Minggu, 16 April 2017

Hargai Kerukunan Umat Beragama, Olly : Kita Semua Ciptaan Tuhan

Seakan tidak mengenal lelah, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE melakukan kunjungan sekaligus beribadah di sejumlah gereja di Manado dan Minahasa Utara pada perayaan hari paskah yang juga dirayakan seluruh umat Kristen di dunia, Minggu (16/4/2017).

Rangkaian kunjungan terkait peringatan hari kebangkitan Yesus Kristus itu diawali gubernur di pagi hari dengan mengikuti ibadah paskah sekaligus meresmikan gedung aula GMIM Bethesda Ranotana Manado.

Dalam ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Dr Hein Arina itu seluruh jemaat menyimak serius khotbah yang disampaikan Arina tentang kebangkitan Yesus Kristus dan kebangkitan reformasi gereja ke 500 tahun.

Di tempat yang sama, setelah khotbah, Olly mengatakan kepada jemaat yang hadir untuk memaknai  kebangkitan Yesus Kristus dengan berdamai terhadap manusia dan lingkungan. "Kita harus berdamai dengan sesama manusia, berdamai dengan lingkungan kita dan berdamai dengan diri kita sendiri. Kita semua adalah ciptaan Tuhan," ujar gubernur.

Sebelum melanjutkan kunjungan di tempat lainnya, Olly memberikan bantuan pembangunan gereja senilai Rp. 150 juta dan meresmikan aula gereja.

Setelah dari GMIM Bethesda, pada siang hari gubernur beserta Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan pengusaha James Riady mengikuti ibadah Chris Chapel di Hotel Aryaduta. Seperti sebelumnya setelah ibadah gubernur berjabat tangan dan mengucapkan selamat paskah kepada jemaat yang hadir.

Usai dari ibadah Christ Chapel, gubernur melanjutkan ibadah di GMIM Sion Batu Likupang. Ibadah yang berlangsung sore hari itu juga sekaligus merayakan hari ulang tahun ketua jemaat Pdt. Enrico Lukas Sth yang ke 49 tahun.

Gubernur turut mengucapkan selamat paskah dan selamat ulang tahun kepada Pdt. Enrico Lukas ke 49 tahun. Di kesempatan yang sama  gubernur juga mengatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk melaksanakan paskah nasional yang akan dihadiri Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Menurut Olly pelaksanaan paskah di Sulut sebagai bukti kepada dunia bahwa masyarakat Sulut sangat menghargai kerukunan umat beragama. "Ini menjadi bukti kepada nasional dan internasional bahwa Sulut sangat menghargai kerukunan umat beragama," tegasnya.

Sebelum meninggalkan Likupang, gubernur memberikan bantuan pembangunan gereja senilai Rp. 30 juta dan berjabat tangan dengan seluruh jemaat GMIM Sion Batu Likupang. (Humas Pemprov Sulut)

Gubernur Olly dan Ibu Rita Melakukan Ibadah Paskah.



Umat Kristiani di seluruh dunia melaksanakan ibadah Paskah serentak pada Minggu (16/04) kemarin. Begitupun dengan Gubernur Olly Dondokambey SE yang juga melakukan ibadah Paskah bersama umat Kristiani di Sulut.
Momentum Ibadah Paskah ditunaikan Gubernur bersama umat Kristiani di Bumi Kawanua di beberapa tempat Minggu kemarin. Di awali dengan mengikuti ibadah di Gereja GMIM Bathesda Ranotana, yang dirangkaikan dengan peresmian Aula Gereja tersebut. Selanjutnya siang harinya di Christ. Chapel Hotel Aryaduta. Dengan khusyuk Gubernur mengikuti jalannya prosesi ibadah bersama pengusaha nasional James Riady serta Ketua DPRD Sulut Andre Angouw. Petang harinya giliran jemaat GMIM Gereja Sion Batu Wilayah Likupang yang melaksanakan ibadah Paskah dengan orang nomor satu di provinsi ini tersebut.
Di hari yang sama, Ketua TP PKK Sulut Ny Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan melaksanakan ibadah Paskah di Gereja Bukit Moria Pancoran Jakarta. Didampingi putra tercinta Rey Samuel Dondokambey, Ibu Rita mengikuti ibadah Paskah dengan damai. "Selamat Paskah bagi seluruh umat Kristen di Sulut. Semoga damai Paskah dapat terus maknai dalam kehidupan kita. Termasuk dalam menjaga kerukunan di daerah dan dan negara yang kita cintai bersama," ucap Gubernur Olly Dondokambey

Jumat, 14 April 2017

Wagub Ibadah Jumat Agung di Gereja GMIM Bumorik





Pelaksanaan Ibadah Jumat Agung Jemaat Gereja GMIM Bukit Moria Rike (Bumorik) berlansung khusuk Jumat (14/04) kemarin pagi. Turut serta pada ibadah tersebut Wagub Pnt Drs Steven OE Kandouw yang didampingi istri tercinta Ny dr Devi Kandouw-Tanos MARS.
Selaku  Pelayan Khusus (Pelsus ) di jemaat GMIM Bumorik, Pnt Steven Kandouw terlihat ikut melayani pada jemaat saat prosesi ibadah berlangsung. Beberapa kali terlihat Pnt Steven Kandouw melayani jemaat saat prosesi perjamuan Kudus.
Prosesi ibadah Jumat Agung yang dipimpin Pdt Melly Rambing-Bokong MTh berlangsung khusyuk dan khidmat hingga selesai. Intinya ditekankan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di Kayu Salib harus dimaknai umat Kristiani dalam kehidupan keseharian.
Wagub Pnt Steven Kandouw bersama istri dr Devi Kandouw-Tanos MARS tak lupa memberikan ucapan selamat Paskah bagi umat Nasrani di Sulut. "Happy Easter, dan marilah kita maknai Paskah dengan selalu berbuat baik pada umat manusia, serta terus menjaga toleransi antar umat beragama, karena Torang Semua Ciptaan Tuhan," tutup Wagub.

Kamis, 13 April 2017

Jelang Paskah Nasional, Persiapan Terus Dimatangkan

Semakin dekatnya pelaksanaan paskah nasional yang akan digelar Jumat 21 April 2017 di Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara membuat panitia terus melakukan persiapan agar lancarnya hajatan besar tersebut. Pelaksanaan paskah nasional itu juga dirangkaikan dengan pencanangan Indonesia tanpa kekerasan.

Sekdaprov Edwin Silangen SE, M.Si turun langsung memimpin rapat persiapan panitia di ruangan WOC, Kamis (13/4/) pagi.

Dalam rapat yang dihadiri pejabat eselon 2 Pemprov Sulut itu terungkap bahwa Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akan menghadiri langsung perayaan paskah tersebut.

Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu meningkatkan optimisme panitia perayaan paskah akan kelancaran pelaksanaan paskah.

"Paskah nasional di Sulut akan berlangsung baik. Kegiatan itu bersamaan dengan pencanangan indonesia tanpa kekerasan," ujar Silangen.

Dijelaskan, paskah nasional yang berlangsung sepekan dan dihadiri sejumlah menteri ini akan dihadiri oleh 7 delegasi negara dan para tokoh ormas keagamaan di Indonesia. Karena itu dikatakan Sekdaprov, persiapan dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa selaku tuan rumah terus dimatangkan.

"Pemprov Sulut terus berkordinasi dengan Pemkab Minahasa. Segala hal yang harus ditangani, kami lakukan segera agar semuanya lancar," paparnya.

Di tempat yang sama Sekretaris panita paskah nasional Ir Roy Roring M.Si mengatakan kegiatan paskah nasional akan diisi dengan ibadah perayaan paskah. Menurutnya ibadah tersebut akan dipimpin Pdt Dr. Steven Tong. Dia memastikan seluruh panitia terus bekerja agar ibadah paskah juga berlangsung lancar. "Pdt. Dr. Steven Tong yang memimpin ibadah paskah nasional. Pelaksanaan ibadah ini harus berlangsung lancar," tegasnya.

Adapun paskah nasional di Sulut ini sekaligus bertepatan dengan peringatan 500 tahun reformasi gereja. Hal ini juga menimbulkan harapan dapat dihasilkannya pemikiran dan kesadaran baru tentang misi gereja di Indonesia bahkan di dunia.

Semangat dan reformasi itu telah mencetuskan pemikiran kreatif ke dalam sejarah peradaban barat dan berakibat besar dalam pembaruan dunia yang sangat relevan dengan kehidupan yang berlaku baik dalam perubahan politik, sosial, ekonomi dan gerejawi. (Humas Pemprov Sulut)

Wagub : Membuka Saresahan Bela Negara Untuk Kerukunan Bangsa.



Pemerintah Daerah  dan Masyarakat harus Menjadi Pelopor Lokomotif dalam Bela Negara,. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O. E Kandouw saat membuka acara Sarasehan Bela Negara Untuk Kerukunan Bangsa, di Ruangan C. J Rantung Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Kemarin (13/4)

Kandouw mengatakan, telah menjadi ide dan lobi dari Gubernur Sulut, Olly Dondokambey untuk mengadakan kegiatan 'Sarasehan Bela Negara Untuk Kerukunan Bangsa' di Provinsi Sulawesi Utara dengan menghadirkan pemateri dari Kaban Diklat Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Mayjen TNI Hartind Asrin dan dihadiri pula Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Ganip Warsito.

Sekarang ini banyak ancaman yang menginginkan NKRI bubar, menurutnya bagian timur memang mempunyai dinamika  dengan potensi konflik yang luar biasa, namun puji syukur tidak sampai masuk di Sulawesi Utara.

Begitupun bagian Selatan, Utara termasuk Philipina. Kita berada dipingggiran dengan Sulawesi Utara yang memiliki 2,8 juta jiwa harus siap dari ancaman, mau tidak mau pun harus menumbuhkan rasa bela negara ini, ungkapnya
Menurut Bapak Gubernur kita tidak boleh lengah, karena potensi-potensi yang mengarah perpecahan kerukunan ini sebenarnya tinggi. Untuk itu harus kita lawan, pertahanan kita harus kuat dan harus mendrive bela negara ini," semua elemen harus dilibatkan," tegas Wagub

Dangan cepatnya perkembangan zaman saat ini, dengan arus modernisasi maka kita harus siap menangkal ancaman yang masuk sekarang ini Sulut dalam sektor pariwisata meningkat 2000 persen ini merupakan keuntungan tatapi juga merupakan ancaman. Diantaranya Penyalahgunaan Narkoba dan obat-obat terlarang yang kita harus antisipasi  bisa masuk didaerah ini yang dapat merusak generasi muda, yang akan menjadi penerus bela begara bangsa ini, katanya

Wagub Kandouw mengajak kepada Pemerintah dan seluruh pihak yang terkait TNI, Polri, LSM, dan masyarakat untuk bisa bekerja sama dalam menjaga Keamanan Daerah Sulawesi Utara dari hal-hal yang dapat memecah belahkan persatuan kerukunan yang ada didaerah Nyiur Melambai ini.

Hal senada disampaikan oleh Narasumber Mayjen TNI Hartind Asrin, SE, M.I.Kom  bahwa Sulut memiliki kerjasama yang baik antar Pemerintah, TNI-Polri, LSM dan Masyarakat, terlebih dalam hal menjaga keamanan Daerah. Karena "barometer miniatur bangsa di Indonesia  berada di Sulawesi Utara".Katanya.


Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito menyampaikan Bela Negara ini akan muncul disaat kita mempunyai wawasan tentang Kebangsaan.

Warsito mengajak TNI juga harus bersinergi dengan Rakyat dalam mempertahankan kerukunan bangsa dari ancaman yang datamg dari luar maupun dari dalam,   khusus Sulawesi Utara yang mempunyai slogan Torang Samua Ciptaan Tuhan kiranya kerukunan serta toleransi antar umat beragama tetap selalu di jaga.


Sebelumnya melalui Kepala Kesbangpol Sulut, Steven Liow telah menyampaikan laporan kegiatan dimaksud. Hadir dalam kegiatan tersebut, para unsur LSM, oraganisasi adat serta para pejabat Eselon II di lingkup Pemprov Sulut.

Cipta Kondisi, Satpol PP Sulut Bakal Lakukan Lagi Razia Gabungan

Setelah melaksanakan operasi kamtibmas belum lama ini, Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi kembali akan melakukan lagi operasi gabungan dengan melibatkan unsur Polda Sulut, Badan Narkotika Nasional (BNN), Polisi Militer dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Manado.

Kegiatan yang bertujuan menciptakan keamanan dan ketertiban di Sulut ini dilaksanakan dengan melakukan razia minuman keras yang tidak miliki Izin dan penyalagunaan narkotika serta pemeriksaan identitas diri (KTP) yang akan dilakukan di pusat-pusat keramaian, tempat hiburan malam, tempat penginapan/kost yang ada di Sulut.

Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Sulut Drs. Edison Humiang, MSi yang dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Kerja Sama Valentino Sinaga, SH, Rabu (12/4/2017) siang, mengatakan rencana operasi kamtibmas kali ini adalah lanjutan dari operasi yang dilakukan sebelumnya. Apalagi operasi kambtibmas yang dilakukan sebelumnya mendapat apresiasi dan sambutan yang baik dari masyarakat serta menuai harapan agar dapat rutin dilakukan.

"Kegiatan ini memang akan rutin kita gelar dan kami sudah menghubungi pihak kepolisian serta TNI dan telah direspon baik. Bahkan untuk operasi kali ini kita melibatkan unsur BNN yang akan menangani khusus masalah pelanggaran narkotika" tegas Sinaga.

Pada kesempatan itu juga, Sinaga mengharapkan dukungan dari masyarakat untuk dapat menjaga ketentraman dan kenyamanan di Sulut apalagi sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menunjukan lonjakan yang luar biasa. Karena itu ketertiban dan keamanan menjadi harga mati yang tidak dapat ditawar lagi.

"Saya menghimbau agar masyarakat Sulawesi Utara dapat menjaga keamanan dan ketentraman di daerah kita masing-masing sehingga dapat terciptanya kedamaian," kunci Sinaga. (BerSin) (Humas pemprov Sulut)

Rabu, 12 April 2017

Arah Pembangunan Nasional Perlu Direformulasi

Kehidupan berbangsa dan bernegara rakyat Indonesia saat ini sudah semakin dewasa. Hal ini terjadi karena semakin kuatnya keinginan masyarakat untuk membangkitkan lagi Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Hal itu dikatakan Wakil Ketua MPR RI, E.E. Mangindaan saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Workshop Badan Pengkajian MPR  "Reformulasi Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Model GBHN" di Hotel Aryaduta Manado, Rabu (12/4/17) siang.

"Kesadaran ini, bagi sebagian kalangan dapat saja bermakna ruang kerinduan terhadap haluan negara dalam pembangunan nasional sebagaimana pada era terdahulu," katanya.

Mangindaan yakin, munculnya kesadaran tersebut karena besarnya semangat masyarakat untuk mewujudkan cita-cita nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.

"Saat inilah waktu yang paling tepat untuk memikirkan rencana pembangunan jangka panjang. Kemajuan apa yang dialami dalam waktu 5, 25 bahkan 100 tahun mendatang," ujarnya.

Mantan menteri perhubungan ini juga menegaskan, perlunya perencanaan yang baik dan matang untuk mencapai keberhasilan pembangunan nasional. Bangsa Indonesia tidak boleh berjalan sendiri di tengah perkembangan dan perubahan akibat gempuran globalisasi.

"Kita harus mencampuri perjalanan tersebut agar perkembangan masyarakat Indonesia dapat terwujud seperti yang para pendiri bangsa cita-citakan," tegasnya.

Di tempat yang sama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE yang diwakili Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Evans Steven Liow mengucapkan terima kasih kepada jajaran Sekretaris Jenderal MPR RI atas terlaksananya workshop tersebut. 

"Kegiatan yang sangat konstruktif ini bukanlah tugas yang gampang, semudah membalikan telapak tangan. Proses pembangunan bangsa adalah tanggung jawab bersama kita semua tanpa terkecuali," katanya.

Lebih lanjut, gubernur berharap seluruh masyarakat Sulut sebagai bagian dari rakyat Indonesia dapat terus mengevaluasi diri untuk memaksimalkan peranan dalam proses pembangunan. "Kita dituntut untuk terus berbenah diri demi optimalnya sumbangsih yang dapat dikonstribusikan dalam pembangunan bangsa," tegasnya.

Kegiatan workshop turut dihadiri. Pimpinan badan pengkajian MPR RI Martin Hutabarat dan TB Soenmandjaja. (BerSin) (Humas Pemprov Sulut)