan untuk pembangun rumah korban banjir, upaya memperhankan opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian (BPK), ujar Dimdokambey. Turut hadir Sekprov Edwin Silangen SE MS. (Humas pemprov sulut).