Senin, 09 Januari 2017

Olly - Steven: Di Era Kepemimpinan Kami, Posisi Staf Ahli Spesial


Di era kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Sulut, Steven Kandouw, dipastikan posisi Staf Ahli pada eselon II di lingkup Pemprov Sulut mendapat porsi khusus alias Spesial.
Hal ini ditegaskan kedua pemimpin tersebut dihadapan wartawan sebelum menggelar rolling jabatan baru-baru ini.

"Jadi posisi Staf Ahli kini berbeda, mereka akan benar-benar dimaximalkan kemampuannya untuk membantu Gubernur dan Wagub dalam memimpin daerah ini," tegas Olly.
Sementara itu Wagub Kandouw menekankan, jika dahulu posisi Staf Ahli kerap dianggap tempat buangan, namun kini dibawah kepemimpinan OD-SK image Staf Ahli berubah menjadi khusus. "Ya, pasti posisi tersebut akan menjadi special, berbagai kajian dan telaah sangat dibutuhkan untuk menghasilkan berbagai kebijakan yang pro rakyat dan kemajuan Sulut," ujar Kandouw yang juga merupakan mantan Ketua DPRD Sulut.

Diketahui, untuk posisi Staf Ahli Pemprov Sulut, kini dipercayakan kepada Marcel Sendoh SH dan Lynda Watania. Sedangkan satu posisi masih lowong dan disebut-sebut bakal diisi mantan Sekda dari Kabupaten/Kota.
Marcel Sendoh, saat dikonfirmasi wartawan menyatakan bersyukur dengan kepercayaan dari Pak Gubernur Olly dan Wagub Kandouw. "Tentunya kepercayaan ini akan dibalas dengan kerja keras untuk menopang dan mewujudkan visi-misi OD-SK bagi kesejahteraan dan kemajuan warga Sulut," kunci Sendoh yang sebelumnya menjabat Kadis Nakertrans Sulut.
Hal senada dikatakan Watania yang mengungkapkan siap bekerja untuk mewujudkan Sulut Hebat.

Daerah Harus Menjadi Sutradara Pelopor Pembangunan.

Kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven O.E Kandouw saat ini  adalah waktunya daerah menjadi sutradara pelopor pembangunan  dengan melihat faktor-faktor yang dapat menentukan pertumbuhan ekonomi daerah ini dikatakan Kepala Biro Administrasi dan Sumber Daya Alam Setda Prov Sulut Frangky Manumpil dalam rangka fokus serta memantapkan kinerja di tahun 2017,  senin ( 9/01) kemarin

“Kalau kita lihat sekarang waktunya derah menjadi aktor sutradra dalam memacu seeta mengembangkan  sektor-sektor ekonomi dengan berbagai inovasi dan kreativitas
dan pemerintah pusat pasti akan mendorong itu” Ujar Manumpil.

“Kalau dahulu kita menunggu program dari pemerintah pusat untuk diterapkan didaerah sekarang ini tidak lagi, sebaliknya kita yang menyampaikan berbagai program pengembangan pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat dan itu pasti akan didukung oleh pemerintah pusat” tambah Manumpil.

Untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi di Sulut tahun 2017 ini menurut Manumpil bahwa seperti arahan Bapak Gubernur setelah pariwisata yang begitu fenomenal di tahun 2016 dengan kunjungan ribuan turis mancanegara maka sektor pertanian menjadi fokus yang menjadi perhatian pemerintah seiring dengan sektor sektor lain turut menjadi perhatian.

“Masalah pertanian memang menjadi perhatian yang disampaikan bapak Gubernur beberapa waktu lalu namun secara keseluruhan berbagai sektor pertumbuhan ekonomi juga akan berjalan secara simultan beriringan tanpa mengesampingkan sektor ekonomi lain”

Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat di Sulawesi Utara terus meningkat, tutup Manumpil.

Sabtu, 07 Januari 2017

Wagub : Roling Tahap 2 Pekan Depan.

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, rolling pejabat lingkup pemprov sulut tahap ke II akan dilaksanakan pada pekan depan.

"Rolling untuk pejabat eselon III dan IV lingkup pemprov sulut akan dilaksanakan pekan depan. Namun untuk tanggal pelaksanaannya belum bisa saya umumkan," terangnya kepada awak media, Jumat (6/1/2017) kemarin.

Ia mengakui, sampai saat ini BKD masih sementara mengutak-atik sesuai mekanisme yang ada.

"Pokoknya pemprov akan gelar rolling secepatnya agar roda pemerintah bisa berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan pemerintahan OD-SK menuju Sulut Hebat," pungkas Wagub.

Diketahui, rolling tahap 1 untuk eselon II sudah dilaksanakan pada 3 Januari berjalan dengan lancar dan sekarang tinggal para pejabat struktural eselon III dan IV masuk dalam kabinet kerja OD-SK.

Wagub: Pemberi dan Penerima akan kita Proses.

Ini memalukan dan pihak Polda Sulut diminta segera menelusuri masalah rekrut mengrekrut dan penempatan Kepala Sekolah (Kepsek). Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw. Pasalnya, sudah ada oknum oknum yang tidak bertanggungjawab, PNS/Non PNS yang mulai beraksi terkait dengan penempatan UPTD-UPTD, Dipenda dan Kehutanan serta penempatan Kepsek dan lain lain.

"Terkait rekrut mengrekrut, pak Gubernur Olly telah sampaikan kepada saya (Wagub) agar mencari informasi yang benar, karena ada oknum-oknum yang sudah memakai jalur tikus serta bayar membayar dalam penempatan dan perekrutan posisi jabatan ASN. Saya lagi telusuri jika kedapatan, Pemberi dan Penerima kita akan Proses sesuai aturan yang berlaku," tegas Wagub kepada awak media, Jumat (6/1/2017) kemarin.

Selain itu kata Wagub, dari informasi yang diperoleh Pemprov Sulut, banyak Kepala Kepala Sekolah mulai kasak kusuk.

"Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mulai beraksi. Kepala Sekolah dengan sengaja menggunakan jalur oknum tersebut jika kedapatan akan segera kita keluarkan," kata dia.

Dikatakan Wagub, pihak Polda Sulut telah menelusuri masalah ini. Karena, di Sulut sendiri ada saja orang-orang yang mau memainkan itu, apalagi Kepala Sekolah (Kepsek) jangan mau dibodohi.

"Jadi, intinya saya berharap teman-teman media dan ASN serta masyarakat jika menemui hal seperti itu, agar segera melapor ke pihak yang berwajib dan pemerintah provinsi," pungkas mantan ketua DPRD Sulut ini. (Humas Pemprov Sulut).

Jumat, 06 Januari 2017

Diskusi Awal Tahun Membahas Kemajuan Sulut

Penerintah Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan IKA Unsrat dan Iluni UI Wilayah Sulut mengadakan  diskusi awal tahun bersama tokoh masyarakat dan Cendekiawan Sulawesi Utara Deklarasi Sulut Gemar Membaca serta Perayaan Natal dan Tahun Baru 2017 dengan mengangkat tema Peran Komunitas Intelektual Dalam Menunjang Perogram Oprasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang bertempat di Gedung Graha Gubernuran H.V Worang Bumi Beringin Manado Kamis (05/01/2017) dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang pada kesempatan itu juga menjadi nara sumber dalam kegiatan ini.

Dalam kesempatan itu Dondokambey, menyinggung soal keterlibatan masyarakat Sulut dalam kepesertaannya mengikuti program BPJS Kesehatan yang akhirnya 15 Kabupaten/Kota di Sulut sepakat untuk mengikuti program pemerintah ini.

“Kalau beberapa waktu yang lalu ada beberapa Kabupaten/Kota yang belum terkafer untuk masuk BPJS puji Tuhan kemarin 15 Kabupaten/Kota di Sulut akhirnya menandatanhani untuk mengikuti program BPJS Kesehatan ini, sehingga dengan harapan sampai 2019 nanti masyarakat Sulut semua sudah dikafer untuk masuk prigram ini”.

Wakil Gubernur Sulut Drs. Steven O.E Kandouw mengatakan Sulawesi Utara dengan rilis yang di sampaikan Bank Indonesia menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sulut tertinggi untuk perhitungan rata-rata Nasional yang mencapai 6%, dimana Kandouw juga yang merupakan Ketua Iluni Universitas Indonesia di Sulut merasa optimis dengan road map Pemerintah dengan harapan akan terus melibatkan para cendekiawan untuk memberikan subang pemikiran agar langkah kebijakan yang dilakukan Pemerintah untuk dapat lebih konferhensif.

” Dengan adanya dialog subang saran pemikiran ini, tadi bapak Gubernur sudah mengatakan bahwa keterlibatan para cendekiawan ini akan kita canangkan terus, mungkin 1 atau 2 bulan akan kita libatkan lagi” Ujar Kandouw.

Kandouw juga mengatakan Pemerintah tidak akan berpuas diri dengan hasil torehan angaka pertumbuhan ekonomi sulut yang berada di atas rata-rata nasional, namun akan terus berikthiar mencari solusi, mencari penetrasi-penetrasi baru agar pertumbuhan ekonomi akan terus menjadi lebih baik dari tahun kemarin.

Di penghujung acara Wagub Steven Kandouw memberikan bantuan buku kepada anak- anak panti asuhan.

Hadir dalam kegiatan ini Rektor Unima Prof. Dr. Julyeta Paula Runtuwene, Marhani Pua yang dalam kesempatan itu turut serta menjadi nara sumber dalam kegiatan ini.

Kamis, 05 Januari 2017

Gubernur : Pimpin Serah Terima Jabatan Eselon 2

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Serah Terima Jabatan Pejabat Eselon II bertempat di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (5/1/2017).

Sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Olly Dondokambey yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Steven Kandouw dan Sekprov Edwin Silangen serta para Pejabat Eselon II yang baru dilantik pada Selasa (3/1/2017).

Pada kesempatan tersebut secara simbolis dihadapan Gubernur Olly sejumlah Pejabat Eselon II melakukan penandatangan berita acara pakta integritas, berita acara kontrak kinerja dan penyerahan aset yang disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur dan Sekprov Sulut serta tamu undangan lainnya.

Usai pimpin Sertijab kepada awak media, Gubernur mengatakan, kepada kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus langsung kerja.

"Ingat setelah Sertijab ini saya minta harus langsung 'kerja kerja kerja' tidak usa banyak seremonial," ingatnya.

Tak lupa juga, Gubernur Olly berpesan agar Kepala SKPD bekerja-lah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), saling berkoordinasi dengan staf agar tercipta nuansa yang harmonis antara bawahan dan antasan.

"Saling menghormati dan menghargai antara staf serta pimpinan menjadi salah satu tolak ukur dalam menciptakan suasana yang harmonis dalam lingkungan kerja demi menunjang program pemerintah daerah menuju Sulut Hebat," pungkas Gubernur Olly.

Pejabat Baru dievaluasi dari segala aspek

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw beserta Sekda Edwin Silangen menegaskan kepada semua pejabat eselon II yang baru dilantik menduduki jabatan baru, untuk tetap bekerja sesuai jalur yang benar.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat selesai melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) para pejabat eselon II baru yang dilaksankan Kamis (5/1) bertempat di ruang mapalus kantor gubernur.

Menurut Gubernur,  Para Pejabat baru akan terus dievaluasi kinerja dan segala aspek terkait dengan kepemimpinan masing-masing. Gubernur menegaskan setiap kepala SKDP saat ini harus berperilaku supel dan melaksanakan fungsi dengan baik. Jika melakukan kesalahan dan tidak sejalan dengan misi Gubernur dan Wagub tanpa pikir panjang pejabat tersebut langsung akan diganti.

Selain itu Gubernur juga kembali mengingatkan Sebagai pejabat  Gubernur mengajak para kepala SKPD selalu Berpikir positif untuk kebaikan bersama, keberhasilan yang dicapai untuk Provinsi Sulut. Para kepala SKPD agar menjaga kekompakan agar terhindar dari masalah yang tidak di inginkan, selalu bekerja transparan, bergerak cepat dan memahami dengan baik setiap tupoksi.

Jika ada kendala  apapun yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas, harus dilaporkan berjenjang kepada Sekda, Wagub dan Gubernur, jangan nanti masalah tambah parah baru dilaporkan, pimpinan itu bukan seperti pemadam kebakaran.(humas provinsi sulut)